Tampilkan postingan dengan label Gavin Kwan Adsit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gavin Kwan Adsit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Desember 2014

Gavin Kwan Adsit & Ryuji Utomo Segera Gabung Pelatnas Indonesia U-23

Goal.com - Sepekan sudah pelatnas Indonesia U-23 berlangsung di komplek olahraga Universitas Negeri Yogyakarta. 67 pemain tercatat disertakan BTN untuk mengikuti seleksi. Sang pelatih kepala, Aji Santoso, mengaku sudah mendapatkan beberapa nama yang pantas bergabung.

Namun esok ia akan mendapat tambahan kekuatan ekstra dengan kedatangan Gavin Kwan Adsit dan Ryuji Utomo. Kedua pemain baru saja rampung mengikuti trial di Jepang. Hal tersebut dijelaskan lebih lanjut oleh pria kelahiran Malang ini.

"Sudah hampir 60 pemain yang kita coba. Terangkum dalam dua gelombang sehari, pagi dan sore. Beberapa nama sudah didapat jelang latihan terakhir 6 Desember. Gavin dan Ryuji sendiri akan datang besok (5/12), untuk ikut pelatnas," tutur Aji pada para wartawan.

Ia juga menjelaskan situasi Evan Dimas di timnya, pasca bocah ajaib 19 tahun itu tampil impresif di Piala AFF bersama timnas senior.

"Evan Dimas akan langsung masuk di tahap kedua. Kita beri dia kelonggaran karena berturut-turut membela timnas U-19 dan senior. Biar dia bersitirahat dulu, begitu juga dengan Manahati Lestusen, Alvin Tuasalamony, dan Syaiful Indra Cahya," terangnya.

"Untuk pengumuman pada tahap pertama ini akan dilakukan pada tanggal 15 Desember. Akan ada nama-nama yang dipanggil dan dari seleksi ini sudah beberapa nama kami kantungi, jumlahnya sendiri ada 28 pemain," pungkas pelatih berusia 44 tahun tersebut.

Rabu, 26 November 2014

Ini Alasan Gavin Kwan Adsit Sempat Tolak Timnas U-19

Bola.net - Sempat digadang-gadang bakal menjadi bintang Timnas Indonesia U-19, namun Gavin Kwan Adsit justru menolak panggilan Indra Sjafri untuk melakukan pemusatan latihan.

Kala itu Gavin yang biasa bermain sebagai sayap tersebut lebih memilih untuk berkonsentrasi membela klub asal Rumania, CFR Cluj. Gavin pun memberikan alasan terkait penolakannya tersebut.

"Kalau sewaktu bersama Indonesia U-19 pelatnas sangat lama sampai satu tahun, saya tak bisa seperti itu. Kalau lebih pendek, pasti klub pun akan mengizinkan," ujar Gavin.

Kini, pemuda 18 tahun itu mengaku siap memenuhi panggilan jika Timnas U-23 membutuhkan tenaganya. Skuat Garuda Muda sendiri memang akan memulai persiapan menuju SEA Games 2015. (bola/pra)

Jika Dipanggil Timnas U-23, Gavin Kwan Adsit Siap Datang

Bola.net - Bintang muda Indonesia, Gavin Kwan Adsit menyatakan dirinya siap memenuhi panggilan Timnas Indonesia U-23 untuk melakukan pemusatan latihan.

Sebelumnya, Timnas U-23 yang dilatih Aji Santoso dipastikan bakal menggelar pemusatan latihan di akhir November atau awal Desember mendatang. Aji disebut bakal memanggil 60 nama, termasuk di antaranya Gavin.

Pemusatan latihan Timnas U-23 ini sendiri merupakan salah satu tahapan seleksi guna persiapan menuju pentas SEA Games 2015 mendatang.

"Kalau dari Muly (manajer) saya sudah dengar kabar itu. Tapi kalau dari Aji (Santoso) langsung, sampai sekarang saya belum dihubungi," ujar Gavin.

"Tentu senang, saya berharap bisa mengikuti pelatnas Indonesia U-23 dan terpilih," lanjut pemain yang sempat memperkuat klub Rumania, CFR Cluj tersebut.

Gavin sendiri hari ini dijadwalkan terbang ke Jepang untuk menjalani trial di klub J-League, Jubilo Iwata bersama dua pemain muda Indonesia lainnya, yakni Syamsir Alam dan Ryuji Utomo. (bola/pra)

Selasa, 18 November 2014

Gavin, Syamsir Alam, Ryuji Trial di Negeri Sakura

Bolanews.com - Rencana pengelola J-League memboyong Evan Dimas melakoni tes ke Jubilo Iwata tersendat. Gelandang muda jebolan timnas U-19 itu masuk skuat inti di Piala AFF 2014.


Akibatnya, hingga akhir tahun sulit membawa Evan ke Negeri Sakura.
J-League punya satu nama prioritas lain, yakni Gavin Kwan Adsit untuk menjalani trial.
"Evan dan Gavin sudah lama kami pantau. Perwakilan Jubilo bahkan sempat melihat langsun
g kiprah Evan bersama timna U-19 di Yogyakarta," kata Kei Koyama, J-League Media Promotion Inc.
Posisi Evan digantikan mantan pemain Garuda Jaya lain, Ryuji Utomo. Mantan pemain CS Vise, Syamsir Alam, yang terakhir membela Sriwijaya FC juga ikut dalam rombongan ke Jepang pada akhir November hingga 8 Desember.

Syamsir dan Ryuji merupakan pilihan alternatif karena sejumlah pemain yang diinginkan J-League tak memberikan respons. Mereka adalah Dedi Kusnandar, Alfin Tuasalamony, dan Manahati Lestusen. Ketiganya merupakan pilar Persebaya di LSI 2014.

Dedi gagal berangkat karena masih menjalani pemulihan cedera lutut. Manahati sama seperti Evan, masuk Tim Merah-Putih, dan Alfin agaknya tak terlalu berminat bermain di luar Indonesia.

Gavin, Syamsir, dan Ryuji kemungkinan akan menjalani trial bersama Tokyo Verdy atau JEF United Ichihara Chiba yang bermain di J2-League.

Jumat, 07 November 2014

Ryuji dan Gavin Incar Kesempatan Bermain Bersama Klub Luar Negeri

Sportsatu.com - Dua pemain muda nasional, Ryuji Utomo dan Gavin Kwan Adsit belum tertarik untuk bermain di Liga Nasional. Ryuji dan Gavin masih berharap untuk bisa bermain di liga luar negeri.
Gavin, Ryuji dan sejumlah negara pemain nasional tengah menjalani program khusus, MSG Elite Program di Bali. Di bawah arahan Jaino Matos, para pemain diharapkan bisa menjadi pemain yang mampu memiliki kualitas lebih baik.

Program yang akan berakhir pada akhir November ini melakukan sejumlah latihan yang bervariasi agar para pemain mampu memaksimalkan kemampuan mereka.


Hal serupa diungkapkan Ryuji yang sempat bergabung dengan Persib U-21. "Mau fokus untuk uji coba di Jepang, semoga bisa dapat klub di sana," ujar Ryuji

Jumat, 29 Agustus 2014

Gavin Kwan Adsit Menyesal Hengkang Dari Timnas Indonesia U19?


Sidomi.com - Gelandang berbakat asal Bali, Gavin Kwan Adsit, baru-baru ini menyatakan siap untuk kembali ke Timnas Indonesia U19 kendati belum mendapat panggilan dari pelatih Indra Sjafri. Apakah ini berarti Gavin Kwan Adsit menyesali keputusannya untuk hengkang dari Timnas U19 tahun 2013 lalu?

Gavin Kwan Adsit adalah pemain andalan Indra Sjafri sejak di Timnas U16, U17, U18, hingga U19. Namun, jelang AFF Cup U19 2013 dan Kualifikasi Piala Asia U19 2014, ia justru meninggalkan skuat Garuda Jaya karena mendapat panggilan trial ke klub papan atas Rumania, CFR Cluj.

“Saya berharap mereka lolos (ke Piala Dunia U20), dan semoga mereka sukses. Saya merasa saya ingin menjadi bagian tim ini, tapi saya sudah membuat keputusan tahun lalu untuk lebih dulu mendapatkan klub. Saya berharap dipanggil lagi,” lanjut eks kapten Timnas Indonesia U19 sebelum Evan Dimas ini.

 Gavin Kwan Adsit sendiri sempat menyambangi pemusatan latihan Timnas Indonesia U19 di Yogyakarta. Akan tetapi, saat itu gelandang brilian ini memutuskan untuk melanjutkan karir di Eropa meskipun saat ini ia justru sedang dijajal oleh klub J-League Jepang, Tokyo FC.

 ”Saya berharap (di FC Tokyo) karena saya melihat itu klub yang tepat untuk saya. Saya juga berharap bermain untuk tim nasional Indonesia,” pungkas pemain blasteran Indonesia-Amerika ini.

Indra Sjafri Belum Mau Panggil Gavin Kwan

 Goal.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengaku tak mengetahui perkembangan Gavin Kwan Adsit. Oleh karena itu, Indra belum bisa memastikan apakah akan memanggil Gavin untuk membela Garuda Jaya di Piala Asia U-19 di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014.

Gavin merupakan anak didik Indra Sjafri saat membesut Timnas U-17. Saat itu, Timnas U-17 dua kali berhasil menjuarai HKFA International Youth Football Invitation Tournament. Gavin pun dinobatkan sebagai pemain terbaik pada ajang tersebut.

Gavin memilih mengundurkan diri dari pemusatan latihan Timnas U-19 jelang Piala AFF 2013. Pemain kelahiran Bali tersebut lebih memilih mengambil kesempatan bermain di Eropa bersama tim reserve CFR Cluj.

Saat ini, Gavin sedang mengikuti trial bersama salah satu klub J-League, FC Tokyo. Gavin kemudian menyatakan kesiapannya untuk memperkuat Timnas U-19 jika mendapatkan kesempatan.

"Bagus kalau Gavin siap membela Timnas U-19. Namun, saya tidak tahu perkembangan dia sekarang," kata Indra.

"Saya juga tidak tahu dia bermain di mana sekarang. Saya sudah lama tidak pantau perkembangannya. Jadi kalau dia siap, belum tentu dipanggil juga," sambungnya.(Ferril Dennys)

Indra Sjafri: Gavin? Saya Tak Tahu Perkembangannya

TRIBUNNEWS.COM, JOGJA - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengaku tak mengetahui perkembangan Gavin Kwan Adsit. Oleh karena itu, Indra belum bisa memastikan apakah akan memanggil Gavin untuk membela Garuda Jaya di Piala Asia U-19 di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014. 

Gavin merupakan anak didik Indra Sjafri saat membesut Timnas U-17. Saat itu, Timnas U-17 dua kali berhasil menjuarai  HKFA International Youth Football Invitation Tournament. Gavin pun dinobatkan sebagai pemain terbaik pada ajang tersebut. 

Gavin memilih mengundurkan diri dari pemusatan latihan Timnas U-19 jelang Piala AFF 2013. Pemain kelahiran Bali tersebut lebih memilih mengambil kesempatan bermain di Eropa bersama tim reserve CFR Cluj. 

Saat ini, Gavin sedang mengikuti trial bersama salah satu klub J-League, FC Tokyo. Gavin kemudian menyatakan kesiapannya untuk memperkuat Timnas U-19 jika mendapatkan kesempatan.

"Bagus kalau Gavin siap membela Timnas U-19. Namun, saya tidak tahu perkembangan dia sekarang," kata Indra. 
"Saya juga tidak tahu dia bermain di mana sekarang. Saya sudah lama tidak pantau perkembangannya. Jadi kalau dia siap, belum tentu dipanggil juga," sambungnya.

Kamis, 28 Agustus 2014

EKSKLUSIF: Gavin Kwan Adsit Siap Perkuat Indonesia U-19

 Dan Orlowitz

Goal.com - Gelandang muda Gavin Kwan Adsit mengungkapkan, ia siap memperkuat tim nasional Indonesia U-19 di Piala Asia 2014 yang berlangsung di Myanmar pada Oktober, dan berharap Garuda Jaya lolos ke Piala Dunia U-20.

Gavin saat ini menjalani trial di salah satu klub Liga Utama Jepang (J-League) FC Tokyo. Menurut Gavin, trial di klub peringkat lima klasemen sementara musim ini merupakan kesempatan yang tak bisa dilewatkan begitu saja.

Kendati demikian, Gavin tidak menutup kemungkinan dirinya memperkuat timnas U-19 di Myanmar. Pemain berusia 18 tahun itu menyatakan sudah siap bila dipanggil badan tim nasional (BTN).

“Saya tertarik [memperkuat timnas U-19], tapi saya belum dihubungi. Jika mereka tak menghubungi saya, maka saya akan mencari klub yang tepat untuk mengembangkan kemampuan. Saya kira itu target utama saya. Saya ingin bermain untuk tim nasional, mungkin timnas U-23, atau senior. Jika timnas U-19 memanggil saya, saya akan mempertimbangkannya,” tutur Gavin kepada asisten editor Goal Jepang dan Asia Dan Orlowitz.

“Saya berharap mereka lolos [ke Piala Dunia U-20], dan semoga mereka sukses. Saya merasa saya ingin menjadi bagian tim ini, tapi saya sudah membuat keputusan tahun lalu untuk lebih dulu mendapatkan klub. Saya berharap dipanggil lagi.”

Gavin kembali mengungkapkan alasannya tidak bergabung dengan timnas U-19 tahun lalu. Ia juga menampik penolakan itu membuat hubungannya dengan pelatih Indra Sjafrie merenggang.

“Saya sempat mengikuti pemusatan latihan, tapi saya akhirnya memutuskan ke Eropa, karena saya berpikir itu kesempatan saya. Untuk saat ini, saya ingin mencari klub bagus di mana saya bisa mengembangkan kemampuan. Saya berharap [di FC Tokyo], karena saya melihat itu klub yang tepat untuk saya. Saya juga berharap bermain untuk tim nasional,” papar Gavin.

“Menurut saya, media telah membuat semuanya menjadi lebih buruk dibandingkan kenyataannya. Media membicarakan banyak hal. Tapi saya dan pelatih tetap menjalin komunikasi. Untuk saat ini, dia sudah punya pemain yang dia butuhkan.”
 
Gavin menilai timnas U-19 saat ini sudah bagus, dan begitu juga dengan pemain baru yang dipanggil memperkuat Garuda Jaya. Hanya saja, ia menilai pemain baru ini perlu meningkatkan kecepatan.

“Mereka bagus. Mereka punya kerja sama tim yang bagus, karena telah bermain bersama dalam jangka waktu yang lama. Saya bermain bersama sejak timnas U-16, dan pemainnya tidak banyak berubah,” kata Gavin.

“Ada beberapa pemain baru yang sangat bagus, dan berkualitas. Tapi menurut saya, mereka perlu meningkatkan kecepatan. Kebugaran mereka cukup bagus. Tapi saya ingin melihat mereka bermain dengan level [seperti FC Tokyo]. Sulit jika mempertahankan permainan dengan kecepatan seperti itu.”

Gavin juga menyatakan, rekan-rekannya di timnas U-19 patut mencoba berkarir di luar Indonesia, dan Jepang bisa menjadi salah satu opsi. Menurut Gavin, pemain timnas U-19 memiliki potensi untuk bermain di Jepang.

“Mungkin saja mereka bisa. Tapi seperti halnya saya, mungkin akan berat untuk masuk ke level senior. Sungguh berat untuk para pemain yang terbiasa dengan cara bermain di Indonesia untuk bertahan,” ujar Gavin.

“Tentu saja, menurut saya, tantangan besar adalah beradaptasi dengan makanan dan bahasa. Saya pikir tidak banyak di antara mereka yang bisa berbicara dengan bahasa Inggris. Namun mereka punya potensi, dan mereka sangat bagus.”
 

WAWANCARA EKSKLUSIF: Gavin Kwan Adsit Berharap Dikontrak FC Tokyo

 Dan Orlowitz

Goal.com - Gelandang muda Gavin Kwan Adsit berharap mendapat tawaran ikatan kontrak di FC Tokyo. Gavin saat ini menjalani trial selama satu pekan bersama klub Liga Utama Jepang (J-League) tersebut.
Usai menjalani trial, Gavin meluangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan asisten editor Goal Jepang dan Asia Dan Orlowitz usai menjalani latihan, serta mengungkapkan harapannya menjalani karir di Jepang. Berikut petikan wawancaranya:

Dan: Bagaimana kesan Anda terhadap Jepang?
Gavin: Saya sangat suka, sepakbolanya bagus. Saya suka dengan fasilitasnya, terutama di FC Tokyo. Mereka punya ruang khusus kebugaran, kamar ganti, dua lapangan bagus. Sangat senang berlatih di sini, dan bolanya juga bagus.
Dan: Apakah Anda sudah jalan-jalan di Tokyo?
Gavin: Belum. Setelah latihan saya memilih beristirahat.
Dan: Saya suka itu. Apakah ini pertama kalinya Anda ke Jepang?
Gavin: Ya.
Dan: Suka dengan makanannya?
Gavin: Saya suka, tapi porsinya terlalu banyak, saya tidak bisa menghabisinya, dan kadang merasa mual.
Dan: Bagaimana Anda mengatasi masalah bahasa?
Gavin: Saya punya penerjemah di lapangan. [Manajer Tokyo Massimo Ficcadenti] orang Italia, dia punya penerjemah seorang warga Jepang. Jadi diterjemahkan dari bahasa Italia ke bahasa Jepang, dan kemudian ke bahasa Inggris.
Dan: Apakah mengalami kesulitan dengan kondisi seperti itu?
Gavin: Sangat sulit. Tapi para pemain sangat menyenangkan. Mereka memberikan umpan kepada saya, dan kami bekerja sama. Mereka memberikan banyak masukan. Mereka terbuka, dan sangat bersahabat.
Dan: Apakah Anda familiar dengan J-League sebelum menjalani trial ini?
Gavin: Ya. [Klub-klub] Mereka sangat besar di Liga Champions Asia, dan salah satu liga terbaik di Asia. Saya melihat beberapa pertandingan.
Dan: Apakah ada tim yang menarik perhatian Anda secara khusus?
Gavin: Saya menyadari betapa besarnya level FC Tokyo. Di sini banyak pemain timnas Jepang, dan sejumlah pemain yang saya ikuti perkembangannya. Yoshinori Muto, Shuichi Gonda... Saya tahu Edu ketika dia masih di Schalke. Dia kuat dan agresif. Melihat dia berlatih di sini berbeda dengan melihatnya di televisi. Dia tidak butuh kecepatan. Hanya beberapa meter menggerakkan badannya, dan melepaskan tendangan.


Dan: Apakah Anda berbicara dengan Irfan Bachdim (Ventforet Kofu), atau Stefano Lilipaly (Consadole Sapporo) sebelum datang ke sini?
Gavin: Saya belum pernah bertemu mereka, tapi Irfan mengharapkan saya berhasil menjalani trial. Saya tahu mereka bermain di sini, dan ini sungguh besar untuk Indonesia. Mudah bagi masyarakat Indonesia menonton J-League, dan juga belajar gaya bermain sepakbola Jepang, karena menurut saya ini terbaik di Asia.
Dan: Lebih spesifik?
Gavin: Kecepatan dan pergerakannya. Para pemain bisa berubah arah dari kiri ke kanan, dan memindahkan bola dalam hitungan detik. Mereka sangat agresif, dan berjiwa petarung, serta bekerja sangat keras. Mereka tidak mudah menyerah. Kecepatan menyerang juga sangat efektif.
Dan: Saya ingin bicara mengenai pengalaman Anda di Eropa. Anda pernah ke Rumania, bagaimana situasinya?
Gavin: Perekonomian di sana tidak terlalu baik, dan lapangannya juga tak bagus. Latihannya memang bagus, tapi menurut saya, kualitas fasilitasnya tak terlalu bagus.
Dan: Anda pernah bilang ke Goal Indonesia ingin sekolah di Jerman, bagaimana dengan keinginan itu?
Gavin: Saya selalu mengubah rencana, karena sesuatu yang baru selalu muncul. Saya melakukan apa yang saya bisa dari hari ke hari. Saya berusaha sebaik mungkin, dan mengambil opsi terbaik untuk saya.
Dan: Jika FC Tokyo menawarkan Anda kontrak, apakah Anda ingin main di sini?
Gavin: Tentu saja.
Dan: Bagaimana jika bermain di J2 atau J3?
Gavin: Saya juga tertarik. Tapi akan lebih fantastis jika saya bisa bermain di Tokyo. Levelnya sangat tinggi, dan sungguh penting bagi saya untuk bergabung dengan tim ini, dan mengembangkan kualitas sebagai pemain.


Dan: Anda melihat pertandingan Tokyo ketika bermain imbang 4-4 melawan Urawa Reds Sabtu lalu. Apa kesan Anda terhadap pertandingan itu?
Gavin: Para pemain sangat bagus, terutama Muto. Pergerakannya saat menyerang bagus, dia mencetak dua gol. Kualitasnya sudah tinggi. Saya menikmati menonton laga itu.
Dan: Bagaimana kesan Anda terhadap fans di Jepang?
Gavin: Mereka menaruh respek kepada para pemain, lebih dari yang dilakukan fans di Indonesia. Mereka berteriak dan menyanyikan lagu yang bagus. Atmosfernya hebat.
Dan: Apa rencana Anda dalam waktu dekat?
Gavin: Saya berharap bisa berlatih di sini, atau di sebuah klub di Indonesia. Jika tidak, saya akan mencoba mencari klub yang bagus, atau hampir sama [dengan FC Tokyo], sehingga saya bisa mengembangkan kemampuan saya menjadi lebih baik.
Dan: Di mana Anda melihat peluang karir profesional Anda? Apakah di Eropa, atau Jepang?
Gavin: Saya hanya ingin mendapatkan tempat dengan kualitas bagus. Selama ada fasilitas bagus, pelatih bagus, perlakuan bagus, dan mereka menjaga Anda dengan baik, saya akan senang bermain di liga yang bagus dengan banyak penonton.
Dan: Sebagai seorang pesepakbola dari Indonesia, apakah Anda melihat J-League bisa memberikan pengaruh terhadap budaya sepakbola di Indonesia?
Gavin: Liga di Indonesia tidak secepat di Jepang, dan kualitasnya juga tidak terlalu bagus. Atmosfer, kualitas stadion... Menurut saya, masyarakat Indonesia perlu menonton J-League untuk melihat seperti apa sepakbola di Jepang. Mereka terlalu banyak menyaksikan pertandingan di Eropa yang jaraknya jauh. Mereka bisa menyaksikan J-League, dan tidak terlalu jauh dari Indonesia.



Senin, 25 Agustus 2014

Pemain Lapis U-19 Belum Bisa Samakan Pemain Inti



TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Mantan Pelatih Tim Nasional Senior Nil Maizar mengatakan timnas U-19 memiliki materi pemainan berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan pemain pelapis yang mampu menujukkan performanya saat mendapat kesempatan dari pelatih Indra Sjafri di laga perpisahan menghadapi Singapura di Turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) di Stadion Nasional Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Senin (18/8/2014).

Garuda Jaya mampu menundukkan Singapura dengan skor telak 6-0 dengan formasi pemain pelapis yang dipasang Indra Sjafri. "Terlepas dari kualitas lawan, pemain pelapis itu mampu menujukkan kualitasnya kepada pelatih. Sehingga, pelatih memiliki banyak pilihan pemain," ujar Nil Maizar kepada Harian Super Ball, Minggu (24/8/2014).

Dimas Drajat, yang biasanya dipasang sebagai pengganti Muchlis Hadi Ning, tampil gemilang dengan mencetak 4 gol. Dua gol lainnya dicetak Ilham Udin Armayn dan Paolo Sitanggang. Meski demikian, penampilan apik para pemain pelapis ini kata Nil belum bisa disamakan kualitas dengan pemain inti, yang levelnya berbeda.

Alasannya, saat dipasang sejak babak awal menghadapi Singapura, Timnas U-19 memang tanpa beban alias, sudah pasti tidak lolos babak semi final. Sehingga tim pelapis yang dipercaya sejak awal ini bermain lepas. Dari empat laga yang dilakoni, Garuda Jaya hanya mengantongi poin 1, hasil imbang melawan Malaysia di laga perdana.

Sedangkan tiga laga berikutnya babak belur dikalahkan lawan. Diantaranya kalah atas tuan rumah Brunei Darussalam dan Vietnam masing-masing dengan skor 1-3, dan menyerah menghadapi Kamboja dengan skor 1-2.

"Kualitas pemain itu bisa dinilai bagus jika bermain dalam tekanan. Kalau bagus tanpa tekanan ya wajar," ujarnya.

Usai melakoni Turnamen HBT musim 2014, Garuda Jaya menjalani masa liburan di kediamannya. Rencananya, mereka akan kembali menggelar pemusatan latihan akhir Agustus di Yogyakarta.

Jumat, 15 Agustus 2014

Ada Lagi Pemain Indonesia yang Ikut Trial di Klub Jepang



 google.com

Tokyo - Setelah Irfan Bachdim, Syakir Sulaiman, dan Andik Vermansah, ada lagi pesepakbola asal Indonesia yang coba peruntungannya untuk bisa bergabung dengan klub Jepang. Dia adalah Gavin Kwan Adsit.

Gavin sendiri dikenal sebagai salah satu pesepakbola muda yang sempat bermain di tim cadangan klub Liga Rumania CFR Cluj. Pemuda kelahiran Bali 5 April 1996 itu sendiri sempat juga bermain untuk timnas Indonesia di level U-16, U-17, dan U-18.

Salah satu prestasinya adalah menjadi kapten timnas U-18 (yang saat ini sudah naik ke level U-19) saat menjuarai turnamen HKFA di Hong Kong beberapa tahun lalu.

Setelah menjajal sepakbola Eropa di Liga Rumania, Gavin yang berposisi penyerang itu akan mencoba peruntungannya di Asia kala ia mengikuti trial di klub peserta J-League, FC Tokyo.

Dalam rilis yang diterima detiksport dari salah satu pejabat Asosiasi Liga Sepakbola Profesional Jepang (J-League), Kei Koyama, Gavin akan tiba di Jepang pada 23 Agustus dan mengikuti trial di FC Tokyo selama seminggu hingga 29 Agustus.

Jika penampilan Gavin memuaskan dalam trial sepekan itu, Koyama menyebut kemungkinan besar FC Tokyo akan merekrutnya.

FC Tokyo pertama kali didirikan 1935 dan baru mengikut liga profesional Jepang di tahun 1999 saat berkiprah di divisi 2 Liga Jepang. Salah satu pemain tenar yang dilahirkan FC Tokyo adalah bek kiri Inter Milan Yuto Nagatomo.

Sebelum Gavin, juga ada beberapa pemain Indonesia seperti Irfan, Syakir, dan Andik yang sempat mengikuti trial di Jepang bersama Ventforet Kofu. Namun hanya Irfan yang dikontrak secara penuh Ventforet, yang kini tengah berkompetisi di J-League dengan menempati posisi 14 klasemen sementara.

Sabtu, 19 Juli 2014

Gavin Kwan Menikmati Kompetisi di Jerman


Sportsatu.com - Salah satu pesepak bola Indonesia yang berkarier di Eropa, Gavin Kwan Adsit, optimistis dengan masa depannya. Pulang ke Tanah Air untuk libur kompetisi, pemuda 18 tahun ini bercerita banyak soal pengalaman ia berkarier di Jerman.

Sejak Februari lalu, Gavin main untuk Niendorfer TSV, yang main di U-19 Regionalliga. Ini merupakan kompetisi junior di Jerman yang selevel di bawah Bundesliga Junior dan mendapat kepercayaan penuh di klubnya itu.

”Saya gabung Niendorfer tidak sejak awal kompetisi, tapi senang dengan kepercayaan pelatih. Saya main 10 game, baik di kompetisi maupun beberapa laga persahabatan. Dari semua pertandingan itu, enam gol saya cetak,” ujar Gavin kepada SportSatu, Jumat (18/7).

Dari semua gol yang ia cetak, Gavin sangat bangga saat membobol dua kali jala klub Bundesliga yang musim lalu akhirnya degradasi, Eintracht Braunschweig. Meski laga ini hanya bertitel persahabatan, tapi lawan skuad utama tim yang main di Liga Jerman, baginya pengalaman besar.

”Kami saat itu kalah, 2-4. Tapi, dua gol kami, saya yang mencetaknya. Itu sangat membanggakan, apalagi lawan kami klub yang main di Bundesliga,” cetusnya.

Lantas, apa rencana Gavin untuk musim selanjutnya? Pesepak bola yang berada satu manajemen di Munial Sport Group (MSG) dengan Bambang Pamungkas, Andik Vermansah, Firman Utina, Kim Kurniawan, dan Ahmad Bustomi ini masih menunggu.

Sebab, ia mendengar beberapa klub Jepang siap mengundangnya untuk menjalani trial. Tapi, Gavin menegaskan, berkarier di luar Indonesia jadi fokus utamanya dulu, termasuk rencananya untuk terus berkembang.

”Saya ingin main di luar, karena merasa ingin berkembang. Saya butuh klub yang mampu mengembangkan bakat saya. Saya sempat mencoba trial di St Pauli dan Hamburg SV, tapi semua sudah penuh,” kata Gavin.
”Mencoba di Jepang juga salah satu opsi, apalagi negara itu memiliki banyak pemain yang main di Jerman. Kalau pelatih saya di Niendorfer mengatakan, saya masih ada peluang main di Bundesliga III,” tandasnya.

Asa Gavin Kwan untuk Timnas U-19


Sportsatu.com - Nama Gavin Kwan Adsit adalah salah satu cikal bakal penggawa tim nasional (timnas) U-19 Indonesia yang main di Piala Asia U-19 2013. Sebab, pesepak bola asal Bali ini salah satu pilihan Indra Sjafri, pelatih Indonesia U-19.

Indra memilih Gavin sebagai salah satu pemain inti timnas U-18 kala berjuang di HKFA Cup di Hong Kong pada 2012 silam. Kala itu, pemuda 18 tahun itu berjuang bersama kapten timnas U-19, Evan Dimas.

Namun, pilihan Gavin mengadu nasib ke Eropa, membuatnya tak memenuhi panggilan Indra ke timnas U-19. Kini saat ia dapat libur kompetisi di klubnya Niendorfer TSV, Gavin punya harapan dipanggil skuad Garuda Jaya.

”Sempet berkomunikasi dengan Coach Indra, tapi saya memahami kalau timnas U-19 sudah terbentuk. Kalau ditanya soal keinginan masuk timnas U-19, saya pasti jawab iya. Tapi, pelatih kan yang menentukan itu dan hal tersebut sangat wajar,” ujar Gavin kepada SportSatu.

Namun meski peluangnya kecil, Gavin punya harapan besar timnas U-19 pada turnamen yang terlaksana di Myanmar mampu memiliki prestasi maksimal. Apalagi, ia mengakui masih kontak dengan Evan Dimas Cs, serta Indra Sjafri.

”Teman-teman timnas U-19 wajib fokus ke turnamen itu dan mencapai target maksimal. Saya masih berhubungan dengan Evan, Ravi (Murdianto), sampai Coach Indra. Tapi kami memang tak intens, karena mereka juga sibuk persiapan,” tuturnya.


Selasa, 01 April 2014

FROM GERMANY WITH LOVE - Gavin Kwan Adsit: Sebulan Di Niendorfer, Saya Cetak Empat Gol


Gavin Kwan Adsit menceritakan pengalaman barunya di Niendorfer TSV selama sebulan terakhir kepada pembaca Goal Indonesia.
Dear pembaca Goal Indonesia,

Sudah sebulan lebih saya berada di Jerman dan senang sekali rasanya dengan perkembangan selama di sini.

Saya merasa banyak kemajuan dan sedang dalam performa baik di Regionalliga. Buat pembaca yang belum tahu, saat ini saya memperkuat Niendorfer TSV di kompetisi A-Junioren Regionalliga Nord [Liga A Junior Wilayah Utara]. Ini sebuah kompetisi untuk para pemain U-19.

A-Junioren Regionalliga, meski setingkat di bawah A-Junioren Bundesliga, adalah liga yang sangat keras dan kompetitif. Namun saya merasa banyak belajar dari sini dan mengalami peningkatan pesat dalam waktu yang singkat. Target saya saat ini adalah untuk bisa menembus A-Junioren Bundesliga dalam jangka waktu enam bulan ke depan, mudah-mudahan bisa memperkuat tim junior Hamburg SV. Minggu depan saya akan merayakan ulang tahun ke-18, jadi masih ada waktu setahun untuk bermain di tingkat A-Junioren.

Di usia yang masih muda, saya masih harus banyak belajar, dan Jerman menyediakan sistem yang tepat untuk memperbaiki kemampuan saya. Mereka punya sistem kompetisi yang jelas dari tingkat usia muda hingga senior, dan semuanya terdata dan dikelola dengan sempurna.

Awalnya agak resah karena cukup lama menunggu visa, tempat tinggal sementara, dan urusan administrasi tim sambil melanjutkan studi secara online. Tapi saya sanggup beradaptasi di lingkungan baru dan sekarang bermain di skuat inti.

Jadi saat ini kami menempati peringkat ke-9 dari 14 klub di A-Junioren Regionalliga Nord, mengumpulkan 22 poin dari 18 pertandingan. Sayangnya saya baru hadir di sini selama kurang lebih sebulan, jadi baru memperkuat Niendorfer TSV selama tiga pertandingan, salah satunya pun laga persahabatan.

Dalam tiga pertandingan tersebut, saya sudah mencetak empat gol. Saya debut ketika melawan SV Meppen pada 8 Maret lalu. Saya mencetak satu-satunya gol buat Niendorfer TSV di situ pada menit ke-17, sayangnya mereka menyamakan kedudukan di babak kedua dan pertandingan berarkhir imbang 1-1. Sebagai gelandang sayap kanan, saya puas dengan debut itu.

Kemudian kami sempat memainkan friendly melawan SC Condor dari Oberliga, yaitu liga dari kelompok usia yang lebih senior dan tentunya tingkat yang lebih tinggi. Kami menang 5-2, dan saya mencetak dua gol. Pertandingan kami yang terakhir adalah pekan lalu ketika kalah 6-1 dari JFV Nordwest. Saya mencetak gol, tapi lucunya yang tercatat sebagai pencetak gol adalah rekan saya asal Turki, Furkan Aydin.

Secara performa, saya merasa ada peningkatan dalam semua skill. Irama permainan di sini sangat cepat dan menguras fisik. Tapi yang saya perhatikan sejak pindah ke sini, saya bisa lebih kuat dan menjaga composure [ketenangan] dalam melepaskan umpan atau tembakan. Kemampuan saya di segala bidang terasa meningkat dalam jangka waktu sebulan.

Suatu hal yang saya sesalkan adalah anak-anak di tim ini tidak semuanya serius ketika bertanding. Ada yang suka bercanda ketika bermain. Itulah sebabnya saya ingin berusaha naik ke level A-Junioren Bundesliga. Mohon doa teman-teman supaya saya bisa bermain di level yang lebih tinggi.

Terakhir, tidak lupa saya ingin mengucapkan 'good luck' buat timnas U-19 Indonesia. Saya dukung penuh dan selalu mengharapkan yang terbaik buat rekan-rekan timnas. Saya merindukan kalian. Saya memang harus memilih jalur yang berbeda, tapi tekad kita sama yaitu membawa sepakbola Indonesia menjadi lebih baik.

Sampai di sini dulu pembaca Goal Indonesia. Mudah-mudahan sebulan sekali saya bisa menulis tentang update perkembangan saya selama di sini. Doakan saya di pertandingan berikutnya melawan JFV Ahlerstedt-Ottendorf/Heeslingen akhir pekan ini.

Salam Goal,

Gavin Kwan Adsit

Kamis, 30 Januari 2014

Gavin Kwan Adsit Tak Ingin Ganggu Keutuhan Timnas U-19

  
Viva.co.id
Goal.com - Gavin Kwan Adsit kembali hadir kala Timnas Indonesia U-19 menggelar pemusatan latihan di lapangan sepakbola Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Selasa (28/1) sore WIB.

Namun, striker berusia 17 tahun itu tak terlibat dalam latihan, meski sekedar untuk menjaga kebugaran tubuhnya selama liburan. Selain karena tak mendapat ijin dari pelatih kepala, Indra Sjafri, Gavin juga mengaku tak ingin mengganggu keutuhan tim Garuda Jaya untuk Piala Asia U-19 esok.

"Tidak, lagi pula pelatih tidak memberi ijin, saya paham takutnya kan malah mengganggu sistem yang sudah terbentuk dengan baik. Tim ini memang sudah dilatih dan untuk dibentuk dalam jangka waktu yang lama," tutur Gavin pada Goal Indonesia. 
"Saya juga sedang mempersiapkan diri ke Jerman, Rabu (29/1) pagi saya sudah balik ke Bali. Selain itu selama di hotel UNY dua hari ini, saya sekamar dengan Diki Indrayana," pungkas mantan kapten Timnas U-19 tersebut.

Kunjungi Markas Timnas U-19, Gavin Kwan Puji Kualitas Evan Dimas


Liputan6.com, Yogyakarta : Mantan Kapten Timnas U-19, Gavin Kwan Adsit mengunjungi markas latihan Timnas U-19 di lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin 27 Januari 2014 sore. Gavin mengunjungi Indonesia untuk mengisi waktu liburannya.
Setelah bermain di tim akademi klub asal Rumania, CFR Cluj, Gavin melebarkan sayapnya hingga ke Jerman. Dia akan bermain bersama klub Ninedorfer U-19. Selama tiga hari berada di Indonesia, Gavin rencananya akan bertolak ke Jerman.
Indra sendiri telah berulang kali menegaskan, tidak akan memanggil Gavin setelah mengundurkan diri dari pemusatan latihan Timnas U-19 jelang Piala AFF U-19 beberapa waktu lalu. Remaja 17 tahun itu memilih memperkuat Akademi CFR Cluj.
"Saya sudah ngobrol dengan pelatih Indra Sjafri. Saya mendapat kesempatan bermain dengan Ninedorfer U-19. Saya ambil kesempatan itu, karena itu tidak datang dua kali," kata Gavin di lapangan latihan UNY.
Meski Gavin kini bermain di Eropa, pemain asal Bali itu masih memelihara mimpi bergabung dengan Garuda Jaya lagi. Dia selalu meminta saran Indra agar suatu saat bisa mendapatkan kesempatan bergabung dengan Timnas lagi.
"Saya selalu berkomunikasi agar bisa bermain di Timnas U-19 lagi. Saya selalu meminta saran dari pelatih," ujar Gavin.
Mengenai performa Timnas U-19 selama mengikuti TC di Yogyakarta, Gavin menilai kualitas fisik Evan Dimas dan kawan-kawan mulai meningkat selama masa persiapan jelang Piala Asia U-19 di Myanmar. "Saya lihat fisik mereka bertambah lebih kuat. Saya kira tim ini cukup siap dan akan siap lagi di bulan Oktober", kata Gavin. (Rej)

Indra Sjafri Bicarakan Kehadiran Gavin di Markas Timnas U-19


Liputan6.com, Yogyakarta : Pelatih timnas U-19 Indra Sajfri memperjelas status mantan pemainnya yang saat ini tengah mengincar liga di eropa Gavin Kwan Adsit. Menurut Indra, kedatangan Gavin kesini untuk memperjelas dirinya yang belum bisa memperkuat timnas dan ingin meraih mimpinya bermain di eropa.
"Jadi Gavin sendiri yang menyatakan ke saya dia belum bersedia gabung. Dia hanya bersilaturahmi ke saya. Dan dia datang ke saya untuk menjernihkan itu. Jadi bukan saya yang bikin-bikin ya dia masih mau trial di eropa", kata Indra saat ditemui di stadion UNY usai latihan Senin (27/01/2014).
Indra menjelaskan saat ini Gavin tengah berusaha mencari klub baru setelah usaha masuk ke liga di Rumania gagal. Indra juga meminta agar masalah Gavin jangan dibesar-besarkan dan tidak lagi menanyakan tentang Gavin.
"Gavin sekarang dia memilih trial di Eropa karena di Rumania dia ndak bisa. Ni mau coba lagi trial di...bukan Hamburg jangan dibesar-besarkan. Belum Hamburg, dia baru registrasi apa namanya kayak akademi gitu. Nah kalo lulus baru masuk di Hamburg SV. Jadi dah clear jangan ditanyakan lagi dia belum bisa bergabung, titik", ungkapnya tegas.
Indra juga meminta agar bangsa Indonesia tidak khawatir jika tidak diperkuat oleh Gavin. Ini karena masih banyak talenta muda yang ada dan mau memperkuat timnas.
"Bangsa indonesia jangan cemas. Saya jujur-jujur saja. Jangan gara-gara Gavin gak ada indonesi kiamat. Ndak," ujar Indra.(Def)

Sumber

Alasan Gavin Tidak Bergabung dengan Timnas U-19


Liputan6.com, Yogyakarta : Gavin Kwan Adsit lebih memilih bermain di liga Eropa daripada untuk Timnas Indonesia U-19. Mantan kapten Timnas U-19 itu mengaku main di Eropa adalah impiannya.
"Coach Indra (Sjafri) menginginkan setahun penuh, saya coba dua-duanya, tapi tidak bisa dan harus memilih salah satu. Saya dari kecil ingin ke Eropa dan ini peluang yang saya pakai. Saya memilih ke sana," tutur Gavin kepada Liputan6.com saat mengunjungi latihan Timnas U-19 di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta, Senin (27/01/2014).
Ia mengatakan, pekan ini dirinya akan berangkat ke Jerman untuk mengikuti seleksi di Hamburg SV U-19, April mendatang. Namun, sebelum masa registrasi di Hamburg dimulai, dirinya saat ini bermain untuk salah satu klub di Jerman.
"Hamburg SV masih registrasi saja, sekarang di Niendorfer TSV dan liganya mulai 20 Februari mendatang. Saya akan berangkat minggu ini dari Bali," kata Gavin yang pernah menjadi Most Valuable Player HFKA Youth Championship 2013.
Meski bermain di Eropa, Gavin masih memelihara mimpi bergabung dengan Garuda Jaya lagi. "Saya selalu berkomunikasi (dengan pelatih Indra) agar bisa bermain di Timnas U-19 lagi. Saya selalu meminta saran dari pelatih," ujarnya.(Bog)


Jumat, 17 Januari 2014

Indra Sjafri Akui Sempat Memohon Kepada Gavin Kwan Adsit



Nama Gavin Kwan Adsit selalu menjadi pertanyaan masyarakat maupun awak media ketika menyinggung soal tim nasional Indonesia U-19, dikarenakan, Gavin yang dinilai sebagai bakat menjanjikan tanah air tersebut tidak juga mendapat panggilan dari pelatih Indra Sjafri untuk kembali bergabung bersama calon pemain timnas U-19 yang saat ini bersiap untuk Piala Asia U-19.

Gavin pun memang sudah menyatakan bahwa ia memilih kesempatan untuk mengembangkan kariernya di kancah sepakbola Eropa, ketimbang membela timnas U-19. Dan soal hal itu, Indra dengan tenang menyikapi.

"Ya, itu (bermain di Eropa) kan keputusan pribadi dari Gavin, ya silahkan saja. Kalau memang itu yang terbaik baginya," jawab Indra sebagaimana dilaporkan reporter Goal Indonesia, Ahmad Reza Hikmatyar.

Indra pun mengakui bahwa ia sempat memohon kepada Gavin untuk menjadi bagian skuat Piala AFF U-19 lalu, dimana tim Garuda Jaya keluar sebagai juara.

"Waktu di Piala AFF kemarin, saya minta dan memohon, ini saya bermohon lho, supaya Gavin bisa memperkuat Indonesia untuk Piala AFF. Tapi dia mengajukan surat pengunduran diri ke saya untuk meninggalkan timnas PSSI (Indonesia) U-19, untuk keperluan kepentingan dia bermain di Eropa," aku Indra.

"Sampai saat sekarang surat pengunduran diri itu belum dia cabut dan dia juga belum berkeinginan untuk ke timnas. Dia juga belum menyatakan bahwa dia mau balik lagi ke timnas, dengan bikin surat lagi, atau minimal dia telpon saya, atau sms saya. Makanya kita tidak mau memaksa dia.

"Bagi saya surat pengunduran diri itu masih berlaku untuk dia. Jadi tolong di clear kan itu, Jangan bicara tentang Gavin lagi! Karena kok dia sudah maha hebat betul ya?! Sama pemain-pemain lain ndak enak kitanya (Indra dan jajaran pelatih)," tegas Indra.

Saat ini, Gavin sedang mencoba peruntungan di Jerman, dimana ia mengadu nasib bersama klub Niendorfer TSV.

Sumber