Tampilkan postingan dengan label Rudy Eka Priambada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rudy Eka Priambada. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Agustus 2014

Indra Sjafri Tahu Cara Membangkitkan Timnas U-19

Bolanews.com - Timnas U-19 kalah dari tim level ASEAN di turnamen Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam. Meski demikian Garuda Jaya diyakini tetap dapat bersaing di Piala AFC U-19 di Myanmar pada Oktober mendatang.


Keayakinan timnas dapat bersaing di Piala AFC dikatakan oleh Rudy Eka Priyambada, asisten pelatih Mitra Kukar. Rudy percaya pelatih Indra Sjafri bisa membangkitkan para pemain Garuda Muda.
"Para pemain timnas U-19 harus dibangkitkan semangatnya. Mereka masih bisa kok bersaing di Piala Asia," kata Rudy, pelatih yang memiliki lisensi B AFC kepada Bolanews.

Timnas U-19 sama-sama kalah dengan skor 1-3 dari Brunei Darussalam U-21 plus dan Vietnam U-19 di Turnamen Hassanal Bolkiah. Sebelumnya timnas U-19 bermain imbang 0-0 dengan MAlaysia U-21.

Rudy cukup familiar dengan Indra dan timnas U-19. Saat Kualifikasi Piala AFC di Senayan pada tahun 2013, ia ikut membantu tim Garuda Jaya lewat analisis-analisisnya.
"Bagaimana cara membangkitkan semangat timnas U-19? Indra Sjafri pasti tahu lah bagaimana caranya," ujar Rudy.

Seperti Indra, Rudy juga pernah mendapat kepercayaan dari AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia). Jika Indra dipercaya memperoleh lisensi AFC untuk instruktur di tingkat akar rumput, Rudy mendapatkan beasiswa dari AFC. Selama mendapat beasiswa beberapa tahun dari AFC, pelatih muda itu mendapat kesempatan untuk menganalisis laga-laga level Asia serta berkunjung ke Jerman.

Timnas U-19 Disarankan Libur Satu Pekan

Bolanews.com - Setelah gagal melangkah ke babak berikut turnamen Hassanal Bolkiah 2014 di Brunei Darussalam, para pemain timnas U-19 disarankan untuk libur satu pekan.


Liburan buat para pemain diharapkan dapat memulihkan kondisi para pemain, baik dari segi fisik maupun psikologis. Apalagi setelah mendapat hasil mengecewakan di Brunei. Hal tersebut dinyatakan oleh Rudy Eka Priyambada, asisten pelatih Mitra Kukar.

"Saran saya, para pemain diliburkan selama satu pekan. Setelah itu tim kembali mengadakan pemusatan latihan di Yogyakarta," kata Rudi, pelatih berlisensi B AFC dan pernah mendapatkan beasiswa dari AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia).

Rudy menyarankan Timnas U-19 untuk cukup menjalani dua laga uji coba internasional saja pada bulan September. Setelah itu timnas diharapkan siap tempur di Piala AFC U-19 di Myanmar pada bulan Oktober.

Timnas U-19 akan bermain di Brunei hingga 18 Agustus. Timnas masih akan menjalani pertandingan melawan Kamboja pada Sabtu 16 Agustus dan melawan SIngapura pada Senin 18 Agustus.

Sabtu, 12 Juli 2014

Mereka di Balik Sukses Indra Sjafri dan Timnas U-19, Rudy Eka Priambada (HPU)

 
 bola.net

Bola.net - Sekilas tak ada yang istimewa dengan pekerjaan Rudy Eka Priambada. Dengan handycam di tangannya dia selalu berada di tribun saat calon lawan Timnas U-19 bermain. Namun, ternyata dia tak sekadar tukang rekam video belaka.

Merekam pertandingan lawan dan Timnas U-19 hanyalah jalan awal pekerjaannya yang bahasa kerennya disebut High Performance Unite (HPU). Video jadi, Rudy masih harus bertugas menganalisis statistik lawan dan diadu dengan statistik Timnas. Selanjutnya, hasil catatan Rudy dibawa ke meeting.

"Optimisme saya bukan sombong atau apa saya ingin bangsa ini percaya diri. Toh kami sudah punya hitung-hitungan dengan tim pelatih dan HPU," beber Indra Sjafri beberapa waktu lalu.

Bergabung dengan tim Indra sebelum Piala AFF U-19, bukan berati dia orang baru. Jauh sebelum itu, pria atletis kelahiran Jakarta 31 tahun lalu tersebut sudah lama bekerja sama dengan Indra saat blusukan ke daerah-daerah. "Saya ikut coach Indra datang ke Alor. Saat itu kita nemu Yabes (Roni Malaifani)," ungkapnya.

HPU memang menjadi salah satu kebutuhan Indra. Namun, Rudy direkrut bukan karena pernah bekerja sama dengannya saja. Background Rudi sebagai peraih beasiswa AFC Project Future Coach 2009 selama 3 tahun di Dortmund, Jerman, membuat ia harus dipanggil lagi.

"Saya alumni termuda di AFC itu. Mungkin karena itu juga. Sebab, coach Indra senang bekerja dengan yang muda-muda. Zaman sekarang, jarang pelatih percaya sama anak-anak muda di tim kepelatihan," jelasnya.

Di akhir perbincangannya dengan Bola.net, Rudy bercita-cita membagi setiap video analisanya ke YouTube. "Bukan channel pribadi sih. Saya inginnya buat PSSI Channel, seperti FA TV gitu di YouTube. Semua masyarakat bisa sama-sama belajar menganalisa," terang pria yang mengaku handycam dan hampir keseluruhan peralatannya bekerja untuk Timnas didapat dengan beli sendiri itu. Tanpa pinjaman atau dibelikan PSSI.