Tampilkan postingan dengan label Ravi Murdianto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ravi Murdianto. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Desember 2014

Mantan Kiper Timnas U-19 Sebut Evan Dimas Pemain Langka

Liputan6.com, Jakarta - Pujian terhadap Evan Dimas dilontarkan mantan rekan setimnya di timnas U-19, Ravi Murdianto. Eks kiper timnas U-19 itu bahkan menilai Evan sebagai pesepak bola langka karena skill dan visi bermain di atas rata-rata.

Evan memang tampil memesona pada kiprah perdananya di Piala AFF 2014. Meski tim Merah Putih harus tersingkir secara tragis di fase grup, gelandang berusia 19 tahun berhasil mencuri perhatian publik.

Evan mencetak satu gol dan memberikan satu assist saat timnas mengecundangi Laos 5-1 pada laga terakhir fase grup, 28 November lalu. Sebelum itu, pemain Persebaya Surabaya itu mencetak gol perdana dalam debutnya bersama timnas saat mengalahkan Timor Leste 4-0 pada laga uji coba, 11 November lalu.
  
"Saya pribadi melihat penampilan Evan dari timnas U-19 ke timnas senior selalu stabil. Bahkan, dia malah sukses menyumbang gol di uji coba maupun Piala AFF kemarin bersama timnas senior. Pemain seperti Evan  harus dijaga karena sangat langka," kata Ravi kepada Liputan6.com.

Di sisi lain, Ravi juga amat berhasrat mengikuti jejak Evan memakai kostum timnas senior. Namun, pemuda kelahiran Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah memilih untuk melakukannya secara bertahap.

"Ambisi tentu ada tapi harus saya lalui secara bertahap dulu biar semakin matang," ucapnya.

Saat ini, nama Ravi dan Evan masuk daftar panggil seleksi timnas U-23 bersama beberapa nama mantan pemain timnas U-19 seperti Hansamu Yama, Paulo Sitanggang, Rudolof Yanto Basna serta Ilham Udin Armaiyn.
Namun, hingga kini Evan belum mengikuti pelatnas yang dipimpin langsung Aji Santoso karena diberikan libur seusai memperkuat timnas di Piala AFF 2014. (Juprianto Alexander Sianipar)

Sabtu, 29 November 2014

Persiapan Mitra Kukar Demi Musim Depan: Dari Pelatih Eropa Hingga Bintang Timnas U-19

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mitra Kukar memetik pelajaran penting dari kegagalan menjuarai Indonesia Super League (ISL)  2014. Menatap musim kompetisi mendatang, Mitra Kukar merasa harus memiliki persiapan yang lebih matang.

Menurut presiden Mitra Kukar, Endri Erawan, persiapan Mitra Kukar untuk menghadapi musim kompetisi lalu termasuk maksimal. Di antaranya menggelar pramusim di Spanyol. Selain itu Naga Mekes juga menjalani laga persahabatan kontra tim-tim Kalimantan dan kontestan ISL lainnya.

“Permasalahannya, klub lain juga melakukan hal yang sama. Persiapan mereka lebih matang daripada kita. Kita belajar dari situ. Ternyata untuk bersaing di kompetisi seketat ISL, persiapan kita harus lebih bagus lagi,” tutur Endri ditemui wartawan di kawasan Pondok Indah, Jumat (28/11/2014) malam.

Musim lalu Mitra Kukar gagal menjadi juara. Mereka finis di peringkat ketiga klasemen grup Timur setelah Persebaya Surabaya dan Persipura Jayapura.

Pada babak delapan besar, Mitra Kukar gagal melaju ke babak semifinal. Mereka hanya berada di urutan ketiga grup B setelah Persib Bandung dan Pelita Bandung Raya (PBR).

Menjelang musim kompetisi 2015, Mitra Kukar berencana mempertahankan 70 persen skuat inti mereka. Mitra Kukar juga sedang bernegosiasi dengan sejumlah pemain jebolan timnas U-19 Indonesia. Di antaranya penjaga gawang Ravi Murdianto.

Sosok pelatih asal Eropa juga menjadi kandidat terkuat pelatih Mitra Kukar untuk menggantikan Stefan Hansson. Menurut Endri, pelatih tersebut belum pernah berkarier di Indonesia. Namun demikian, dia pernah membawa klub asuhannya meraih gelar juara di kompetisi Asia. 

Empat Mantan Penggawa Timnas U-19 Ikut Seleksi Timnas U-23

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mantan penggawa Timnas U-19 akan mengikuti seleksi Timnas U-23 di Yogyakarta, yang diproyeksikan untuk tampil di SEA Games 2015 mendatang. Dari lima pemain, hanya Evan Dimas yang belum bergabung.

"Yang dipanggil seleksi ada 67 pemain tapi masih ada yang mengikuti kegiatan klub seperti Persebaya, ada dua yang trial di Jepang. Yang sudah datang 42 pemain," ujar pelatih kepala Timnas U-23, Aji Santoso, Sabtu (29/11/2014).

Menurutnya, dalam seleksi tahap pertama di Yogyakarta ini sebagaian besar didominasi oleh muka-muka baru, yang merupakan hasil rekomendasi dari pelatih klub masing-masing. Dari 67 pemain, Aji Santoso memasukan lima pemain mantan anak asuh Indra Sjafri.

"Sekitar lima pemain kami panggil mengikuti seleksi, termasuk Evan Dimas," ujarnya.

Dalam seleksi perdana Sabtu pagi, empat pemain Garuda Jaya sudah tampak mengikuti seleksi yang digelar di stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mantan pemain timnas U19 yang sudah bergabung yakni Hansamu Yama, Ravi Murdianto, Rudolf Yanto dan gelandang energik Paulo Sitanggang.

Sementara itu, Evan Dimas, menurut Aji, belum bisa datang di seleksi perdana. Sebab, dia masih berada di Vietnam bersama timnas Senior.

Namun demikian, Aji berharap pemain yang tampil menawan dan mencetak satu gol kala Indonesia menang 5-1 atas Laos di laga terakhir AFF Suzuki Cup 2014, Jumat (28/11), dapat segera bergabung di Yogyakarta.

"Secepatnya kalau bisa. Tapi mungkin dia masih butuh waktu istirahat, karena habis memperkuat timnas Senior di AFF," tambahnya.

Senin, 27 Oktober 2014

Alfred Riedl Tegur Kiper Timnas U-19

ANTARA FOTO/Andika Wahyu

VIVAbola - Pelatih timnas Indonesia senior, Alfred Riedl, dikenal sebagai pelatih dengan kedisiplinan tinggi. Bukan hanya saat menangani pasukannya di atas lapangan, dalam kehidupan sehari-hari, Riedl juga tidak sungkan menegur para pemainnya.

Kiper Timnas U-19, Ravi Murdianto, menjadi salah satu "korbannya".  Ravi ditegur usai latihan di Lapangan Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Senin, 27 Oktober 2014.

Insiden ini bermula saat Riedl melihat Ravi membersihkan sepatu bolanya di tribun penonton. Melihat hal itu, Riedl yang tengah diwawancarai sejumlah media, datang menghampiri Ravi.

"Hei, jangan bersihkan sepatu di tribun," kata Riedl, pagi tadi.

"Kita cuma tamu. Jaga kebersihan," sambung mantan pelatih timnas Vietnam itu.
Selain Ravi, gelandang Timnas U-19, Paulo Sitanggang, juga sempat kena semprot Riedl. Pelatih asal Austria itu berteriak meminta Paulo mengikuti instruksinya.

"Masuk! Isi ruang yang kosong. Terus bergerak, Paulo!" teriak Riedl saat sesi finishing touch.
Latihan Timnas senior dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, persiapan menghadapi Piala AFF 2014 ini hanya diikuti 15 pemain.

Bek Hamka Hamzah juga tampak berlatih terpisah. Lututnya sempat dibalut dengan kinesiology tape, dan sepanjang latihan tadi, bek klub Malaysia, PKNS FC, ini hanya berlari-lari kecil di sekitar lapangan.

Timnas senior masih menggelar sesi latihan di Lapangan SPH hingga 30 Oktober 2014 nanti. Sebelum tampil di Piala AFF 2014, Indonesia akan menghadapi dua laga uji coba melawan Timor Leste dan Suriah pada pertengahan November mendatang. (one)

Jumat, 24 Oktober 2014

Orang Baru, Ravi Murdianto Mengaku Perlu Adaptasi


Sportsatu.com - Mantan kiper tim nasional U-19 Indonesia, Ravi Murdianto, mengaku belum terbiasa dengan suasana di timnas senior. Itu disampaikannya setelah bergabung dan ikut berlatih di lapangan SPH, Karawaci, Jumat (24/10) pagi.

Ravi baru bergabung. Ia menyusul enam rekannya yang sebelumnya juga memperkuat timnas U-19, yaitu Evan Dimas, Maldini Pali, Ilham Udin, Muchlis Hadi, Paulo Sitanggang, dan Hansamu Yama.
"Sehingga harus adaptasi dulu," kata Ravi Murdianto usai mengikuti latihan.

Hal itu bukan tanpa sebab. Ravi baru bertemu dengan seluruh pemain, kecuali enam temannya di timnas U-19. Tercatat hanya Andritany Ardhiyasa yang sudah dikenalnya.

"Andritany senior saya di Diklat Ragunan sehingga sudah saling tahu. Sudah pernah berbincang juga dengannya," jelasnya.

Ravi Murdianto Bergabung, Jumlah Eks Garuda Jaya di Timnas Senior Bertambah


Sportsatu.com - Jumlah mantan pemain tim nasional U-19 Indonesia di skuad senior bertambah. Ravi Murdianto merapat dan telah ikut latihan timnas senior Indonesia, Jumat (24/10) pagi.

Bergabungnya Ravi membuat pemusatan latihan terakhir tahap kedua diisi tujuh pemain yang sebelumnya tampil di Piala Asia U-19.

Sebelumnya, enam pemain yaitu Evan Dimas, Maldini Pali, Ilham Udin, Muchlis Hadi, Paulo Sitanggang, dan Hansamu Yama, sudah belatih.

"Baru tadi malam diberi tahu dan saya sangat senang," kata Ravi Murdianto usai latihan, Jumat (24/10).

Ravi langsung terlibat. Ia bergabung dan berlatih bersama dua kiper timnas U-23, Andritany Ardhiyasa dan Teguh Amiruddin, di bawah arahan pelatih kiper Edy Harto.

Ravi sendiri diperkirakan juga hanya ikut membantu. Sama seperti lima mantan pemain timnas U-19, ia tak berpeluang memperkuat timnas di Piala AFF 2014, November-Desember 2014.

Rabu, 22 Oktober 2014

Selangkah Lagi, Mitra Kukar Datangkan Ravi Murdianto

antara foto

TRIBUNNEWS.COM, SOREANG - Pencapaian tim nasional Indonesia U-19 melaju ke putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar pada Oktober 2014 membuat para penggawa tim berjuluk Garuda Jaya menjadi incaran klub-klub di tanah air.

Klub peserta Indonesia Super League (ISL) 2014, Mitra Kukar, melakukan pendekatan kepada dua pemain. Mereka yaitu, Ravi Murdianto dan Paulo Oktavianus Sitanggang. Ravi bahkan menyaksikan laga tim berjuluk Naga Mekes di babak delapan besar langsung di stadion.

Pemain berposisi kiper itu menyaksikan laga tuan rumah Pelita Bandung Raya melawan Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Selasa (21/10) kemarin. Ravi terpantau duduk di kursi VIP Barat.

“Sepulang dari Myanmar, manajemen Mitra Kukar meminta saya gabung. Saya langsung ke sini, meskipun belum ikut latihan. Mungkin setelah habis musim ini kontrak baru jelas. Kalau sekarang baru kesepakatan lisan,” ujar Ravi.

Manajemen Mitra Kukar tidak menampik melakukan pendekatan kepada pemain yang pernah tergabung di tim Perserang Serang, peserta Divisi Satu Liga Indonesia itu. Menurut manajer tim asal Kutai Kertanegara itu, Ronny Fauzan, semua tim berkeinginan memboyong pemain timnas U-19.

Namun untuk saat ini, Ronny mengaku dirinya tidak terburu-buru untuk menjalin kerjasama dengan para pemain yang pernah diasuh pelatih Indra Sjafri itu. Sebab, dia menilai, tim berjuluk Si Naga Mekes tengah berkonsentrasi di babak delapan besar ISL 2014.

“Dulu memang kami melakukan pendekatan kepada Ravi Murdianto. Tetapi, kita masih lihat-lihat. Tidak ada tim yang tidak mau pemain U-19. Saat ini, kami fokus ke babak delapan besar iSL,” tutur Ronny.

Ravi Murdianto Berharap Ikut Pelatnas Timnas U-23

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, SOREANG - Sepulang membela tim nasional Indonesia U-19 di Piala Asia U-19 di Myanmar pada awal Oktober, Ravi Murdianto, menghabiskan waktu berlibur di Bandung, Jawa Barat.

Penggawa andalan tim berjuluk Garuda Jaya itu tidak mendapatkan panggilan mengikuti pemusatan latihan tim nasional senior. Berbeda dengan keenam pemain timnas U-19 lainnya, seperti Ilham Udin, Paolo Sitanggang, Hansamu Yama, Muchlis Hadi, Evan Dimas, dan Maldini Pali.

Meskipun belum mendapatkan kesempatan berlatih di bawah arahan Alfred Riedl, namun pemain yang pernah membela tim Perserang Serang, peserta Divisi Satu Liga Indonesia itu tidak kecewa. “Saya tidak kecewa. Saya berharap dipanggil timnas U-23,” ujar Ravi Murdianto.

Setelah berlaga di Asian Games XVII/2014 di Incheon, timnas U-23 akan kembali melakukan persiapan untuk tampil di SEA Games 2015 di Singapura.

Pemain jebolan timnas U-19 di Piala Asia 2014 tidak semua telah berusia 19 tahun. Di antara para pemain tersebut, masih ada yang berusia 17 tahun. Mereka mendapatkan panggilan mengikuti pemusatan latihan timnas U-17.

“Ada juga beberapa pemain yang dipanggil u-17 (Awan Setho, Diky indrayana,-red),” kata Ravi.

Sabtu, 18 Oktober 2014

PSIS Semarang Ingin Rekrut Tiga Penggawa Timnas Indonesia U-19

Goal / Abi Yazid

Goal.com - PSIS Semarang menjadi salah satu klub yang menginginkan jasa para penggawa timnas Indonesia U-19. Tim berjulukan Mahesa Jenar itu berhasrat ingin merekrut tiga penggawa Indonesia U-19 yang berasal dari Semarang.

Mereka adalah dua kiper Ravi Murdianto dan Awan Setho Raharjo, serta pemain sayap Septian David Maulana. PSIS sendiri saat ini masih berkiprah di kompetisi Divisi Utama. Namun, mereka juga berpeluang untuk lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan.

Namun begitu, dari tiga nama tersebut dua di antaranya dikabarkan juga diminati klub ISL. Ravi diminati Mitra Kukar, sementara Septian dikabarkan dilirik Persib Bandung.

"Akan kami coba tawari dulu, tergantung anaknya nanti mau atau tidak," ujar Yoyok Sukawi, direktur utama PT Mahesa Jenar Semarang, perusahaan pengelola PSIS.

Namun begitu, Yoyok menegaskan ketiga pemain itu tetap tidak akan mudah untuk bergabung bersama PSIS. "Secara teknis, kualitasnya tentu bagus karena sudah di level nasional. Tapi, tetap akan kami lihat lagi, kalau kemampuannya di atas rata-rata pemain lainnya pasti akan kami rekrut," tegasnya.

Jumat, 17 Oktober 2014

Timnas Indonesia U-19 Bertekad Sukses di Masa Depan

Bola.net - Manfaat Gerakan Ayo! Indonesia Bisa yang diprakarsai Clear, sangat dirasakan tim nasional Indonesia dalam perjuangan di Piala Asia U-19 tahun 2014. Hal tersebut disampaikan penjaga gawang Ravi Murdianto.

Sekalipun gagal merealisasikan target, namun dukungan tetap terasa ketika kembali ke Tanah Air. Hal tersebut, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tetap mendukung terlepas hasil yang mereka raih di Myanmar.

"Tentu kami harus mengucapkan terima kasih kepada supporter dari gerakan Ayo! Indonesia Bisa.  Sambutan dan dukungannya, sangat luar biasa," terangnya.

"Mewakili skuad ini (Garuda Jaya), saya dan teman-teman memang mengaku kecewa, namun sambutan hangat masyarakat di Tanah Air membuat kami makin terpacu untuk melanjutkan perjuangan menuju prestasi di masa depan," pungkasnya. (esa/dzi)

Minggu, 12 Oktober 2014

Ravi Murdianto Beberkan yang Harus Diwaspadai dari Australia

Sportsatu.com - Kiper tim nasional U-19 Indonesia, Ravi Murdianto, membeberkan apa yang harus diwaspadai dari Australia. Ini disampaikannya jelang pertemuan kedua tim di laga kedua penyisihan Grup B Piala Asia U-19 di Stadion Thuwunna, Yangon, Minggu (12/10) sore.

Permainan bola atas mereka disebut salah satu yang harus diwaspadai. Permainan itu dilakukan karena ingin memaksimalkan keunggulan postur tubuh.

"Kami sudah melakukan persiapan untuk mengantisipasi bola atas, mulai melalui umpan silang, servis, dan tendangan bebas," kata Ravi saat ditemui SportSatu di Hotel Taw Win Garden, Minggu (12/10).

Ravi juga menjelaskan serangan balik Young Socceroos juga harus bisa diantisipasi. Caranya dengan mematikan sayap mereka.

"Serangan balik mereka harus diwaspadai juga. Itu biasanya dilakukan dari sisi kanan dan kiri, karena dari sisi itu mereka melakukan tusukan dari belakang melalui samping, kemudian langsung melakukan umpan silang," tambahnya.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Ravi Murdianto Segera Fit Hadapi Australia U-19

Goal / Abi Yazid

Goal.com - Tidak diturunkan saat timnas Indonesia U-19 dikalahkan 3-1 oleh Uzbekistan U-19, kiper utama tim Garuda Jaya, Ravi Murdianto, diyakini sudah bisa mentas sejak sepakan mula kala hadapi duel hidup-mati melawan Australia U-19.

Kabar itu dikonfirmasi sendiri oleh dokter timnas U-19, Alfan Nur Asyhar. Ia menuturkan jika kondisi Ravi kini sudah berangsur membaik dan bakal fit 100 persen saat bentrok dengan Negeri Kangguru.

"Sebenarnya Ravi sudah bisa ikut pertandingan melawan Uzbekistan U-19. Sayangnya ia masih merasakan nyeri minimal. Bukan cedera, itu hanya memar, tapi berpotensi menggangu. Saya pikir Ravi sudah pulih 100 persen sehingga bisa bermain," jelas Alfan.

Namun, diagnosis kepulihan barulah hipotesis. Alfan menegaskan jika masalah baru bisa datang kapan saja.

"Untuk menentukan, kita harus melihat bagaimana sebelum pertandingan melawan Australia. Kita belum tahu bagaimana saat hadapi Australia esok. Prinsip kami, pemain yang tampil adalah pemain yang berada dalam kondisi 100 persen," tegasnya.

"Hal itu juga berlaku untuk semua pemain. Sejauh ini, pemain lain tidak mengalami masalah. Tidak ada yang mengalami cedera serius yang harus menjalani penyembuhan dengan waktu lama," tutupnya.

Kamis, 09 Oktober 2014

Ravi Murdianto Siap Antisipasi "Serangan Udara" Uzbekistan

YANGON, KOMPAS.COM - Kiper Tim Nasional Indonesia U-19, Ravi Murdianto, mengaku siap mengantisipasi crossing Uzbekistan, saat kedua tim bertemu pada pertandingan pertama Grup B Piala Asia U-19, di Stadion Thuwunna, Jumat (10/9/2014).

"Aku pastinya harus sigap mengantisipasi bola-bola atas lawan. Karena itu, aku harus koordinasi dengan bek harus berjalan baik," kata Ravi kepada wartawan Kompas.com, Ferril Dennys, yang berada di Myanmar.

Uzbekistan kemungkinan besar akan mengandalkan umpan-umpan silang sebagai senjata mengingat mereka memiliki kelebihan pada postur badan pemainnya.

Dalam beberapa kesempatan, pelatih Indra Sjafri, mengatakan demikian. Pelatih asal Sumatera Barat tersebut meminta anak asuhnya tidak membuka ruang bagi lawan untuk melepaskan umpan.

Dalam latihan, Ravi pun diminta untuk terus berkomunikasi dengan para pemain belakang. "Jangan sampai ada miskomunikasi. Aku dan pemain belakang harus kompak," tuturnya. 

Senin, 06 Oktober 2014

Ravi Murdianto, Tak Putus Asa Dicibir Orang


 Republika/Edwin Dwi Putranto


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cibiran mengiringi langkah penjaga gawang Ravi Murdianto saat meniti karier. Sebelum terkenal sebagai orang nomor satu di bawah mistar gawang Timnas U-19 Indonesia, Ravi kerap disepelekan. Orang-orang melihatnya sebelah mata.

Situasi itu tidak membuat Ravi putus asa, ia terus bekerja keras untuk menjawab keraguan. Kerja keras itu kini tengah menapaki jalur menuju kesuksesan. Ravi populer dan mempersembahkan torehan prestasi bersama timnas.

Ravi berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Hery Supriyanto, sempat bekerja sebagai pemungut botol dari kampung ke kampung. Sang ibu, Murminah, hanya berjualan nasi di sebuah warung.

Sejak kelas dua Sekolah Dasar (SD), Ravi mulai menyukai sepakbola. Awal kariernya, dia berada di posisi gelandang atau penyerang. Menginjak kelas enam SD, ia hijrah ke sektor penjaga gawang dan sejak kelas enam SD Ravi pindah ke SSB Tugumuda Semarang dengan harapan agar mendapat pelatihan yang lebih baik.

Dengan posturnya yang tinggi besar, adaptasi di posisi baru bukan hal sulit. Namun, ia menghadapi beragam kendala. Salah satunya adalah jarak rumahnya ke SSB tempat dia berlatih di Semarang, Jawa Tengah, lumayan jauh dan memakan waktu yang cukup lama.

Perjalanan Ravi menuju tempat latihannya tidak terbilang mudah, dirinya kadang jalan kaki atau diantar sang ayah. Ketika diantar, Ravi harus duduk di atas jok sepeda motor yang sudah penuh sesak dengan karung berisi botol-botol.

Kata-kata dari orang kampung sekitarnya 'Itu loh kiper yang diantar bapaknya naik motor di atas karung' sering dia dengar dari kupingnya sendiri.

Gerbang memperkuat timnas U-19 pun seolah terbuka. Sejak Indra Sjafri menangani timnas Indonesia U-17, timnas Indonesia U-18, hingga sekarang Ravi menjadi pilihan utama.

Ravi sebelumnya berhasil lolos seleksi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah. Berkat rekomendasi salah seorang seniornya, Ravi ditarik pindah ke Diklat Ragunan di Jakarta.

Menurut dirinya, apa yang bisa dia raih saat ini berkat dukungan orangtua dan kehendak Tuhan. Ravi termotivasi untuk membahagiakan orangtuanya.

"Orangtua yang memperjuangkan saya dan selalu mendukung saya. Bahkan pernah bela-bela jual tanah untuk biaya masuk SSB atau keperluan lainnya," ungkap Ravi seperti dikutip dari buku 'Official Book: Timnas Garuda Jaya'.


Kamis, 02 Oktober 2014

Ravi Murdianto Yakin Jadi Kiper Utama Di Piala Asia

Goal.com - 23 skuat utama timnas Indonesia U-19 untuk berlaga di Piala Asia U-19 sudah ditentukan sang pelatih kepala, Indra Sjafri. Menarik ditunggu persaingan seperti apa lagi yang akan terjadi demi memperebutkan tempat di starting XI.

Salah satunya ada di posisi penjaga gawang. Setelah Awan Seto mengalami cedera, Indra kemudian memutuskan untuk memanggil Rully Desrian guna bersaing dengan dua nama mapan terdahulu, yakni Diky Indrayana dan Ravi Murdianto.

Nama yang disebut terakhir kemudian mengapungkan keyakinannya untuk kembali jadi pilihan utama, selepas dipercaya pada Piala AFF junior lalu.

"Saya tentu yakin jadi pilihan utama. Untuk Rully yang baru datang, kita sudah kenal lama hampir dua tahun," ujar Ravi pada para wartawan.

"Namun saya juga harus menerima jika keadaan sebaliknya, siapa yang terbaik pantas jadi pilihan utama. Jadi itu tak masalah buat saya, asal segala yang terbaik untuk Indonesia," pungkasnya bijak.
 

Rabu, 01 Oktober 2014

Kiper Timnas U-19 Ceritakan Pengalaman Dibobol Suarez

ist

Liputan6.com, Yogyakarta: Kiper utama Timnas U-19 Ravi Murdianto mengaku senang bisa melawan Luis Suarez di tur Spanyol beberapa waktu lalu. Meski dibobol Suarez dua kali, Ravi mengaku justru bisa memetik pengalaman berharga.

Ravi ungkapkan perasaannya saat dibobol bintang Barcelona asal Uruguay itu. "Saya merasa senang, gak sedih.  Dapat pelajaran dari pemain bintang," ujar Ravi usai latihan di Stadion UNY Rabu (01/09/2014).

Ravi menyebut pengalaman bermain lawan bintang dunia tak ternilai harganya. Tak hanya dia, pemain lain di timnas U-19 juga merasakan hal yang sama. "Kami dapat pengalaman baru. Sedangkan cara main dan komunikasi jadi pelajaran bagi kami," tuturnya.

Ravi tampil di dua laga saat Tur Spanyol yaitu lawan Atletico B dan Barcelona B. Dikatakannya, tensi menghadapi dua pertandingan itu sangat berbeda. Dia mengatakan, pemain Barcelona B jauh lebih mendominasi ketimbang ketika melawan Atletico B.

"Atletico dan Barca beda. Barca ngepres terus jadi bola sering hilang," ujarnya.

Minggu, 14 September 2014

Ravi Siap Kembali Jadi Andalan



 Ferril Dennys

KOMPAS.com - Indonesia seperti tak pernah kehabisan stok kiper. Lihat saja bagaimana tim nasional Indonesia U-19 memiliki kiper hebat yakni Ravi Murdianto.

Kiper kelahiran Tegowanu, Grobogan, tersebut merupakan salah satu pilar penting di balik keberhasilan Garuda Jaya menjuarai Piala AFF 2013 dan lolos dari kualifikasi Piala Asia.

Saat menjuarai Piala AFF, Ravi selalu tampil sebagai starter. Ia mencatat dua kali clean sheet yakni saat Indonesia menggulung Brunei Darussalam 5-0 pada babak penyisihan grup, dan saat Garuda Jaya menaklukkan Timor Leste 2-0 pada babak semifinal. Total, ia hanya kebobolan lima gol pada ajang tersebut.

Ravi kemudian tampil cemerlang pada laga final melawan Vietnam. Pemain yang mengidolakan Gianluigi Buffon tersebut berhasil menepis dua tembakan dua pemain Vietnam, Tran Huu Dong Trieu dan Pham Duc Huy dalam drama adu penalti. Keperkasaan Ravi di bawah mistar membuat Indonesia menjuarai Piala AFF 2013. Gelar juara ini merupakan yang pertama bagi Indonesia sejak 22 tahun terakhir di mana Indonesia tak pernah meraih satupun gelar juara baik di level Asia Tenggara apalagi level yang lebih tinggi.

Ravi kemudian tampil fenomenal saat timnas U-19 tampil pada babak kualifikasi Piala Asia U-19 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 8-12 Oktober 2013.

Ravi yang selalu menjadi starter, sukses mencatat dua clean sheet. Ia hanya kebobolan dua gol saat Indonesia mengalahkan Korea Selatan 3-2. Berkat kemenangan tersebut, Indonesia lolos ke Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014.

Penampilan apik Ravi mendapatkan pujian dari  Djarot Supriadi sebagai pelatih kiper. "Ravi masih tampil menawan di berbagai ajang internasional. Kami masih menganggap dia memiliki kemampuan dan pengalaman yang bagus," puji Djarot.

Ravi mengaku tetap bekerja keras untuk menjamin posisinya di skuad inti yang akan berlaga di Piala Asia U-19. "Aku selalu semangat latihan dan lebih kerja keras lagi. Kalau masalah kiper utama, serahkan kepada pelatih. Siapa pun yang akan dipasang, itulah yang siap dan yang terbaik selalu dukung demi Indonesia," beber Ravi.

Bakat Ravi memang sudah terlihat sejak ia masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. Saat itu, Ravi bergabung dengan SSB Putra Bersemi. Ternyata, ia bukan bermain di posisi kiper, tetapi merupakan seorang pemain gelandang dan penyerang.

Sejak kelas empat, Ravi baru menjadi kiper. Fakor utamanya adalah postur tubuhnya yang cukup tinggi mencapai 183 sentimeter.

Berkat potensi yang besar di bawah mistar gawang, Ravi bergabung dengan SSB Tugumuda Semarang untuk mendapatkan pelatihan yang lebih baik.

Ravi kemudian lolos seleksi di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah atau disebut Diklat Salatiga. Kemampuannya terus diasah dan refleksnya semakin baik.

Pada 2012, Ravi ditarik masuk ke Diklat Ragunan. Dia kemudian lolos ke tim nasional Indonesia U-17 yang berhasil menjuarai HKFA Youth Invitation Tournament 2012.

Profil singkat:

Nama Lengkap: Ravi Murdianto
TTL: Grobogan, Jawa tengah/8 Januari 1995
Posisi: Kiper
Tinggi: 183 cm
Berat: 82 Kg

Rabu, 03 September 2014

Tingkatkan Reaksi, Kiper Timnas U-19 Dilatih Tangkap Bola Tenis

Ferril Dennys/kompas.com

TRIBUNNEWS.COM, JOGJA - Pelatih kiper Tim Nasional Indonesia U-19, Jarot Supriadi, meningkatkan reaksi dan reflek untuk tiga kiper yang dimilikinya. 

Dalam sesi latihan pagi yang digelar di lapangan GOR Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (3/9/2014) pagi tadi, Jarot menggunakan media bola tenis dan raket untuk meningkatkan rekasi dan reflek Ravi Murdianto, Awan Seto, dan Muhammad Diki Indrayana. 

Jarot memulai latihan ini dengan melempar bola tenis ke atas atau ke bawah yang kemudian berusaha ditangkap kiper dari jarak dekat. Lambat-laun intensitas latihan semakin tinggi. 

Jarot kemudian memukul bola tenis tersebut dengan menggunakan raket ke pojok kanan-kiri bawah secara bergantian. Ravi, Awan, dan Diki berhasil menangkap bola tenis yang melesat kencang. 

Menurut Jarot, latihan dengan menggunakan bola tenis merupakan variasi latihan. "Latihan ini ada tujuannya yakni meningkatkan reaksi dan reflek pemain. Dari latihan tadi, kita lihat bola jadi lebih cepat. Apalagi kalau dipukul raket sehingga kecepatan reaksi dan refleknya bisa meningkat. Hari ini, kami fokus meningkatkan poin itu," kata Jarot. 

Jarot menjelaskan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan reaksi dan refleksi pemain. "Bisa dilakukan dengan cara membalikkan badan kemudian diminta menangkap bola. Dengan bola tenis, untuk memberikan variasi latihan," tutur Jarot.  

Dikatakan Jarot, reaksi dan refleksi bukan hal utama yang dimiliki pemain. Kiper harus memiliki power, koordinasi, dan speed. "Semua harus ada. Ada dari sisi teknik. Bagimana dia menghalau bola atas atau bawah. Taktikal bermain dengan tim juga perlu. Bagaimana dia mengumpan rekannya dan mengontrol bola," ulas Jarot.

Jumat, 29 Agustus 2014

Kiper Timnas U-19 Ungkap Manfaat Tur ke Eropa



 Ferril Dennys

JAKARTA, KOMPAS.com - Kiper Tim Nasional Indonesia U-19, Ravi Murdianto, mengungkapkan manfaat dari tur ke Eropa yang akan dilakoni Garuda Jaya pada 10 September 2014. Menurut Ravi, tur ke Eropa merupakan momentum untuk menimba pengalaman dari pemain luar dan meningkatkan jam terbang.

"Aku bisa belajar dari pemain luar dan meningkatkan jam terbang," kata Ravi kepada Kompas.com, Jumat (29/8/2014).

Pelatnas di Eropa merupakan fase terakhir bagi Evan Dimas dan kawan-kawan jelang tampil di Piala Asia U-19 di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014. Rencananya, Garuda Jaya akan melakoni 4-6 uji coba saat pelatnas digelar di Inggris atau Spanyol. BTN dijadwalkan akan mengumumkan detail soal rencana Timnas U-19 ini pada 2 September 2014.

Dibandingkan ke Inggris, Ravi lebih memilih tur digelar di Spanyol. "Kalau masalah tur Inggris atau Spanyol, aku mungkin lebih pilih ke Spanyol. Soalnya, kami batal ke Spanyol kemarin (turnamen COTIF). Di Spanyol, kami bisa belajar dari pemainan ala Spanyol," tuturnya.

Sebelumnya, Garuda Jaya sempat direncanakan mengikuti tunamen COTIF yang digelar di Spanyol pada 10-20 Agustus 2014. Namun, PSSI membatalkan keikutsertaan Evan Dimas dan kawan-kawan untuk mengikuti turnamen tersebut. PSSI lebih memilih menerjunkan timnas U-20 di ajang tersebut.

Sementara timnas U-19 diplot PSSI mengikuti Hassanal Bolkiah Trophy 2014 yang digelar di Brunei Darussalam. Sayang, tim besutan Indra Sjafri tersebut tampil tak memuaskan setelah menelan tiga kekalahan, satu kali imbang, dan hanya memetik satu kemenangan.

Senin, 25 Agustus 2014

Ikut Ospek Mahasiswa Baru di UNY, Kiper Timnas U19 Bahagia



 KOMPAS.com/Wijaya Kusuma

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kiper Timnas U19, Ravi Murdianto, mengikuti ospek pengenalan kampus bersama ribuan mahasiswa baru di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ravi mengaku senang menjalaninya.

"Ya, senang banget ikut ospek pertama di kampus," ujar Ravi, Senin (25/8/2014).

Ravi mengungkapkan, meski waktu ospek selanjutnya akan berbeda dengan jadwal ospek teman-temannya sekarang namun dia sangat antusias mengikuti ospek pengenalan kampus di hari pertama karena bisa bertemu dengan teman-teman seangkatan.

"Acaranya menarik. Waktunya memang dibedakan karena disesuaikan dengan waktu latihan," tegasnya.

Sementara itu, Rektor UNY, Rochmat Wahab, mengatakan bahwa pada intinya, kegiatan ospek digelar agar para mahasiswa baru itu bisa merasa lebih dekat dengan kampus tempat mereka menuntut ilmu ke depannya.

"Mengenalkan mereka mengenai seluruh kampus dimana mereka akan menimba ilmu," ungkap Rochmat.

Dalam ospek di UNY, lanjutnya, mahasiswa baru akan dikenalkan pada struktur kampus, kurikulum kampus, perpustakaan, IT E Learning serta kehidupan kampus dan unit kegiatan Mahasiswa yang ada.

Mengenai kegiatan ospek bagi pemain timnas U-19 lanjutnya, format akan dibedakan namun nanti akan ada waktu untuk mereka digabungkan dengan mahasiswa baru lainnya 

"Untuk pemain timnas U19 acara ospek akan disesuaikan dengan waktu latihan sehingga kegiatan latihan dan ospek dapat berjalan beriringan," pungkasnya.