Tampilkan postingan dengan label UNY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNY. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 November 2014

Timnas U-19 Mulai Kuliah Perdana di UNY

JAKARTA - Anggota Tim Sepak Bola Nasional U-19 memulai kuliah perdana mereka di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mereka berada dalam satu kelas yang sama yakni kelas D jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO).

Kuliah perdana tersebut dibuka oleh Wakil Dekan I FIK UNY Panggung Sutopo dilanjutkan oleh Ketua Jurusan PKO Endang Rini Sukamti. Sementara itu, Sekretaris Jurusan PKO Siswantoyo memberikan penjelasan umum dan teknis kegiatan perkuliahan kepada tim sepakbola kebanggaan Indonesia tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Siswantoyo mengungkap rahasia sukses bagi para atlet muda itu dalam menempuh perkuliahan hingga lulus. “Seluruh mata kuliah dalam 3,5 tahun ini bisa kalian tempuh dengan baik asalkan kalian mengikutinya dengan senang hati,” ujar Siswantoyo, seperti dikutip dari laman UNY, Rabu (26/11/2014).

Dia menjelaskan, para anggota Timnas U-19 akan mengikuti perkuliahan dengan sistem blok-waktu. Sehingga kegiatan perkuliahan disesuaikan dengan jadwal latihan.

“Mereka akan kembali ke klub masing-masing selama musim kompetisi dan kembali ke Yogyakarta untuk kuliah saat off-season,” ungkapnya.

Kerjasama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan UNY tersebut dilakukan selama sekira tahun yang dialokasikan cukup bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi mereka. Sama seperti mahasiswa pada umumnya, dalam penyelesaian tugas akhir, anggota Timnas U-19 akan diarahkan untuk mengambil penelitian atau kajian ilmiah yang berhubungan dengan bidang sepak bola.

“Di semester keempat, pihak universitas akan memberikan evaluasi kemajuan mahasiswa selama perkuliahan kepada PSSI. Berdasarkan evaluasi tersebut, akan diperoleh rekomendasi maupun warning bagi mahasiswa apabila tidak mencukupi minimal jumlah SKS sesuai peraturan yang berlaku,” papar Siswantoyo.

Kuliah pertama timnas U-19 ini adalah Sarana dan Prasarana Olahraga Prestasi. Sama seperti mahasiswa lain, mereka sangat antusias dan tidak canggung menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dosen pengampu. Dalam sesi sharing experience, mereka berbagi pengalaman terkait fasilitas olahraga di berbagai stadion baik di dalam maupun di luar negeri. (Okezone)

Sabtu, 27 September 2014

UNY Godok Kurikulum Timnas U-19


KBRN, Yogyakarta : Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak mau setengah hati membiayai pemusatan latihan jangka panjang Tim Nasional (Timnas) U-19. Skuad Garuda Muda bahkan dikumpulkan menjadi satu untuk menempuh Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Tujuannya, selain mengejar prestasi, PSSI juga memperhatikan pentingnya Pendidikan bagi punggawa Timnas U-19. Meski kerap ditinggal untuk berbagai uji coba, baik di dalam atau di luar negeri, pihak UNY tidak mempermasalahkan kepergian Evan Dimas Cs membela nama Merah Putih, termasuk saat melakoni sejumlah laga uji coba di Spanyol baru-baru ini.

"Pihak Universitas memberlakukan kelas khusus bagi personil Timnas U-19," kata Lumintiarso, Dosen dan juga Ketua Jurusan Ilmu Keolahragaan UNY kepada RRI, Jum'at (26/9/2014).

Sementara untuk metode perkuliahan, pihak Kampus kini tengah menimbang 3 model pembelajaran agar dapat menyiasati Kurikulum yang ada dengan kewajiban berlatih dan membela Timnas. Model pembelajaran yang dipilih dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan jadwal Timnas U-19.

"Pihak UNY tetap akan memberi dukungan penuh dan Pendidikan yang terbaik bagi Timnas U-19. Termasuk jeda atau libur perkuliahan saat tim asuhan Indra Syafri itu berlaga di Piala AFC U-19 2014 di Myanmar mulai 9 Oktober sampai 23 Oktober mendatang," tambahnya. (RA/HE/DS)

Rabu, 03 September 2014

Pakai Baju Almamater Kampus, Timnas U19 Makin Percaya Diri

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengungkapkan mental para anak asuhnya sudah semakin meningkat.

“Mental anak-anak semakin meningkat. Dalam waktu satu setengah bulan akan kembali seperti semula,” kata Indra, seperti dikutip situs Timnas.
com
, Selasa (2/9).

Indra Sjafri mengatakan refreshing dua hari di Kaliurang sangat mempengaruhi perbaikan mental para pemainnya. Selain itu, masa ospek dan memakai baju almameter kampus UNY juga membuat para pemain semakin percaya diri.

“Ospek membuat mental dan moral mereka meningkat sekaligus juga menambah kepercayaan diri mereka,” kata Indra.

E-Learning Beri Kemudahan untuk Timnas U-19

                                                                                                                         Gonang Susatyo
Bolanews.com - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sudah menyiapkan model perkuliahan bagi punggawa timnas U-19. Untuk mensiasati jadwal tanding di luar Yogyakarta, UNY akan menggunakan teknologi pembelajaran elektronik atau e-learning.


Saat ini ada 22 pemain timnas U-19 yang masuk UNY. Semua masuk Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).

Saat tengah menjalani tur di luar Yogyakarta, Evan Dimas dkk. bisa menggunakan Skype atau cukup mengirim materi kuliah lewat email.

"Saat mereka di luar Yogyakarta untuk tandang atau melakukan tur, maka perkuliahan menggunakan model pemberian modul dan pembelajaran elektronik atau e-learning," kata Siswantoyo selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Kepelatihan FIK UNY kepada kontributor Bolanews, Gonang Susatyo.

"Kami juga akan menyediakan pendampingan bagi mereka sehingga proses belajar mengajar berjalan lancar," imbuhnya.
Garuda Jaya akan tampil di Piala AFC U-19 di Myanmar pada Oktober mendatang.

Senin, 01 September 2014

Indra Sjafri Tata Pemain Timnas U-19 Jadi Pelatih Masa Depan

dok. tribunnews

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri mengatakan pihaknya membangun skuat Garuda Jaya bukan sekedar mengasah kemampuan di lapangan semata. Pelatih asal Padang, Sumatera Barat ini juga memikirkan masa depan Evan Dimas dkk setelah gantung sepatu alias tidak lagi aktif sebagai pemain.

"Makanya saya minta mereka semuanya kuliah tentu saja proses belajarnya menyesuaikan dengan jadwal kita," ujar Indra Sjafri kepada Harian Super Ball, Minggu (31/8/2014).

Sebagian besar pemain timnas Indonesia U-19 menjalani kegiatan perkuliahan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gajah Mada (UGM). Mereka masuk ke perguruan tinggi ternama itu melalui jalur olahraga. Selain memikirkan pendidikan umum, Indra juga menyarankan kepada anakasuhnya untuk mengambil sertifikat pelatih lisensi C. Sehingga begitu karir di sepakbola sebagai pemain sudah habis, mereka bisa melanjutkan kegiatan di lapangan hijau sebagai pelatih.

"Saya sudah sampaikan dari awal kepada mereka harus mengambil lisensi C agar nantinya bisa menjadi pelatih. Sehingga setelah saya selesai banyak generasi penerusnya," ujarnya.
Indra mengatakan dirinya mengendalikan timnas U-19 bukan saja dari sisi pengembangan permainan semata. "Saya sudah tata masa depan mereka nantinya. Bukan hanya soal skill saja, tapi sudah jauh ke depan. Diharapkan mereka nantinya bisa berguna buat bangsa," ujarnya.

Timnas U-19 menjadi satu-satunya tim kebanggaan Indonesia. Garuda Jaya yang berhasil meraih juara di turnamen AFF 2013 ini diharapkan mampu mengulangi kesuksesannya di Piala Asia 2014 Myanmar, Oktober mendatang. "Kami mohon dukungan dan doanya dari masyarakat agar bisa meraih terget Oktober nanti," ujarnya.

Timnas U-19 bersiap untuk menjalani pemusatan latihan di Eropa, awal September 2014. Indra memilih anakasuhnya berkonsentrasi untuk mematangkan penyerangan dan pertahan dalam pemusatan latihan dan menanggalkan Turnamen Pre-Repatori AFF Vietnam.

Adalah Timnas Indonesia U-19B yang dibesut pelatih Rudi William Keltjes yang akan menggantikan peran Evan Dimas dkk di laga Pre-Repatori itu. 

Selasa, 26 Agustus 2014

Indra Berharap Ospek Bikin Pemain U-19 Lebih Pede



 ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

VIVAbola - Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, menyambut baik Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) yang dijalani para pemainnya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Indra berharap kegiatan seperti ini mampu membangkitkan kepercayaan diri para pemainnya yang sempat drop belakangan ini.

Mental para pemain Garuda Jaya memang sempat terpuruk akibat kegagalan di Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) baru-baru ini. Pada turnamen ini, Timnas U-19 tersingkir di babak penyisihan. Berada di Grup B, Garuda Jaya menelan tiga kekalahan, sekali imbang, dan hanya meraih satu kali kemenangan.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada rektor UNY yang telah menerima para pemain U-19 sebagai mahasiswa baru di UNY," kata Indra Sjafri saat ditemui di Yogykarta, Senin, 25 Agustus 2014.

Saat ini, sebanyak 22 pemain Timnas U-19 diterima sebagai mahasiswa UNY. Sedangkan satu pemain lagi pilih melanjutkan pendidikannya di Universitas Gajah Mada (UGM). Menurut Indra, kegiatan Ospek merupakan dunia yang baru bagi para punggawanya.

"Saya melihat mereka senang sekali. Ini momentum yang baik untuk meningkatkan kepercayaan para pemain," kata Indra.

Kegiatan Ospek di UNY telah berlangsung sejak kemarin. Acara ini akan bergulir hingga 29 Agustus mendatang.

Tidak semua kegiatan diikuti Evan Dimas dan kawan-kawan. Pasalnya, mereka harus membagi waktu dengan jadwal latihan. Garuda Jaya juga rencananya akan berlatih di Eropa mulai 10 September mendatang. (one)

Indra Sjafri: Timnas U-19 Nikmati Masa Ospek di UNY

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, menilai anak-anak didiknya gembira menjalani ospek sebagai mahasiswa baru di Universitas Negeri Yogyakarta. Ia pun berharap, anak-anak mendapatkan pengalaman dan perspektif baru.

"Pertama saya mengucapkan terima kasih untuk Rektor UNY karena telah menerima anak-anak Timnas U-19 kuliah di kampus ini,"ujar Indra Sjafri, saat ditemui di stadium UNY Senin (25/08/2014).

"Saya melihat langsung dan media juga melihat mereka sangat gembira dengan situasi baru sebagai mahasiswa. Mudah-mudahan situasi ini bisa membangkitkan kembali kepercayaan diri mereka," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 23 pemain Timnas Garuda Jaya U-19 telah diterima menjadi Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan ospek digelar sejak Senin (25/08/2014) di GOR UNY.(Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

Senin, 25 Agustus 2014

Evan Dimas Cs Siap Lulus Tepat Waktu



 Foto : Agus Suwarto

YOGYA (KRjogja.com) - Pemain Tim Nasional (Timnas) U-19 Evan Dimas Cs mengaku siap menempuh perkuliahan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sembari mengikuti training dan pemusatan latihan yang ketat dari pelatih Garuda Jaya. Bahkan, mereka bertekad untuk bisa lulus tepat waktu.

Kepada wartawan di GOR UNY, Senin (25/08/2014), disela mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) UNY 2014, Evan Dimas mengaku optimis bisa menyelesaikan studi dengan baik, meski disibukkan dengan agenda latihan dan turnamen sepakbola.

"Alhamdulillah bisa kuliah lagi, semoga bisa lulus tepat waktu," ucap Evan Dimas. Kapten Timnas U-19 ini mengaku sudah lama rindu dengan perkuliahan, apalagi dirinya juga sebelumnya sudah tercatat sebagai mahasiswa di salah satu universitas di Surabaya.

Diakui Evan Dimas, kesempatan menempuh pendidikan tinggi memang sempat menjadi problem tersendiri bagi dirinya dan pemain Garuda Jaya lainnya, terutama dalam hal mengatur waktu antar studi dengan latihan. Namun, kerjasama PSSI dengan UNY untuk membekali pemain Timnas U-19 agar bisa studi menjadi 'angin segar'.

Pelatih Timnas U-19 Indra Safri mengatakan, Evan Dimas Cs menempuh studi di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY Program Studi Kepelatihan di sela-sela waktu berlatih. Menurutnya, pendidikan akademik tetap penting bagi anak asuhnya, meski kualitas latihan bermain bola tidak bisa diabaikan.

"Semua anak yang tergabung dalam Timnas U-19 ini akan dijadikan satu dalam kelas khusus, sehingga pembagian waktu perkuliahan dan latihan bermain bola bisa berlangsung baik. Namun, nantinya semuanya diserahkan pada pemain masing-masing," kata Indra Safri.

Dikatakan Indra Safri, saat ini semua pemain Garuda Jaya belum memasuki latihan rutin. Meski begitu, dalam minggu ini, usai mengikuti turnamen Piala Hasanah Bolkiah, mereka siap untuk menjalani latihan kembali untuk mempersiapkan diri untuk melakoni turnamen berikutnya. (Asa)

Sumber 

Ikut Ospek Mahasiswa Baru di UNY, Kiper Timnas U19 Bahagia



 KOMPAS.com/Wijaya Kusuma

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kiper Timnas U19, Ravi Murdianto, mengikuti ospek pengenalan kampus bersama ribuan mahasiswa baru di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ravi mengaku senang menjalaninya.

"Ya, senang banget ikut ospek pertama di kampus," ujar Ravi, Senin (25/8/2014).

Ravi mengungkapkan, meski waktu ospek selanjutnya akan berbeda dengan jadwal ospek teman-temannya sekarang namun dia sangat antusias mengikuti ospek pengenalan kampus di hari pertama karena bisa bertemu dengan teman-teman seangkatan.

"Acaranya menarik. Waktunya memang dibedakan karena disesuaikan dengan waktu latihan," tegasnya.

Sementara itu, Rektor UNY, Rochmat Wahab, mengatakan bahwa pada intinya, kegiatan ospek digelar agar para mahasiswa baru itu bisa merasa lebih dekat dengan kampus tempat mereka menuntut ilmu ke depannya.

"Mengenalkan mereka mengenai seluruh kampus dimana mereka akan menimba ilmu," ungkap Rochmat.

Dalam ospek di UNY, lanjutnya, mahasiswa baru akan dikenalkan pada struktur kampus, kurikulum kampus, perpustakaan, IT E Learning serta kehidupan kampus dan unit kegiatan Mahasiswa yang ada.

Mengenai kegiatan ospek bagi pemain timnas U-19 lanjutnya, format akan dibedakan namun nanti akan ada waktu untuk mereka digabungkan dengan mahasiswa baru lainnya 

"Untuk pemain timnas U19 acara ospek akan disesuaikan dengan waktu latihan sehingga kegiatan latihan dan ospek dapat berjalan beriringan," pungkasnya.

Ospek Bantu Pulihkan Mental Timnas U-19



 KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 23 pemain tim nasional Indonesia U-19 sedang mengikuti ospek sebagai mahasiswa baru di Universitas Yogyakarta (UNY) mulai hari ini, Senin (25/8/2014). Menurut pelatih Indra Sjafri, suasana baru seperti ospek bisa membantu memulihkan mental pasukannya pascameraih hasil kurang memuaskan di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014.

"Butuh waktu (memulihkan mental). Namun, dengan adanya suasana baru ospek di kampus, hal itu salah satu suasana yang membantu," kata Indra kepada Kompas.com.

Dalam turnamen HBT, Garuda Jaya tiga kali menelan kekalahan, sekali meraih hasil imbang, dan sekali memetik kemenangan. Pengalaman buruk itu menjadi pelajaran berharga bagi Timnas U-19. Mereka semakin termotivasi untuk menebus kegagalan itu pada Piala Asia U-19, di Myanmar, 9-23 Oktober 2014.

Sebagai persiapan terakhir, Garuda Jaya akan melakoni pelatnas di Yogyakarta mulai hari ini dan Evan Dimas dan kawan-kawan dijadwalkan menggelar tur di Eropa.

Soal tur ke Eropa, Indra mengatakan,"Masih didiskusikan dengan Badan Tim Nasional (BTN)."

Pada Piala Asia U-19, Indonesia segrup dengan Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab. Jika masuk semifinal, Garuda Muda akan tampil di Piala Dunia U-20 2015 Selandia Baru.

Sepanjang sejarah Piala Asia U-19, Indonesia menjadi runner-up pada 1967 dan 1970 dan semifinalis pada 1960 dan 1962. Pada final 1967, Indonesia kalah dari Israel, sementara pada 1950 kalah dari Burma (Myanmar).

Ikuti Ospek di UNY Pemain Timnas U-19 Tetap Diburu Untuk Berfoto


KEGIATAN  Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek) Mahasiswa Baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (25/8) terlihat spesial. Hal itu lantaran kegiatan Ospek diikuti 22 pemain Timnas U-19.

Humas UNY Dedi Hedianto saat dihubungi mengatakan, Ospek tahun ajaran 2014/2015 lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.

“Banyak mahasiswa lain yang ingin berfoto dengan pemain asuhan Indra Sjafri tersebut,” kata Dedi. Menurut Dedi, Kapten Tim U-19 Evan Dimas menjadi pemain yang paling sering diajak foto.

Mereka akan mengikuti kegiatan Ospek selama 4 hari. Untuk Senin (25/8) dan Selasa (26/8), Evan Dimas dan kawan-kawan mengikuti kegiatan Ospek universitas. Rabu (27/8) dan Kamis (28/8) mereka akan mengikuti kegiatan Ospek di Fakultas Ilmu Keolahragaan.

Seperti diberitakan, punggawa Garuda Jaya tersebut diterima kuliah di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY. Ospek dimulai sejak Senin (25/8).(sportanews.com)

Minggu, 24 Agustus 2014

UNY Siap Didik Pemain Timnas U-19 Jadi Pelatih Sepak Bola

Liputan6.com, Yogyakarta - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berjanji akan mendidik 23 pemain Timnas Indonesia U-19 dengan baik. Bahkan, UNY akan menjadikan penggawa Garuda Jaya (sebutan Timnas U-19) pelatih sepak bola usia muda bersertifikat.

Rektor UNY, Rochmat Wahab menjelaskan, mata kuliah yang akan didapatkan pemain Timnas U-19, yakni Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO). Dengan banyaknya pendidikan olahraga yang diberikan UNY, penggawa Garuda Jaya diharapkan mampu menjadi pelatih muda.

"Mereka sudah menjadi pemain yang baik. Nantinya, mereka juga bisa menjadi pelatih yang profesional. Kalau mau jadi profesional, mereka harus mendapat pendidikan yang tersistem," ucap Rochmat, Minggu (24/8/2014).

Ia menjelaskan, selama pengajaran di bidang kepelatihan, Timnas U-19 akan dipimpin langsung oleh dosen Komarudin sebagai team leader di bidang sepak bola.

"Saya harap ini akan menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Semoga UNY akan menjadi pelopor bagi universitas lain yang bisa menciptakan pelatih muda," dia mengakhiri.

UNY juga telah menyiapkan pendidikan berbasis e-learning bagi para pemain Timnas U-19. Hal itu membuat pemain bisa melakukan kegiatan pendidikan disela waktu latihan maupun pertandingan membela bangsa.

"Nanti pendidikannya tidak harus tatap muka. Walau pun mereka berada jauh dari kampus, tapi masih tetap bisa belajar," pungkasnya. 

Pembukaan Ospek UNY, Ketum PSSI Jadi Wakil Timnas U-19



 Daru Waskita/VIVAbola

VIVAbola – Sebanyak 22 punggawa Timnas Indonesia U-19 mulai mengikuti Ospek yang digelar oleh Univeritas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan itu diawali dengan pertemuan orang tua mahasiswa baru yang berlangsung Minggu 24 Agustus 2014 di Gedung Olah Raga (GOR) UNY, Yogyakarta.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin mewakili orang tua dari 22 punggawa Garuda Jaya. Dalam sambutannya, dia mengatakan, harkat dan martabat suatu bangsa akan dihargai oleh bangsa lain salah satunya melalui prestasi olahraga. Oleh karena itu, pendidikan penting untuk atlet-atlet tanah air.

“Pada sisi pendidikan kepelatihan, kurang serius diperhatikan. Padahal pelatih adalah ujung tombak peningkatan prestasi,” kata Djohar kepada wartawan.

Djohar menjelaskan bahwa pelatih dan pemain menyadari bahwa mereka sangat memerlukan sports science yang terdiri dari sports medicine, sports IT, dan sports nutrition. Hal itu penting untuk meningkatkan kualitas di mana penerapan sports science mutlak diperlukan untuk meningkatkan kemampuan atlet.

“Penerapan sports science wajib masuk dalam setiap program pelatihan. Padahal sport science masih dianggap mahal dan tak terjangkau, untuk itu perlu diintensifkan sosialisasi pemanfaatan sport science yang terjangkau dan aplikatif,” jelasnya.

Selain para orangtua dari mahasiswa baru, pada kesempatan ini, para pemain Timnas U-19 diwakili oleh pelatih dan ofisial mereka. Djohar berharap kerjasama antara PSSI dengan perguruan tinggi di Indonesia bisa terus berlanjut ke arah positif.

Dia ingin melihat atlet-atlet Indonesia mendapat pelajaran dan pelatihan, sehingga memiliki bekal ketika tak lagi menjadi pemain sepakbola aktif. Selain itu, fasilitas di kampus juga dipercaya bisa menunjang pengembangan penelitian di bidang olahraga yang bisa memajukan sepakbola Indonesia.

“Kerjasama dengan perguruan tinggi mendirikan Pusat Informasi Sports Sains (PIS), itu pilar penerapan sport science. Di fasilitas PIS ini pula dilaksanakan program soccer of excellence bagi bibit-bibit pemain berbakat,” terangnya.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Pemain Timnas U-19 Dapat Ospek Khusus di UNY



 KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Penggawa Timnas U-19 yang sudah diterima menjadi mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan mengikuti ospek atau pengenalan kampus secara khusus mulai 24  Agustus 2014 di GOR UNY.

"Semua mahasiswa baru ikut ospek, termasuk pemain timnas yang sudah diterima," ucap Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY Rupis Agus Sudarko, Sabtu (23/08/2014).

Agus menuturkan total ada 23 pemain Timnas U-19 yang akan mengikuti ospek. Tetapi para penggawa Garuda Jaya tidak menjalani kegiatan ospek bersama mahasiswa yang lainya, karena anak asuh Indra Sjafri akan diberikan ospek secara khusus.

"Mereka akan mengikuti ospek khusus. Tidak diikutkan bersama mahasiswa yang lainya," tambah Agus.

Meski mendapat kekhususan, tetapi lokasi penyelanggaraan ospek untuk para pemain Timnas U-19 sama dengan mahasiswa baru lainya yakni di GOR UNY.

"Lokasinya sama. Mereka akan ospek mulai Senin sampai Jumat," ujarnya.

Menurutnya, dari data terakhir ada satu pemain Timnas U-19 yakni Martinus Novianto berencana mengajukan permohonan pindah jurusan dari Ekonomi ke FIK. Pemain Timnas U-19 yang diterima di FIK total ada 22 orang. Jika Martinus jadi pindah maka menjadi 23 orang.

"Awalnya sudah diterima di Ekonomi UNY. Tapi ingin kuliah bareng sama teman-temanya di FIK, perkembanganya saya belum tahu," ujarnya.

Ketum PSSI Jadi Wali 23 Pemain Timnas U-19 di UNY

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dipastikan akan hadir di acara pertemuan orangtua mahasiswa baru di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Minggu (24/08/2014). Ketua PSSI ini hadir sebagai wali 23 pemain Timnas U-19 yang telah diterima kuliah di UNY.

Hal itu diungkapkan Kepala Humas UNY, Anwar Effendi, Sabtu (23/08/2014). Dia menambahkan, selain hadir sebagai wali untuk 23 pemain Timnas U-19, Djohar juga akan memberikan orasi ilmiah di hadapan orangtua dan mahasiswa baru. Orasi ilmiah tersebut diharapkan melecut semangat mahasiswa baru UNY dan orangtua untuk mengharumkan nama bangsa lewat prestasi dari segala bidang.

Sebelumnya, lanjutnya, direncanakan Kasad yang akan memberikan orasi di depan mahasiswa baru dan orangtua. Tetapi karena tidak bisa hadir lalu ditunjuklah Djohar, selaku Ketum PSSI.

"Di acara pertemuan itu, beliu (Djohar Arifin) secara simbolis mewakili semua orang tua mahasiswa baru akan menyerahkan pendidikan anaknya kepada UNY kepada rektor UNY," ujar Anwar.

Anwar menambahkan, usai acara pertemuan antara orangtua mahasiswa baru, pada Senin (25/08) UNY akan menggelar ospek. Kegiatan pengenalan kampus ini diikuti oleh semua mahasiswa baru termasuk 23 pemain Timnas U-19.

"23 pemain timnas semuanya terdaftar di Fakultas FIK UNY," ungkapnya.

23 Pemain Timnas U-19 Jalani "Hidup Baru"...



  KOMPAS.com/Wijaya kusuma

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Para penggawa Timnas Garuda Jaya U-19 akan menjalani hidup baru. Mulai Minggu (24/8/2014), mereka akan menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta.

"(Sebanyak) 23 pemain Timnas U-19 telah diterima di UNY," kata Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta, Rumpis Agus Sudarko, Sabtu (23/8/2014).

Awal kegiatan para pemain tersebut akan dimulai dengan kegiatan orientasi pengenalan kampus. "Semua mahasiswa baru ikut dalam kegiatan itu," kata Rumpis.

Rumpis mengatakan, kegiatan di tingkat universitas akan dimulai pada Senin (25/8/2014). Namun, kegiatan di fakultasnya berlangsung lebih awal, Minggu, dan berakhir pada Jumat (29/8/2014).

Berdasarkan data mahasiswa baru, ada 22 pemain Timnas U-19 yang masuk ke Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY. Satu pemain yang awalnya diterima di Fakuktas Ekonomi masih dalam proses ingin pindah ke FIK.

Jumat, 22 Agustus 2014

Djohar Bakal Dampingi Timnas U-19 Jalani Ospek UNY


 VIVAnews/Daru Waskita



VIVAbola - Sebanyak 23 pemain timnas U-19 diterima kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sebelum memulai perkuliahan, mereka lebih dulu menjalani masa Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau yang dikenal dengan istilah Ospek, 25-26 Agustus 2014.

Menurut Kepala Humas UNY, Anwar Efendi, ke-23 pemain Garuda Jaya tersebut rata-rata lolos di jurusan pendidikan kesehatan dan olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan. "Hampir semuanya masuk jurusan tersebut," ujar Anwar kepada VIVAbola, 22 Agustus 2014.

Anwar menjelaskan, kegiatan Ospek diawali dengan pertemuan antara mahasiswa baru dengan orang tua. Dalam kesempatan ini, pihak timnas U-19 akan diwakili Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.

"Ospek tentunya akan disesuaikan dengan kegiatan dari anggota Timnas U-19 karena dalam Ospek kegiatan cukup banyak. Besok bertemu dengan Pak Johar akan dibahas lebih lanjut,"bebernya.

Yogyakarta sebenarnya bukan tempat yang baru bagi Garuda Jaya. Sebelumnya, pasukan Indra Sjafri, beberapa kali menjalani pemusatan latihan di kota gudeg tersebut. Evan Dimas dan kawan-kawan juga sudah akrab dengan lapangan sepakbola yang ada di UNY.

Anwar menambahkan, skuad Garuda Jaya rencananya akan ditempatkan dalam satu kelas. Ini demi memudahkan dalam memberi materi kuliah.

"Jadwal mereka kan berbeda dengan mahasiswa umumnya karena harus mengikuti pemusatan pelatihan, laga uji coba dan mengikuti turnamen resmi. Maka butuh penyesuaian jam kuliahnya," katanya. (adi)