Liputan6.com, Jakarta- Wakil Ketua Umum PSSI yang juga Ketua
Badan Tim Nasional (BTN) La Nyalla Mattalitti puas dengan penampilan
pemain muda Evan Dimas Darmono yang melakukan debut bersama timnas
senior Indonesia. La Nyalla memberikan pujian kepada pemuda Surabaya
itu.
Setelah bersinar di timnas U-19, Evan tampil untuk pertama
kali bersama timnas senior pada laga uji coba melawan Timor Leste di
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa 11 November 2014. Dia
menampilkan performa ciamik pada laga perdananya.
Turun sebagai
starter, Evan membantu Indonesia menang telak 4-0. Evan langsung mampu
mencetak gol pada laga debutnya. Bahkan sebenarnya dia bisa mencetak gol
lebih banyak bila dua peluang emasnya tidak digagalkan kiper Timor
Leste.
La Nyalla berpesan kepada Evan agar tidak cepat berpuas diri. Evan harus mampu melanjutkan performa gemilangnya.
"Selamat
untuk @Evan_DD yang hari ini menjalani debut pertama untuk timnas
senior dan mencetak gol pertamanya. Lanjutkan," kata La Nyalla melalui
Twitter.
Sumber
Tampilkan postingan dengan label BTN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BTN. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 November 2014
Senin, 03 November 2014
Ini Alasan Pemecatan Indra Sjafri
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabar mengejutkan datang dari Tim nasional
Indonesia U-19 yang dipimpin oleh Indra Sjafri. berdasarkan hasil rapat
Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Ahad (2/11) malam, PSSI memutuskan
Indra sudah tidak lagi menjadi pelatih Garuda Jaya.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono mengatakan pemecatan Indra dilakukan karena yang bersangkutan gagal memenuhi target untuk lolos ke babak semifinal Piala AFC U-19. Untuk selanjutnya, Jokdri, sapaan akrabnya membebes tugaskan Indra dan staf pelatih utuk menentukan masa depaannya masing-masing
"Saya mengapresiasi Indra dan para staf kepelatihan yang terlibat di U-19. Ini adalah hasil dari kita semuanya bukan orang per orang mau pun tim. Namun, ini terkait target utama karena tidak lolos Piala Dunia U-20, ofisialnya pun berhenti," kata Joko saat dihubungi Republika Online, Senin (3/11).
Meski telah resmi memutuskan kontrak Indra Sjafri sebagai pelatih Garuda Jaya, PSSI belum menemukan penggantinya. Untuk sementara tanggung jawab kepelatihan Evan Dimas dan kawan-kawan diserahkan kepada Direktur Teknis yang akan ditunjuk oleh PSSI nanti.
Namun, Direktur Teknis sendiri baru akan ditentukan Desember mendatang. Kemudian Direktur Tekhnis mendampingi PSSI menunjuk pelatih baru menangani timnas usia muda PSSI. Padahal Indra Sjafri terhitung sukses menangani pemain usia muda.
Sebelum menangani Garuda Jaya, berbagai prestasi membanggakan telah dipersembahkan Indra Sjafri. Salah satunya dua kali merebut gelar juara turnamen HKFA Youth Invitation Tournament di Hongkong dan Piala AFF U-19 2013 serta berhasil lolos ke ajang Piala AFC U-19 tahun ini.
Kontrak Indra sendiri sebenarnya masih tersisa hingga 2015 mendatang. Namun, PSSI memutuskan untuk mengakhirinya lebih cepat
"Kontrak dengan Indra dan staf memang sampai 2015 karena kemarin ditargetkan lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru. Namun dengan gagalnya pencapaian itu, kami memutuskan untuk mengakhirinya sekarang," ujar Joko.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono mengatakan pemecatan Indra dilakukan karena yang bersangkutan gagal memenuhi target untuk lolos ke babak semifinal Piala AFC U-19. Untuk selanjutnya, Jokdri, sapaan akrabnya membebes tugaskan Indra dan staf pelatih utuk menentukan masa depaannya masing-masing
"Saya mengapresiasi Indra dan para staf kepelatihan yang terlibat di U-19. Ini adalah hasil dari kita semuanya bukan orang per orang mau pun tim. Namun, ini terkait target utama karena tidak lolos Piala Dunia U-20, ofisialnya pun berhenti," kata Joko saat dihubungi Republika Online, Senin (3/11).
Meski telah resmi memutuskan kontrak Indra Sjafri sebagai pelatih Garuda Jaya, PSSI belum menemukan penggantinya. Untuk sementara tanggung jawab kepelatihan Evan Dimas dan kawan-kawan diserahkan kepada Direktur Teknis yang akan ditunjuk oleh PSSI nanti.
Namun, Direktur Teknis sendiri baru akan ditentukan Desember mendatang. Kemudian Direktur Tekhnis mendampingi PSSI menunjuk pelatih baru menangani timnas usia muda PSSI. Padahal Indra Sjafri terhitung sukses menangani pemain usia muda.
Sebelum menangani Garuda Jaya, berbagai prestasi membanggakan telah dipersembahkan Indra Sjafri. Salah satunya dua kali merebut gelar juara turnamen HKFA Youth Invitation Tournament di Hongkong dan Piala AFF U-19 2013 serta berhasil lolos ke ajang Piala AFC U-19 tahun ini.
Kontrak Indra sendiri sebenarnya masih tersisa hingga 2015 mendatang. Namun, PSSI memutuskan untuk mengakhirinya lebih cepat
"Kontrak dengan Indra dan staf memang sampai 2015 karena kemarin ditargetkan lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru. Namun dengan gagalnya pencapaian itu, kami memutuskan untuk mengakhirinya sekarang," ujar Joko.
Usai Dipecat, Indra Sjafri: Santai-Santai Saja Dulu
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSSI resmi memberhentikan Indra
Sjafri sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19. Berdasarkan hasil rapat
Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Ahad (2/11) malam, PSSI memutuskan
untuk tidak memperpanjang kontrak Indra.
Indra mengaku tidak kecewa dan menghormati keputusan tersebut. Indra mengaku telah berusaha sekuat tenaga untuk memberikn yang terbaik bagi negara selama dua-tiga tahun terakhir.
"Untuk ke depanya saya belum tahu akan kemana, santai santai saja dulu. Baru juga diberhentikan kemarin, kita lihat saja kedepannya," kata Indra dengan nada bercanda saat dihubungi Republika Online, Senin (3/11)
Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya melatih klub-klub yang bermain di Liga Super Indonesia (ISL), Indra megaku tidak menampik jika memang ada yang tertarik menggunakan jasanya.
Indra mengaku tidak kecewa dan menghormati keputusan tersebut. Indra mengaku telah berusaha sekuat tenaga untuk memberikn yang terbaik bagi negara selama dua-tiga tahun terakhir.
"Untuk ke depanya saya belum tahu akan kemana, santai santai saja dulu. Baru juga diberhentikan kemarin, kita lihat saja kedepannya," kata Indra dengan nada bercanda saat dihubungi Republika Online, Senin (3/11)
Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya melatih klub-klub yang bermain di Liga Super Indonesia (ISL), Indra megaku tidak menampik jika memang ada yang tertarik menggunakan jasanya.
Namun, saat ini Indra menegaskan masih akan menunggu perkembangan
selanjutnya dan menolak memberikan kepastian di klub mana pria berusia
51 tahun ini akan melatih.
"Iya memang ada tawaran melatih di tempat lain. Namun sekarang saya masih belum bisa memastikan, kita lihat saja nanti perkembangannya," ujar Indra.
"Iya memang ada tawaran melatih di tempat lain. Namun sekarang saya masih belum bisa memastikan, kita lihat saja nanti perkembangannya," ujar Indra.
Dipecat PSSI dan BTN, Ini Kata Indra Sjafri
© Fajar Rahman
Bola.net - Indra Sjafri
menyatakan menerima keputusan pemberhentian dirinya sebagai pelatih
kepala Timnas Indonesia U-19 yang dikeluarkan oleh PSSI dan Badan Tim
Nasional (BTN).
"Kalau dinilai gagal dan kemudian saya dipecat, tidak masalah. Tentunya, saya tetap mengucapkan terimakasih. Baik kepada PSSI, BTN, pemain, ofisial dan para pendukung. Sebab selama ini, selama dua tahun, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga. Saya doakan para pemain terus maju dan berkembang," kata Indra Sjafri.
"Banyak pekerjaan di luar PSSI. Baik itu di SSB dengan tetap mencari pemain-pemain muda atau apapun. Intinya, saya tidak mempermasalahkan pemecatan ini. Ke depannya, banyak yang bisa kita kerjakan," lanjutnya.
Sebelumnya, Indra Sjafri harus menanggalkan posisinya sebagai pelatih kepala Timnas U-19. Indra dinilai sudah gagal memenuhi target mencapai babak semifinal di Piala Asia U-19 2014. Garuda Jaya menorehkan hasil buruk dengan menempati posisi juru kunci Grup B tanpa raihan poin.
Hasil tersebut otomatis membuat Indonesia tersingkir lebih awal dan tidak mencapai target meraih satu tiket ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. (esa/pra)
"Kalau dinilai gagal dan kemudian saya dipecat, tidak masalah. Tentunya, saya tetap mengucapkan terimakasih. Baik kepada PSSI, BTN, pemain, ofisial dan para pendukung. Sebab selama ini, selama dua tahun, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga. Saya doakan para pemain terus maju dan berkembang," kata Indra Sjafri.
"Banyak pekerjaan di luar PSSI. Baik itu di SSB dengan tetap mencari pemain-pemain muda atau apapun. Intinya, saya tidak mempermasalahkan pemecatan ini. Ke depannya, banyak yang bisa kita kerjakan," lanjutnya.
Sebelumnya, Indra Sjafri harus menanggalkan posisinya sebagai pelatih kepala Timnas U-19. Indra dinilai sudah gagal memenuhi target mencapai babak semifinal di Piala Asia U-19 2014. Garuda Jaya menorehkan hasil buruk dengan menempati posisi juru kunci Grup B tanpa raihan poin.
Hasil tersebut otomatis membuat Indonesia tersingkir lebih awal dan tidak mencapai target meraih satu tiket ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. (esa/pra)
Jumat, 31 Oktober 2014
Masa Depan Indra Sjafri Ditentukan 2 November Nanti
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri secara resmi melaporkan hasil evaluasi pemain selama menjalani persiapan hingga pelaksanaan Piala Asia U-19 di Yangon, Myanmar, kepada Badan Tim Nasional (BTN).
Timnas Garuda Jaya pada kejuaraan bergengsi ini ternyata tidak bisa berbuat banyak meski persiapan cukup lama. Evan Dimas dan kawan-kawan ditargetkan lolos ke semifinal justru tidak mampu lolos dari fase grup.
"Pada pertemuan tadi dibicarakan banyak hal termasuk kekurangan timnas saat turun di Piala Asia lalu," kata Indra Sjafri usai pertemuan dengan BTN di Kuningan, Jakarta, Kamis.
Menurut dia,
dengan hasil kurang maksimal ini pihaknya meminta kepada masyarakat
untuk tidak menghakimi pemain. Pihaknya optimistis Evan Dimas dan
kawan-kawan akan berkembang pada level yang lebih tinggi.
Terkait dengan posisinya sebagai pelatih, Indra Sjafri hingga saat ini belum mendapatkan keputusan dari BTN. Masa depan mantan pemain PSP Padang ini akan ditentukan pada rapat Komite Eksekutif PSSI, 2 November nanti.
Kamis, 30 Oktober 2014
Masa Depan Indra Sjafri Masih Samar-Samar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Operasional Badan Tim Nasional
(BTN) PSSI, Demis Jamaludin mengatakan Indra Sjafri dan staf
kepelatihan timnas U-19 lainnya telah memaparkan laporan mereka terkait
penampilan di ajang Piala AFF Vietnam pertengahan Oktober kemarin.
Bertempat di kantor BTN, Kuningan, Jakarta Selatan, Demis menegaskan belum bisa memastikan masa depan Indra karena masih harus menunggu rapat Eksekutif Komite (Exco) yang rencananya akan diselenggarakan awal November mendatang
"Laporan hari ini akan kami teruskan ke Sekretaris Jenderal PSSI untuk kemudian dibahas dalam rapat Exco," ujar Demis saat ditemui di kantor BTN, Kamis (30/10)
Demis menambahkan, ada catatan-catatan yang harus digarisbawahi terutama penampilan timnas U-19 di fase grup Piala Asia U-19. Penampilan skuat Garuda Muda mengalami antiklimaks setelah berhasil menjuarai Piala AFF dan mengalahkan Korea Selatan untuk lolos ke putaran final Piala AFF.
"Untuk saat ini kami hanya berdiskusi saja, melakukan tanya jawab seputar keadaan tim. Saya berharap orang seperti Indra tidak cepat hilang di pesepakbolaan Indonesia," kata Demis.
Bertempat di kantor BTN, Kuningan, Jakarta Selatan, Demis menegaskan belum bisa memastikan masa depan Indra karena masih harus menunggu rapat Eksekutif Komite (Exco) yang rencananya akan diselenggarakan awal November mendatang
"Laporan hari ini akan kami teruskan ke Sekretaris Jenderal PSSI untuk kemudian dibahas dalam rapat Exco," ujar Demis saat ditemui di kantor BTN, Kamis (30/10)
Demis menambahkan, ada catatan-catatan yang harus digarisbawahi terutama penampilan timnas U-19 di fase grup Piala Asia U-19. Penampilan skuat Garuda Muda mengalami antiklimaks setelah berhasil menjuarai Piala AFF dan mengalahkan Korea Selatan untuk lolos ke putaran final Piala AFF.
"Untuk saat ini kami hanya berdiskusi saja, melakukan tanya jawab seputar keadaan tim. Saya berharap orang seperti Indra tidak cepat hilang di pesepakbolaan Indonesia," kata Demis.
Ini Kelemahan Utama Timnas U-19 di Piala Asia
VIVAbola - Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, membeberkan kelemahan utama timnya saat berlaga di Piala Asia 2014, Myanmar. Menurutnya, inilah yang membuat Timnas U-19 gagal lolos fase grup.
Pada Kamis 30 Oktober 2014 siang tadi, Indra beserta para asistennya mendatangi kantor PT Liga Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta, untuk menghadiri rapat evaluasi performa Timnas U-19 di Piala Asia. Rapat tersebut berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 14.30 WIB.
"Yang dibicarakan tadi mengenai kekurangan Timnas U-19 selama di Myanmar," jelas Indra.
Publik menilai kegagalan Timnas U-19 di Piala Asia lebih diakibatkan pemusatan latihan (TC) yang terlalu panjang. Melalui media sosial, masyarakat sering menghujat kebijakan PSSI dan BTN yang menyediakan banyak uji coba lewat rangkaian Tur Nusantara.
"Saya mohon, masyarakat jangan menghakimi para pemain akibat kegagalan di Piala Asia. Inti dari pembinaan usia dini adalah menyiapkan bibit-bibit unggul untuk tim senior," ujar Indra menanggapi situasi tersebut.
Pria asal Minang ini justru mengakui kelemahan Timnas U-19 berasal dari pribadi para pemain. Kualitas skil individu Evan Dimas dan kawan-kawan dianggap masih jauh di bawah standar.
"Untuk bersaing di level Asia belum bisa. Saya sudah sadari hal itu sejak awal," ucap Indra. (one)
Pada Kamis 30 Oktober 2014 siang tadi, Indra beserta para asistennya mendatangi kantor PT Liga Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta, untuk menghadiri rapat evaluasi performa Timnas U-19 di Piala Asia. Rapat tersebut berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 14.30 WIB.
"Yang dibicarakan tadi mengenai kekurangan Timnas U-19 selama di Myanmar," jelas Indra.
Publik menilai kegagalan Timnas U-19 di Piala Asia lebih diakibatkan pemusatan latihan (TC) yang terlalu panjang. Melalui media sosial, masyarakat sering menghujat kebijakan PSSI dan BTN yang menyediakan banyak uji coba lewat rangkaian Tur Nusantara.
"Saya mohon, masyarakat jangan menghakimi para pemain akibat kegagalan di Piala Asia. Inti dari pembinaan usia dini adalah menyiapkan bibit-bibit unggul untuk tim senior," ujar Indra menanggapi situasi tersebut.
Pria asal Minang ini justru mengakui kelemahan Timnas U-19 berasal dari pribadi para pemain. Kualitas skil individu Evan Dimas dan kawan-kawan dianggap masih jauh di bawah standar.
"Untuk bersaing di level Asia belum bisa. Saya sudah sadari hal itu sejak awal," ucap Indra. (one)
Senin, 27 Oktober 2014
BTN Evaluasi 3 Timnas dalam 3 Hari
Di Asian Games 2014, walau melangkah ke babak 16 besar, langkah timnas U-23 yang
menyelipkan sejumlah pemain senior, dilibas Thailand 0-6 di penyisihan
grup dan terhenti di babak 16 setelah ditaklukkan Korut 1-4.
Kemudian timnas U-19 yang digadang-gadang bisa meraih tiket ke PD
U-20 2015 justru tersingkir dini di Piala AFC U-19, 9-23 Oktober di
Myanmar tanpa meraih satu kemenangan pun.
Badan Tim Nasional
(BTN) pun berencana mengundang pelatih untuk melakukan evaluasi.
Evaluasi itu dilakukan secara beruntun untuk timnas U-23, timnas futsal,
serta timnas U-19.
Timnas futsal
berlaga di AFF Futsal 2014 dan kalah di perebutan peringkat ketiga dari
Vietnam walau sempat mengalahkan tim kuat, Australia, di fase
penyisihan grup.
Beberapa waktu lalu Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, mengaku sudah
menyusun laporan sehingga sudah siap bila sewaktu-waktu menerima
panggilan evaluasi dari PSSI-BTN.
Jadwal evaluasi timnas oleh BTN:
Selasa (28/10): Timnas U-23
Rabu (29/10): Timnas futsal
Kamis (30/10): Timnas U-19
Jadwal evaluasi timnas oleh BTN:
Selasa (28/10): Timnas U-23
Rabu (29/10): Timnas futsal
Kamis (30/10): Timnas U-19
Jumat, 17 Oktober 2014
Timnas U-19 Menanti Evaluasi PSSI
Kompas/Heru Sri Kumoro
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi mengatakan pihaknya menikmati waktu liburan bersama keluarga usai melakoni Piala Asia U-19 2014. Skuat Garuda Jaya gagal meraih target lolos sebagai peserta Piala Dunia U-20 Tahun 2015 di Selandia Baru.
Evan Dimas dkk tiba di tanah air, Kamis (16/10/2014) malam dan kembali ke rumah masing-masing menjalani liburan. Hanya dua dari 23 pemain Garuda Jaya yang tidak mendapat libur, yakni Evan Dimas Darmono dan Maldini Pali yang bergabung dengan Tim Nasional Indonesia Senior.
"Saya menikmati waktu liburan ini dengan menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah. Ini untuk membayar waktu selama saya di timnas," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball, Jumat (17/10/2014).
Mantan pelatih kiper Persipura ini menyatakan dirinya belum mengetahui agenda ke depannya. "Kita sifatnya menunggu waktu untuk evaluasi Piala Asia U-19 2014 dengan PSSI. Belum tahu kapan (evaluasi) itu," ujarnya.
Bapak tiga anak ini mengatakan pihaknya belum bisa membayangkan apakah dari hasil evaluasi itu tetap berada di tim nasional, atau keputusannya mencari pelatih baru. "Hasil evaluasi nanti kita belum tahu. Hanya mengacu kontrak saya sampai tahun 2015. Jadi sifatnya sekarang menunggu," ujarnya.
Evan Dimas dkk tiba di tanah air, Kamis (16/10/2014) malam dan kembali ke rumah masing-masing menjalani liburan. Hanya dua dari 23 pemain Garuda Jaya yang tidak mendapat libur, yakni Evan Dimas Darmono dan Maldini Pali yang bergabung dengan Tim Nasional Indonesia Senior.
"Saya menikmati waktu liburan ini dengan menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah. Ini untuk membayar waktu selama saya di timnas," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball, Jumat (17/10/2014).
Mantan pelatih kiper Persipura ini menyatakan dirinya belum mengetahui agenda ke depannya. "Kita sifatnya menunggu waktu untuk evaluasi Piala Asia U-19 2014 dengan PSSI. Belum tahu kapan (evaluasi) itu," ujarnya.
Bapak tiga anak ini mengatakan pihaknya belum bisa membayangkan apakah dari hasil evaluasi itu tetap berada di tim nasional, atau keputusannya mencari pelatih baru. "Hasil evaluasi nanti kita belum tahu. Hanya mengacu kontrak saya sampai tahun 2015. Jadi sifatnya sekarang menunggu," ujarnya.
Senin, 13 Oktober 2014
Timnas Indonesia U-19 Gagal, Ketua BTN: Ini Tanggung Jawab PSSI
Goal.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), La Nyalla Mahmud Mattalitti, menuturkan kegagalan timnas Indonesia U-19
di Piala Asia U-19 2014, bukan menjadi tanggung jawab pemain dan
pelatih tim tersebut. Seperti diketahui, Indonesia U-19 dipastikan
tersingkir dari Piala Asia U-19, setelah ditaklukkan Australia U-19 dengan skor tipis 1-0, Minggu (12/10).
Sebelumnya, di laga perdana tim Garuda Jaya juga kalah dari
Uzbekistan U-19, skor 3-1, 10 Oktober lalu. Dengan demikian, impian
untuk lolos ke Piala Dunia U-20 2015 pun harus dikubur dalam-dalam.
"Hasil
ini (dua kali kalah) memastikan kita gagal mencapai target. Ini
tanggung jawab kami, PSSI. Kami belum membuat rencana apapun terkait
timnas U-19 ini, baik pemain dan ofisial," ujar La Nyalla.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI itu
menambahkan, baru akan melakukan evaluasi terhadap Indonesia U-19
setelah tim kembali dari Myanmar. "Itu agar bisa menghasilkan
rekomendasi yang terbaik. Biarkan tim tetap menjalani tahapan turnamen
yang masih harus diselesaikan. Jangan bebani mereka dengan apapun,"
pungkasnya.
Jumat, 10 Oktober 2014
La Nyalla Mattalitti: Yuuk Doakan Timnas U19 Supaya Menang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Badan Tim Nasional
(BTN), La Nyalla Mattalitti, mengajak masyarakat Indonesia untuk
mendoakan Timnas Indonesia U-19 agar meraih kemenangan pada laga perdana
Piala Asia U-19 melawan Uzbekistan, Jumat (10/10/2014).
“Insya Allah, dengan doa restu seluruh masyarakat Indonesia, Timnas
U-19 akan memperoleh kemenangan lawan Uzbekistan nanti, optimisme tetap
harus kita tuangkan di setiap pertandingan Timnas,” ujar pria yang juga
juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.
La Nyalla juga berharap Timnas U-19 dapat menembus babak semifinal.
Dengan demikian, Timnas U-19 akan mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-20
yang akan disaelenggarakan di Selandia Baru pada tahun 2015.
La Nyalla mengatakan beban berat memang berada pada pundak Timnas
U-19. Semua program uji coba maupun program training centre yang
diinginkan jajaran pelatih Timnas U-19 sudah direalisikan oleh BTN. BTN
bahkan sudah memberikan kebebasan kepada Pelatih Timnas U-19 Indra
Sjafri untuk meramu timnya secara teknis.
“Kini saatnya masyarakat Indonesia menunggu prestasi kalian,
setidaknya lolos ke Piala Dunia U-20. Selain tentunya berusaha,
berdoalah selalu kalian kepada Allah dalam keadaan yakin akan
terkabulnya doa tersebut. Selain itu setiap kali masuk lapangan, selalu
berdoa dan memohon ridho Allah. Jangan lupa juga, tanamkan selalu di
hati kalian lolos ke Piala Dunia U-20. Jika sukses, kalian akan pulang
dengan kepala tegak,” tutur La Nyalla.
Pria yang juga ketua Kadin Jatim itu akan berangkat ke Myanmar
sepulang dari Ibadah Haji untuk mendukung secara langsung perjuangan
Evan Dimas dkk.
“Insya Allah, sepulangnya ke Jakarta, bila langkah kita di fase grup
mulus, kita dan beberapa pengurus BTN berangkat ke Myanmar. Ini bagian
dari bentuk dukungan kami, karena posisi saya saat ini masih menunaikan
ibadah haji,” katanya.
Evan Dimas dkk tergabung di Grup B yang juga dihuni Australia dan Uni Emirat Arab.
Kamis, 09 Oktober 2014
Evan Dimas dkk. Belum Dijanjikan Bonus Besar
Gonang Susatyo
Jika target menembus Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru tercapai dipastikan akan mengalir. Namun saat ini para pemain Timnas U-19 jangan berharap bonus besar terlebih dulu. Pasalnya, PSSI maupun Badan Tim Nasional (BTN) tak menjanjikan bonus tertentu bagi mereka.
Ketua
BTN La Nyalla Mattalitti menyatakan, Timnas U-19 tampil di Piala AFC
U-19 dengan niatan berjuang untuk membela panji-panji bangsa. "Kami
sepakat tidak bicara soal bonus. Jika semua perjuangan diukur dengan
uang, itu namanya disorientasi. Mereka berjuang untuk mengibarkan Merah
Putih dan kebanggaan bangsa. Karena itu fokus dulu mencapai target,"
tuturnya.
Bagi La Nyalla, bonus atau apresiasi apa pun akan datang dengan sendirinya tanpa perlu dijanjikan. "Perjuangan tidak mengenal reward and punishment. Yang ada hanya kegigihan, keikhlasan dan ketulusan," katanya.
Karena
dianggap perjuangan, La Nyalla juga tidak mau menyebutkan konsekuensi
apa yang diterima Timnas U-19 maupun pelatihnya, Indra Sjafri, jika
gagal mencapai target. "Saat ini
tidak ada pembicaraan soal itu. Semua tergantung hasil evaluasi setelah
mereka berlaga di Piala AFC nanti. Tapi yang jelas, sekarang ini
fokusnya berusaha memenangi setiap pertandingan yang dijalani," ucap
Nyalla.(riz/ary)
Jika target menembus Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru tercapai
dipastikan akan mengalir. Namun saat ini para pemain Timnas U-19 jangan
berharap bonus besar terlebih dulu. Pasalnya, PSSI maupun Badan Tim Nasional (BTN) tak menjanjikan bonus tertentu bagi mereka.
Ketua BTN La Nyalla Mattalitti menyatakan, Timnas U-19 tampil di
Piala AFC U-19 dengan niatan berjuang untuk membela panji-panji bangsa.
"Kami sepakat tidak bicara soal bonus. Jika semua perjuangan diukur
dengan uang, itu namanya disorientasi. Mereka berjuang untuk mengibarkan
Merah Putih dan kebanggaan bangsa. Karena itu fokus dulu mencapai
target," tuturnya.
Bagi La Nyalla, bonus atau apresiasi apa pun akan datang dengan
sendirinya tanpa perlu dijanjikan. "Perjuangan tidak mengenal reward and
punishment. Yang ada hanya kegigihan, keikhlasan dan ketulusan," katanya.
Karena dianggap perjuangan, La Nyalla juga tidak mau menyebutkan
konsekuensi apa yang diterima Timnas U-19 maupun pelatihnya, Indra
Sjafri, jika gagal mencapai target. "Saat ini tidak ada pembicaraan soal
itu. Semua tergantung hasil evaluasi setelah mereka berlaga di Piala
AFC nanti. Tapi yang jelas, sekarang ini fokusnya berusaha memenangi
setiap pertandingan yang dijalani," ucap Nyalla.
Senin, 29 September 2014
Indra Sjafri Umumkan 23 Pemain Timnas U-19 ke Piala Asia
nine sport
Bola.net - Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, sudah menentukan sebanyak 23 pemain yang akan dibawa ke Piala Asia U-19, di Myanmar, Oktober mendatang.
Garuda Jaya -julukan Timnas U-19- saat ini bermaterikan 26 pemain. Alhasil, ada tiga pemain yang harus dicoret dari skuat.
"Sebelumnya, kami sudah tahu persis siapa tiga pemain yang dieliminasi dari 26 pemain. Sebenarnya, diumumkan baru pada 30 September, terkait 23 pemain terbaik untuk Piala Asia nanti," kata Indra Sjafri.
Indra juga mengaku sangat bersyukur karena anak-anak asuhnya dapat menjalani pemusatan latihan di Spanyol dan beruji coba melawan Valencia B, Atletico Madrid B, Real Madrid C, dan Barcelona B.
"Banyak pelajaran yang kami petik. Pemain muda memang sudah seharusnya mendapat banyak uji coba dan bermain melawan tim dengan level lebih tinggi," tuturnya. (esa/mac)
Berikut 23 nama pemain Timnas Indonesia U-19 yang dibawa ke Myanmar:
Garuda Jaya -julukan Timnas U-19- saat ini bermaterikan 26 pemain. Alhasil, ada tiga pemain yang harus dicoret dari skuat.
"Sebelumnya, kami sudah tahu persis siapa tiga pemain yang dieliminasi dari 26 pemain. Sebenarnya, diumumkan baru pada 30 September, terkait 23 pemain terbaik untuk Piala Asia nanti," kata Indra Sjafri.
Indra juga mengaku sangat bersyukur karena anak-anak asuhnya dapat menjalani pemusatan latihan di Spanyol dan beruji coba melawan Valencia B, Atletico Madrid B, Real Madrid C, dan Barcelona B.
"Banyak pelajaran yang kami petik. Pemain muda memang sudah seharusnya mendapat banyak uji coba dan bermain melawan tim dengan level lebih tinggi," tuturnya. (esa/mac)
Berikut 23 nama pemain Timnas Indonesia U-19 yang dibawa ke Myanmar:
- Ravi Murdianto (kiper)
- Putu Gede Juni Antara (bek)
- Febly Gushendra (bek)
- Mahdi Fahri Albaar (bek)
- Muhammad Fatchurohman (bek)
- Evan Dimas Darmono (gelandang)
- Muhammad Dimas Drajad (penyerang)
- Muhammad Hargianto (gelandang)
- Dinan Yahdian Javier (gelandang)
- Muchlis Hadi Ning Syaiful (penyerang)
- Hendra Sandi Gunawan (gelandang)
- Moch Diky Indriyana (kiper)
- Muhamad Sahru; Kurniawan (bek)
- Ricky Fajrin Saputra (bek)
- Maldini Pali (gelandang)
- Hansamu Yama (bek)
- Paulo Oktavianus Sitanggang (gelandang)
- Rudolof Yanto Basna (bek)
- Zulfiandi (gelandang)
- Ilham Udin Armauyn (gelandang)
- Ichsan Kurniawan (gelandang)
- Rully Desrian (kiper)
- Septian David Maulana (penyerang)
Sumber
Sabtu, 20 September 2014
Timnas U-19 Tur Spanyol, Ini Harapan BTN
Bola.net - Badan Tim Nasional (BTN) memiliki harapan tersendiri dengan adanya pemusatan latihan serta uji coba yang dilakoni Timnas Indonesia U-19 di Spanyol.
"Konsep tur Spanyol ini memang bukan sekadar bertanding. Tapi juga agar para pemain mendapatkan nilai lebih dari sisi teknik," ungkap Sekretaris Badan Tim Nasional (BTN), Sefdin Syaifudin.
"Karena itu, adanya sesi diskusi setelah pertandingan dengan tim pelatih masing-masing lawan, sebagai bahan masukan dan evaluasi yang sangat bermanfaat," lanjutnya.
Timnas U-19 sejauh ini sudah melakoni dua laga uji coba di negeri Semenanjung Iberia tersebut. Usai di laga pertama kalah tipis 1-2 dari Atletico Madrid B, Evan Dimas cs berhasil menahan Valencia B 1-1, Kamis (18/9) kemarin.
Selanjutnya, anak asuh Indra Sjafri dijadwalkan bakal menjajal kekuatan dua tim kuat Spanyol, Barcelona B pada Rabu (24/9) serta Real Madrid C, Kamis (25/9) mendatang. (esa/pra)
"Konsep tur Spanyol ini memang bukan sekadar bertanding. Tapi juga agar para pemain mendapatkan nilai lebih dari sisi teknik," ungkap Sekretaris Badan Tim Nasional (BTN), Sefdin Syaifudin.
"Karena itu, adanya sesi diskusi setelah pertandingan dengan tim pelatih masing-masing lawan, sebagai bahan masukan dan evaluasi yang sangat bermanfaat," lanjutnya.
Timnas U-19 sejauh ini sudah melakoni dua laga uji coba di negeri Semenanjung Iberia tersebut. Usai di laga pertama kalah tipis 1-2 dari Atletico Madrid B, Evan Dimas cs berhasil menahan Valencia B 1-1, Kamis (18/9) kemarin.
Selanjutnya, anak asuh Indra Sjafri dijadwalkan bakal menjajal kekuatan dua tim kuat Spanyol, Barcelona B pada Rabu (24/9) serta Real Madrid C, Kamis (25/9) mendatang. (esa/pra)
Rabu, 03 September 2014
BTN Proyeksikan Timnas U-19 B Turun di Pra-Olimpiade
Bola.net - Badan tim nasional (BTN) terus memantau persiapan tim
nasional Indonesia U-19 B yang akan ambil bagian di AFF U-19 Preparatory
2014, Vietnam, 5-15 September.
Nantinya, Indonesia tergabung di Grup A bersama dengan Thailand dan Myanmar. Sedangkan tuan rumah, tergabung di Grup B bersama Jepang dan Australia.
Sekretaris BTN, Sefdin Syaifudin Alamsyah, menuturkan jika skuad arahan Rully Nere tersebut dipersiapkan untuk pra-Olimpiade. Sehingga, hasil di Vietnam akan dijadikan acuan pembentukan tim.
Sementara ke depannya, akan ditambah pemain yang turun di Indonesia Super League (ISL) U-21 serta pemain-pemain yang dinyatakan lolos seleksi.
"Proyeksi kami, masuk U-22 untuk persiapan Pra-Olimpiade. Kami berharap, semua pemain bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya," ujar Sefdin.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui BTN, terus berupaya meraih prestasi khususnya melalui Timnas Indonesia usia muda. Hal tersebut, tidak lepas dari pencapaian Timnas Indonesia U-19 yang mampu menjadi juara Piala AFF U-19 Tahun 2013.( (esa/dzi)
Nantinya, Indonesia tergabung di Grup A bersama dengan Thailand dan Myanmar. Sedangkan tuan rumah, tergabung di Grup B bersama Jepang dan Australia.
Sekretaris BTN, Sefdin Syaifudin Alamsyah, menuturkan jika skuad arahan Rully Nere tersebut dipersiapkan untuk pra-Olimpiade. Sehingga, hasil di Vietnam akan dijadikan acuan pembentukan tim.
Sementara ke depannya, akan ditambah pemain yang turun di Indonesia Super League (ISL) U-21 serta pemain-pemain yang dinyatakan lolos seleksi.
"Proyeksi kami, masuk U-22 untuk persiapan Pra-Olimpiade. Kami berharap, semua pemain bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya," ujar Sefdin.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui BTN, terus berupaya meraih prestasi khususnya melalui Timnas Indonesia usia muda. Hal tersebut, tidak lepas dari pencapaian Timnas Indonesia U-19 yang mampu menjadi juara Piala AFF U-19 Tahun 2013.( (esa/dzi)
Selasa, 02 September 2014
BTN Belum Bisa Jelaskan Rencana Timnas U-19 ke Eropa
JAKARTA, KOMPAS.com -
Badan Tim Nasional (BTN) belum bisa memberikan detail rencana tur Tim
Nasional Indonesia U-19 ke Eropa yang dijadwalkan mulai 10 September
2014. Pasalnya, BTN masih membahasnya bersama pihak sponsor dan stasiun
televisi.
"Hari ini, belum bisa kami ekspos karena kami masih berbicara dengan pihak sponsor dan pihak televisi," kata Sekretaris BTN, Sefdin Syaifudin, kepada wartawan di kantor PSSI, Selasa (9/2/2014).
Sebelumnya, Timnas U-19 diberitakan akan menggelar pemusatan latihan di Eropa. Selama pemusatan latihan, Garuda Jaya juga dijadwalkan melakoni beberapa laga uji coba. Bahkan, Sekjen PSSI, Joko Driyono, telah memastikan Garuda Jaya akan pemusatan latihan di Spanyol.
Pemusatan latihan ini merupakan persiapan terakhir sebelum Evan Dimas dan kawan-kawan berlaga di Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014. Indonesia tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab.
"Hari ini, belum bisa kami ekspos karena kami masih berbicara dengan pihak sponsor dan pihak televisi," kata Sekretaris BTN, Sefdin Syaifudin, kepada wartawan di kantor PSSI, Selasa (9/2/2014).
Sebelumnya, Timnas U-19 diberitakan akan menggelar pemusatan latihan di Eropa. Selama pemusatan latihan, Garuda Jaya juga dijadwalkan melakoni beberapa laga uji coba. Bahkan, Sekjen PSSI, Joko Driyono, telah memastikan Garuda Jaya akan pemusatan latihan di Spanyol.
Pemusatan latihan ini merupakan persiapan terakhir sebelum Evan Dimas dan kawan-kawan berlaga di Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014. Indonesia tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab.
Kamis, 28 Agustus 2014
Soal Rencana Timnas U-19 Lawan West Ham, Ini Kata BTN
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Badan Tim
Nasional (BTN), Sefdin Syaifudin, belum bisa memberikan kepastian apakah
tim nasional Indonesia akan beruji coba dengan West Ham United.
"Tunggu rilis resmi BTN. BTN belum pernah rilis soal itu. Nanti mungkin akan ada jumpan pers pada tanggal 2 September," kata Sefdin kepada Kompas.com, Kamis (28/8/2014).
Sebelumnya, beredar pemberitaan soal rencana Garuda Jaya menggelar pelatnas di Eropa mulai 10 September.
Rencananya, West Ham akan menjadi salah satu lawan uji tanding bagi Evan Dimas dan kawan-kawan dari empat hingga enam uji coba yang direncanakan saat timnas U-19 berada di Benua Biru tersebut.
Kemungkinan besar tim besutan Indra Sjafri tersebut akan menggelar pelatas di Inggris atau Spanyol.
Pelatnas ini merupakan persiapan terakhir timnas U-19 jelang tampil di Piala Asia U-19 pada Oktober 2014. Indonesia akan melawan Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab pada babak penyisihan Grup B.
"Tunggu rilis resmi BTN. BTN belum pernah rilis soal itu. Nanti mungkin akan ada jumpan pers pada tanggal 2 September," kata Sefdin kepada Kompas.com, Kamis (28/8/2014).
Sebelumnya, beredar pemberitaan soal rencana Garuda Jaya menggelar pelatnas di Eropa mulai 10 September.
Rencananya, West Ham akan menjadi salah satu lawan uji tanding bagi Evan Dimas dan kawan-kawan dari empat hingga enam uji coba yang direncanakan saat timnas U-19 berada di Benua Biru tersebut.
Kemungkinan besar tim besutan Indra Sjafri tersebut akan menggelar pelatas di Inggris atau Spanyol.
Pelatnas ini merupakan persiapan terakhir timnas U-19 jelang tampil di Piala Asia U-19 pada Oktober 2014. Indonesia akan melawan Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab pada babak penyisihan Grup B.
Selasa, 26 Agustus 2014
Uji Coba Pra Kompetisi Timnas U-19 Masih Dibicarakan
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Tim Nasional U-19 Indra Sjafri
mengatakan periodisasi latihan Garuda Jaya sudah pada tahap
pra-kompetisi. Artinya, seluruh materi pada latihan itu sudah fokus pada
pertandingan sesungguhnya di final Piala Asia, Myanmar 2014.
"Kita sudah pada tahap Pra Kompetisi. Semua latihan dan uji coba persis dengan pertandingan di AFC nanti," ujar Indra Sjafri kepada Harian Super Ball, Senin (25/8/2014).
Indra
menambahkan seluruh situasi pemusatan latihan di pra kompetisi ini juga
berbeda dengan sebelumnya. Pelatih asal Padang ini berupaya untuk
menyamakan situasi dan suasananya sama persis dengan pertandingan.
"Saya
ingin semuanya sama persis dengan di AFC. Situasi dan geografisnya pun
sama, sehingga pemain sudah langsung beradaptasi dengan situasi itu,"
ujarnya.
Saat ditanya soal uji coba, Indra mengatakan pihaknya
masih melakukan pembicaraan dengan Badan Tim Nasional (BTN) apakah
digelar di dalam atau melakukan di luar negeri. Akan tetapi, yang paling
penting bagi tim, kata Indra adalah suasana dalam uji coba itu harus
sama dengan pertandingan sesungguhnya.
"Paling tidak suasananya menyerupai pertandingan. Baik dari iklim, dan juga yang lainnya," ujarnya.
Indra Sjafri: Evaluasi Timnas U-19 dengan BTN dan HPU Berjalan Normal
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri
mengatakan suasana rapat forum jajaran pelatih Timnas U-19 dengan BTN
dan High Performance Unite (HPU) yang mengevaluasi hasil Turnamen
Hassanal Bolkiah Tropy (HBT) musim 2014 berjalan normal.
Ia menegaskan pihaknya memaparkan semua kondisi yang menimpa timnya di Turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT)
musim 2014. Seperti diketahui, Garuda Jaya gagal lolos ke semifinal
Turnamen HBT musim 2014. "Apa yang dipertanyakan semuanya kita jawab
sesuai apa yang terjadi. Bukan disidang seperti yang dibayangkan,"
ujarnya.
Saat ditanya apa saja yang dipertanyakan HPU, Indra
mengatakan semuanya seputar pertandingan. "Yah, kenapa bisa terjadi
seperti itu. Kenapa dilakukan perubahan. Dan semuanya kita sampaikan,
dan mereka (HPU) memberikan masukan. Itu saja," ujarnya
Senin, 25 Agustus 2014
Pengamat: Timnas U-19 Melempem, BTN Jangan Panik
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
VIVAbola - Timnas Indonesia U-19 batal tampil di
turnamen AFF Preparatory U-19 di Vietnam, 5-13 September 2014. Sebagai
gantinya, pasukan Indra Sjafri akan dikirim ke Eropa untuk pemusatan
latihan dan uji coba pada September 2014.
Pengamat sepakbola nasional, Sutan Harhara, menilai langkah ini sudah tepat. Menurut Sutan, sudah waktunya Garuda Jaya menghadapi tim-tim yang memiliki level di atas Evan Dimas dan kawan-kawan.
"Memang harusnya seperti itu (uji coba ke Eropa). Timnas U-19 sudah selayaknya beruji coba dengan lawan yang levelnya lebih tinggi. Apalagi, mereka sempat dijanjikan main di Spanyol. Dan sekarang harus bisa direalisasikan," kata Sutan, siang tadi, Senin, 25 Agustus 2014.
Sebelumnya, Timnas U-19 tampil melempem di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014. Bergabung di grup B, Garuda Jaya menelan tiga kekalahan beruntun, satu imbang, dan sekali menang. Indonesia akhirnya angkat koper setelah menempati urutan 5 pada klasemen tetap Grup B dengan 4 poin.
Sebelum tampil pada Piala Asia U-19, Oktober 2014, Timnas U-19 sebenarnya sempat diagendakan tampil di turnamen AFF Preparatory U-19. Namun, Badan Tim Nasional (BTN) PSSI belakangan memutuskan untuk mengirim Timnas U-19 B di bawah asuhan Rudi Keltjes.
"Saya harap PSSI dan BTN tidak panik. Mereka harus bisa mendukung tim pelatih Timnas U-19 untuk bekerja lebih baik," kata Sutan.
Menurut Sutan, penurunan performa Timnas U-19 di ajang Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014 masih bisa diperbaiki. "Di masa prakompetisi masalah mental menjadi PR paling besar. Uji coba perlu secara teknis, tapi tim pelatih harus cermat dalam melihat psikologis pemain," jelas Sutan.
"Ada banyak cara memulihkan kondisi pemain. Bisa saja mereka diistirahatkan lebih dulu, atau orang-orang terdekatnya dihadirkan ke kamp latihan. Pasti anak-anak ini rindu dengan keluarga atau orang terdekat mereka. Bisa juga latihan yang bersifat rekreasi," beber mantan pemain Persija Jakarta itu. (one)
Pengamat sepakbola nasional, Sutan Harhara, menilai langkah ini sudah tepat. Menurut Sutan, sudah waktunya Garuda Jaya menghadapi tim-tim yang memiliki level di atas Evan Dimas dan kawan-kawan.
"Memang harusnya seperti itu (uji coba ke Eropa). Timnas U-19 sudah selayaknya beruji coba dengan lawan yang levelnya lebih tinggi. Apalagi, mereka sempat dijanjikan main di Spanyol. Dan sekarang harus bisa direalisasikan," kata Sutan, siang tadi, Senin, 25 Agustus 2014.
Sebelumnya, Timnas U-19 tampil melempem di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014. Bergabung di grup B, Garuda Jaya menelan tiga kekalahan beruntun, satu imbang, dan sekali menang. Indonesia akhirnya angkat koper setelah menempati urutan 5 pada klasemen tetap Grup B dengan 4 poin.
Sebelum tampil pada Piala Asia U-19, Oktober 2014, Timnas U-19 sebenarnya sempat diagendakan tampil di turnamen AFF Preparatory U-19. Namun, Badan Tim Nasional (BTN) PSSI belakangan memutuskan untuk mengirim Timnas U-19 B di bawah asuhan Rudi Keltjes.
"Saya harap PSSI dan BTN tidak panik. Mereka harus bisa mendukung tim pelatih Timnas U-19 untuk bekerja lebih baik," kata Sutan.
Menurut Sutan, penurunan performa Timnas U-19 di ajang Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014 masih bisa diperbaiki. "Di masa prakompetisi masalah mental menjadi PR paling besar. Uji coba perlu secara teknis, tapi tim pelatih harus cermat dalam melihat psikologis pemain," jelas Sutan.
"Ada banyak cara memulihkan kondisi pemain. Bisa saja mereka diistirahatkan lebih dulu, atau orang-orang terdekatnya dihadirkan ke kamp latihan. Pasti anak-anak ini rindu dengan keluarga atau orang terdekat mereka. Bisa juga latihan yang bersifat rekreasi," beber mantan pemain Persija Jakarta itu. (one)
Langganan:
Postingan (Atom)