Tampilkan postingan dengan label Nursaelan Santoso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nursaelan Santoso. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 November 2014

Fisik Pemain Timnas U-19 Sudah Kuat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Mantan pelatih fisik timnas U-19 Nur Saelan mengatakan, kekuatan fisik para pemain Garuda Jaya sudah cukup mumpuni. Ia merujuk kepada laga timnas U-19 kontra tim Australia U-19. Sayangnya, kelebihan ini tidak diimbangi faktor lain.

Nur Saelan menyebutkan penyelesaian akhir dan tinggi badan menjadi salah satu kendala bagi timnas U-19. Inilah menurut dia yang berkontribusi besar terhadap kekalahan Evan Dimas dkk dari Australia.

"Kalau dari kekuatan fisik yang diperlihatkan sangat bagus. Dari mana? Memang diperlukan data pendukung terutama statistik pertandingan. Tetapi kalau melihat hasil pertandingan dimana kami menang dan mendominasi, secara kasat mata bisa dibilang timnas U-19 tak kalah dengan negara lain," ujar Nur Saelan saat ditemui dikantornya, Rabu (5/11).

Saat melatih para pemain U-19, Nur Saelan selalu mengedepankan aspek psikologis saat membuat program fisik untuk pemainnya ini.Dia berpesan walau sudah tidak dilatih olehnya, para pemain tetap mempertahankan stamina dan terus meningkatkannya.

Rabu, 03 September 2014

Daya Tahan Pemain Timnas U-19 Meningkat

Tribun Jogja/Dwi Nourma Handito

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA -  Rata-rata Vo2 Max pemain Timnas Indonesia U-19 mencapai 60. Dengan angka tersebut, berarti ada kenaikan dua digit dari rata-rata sebelumnya.

"Rata-rata Vo2 Max pemain 60an. Ada kenaikan dua digit dari yang sebelumnya, untuk yang tertinggi Evan Dimas Vo2 Maxnya mencapai 69," kata Nur Saelan, pelatih fisik Timnas U-19.

Dengan hasil tersebut, Vo2 Max pemain akan tetap coba dipertahankan. Mengingat waktu yang ada saat ini sudah sangat mepet sebelum berangkat ke Myanmar.

Sementara itu dari tes fisik yang dilakukan dengan Tim dari UNY, hasilnya cukup memuaskan. Daya tahan pemain hampir semua meningkat, dari 23 pemain 60-70 persen pemain menggalami kenaikan. Hal yang sama juga terjadi pada abillity atau kelincahan pemain. Hanya ada beberapa pemain yang kelincahannya kurang meningkat.

Menurut Nur Saelan, dengan kondisi yang ada saat ini. Secara fisik, para pemain Timnas sudah siap untuk berlaga. Namun menurut Nur Saelan, dalam bermain sepak bola tidak hanya mengandalkan fisik saja namun juga hal lain.

"Mental juga dinaikkan, saat ini anak-anak sudah siap untuk uji coba. Untuk terjun di turnamen secara fisik sudah siap, tapi kan kita main bola tidak hanya mengadalkan fisik," ujarnya.

Adapun masih ada  empat pemain Timnas belum mengikuti tes fisik, karena beragam alasan. Seperti sakit dan cidera, dimana jika waktu yang ada memungkinkan akan dilakukan tes susulan.

Terkait dengan hasil tes tersebut, pelatih Timnas U-19 Indra Syafri menyebutkan bahwa hasil yang diperoleh diluar ekspektasi. "Semua progres bagus, diluar ekspektasi kita," ujar Indra Syafri.

Jumat, 29 Agustus 2014

Timnas U-19 Akan Kembali Jalani Tes Fisik


Bolanews.com - Tim nasional Indonesia U-19 dijadwalkan untuk kembali menjalani tes fisik, Selasa (2/9). Tes tersebut dilakukan guna mengetahui tingkat kebugaran Evan Dimas cs. usai libur lebaran dan langsung mengikuti turnamen di Brunei Darussalam.


Sebelum menjalani tes fisik, timnas U-19 akan melakukan penyegaran di Kaliurang selama dua hari. Di daerah yang berhawa dingin tersebut skuat besutan Indra Sjafri akan mendapatkan siraman rohani dan kegiatan di alam terbuka lewat outbond.

Setelah itu, Evan Dimas cs. akan kembali diukur tingkat VO2max masing-masing. Selain itu juga akan diuji tingkat kecepatan, daya tahan, kelincahan, dan kekuatan.

"Untuk saat ini VO2max pemain rata-rata 58. Pemain tengah yang paling tinggi. Mereka rata-rata sudah 60 untuk VO2max," kata Nur Saelan kepada kontributor Bolanews, Gonang Susatyo.

"Bahkan Evan Dimas sudah mencapai 64. Kami masih punya waktu satu setengah bulan untuk meningkatkannya. Target kami rata-rata pemain memiliki VO2max sebesar 60 saat tampil di Piala AFC U-19,” ujar dia.


Sabtu, 12 Juli 2014

Mereka di Balik Sukses Indra Sjafri dan Timnas U-19, Nursaelan Santoso (Pelatih Fisik)

 bola.net

Bola.net - Menyenangkan adalah kesan pertama yang didapat dari pelatih fisik Timnas U-19 ini saat latihan. Maklum 'fun conditioning' memang menjadi salah satu program pelatih bernama Nur Saelan itu.

Nur mengakui kalau sebenarnya standar semua pelatih fisik sama. "Justru saya yang harus cari cara lain, bagaimana agar mindset menjalani latihan fisik itu menyenangkan. Bisa dibilang saya memang harus menghipnotis mereka. Hypnotise for coaching, untungnya usia segini masih mudah untuk dididik," ujar pria berusia 49 tahun itu.

"Kita brain wash dan ubah mindset pemain yang rata-rata bilang kalau latihan itu bikin capek. Sekarang mereka bisa senang kalau latihan fisik, dan bukan jadi beban. Lama kelamaan, mereka akhirnya tahu kalau latihan itu kebutuhan," jelas pria yang mengaku sudah berkutat dengan melatih fisik sepak bola selama 26 tahun ini.

Meski terkesan menyenangkan, namun latihan fisik ala pelatih punya tujuan-tujuan bagus buat skuat Garuda Jaya. Dalam sesi adu sprint antarpemain misalnya. Nur selalu melatih respons otak Evan Dimas dkk. Pemain boleh berlari bila sudah menjawab pertanyaan matematika ringan yang diteriakkannya. "Itu memang tak bisa langsung diterjemahkan ke permainan itu sendiri. Tapi ini melatih respons mereka. Karena ada situasi-situasi di mana mereka harus mengambil keputusan cepat saat bermain," jelasnya."

Tak jarang pertanyaan itu memberi semangat untuk bertanding. Saat Nur mengatakan "bertahan" pemain harus menjawab "pressing", "heading" harus dijawab dengan "gool" dan lain-lain, sambil berlari. "Senang-senang yang bertujuan. Menurut saya ini seni melatih agar sains lebih membumi," ujar Nur memberi alasan.

Keunikan Nur dalam melatih fisik ini rupanya diendus Indra Sjafri. Ia pun diminta untuk membantunya sejak Indra melatih Timnas U-16 pada 2011 lalu. "Saya nggak melamar ke PSSI. Yang butuh saya yang ke sini. Ada teman yang merekomendasikan ke Indra," ujar pria yang mengaku menemukan Muhammad Hargianto ini.

"Indra? Saya senang gabung dia karena saya diberi keleluasaan. Tidak ada intervensi dari dia," tambahnya. 

Selasa, 27 Mei 2014

Sejenak Dengan Paradigma Latihan Fisik Nur Saelan


Coachindrasjafri.com - Lewat rekomendasi seorang teman, maka Indra Sjafri mengajak Nursaelan Santoso untuk menjadi pelatih fisik timnas U-19. Pengalaman panjang lebih dari 26 tahun membuat Nursaelan paham betul bagaimana mesti memberikan latihan.

Menjadi cerita klise bahwa pemain timnas Indonesia akan keteteran ketika menjalani paruh babak kedua. Kondisi fisik yang lemah kerap kali menjadi penyebab buruknya hasil pertandingan. Meskipun semangat masih ada, tapi apa mau dikata jika stamina tiada.

Perihal tersebut menjadi pelajaran berarti bagi timnas U-19. Skuad Garuda Jaya berlari di atas lapangan sepanjang 90 menit dalam setiap pertandingan yang dijalani. Tak lain, Nursaelan lah yang menjadi aktor keberhasilan pembentukan kemampuan fisik pemain timnas U-19.

Indra Sjafri menulis dalam sebuah catatan bahwa kemampuan fisik seorang pemain sepakbola merupakan gabungan dari ketahanan (endurance), kekuatan (strength), kecepatan (speed), kelincahan (agility), dan kelenturan (flexibility).

Hal tersebut mengandung arti semua jenis gerakan yang dimiliki oleh manusia harus berada dalam kondisi optimal bagi seorang pemain sepakbola. Sepakbola tidak sama dengan lari jarak jauh yang hanya menggunakan daya tahan, tapi juga tidak seperti angkat besi yang hanya menggunakan kekuatan. Sepakbola secara sederhana harus memenuhi kualifikasi sebagai seorang pelari jauh sekaligus seseorang yang kuat untuk mengangkut beban yang berat secara berulang-ulang.

Ketahanan fisik seorang pemain sepakbola biasa dikenal dengan istilah VO2max, yaitu kemampuan paru-paru untuk menyerap oksigen dalam satuan detik. Pemain eropa biasanya memiliki standar VO2max 65-70 ml/kg/min. Artinya, pemain tersebut mampu menghirup 55-65 mililiter oksigen per berat tubuh dalam waktu satu menit.

Nursaelan mencatat, pada awalnya mayoritas pemain timnas U-19 hanya memiliki VO2max sekitar 50-55. Namun, setelah training camp tahap I di Batu, Malang, 9 November 2013 hingga 5 Januari 2014 didapatkan hasil positif. Secara signifikan seluruh pemain sudah memiliki VO2max di atas 55, bahkan Evan Dimas mencapai lebih dari 63.

Itu adalah capaian terbesar di dalam tim. Indra Sjafri menganalogikan pemain Persebaya 1927 Surabaya ini sebagai mobil dengan tangki besar yang irit bensin dan benar dalam pengemudiannya.
Lantas apa rahasia dibalik keberhasilan pengembangan fisik mereka? Nursaelan yang  juga pernah menjadi pelatih fisik Persita Tangerang mengungkapkan bahwa ia menggunakan paradigma berpikir yang beda soal latihan fisik.

Nursaelan memegang prinsip bahwa latihan fisik harus menyenangkan. “Latihan fisik identik dengan stamina terkuras karena terus digenjot. Sebelum masuk ke fase itu, saya menanamkan di benak pemain jika latihan yang akan dijalankan menyenangkan,” jelasnya.

Selain itu dia juga menumbuhkan kesadaran pada para pemain untuk menantang dirinya masing-masing agar dapat terus berkembang. Metode ini disebutnya fun conditioning. Harapannya, ketika pemain senang, ia akan tidak merasa disiksa. Sehingga potensi yang dimilikinya akan keluar.

Melatih pemain muda juga disadarinya lebih mudah. Lewat arahannya, pemain menjadi berpikir bahwa latihan fisik adalah kebutuhan. Para pemain juga masih memiliki disiplin yang bagus.

Kelebihan pemain Indonesia adalah kecepatan dan kelincahan. Potensi inipun disadari oleh Nursaelan. Maka target dalam program latihannya ialah membentuk pemain yang cepat dalam bertindak dan berpikir; melatih respon

Dalam satu sesi adu sprint, seorang pemain dibolehkan start setelah berhasil menjawab pertanyaan matematika sederhana yang diberikan oleh Nursaelan. "Itu memang tak bisa langsung diterjemahkan ke permainan itu sendiri. Tapi ini melatih respons mereka. Karena ada situasi-situasi di mana mereka harus mengambil keputusan cepat saat bermain," jelasnya.

Nursaelan dalam kerjanya berkoordinasi juga dengan doktor tim dan pelatih mental. Dengan berkoordinasi dengan doktor tim. Nantinya Nursaelan akan lebih dapat mendapatkan catatan yang spesifik dari dokter Alfan Nur Asyar. Karena pada dasarnya, posisi pemain bertahan, gelandang, dan penyerang memiliki kebutuhan pelatihan yang berbeda.

Menurutnya, pemain gelandang membutuhkan daya tahan yang lebih tinggi dibandingkan yang lain. Oleh karena itu, di dalam latihannya, Nursaelan membagi beberapa kelompok.

Sementara pelatih mental, Guntur Cahyo Utomo akan mendampingi untuk terus menjaga spirit dari setiap pemain. Jika ada pemain yang bosan dan mulai menolak maka Guntur yang akan menanganinya.

Muhammad Hargianto, gelandang timnas, mengatakan materi latihan fisik yang diberikan belum terlalu berat. “Kami diberi target mencapai denyut nadi 140-150 (per menit) setiap latihan. Itu masih tahap dua,” kata dia.
Indra Sjafri dan Nursaelan memang berencana membangun kekuatan fisik yang tangguh bagi skuad Garuda Jaya. Ini adalah modal awal agar para pemain dapat menghadapi permainan lawan di Piala Asia U-19 nanti. Sehingga cita-cita untuk ikut dalam Piala Asia U-20 tahun 2015 dapat terwujud.[]

Selasa, 29 April 2014

Timnas U-19 Digenjot Latihan untuk Tingkatkan VO2max






[TANGERANG] Tim nasional (Timnas) Indonesia U-19 kembali menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) seusai libur satu pekan. Skuat Garuda Jaya menggelar pelatnas di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang, mulai Senin (28/4). Mereka bersiap menyongsong laga uji coba melawan Myanmar U-19 di Jakarta pada 5 Mei mendatang.

Sekembalinya dari Tur Timur Tengah, jajaran pelatih berusaha untuk tetap menjaga kebugaran fisik dari para pemain. Kemampuan fisik terus digenjot untuk meningkatkan VO2max. Pelatih fisik Timnas U-19, Nursaelan, mengatakan kondisi fisik para pemain terlihat sangat prima saat menjalani Tur Timur Tengah.

Hal itu bisa dilihat dari penguasaan bola yang dominan serta menurunnya tingkat kesalahan pemain. "Secara fisik kita lebih unggul (di Tur Timur Tengah). Tingkat kesalahan di bawah 25 persen, tapi tentu level lawan berbeda dengan Tur Nusantara. Karena logikanya, ketika tingkat kesalahan semakin minim berarti stamina pemain semakin prima," ujar Nursaelan ketika berbincang dengan SP sesaat sebelum latihan di Lapangan SPH, Karawaci, Tangerang, Senin (28/4) petang.

Menurutnya, jajaran pelatih kini menargetkan setiap pemain Timnas U-19 bisa mencapai  VO2max di angka 60. "Kita targetkan sampai jelang Piala Asia U-19 nanti, pemain rata-rata bisa mencapai angka 60 untuk VO2max mereka. Tapi, untuk sampai di angka itu tidak hanya latihan fisik melainkan didukung juga dari asupan gizi pemain dan hal lainnya," ucapnya.

Sejauh ini, rata-rata VO2max pemain Timnas U-19 berada di kisaran angka 55-60. Evan Dimas tercatat sebagai pemilik VO2max tertinggi hingga menyentuh angka 64. Nursaelan optimistis bisa meningkatkan VO2max pemain dengan sisa waktu lima bulan ke depan. Pada pelatnas kali ini, pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri memanggil 32 pemain untuk persiapan laga uji coba melawan Myanmar U-19.

Selain 29 nama yang dibawa ke Tur Timur Tengah, Indra akan menyeleksi tiga muka baru. Mereka adalah Martinus Novianto dari tim Pra PON DIY, Muhammad Zamzami dari PSS Sleman, dan Sukarno Adi Wijaya dari Persewangi. "Kami akan mengurangi jumlah pemain. Dari 32 menjadi 28 pemain dan itu yang akan ikut melawan Myanmar. Tapi, sistem promosi-degradasi akan tetap ada sampai menjelang Piala Asia U-19 nanti," tandasnya. [H-16]


Sumber

Kamis, 13 Februari 2014

Pelatih Fisik Timnas U-19 Berharap Ada Perlawanan dari PSIS


TRIBUNNEWS.COM,SENAYAN - Pelatih fisik plus timnas Indonesia U-19 Nur Saelan berharap anak asuhnya mendapat perlawanan dari sembilan tim lain yang dijadwalkan bertemu Indonesia U-19.
Terdekat, skuat Garuda Jaya dijadwalkan bertemu PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (14/2/2014).

Hal itu diharapkan karena menurut Nur Saelan dari empat lawan yang sudah dihadapi belum ada yang bisa mengimbangi ketahanan fisik anak asuhnya. Indonesia U-19 sudah menghadapi PSS Sleman (3/2/2014), Persiba Bantul (5/2/2014), tim Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Daerah Istimewa Yogyakarta (7/2/2014), dan tim Pra PON Jawa Tengah (10/2/2014).

Tekait persiapan PSIS, Nur Saelan mendapat informasi dari asisten pelatih Eko Purjianto jika PSIS akan menurunkan pemain senior yakni Ronald Fagundez. Pemain ini dikenal memiliki akurasi umpan dan tendangan kaki kiri yang sangat baik.

"Semoga kami ditekan saat melawan PSIS. Apalagi disana saya dapat info bakal diperkuat Ronald Fagundez. Kalau kami inginnya di uji coba ke depan pemain ditekan sehingga tidak leluasa menguasai bola," tutur Nur Saelan.

Fagundez sudah bergabung menjalani latihan bersama 17 pemain yang sudah dikontrak PSIS untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Selain Fagundez, ada nama gelandang M Yunus. Ia sudah ikut latihan Selasa pagi bersama pemain lainnya seperti Ronald Fagundez.