Tampilkan postingan dengan label Muhni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhni. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 September 2014

Evan Dimas Cs Bawa Perlengkapan Berberat Total 9 Kilogram ke Spanyol

KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Indonesia U-19 dijadwalkan berangkat ke Spanyol pada Jumat (12/9/2014) sore ini. Rombongan Garuda Jaya pergi ke Negeri Matador tersebut dibagi ke dalam dua kloter yakni rombongan pertama  berangkat pada pukul 17.45 WIB dan rombongan kedua pergi pada pukul 18.45 WIB.

Evan Dimas dan kawan-kawan pergi ke Spanyol untuk menggelar pemusatan latihan. Selain itu, Timnas U-19 juga akan melakoni empat laga uji coba yakni melawan Atletico Madrid B, Valencia B, Barcelona B, dan Real Madrid C.

Pelatih Indra Sjafri membawa semua pemain yang totalnya sebanyak 26 pemain termasuk Awan Setho Rahardjo yang sedang mengalami cedera. Hasan Mughni, sebagai penanggung jawab perlengkapan tim menjelaskan, ia telah menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan tim di Spanyol.

Perlengkapan tim tersebut terdiri dari seragam tanding berwarna merah (dua stel), baju latihan warna biru (tiga stel), bola (25 buah), cone, leader, rompi (satu stel), kotak pendingin, dan kolam terapi (dua buah).

"Total semua beratnya 9 kilogram," kata Mughni.
Semua perlengkapan tersebut dibawa dengan koper yang jumlahnya mencapai tiga buah dan dua buah travel bag besar. Timnas Indonesia  U-19 juga membawa dua tas alat terapi.

Pemusatan latihan di Spanyol merupakan persiapan terakhir bagi Evan Dimas dan kawan-kawan sebelum tampil di Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014. Garuda Jaya akan melawan Australia, Uzbekistan, dan Uni Emirat Arab pada babak penyisihan Grup B.
 

Sabtu, 12 Juli 2014

Mereka di Balik Sukses Indra Sjafri dan Timnas U-19, Muhni (Kitman)

 bola.net

Bola.net - Sebelum berlanjut ke jabatan-jabatan unik macam Guntur di halaman sebelumnya, ada baiknya kita perkenalkan kitman Timnas U-19. Memang terlihat jabatan tukang angkut perlengkapan ini sepele. Namun, miss sedikit, rusaklah skema Timnas.

"Pernah kejadian di Hongkong. Saya lupa bawa ban kapten dan kebetulan panitia juga tidak menyediakan. Waktu itu kita akhirnya seri dan gagal menang. Saya disindir coach Indra karena anak-anak bermain seperti tanpa seorang pemimpin," cerita Muhni.

Sejak saat itu lah Muhni lebih berhati-hati dalam menyiapkan segala peralatan Timnas U-19 saat latihan atau sebelum pertandingan. "itu tadi baru ban kapten. Kaus kaki kurang, pemain bisa-bisa batal bermain, Mas," ujar pria yang mengaku tak memiliki nama panjang tersebut.

Kitman kelahiran Tegal 13 Februari ini bukanlah orang baru di tubuh Timnas. Sebelumnya ia merupakan kitman dari Timnas Senior dan diperbantukan ke Timnas U-19 sejak di HKFA Hongkong 2013 lalu. "Saya sih siap ditempatkan di tim mana saja oleh PSSI, tapi suasana kekeluargaan di tim ini yang saya suka," katanya.

"Pemain tak mau membeda-bedakan mana kitman mana dokter. Apalagi coach Indra, kita selalu diajak makan semeja. Padahal ibarat rumah tangga, saya hanyalah pembantu," tutup Muhni sambil tertawa.

Sabtu, 01 Maret 2014

Kisah Dua Kitman Timnas U-19, Bukan Pekerjaan Sepele


Liputan6.com, Malang Dua kitman Timnas U-19, Ade Ali dan Muhni berbagi cerita selama mempersiapkan kebutuhan pemain Garuda Jaya. Meski tugasnya sederhana, tapi jangan pernah remehkan peran mereka di tim.
Ade Ali dan Muhni berbagi bertugas memenuhi perlengkapan pemain seperti baju, celana, kaus kaki dan sepatu sebelum pertandingan. Keduanya pun sibuk membawa balok es dan air minum saat jam Garuda Jaya tampil. Ketika latihan, Ade Ali dan Muhni saling bahu membahu membawa properti latihan seperti bola, tiang rintangan, dan cone.
Muhni telah direkrut pelatih, Indra Sjafri sejak gelaran turnamen HKFA di Hongkong 2013.  Sedangkan Ade Ali, baru didatangkan Indra Jelang persiapan menghadapi Piala AFF U-19 di Sidoarjo. Sebelum bergabung dengan timnas, Ade bekerja di tim Divisi I Bina Putera Cirebon. Indra menemukan Ade Ali saat sedang blusukan ke Cirebon mencari pemain.  
Banyak suka dan duka yang mereka rasakan saat mendampingi Timnas U-19. Ade Ali mengaku sempat dibuat kesal oleh striker Muchlis Hadi Ning Syaifullah. Pemain yang telah direkrut PSM Makassar itu sering lupa memberikan kaus kaki sepasang, saat usai bertanding maupun berlatih.
“Saat saya tanyakan, satu kaus kaki kali lagi ke mana? Dia hanya tersenyum dan menjawab: lupa saya letakkan di mana,” ungkap Muhni terkekeh. “Saya kemudian mengingatkan dia agar lebih teliti," ungkap Ade Ali kepada Liputan6.com di Hotel Agrowisata, Batu.
Pengalam pahit disampaikan Muhni saat mendampingi Timnas U-19 di ajang turnamen invitasi, HKFA di Hongkong 2013. Saat itu, dia lupa membawa ban kapten dari Indonesia. Praktis, kapten Indonesia tidak diketahui wasit. "Di babak kedua kami mencari ban kapten dengan menggunakan karet. Kesalahan itu sangat fatal bagi tim," kenang Muhni, pria asal Tegal itu.
Lama bergabung dalam tim, Ade Ali dan Muhni kerap menjadi tempat curahan hati para pemain, terutama masalah performa di atas lapangan sekaligus teman bercerita saat rindu dengan keluarga. “Pemain lebih dekat kepada kami dibanding ke pelatih (Indra Sjafri),” kata Ade Ali.
“Bila pemain menginginkan sesuatu kepada pelatih, biasanya lewat kami dulu. Baru kemudian kami menyampaikannya (ke pelatih).” Tidak jarang, mereka ikut memberikan motivasi kepada pemain sebelum bertanding. “Saya sering bilang kepada pemain, kalian harus bermain bagus karena saya sudah bekerja keras mempersiapkan perlengkapan.”
Sama seperti Ade Ali, Muhni kerap memberikan masukan kepada para pemain. “Ketika pemain bercerita tentang penampilan di lapangan, saya mengatakan apa adanya. Kalau jelek saya tidak saya tutup-tutupi. Tapi saya tetap memberikan semangat kepada mereka,” Muhni menimpali.
Tinggal jauh dari keluarga karena harus mendampingi Timnas U-19 menjalani Training Camp jangka panjang membuat Ade Ali dan Muhni tentu menyimpan perasaan rindu. Beruntung, pelatih Indra memahami perasaan mereka.
“Indra pelatih fleksibel. Bila libur latihan dan menyampaikan dengan jelas, dia memberikan kami izin pulang. Tapi sebelum pulang, kami berdua berdiskusi agar pekerjaan kami tetap lancar dan tidak mengganggu tim,” papar Ade Ali.

(Defri Saefullah) 

Liputan6.com, Malang Dua kitman Timnas U-19, Ade Ali dan Muhni berbagi cerita selama mempersiapkan kebutuhan pemain Garuda Jaya. Meski tugasnya sederhana, tapi jangan pernah remehkan peran mereka di tim.
Ade Ali dan Muhni berbagi bertugas memenuhi perlengkapan pemain seperti baju, celana, kaus kaki dan sepatu sebelum pertandingan. Keduanya pun sibuk membawa balok es dan air minum saat jam Garuda Jaya tampil. Ketika latihan, Ade Ali dan Muhni saling bahu membahu membawa properti latihan seperti bola, tiang rintangan, dan cone.
Muhni telah direkrut pelatih, Indra Sjafri sejak gelaran turnamen HKFA di Hongkong 2013.  Sedangkan Ade Ali, baru didatangkan Indra Jelang persiapan menghadapi Piala AFF U-19 di Sidoarjo. Sebelum bergabung dengan timnas, Ade bekerja di tim Divisi I Bina Putera Cirebon. Indra menemukan Ade Ali saat sedang blusukan ke Cirebon mencari pemain.
Banyak suka dan duka yang mereka rasakan saat mendampingi Timnas U-19. Ade Ali mengaku sempat dibuat kesal oleh striker Muchlis Hadi Ning Syaifullah. Pemain yang telah direkrut PSM Makassar itu sering lupa memberikan kaus kaki sepasang, saat usai bertanding maupun berlatih.
“Saat saya tanyakan, satu kaus kaki kali lagi ke mana? Dia hanya tersenyum dan menjawab: lupa saya letakkan di mana,” ungkap Muhni terkekeh. “Saya kemudian mengingatkan dia agar lebih teliti," ungkap Ade Ali kepada Liputan6.com di Hotel Agrowisata, Batu.
Pengalam pahit disampaikan Muhni saat mendampingi Timnas U-19 di ajang turnamen invitasi, HKFA di Hongkong 2013. Saat itu, dia lupa membawa ban kapten dari Indonesia. Praktis, kapten Indonesia tidak diketahui wasit. "Di babak kedua kami mencari ban kapten dengan menggunakan karet. Kesalahan itu sangat fatal bagi tim," kenang Muhni, pria asal Tegal itu.
Lama bergabung dalam tim, Ade Ali dan Muhni kerap menjadi tempat curahan hati para pemain, terutama masalah performa di atas lapangan sekaligus teman bercerita saat rindu dengan keluarga. “Pemain lebih dekat kepada kami dibanding ke pelatih (Indra Sjafri),” kata Ade Ali.
“Bila pemain menginginkan sesuatu kepada pelatih, biasanya lewat kami dulu. Baru kemudian kami menyampaikannya (ke pelatih).” Tidak jarang, mereka ikut memberikan motivasi kepada pemain sebelum bertanding. “Saya sering bilang kepada pemain, kalian harus bermain bagus karena saya sudah bekerja keras mempersiapkan perlengkapan.”
Sama seperti Ade Ali, Muhni kerap memberikan masukan kepada para pemain. “Ketika pemain bercerita tentang penampilan di lapangan, saya mengatakan apa adanya. Kalau jelek saya tidak saya tutup-tutupi. Tapi saya tetap memberikan semangat kepada mereka,” Muhni menimpali.
Tinggal jauh dari keluarga karena harus mendampingi Timnas U-19 menjalani Training Camp jangka panjang membuat Ade Ali dan Muhni tentu menyimpan perasaan rindu. Beruntung, pelatih Indra memahami perasaan mereka.
“Indra pelatih fleksibel. Bila libur latihan dan menyampaikan dengan jelas, dia memberikan kami izin pulang. Tapi sebelum pulang, kami berdua berdiskusi agar pekerjaan kami tetap lancar dan tidak mengganggu tim,” papar Ade Ali.
(Defri Saefullah) - See more at: http://bola.liputan6.com/read/2017133/kisah-dua-kitman-timnas-u-19-bukan-pekerjaan-sepele#sthash.qlHV3S2m.dpuf
Liputan6.com, Malang Dua kitman Timnas U-19, Ade Ali dan Muhni berbagi cerita selama mempersiapkan kebutuhan pemain Garuda Jaya. Meski tugasnya sederhana, tapi jangan pernah remehkan peran mereka di tim.
Ade Ali dan Muhni berbagi bertugas memenuhi perlengkapan pemain seperti baju, celana, kaus kaki dan sepatu sebelum pertandingan. Keduanya pun sibuk membawa balok es dan air minum saat jam Garuda Jaya tampil. Ketika latihan, Ade Ali dan Muhni saling bahu membahu membawa properti latihan seperti bola, tiang rintangan, dan cone.
Muhni telah direkrut pelatih, Indra Sjafri sejak gelaran turnamen HKFA di Hongkong 2013.  Sedangkan Ade Ali, baru didatangkan Indra Jelang persiapan menghadapi Piala AFF U-19 di Sidoarjo. Sebelum bergabung dengan timnas, Ade bekerja di tim Divisi I Bina Putera Cirebon. Indra menemukan Ade Ali saat sedang blusukan ke Cirebon mencari pemain.
Banyak suka dan duka yang mereka rasakan saat mendampingi Timnas U-19. Ade Ali mengaku sempat dibuat kesal oleh striker Muchlis Hadi Ning Syaifullah. Pemain yang telah direkrut PSM Makassar itu sering lupa memberikan kaus kaki sepasang, saat usai bertanding maupun berlatih.
“Saat saya tanyakan, satu kaus kaki kali lagi ke mana? Dia hanya tersenyum dan menjawab: lupa saya letakkan di mana,” ungkap Muhni terkekeh. “Saya kemudian mengingatkan dia agar lebih teliti," ungkap Ade Ali kepada Liputan6.com di Hotel Agrowisata, Batu.
Pengalam pahit disampaikan Muhni saat mendampingi Timnas U-19 di ajang turnamen invitasi, HKFA di Hongkong 2013. Saat itu, dia lupa membawa ban kapten dari Indonesia. Praktis, kapten Indonesia tidak diketahui wasit. "Di babak kedua kami mencari ban kapten dengan menggunakan karet. Kesalahan itu sangat fatal bagi tim," kenang Muhni, pria asal Tegal itu.
Lama bergabung dalam tim, Ade Ali dan Muhni kerap menjadi tempat curahan hati para pemain, terutama masalah performa di atas lapangan sekaligus teman bercerita saat rindu dengan keluarga. “Pemain lebih dekat kepada kami dibanding ke pelatih (Indra Sjafri),” kata Ade Ali.
“Bila pemain menginginkan sesuatu kepada pelatih, biasanya lewat kami dulu. Baru kemudian kami menyampaikannya (ke pelatih).” Tidak jarang, mereka ikut memberikan motivasi kepada pemain sebelum bertanding. “Saya sering bilang kepada pemain, kalian harus bermain bagus karena saya sudah bekerja keras mempersiapkan perlengkapan.”
Sama seperti Ade Ali, Muhni kerap memberikan masukan kepada para pemain. “Ketika pemain bercerita tentang penampilan di lapangan, saya mengatakan apa adanya. Kalau jelek saya tidak saya tutup-tutupi. Tapi saya tetap memberikan semangat kepada mereka,” Muhni menimpali.
Tinggal jauh dari keluarga karena harus mendampingi Timnas U-19 menjalani Training Camp jangka panjang membuat Ade Ali dan Muhni tentu menyimpan perasaan rindu. Beruntung, pelatih Indra memahami perasaan mereka.
“Indra pelatih fleksibel. Bila libur latihan dan menyampaikan dengan jelas, dia memberikan kami izin pulang. Tapi sebelum pulang, kami berdua berdiskusi agar pekerjaan kami tetap lancar dan tidak mengganggu tim,” papar Ade Ali.
(Defri Saefullah)

- See more at: http://bola.liputan6.com/read/2017133/kisah-dua-kitman-timnas-u-19-bukan-pekerjaan-sepele#sthash.Q4nK0ZU1.dpuf
Liputan6.com, Malang Dua kitman Timnas U-19, Ade Ali dan Muhni berbagi cerita selama mempersiapkan kebutuhan pemain Garuda Jaya. Meski tugasnya sederhana, tapi jangan pernah remehkan peran mereka di tim.
Ade Ali dan Muhni berbagi bertugas memenuhi perlengkapan pemain seperti baju, celana, kaus kaki dan sepatu sebelum pertandingan. Keduanya pun sibuk membawa balok es dan air minum saat jam Garuda Jaya tampil. Ketika latihan, Ade Ali dan Muhni saling bahu membahu membawa properti latihan seperti bola, tiang rintangan, dan cone.
Muhni telah direkrut pelatih, Indra Sjafri sejak gelaran turnamen HKFA di Hongkong 2013.  Sedangkan Ade Ali, baru didatangkan Indra Jelang persiapan menghadapi Piala AFF U-19 di Sidoarjo. Sebelum bergabung dengan timnas, Ade bekerja di tim Divisi I Bina Putera Cirebon. Indra menemukan Ade Ali saat sedang blusukan ke Cirebon mencari pemain.
Banyak suka dan duka yang mereka rasakan saat mendampingi Timnas U-19. Ade Ali mengaku sempat dibuat kesal oleh striker Muchlis Hadi Ning Syaifullah. Pemain yang telah direkrut PSM Makassar itu sering lupa memberikan kaus kaki sepasang, saat usai bertanding maupun berlatih.
“Saat saya tanyakan, satu kaus kaki kali lagi ke mana? Dia hanya tersenyum dan menjawab: lupa saya letakkan di mana,” ungkap Muhni terkekeh. “Saya kemudian mengingatkan dia agar lebih teliti," ungkap Ade Ali kepada Liputan6.com di Hotel Agrowisata, Batu.
Pengalam pahit disampaikan Muhni saat mendampingi Timnas U-19 di ajang turnamen invitasi, HKFA di Hongkong 2013. Saat itu, dia lupa membawa ban kapten dari Indonesia. Praktis, kapten Indonesia tidak diketahui wasit. "Di babak kedua kami mencari ban kapten dengan menggunakan karet. Kesalahan itu sangat fatal bagi tim," kenang Muhni, pria asal Tegal itu.
Lama bergabung dalam tim, Ade Ali dan Muhni kerap menjadi tempat curahan hati para pemain, terutama masalah performa di atas lapangan sekaligus teman bercerita saat rindu dengan keluarga. “Pemain lebih dekat kepada kami dibanding ke pelatih (Indra Sjafri),” kata Ade Ali.
“Bila pemain menginginkan sesuatu kepada pelatih, biasanya lewat kami dulu. Baru kemudian kami menyampaikannya (ke pelatih).” Tidak jarang, mereka ikut memberikan motivasi kepada pemain sebelum bertanding. “Saya sering bilang kepada pemain, kalian harus bermain bagus karena saya sudah bekerja keras mempersiapkan perlengkapan.”
Sama seperti Ade Ali, Muhni kerap memberikan masukan kepada para pemain. “Ketika pemain bercerita tentang penampilan di lapangan, saya mengatakan apa adanya. Kalau jelek saya tidak saya tutup-tutupi. Tapi saya tetap memberikan semangat kepada mereka,” Muhni menimpali.
Tinggal jauh dari keluarga karena harus mendampingi Timnas U-19 menjalani Training Camp jangka panjang membuat Ade Ali dan Muhni tentu menyimpan perasaan rindu. Beruntung, pelatih Indra memahami perasaan mereka.
“Indra pelatih fleksibel. Bila libur latihan dan menyampaikan dengan jelas, dia memberikan kami izin pulang. Tapi sebelum pulang, kami berdua berdiskusi agar pekerjaan kami tetap lancar dan tidak mengganggu tim,” papar Ade Ali.
(Defri Saefullah)

- See more at: http://bola.liputan6.com/read/2017133/kisah-dua-kitman-timnas-u-19-bukan-pekerjaan-sepele#sthash.Q4nK0ZU1.dpuf