Tampilkan postingan dengan label Muhammad Sahrul Kurniawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Sahrul Kurniawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2014

Latihan perdana Persebaya tanpa Evan Dimas

KANALSATU - Tim Persebaya mulai mempersiapkan skuadnya jelang kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Meski formasi belum lengkap dan resmi, Bajul Ijo sebutan Persebaya sudah melakukan latihan perdana, di lapangan Brigif I Marinir bersama asisten pelatih Tony Ho dan Ibnu Grahan, Sabtu (29/11/14).

Pada sesi latihan, berapa pemain musim lalu masih ikut bergabung, seperti Fandi Eko Utomo, Wahyu Subo Seto, Vava Mario Yagalo dan Thomas Ryan Bayu. Namun, para pemain anyar juga tampak bergabung dalam sesi latihan, seperti Suroso, Nur Mufid Fastabikhul Khoirot, Dedi Iman, Bima Ragil dan Wage Dwi Aryo.

Namun yang paling menjadi sorotan utama adalah, ada beberapa pemain eks Timnas U 19 yang sudah menjadi anak asuh Persebaya juga mengikuti test fisik, seperti M Hargianto, Fatchu Rohman, M Sahrul Kurniawan, Putu Gede Juni Antara dan Ilham Udin Armayn. 

Hanya saja, Evan Dimas dan Zulfiandi tidak tampak lantaran masih bergabung di Timnas Senior mengikuti turnamen Piala AFF 2014 Vietnam. Selain itu, CEO Persebaya, Gede Widiade juga tampak hadir memantau latihan fisik yang dimulai sejak pukul 14.00 - 16.00 didampingi duo asisten pelatih Tony Ho dan Ibnu Grahan. Persebaya pada kompetisi ISL 2015 nanti, akan menajamkan style asli Arek Suroboyo. 

"Saya ingin Persebaya di musim depan bermain lugas dan tegas. Artinya, performance kayak Persebaya lalu," tegas Gede Widiade, di sela-sela memantau latihan perdana tim Persebaya, di lapangan Brigif I Marinir, Gedangan Sidoarjo, Sabtu (29/11/14).

Ia kembali menegaskan, bahwa pada kompetisi ISL 2015, akan turun langsung dan menangani 100 persen tim Persebaya. Dengan kata lain, mencari pemain dan pelatih menjadi tanggungjawabnya. "100 persen saya akan turun. Tentukan pemain dan pelatih, bahkan sponsor," tambahnya.

Pasalnya, pada musim lalu dia mengaku hanya mendampingi dan tidak langsung turun mengetahui secara detail. "Tapi sekarang, saya akan mencari pemain dan pelatih. Saya berharap para pemain lama Persebaya yang asli Surabaya bisa bergabung. Bahkan yang bukan asli Surabaya namun pernah membela Persebaya saya persilahkan bergabung," pinta Gede Widiade.

Bahkan, Ibnu Grahan asli Surabaya dan mantan pemain Persebaya juga menambah daftar susunan asisten pelatih bersama Tony Ho. "Ibnu Grahan asli orang Surabaya dan mengerti karakter arek Suroboyo. Tony Ho tetap saya pertahankan, karena dia pernah berjasa membawa Persebaya juara divisi utama musim 2012 lalu," kata Gede Widiade.

Bagaimana dengan kepala pelatih ? Pria asal Wonokromo ini memberikan bocoran tanpa menyebut nama, bahwa rencananya skuad Persebaya akan diarsitek pelatih asing asal Brazil  dan Timur Tengah. (win16/12)

Minggu, 23 November 2014

Persebaya Panggil Pemain Timnas Garuda Jaya

SURABAYA - Persiapan Persebya Surabaya untuk kompetisi ISL 2015 mendatang belum terlihat aktivitasnya. Hanya sebatas konsolidasi dan koordinasi antara manajemen, pelatih dan juga pemain. Ini lantaran seluruh skuat Persebaya masih libur untuk musim sejak pertandingan terakhir melawan Mitra Kukar pada 30 Oktober lalu.
  
Saat ini manajemen tengah merapatkan barisan untuk menggelar latihan bagi Greg Nwokolo dkk. Manajemen pun sudah menghubungi pemain yang sedang libur, termasuk tujuh pemain jebolan timnas U-19 minus Evan Dimas Darmono untuk merapat ke Surabaya.
  
Sebagaimana diketahui, Persebaya menjadi salah satu tim ISL yang menjadi bapak asuh bagi pemain timnas Indonesia U-19. Pemain yang dimaksud adalah, M. Hargianto, Zulfiandi, Putu Gede Juni Antara, Fatchu Rohman, M Sahrul Kurniawan, dan Ilham Udin Armayn.
  
Direktur Olahraga Persebaya, Dhimam Abror Djuraid kepada Jawa Pos menyatakan bahwa pihaknya juga sudah menghubungi pemain jebolan Garuda Jaya-julukan timnas U-19 tersebut. Mengingat saat ini mereka juga sudah tidak ada aktivitas pasca dibubarkan BTN.
  
"Bahkan diantara mereka juga aktif tanya kepada kami kapan mereka bisa bergabung ke Persebaya," ujar Abror. Dengan tambahan jebolan pemain dari timnas U-19 tersebut, Persebaya bakal cukup leluasa memainkan pola permainan yang ada. Mengingat secara kualitas pemain ini sudah terbukti bagus, bukti nyata yang terlihat adalah masuknya Evan Dimas ke timnas senior.
  
"Terkecuali Evan, karena dia sedang bersama timnas senior. Untuk yang lainnya kami akan memanggil mereka semua," tegasnya. Hal yang sama disampaikan Tony Ho, pelatih yang untuk sementara diberikan manajemen mandat untuk menghandle Persebaya.
  
Tony menjelaskan bahwa pemain dari timnas U-19 nantinya bisa menambah kekuatan Persebaya plus menjadi solusi kekurangan pemain yang dirasakan mereka pada babak delapan besar ISL 2014 lalu. "Saya juga mengusulkan kepada manajemen untuk memanggil mereka," lanjutnya.
  
Sementara itu, Hargianto, salah satu pemain dari timnas U-19 ketika dikonfirmasi Jawa Pos menyatakan belum mendapatkan panggilan dari manajemen. Saat ini, gelandang enerjik yang juga jebolan diklat Ragunan itu berada di Jogjakarta. "Saya masih liburan, ini lagi ke rumah eyang di Jogjakarta mas," katanya.
  
Terkait pemanggilan itu, Hagi-sapaan akrab Hargianto-menjelaskan bahwa dirinya saat ini juga sedang kuliah. "Saat ini kami sedang kuliah juga, tetapi kalau manajemen memanggil, kami sebagai pemain ya siap saja," tegasnya. (nap) (jpnn)

Minggu, 19 Oktober 2014

Persebaya Belum Bisa Andalkan 7 Pemain Timnas U-19 di ISL


Liputan6.com, Jakarta - Persebaya Surabaya tampil kurang gereget di putaran pertama babak delapan besar Liga Super Indonesia (ISL) Grup L. Sejauh ini Persebaya belum pernah meraih kemenangan dari tiga pertandingan.

Ya, Greg Nwokolo dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang dari tiga laga. Persebaya berada di posisi ketiga dengan tiga poin, tertinggal empat angka dari Persib Bandung yang memuncaki klasemen Grup L.

Tujuh pemain Timnas Indonesia U-19 yang memperkuat Persebaya, yakni Evan Dimas, Putu Gede, Fatchu Rochman, Sahrul Kurniawan, Ilham Udin Armaiyn, Hargianto dan Zulfiandi bisa menjadi alternatif untuk di putaran kedua nanti.

Namun sayangnya, pelatih Rahmad menjelaskan tujuh pemain Garuda Jaya --sebutan Timnas U-19-- itu tidak bisa memperkuat Persebaya di putaran kedua babak delapan besar ISL.

"Kami tidak mungkin memainkan mereka di sisa musim ini karena belum didaftarkan (ke PT Liga Indonesia). Mereka juga belum bergabung dengan kami," ucap pria yang akrab disapa RD tersebut saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (18/10/2014).

Meski demikian, RD berjanji bakal memanfaatkan Evan Dimas dan kawan-kawan pada musim depan. Kemampuan penggawa Timnas U-19 bisa diandalkan Persebaya.

"Kalau untuk musim depan, saya pastikan kalau mereka bisa bergabung dengan kami," jelas RD, mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 tersebut.

Rabu, 15 Oktober 2014

Sahrul Kurniawan Siap Dipanggil Alfred Riedl

Goal.com - Bek andalan timnas Indonesia U-19, Sahrul Kurniawan, mengungkapkan keinginannya untuk segera membela timnas senior Indonesia. Ia mengaku siap dipanggil Afred Riedl kapan pun.

"Terkait kegagalan di Piala Asia U-19, saya berharap bisa lebih baik ke depannya. Timnas Senior? Saya tentu siap jika memang mendapat panggilan," tutur Sahrul pada para wartawan.

Pemain asal Ngawi tersebut juga memaparkan masa depannya usai lepas dari timnas U-19. Ia menyebut jika dirinya bakal segera fokus membela klub yang telah sukses mengikatnya, Persebaya Surabaya.

"Saya akan libur sejenak. Untuk klub, Persebaya akan jadi klub yang saya bela," pungkasnya.

Senin, 13 Oktober 2014

Gagal, Penggawa Timnas Indonesia U-19 Minta Maaf

Goal.com - Tim nasional Indonesia U-19 akhirnya harus menelan kenyataan pahit dengan tersingkir lebih dini dari Piala Asia U-19, yang digelar di Myanmar. Kepastian itu didapat setelah tim asuhan Indra Sjafri kembali kalah, kali ini dari Australia U-19, lewat skor tipis 1-0, Minggu (12/10) petang WIB.

Kesedihan sontak melanda seluruh penggawa timnas dan hal itu tampak jelas pasca wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga. Sang striker andalan, Muchlis Hadi, lantas meminta maaf pada seluruh masyarakat tanah air atas kegagalan ini.

"Kami minta maaf atas kegagalan ini. Kami sudah berjuang keras, semoga kami bisa lebih baik ke depannya," ujar Muchlis sedih.

Hal serupa juga disampaikan bek Garuda Jaya, Sahrul Kurniawan, yang sejatinya tampil gemilang menjaga pertahanan.

"Saya minta maaf pada seluruh masyarakat Indonesia. Saya juga minta maaf pada kedua orang tua saya. Kami akan berlatih lebih keras lagi. Semoga hasil di turnamen-turnamen lainnya bisa lebih baik," tutur Sahrul, sembari menahan tangis.

Senin, 22 September 2014

Sahrul Kurniawan dan Tukang Ojek Misterius


 Ferril Dennys
KOMPAS.com - Muhammad Sahrul Kurniawan merupakan bek tengah andalan saat Tim Nasional Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF 2013 dan juara grup pada Pra Piala Asia U-19 2014.

Sahrul merupakan salah satu pemain dari hasil blusukan pelatih Indra Sjafri. Saat itu, Indra mendapatkan informasi dari tukang ojek bahwa ada pemain bagus di Ngawi, Jawa Timur. Indra langsung merespon dengan meminta tukang ojek tersebut membawa Sahrul saat Timnas Indonesia U-17 melakoni uji coba melawan Persinga Ngawi pada Mei 2012.

Sahrul kemudian ikut seleksi bersama empat pemain lain di Persinga. Namun, hanya Sahrul yang lolos. Indra menilai dia memiliki ketenangan saat berduel dengan lawan.

"Waktu itu, ada uji coba dengan Persinga. Jarak seminggu, aku dipanggil uji coba melawan Timnas U-17. Aku coba-coba siapa tahu kepantau. Mulai dari situ ikut coach Indra," ungkap Sahrul dalam perbincangan dengan Kompas.com.

Sejak itu, Sahrul kemudian menjadi palang pintu yang kokoh bagi Garuda Jaya. Gelar pertama yang dikecap pemain kelahiran 5 Juni 1995 tersebut adalah juara turnamen invitasi Hongkong Jockey Club (HKJC) bersama Timnas U-18. Ia kemudian bersama Timnas U-19 menikmati gelar Piala AFF 2014 dan juara Grup G Pra Piala Asia U-19 2014.

Yang masih menjadi misteri sampai saat ini adalah sosok tukang ojek yang memberikan informasi mengenai dirinya kepada Indra Sjafri. "Cerita yang beredar begitu. Namun, aku belum tahu siapa tukang ojek itu. Aku enggak tahu sampai sekarang," akunya.

Melalui sepak bola, Sahrul berhasil mengangkat derajat keluarganya. Sahrul merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Orangtuanya Nyartomo dan Pariyem hanya bekerja sebagai petani.

Sahrul sempat tinggal di Jakarta selama setahun, sebelum memutuskan pulang kampung pada 2002. Alasan utama Sahrul dan keluarganya pulang kampung karena kesulitan memenuhi kebutuhan di Ibu Kota.

Sahrul kemudian mengenal teknik sepak bola saat berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) Jogorogo. Untuk mewujudkan impiannya sebagai pemain sepak bola, Sahrul berhadapan dengan berbagai kendala.

Ia terpaksa menggunakan sepatu yang penuh jahitan karena orangtuanya tak memiliki dana untuk membelikan sepatu yang berkualitas. Ibunya, Pariyem, hanya meminta Sahrul menjahit sepatunya ke tukang jahit setiap kali robek.

Sahrul tak berpuas diri. Ia ingin terus membanggakan orangtuanya dengan membawa Timnas U-19 mewujudkan misinya lolos ke Piala Dunia U-20. "Aku memiliki motivasi membahagiakan kedua orang tua," tuturnya.

Profil singkat:

Nama Lengkap : Muhamad Sahrul Kurniawan
TTL: Kabupaten Ngawi, Jawa Timur / 5 Juni 1995
Posisi: Centerback

Senin, 18 Agustus 2014

Sahrul Senang Timnas U19 Bisa Bangkit

sidomi

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR SERI BEGAWAN - Pertandingan antara tim nasional Indonesia U19 dan Singapura berakhir dengan kemenangan para Garuda muda 6-0 di Stadion Negara Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Senin (18/8/2014) petang. Kemenangan ini disambut gembira oleh para pemain, salah satunya Sahrul Kurniawan.

Bek tangguh timnas U19 asal Ngawi, Jawa Timur, tersebut merasakan aura kebangkitan dari rekan-rekannya. "Saya senang anak-anak bisa bangkit. Dari pertandingan tersebut, mungkin kita bisa berbenah diri dan evaluasi. Yang pasti, kita akan berlatih keras. Semoga kita bisa menang," ujar pemain bernomor punggung 13 itu.

Meski gagal melaju ke semifinal HBT 2014, para Garuda muda berhasil menggilas Singapura enam gol tanpa balas di Stadion Negara Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Dalam laga tersebut, empat gol dicetak oleh striker bernomor punggung 7, M Dimas Drajad. Sementara dua gol lainnya dicetak oleh masing-masing pemain sayap nomor 20, Ilham Udin Armaiyn, dan playmaker bernomor punggung 17, Paulo Oktavianus Sitanggang. Dengan hasil ini, timnas mengantongi tiga poin, namun tetap tidak kuasa lolos ke babak berikut.

Jumat, 15 Agustus 2014

Timnas U-19 Kehilangan Tiga Pemain untuk Hadapi Kamboja

SURYA/ERFAN HAZRANSYAH

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Tim Nasional U-19 Indra Sjafri mengatakan pihaknya menyiapkan formula baru dengan memanfaatkan keterbatasan pemain di babak penyisihan Turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) di Brunei Darussalam melawan Kamboja, Sabtu (15/8/2014).

Di laga ini, Garuda Jaya kehilangan tiga pemain andalannya yakni Gelandang Paolo Sitanggang dan pemain belakang M Sahrul, yang sama-sama terjegal akumulasi kartu.

Dan gelandang Zulfiandi yang masih menjalani perawatan cedera. Gelandang bernomor punggung 19 ini mengalami cedera saat Garuda Jaya melakoni laga perdana melawan Malaysia. Kondisi ini membuat Garuda Jaya alami kritis gelandang saat menghadapi Kamboja.

"Kami akan menurunkan formula baru dengan sisa pemain yang ada," ujar Indra Sjafri kepada Harian Super Ball, Jumat (15/8/2014).

Garuda Jaya alami situasi terpuruk di Turnamen HBT dengan dua kali kalah telak masing-masing skor 1-3 melawan Brunei Darussalam dan Vietnam serta satu kali imbang tanpa gol menghadapi Malaysia.

Indra Sjafri mengatakan mental Garuda Jaya jatuh saat mendapatkan gawangnya kemasukan dua gol dalam waktu cepat saat melawan Vietnam.

Saat ditanya apakah keterpurukan mental ini sebagai dampak dari keputusan mendadak PSSI membatalkan Garuda Jaya mengikuti turnamen ke Spanyol, Indra enggan menjawab. "Saya No Comment soal itu," ujarnya.

Kamis, 14 Agustus 2014

Lawan Kamboja, Sahrul dan Paulo Sitanggang Absen


TRIBUNNEWS.COM, BANDAR SERI BEGAWAN - Kekalahan Timnas U-19 atas Vietnam U-19, 1-3 dalam Hassanal Bolkiah Trophy 2014, Rabu (13/8/2014) kemarin, menurut pelatih Indra Sjafri, karena mental anak asuhannya down ketika dua gol cepat membobol gawang Ravi Murdianto.

"Kesimpulan pertandingan, dengan terjadinya dua gol cepat, moral dan skema permainan menjadi runtuh. Setelah ini kami akan melakukan evaluasi permainan dari 3 pertandingan terakhir dengan seluruh tim pelatih berdasarkan data dari tim analisis," ujar Indra Sjafri usai pertandingan.

"Untuk pertandingan lawan Kamboja, kita menunggu hasil evaluasi, mengingat dua pemain terkena akumulasi (Paulo dan Sahrul) dan hasil data medis mengenai pemain yang cedera," tambahnya.
 

Kamis, 31 Juli 2014

Profil Skuad Garuda Jaya : Muhammad Sahrul Kurniawan


Nama Lengkap : Muhammad Sahrul Kurniawan
Nama Panggilan : Sahrul
Nomor Punggung : 13
Posisi : Pemain Belakang
Tempat / Tanggal Lahir : Ngawi / 5 Juni 1995
Klub : Persinga Ngawi 
Ayah : Nyartono 
Ibu : Pariyem

Selasa, 29 April 2014

Sahrul Terharu Bisa Umroh


TRIBUNNEWS.COM, KARAWACI - Ibadah umroh uyang dijalani tim nasional U19 beberapa waktu lalu sangat berharga bagi para punggawa. Bek Sahrul Kurniawan, merasa terharu bisa menjalani ibadah umroh.

"Aku terharu sekali waktu umroh. Akhirnya aku bisa umroh," ungkap Sahrul kepada Tribunnews.com, Selasa (29/4/2014).

"Aku orang pertama di keluargaku yang bisa umroh," imbuh pemuda asal Ngawi itu.

Ibadah umroh tersebut merupakan bagian dari tur Timur Tengah tim nasional U19. Setelah menjalani ibadah umroh, semua anggota tim, termasuk pelatih kepala Indra Sjafri, mencukur pendek rambut mereka.

Sabtu, 18 Januari 2014

Profil Muhammad Sahrul Kurniawan

Muhammad Sahrul Kurniawan adalah anak dari empat bersaudara yang menjadi pemain sepak bola sejak duduk di bangku TK Al-Qur’an (Getar) sekitar tahun 2001 di wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Setahun kemudian, karena kondisi sebagai pekerja serabutan di kota besar sepi Nyartomo ayahnya memutuskan pulang kampung ke Jogorogo-Ngawi, meski demikian tanggung jawabnya sebagai ayah dari empat anak tidak menyurutkan untuk kembali bekerja sebagai buruh tani di kampungnya.
Selanjutnya beber Nyartomo, ketika putra bungsunya tersebut menginjak kelas V di SDN 1 Jogorogo minat akan bola terus berkobar dengan modal nekat dia masukan ke Sekolah Sepak Bola (SSB) di Jogorogo dibawah asuhan pelatih Surawan. Awal di SSB inilah Syahrul terus mengembangkan bakat yang dimilikinya tidak pelak beberapa prestasi mulai diraih.

Dan lebih memprihatinkan lagi seperti penjelasan Pariyem, tidak jarang sehabis main bola sepatu anaknya ini sering robek. Karena tidak punya uang lebih guna membelikan sepatu bola yang berkwalitas terpaksa sebagai seorang ibu, Pariyem mengaku menyuruh Syahrul untuk menjahitkan ke tukang sepatu yang tidak jauh dari rumahnya.
Kemudian setiap kali Syahrul main di ajang Piala AFF U-19 saat ini dengan posisi sebagai pemain centerback, terang Nyartomo maupun Pariyem sebagai orang tua tidak punya persiapan khusus dirumahnya.
Hanya saja Amir Suwanto salah satu kakak Syahrul pergi naik bus menuju ke Stadion Delta Sidoarjo guna menonton langsung dimana Piala AFF U-19 sedang digelar.
Dan memasuki bangku SMA tambah Surawan, Syahrul selalu diikutkan ke kompetisi sesuai kelompok umur dengan posisi sebagai kapten tim terutama saat gabung di klub Margolangu FC yakni klub bola setingkat Kecamatan Jogorogo.

Dan yang paling menonjol prestasi Syahrul jelas Surawan saat mengikuti event Britama Cup U-16 di Kabupaten Ngawi tahun 2010.
Dari berbagai kompetisi inilah karier cemerlang mulai menanjak dalam diri Syahrul terutama saat tanding di kompetisi Ngawi FC Divisi 3 tingkat regional. Dan menyangkut lolosnya Syahrul ke timnas, Surawan mengakui memang ada empat pemain yang diseleksi Indra Sjafri pelatih timnas ketika di Ngawi akan tetapi hanya Syahrul sebagai pemain Persinga yang lolos seleksi saat itu.


Biodata Muhammad Sahrul Kurniawan : 

Nama Lengkap : Muhammad Sahrul Kurniawan
Nama Panggilan : Sahrul
Nomor Punggung : 13
Posisi : Pemain Belakang
Tempat / Tanggal Lahir : Ngawi / 5 Juni 1995
Klub : Persinga Ngawi 
Ayah : Nyartono
Ibu : Pariyem