Tampilkan postingan dengan label PSSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSSI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 November 2014

PSSI Seleksi Calon Direktur Teknik Timnas U-19 dari Empat Negara

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Direktur Teknik Tim Nasional Indonesia U-19 sudah didatangkan dari Belanda. Sekjen PSSI Joko Driyono mengatakan, keputusan direktur teknik asal Belanda yang dipilih ini bukan asal tunjuk. Akan tetapi semuanya melalui mekanisme panjang termasuk fit and proper test.

Dalam fit and proper test, kata Joko terdapat empat calon dari berbagai negara. Yakni Belanda, Jerman, Prancis dan Belgia. "Kita lakukan interaksi termasuk fit and proper yang lama. Tapi memang tidak dipublikasi dengan pertimbangan si calon," ujarnya.

Joko Driyono menjelaskan direktur teknik timnas U-19 nanti akan mulai bergabung tanggal 20 Desember 2014.
 

Joko Driyono Bantah Pengganti Indra Sjafri Ditentukan Direktur Teknik asal Belanda

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Sekjen PSSI Joko Driyono mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada direktur teknis (Technical Director) untuk pengembangan Tim Nasional Indonesia U-19. Termasuk tugasnya mencari siapa pengganti pelatih Indra Sjafri sebagai pelatih tim Garuda Jaya, dan memilih pemain baru yang mengisi skuat itu.

"Teknikal direktor baru yang akan membawahi seluruh pengembangan timnas U-19 ke bawah. Pembicaraan AFF U-19 tahun 2015 sudah masuk fase krusial," ujar Joko Driyono.

Joko menjelaskan Direktur Teknik Tim Nasional Indonesia U-19 sudah didatangkan dari Belanda. Meski belum mau membocorkan nama, Joko mengatakan awal Desember 2014 mulai bekerja.

Namun, ia tidak sependapat jika dibilang tugas direktur teknik baru ini mencari pengganti Indra Sjafri. Alasannya, timnas U-19 yang berlaga di Myanmar itu sudah bubar. Dan skuat Garuda Jaya disebar ke klub profesional.

"Kalau yang sekarang ini membentuk pelatih baru dengan pemain baru lagi. Jadi tidak relevan kalau dibilang pengganti," ujarnya.

Seperti diketahui Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19Indra Sjafri dipecat PSSI karena dinilai gagal memenuhi target lolos Piala Dunia U-20 di Selandia Baru Tahun 2015.
 

Jumat, 07 November 2014

Indra Sjafri Tolak Latih Timnas Jika PSSI-nya Masih Itu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indra Sjafri dicopot dari kursi pelatih Timnas U-19 Indonesia lantaran dinilai gagal karena tidak bisa membawa Evan Dimas cs menembus babak semifinal Piala Asia U-19 2014 pada Oktober lalu.

Lalu, jika kembali ditawari untuk melatih timnas Indonesia, Indra mengaku akan menerimanya dengan syarat.

''Tergantung, kalau PSSI sudah memiliki standar kegagalan sebagai tolak ukur kontrak, mungkin saya siap melatih lagi,'' kata Indra kepada Republika Online.

''Tapi, jika masih seperti ini, saya harus pikir ulang,'' katanya. ''Saya tidak ingin di pihak lain menilai saya gagal, tapi satu pihak menganggap saya sudah sukses.''

Selain itu, Indra juga ingin pemikiran bahwa sepak bola selalu bertujuan untuk menang itu harus segera dihapus. ''Bukanya awal sepak bola di Indonesia untuk hiburan? Buatlah sepak bola di Indonesia itu menyenangkan,'' katanya.

Rabu, 05 November 2014

Pecat Indra Sjafri, PSSI tak Punya Perencanaan Jelas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Olahraga, Fritzh Simanjuntak, mengatakan PSSI memiliki wewenang dalam memecat Indra Sjafri dari posisi pelatih Timnas U-19 Indonesia.

Namun, belum ada nama calon pengganti Indra Sjafri menjadi bukti bahwa PSSI tidak memiliki perencanaan.

''Menurut saya, PSSI harus punya plan yang lebih jelas dengan pelatih U-19. Dengan dipecatnya Indra, itu tidak terlihat,'' kata Fritzh kepada Republika Online.

Fritzh menilai PSSI tidak memiliki perencanaan karena belum tahu siapa calon pengganti Indra Sjafri. ''Kalau hak memang hak PSSI, tapi PSSI mestinya sudah punya jawaban siapa (pengganti Indra Sjafri)?'' katanya. ''Ini kan masih belum jelas. Soal tepat tidak ini akan terjadi setelah melatih.''

Fritzh mengatakan PSSI memang memiliki hak untuk menghentikan peran Indra Syafri. Dan, pemecatan merupakan hal yang biasa dalam dunia sepak bola.

''Ada target yang sudah ditetapkan PSSI dan yang jelas AFC tidak dapat dicapai. Itu hal yang biasa,'' katanya
 
Sumberindr

Indra Sjafri: Terima Kasih PSSI

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Indra Sjafri mengucapkan terima kasih kepada Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) yang memberikan kesempatan kepadanya melatih tim nasional Indonesia U-19.

"Tanggapan saya hanya terima kasih atas kesempatan yang sudah diberikan PSSI. Kalau karena enggak lolos Piala Dunia, saya diberhentikan yang enggak apa-apa," kata Indra kepada Kompas.com, Senin (3/11/2014).

Indra memang gagal memenuhi target masuk empat besar pada Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014. Melakukan persiapan selama setahun, Garuda Jaya harus tersingkir dari babak penyisihan grup. Evan Dimas dan kawan-kawan kalah dari Uni Emirat Arab, Australia, dan Uzbekistan. 

Ketika ditanya apakah Indra kecewa terhadap keputusan PSSI, pelatih asal Sumatera Barat tersebut mengatakan,"Kok kecewa dengan keputusan PSSI?"

Indra juga mengaku belum mengetahui rencana selanjutnya setelah diberhantikan PSSI. "Belum mikir santai dulu ajah," tuturnya.

Indra Sjafri merupakan pelatih berkualitas. Pelatih berusia 51 tahun tersebut membawa Indonesia menjuarai HKFA U-17, HKFA U-19, Piala AFF 2013, dan mengantar Indonesia lolos ke Piala Asia U-19.

Senin, 03 November 2014

PSSI Akan Angkat Pelatih Tim U-19 dari Luar Negeri

Bolanews.com - Untuk pertama kalinya PSSI berkunjung ke kantor Kementrian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) untuk bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi. Kunjungan ini dilakukan untuk membahas banyak sekali hal mengenai rencana yang akan dilakukan oleh induk tertinggi sepak bola Indonesia itu.


Salah satu pembahasan yang diangkat adalah mengenai rencana pembentukan tim nasional sepak bola di beberapa level usia serta peruntukannya. Fokus utamanya adalah mengenai pembentukan tim U-19 yang akan dipersiapkan untuk menghadapi banyak kejuaraan dan juga siapa pelatih yang akan diangkat menggantikan Indra Sjafri.

"Banyak tim yang akan kami bentuk. Dimulai dari U-14, 17, 19, 21, dan 23. Tim U-19 akan kami persiapkan untuk menghadapi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 di Jakarta," kata anggota Komite Eksekutif PSSI, La Nyalla Matalitti, di kantor Kemenpora.

"Mengenai siapa pelatihnya belum kami tentukan. Kemungkinan didatangkan dari luar negeri agar kemampuan para pemain bisa meningkat."

Mengenai Indra Sjafri sendiri, PSSI mengatakan bahwa pelatih tersebut akan disekolahkan dan mengikuti pelatihan-pelatihan untuk menambah pengetahuannya. Hal ini dikarenakan pelatih berusia 51 tahun itu memiliki potensi yang besar dan PSSI menyatakan siap untuk membantu.

Ini Alasan Pemecatan Indra Sjafri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  Kabar mengejutkan datang dari Tim nasional Indonesia U-19 yang dipimpin oleh Indra Sjafri. berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Ahad (2/11) malam, PSSI memutuskan Indra sudah tidak lagi menjadi pelatih Garuda Jaya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono mengatakan pemecatan Indra dilakukan karena yang bersangkutan gagal memenuhi target untuk lolos ke babak semifinal Piala AFC U-19. Untuk selanjutnya, Jokdri, sapaan akrabnya membebes tugaskan Indra dan staf pelatih utuk menentukan masa depaannya masing-masing

"Saya mengapresiasi Indra dan para staf kepelatihan yang terlibat di U-19. Ini adalah hasil dari kita semuanya bukan orang per orang mau pun tim. Namun, ini terkait target utama karena tidak lolos Piala Dunia U-20, ofisialnya pun berhenti," kata Joko saat dihubungi Republika Online, Senin (3/11).

Meski telah resmi memutuskan kontrak Indra Sjafri sebagai pelatih Garuda Jaya, PSSI belum menemukan penggantinya. Untuk sementara tanggung jawab kepelatihan Evan Dimas dan kawan-kawan diserahkan kepada Direktur Teknis yang akan ditunjuk oleh PSSI nanti.

Namun, Direktur Teknis sendiri baru akan ditentukan Desember mendatang. Kemudian Direktur Tekhnis mendampingi PSSI menunjuk pelatih baru menangani timnas usia muda PSSI. Padahal Indra Sjafri terhitung sukses menangani pemain usia muda.

Sebelum menangani Garuda Jaya, berbagai prestasi membanggakan telah dipersembahkan Indra Sjafri. Salah satunya dua kali merebut gelar juara turnamen HKFA Youth Invitation Tournament di Hongkong dan Piala AFF U-19 2013 serta berhasil lolos ke ajang Piala AFC U-19 tahun ini.

Kontrak Indra sendiri sebenarnya masih tersisa hingga 2015 mendatang. Namun, PSSI memutuskan untuk mengakhirinya lebih cepat

"Kontrak dengan Indra dan staf memang sampai 2015 karena kemarin ditargetkan lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru. Namun dengan gagalnya pencapaian itu, kami memutuskan untuk mengakhirinya sekarang," ujar Joko.

Usai Dipecat, Indra Sjafri: Santai-Santai Saja Dulu


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  PSSI resmi memberhentikan Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19. Berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Ahad (2/11) malam, PSSI memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Indra.

Indra mengaku tidak kecewa dan menghormati keputusan tersebut. Indra mengaku telah berusaha sekuat tenaga untuk memberikn yang terbaik bagi negara selama dua-tiga tahun terakhir.

"Untuk ke depanya saya belum tahu akan kemana, santai santai saja dulu. Baru juga diberhentikan kemarin, kita lihat saja kedepannya," kata Indra dengan nada bercanda saat dihubungi Republika Online, Senin (3/11)

Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya melatih klub-klub yang bermain di Liga Super Indonesia (ISL), Indra megaku tidak menampik jika memang ada yang tertarik menggunakan jasanya.
Namun, saat ini Indra menegaskan masih akan menunggu perkembangan selanjutnya dan menolak memberikan kepastian di klub mana pria berusia 51 tahun ini akan melatih.

"Iya memang ada tawaran melatih di tempat lain. Namun sekarang saya masih belum bisa memastikan, kita lihat saja nanti perkembangannya," ujar Indra.

Dipecat PSSI dan BTN, Ini Kata Indra Sjafri

© Fajar Rahman

Bola.net - Indra Sjafri menyatakan menerima keputusan pemberhentian dirinya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-19 yang dikeluarkan oleh PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN).

"Kalau dinilai gagal dan kemudian saya dipecat, tidak masalah. Tentunya, saya tetap mengucapkan terimakasih. Baik kepada PSSI, BTN, pemain, ofisial dan para pendukung. Sebab selama ini, selama dua tahun, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga. Saya doakan para pemain terus maju dan berkembang," kata Indra Sjafri.

"Banyak pekerjaan di luar PSSI. Baik itu di SSB dengan tetap mencari pemain-pemain muda atau apapun. Intinya, saya tidak mempermasalahkan pemecatan ini. Ke depannya, banyak yang bisa kita kerjakan," lanjutnya.

Sebelumnya, Indra Sjafri harus menanggalkan posisinya sebagai pelatih kepala Timnas U-19. Indra dinilai sudah gagal memenuhi target mencapai babak semifinal di Piala Asia U-19 2014. Garuda Jaya menorehkan hasil buruk dengan menempati posisi juru kunci Grup B tanpa raihan poin.

Hasil tersebut otomatis membuat Indonesia tersingkir lebih awal dan tidak mencapai target meraih satu tiket ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. (esa/pra)

Kamis, 30 Oktober 2014

Masa Depan Indra Sjafri Masih Samar-Samar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Operasional Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Demis Jamaludin mengatakan Indra Sjafri dan staf kepelatihan timnas U-19 lainnya telah memaparkan laporan mereka terkait penampilan di ajang Piala AFF Vietnam pertengahan Oktober kemarin.

Bertempat di kantor BTN, Kuningan, Jakarta Selatan, Demis menegaskan belum bisa memastikan masa depan Indra karena masih harus menunggu rapat Eksekutif Komite (Exco) yang rencananya akan diselenggarakan awal November mendatang

"Laporan hari ini akan kami teruskan ke Sekretaris Jenderal PSSI untuk kemudian dibahas dalam rapat Exco," ujar Demis saat ditemui di kantor BTN, Kamis (30/10)

Demis menambahkan, ada catatan-catatan yang harus digarisbawahi terutama penampilan timnas U-19 di fase grup Piala Asia U-19. Penampilan skuat Garuda Muda mengalami antiklimaks setelah berhasil menjuarai Piala AFF dan mengalahkan Korea Selatan untuk lolos ke putaran final Piala AFF.

"Untuk saat ini kami hanya berdiskusi saja, melakukan tanya jawab seputar keadaan tim. Saya berharap orang seperti Indra tidak cepat hilang di pesepakbolaan Indonesia," kata Demis.

Senin, 27 Oktober 2014

PSSI Tunjuk Jawa Timur Sebagai Tuan Rumah Piala AFF U-19

© Eggi Paksha

Bola.net - Indonesia dipastikan kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala AFF U-19 tahun 2015. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono, mengatakan jika mempercayakan Jawa Timur menjadi tempat penyelenggaraannya.

Sebelumnya, turnamen tersebut digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo dan Stadion Petrokimia, Gresik. Garuda Jaya- julukan Timnas Indonesia U-19, tampil sebagai juara.

"Sejauh ini, bisa kami konfirmasi bahwa Piala AFF U-19 akan bermain di Jawa Timur. Bisa saja seperti kemarin, yaitu di Sidoarjo dan Gresik," ungkap Joko Driyono.

Selain itu, dilanjutkan Joko Driyono, Indonesia juga akan menggelar AFF Futsal Championship dan Piala AFF U-16.

"Piala AFF U-16 akan digelar di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bisa di Solo, Semarang, Sleman, atau Bantul. Kalau futsal, memang Jakarta masuk nominasi. Selain itu ada Bandung. Sedangkan Jakarta, belum tentu," tutupnya. (esa/dzi)

Senin, 20 Oktober 2014

PSSI Juga Berharap pada Jokowi

                                                                                                         REUTERS/Tatan Syuflana
Jakarta, GATRAnews - Joko Widodo (Jokowi) telah resmi menjadi presiden Indonesia untuk periode 2014-2019. Melihat hal tersebut, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mempunyai harapan khusus terhadap Jokowi untuk bisa memajukan persepakbolaan Indonesia. Hal itu bukannya tanpa alasan, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir sepak bola di Indonesia sangat minim akan prestasi, bahkan hal tersebut juga dialami oleh beberapa cabang olahraga lain.

Dan yang paling menyakitkan adalah selalu masalah dana yang menjadi alasan keterpurukan itu.

"Harapan kami tentunya pemerintah lebih memperhatikan olahraga, khususnya sepak bola. Artinya, pemerintah harus bisa lebih serius membangun sepak bola," ujar Djohar di Jakarta, Senin (20/10).

Dirinya juga berharap dengan pemerintahan baru ini mampu belajar dari pemerintahan sebelumnya yang dirasa belum begitu peduli dengan dunia olahraga Indonesia.

"Tentunya pengalaman sebelumnya, jadi pelajaran bagi pemerintah terkait masalah PB (Pengurus Besar) yang kesulitan mendapatkan dana. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi. Jangan ecek-ecek seperti kemarin," katanya.

Sabtu, 18 Oktober 2014

Evan Dimas & Maldini Pali Belum Tentu Masuk Timnas Indonesia

antara foto

Goal.com - Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl mengungkapkan, Evan Dimas dan Maldini Pali belum tentu masuk ke dalam daftar 30 pemain yang akan diserahkan ke PSSI, Selasa (21/10).

Riedl bakal memberikan 30 nama pemain ke PSSI pada awal pekan depan. Selanjutnya induk organisasi sepakbola nasional itu akan menyerahkannya ke federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF) untuk pendaftaran ke Piala AFF 2014.


“Kami sudah tahu siapa saja yang akan dipanggil pelatnas. Saya akan memutuskan apakah satu, atau keduanya, atau tidak ada satu pun yang masuk ke dalam daftar 30 pemain yang akan kami rilis pada tanggal 21 [Oktober] pekan depan,” ujar Riedl.

“Kami harus membahas tentang pemain yang akan masuk ke dalam 30 daftar dalam beberapa hari ini. Sebab, tanggal 21 kami sudah harus menyerahkan list ke federasi [PSSI], dan mereka selanjutnya mendaftarkan ke AFF.”

Ditanya kemungkinan pemain timnas U-19 lainnya masuk ke dalam tim, Riedl menjawab: “Tidak, saya tidak akan panggil. Jika saya ingin pemain timnas U-19 lainnya, saya akan bawa mereka ke sini sekarang. Kami juga perlu membawa pemain yang ideal sesuai kebutuhan di setiap posisi.”
 

Jumat, 17 Oktober 2014

Timnas U-19 Menanti Evaluasi PSSI

Kompas/Heru Sri Kumoro

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi mengatakan pihaknya menikmati waktu liburan bersama keluarga usai melakoni Piala Asia U-19 2014. Skuat Garuda Jaya gagal meraih target lolos sebagai peserta Piala Dunia U-20 Tahun 2015 di Selandia Baru.

Evan Dimas dkk tiba di tanah air, Kamis (16/10/2014) malam dan kembali ke rumah masing-masing menjalani liburan. Hanya dua dari 23 pemain Garuda Jaya yang tidak mendapat libur, yakni Evan Dimas Darmono dan Maldini Pali yang bergabung dengan Tim Nasional Indonesia Senior.

"Saya menikmati waktu liburan ini dengan menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah. Ini untuk membayar waktu selama saya di timnas," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball, Jumat (17/10/2014).

Mantan pelatih kiper Persipura ini menyatakan dirinya belum mengetahui agenda ke depannya. "Kita sifatnya menunggu waktu untuk evaluasi Piala Asia U-19 2014 dengan PSSI. Belum tahu kapan (evaluasi) itu," ujarnya.

Bapak tiga anak ini mengatakan pihaknya belum bisa membayangkan apakah dari hasil evaluasi itu tetap berada di tim nasional, atau keputusannya mencari pelatih baru. "Hasil evaluasi nanti kita belum tahu. Hanya mengacu kontrak saya sampai tahun 2015. Jadi sifatnya sekarang menunggu," ujarnya.

Minggu, 12 Oktober 2014

Djohar: Australia dan UEA Tak Terlalu Istimewa, Indonesia Berpeluang

Sportsatu.com - Ketua Umum PSSI, Djohar Airin Husin, menyatakan bahwa Indonesia berpeluang tampil di babak selanjutnya walau sebelumnya menelan kekalahan 1-3 di laga pertama penyisihan Grup B Piala Asia U-19, Jumat (10/11).

Keyakinan itu didasari performa tim yang akan dihadapi dua pertandingan sisa, yakni Australia dan Uni Emirat Arab.

"Peluang masih ada. Saya pikir dua tim yang akan timnas U-19 hadapi tidak terlalu istimewa," kata Djohar.

"Sudah diketahui bagaimana Australia, mereka menelan kekalahan di Hanoi. UEA pun sudah 
dihadapi dalam uji coba dan timnas U-19 bisa mengatasi. Melihat pertemuan Australia dengan UEA, kedua tim tidak istimewa sehingga Indonesia punya peluang," tambahnya.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Gemar Koleksi Tongkat, Ketum PSSI Maksimalkan Keberadaan di Yangon

Sportsatu.com - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, nyatanya hobi mengoleksi tongkat. Hobi itu sudah digelutinya sejak lama.

Djohar, yang terpilih sebagai petinggi PSSI di Kongres PSSI di Solo 2011 menjelaskan asal mula mengumpulkan tongkat yang biasanya digunakan oleh orang tua di usia lanjut. Kebiasaan orang tuanya memakai tongkat dalam kehidupan sehari-hari disebut menjadi penyebab.

"Saya suka. Orang tua saya waktu itu memakai tongkat di umur lanjut. Asal ada tongkat saya selalu teringat memberikan ke orang tua. Orang tua sudah wafat, namun tongkatnya masih ada, kenapa tidak saya lanjutkan," kata Djohar.

Kesempatan ke luar negeri pun dimaksimalkannya. Saat berkunjung ke Myanmar misalnya, ia memborong empat tongkat sekaligus, Sabtu (11/10).

"Sudah ada beberapa koleksi dan dari mana saja. Ada yang dari Jawa Barat. Saya melihat jenis-jenis kayunya terlebih dahulu. Kalau ada yang pantas dan jenis kayunya itu memang berbeda, ya saya ambil. Kan tidak mahal," terang Djohar.

"Kalau ketemu tongkat, saya tengok, jika harganya pantas diambil. Dari Yangon, saya mendapat empat tongkat," tambahnya.

Jumat, 10 Oktober 2014

Doa Ketum PSSI untuk Timnas U-19

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

YANGON, KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, berharap Tim Nasional Indonesia U-19 mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada 2015. Hal tersebut disampaikan Djohar kepada wartawan termasuk wartawan Kompas.com, Ferril Dennys, di Taw Win Garden, yang merupakan tempat menginap Timnas U-19, Jumat (10/10/2014).

Indonesia akan memulai misinya dengan melawan Uzbekistan pada pertandingan perdana babak penyisihan Grup B Piala Asia U-19 di Stadion Thuwunna, Jumat sore nanti.

"Semoga mereka bisa mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia. Saya optimistis tim ini bisa mencapai babak semifinal karena sudah menjalani masa persiapan panjang," kata Djohar.

"Mereka juga melakukan persiapan dengan  uji coba melawan tim dan pemain kelas dunia. Saya rasa mental mereka juga sudah siap," lanjutnya. 
(Ferril Dennys)

Kamis, 09 Oktober 2014

Evan Dimas dkk. Belum Dijanjikan Bonus Besar


                                                                         Gonang Susatyo

Bolanews.com - Target besar yang diusung oleh Indonesia U-19 untuk menembus empat besar Piala AFC 2014 di Myanmar, membuat tekanan tersendiri bagi tim asuhan Indra Sjafri itu. Namun jika bisa mencapainya kebahagiaan luar biasa akan dirasakan seluruh bangsa Indonesia.


Jika target menembus Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru tercapai dipastikan akan mengalir. Namun saat ini para pemain Timnas U-19 jangan berharap bonus besar terlebih dulu. Pasalnya, PSSI maupun Badan Tim Nasional (BTN) tak menjanjikan bonus tertentu bagi mereka.
Ketua BTN La Nyalla Mattalitti menyatakan, Timnas U-19 tampil di Piala AFC U-19 dengan niatan berjuang untuk membela panji-panji bangsa. "Kami sepakat tidak bicara soal bonus. Jika semua perjuangan diukur dengan uang, itu namanya disorientasi. Mereka berjuang untuk mengibarkan Merah Putih dan kebanggaan bangsa. Karena itu fokus dulu mencapai target," tuturnya.
Bagi La Nyalla, bonus atau apresiasi apa pun akan datang dengan sendirinya tanpa perlu dijanjikan. "Perjuangan tidak mengenal reward and punishment. Yang ada hanya kegigihan, keikhlasan dan ketulusan," katanya.
Karena dianggap perjuangan, La Nyalla juga tidak mau menyebutkan konsekuensi apa yang diterima Timnas U-19 maupun pelatihnya, Indra Sjafri, jika gagal mencapai target. "Saat ini tidak ada pembicaraan soal itu. Semua tergantung hasil evaluasi setelah mereka berlaga di Piala AFC nanti. Tapi yang jelas, sekarang ini fokusnya berusaha memenangi setiap pertandingan yang dijalani," ucap Nyalla.(riz/ary)
Jika target menembus Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru tercapai dipastikan akan mengalir. Namun saat ini para pemain Timnas U-19 jangan berharap bonus besar terlebih dulu. Pasalnya, PSSI maupun Badan Tim Nasional (BTN) tak menjanjikan bonus tertentu bagi mereka.

Ketua BTN La Nyalla Mattalitti menyatakan, Timnas U-19 tampil di Piala AFC U-19 dengan niatan berjuang untuk membela panji-panji bangsa. "Kami sepakat tidak bicara soal bonus. Jika semua perjuangan diukur dengan uang, itu namanya disorientasi. Mereka berjuang untuk mengibarkan Merah Putih dan kebanggaan bangsa. Karena itu fokus dulu mencapai target," tuturnya.

Bagi La Nyalla, bonus atau apresiasi apa pun akan datang dengan sendirinya tanpa perlu dijanjikan. "Perjuangan tidak mengenal reward and punishment. Yang ada hanya kegigihan, keikhlasan dan ketulusan," katanya.

Karena dianggap perjuangan, La Nyalla juga tidak mau menyebutkan konsekuensi apa yang diterima Timnas U-19 maupun pelatihnya, Indra Sjafri, jika gagal mencapai target. "Saat ini tidak ada pembicaraan soal itu. Semua tergantung hasil evaluasi setelah mereka berlaga di Piala AFC nanti. Tapi yang jelas, sekarang ini fokusnya berusaha memenangi setiap pertandingan yang dijalani," ucap Nyalla.
 

Rabu, 01 Oktober 2014

Djohar Arifin Sebut Grafik Timnas U-19 Alami Peningkatan


                                                                               © Widojo


Bola.net - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin menilai bahwa permainan yang diperlihatkan timnas Indonesia U-19 terus mengalami peningkatan. Menurut Djohar, dirinya sangat yakin Evan Dimas dkk mampu tampil apik di Piala Asia U-19, di Myanmar, pada 9-23 Oktober.

Jelang keberangkatan, Garuda Jaya- julukan Timnas Indonesia U-19- masih menjalani training centre (TC)/pemusatan latihan di Yogyakarta, Selasa (30/9) hingga 5 Oktober mendatang. Kemudian, bertolak ke Myanmar pada 5 Oktober.

Skuad arahan Indra Sjafri tersebut, tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab. Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan, akan mengawali perjuangan dengan meladeni Uzbekistan, di Stadion Thuwunna, Yangon, 10 Oktober.

Garuda Jaya begitu diharapkan menembus babak semifinal demi meraih tiket Piala Dunia U-20 2015, di Selandia Baru.

"Saya yakin, tim bisa merebut gelar juara. Apalagi, grafik tim dan pemain terlihat mengalami peningkatan," ungkap Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin.

"Karena itu, mari kita gelorakan dukung. Tim dalam kondisi siap tampil, terutama setelah menghadapi tim-tim level dunia. Dengan pengalaman yang bertambah tersebut, tentunya memunculkan rasa optimisme," imbuhnya.

Selama persiapan, Garuda Jaya mencicipi Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014, di Brunei Darussalam, 9-23 Agustus dan ujicoba tur Nusantara.

Kemudian, tur Timur Tengah (9-18 April). Dalam kesempatan tersebut, Timnas Indonesia U-19 meraih tiga kemenangan, sekali kalah dan satu pertandingan lainnya berakhir imbang. Lalu, menjalani pemusatan latihan serta uji coba di Spanyol. Yakni, lawan Valencia B, Atletico Madrid B, Real Madrid C, dan Barcelona B. (esa/dzi)


Djohar Arifin Minta Timnas U-19 Perjuangkan Piala Dunia U-20

© Eggi Paksha

Bola.net - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin berharap timnas Indonesia U-19 mampu mencetak sejarah dan berprestasi saat tampil di Piala Asia U-19, di Myanmar, pada 9-23 Oktober 2014 demi tiket tampil di Piala Dunia U-20.

Garuda Jaya- julukan Timnas Indonesia U-19- diharapkan bisa menembus babak semifinal demi meraih tiket Piala Dunia U-20 2015, di Selandia Baru.

Skuad arahan Indra Sjafri tersebut, tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab. Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan, akan mengawali perjuangan dengan meladeni Uzbekistan, di Stadion Thuwunna, Yangon, 10 Oktober.

"Piala Dunia U-20 harus diperjuangkan. Sebab, Indonesia belum pernah sekalipun ikut berlaga. Jika terealisasi, tentunya menjadi sejarah hebat bagi bangsa Indonesia," terang Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin.

"Karena itu, kita harus berdoa dan berjuang sungguh-sungguh agar di Myanmar bisa mencapai empat besar dan lolos. Saya sangat optimis kita bisa mewujudkannya," tuturnya.

Jelang keberangkatan, Garuda Jaya masih menjalani training centre (TC)/pemusatan latihan di Yogyakarta, Selasa (30/9) hingga 5 Oktober mendatang. Kemudian, bertolak ke Myanmar pada 5 Oktober. (esa/dzi)