Tampilkan postingan dengan label Putu Gede Juni Antara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Putu Gede Juni Antara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2014

Latihan perdana Persebaya tanpa Evan Dimas

KANALSATU - Tim Persebaya mulai mempersiapkan skuadnya jelang kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Meski formasi belum lengkap dan resmi, Bajul Ijo sebutan Persebaya sudah melakukan latihan perdana, di lapangan Brigif I Marinir bersama asisten pelatih Tony Ho dan Ibnu Grahan, Sabtu (29/11/14).

Pada sesi latihan, berapa pemain musim lalu masih ikut bergabung, seperti Fandi Eko Utomo, Wahyu Subo Seto, Vava Mario Yagalo dan Thomas Ryan Bayu. Namun, para pemain anyar juga tampak bergabung dalam sesi latihan, seperti Suroso, Nur Mufid Fastabikhul Khoirot, Dedi Iman, Bima Ragil dan Wage Dwi Aryo.

Namun yang paling menjadi sorotan utama adalah, ada beberapa pemain eks Timnas U 19 yang sudah menjadi anak asuh Persebaya juga mengikuti test fisik, seperti M Hargianto, Fatchu Rohman, M Sahrul Kurniawan, Putu Gede Juni Antara dan Ilham Udin Armayn. 

Hanya saja, Evan Dimas dan Zulfiandi tidak tampak lantaran masih bergabung di Timnas Senior mengikuti turnamen Piala AFF 2014 Vietnam. Selain itu, CEO Persebaya, Gede Widiade juga tampak hadir memantau latihan fisik yang dimulai sejak pukul 14.00 - 16.00 didampingi duo asisten pelatih Tony Ho dan Ibnu Grahan. Persebaya pada kompetisi ISL 2015 nanti, akan menajamkan style asli Arek Suroboyo. 

"Saya ingin Persebaya di musim depan bermain lugas dan tegas. Artinya, performance kayak Persebaya lalu," tegas Gede Widiade, di sela-sela memantau latihan perdana tim Persebaya, di lapangan Brigif I Marinir, Gedangan Sidoarjo, Sabtu (29/11/14).

Ia kembali menegaskan, bahwa pada kompetisi ISL 2015, akan turun langsung dan menangani 100 persen tim Persebaya. Dengan kata lain, mencari pemain dan pelatih menjadi tanggungjawabnya. "100 persen saya akan turun. Tentukan pemain dan pelatih, bahkan sponsor," tambahnya.

Pasalnya, pada musim lalu dia mengaku hanya mendampingi dan tidak langsung turun mengetahui secara detail. "Tapi sekarang, saya akan mencari pemain dan pelatih. Saya berharap para pemain lama Persebaya yang asli Surabaya bisa bergabung. Bahkan yang bukan asli Surabaya namun pernah membela Persebaya saya persilahkan bergabung," pinta Gede Widiade.

Bahkan, Ibnu Grahan asli Surabaya dan mantan pemain Persebaya juga menambah daftar susunan asisten pelatih bersama Tony Ho. "Ibnu Grahan asli orang Surabaya dan mengerti karakter arek Suroboyo. Tony Ho tetap saya pertahankan, karena dia pernah berjasa membawa Persebaya juara divisi utama musim 2012 lalu," kata Gede Widiade.

Bagaimana dengan kepala pelatih ? Pria asal Wonokromo ini memberikan bocoran tanpa menyebut nama, bahwa rencananya skuad Persebaya akan diarsitek pelatih asing asal Brazil  dan Timur Tengah. (win16/12)

Minggu, 23 November 2014

Persebaya Panggil Pemain Timnas Garuda Jaya

SURABAYA - Persiapan Persebya Surabaya untuk kompetisi ISL 2015 mendatang belum terlihat aktivitasnya. Hanya sebatas konsolidasi dan koordinasi antara manajemen, pelatih dan juga pemain. Ini lantaran seluruh skuat Persebaya masih libur untuk musim sejak pertandingan terakhir melawan Mitra Kukar pada 30 Oktober lalu.
  
Saat ini manajemen tengah merapatkan barisan untuk menggelar latihan bagi Greg Nwokolo dkk. Manajemen pun sudah menghubungi pemain yang sedang libur, termasuk tujuh pemain jebolan timnas U-19 minus Evan Dimas Darmono untuk merapat ke Surabaya.
  
Sebagaimana diketahui, Persebaya menjadi salah satu tim ISL yang menjadi bapak asuh bagi pemain timnas Indonesia U-19. Pemain yang dimaksud adalah, M. Hargianto, Zulfiandi, Putu Gede Juni Antara, Fatchu Rohman, M Sahrul Kurniawan, dan Ilham Udin Armayn.
  
Direktur Olahraga Persebaya, Dhimam Abror Djuraid kepada Jawa Pos menyatakan bahwa pihaknya juga sudah menghubungi pemain jebolan Garuda Jaya-julukan timnas U-19 tersebut. Mengingat saat ini mereka juga sudah tidak ada aktivitas pasca dibubarkan BTN.
  
"Bahkan diantara mereka juga aktif tanya kepada kami kapan mereka bisa bergabung ke Persebaya," ujar Abror. Dengan tambahan jebolan pemain dari timnas U-19 tersebut, Persebaya bakal cukup leluasa memainkan pola permainan yang ada. Mengingat secara kualitas pemain ini sudah terbukti bagus, bukti nyata yang terlihat adalah masuknya Evan Dimas ke timnas senior.
  
"Terkecuali Evan, karena dia sedang bersama timnas senior. Untuk yang lainnya kami akan memanggil mereka semua," tegasnya. Hal yang sama disampaikan Tony Ho, pelatih yang untuk sementara diberikan manajemen mandat untuk menghandle Persebaya.
  
Tony menjelaskan bahwa pemain dari timnas U-19 nantinya bisa menambah kekuatan Persebaya plus menjadi solusi kekurangan pemain yang dirasakan mereka pada babak delapan besar ISL 2014 lalu. "Saya juga mengusulkan kepada manajemen untuk memanggil mereka," lanjutnya.
  
Sementara itu, Hargianto, salah satu pemain dari timnas U-19 ketika dikonfirmasi Jawa Pos menyatakan belum mendapatkan panggilan dari manajemen. Saat ini, gelandang enerjik yang juga jebolan diklat Ragunan itu berada di Jogjakarta. "Saya masih liburan, ini lagi ke rumah eyang di Jogjakarta mas," katanya.
  
Terkait pemanggilan itu, Hagi-sapaan akrab Hargianto-menjelaskan bahwa dirinya saat ini juga sedang kuliah. "Saat ini kami sedang kuliah juga, tetapi kalau manajemen memanggil, kami sebagai pemain ya siap saja," tegasnya. (nap) (jpnn)

Minggu, 09 November 2014

Liburan di Mamuju, Pemain Timnas U-19 Ikuti Laga Eksebisi

MAMUJU - Aktivitas pemain Timnas Indonesia U-19, usai tampil di Piala Asia 2014 tidak berhenti. Untuk menjaga kebugaran, sejumlah pemain timnas U-19 berlibur ke Mamuju, sambil mengikuti pertandingan eksebisi.

Tujuh pemain Timnas U-19 yang akan ambil bagian adalah Maldini Pali, Rudolof Yanto Basna, Putu Gede Juni Antara, Mahdi Fahcri Albar, Muchlis Hadi Ning, dan Ilham Udin Armaiyn.

Maldini Pali sudah beberapa hari ini sudah berada di Mamuju. Sementara lima pemain Timnas U-19 akan mendarat di Bandara Tampa Padang Mamuju pada Minggu (9/11) sore.

"Kami sementara ini sedang menyiapkan penjemputan di Bandara Tampa Padang Mamuju," kata Ketua Panitia Perang Bintang Sepakbola Nasional, M Irfan kepada JPNN.Com beberapa saat yang lalu.

Laga eksebisi pemain Timnas U-19 di Mamuju adalah bagian dari perhelatan Perang bintang sepakbola nasional yang berlangsung di Mamuju 9-11 November 2015.

Selain pemain Timnas U-19, eksebisi ini juga juga dihadiri Diego Michiels dan bintang Indonesia Super League (ISL) lainnya, perang bintang ini juga dihadiri enam pemain Timnas U-19. (abu/jpnn)

Sumber 

Selasa, 21 Oktober 2014

Persija Buang Kesempatan Rekrut Dua Pilar Timnas U-19

tribunnews.com/glery

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Persija Jakarta tidak menggunakan kesempatan untuk memboyong dua pilar Indonesia U-19 yang sebelumnya menyatakan niat bergabung di tim Ibukota. Kini kedua pemain potensial itu justru resmi dipinang Persebaya Surabaya.

Mereka adalah I Putu Gede Juni Antara dan Muhammad Hargianto. Keduanya telah menyetujui tawaran dari manajemen Bajul Ijo dengan durasi kontrak empat tahun ke depan.

Putu mengaku harus menunda mimpinya untuk berkostum Macan Kemayoran. Sebab, tim idolanya sejak kecil, Persija, tidak meliriknya usai menuntaskan kewajiban membela tim Garuda Jaya di babak Asian Games Korea Selatan 2014 medio Oktober.

"Mungkin belum rezekinya di Persija. Soalnya Persebaya dari jauh-jauh hari sudah berkomunikasi dengan saya. Dijalani dulu untuk belajar di kompetisi profesional, mungkin suatu saat bisa bela tim idola saya Persija," kata Putu yang dihubungi Harian Super Ball.

Meski masih belia, namun penampilan gemilang Putu di sektor bek sayap kanan cukup menarik perhatian. Mestinya, pemain kelahiran Denpasar 19 tahun silam itu bisa menjadi pengganti alternatif bek gaek Persija, Ismed Sofyan.

Senada dengan Putu, gelandang bertahan Hargianto juga memilih untuk menimba pengalaman di kompetisi tertinggi Tanah Air bersama Persebaya lantaran tidak dilirik Persija.

"Dari kecil sih memang penginnya main untuk Persija. Tapi kemarin tidak ada tawaran dan justru dihubungi Persebaya, jadi ambil rezeki di depan mata dulu," ujar Hargianto.

Hargianto memiliki peran vital di skuat asuhan Indra Sjafri. Perannya sebagai poros ganda bersama Zulfiandi sering kali sukses meredam serangan lawan.

Pemilik nomor punggung delapan di tim Garuda Jaya ini mestinya bisa dimanfaatkan untuk mengisi sektor tengah Persija yang labil pada musim 2014. Namun, kini peluang tersebut sirna lantaran tidak ada minat dari manajemen tim kebanggan The Jakmania.

Putu dan Hargianto termasuk dalam daftar tujuh pemain Indonesia U-19 yang ditampung Persebaya. Ketidakjelian manajemen Persija bisa menjadi penyesalan di kemudian hari jika dua jebolan Diklat Ragunan, Jakarta, itu makin mengilap di kemudian hari.
 

Senin, 20 Oktober 2014

Lariko Ranga: Personel Garuda Jaya Layak Diboyong ke Jakarta

net


TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Sejumlah pemain tim nasional Indonesia U-19 kini menjadi magnet bagi klub-klub elite Liga Super Indonesia (LSI). Manajemen Persija Jakarta pun diharapkan para pendukung setianya, The Jakmania, untuk menampung sejumlah talenta tersebut.

"Tidak ada salahnya Persija rekrut pemain muda berpotensi. Mereka bisa dipoles untuk menjadi pemain bintang masa depan," kata Ketua Umum The Jakmania Lariko Rangga Mone, belum lama ini.

Menurut Lariko, ada sejumlah pemain Garuda Jaya yang memang mengidolakan Persija yaitu I Putu Gede Juniantara dan Hargianto. Sebab, keduanya merupakan jebolan Diklat Ragunan, Jakarta.

Bek sayap Putu Gede diyakini bisa menimba ilmu dari pemain senior Ismed Sofyan. Bahkan jika tampil konsisten, talenta asal Bali tersebut bisa diproyeksikan untuk menjadi pengganti Ismed di pos bek sayap kanan.

Begitu pula dengan Hargianto. Gelandang bertahan pekerja keras ini dinilai bisa menjadi penjaga kedalaman di lini tengah Macan Kemayoran.

Selain kedua nama tersebut, Lariko juga menyarankan manajemen untuk melirik Hansamu Yama. Bek tengah pekerja keras ini diyakini mampu mendampingi Fabiano Beltrame di jantung pertahanan Persija.

"Persija harus belajar dari pengalaman terlambat merekrut pemain. Jangan nanti kalau sudah direkrut tim lain baru kita minat," ujarnya

Minggu, 19 Oktober 2014

Persebaya Belum Bisa Andalkan 7 Pemain Timnas U-19 di ISL


Liputan6.com, Jakarta - Persebaya Surabaya tampil kurang gereget di putaran pertama babak delapan besar Liga Super Indonesia (ISL) Grup L. Sejauh ini Persebaya belum pernah meraih kemenangan dari tiga pertandingan.

Ya, Greg Nwokolo dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang dari tiga laga. Persebaya berada di posisi ketiga dengan tiga poin, tertinggal empat angka dari Persib Bandung yang memuncaki klasemen Grup L.

Tujuh pemain Timnas Indonesia U-19 yang memperkuat Persebaya, yakni Evan Dimas, Putu Gede, Fatchu Rochman, Sahrul Kurniawan, Ilham Udin Armaiyn, Hargianto dan Zulfiandi bisa menjadi alternatif untuk di putaran kedua nanti.

Namun sayangnya, pelatih Rahmad menjelaskan tujuh pemain Garuda Jaya --sebutan Timnas U-19-- itu tidak bisa memperkuat Persebaya di putaran kedua babak delapan besar ISL.

"Kami tidak mungkin memainkan mereka di sisa musim ini karena belum didaftarkan (ke PT Liga Indonesia). Mereka juga belum bergabung dengan kami," ucap pria yang akrab disapa RD tersebut saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (18/10/2014).

Meski demikian, RD berjanji bakal memanfaatkan Evan Dimas dan kawan-kawan pada musim depan. Kemampuan penggawa Timnas U-19 bisa diandalkan Persebaya.

"Kalau untuk musim depan, saya pastikan kalau mereka bisa bergabung dengan kami," jelas RD, mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 tersebut.

Minggu, 12 Oktober 2014

Putu Gede Merasa Umpan Terobosan Australia Bisa Datangkan Bahaya

Sportsatu.com - Tim nasional U-19 Indonesia akan melakoni laga kedua penyisihan Grup B Piala Asia U-19 dengan menghadapi Australia di Stadion Thuwunna, Yangon, Minggu (12/10) sore. Banyak hal disebut bakal diwaspadai oleh Garuda Jaya.

Yang utama adalah permainan bola-bola atas. Antisipasi terhadap itu sudah dimatangkan dalam sesi latihan yang digelar di Yangon United Sport Complex.

Namun, bek kanan timnas U-19, Putu Gede, punya pendapat lain. Permainan dengan umpan terobosan juga disebut bisa mendatangkan bahaya.

"Yang penting jangan lewat saja. Kalau pemain yang harus diwaspadai, saya pikir sama saja. Permainan bola-bola atas memang harus diwaspadai, tapi kalau saya lihat sih umpan terobosannya," jelas Putu Gede.

Kamis, 09 Oktober 2014

Tujuh Punggawa Timnas U-19 ini akan ke Persebaya

                                                                                                             Peksi Cahyo/Bolanews
Bolanews.com - Persebaya yang bertarung di Liga Super Indonesia (LSI) akan menjadi tempat berkumpulnya pemain tim nasional U-19. Tidak kurang tujuh pemain bakal bergabung dengan tim berjuluk Bajul Ijo itu selepas menjalankan tugas negara memperkuat timnas U-19.


Mereka yang sudah diikat kontrak dengan Persebaya adalah Zulfiandi, Putu Gede Juni Antara, M. Hargianto, Ilham Udin Armayn, M. Fatchurahman dan kapten Evan Dimas. Mereka rata-rata mendapat kontrak empat tahun.

“Selepas timnas U-19, saya memang bergabung dengan Persebaya LSI. Tapi untuk saat ini, saya fokus di timnas,”  ujar Evan.

Zulfiandi mengungkapkan mereka menandatangani kontrak dengan Persebaya saat menjalani pemusatan latihan di Malang. Saat itu pelatnas difokuskan pada peningkatan fisik pemain.

"Kami mendapat kontrak selama empat tahun. Senang juga bisa berkumpul dengan teman-teman di timnas U-19. Apalagi, kami bisa bermain untuk klub besar seperti Persebaya. Tapi kami belum bisa bergabung dengan Persebaya karena membela timnas," kata Zulfiandi.

Senin, 06 Oktober 2014

Putu Gede Pede Hadapi Lawan yang Lebih Gede

                                                                                                           Fernando Randy/Bolanews
Bolanews.com - Di ajang Piala Asia U-19 2014, Putu Gede Juni Antara sadar dirinya akan berhadapan dengan lawan yang memiliki postur tubuh lebih tinggi. Namun, bek timnas U-19 itu tak takut sama sekali.


Selama persiapan menuju Piala Asia U-19, Putu Gede sering menghadapi lawan berpostur besar. Saat melakoni tur Spanyol bersama timnas U-19, ia juga berduel melawan pemain-pemain Barcelona B, Valencia B, dan Atletico Madrid B yang notabene memiliki tubuh menjulang.

"Tak masalah. Saya sudah sering bertemu lawan yang tinggi-tinggi, jadi tidak kaget lagi," tutur Putu kepada kontributor Bolanews, Gonang Susatyo.

"Tentu sudah ada antisipasi bagaimana menghadapi mereka. Yang jelas tiga tim yang kami hadapi di penyisihan memiliki pemain dengan postur yang tinggi, tapi kami sudah mendapat pelajaran dan pengalaman seperti saat tur ke Spanyol," imbuhnya.

Evan Dimas dkk. akan memulai perjuangannya di Piala Asia U-19 dengan menghadapi Uzbekistan dalam laga pembuka Grup B, Jumat (10/10). Lawan-lawan lainnya yang berada satu kotak dengan mereka adalah Australia dan UAE.

Selasa, 23 September 2014

Putu Gede Bahagiakan Orangtua lewat Sepak Bola



                                                       KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
KOMPAS.com - Nama Putu Gede melambung setelah sukses membawa Tim Nasional Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U-19 di Jawa Timur pada akhir tahun 2013 lalu. Kepiawaiannya menjaga lini belakang Garuda Jaya dari gempuran lawan, membuat pemuda asal Denpasar, Bali, ini ikut menjadi pusat perhatian.

Perjalananan karier anak dari pasangan Made Raka yang merupakan seorang tukang ukir patung dan dan Ni Nyoman Suji, yang membantu tetangga mengecet rumah, ini tak berlangsung mulus. Dia sempat ditolak ketika ikut seleksi Perseden Denpasar, sebelum menembus Perseden U-15.

Ketika ditolak dalam seleksi Perseden, Putu Gede tak patah arang. Dia justru kian giat berlatih di SSB Putra Tresna, hingga kesempatan kedua yang lebih besar pun datang saat akademi AC Milan berkunjung ke Bali di mana SSB Putra Tresna berkesempatan melawan klub Serie-A tersebut.

Permainan pemain dengan tinggi 170 sentimeter itu menarik perhatian pemandu bakat sehingga dia direkomendasikan dan bisa masuk SMA Ragunan. Demi mewujudkan cita-citanya sebagai pesepak bola, penggemar bek Real Madrid Sergio Ramos ini, yang saat itu duduk di kelas 1 SMA Dwijendra, rela pindah ke Jakarta pada 2011.

Diakuinya, ini merupakan salah satu keputusan terberat dalam hidupnya karena sudah harus hidup terpisah dengan orangtua. Apalagi, Putu Gede merupakan anak tunggal, yang tentu saja menjadi anak kesayangan. Orangtua pun dengan berat hati harus melepasnya demi cita-cita buah hati mereka.

"Orangtua, khawatir sih. Tetapi mau bagaimana, sepak bola itu cita-citaku dari kecil. Yang penting buat bangga orangtua," ujar Putu Gede, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Kerja keras Putu Gede melapangkan jalannya menuju jenjang yang kian tinggi ketika dia terpilih masuk skuad Timnas U-19 di Piala AFF. Pelatih Indra Sjafri tak ragu menjadikannya sebagai pilihan utama untuk mengawal lini belakang Timnas U-19, yang akhirnya menjadi juara.

Selanjutnya, Putu Gede kembali dipercaya menjadi bek kanan ketika Timnas U-19 melakoni kualifikasi Piala Asia U-19. Perjalanan pasukan Garuda Jaya tak terbendung, termasuk meraih kemenangan 3-2 yang mengesankan atas raksasa sepak bola Asia, Korea Selatan, sehingga tiket menuju putaran final di Myanmar berhasil diraih.

Kini, tugas yang lebih berat menanti. Putu Gede dan kawan-kawan diharapkan minimal bisa mencapai semifinal kejuaraan itu yang akan berlangsung 9-23 Oktober mendatang. Tentu saja, langkah awal adalah mengatasi persaingan dengan Uzbekistan, Australia dan Uni Emirat Arab dalam penyisihan Grup B, untuk lolos ke babak selanjutnya. Jika sukses menembus semifinal, maka Timnas U-19 berhak tampil di Piala Dunia U-20 pada 2015 di Selandia Baru.

Meski namanya sudah melambung bak roket, Putu Gede tak lupa diri. Dia tetap berbakti kepada orangtua dengan mempersembahkan semua kesuksesannya itu untuk mereka, karena tekadnya adalah membahagiakan mereka.

"Sehari – hari, ayah tukang ukir patung, sementara ibu membantu tetangga mengecet rumah. Aku terharu melihat kedua orangtua saya, pokoknya dengan cara apapun membahagiakan orangtua. Salah satunya melalui sepak bola," ujar Putu Gede, yang menerima bonus Rp 50 juta dari Pemkab Gianyar setelah membawa Timnas U-19 juara Piala AFF.

Profil singkat

Nama lengkap: Putu Gede Juni Antara
TTL: Denpasar / 7 Juni 1995
Posisi: Bek kanan

Kamis, 31 Juli 2014

Profil Skuad Garuda Jaya : Putu Gede Juni Antara


Nama Lengkap : Putu Gede Juni Antara
                                                               Nama Panggilan : Putu
                                                                Nomor Punggung : 2
                                                             Posisi : Pemain Belakang
                                           Tempat / Tanggal Lahir : Gianyar / 7 Juni 1995
                                                      Pemain Favorit : Sergio Ramos
                                                             Klub : Diklat Ragunan
                                                                 SSB Putra Tresna
                                                               Ayah : I Made Raka
                                                              Ibu : Ni Nyoman Suji

Jumat, 06 Juni 2014

Kemenangan Timnas U-19 Jadi Kado Ulang Tahun

twitter

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH-- Pemain belakang Timnas U-19, Putu Gede Juni Antara ini tengah bergembira. Kemenangan timnya atas tim Pra-PON Aceh pada pertandingan uji coba yang digelar di Stadiom Harapan Bangsa, Aceh, Jumat (6/6) menjadi kado spesial baginya yang berulang tahun pada 7 Juni 2014 ini.

Datangnya hari jadi bagi pemain kelahiran pemain kelahiran Gianyar, Bali ini tak ayal mendapat perhatian khusus dari para penggemarnya. Seperti yang terlihat pada akun twitter pribadinya, @GedePutuJA, beragam ucapan masuk dari penggemarnya yang mayoritas perempuan.

"Hbd (happy birthday) kak @GedePutuJA semoga di usia 19 th (tahun) bisa membawa @garuda_u19 @timnasu191 mendapat gelar juara di piala afc 2014 #HBD19TahunPUTUGEDE," ucap fans dengan akun twitter  @Rieyfariell16.

Sementara itu, akun @becky_berliana juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada pemain asal Bali ini. "Menangnya @TimnasU191 @GARUDA_U19 skrg buat kado ulang tahunnya @GedePutuJA besuk nihh! Hbd ka @GedePutuJA," jelasnya.

Akun fans Timnas U-19, @fans_GARUDA_U19 juga mengucapkan selamat untuk Putu Gede. "Tetap lah menjadi bintang yang selalu menyinarkan Indonesia dengan prestasi mu. Buatlah ayah dan ibumu bangga denganmu @GedePutuJA," ujar akun twitter @Fans_GARUDA_U19.

Senin, 17 Februari 2014

Putu Gede Juni Antara Tidak Sadar Dirinya Cedera


TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Putu Gede Juni Antara, pemain timnas Indonesia U-19 yang mengalami cedera sewaktu laga melawan PSIS Semarang, Jumat (14/2/2014), mengaku tidak ingat insiden yang dialaminya. 

Ia hanya berusaha merebut bola udara namun selepas itu merasa kesakitan di bagian paha kanan atasnya. Putu baru menyadari 'ditekel' pemain PSIS dari keterangan dokter dan rekan setim yang melihat kejadian tersebut.

"Kondisi masih lemas. Ada bekas saja di paha sama biru (memar) sedikit. Ini jalani perawatan dengan dokter. Saya yakin dalam waktu dekat sudah bisa bermain lagi," tutur pemain asal Bali ini kepada Super Ball.
Menurut diagnosis awal, Putu harus istirahat selama tiga sampai lima hari. Pihak dokter akan melakukan penanganan dengan mengompres bagian cedera dengan es sembari menunggu rasa nyerinya hilang.

Putu Gede Juni Antara Dikenal sebagai Pemain Tahan Banting


TRIBUNNEWS.COM - Di timnas Indonesia U-19, nama Putu Gede Juni Antara dikenal sebagai salah satu pemain dengan ketahanan fisik sangat prima. 

Jika ia mendapat hantaman dari lawan dan tidak bisa melanjutkan pertandingan, cedera yang dialami bisa berarti serius.

"Efek tendangan yang disengaja itu ya sangat kesakitan sekali. Selama ini Putu dikenal sebagai pemain yang paling tahan banting di tim. Tetapi melihat dia meringis berarti memang perlu penanganan lebih lanjut. Tidak bisa dipaksakan," ujar dokter timnas Indonesia U-19 Alfan Nur Asyhar.

Putu mengalami cedera pada laga melawan PSIS Semarang, Jumat (14/2/2014). Ia ditarik keluar sekira menit ke-29. Posisinya digantikan Mahdi Fahri Albar. Cedera didapat Putu di bagian paha kanan atas bagian luar setelah mendapat hantaman pul sepatu dari salah seorang pemain PSIS.

Usai menerima terjangan, Putu berusaha berdiri namun pemain asal Bali ini merasa nyeri tidak tertahankan. Dokter tim kemudian merekomendasikan kepada pelatih Indra Sjafri untuk mengganti Putu
 

Sabtu, 18 Januari 2014

Putu Gede Juni Antara: Sempat Gagal Seleksi

 Sumber


Putu Gede Juni Antara (18) diprediksi bakal menjadi pasukan inti Garuda di masa mendatang. Penampilan gemilang­nya saat mem­perkuat timnas U-19 di Piala AFF dan Kualifikasi Piala AFC U-19 2014 menjadi patokannya.

Namun, ia pernah ditolak dalam seleksi di Perseden Denpasar. Kegagalan itu tak mem­buat pemain kelahiran Denpasar, 7 Juni 1995 itu patah arang. Kerja keras dilakukan Putu untuk meningkatkan kemam­puannya. Ia semakin rajin berlatih di SSB Putra Tresna.
“Sungguh pengalaman terburuk saya. Akan tetapi, hal itu membuat saya jadi terpacu untuk lebih baik lagi,” kata Putu.
Alhasil, ia mampu juga menembus tim Perseden U-15. Pada 2011, saat duduk di bangku kelas XI SMA Dwijendra, ia hijrah ke Diklat Ragunan, Jakarta. Kondisi itu diakui Putu salah satu hal terberat dalam hidupnya karena harus terpisah dengan orang tua.
Selanjutnya. ia masuk timnas U-17 hingga U-19. “Sebenarnya tidak ada bayangan sampai seperti ini. Awalnya cuma hobi saja,” tutur Putu.
Prestasinya kini ia persembahkan untuk kedua orang tuanya di Bali, Made Raka dan Ni Nyoman Suji. “Ayah tukang ukir patung, sedangkan ibu membantu tetangga mengecat rumah. Saya berharap dari sepak bola dapat membahagiakan mereka,” tuturnya.
Kini, impian besar dimiliki Putu, yakni menjadi pesepak bola dan kembali mempersem­bahkan gelar untuk Indonesia.
Penulis : Kukuh Wahyudi

Biodata Putu Gede Juni Antara :

Nama Lengkap : Putu Gede Juni Antara
Nama Panggilan : Putu
Nomor Punggung : 2
Posisi : Pemain Belakang

Tempat / Tanggal Lahir : Gianyar / 7 Juni 1995
Pemain Favorit : Sergio Ramos

Klub : Diklat Ragunan

           SSB Putra Tresna

Ayah : I Made Raka

Ibu : Ni Nyoman Suji