Tampilkan postingan dengan label Rudy Keltjes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rudy Keltjes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 November 2014

Indra Sjafrie Disarankan Rudy Keltjes Latih Klub

TRIBUNNEWs.COM,JAKARTA - Mantan pelatih PSM Makassar yang saat ini menjabat sebagai Penasehat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Rudy Keltjes menilai sebaiknya mantan pelatih Timnas U-19, Indra Sjafrie melatih klub di kompetisi musim depan.

Menurut Rudy, hal itu sebagai langkah pembuktian dari Indra Sjafrie terhadap kritikan publik sepakbola Indonesia. Berkat kerja kerasnya itulah, PSSI menawari Indra Jafrie tetap di PSSI untuk menjadi instruktur untuk mgembangkan timnas. Namun menurut Rudy, keputusan ada di tangan Indra Sjafrie. 
"Jadi wajar saja, jika Indra Sjafrie distop di U-19, karena laga-laga yang dijalani U-19 memang sudah selesai. Tetapi PSSI dan BTN tetap menganggap Indra Sjafrie sebagai pelatih yang bagus dan menawari jabatan lain di timnas. Tetapi keputusan ada di tangan Indra Sjafrie," tutur Rudy kepada Harian Super Ball, Jumat (7/11/2014).

Jika Indra Sjafrie menolak tawaran dari PSSI dan BTN itu, Rudy menyarankan agar Indra Sjafrie melatih klub di kompetisi musim depan.

"Jika Indra Sjafrie sukses melatih di klub, tentu bisa menepis anggapan miring terhadap kualitas kepelatihannya. Pasalnya banyak kritikan kepadanya. Indra Sjafrie bisa menjawab kritikan publik dengan sukses menjadi pelatih di klub. Jadi menurut saya, jika dia tidak menerima tawaran dari PSSI, sebaiknya dia melatih klub," tambah Rudy.

Kesuksesan Indra Sjafrie di klub, jelas Rudy, akan mencerahkan karir kepelatihannya. "Sebagai pelatih profesional, Indra Sjafrie harus mencoba dunia baru. Setelah sukses menangani Timnas U-19 ada bagusnya jika dia juga bagus melatih klub," papar Rudy.

Rudy Keltjes: Indra Sjafrie Tidak Gagal Latih Timnas U-19

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Timnas U-19 gagal di babak penyisihan Piala Asia 2014. Akibatnya pelatih Timnas U-19, Indra Sjafrie 'diberhentikan' dari jabatannya. Publik sepak bola dalam negeri pun kecewa, karena espektasi yang begitu tinggi terhadap Garuda Muda.

Namun mantan pelatih PSM Makassar yang saat ini menjabat sebagai Penasehat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Rudy Keltjes justru menganggap Indra Sjafrie tidak gagal.

Rudy menilai, Indra Sjafrie sukses mengembalikan harapan masyarakat di Indonesia dengan membentuk tim yang diisi anak-anak muda bertalenta. 
"Memang Timnas U-19 gagal di Piala Asia kemarin, tetapi Indra Sjafrie sudah memberikan gelar terbaik untuk U-19 yaitu menjuarai Piala AFF U-19 tahun 2013," kata Rudy kepada Harian Super Ball, Jumat (7/11/2014).

Itu membuat Rudy salut dengan kerja keras Indra Sjafrie. "Saya tetap menaruh hormat dan menghargai kerja kerasnya sebagai pelatih yang prestasinya luar biasa bagi negara," ucap Rudy.

Rabu, 05 November 2014

Rudy Keltjes Akan Bawa Pemain Timnas U-19 ke Sriwijaya U-21

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Penasehat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Rudy William Keltjes berencana akan membawa pemain Timnas U-19 jika jadi menjadi pelatih atau direktur teknik Sriwijaya U-21.

"Saya akan menampung mantan pemain-pemain Timnas U-19 yang tidak mendapatkan klub profesional. Sudah ada lima pemain Timnas U-19 yang bersedia bergabung," kata Rudy kepada Harian Super Ball, Selasa (4/11/2014).

Rudy menjelaskan, dirinya tertarik merekrut emain Timnas U-19, karena pemain Garuda Muda itu memiliki potensi untuk menjadi skuat Timnas senior di masa mendatang.

"Mereka harus tetap bertanding bersama-sama dalam satu klub. Ini untuk menjaga komunikasi dan kekompakan. Sehingga jika PSSI membutuhkan pemain untuk Sea Games atau event internasional lainnya gampang. Tinggal dipanggil saja,"  tutur Rudy.

Ruddy menambahkan, pemain-pemain muda itu masih perlu dipoles, khususnya skill individu. "Pemain Timnas U-19 kita masih kurang di skill individu. Jika itu sudah bagus otomatis akan berpengaruh kepada tim work," tambah Rudy.

Materi lain yang akan diberikan Rudy adalah attitude atau perilaku sebagai pemain sepak bola profesional. "Perilaku pemain Timnas U-19 perlu diperbaiki. Jangan seperti di Piala Asia kemarin, mereka kalah tetapi bisa tertawa. Seharusnya sebagai pemain profesional, mereka harus mengevaluasi diri agar bisa tampil lebih baik lagi," papar Rudy.

Rudy berharap pemain-pemain muda Indonesia bisa berkiprah lebih baik dan menorehkan prestasi guna mengharumkan nama bangsa.

"Saya ingin membantu mencetak pemain-pemain muda yang hebat di masa mendatang. Kita akan bangga jika pemain timnas kita bisa menjadi juara di tingkat Asian, Asia, bahkan dunia. Saya ingin tepuk tangan atas nama negara dan bangsa. Jangan membanggakan timnas negara lain," ucap Rudy.

Rudy Keltjes: Tersebar di Banyak Klub Bikin Mental Pemain Timnas U-19 Bisa Rusak

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Penasehat Teknis Tim Nasional Indonesia U-19 Rudy William Keltjes mengkritisi penyebaran punggawa skuat Garuda Jaya, julukan tim nasional indonesia U-19 ke klub pada kompetisi musim 2015. Ia berpendapat penyebaran skuat Garuda Jaya lebih baik dilakukan berkelompok ke klub tertentu dalam jumah tidak lebih dari tiga klub. 

Alasannya, jika penyaluran eks pemain tim nasional indonesia U-19 menyebar ke banyak klub ini sama saja mematahkan upaya keras pelatih Indra Sjafri menggali kemampuan Evan Dimas Darmono dkk. Mantan Pelatih PSM Makassar ini menjelaskan penanganan klub terhadap pemain itu berbeda-beda. Tidak semua klub memberikan konsentrasi penuh terhadap pembinaan pemain muda. 

Minimnya perhatian klub terhadap pemain muda ini berdampak pada mental pemain. Bukan saja mental pemain yang tergerus, akan tetapi pengontrolan terhadap mantan tim nasional indonesia U-19 itu semakin sulit. 

"Kalau dipencar-pencar itu repot. Ada pelatih yang santai, acuh tak acuh terhadap pemain muda. Kondisi itu yang bisa merusak mental pemain muda hancur. Dampaknya permainannya bakal hancur," ujar Rudy Wiliam Keltjes kepada Harian Super Ball, Selasa (4/11/2014). 

Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia U-19 B itu memberikan contoh tim Indonesia Primavera yang sangat bagus saat dikumpulkan. Akan tetapi, begitu disebar ke banyak klub nama besarnya habis. Begitu juga dengan kasus tim yang menjalani pelatihan nasional di Italia dan terakhir di Belanda. "Begitu sampai di Indonesia mereka disebar (ke klub) habis," ujarnya. 

Rudy mengatakan pihaknya senang dengan rumor yang beredar soal punggawa timnas ditampung di beberapa wadah. "Saya dengar ada yang ditampung di Persebaya dan klub lainnya," ujarnya.

Penyebaran mantan tim nasional indonesia U-19 untuk memperkuat klub di kompetisi musim 2015 ini diserahkan sepenuhnya pada pemain dan klub yang akan menggunakan jasa pemain. 

Federasi dalam hal ini PSSI tidak ingin campur tangan dalam penyaluran mantan timnas U-19 yang telah 'digodok' selama hampir 1 tahun untuk mempersiapkan Piala Asia U-19 2014. 

"Kita tidak ingin terlalu jauh campur tangan (penyebaran pemain). Karena begitu lewat dari usia 19 tahun mereka masuk kategori dewasa. Mereka bisa membedakan mana kanan-kiri, hitam dan putih," ujar Direktur High Performance Unite (HPU) Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Demis Djamoeddin.

Minggu, 26 Oktober 2014

Rudy Keltjes: Kekompakan Timnas U-19 Harus Dijaga

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Mantan pelatih PSM Makassar yang saat ini menjabat sebagai Penasehat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Rudy Keltjes mengatakan, kekompakan Timnas U-19  harus dijaga seperti dimasukan ke karantina atau dimasukan ke dalam klub.

Namun penyebarannya jangan hanya satu atau dua orang di setiap klub. "Sebaiknya dalam satu klub diisi lebih dari lima pemain Timnas U-19. Seperti pemain Timnas Jerman yang dimasukan ke Bayern Munchen bisa sampai 9 pemain," ucap Rudy kepada Harian Super Ball, Sabtu (25/10/2014).

Dengan demikian, pemain-pemain timnas terjaga komunikasi dan kekompakannya. Sehingga saat dibutuhkan oleh PSSI, tinggal mengasah strategi dan taktik saja. Kekompakan tetap terjaga.

"Sehingga kita tidak kebingungan saat akan menyiapkan timnas seperti yang dilakukan sebelumnya. Akibatnya seringkali, materi pemain timnas dibentuk dengan seadanya," terang Rudy.

Rudy pun menyambut baik dan mendukung rencana Persebaya Surabaya yang kabarnya akan merekrut sekitar 10 pemain Timnas U-19.

"Dengan masuk ke dalam klub, anak-anak akan terus meningkat baik dari sisi performa dan skill. Mereka juga akan terjaga kedisiplinannya sebagai pemain profesional," tambahnya.

Pemain Timnas U-19 juga bisa dimasukan ke Timnas Senior pada minimal empat tahun mendatang. "Yang perlu dijaga adalah masalah kedisiplinan, mental, dan kefokusan di lapangan. Hal itu menjadi masalah yang mengakibatkan Timnas U-19 kegagalan di Piala Asia kemarin," tutur Rudy.

Peran serta dari pemain, jelas Rudy, memang diperlukan. Seluruh pemain Timnas U-19 harus ditanamkan, kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

"Kalau bukan kita yang mengangkat nama bangsa siapa lagi. Kita tentu akan sangat bangga jika bisa bertepuk tangan atas keberhasilan Timnas. Jangan justru membanggakan timnas dari negara lain. Siapa yang tidak mendukung jika Timnas bisa main di Piala Dunia atau Piala Asia. Maka, mari kita evaluasi dan perbaiki performa Timnas muda kita," papar Rudy.

Rudy Keltjes: Timnas U-19 Jangan Dibubarkan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Mantan pelatih PSM Makassar yang saat ini menjabat sebagai Penasehat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Rudy Keltjes mengatakan, Timnas U-19 jangan dibubarkan.

Meski gagal di Piala Asia 2014, Evan Dimas dan kawan-kawan masih bisa diharapkan di pertandingan atau turnamen internasional lainnya.

"Timnas U-19 jangan dibubarkan, tetapi terus disiapkan untuk pertandingan atau kompetisi internasional lainnya, seperti Sea Games atau yang lainnya," kata Rudy kepada Harian Super Ball, Sabtu (25/10/2014).

Menurut Rudy kegagalan di Piala Asia kemarin bukan akhir dari segalanya. Garuda Muda masih menjadi harapan bangsa Indonesia untuk mengukir prestasi seperti saat menjuarai Piala AFF 2013.

"Jangan tangisi kegagalan kemarin, tetapi mari kita bangun kembali talenta muda ini untuk turnamen berikutnya. Anak-anak muda ini menjadi harapan kita, karena mereka berpotensi luar biasa di masa depan. Itu ditunjukan bisa menjadi juara Piala AFF 2013," ujar Rudy.
 

Minggu, 19 Oktober 2014

Rudy Keltjes: Timnas U-19 Tidak Fokus


 Kompas/Heru Sri Kumoro
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Mantan pelatih PSM Makassar yang saat ini menjabat sebagai Penasehat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Rudy Keltjes mengatakan, kegagalan Timnas U-19 di Piala Asia 2014 karena kurang fokus saat bertanding.

Menurut Rudy, tim pelatih dan official sudah berusaha dengan sangat baik namun tidak ditunjang oleh penampilan seluruh pemain. "Menurut saya, kegagalan kemarin, karena anak-anak tidak tampil dengan fokus dan disiplin. Itu mungkin disebabkan kejenuhan dari persiapan panjang sebelum Piala Asia 2014 digelar," kata Rudy kepada Super Ball, Sabtu (18/10/2014).

Dua hal itu membuat seluruh instruksi dari pelatih berupa strategi yang diberikan saat latihan tidak dijalankan dengan baik saat menjalani laga di Piala Asia 2014 kemarin. Bahkan pemain kerap bermain dengan cara sendiri.

"Kalau soal skill, pemain kita tidak kalah dengan tim lain di Piala Asia 2014. Tim pelatih sudah memberikan instruksi yang benar, tetapi pemain saja yang tidak menjalankannya dengan baik," ucap Rudy.

Yang membuat Rudy prihatin adalah meski menuai kekalahan, Evan Dimas dan kawan-kawan masih bisa tertawa dengan lepas. Seolah-olah tidak ada masalah apa-apa.

"Seharusnya sebagai pemain yang membawa nama bangsa, kekalahan dijadikan bahan evaluasi. Pemain juga seharusnya menunjukan sikap prihatin dan menjadikan kekalahan itu sebagai bahan perbaikan diri di laga selanjutnya," tutur Rudy.

Rudy menambahkan, pemain Timnas U-19, semestinya sadar diri bahwa sedang membawa nama bangsa di perhelatan internasional itu. Dengan demikian tumbuh tanggung jawab terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga akan berusaha dengan keras untuk memenangkan setiap pertandingan.

"Saya kan pernah main di timnas juga. Seharusnya seluruh pemain tampil habis-habisan dan total. Kalau perlu berdarah-darah demi nama bangsa. Jangan justru mengedepankan kepentingan pribadi," jelas Rudy.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Mental, Masalah Terbesar Skuat Garuda Jaya


 © Fajar Rahman


Bola.net - Sebuah analisa dilontarkan Rudy Keltjes ihwal penyebab kekalahan Timnas Indonesia U-19 kala menghadapi Uzbekistan. Menurut Penasehat Teknis Timnas Indonesia U-19 ini, mental Evan Dimas dan kawan-kawan kurang tangguh kala menghadapi tekanan.

"Mental mereka kurang kokoh. Mereka kurang kuat menghadapi tekanan," ujar Keltjes kepada Dendy Gandakusumah, tim liputan Bola.net di Myanmar.

"Sejak awal pertandingan, saya takut mereka bakal kebobolan terlebih dulu. Ini akan membuat mental mereka down. Sayangnya ini jadi kenyataan," sambungnya.

Sebelumnya, Timnas Indonesia U-19 dipaksa menelan kekalahan 1-3 kala menghadapi Uzbekistan pada laga perdana mereka dalam ajang Piala Asia U-19 2014. Gol semata wayang Skuat Garuda Jaya, julukan Timnas Indonesia U-19, dicetak Paulo Sitanggang.

Sementara, tiga gol yang bersarang ke gawang Rully Desrian, pada laga yang dihelat di Stadion YTC Yangon Myanmar, Jumat (10/10) ini dicetak oleh Khamdanov Dostonbek pada menit ke-18, Urinboev Zabikhillo menit ke-22 dan Shukurov Otabek pada menit ke-85.

Sementara itu, Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, menyebut telah mengantongi evaluasi permainan anak asuhnya pada laga tersebut. Menurutnya, ada beberapa segi permainan anak asuhnya yang wajib dibenahi sebelum menghadapi dua laga tersisa.

"Akan kita perbaiki kekurangan-kekurangan tersebut. Masalahnya, kita tak ada cukup waktu," tandasnya. (den/mac)


Kamis, 09 Oktober 2014

Timnas U-19 Pakai Gaya Main 1-2 Kontra Uzbekistan

Bolanews.com - Indra Sjafri telah menyiapkan strategi khusus saat Indonesia menjajal kekuatan Uzbekistan pada laga perdana penyisihan Grup B Piala AFC U-19 2014 di Stadion Thuwunna, Yangon, Jumat (10/10). Strategi 1-2 bakal diusung Tim Garuda Jaya.


Strategi ini menintikberatkan pada kekuatan operan sesama pemain sepanjang laga.  Evan Dimas dkk. saat memegang bola bakal diinstruksikan tiga kali melakukan melakukan operan antarsesama pemain. Sekali operan panjang, dua kali operan pendek.

"Panjang, pendek, pendek. Terus ulangi panjang, pendek, pendek. Para pemain konsisten saja pada permainan sendiri," terang Ruddy Keltjes, penasehat teknik timnas U-19.

Beberapa hari menjelang pertandingan Indra terus mengasah gaya main passing 2-1. Strategi yang memberi penekanan untuk mengendalikan jalanannya pertandingan diyakini bakal mampu meredam permainan anak-anak muda Uzbekistan yang akan mengandalkan strategi speed and power.

"Para pemain sudah terbiasa menghadapi lawan-lawan dengan postur tinggi besar. Sejatinya lawan model apapun tak perlu dikhawatirkan, sepanjang mereka tetap fokus pada permainan sendiri," kata Indra.

Jangan Sampai Evan Dimas Dimatikan Uzbekistan!

Bolanews.com - Penasehat teknik timnas Indonesia U-19, Ruddy Keltjes, agak ketar-ketir dengan kemungkinan dimatikannya pergerakan Evan Dimas oleh Uzbekistan pada laga perdana penyisihan Grup B Piala AFC U-19 di Stadion Thuwunna, Yangon, Jumat (10/10). Sang kapten tim dinilai Ruddy merupakan otak permainan Tim Garuda Jaya.


"Evan pemain paling penting di timnas U-19. Ia merupakan pembagi bola utama dan pengatur tempo permainan. Ia bakal menjadi pemain yang pergerakannya selalu diawasi lawan," ujar Ruddy.

Saat Evan tersumbat, arus serangan timnas U-19 bakal tidak maksimal. "Permainan sayap Indonesia juga bakal ikut terpengaruh saat Evan dimatikan. Menghadapi kemungkinan ini, dua gelandang yang mendampinginya harus bermain lebih agresif," ujar Ruddy.

Menurut Ruddy dengan strategi permainan 4-3-3 nyawa permainan Tim Merah-Putih ada di tiga barisan gelandang. Selama ini posisi tersebut belakangan sering diiisi Evan, M. Hargianto, Paulo Sitanggang.

"Selain Evan, dua gelandang lainnya karakter bermainnya cenderung bertahan. Hal ini agak bermasalah, karena idealnya mereka juga punya naluri serang yang tinggi," tutur mantan pelatih PSM tersebut.

Zulfiandi disebut Ruddy bakal bisa membuat permainan lini tengah timnas U-19 lebih kuat menyerang. "Sang pemain yang sempat cedera belakangan mulai menemukan kembali bentuk permainan terbaik. Saat Evan mati kutu Zulfiandi bisa menjadi pemain alternatif yang tetap bisa membuat permainan timnas U-19 kuat dalam sisi menyerang," papar Ruddy.

Rabu, 08 Oktober 2014

Piala Asia di Myanmar Hambar


REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Atmosfer perhelatan Piala Asia U-19 di Myanmar tidak seheboh seperti dibayangkan. Seperti dilaporkan wartawan Rebublika, Satria Kartika Yudha, suasana hambar itu sudah mulai terlihat sejak berada di bandara internasional Yangon, Rabu (8/10).

Di bandara, ternyata ada sama sekali atribut yang berkaitan dengan Piala Asia ataupun ucapan selamat datang kepada tim-tim yang bakal bertanding. Anehnya, spanduk SEA Games 2013 justru yang masih terpampang.

Di berbagai ruas jalan utama juga tidak terlihat spanduk-spanduk Piala Asia. Segala macam atribut mengenai turnamen, hanya ramai dipasang di stadion yang menjadi lokasi pertandingan.

Seorang supir taksi bernama Myo Aung (45), mengaku baru menyadari turnamen Piala Asia segera dimulai pada Kamis (9/10). "Sudah tahu akan ada pertandingan sepak bola. Tapi baru tahu kalau sudah dimulai," kata Myo.

Rendahnya antusisme ini ternyata juga dirasakan Penasehat Teknis Timnas U-19, Rudy Keeltjes. Keeltjes heran mengapa ajang sebesar ini seperti tidak mendapat banyak perhatian dari warga Myanmar.

"Sepi kayak acuh tak acuh. Kalau kita dulu kan di Sidoarjo pas Piala AFF 2013 gaungnya sudah ramai sebelum pertandingan. Mungkin nanti kali ya kalau sudah mulai pertandingan baru terasa," kata Keeltjes ketika berbincang dengan Republika di Lapangan Youth Training Centre, Thuwunna Stadium, Yangon. 
 

Senin, 06 Oktober 2014

Timnas U-19 Butuh Dukungan Seluruh Lapisan

KEKUATAN timnas Indonesia U-19 di Piala AFC U-19 Myanmar kali ini tidak hanya datang dari internal tim. Dukungan masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan juga diharapkan bisa mendongkrak permainan Evan Dimas Darmono dkk. Terlebih, beberapa kali sempat muncul adanya pernyataan kritis dari berbagai pihak terkait penampilan Garuda Jaya akhir-akhir ini. Kritikan tersebut memang perlu dilakukan. Namun, melihat perjuangan Garuda Jaya hingga sampai di Piala AFC u-19 ini, seharusnya hal tersebut bisa diminimalisir. Seperti yang disampaikan penasihat teknis timnas U-19, Rudy William Keltjes kemarin. "Seharusnya semua pihak bersatu untuk mendukung timnas, jangan selalu mengkritik tim ini dengan mencari-cari masalah," katanya kepada Jawa Pos kemarin. 

Situasi yang sangat riskan itu secara non teknis bisa mengacaukan fokus timnas U-19 ini diakui Rudy harus segera dihilangkan. "Yang dibutuhkan anak-anak saat ini adalah fokus dalam melakukan persiapan. Bisa dilihat, saat ini mereka dalam kondisi yang bagus," lanjutnya. Sebagaimana diketahui bahwa Garuda Jaya memang selalu kalah dalam pertandingan mereka saat menjalani tur di Spanyol.
Tetapi yang perlu dicatat adalah, Garuda Jaya tetap menunjukkan permainan mereka yang menekan dan memainkan bola-bola pendek khas timnas U-19. Terlebih saat ini, tim yang bermaterikan hampir 85 persen skuad Piala AFF 2013 lalu itu dalam kondisi yang prima dengan hasil tes kebugaran pemain yang diatas 60 poin. "Mereka ini pemain yang secara fisik sudah bagus, diberikan motivasi sedikit saja juga menunjukkan perubahan yang optimal. Itu keunggulan tim ini," terang mantan pelatih klub-klub besar di Indonesia itu.

Lebih lanjut, Rudy yang juga mendampingi Indra di Sidoarjo dalam merengkuh juara piala AFF 2013 lalu menjelaskan bahwa dia tak mau terlalu dalam mencampuri kebijakan Indra Sjafri, pelatih Garuda Jaya. "Yang jelas masyarakat perlu tahu, Coach Indra itu merupakan pelatih yang sesuai dan punya kapabilitas dalam mengasuh anak-anak muda ini," tegas Rudy. 

Di tempat yang sama, Indra Sjafri menjelaskan bahwa dirinya yakin pecinta sepak bola Indonesia bakal mendukung langkahnya demi memberikan prestasi yang terbaik. "Kalau pun ada yang acuh atau tidak mendukung kami itu urusan mereka, tetapi kami selalu optimis dengan apa yang kami lakukan," terangnya. Kesiapan Garuda Jaya sendiri sudah terbukti keampuhannya. Mereka sudah menjalani berbagai tur yang menguras energi, baik di dalam maupun luar negeri. Terakhir mereka menjalani empat laga uji coba di Spanyol yang berakhir dua pekan yang lalu. (*) (Jpnn)

Sumber

Rudi Keltjes: Myanmar Jadi Kesempatan Emas Terakhir Indonesia

bola indo

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Penasehat Teknik Tim Nasional Indonesia U-19 Rudy William Keltjes meminta semua masyarakat Indonesia mendukung Garuda Jaya dalam bertarung di Piala Asia U-19 2014 di Myanmar.

"Ini satu-satunya kesempatan emas untuk meraih prestasi di tingkat dunia. Jika tidak lolos, maka tidak akan terulang lagi," ujar Rudy William Keltjes kepada Harian Super Ball.

Rudy menjelaskan Garuda Jaya harus fokus untuk memenangkan pertandingan dan bisa menjadi juara grup. Sehingga, bisa lolos ke Piala Dunia U-20 Tahun 2015 yang rencananya digelar di Selandia Baru. "Saya ingin timnas U-19 seluruhnya fokus dan jangan memikirkan di luar persiapan Myanmar. Saya ingin tepuk tangan ini untuk kemenangan Indonesia bukan lainnya," ujarnya.

Namun jika peluang emas untuk lolos Piala Dunia itu gagal diraih, Rudy menegaskan mereka telah menampilkan berjuang keras kepada masyarakat. "Jadi kalau tidak lolos bukannya Indra Sjafri tidak berprestasi. Mereka sudah memberikan yang terbaik dengan membawa harum bangsa dengan meraih juara AFF 2012," ujarnya.

Sementara itu Tim Nasional Indonesia U-19 telah meninggalkan tanah air menuju Myanmar, Minggu (5/10/2014) pagi untuk mengikuti turnamen Piala Asia 2014 yang digelar 9-23 Oktober. Skuat Garuda Jaya bakal menjalani laga perdana di Grup B melawan Uzbekistan, Jumat (10/10/2014). Kemudian, Evan Dimas dkk melakoni laga berikutnya melawan Australia dan Uni Emirat Arab.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Rudy Keltjes Minta Kritikus Jauhi Indra Sjafri dan Timnas U-19

Goal.com - Penasihat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) Usia Muda PSSI, Rudy Keltjes meminta para kritikus untuk bisa menjauhi Indra Sjafri beserta anak didiknya di timnas Indonesia U-19.

Skuad Garuda Jaya menjadi sorotan para pengkritik lantaran mereka menuai hasil kurang memuaskan saat melakoni tur ke Spanyol. Mereka dikalahkan Atletico Madrid B 2-1, menahan imbang Valencia B 1-1, dicukur Barcelona B 6-0 dan terakhir dikandaskan Real Madrid C 5-0.

"Saya ingin membawa timnas Indonesia sukses dan saya pikir itu bisa dicapai asal kita saling dukung dan jangan saling kritik dan menjatuhkan pelatih lain," ucap Rudy kepada Sportsatu.com.

"Saya minta kepada teman-teman saya yang mantan pemain tim nasional dan pelatih jangan menyudutkan Indra Sjafri. Dia sudah bekerja dengan sangat baik, jadi mari kita dukung bersama."

Rudy pun berkomentar soal tur Spanyol, ia menganggap tak mengapa dibantai di negeri matador.

"Uji coba ke Spanyol kemarin oke, hasilnya memang tak maksimal tapi motivasi anak-anak sudah bagus. Rencananya mereka akan berangkat ke Myanmar untuk mengikuti AFC hari Minggu (5/10)."

Penasihat Teknik Timnas Indonesia U-19 Berniat Mundur

Goal / Eric Noveanto

Goal.com - Penasihat Teknik Timnas Indonesia U-19, Rudy William Keeltjes, mengungkapkan niatnya untuk mundur dari jabatannya saat ini. Seperti diketahui, usai memimpin timnas Indonesia U-21 pada turnamen Cotif di Spanyol, Agustus lalu, Rudy dialihkan untuk menjadi pelatih Indonesia U-19 B yang mengikuti AFF U-19 Preparatory di Vietnam, September lalu.

Namun, jelang keberangkatan posisi Rudy digantikan oleh Rully Nere, meski mantan pelatih PSM Makassar itu tetap ikut mendampingi tim ke Vietnam. Setelah turnamen itu, Rudy diposisikan oleh Badan Tim Nasional (BTN) sebagai penasihat teknik Indonesia U-19 yang dilatih Indra Sjafri.

"Saya berencana mau mundur dari BTN, karena di sini saya tidak bisa bekerja dengan maksimal. Sebagai pelatih, saya biasa bertemu dengan pemain, menyiapkan pertandingan, latihan, dan merasakan suasana pertandingan yang menantang," ucap Rudy, yang mengaku kontraknya bersama BTN sampai Juli 2015.

"Selama di BTN, saya hanya bertugas memberikan saran, nasihat, dan mengawasi perkembangan timnas," tambahnya.

Lebih lanjut, mantan pelatih Persebaya Surabaya itu mengakui sudah berkomunikasi dengan klub yang berbasis di kawasan Asia Tenggara. "Tapi saya tidak bisa menyebutkan klub mana itu, karena nantinya saya dianggap cuma omong besar. Konsekuensinya memang saya harus mundur. Namun tunggu saja ke depannya seperti apa," pungkasnya.

Jumat, 03 Oktober 2014

Rudi Keeljes Bantah Mundur dari Timnas U-19

Sportanews.com - Kabar kurang sedap beredar menjelang keberangkatan Timnas U-19 ke Piala AFC di Myanmar. Penasihat Teknis Timnas U-19 Rudi William Keeltjes diisukan mundur.

Rudi Keeltjes saat dihubungi wartawan membantah tuduhan tersebut. “Tidaklah. Tugas saya masih banyak,” kata Keeltjes Jumat (3/10).

Rudy mengungkapkan, ia sebenarnya memang punya pemikiran mundur.Namun, setelah berbicara dengan Sekertaris Badan Tim Nasional (BTN) Sefdin Syaifudin dan Ketua High Performance Unit (HPU) Demis Djamoeddin, ia mengurungkan niatnya.

Ini adalah tugas negara, jadi buat apa saya mundur?” ujar mantan Pelatih Timnas U-19 B itu.
Disisi lain, Keeltjes menyebutkan, ia lebih melihat masa depan Timnas U-19, sehingga ia tidak jadi mundur. Selain itu, ia ingin penampilan anak-anak juga maksimal. “Kondisi anak-anak sudah bagus,” tambahnya.

Pelatih berusia 63 itu menuturkan, ia ingin timnas asuhan Indra Sjafri itu pun sukses di Piala AFC. “Setelah AFC selesai, saya baru memikirkan masa depan,” ungkapnya.

Jumat, 12 September 2014

Uji Coba Terbuka Bikin Timnas U-19 Mudah Dimatikan Lawan

Tribun Sumsel/Haryanto Kurusetra

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Penasehat Teknis Tim Nasional Indonesia U-19 Rudy William Keltjes mengatakan tim sepakbola di negera berkembang seperti Indonesia ini harus menghindari banyak mengumbar starategi. Pengumbaran strategi itu mempermudah pihak lawan untuk mematikan permainan tim. Hal itu yang membuat jajaran pelatih tidak boleh membeberkan strategi bermain agar tidak diketahui lawan.

"Makanya jangan terlalu banyak ngomongin strategi dan taktik. Itu mempermudah lawan mematikan strategi kita," ujar Rudy William Keltjes kepada Harian Super Ball.
Laga uji coba tim nasional Indonesia U-19 yang disiarkan langsung televisi swasta, kata Rudy juga hal yang kurang tepat dipenghujung persiapan jelang Piala Asia 2014, Myanmar. Alasannya pihak lawan dengan mudah membaca strategi permainan. Rencananya ujicoba ini bakal disiarkan secara langsung di SCTV.

"Kita pemain di negara baru berkembang sehingga permainannya sangat mudah dibaca. Jangan sampai baru saja muncul Indonesia sudah hilang lagi," ujarnya.

Rudy membandingkan perbedaan permainan sepak bola di negara berkembang dengan negara maju. Di negara berkembang, seperti Indonesia, begitu posisi sentral dikunci lawan, maka permainan tidak berkembang. Misalnya, ujung tombak dikunci, atau dua sayap dimatikan orientasi permainan hilang.

Hal ini terjadi di laga uji coba sebelumnya saat Evan Dimas dan Muchlis Hadi Ning, dikunci lawan hingga tak berkutik. Berbeda dengan negara maju. "Begitu Ronaldo dikunci, ia bisa mencari posisi lain yang sulit dibaca musuh," ujarnya.

Namun, Rudy berharap Garuda Jaya bisa menampilkan permainan lebih bagus, dan mampu keluar dari tekanan itu. "Yah, semoga saja anak-anak bisa bermain bagus. Dan kita mendukung apapun yang dilakukan Indra Sjafri demi kejayaan timnas U-19," ujarnya.
 

Selasa, 02 September 2014

Rudy Keeltjes Kini Jadi Penasehat Teknis Indra Sjafri


Bola.net - Rudy Keeltjes tidak lagi menangani tim nasional Indonesia U-19 B, setelah Badan Tim Nasional (BTN) menunjukkan sebagai penasehat teknis Timnas Indonesia U-19 yang ditangani Indra Sjafri.

Sekretaris Badan Tim Nasional (BTN), Sefdin Syaifudin Alamsyah, menerangkan jika Rudy akan membantu Indra mempersiapkan tim menuju putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober mendatang.

Keputusan tersebut, dilanjutkan Sefdin, merupakan tindaklanjut atas hasil evaluasi tim High Performance Unit (HPU) BTN beberapa waktu lalu.

"Ketua BTN (La Nyalla) mengambil kebijakan untuk meminta Rudy Keeltjes agar terlibat aktif membantu Indra Sjafri di Timnas U-19," ungkap Sefdin.

Dikatakannya lagi, Rudy Keeltjes dikontrak BTN sebagai penasehat teknik untuk Timnas usia muda. Peran Rudy, diharapkan membantu Indra dalam hal teknis guna meningkatkan performa tim. (esa/dzi)