Tampilkan postingan dengan label AFF Cup U-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AFF Cup U-19. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2014

PSSI Tunjuk Jawa Timur Sebagai Tuan Rumah Piala AFF U-19

© Eggi Paksha

Bola.net - Indonesia dipastikan kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala AFF U-19 tahun 2015. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono, mengatakan jika mempercayakan Jawa Timur menjadi tempat penyelenggaraannya.

Sebelumnya, turnamen tersebut digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo dan Stadion Petrokimia, Gresik. Garuda Jaya- julukan Timnas Indonesia U-19, tampil sebagai juara.

"Sejauh ini, bisa kami konfirmasi bahwa Piala AFF U-19 akan bermain di Jawa Timur. Bisa saja seperti kemarin, yaitu di Sidoarjo dan Gresik," ungkap Joko Driyono.

Selain itu, dilanjutkan Joko Driyono, Indonesia juga akan menggelar AFF Futsal Championship dan Piala AFF U-16.

"Piala AFF U-16 akan digelar di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bisa di Solo, Semarang, Sleman, atau Bantul. Kalau futsal, memang Jakarta masuk nominasi. Selain itu ada Bandung. Sedangkan Jakarta, belum tentu," tutupnya. (esa/dzi)

Minggu, 14 September 2014

Didenda karena Kostum Timnas U-19 B Tanpa Nama, Ini Jawaban Sekjen PSSI

Sportsatu.com - PSSI dilaporkan mendapat hukuman berupa denda dari penyelenggara AFF U-19 Preparatory Tournament 2014 di Vietnam. Denda dijatuhkan lantaran tak mencetak nama pemain dalam kostum yang digunakan.

Menurut laporan, PSI didenda sebesar 5000 dollar atau sekitar 59 juta rupiah. Denda dijatuhkan setelah perwakilan AFF melakukan rapat.

Sekjen PSSI, Joko Driyono, ketika ditemui, Jumat (12/9), mengaku belum mengetahui perihal denda tersebut. Ia sendiri merasa turnamen yang diselenggarakan tidak resmi.

"Belum (disampaikan dendanya). Tidak apa-apa, toh bukan turnamen resmi. Belum ada (perintah membayar). Kalau didenda, ya didenda," katanya.

Rabu, 10 September 2014

Kostum Tim Tanpa Nama Punggung, Timnas Indonesia U-19 B Didenda AFF

goal

Goal.com - Sudah jatuh tertimpa tangga, ungkapan itu mungkin paling pas untuk menggambarkan situasi yang dialami timnas Indonesia U-19 B yang baru saja menyudahi perjuangan tanpa memetik kemenangan di ajang AFF U-19 Preparatory Tournament.

Selain dihajar Thailand dan Myanmar, skuat arahan Rully Nere itu harus dihadapkan dengan masalah lain, yakni hukuman denda sebesar USD 5,000 atau sekitar Rp59 juta akibat dianggap lalai dalam mencetak nama pemain di kostum tim, sesuai dengan regulasi kompetisi.

Menurut laporan VOV, sanksi tersebut diputuskan melalui rapat yang diselenggarakan perwakilan Federasi Sepakbola Asia Tenggara [AFF] dan menyebut bahwa denda akan ditanggung oleh PSSI yang bertindak sebagai penanggung jawab tim.

Dalam turnamen yang berlangsung di Vietnam tersebut, pasukan muda Indonesia gagal mempertahankan gelar juara usai menelan kekalahan 6-2 dari Thailand (5/9) dan 3-0 dari Myanmar (9/9) serta harus tersingkir lebih awal di fase penyisihan grup.

Selasa, 09 September 2014

Timnas U-19 B angkat kaki dari Vietnam

Jakarta (ANTARA News) - Timnas Indonesia U-19 B yang dilatih oleh Rully Nere harus angkat kaki dari Vietnam setelah mengalami kekalahan kedua dalam keikutsertaannya di AFF U-19 Youth Championship Preparatory 2014.
 
Berdasarkan data tim media PSSI, pada pertandingan kedua di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa, Timnas Garuda Muda kalah telak 0-3 dari Myanmar. Sebelumnya timnas juga kalah telak 2-6 dari Thailand.

Dengan mengalami dua kekalahan beruntun, Eriyanto dan kawan-kawan harus puas berada didasar klasemen Grup A dengan nol poin. Sedangkan Myanmar (juara grup) dan Thailand lolos ke babak berikutnya yaitu menghadapi juara dan runner up Grup B.

Pada pertandingan melawan Myanmar, Timnas Indonesia U-19 B berusaha bermain taktis, hanya saja upaya yang dilakukan oleh Eriyanto dan kawan-kawan langsung dihadang oleh permain Myanmar yang jauh lebih cantik.
 
Bahkan pada awal babak pertama, anak asuh Rully Nere itu tidak mampu mengembangkan permainan. Kondisi langsung dimanfaatkan oleh pemain Myanmar melakukan tekanan. Hasilnya pada menit 18, Nyein Chan Aung.
 
Tertinggal 0-1, pola permainan Timnas Garuda Muda kembali tidak berkembang. Serangan yang dibangun selalu dipatahkan barisan pertahanan lawan. Justru pada menit 31 gawang Rangga Pratama kembali kebobolan lewat Maung Maung Soe. Kedudukan 0-2 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Al Qomar dan kawan mencoba lebih dahulu menekan. Bola kaki ke kaki berusaha diperagakan. Hanya saja, kokohnya pertahanan Myanmar membuar pergerakan pemain Timnas Indonesia mudah dibaca.

Meski kesulitan, timnas yang baru pekan itu dibentuk terus berusaha memperkecil ketertinggalannya. Namun, karena terlalu asyik menekan membuat pertahanan lengah. Dampaknya pada menit 64, Maung Maung Soe mampu mencetak gol keduanya.

Dalam kondisi tertinggal 0-3 justru permainan anak asuh Rully Nere lebih bagus. Pola serangan dibangun lebih rapi dan beberapa kali mampu membahayakan gawang lawan. Hanya saja hingga pertandingan usai tidak ada lagi gol yang tercipta.

Rully Nere Tak Puas Dengan Penampilan Timnas Indonesia U-19 B



Goal.com - Timnas Indonesia U-19 B dipastikan gagal berbicara banyak di ajang AFF U-19 Preparatory 2014 di Hanoi, Vietnam. Itu setelah, mereka menderita dua kali kekalahan di fase grup A dari Thailand U-19 (6-2) dan Myanmar U-19 (3-0).

Pelatih Indonesia U-19 B, Rully Nere, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil yang didapatkan timnya saat ini. "Kalau melihat penampilan memang kami tidak puas, tapi saya kira ini anak-anak yang masih muda, U-19, mereka punya masa depan. Jadi, untuk kami pengalaman bertanding di tingkat internasional, ini lebih bermanfaat untuk prestasi mereka," kata Rully, dalam jumpa pers usai laga melawan Myanmar, Selasa (9/9).

Lebih lanjut, pelatih asal Papua itu menuturkan kelemahan yang ada di dalam timnya adalah lantaran waktu persiapan mereka yang sempit. "Sehingga masalahnya ada pada fisik pemain. Saya kira itu yang menjadi persoalan," tambahnya.

Di samping itu, Rully pun memprediksi Vietnam U-19 dan Jepang U-19 yang akan bentrok di laga puncak turnamen ini. "Dua tim ini layak masuk final karena Vietnam main dengan kecepatannya, dan Jepang dengan kerja sama timnya serta taktiknya yang sangat bagus untuk disaksikan," pungkasnya.

Timnas U-19 B Kalah Lagi, Kali Ini Dihajar Myanmar 3-0


TRIBUNNEWS.COM, HANOI - Timnas Indonesia U-19 B tak berkutik menghadapi Myanmar pada laga AFF U-19 Youth Championship Preparatory atau turnamen pemanasan Piala Asia U-19. Dalam laga di Stadion My Dinh, Selasa (9/9/2014), tim besutan Rully Nerre ini menyerah 0-3.

Ini merupakan kekalahan kedua Timnas U-19 B di ajang tersebut. Sebelumnya, mereka juga menyerah dengan skor telak 2-6 dari Thailand. Dengan demikian, Indonesia menjadi juru kunci Grup A sedangkan Myanmar berhak lolos ke semifinal karena menjadi juara grup dengan meraih poin sempurna - sebelumnya Myanmar menang 2-1 atas Thailand, Minggu (7/9).

Alih-alih meraih kemenangan dengan selisih lebih dari tiga gol agar bisa maju ke babak empat besar, gawang Timnas U-19 B justru sudah kebobolan pada menit ke-19 lewat gol Nyein Chan Aung. Myanmar, yang menjuarai Hassanal Bokiah Trophy 2014, menggandakan keunggulannya pada menit ke-30 lewat gol Maung Soe.

Pada babak kedua, permainan Timnas U-19 B tak berkembang. Pertahanan mereka justru mendapat serangan bertubi-tubi dari lawan, meskipun hanya satu gol tambahan yang bisa dihasilkan Myanmar pada menit ke-64 lewat. Maung Soe kembali mencatatkan namanya di papan skor. Skor 3-0 bertahan sampai laga usai.

Dengan hasil ini, Myanmar memperlihatkan bahwa mereka kian mantap menghadapi putaran final Piala AFF bulan depan yang berlangsung di negaranya. Sedangkan bagi Indonesia, hasil ini tak "berarti" karena sejatinya Timnas U-19 besutan Indra Sjafri yang tampil di event tersebut sebagai persiapan menuju Piala AFF, tetapi digantikan oleh Timnas U-19 B

Senin, 08 September 2014

Meski Sulit, Timnas U-19 B Harus Kalahkan Myanmar

 ist

JAKARTA (Pos Kota)- Timnas U-19 B Indonesia kembali menghadapi laga berat melawan Myanmar pada turnamen AFF preparatory  di Stadion Nasional, My Dinh, Selasa (9/9). Pada laga pertama, Indonesia dibantai Thailand 2-6, dan Myanmar baru saja mengalahkan Thailand 2-1.

Pelatih Rully Nere yang baru saja menggantikan Rudy Keltjes, harus putar otak. Kekalahan kedua, berarti langsung masuk kotak. Indonesia harus mampu mengalahkan Myanmar.

Junda Irawan dan kawan-kawan, mesti mengalahkan tim yang dipersiapkan lama. “Tapi, kami berharap bisa memperbaiki permainan pada laga kali ini,” kata striker timnas U-19 B Indonesia, Martinus Novianto, melalui pesan singkatnya.

Rully meminta pemain-pemainnya tampil tanpa beban. “Kita berharap anak-anak bisa lugas menghadapi Myanmar,” katanya.

Setidaknya, dia melanjutkan, kita bisa menunjukkan permainan lebih baik dari saat melawan Thailand. (Awang)

Lawan Myanmar Jadi Ujian Super Berat Timnas U-19 B


REPUBLIKA.CO.ID, HANOI  --  Timnas U-19 B Indonesia akan menghadapi Myanmar U-19 pada laga kedua sekaligus pamungkas AFF U-19 Preparatory di Stadion Nasional, My Dinh, Selasa (9/9) sore. Laga ini bakal menjadi ujian super berat bagi tim asuhan Rully Nere. 

Timnas U-19 B yang memiliki persiapan singkat, tidak bisa berbicara banyak pada laga perdana melawan Thailand. Junda Irawan dan kawan-kawan menuai kekalahan telak 2-6. Sedangkan Myanmar yang baru saja memenangkan turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014, sukses mengalahkan Thailand dengan skor 2-1. 

Bukan hanya itu, Myanmar juga berhasil mengalahkan Timnas U-19 A asuhan Indra Sjafri saat beruji coba di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 7 Mei 2014. Myanmar kala itu membungkam Evan Dimas dan kawan-kawan dengan skor tipis 2-1. 

Striker Timnas U-19 B Martinus Novianto menyadari Myanmar akan menjadi ujian yang berat. Pun, dia mengakui permainan rekan-rekannya belum bisa memenuhi harapan masyarakat Indonesia. 

"Hasil akhir pada laga perdana kemarin (lawan Thailand) memang masih jauh dari harapan. Tapi kami berharap bisa memperbaiki permainan pada laga  kali ini," kata Martinus melalui pesan singkat. 

Myanmar Tidak Ingin Remehkan Timnas U-19 B Indonesia

 soccercentralph.com

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Timnas U-19 B Indonesia akan menghadapi Myanmar U-19 pada laga kedua sekaligus pamungkas AFF U-19 Preparatory di Stadion Nasional, My Dinh, Selasa (9/9) sore. Laga ini bakal menjadi ujian super berat bagi tim asuhan Rully Nere.
Timnas U-19 B menelan kekalahan 2-6 dari Thailand di laga perdana Grup A. Sedangkan Myanmar yang baru saja memenangkan turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014, sukses mengalahkan Thailand dengan skor 2-1.

Asisten pelatih Myanmar U-19, Nyi Nyi Lat, enggan membusungkan dada meski tim lebih difavoritkan dari skuat Rully Nere.

Nyi Latt tidak ingin sesumbar bahwa timnya bisa memetik kemenangan besar atas timnas U-19 B seperti yang telah dilakukan Thailand.

"Target kami hanya untuk memenangkan pertandingan. Tak peduli berapa gol yang bisa diciptakan," ujar Nyi Latt dilansir situs resmi AFF.

Timnas U-19 B janji perbaikan

JAKARTA - Timnas U-19 B menelan pil pahit saat menghadapi Thailand di laga pembuka Grup A AFF Preparatory 2014, 5 September lalu. Timnas U-19 B kalah dengan skor 2-6.
   
Striker Timnas U-19 B, Martinus Novianto, mengaku cukup kecewa dengan hasil tersebut. Namun, dirinya berjanji rekan-rekan lainnya akan tampil lebih baik saat menghadapi Myanmar pada Selasa besok.
   
"Hasil akhir di pertandingan yang lalu memang masih jauh dari harapan. Keberuntungan belum berpihak. Melawan Myanmar nanti, harus lebih baik," kata Martinus lewat pesan singkatnya baru-baru ini.
   
Di pertandingan melawan Thailand, Martinus mampu menyumbang satu gol untuk timnas U-19B. Gol tersebut, menurutnya, bukan menjadi pembuktian bahwa pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, telah salah "membuangnya".
   
"Saya bersyukur bisa cetak gol. Tetapi, ini gol untuk negara. Terlahir dari kerja sama tim dan bukan hanya saya yang berperan," jelas pemain jebolan Pra PON Yogyakarta tersebut.
   
Pertandingan Timnas U-19 kontra Myanmar akan digelar di My Dinh Stadium. Indonesia masih punya peluang lolos ke semifinal, andai Myanmar kalah melawan Thailand dan Indonesia menang atas Myanmar. (waspada online)


Sumber                           

Minggu, 07 September 2014

Pengiriman Timnas U-19 B ke Vietnam dinilai Pemborosan Anggaran

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Mantan anggota Komite Eksekutif (Komeks) PSSI Bob Hippy mengatakan pengiriman Tim Nasional Indonesia U-19B ke Turnamen Pre-Repatori AFF 2014 di Vietnam merupakan pemborosan anggaran.

Keikutsertaan timnas yang dilatih Rully Nere ini dinilai tidak akan berpengaruh bagi tim yang sebelumnya dipegang pelatih Rudy William Keltjes itu.

"Hanya buang-buang biaya saja kita kirim timnas U-19 B itu. Sebenarnya kita belum siap, dan harusnya tidak usah kirim tim," ujar Bob Hippy kepada Harian Super Ball.

Bob Hippy menjelaskan timnas Indonesia U-19 B yang dikirim ke Vietnam itu kondisinya belum siap. Sistim pembentukan timnas Indonesia U-19B itu juga dipertanyakan.

"Itu belum siap. Dan Rully Nere juga tidak akan efektif memegang tim karena disodor-sodorkan dengan pemain yang bukan pilihannya," ujarnya.

Bob Hippy memberikan penilaian tegas terhadap tim yang dibentuk PSSI sebagai pesaing timnas Indonesia U-19 bentukan Indra Sjafri itu.

"Tidak akan efektif timnas U-19 B itu selama Rully tidak diberikan wewenang untuk memilih pemainnya. Seharusnya seperti Indra memilih pemainnya sendiri, bukan disodor-sodorkan," ujarnya.

Rully Nere: Pemain Tampil Di Bawah Performa Mereka

Goal.com - Pelatih timnas Indonesia U-19 B, Rully Nere, mengaku kecewa dengan hasil yang diderita timnya saat ditaklukkan Thailand U-19 dengan skor telak 6-2, pada laga perdana AFF U-19 Preparatory di Stadion Nasional My Dinh, Jumat (5/9) petang.

"Anak-anak kita lihat bisa mengimbangi pada babak pertama. Babak kedua banyak terjadi gol, saya kira karena setiap kami buat gol selalu langsung dibalas dengan cepat oleh Thailand. Itu yang membuat mental para pemain turun," ujar Rully, dalam jumpa pers usai laga.

Di samping itu, Rully menuturkan para pemainnya memang minim pengalaman internasional. Dia mengungkapkan ada beberapa pemain yang baru pertama kali memperkuat timnas. 

"Kami akan evaluasi hasil pertandingan ini. Turnamen seperti ini bagus untuk pemain muda seperti mereka, sehingga tahu apa kesalahannya. Mudah-mudahan di laga berikutnya anak-anak tampil lebih baik. Di laga tadi, harus diakui ada beberapa pemain yang tampil di bawah performa mereka," jelasnya.

Selanjutnya, Indonesia bakal menantang Myanmar U-19 di stadion yang sama, 9 September nanti.

Laporan Pertandingan: Indonesia U-19 2-6 Thailand U-19

Goal.com - Hasil mengenaskan diperoleh tim nasional U-19 dalam laga perdana Grup A Piala AFF U-19 Prepatory 2014 setelah dibantai Thailand U-19 dengan skor 6-2 di Stadion My Dinh, Jumat (5/9).

Kekalahan itu membuat peluang Indonesia untuk melaju ke semi-final menjadi berat. Tim besutan Rully Nere ini harus memetik kemenangan telak saat menghadapi Myanmar di pertandingan terakhir.

Di laga ini, Thailand bersiap menghadapi Piala Asia U-19 di Myanmar menerapkan permainan agresif sejak peluit kick-off ditiupkan wasit. Namun penyelesaian akhir yang buruk membuat Thailand gagal memaksimalkan peluang yang mereka peroleh melalui Tanasith Siripala.

Kendati mendapat tekanan, Indonesia sempat menjebol gawang Thailand. Namun gol ini dianulir wasit, karena menganggap Febri Hariyadi terperangkap jebakan off-side lebih dahulu.

Sittichok Kannoo nyaris membuka keunggulan ketika menerima umpan terobosan Taasith, dan hanya berhadapan dengan kiper Dikri Yusron Afafa. Namun tendangannya justru mengarah ke penjaga gawang Indonesia tersebut.

Thailand akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-34. Tanasith menjadi momok bagi barisan belakang Indonesia, dan memberikan umpan matang kepada Patipan Pinsemsootsri untuk menjebol gawang Indonesia.

Namun sembilan menit kemudian, Indonesia mampu menyamakan kedudukan. Tandukan Al Qomar Tehupelasury menyambut sepak pojok tidak bisa dimentahkan kiper Anusit Termee.

Menjelang babak pertama berakhir, pelanggaran Heri Setiawan terhadap Sittichok membuat wasit menunjuk titik putih. Atthawit Sukchuai sukses menjadi esekutor untuk membawa Thailand unggul 2-1 di paruh pertama.

Thailand kembali mendominasi permainan di babak kedua. Hasilnya, Atthawit mencatatkan namanya di papan skor untuk kali kedua pada menit ke-58 setelah melepaskan tendangan dari luar kootak penalti yang tak bisa dibendung Dikri Yusrop.

Indonesia mampu memperkecil ketertinggalan di menit ke-64. Untung Wibowo melepaskan umpan terobosan, dan Martinus Novianto mampu menuntaskannya untuk mengubah papan skor menjadi 3-2.

Selepas itu, Thailand tidak memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk mengembangkan permainan. Sittichok sukses memperbesar keunggulan Thailand di menit ke-67. Selang tujuh menit kemudian, Dikri Yusron kembali memungut bola dari jalanya usai dijebol Piyapong Homkhajon.

Di waktu tersisa, Thailand masih bisa mengemas dua gol tambahan untuk menunjukkan dominasi mereka melalui gol Chaowat Veerachart dan Piyapong, sehingga menutup laga dengan skor 6-2.

Rabu, 03 September 2014

Timnas U-19 B Siap Tempur di Vietnam

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI  --  Timnas U-19 B Indonesia akan memulai perjuangannya di turnamen AFF U-19 Preparatory 2014 dengan melawan Thailand di Hang Day Stadium, Hanoi, Kamis (5/9) sore. Walau memiliki persiapan singkat, para pemain Timnas U-19 B menegaskan siap menunjukkan penampilan terbaiknya. 

Striker Martinus Novianto optimistis ia bersama rekan-rekannya bisa bermain baik pada turnamen ini. Sebab, timnas U-19 B tidak dibebankan target sehingga akan mampu bermain lepas tanpa tekanan. 

Meski tak punya target, ujar Martinus, yang namanya membela negara, sudah pasti setiap pemain ingin meraih hasil sebaik-baiknya. "Saya pribadi ingin membawa tim untuk lolos fase grup, kemudian ke final. Jika Tuhan mengijinkan, kami ingin bawa pulang juara," kata Martinus kepada Republika Online

Pemain asal Yogyakarta itu cukup yakin rekan-rekannya bisa berbicara banyak di ajang ini. Sebab, hampir semua pemain U-19 B sudah saling kenal karena pernah sama-sama mengikuti seleksi timnas U-19 asuhan Indra Sjafri. 
Winger
 
Sabeq Fahmi menyatakan hal serupa. Sabeq mengatakan para pemain timnas U-19 B memiliki motivasi yang sangat tinggi untuk tampil bagus di turnamen ini. 
 
"Selain untuk membela negara, para pemain pasti ingin membuktikan kemampuannya agar bisa direkrut ke Timnas U-19 A. Dan kami sudah siap tempur," ujar Sabeq. 

Timnas U-19 B hanya punya waktu 10 hari dalam melakukan persiapan. Skuat asuhan Rully Nere ini pun hanya memiliki dua laga uji coba. Timnas U-19 B kalah 0-1 saat berhadapan dengan Villa 2000 dan memetik kemenangan 3-1 ketika melawan tim sepak bola Universitas Negeri Yogyakarta. 

Penamaan Timnas U-19 B Picu Kecemburuan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Indonesia U-19 B akan terjun di turnamen AFF U-19 Prepatory 2014 di Vietnam pada 5 hingga 15 September 2014 mendatang.

Mantan Direktur Teknis Tim Nasional Indonesia Senior, Risdianto, mengungkapkan tim yang akan berangkat ke Vietnam itu dibentuk terlalu mepet dengan waktu turnamen tersebut.

“Pembentukan tim nasional U-19 B itu terlalu mepet dengan waktu pelaksanaan turnamen. Kenapa tidak dari jauh-jauh hari,” kata Risdianto, seperti dikutip situs timnas.com, Selasa (2/9).

Ia menambahkan seharusnya skuad tersebut tidak diberikan nama tim nasional Indonesia U-19 B. Pasalnya, dengan nama tersebut dapat menimbulkan kecemburuan antar pemain.

Kalo ada golongan-golongan seperti itu dapat menimbulkan kecemburuan antar permain. Seolah-olah tim B itu lebih jelek, padahal belum tentu,” ungkapnya.
 

KompasTV Siarkan Pertandingan Timnas U-19 Melawan Thailand dan Myanmar Besok

Tribunnews.com, Jakarta - Kompas TV sebagai “House of Football” akan menyiarkan pertandingan Timnas Indonesia melawan Thailand dan Myanmar di babak penyisihan AFF Turnamen 2014 di Vietnam. Pertandingan antara Indonesia melawan Thailand akan ditayangkan  Jumat, 5 September 2014, pukul  16.00. Sedangkan Indonesia melawan Myanmar ditayangkan hari Selasa, 9 September 2014, pukul 16.00.  

Pertandingan yang akan berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada   5 hingga 15 September 2014 diikuti lima negara ASEAN Football Federation yaitu Indonesia, Thailand, Australia, Vietnam, dan Myanmar. Jepang turut diundang untuk memeriahkan kompetisi. 

Kedua pertandingan ini akan disiarkan KompasTV maupun On Channel K-Vision secara langsung. Sementara seluruh pertandingan lainnya dalam turnamen tersebut akan ditayangkan hanya di K-Vision.  

Buyung Wijaya Kusuma, General Manager Sport KompasTV dan Pemimpin Redaksi Kanal Bola Indonesia K-Vision mengutarakan, ”Meskipun persiapan timnas terbilang sempit, Tim Nasional U-19 B di bawah asuhan pelatih teknis usia muda PSSI, Rudy Keltjes, akan mampu menjaga reputasi Indonesia di Vietnam nanti. Terutama lini depan dan tengah yang dihuni Sabeq Fahmi dan Martinus Novianto. Keduanya pernah digembleng dalam seleksi Timnas U-19 arahan Indra Sjafri.  Sefdin Syaifudin, Sekretaris Umum Badan Tim Nasional PSSI dan Direktur Komunikasi PSSI mengatakan, “PSSI berterimakasih sekali kepada KompasTV yang telah mau membantu mendukung Timnas AFF U-19 ini.”

Timnas U-19 B Tanpa Target di Turnamen Pemanasan Piala Asia U19


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim nasional Indonesia U-19 B tanpa target di turnamen AFF Prepatory di Hanoi, Vietnam pada 5-13 September mendatang. Pelatih Rully Nere, menjadikan turnamen ini sebagai sarana pemain mendapatkan pengalaman bertanding.

Pada turnamen AFF Preparatory, Indonesia bergabung di Grup A, bersama Thailand dan Myanmar. Di laga perdana, Indonesia akan bertemu Myanmar di My Dinh National Stadium, Hanoi, 9 September 2014.

Sementara di grup B, tergabung tuan rumah Vietnam, Australia, dan Jepang. Turnamen ini digelar untuk pemanasan sebelum Piala Asia U-19 2014 di Myanmar pada Oktober mendatang.

“Kami melihat turnamen ini secara realistis. Kami ingin pemain mendapatkan pengalaman di tingkat internasional. Jadi tim pelatih hanya berharap mereka bermain bagus,” kata Rully Nere, yang juga mantan pemain tim nasional Indonesia itu.

Pergantian pelatih timnas U-19 B terjadi sebelum keberangkatan ke Hanoi. Sebelumnya, Martinus Novianto dan kawan-kawan ditangani Rudi William Keeltjes. Sekarang, mantan pelatih PSM Makassar itu digeser menjadi penasihat teknis.

Pria berusia 57 tahun itu mengaku pergantian pelatih hanya status, namun saat bekerja menangani tim, dirinya bersama dengan Rudi Keeltjes bekerja bersama.

“Rudi Keeltjes berangkat ke Vietnam. Saya menilai tidak ada masalah (posisi pelatih),” ujar pria kelahiran Papua itu.


Sabtu, 30 Agustus 2014

Ini 20 Pemain Timnas Indonesia U-19 B Untuk Turnamen AFF U-19 Preparatory

 PSSI

Goal.com - Pelatih timnas Indonesia U-19 B, Rudy William Keeltjes, akhirnya telah memutuskan 20 pemain yang akan diboyongnya ke turnamen AFF U-19 Preparatory di Vietnam, 5-15 September mendatang. Itu setelah, dia melakukan evaluasi dari 29 pemain yang tersisa pada pelatnas di pemusatan latihan usia muda PSSI, Sawangan, dalam tiga hari terakhir.

Satu pemain telah diambil oleh Indonesia U-19 yang dilatih Indra Sjafri, yakni Rudolof Yanto Basna. Sementara, delapan pemain yang dicoret lantaran dinilai kalah bersaing dengan pemain lainnya adalah Vicky Melano, Fadhil Trisila, Imam Hanafi, Carly Karonika, Indra Kelana Nasution, Faria Rofanda, Edo Pratama, Dimas Fajar Amrozi.

Keputusan pencoretan pemain tersebut dilakukan Rudy usai memimpin latihan Indonesia U-19, Sabtu (30/8) pagi. Rencananya, para pemain besok akan diliburkan dari latihan dan baru akan menjalani latihan kembali pada Senin (1/9) pagi.

Seperti diketahui, pada ajang itu Indonesia U-19 B tergabung di grup A bersama Myanmar U-19 dan Thailand U-19. Turnamen ini sebenarnya dipersiapkan untuk tim-tim Asia Tenggara yang lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, Oktober nanti. 

Namun, lantaran Indonesia U-19 bakal melakukan pelatnas di Eropa, maka Badan Tim Nasional membentuk Indonesia U-19 B untuk ke turnamen tersebut.

Berikut 20 pemain Indonesia U-19 B untuk turnamen AFF U-19 Preparatory di Vietnam:
Kiper: Dikri Yusron, Rangga Pratama
Belakang: Heri Setiawan, Heru Iswanda, Eriyanto, Muhamad Junda Irawan, Dwi Susanto, Ary Ahmad
Tengah: Ahmad Rajendra Faturusi, Alqomar Tehupelasury, Makarius F Suruan, Untung Wibowo, Dio Permana, Djali Ibrahim, Sabeq Fahmi Fachrezy, Fahmi Al Ayyubi 
Depan: Febri Haryadi, Angga Febriyanto, Martinus Novianto, Adi Nugroho

Minggu, 24 Agustus 2014

Timnas U-19 B Gantikan Tugas Evan Dimas cs di Vietnam


 Republika/Agung Supriyanto/ca



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelatih timnas U-19 Indra Sjafri urung mengikutsertakan anak-anak asuhnya berpartisipasi di turnamen AFF U-19 Preparatory 2014 di Vietnam. Turnamen ini digelar sebagai ajang persiapan tim Asia Tenggara yang lolos ke Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober mendatang.

Sebagai gantinya, PSSI mengutus timnas U-19 B yang akan berangkat ke turnamen persiapan yang bakal digelar pada 5-13 September ini. Timnas U-19 B baru saja dibentuk dan ditangani oleh pelatih Rudi Keltjes yang merupakan pelatih timnas U-21 saat berlaga di turnamen COTIF, Spanyol.

Rudi sudah memanggil 41 pemain dan melakukan seleksi sejak Jumat (22/8) di Sawangan, Depok. Para pemain yang dipanggil kebanyakan pemain yang pernah menjalani seleksi di timnas U-19 besutan Indra Sjafri.

Kendati begitu, ada juga beberapa sosok yang pernah menjadi pemain andalan Indra Sjafri. Salah satunya adalah Sabeq Fahmi yang merupakan top skorer dan pemain terbaik di ajang HKFA International Youth Invitation 2012 di Hongkong.

Rudi Keltjes mengatakan hanya akan membawa 25 pemain ke Vietnam. Mantan pelatih PSM Makassar tersebut bakal melakukan pencoretan secara bertahap. "Kriteria pemain ada banyak. Salah satu yang akan menjadi pertimbangan saya adalah jam terbang," kata Rudi.

Seperti diketahui, turnamen di Vietnam ini akan diikuti Vietnam, Myanmar, Thailand, Australia, dan Jepang. Jepang ikut serta dengan status undangan. Di turnamen ini, timnas U-19 B tergabung di Grup A bersama Myanmar dan Thailand.

Indra Sjafri sebelumnya memang mempertimbangkan keikutsertaan timnas U-19 di Vietnam. Indra khawatir turnamen ini justru malah merugikan karena jaraknya yang terlalu dekat dengan putaran final Piala Asia U-19. Indra pun akhirnya lebih memilih untuk melakukan pemusatan latihan dengan format single match yang rencananya digelar di Eropa.

Daftar 41 Pemain Seleksi Timnas U-19 B 


Kiper: Dikri Yusron, Rangga Pratama, Imam Hanafi, Fadhil Trisila, Romi,

Bek: Eriyanto, Deppi, Muhammad Nur Tupong, Riyan Ardiyansyah, Muhamad Junda Irawan, Heri Setiawan, Edo Pratama, Rudolof Yanto Basna, Faisal Nur Abidin, Heru Iswanda, Dwi Susanto, Carly Karonika, Retiana M Shandy, Ary Ahmad.

Tengah: Firman, Rizky Alam, Jeni Jatnika, Ahmad Rajendra Faturusi, Alqomar Tehupelasury, Makarius F Suruan, Zulfikar Lubis, Untung Wibowo, Dio Permana, Vicky Melano, Djali Ibrahim, Fiwi Dwipan, Tedi, Sabeq Fahmi Fachrezy, Fahmi Al Ayyubi, Faria Rofanda.

Depan: Martinus Novianto, Gilang Isya Rosa, Indra Kelana Nasution, Adi Nugroho, Febri Haryadi, Angga Febriyanto,

Jumat, 22 Agustus 2014

BTN Bentuk Timnas U-19 B untuk Dikirim ke Vietnam

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Tim Nasional (BTN) membentuk tim baru untuk mengikuti turnamen AFF U-19 Preparatory 2014 di Vietnam, 5-15 September mendatang.

Ada 42 pemain yang sedang mengikuti seleksi di pemusatan latihan usia muda PSSI, Sawangan, mulai Jumat (22/8) ini. Tim itu akan disebut sebagai timnas Indonesia U-19 B.

Sebelumnya, turnamen ini memang diperuntukkan bagi tim-tim Asia Tenggara yang lolos ke Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober nanti.

Namun, lantaran Indonesia U-19 direncanakan bakal menggelar pelatnas di Spanyol atau Inggris, BTN akhirnya membentuk tim baru lagi untuk mengikuti turnamen tersebut. Tim itu nantinya akan dilatih Rudy William Keltjes.

Selain Indonesia, turnamen ini juga diikuti Vietnam, Myanmar, Thailand, Australia, dan Jepang. Pada ajang ini, Indonesia tergabung di grup A bersama Myanmar dan Thailand.

Sementara itu, di antara 42 pemain yang mengikuti seleksi Indonesia U-19 B, ada delapan pemain yang sdebelumnya memperkuat timnas Indonesia U-21 di turnamen COTIF, Valencia, Spanyol, 10-20 Agustus lalu.

Selain itu, ada pula nama-nama yang pernah mengikuti seleksi timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan Indra Sjafri seperti Fiwi Dwipan, Sabeq Fahmi Fachrezy, Indra Kelana Nasution, Djali Ibrahim, serta Dio Permana.

"Untuk saat ini, kami lihat dulu teknik dan skill para pemain. Karena gak bisa bicara soal tim karena kami belum tahu kualitas individu masing-masing pemain saat ini," ujar asisten pelatih Francis Wawengkang.

"Tadi, kami melakukan pemanasan saja setelah itu langsung game. Jadi, kami data dulu mereka mainnya di posisi mana saja," tambahnya.

Francis pun masih belum bisa memastikan target apa yang dibebankan kepada tim ini di turnamen tersebut. Jika melihat waktu penyelenggaraannya, tim ini setidaknya hanya memiliki waktu persiapan sekitar 12 hari.

"Saya juga baru tiba hari ini dan belum berbicara dengan pelatih Rudy. Mungkin, nanti kalau sudah berkomunikasi sudah tahu akan ada berapa pemain yang dibawa maupun targetnya," tutupnya. (goal.com/Garry Subekhi)
(Bas)