Jakarta (ANTARA News) - Timnas Indonesia U-19 B yang dilatih oleh Rully
Nere harus angkat kaki dari Vietnam setelah mengalami kekalahan kedua
dalam keikutsertaannya di AFF U-19 Youth Championship Preparatory 2014.
Berdasarkan data tim media PSSI, pada pertandingan kedua di Stadion
My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa, Timnas Garuda Muda kalah telak 0-3 dari
Myanmar. Sebelumnya timnas juga kalah telak 2-6 dari Thailand.
Dengan mengalami dua kekalahan beruntun, Eriyanto dan kawan-kawan harus puas berada didasar klasemen Grup A dengan nol poin. Sedangkan Myanmar (juara grup) dan Thailand lolos ke babak berikutnya yaitu menghadapi juara dan runner up Grup B.
Pada pertandingan melawan Myanmar, Timnas Indonesia U-19 B berusaha bermain taktis, hanya saja upaya yang dilakukan oleh Eriyanto dan kawan-kawan langsung dihadang oleh permain Myanmar yang jauh lebih cantik.
Dengan mengalami dua kekalahan beruntun, Eriyanto dan kawan-kawan harus puas berada didasar klasemen Grup A dengan nol poin. Sedangkan Myanmar (juara grup) dan Thailand lolos ke babak berikutnya yaitu menghadapi juara dan runner up Grup B.
Pada pertandingan melawan Myanmar, Timnas Indonesia U-19 B berusaha bermain taktis, hanya saja upaya yang dilakukan oleh Eriyanto dan kawan-kawan langsung dihadang oleh permain Myanmar yang jauh lebih cantik.
Bahkan pada awal babak pertama, anak asuh Rully Nere itu tidak
mampu mengembangkan permainan. Kondisi langsung dimanfaatkan oleh pemain
Myanmar melakukan tekanan. Hasilnya pada menit 18, Nyein Chan Aung.
Tertinggal 0-1, pola permainan Timnas Garuda Muda kembali tidak
berkembang. Serangan yang dibangun selalu dipatahkan barisan pertahanan
lawan. Justru pada menit 31 gawang Rangga Pratama kembali kebobolan
lewat Maung Maung Soe. Kedudukan 0-2 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Al Qomar dan kawan mencoba lebih dahulu menekan. Bola kaki ke kaki berusaha diperagakan. Hanya saja, kokohnya pertahanan Myanmar membuar pergerakan pemain Timnas Indonesia mudah dibaca.
Meski kesulitan, timnas yang baru pekan itu dibentuk terus berusaha memperkecil ketertinggalannya. Namun, karena terlalu asyik menekan membuat pertahanan lengah. Dampaknya pada menit 64, Maung Maung Soe mampu mencetak gol keduanya.
Dalam kondisi tertinggal 0-3 justru permainan anak asuh Rully Nere lebih bagus. Pola serangan dibangun lebih rapi dan beberapa kali mampu membahayakan gawang lawan. Hanya saja hingga pertandingan usai tidak ada lagi gol yang tercipta.
Memasuki babak kedua, Al Qomar dan kawan mencoba lebih dahulu menekan. Bola kaki ke kaki berusaha diperagakan. Hanya saja, kokohnya pertahanan Myanmar membuar pergerakan pemain Timnas Indonesia mudah dibaca.
Meski kesulitan, timnas yang baru pekan itu dibentuk terus berusaha memperkecil ketertinggalannya. Namun, karena terlalu asyik menekan membuat pertahanan lengah. Dampaknya pada menit 64, Maung Maung Soe mampu mencetak gol keduanya.
Dalam kondisi tertinggal 0-3 justru permainan anak asuh Rully Nere lebih bagus. Pola serangan dibangun lebih rapi dan beberapa kali mampu membahayakan gawang lawan. Hanya saja hingga pertandingan usai tidak ada lagi gol yang tercipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar