Tampilkan postingan dengan label Tur Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tur Spanyol. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Oktober 2014

Pemandu Bakat Inter Milan Pantau Timnas U-19



 asia news
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Inter Milan, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa dirinya telah mengutus talent scouting skuad I Nerazzurri untuk memantau para pemain tim nasional Indonesia U-19 saat beruji coba di Spanyol pada 16 hingga 25 September 2014.

Di Spanyol, Evan Dimas dan kawan-kawan melakoni pertandingan uji coba melawan Atletico Madrid B, Valencia B, Barcelona B, dan Real Madrid C. Namun, skuad Garuda Jaya menelan tiga kekalahan melawan Atletico 1-2, Barcelona 0-6, Real Madrid 0-5 dan imbang melawan Valencia 1-1.

"Saya dapat memastikan bahwa saya sudah mengirim scouting Inter ketika mereka (timnas U-19) bertanding di Spanyol. Scouting Inter sudah melihat mereka. Ini tidak ada tahu karena saya juga baru bicara hari ini," ungkap Thohir.

Pernyataan itu diungkapkan Thohir di sela-sela acara Diskusi Olahraga Nasional bertajuk "Ayo Bangkit Olahraga Nasional" di Kantor Harian BOLA, Jakarta, Senin (6/10/2014). Selain Thohir, acara itu dihadiri pula oleh Wakil Ketua Umum II PBSI, Nusron Wahid, Dekan FIK UNJ, Abdul Sukur, dan Ketua KOI, Rita Subowo.

Meski sudah mengirim scouting untuk memantau para pemain timnas U-19, Thohir mengungkapkan bahwa hasilnya tidak bisa dibeberkan. Namun, ia mengakui bahwa saat ini para pemain Indonesia memang sulit bersaing jika tampil di Eropa.

"Mereka sudah menyampaikan ke saya. Hasilnya? Saya tidak bisa kasih tahu. Tetapi, bersaing di level Eropa memang berat. Karena bisa kita lihat di Eropa dari umur 12 tahun mereka sudah bermain sepak bola," kata Thohir.

"Jadi, kembali saya sudah mengulang-ngulang pertanyaan ini bahwa saya sudah membuka jalan. Tetapi, apakah atletnya mampu atau tidak itu bukan urusan saya. Karena memang sudah dicoba beberapa kali gagal," tambahnya.

Timnas U-19 sudah berangkat ke Myanmar pada Minggu (5/10/2014), untuk mengikuti turnamen Piala Asia U-19 yang akan digelar pada 9-23 Oktober mendatang. Skuad asuhan Indra Sjafri itu tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab.

Kamis, 02 Oktober 2014

Tur Spanyol: Zulfiandi Borong Atribut Barcelona

                                                                                                                Gonang Susatyo/Bolanews
Bolanews.com - Untuk mematangkan persiapan menuju Piala AFC U-19 2014 di Myanmar, tim nasional Indonesia U-19 menjalani empat laga uji coba di Spanyol pekan lalu. Para pemain merasakan sensasi luar biasa saat bermain di negeri sepak bola sekelas Spanyol.


Ternyata, Evan Dimas dkk. tidak hanya bertanding di Spanyol. Mereka memanfaatkan momen langka ini untuk bertamasya sekaligus berbelanja pernak-pernik unik khas klub-klub besar yang mereka datangi.

Zulfiandi misalnya. Gelandang PSSB Bireun itu menyempatkan diri untuk membeli sejumlah atribut yang berkaitan dengan tim idolanya, Barcelona. Ia juga menjalani terapi untuk memulihkan cedera dengan fasilitas milik Atletico madrid.

PSSB Bireun

Read more at http://uniqpost.com/profil/zulfiandi/
"Benar saya membeli atribut Barcelona. Tapi, tidak banyak. Saya membeli bantal dan beberapa aksesoris lainnya," tutur pemain asal Aceh itu kepada kontributor Bolanews, Gonang Susatyo.

"Saya juga diberi perawatan di klub Atletico Madrid. Bahkan saya sampai tiga kali menjalani terapi pemulihan di Atletico. Peralatannya memang canggih dan modern. Itu juga yang mempercepat proses pemulihan saya," ujar Zulfiandi.

Rabu, 01 Oktober 2014

Kiper Timnas U-19 Ceritakan Pengalaman Dibobol Suarez

ist

Liputan6.com, Yogyakarta: Kiper utama Timnas U-19 Ravi Murdianto mengaku senang bisa melawan Luis Suarez di tur Spanyol beberapa waktu lalu. Meski dibobol Suarez dua kali, Ravi mengaku justru bisa memetik pengalaman berharga.

Ravi ungkapkan perasaannya saat dibobol bintang Barcelona asal Uruguay itu. "Saya merasa senang, gak sedih.  Dapat pelajaran dari pemain bintang," ujar Ravi usai latihan di Stadion UNY Rabu (01/09/2014).

Ravi menyebut pengalaman bermain lawan bintang dunia tak ternilai harganya. Tak hanya dia, pemain lain di timnas U-19 juga merasakan hal yang sama. "Kami dapat pengalaman baru. Sedangkan cara main dan komunikasi jadi pelajaran bagi kami," tuturnya.

Ravi tampil di dua laga saat Tur Spanyol yaitu lawan Atletico B dan Barcelona B. Dikatakannya, tensi menghadapi dua pertandingan itu sangat berbeda. Dia mengatakan, pemain Barcelona B jauh lebih mendominasi ketimbang ketika melawan Atletico B.

"Atletico dan Barca beda. Barca ngepres terus jadi bola sering hilang," ujarnya.

Minggu, 28 September 2014

Duel Barcelona B Kontra Indonesia U-19 Banyak Ditonton

Goal.com - Pertandingan uji coba antara Barcelona B dan Indonesia U-19 di Ciutat Esportiva pada pertengahan pekan ini menjadi salah satu laga yang paling banyak ditonton secara langsung melalui laman resmi klub. Di laga ini, Indonesia U-19 menelan kekalahan telak 6-0.

Barcelona menyebutkan, kehadiran Luis Suarez dan Thomas Vermaelen di pertandingan itu menyedot perhatian global. Tercatat lebih dari 220 ribu pasang mata menyaksikan laga tersebut melalui laman resmi mereka dan YouTube, dengan jumlah maksimal 37 ribu orang di saat yang bersamaan. Ini menjadi salah satu event yang dianggap sukses dalam beberapa bulan terakhir.

Bahkan, cuplikan pertandingan ini hingga, Kamis (25/9) lalu, disaksikan total 90 ribu pasang mata melalui YouTube dan Dailymotion.

Pertandingan antara Barcelona B dan timnas U-19 juga memberikan pengaruh terhadap laman resmi Barcelona berbahasa Indonesia. Kendati disiarkan langsung salah satu stasiun televisi nasional, traffic laman berbahasa Indonesia mengalami kenaikan tujuh kali lipat dibandingkan biasanya. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Peningkatan traffic juga terjadi di akun resmi Barcelona berbahasa Indonesia, seperti di Twitter. Sedangkan LINE juga diserbu publik Indonesia yang menampilkan wawancara khusus dengan Evan Dimas.

Indonesia merupakan salah satu basis suporter terbesar Barcelona di jejaring sosial. Di akun  Facebook resmi mereka, Indonesia menempati urutan pertama dengan jumlah fans mencapai lebih dari tujuh juta.

Jumat, 26 September 2014

Hari ini, Garuda Jaya bertolak dari Spanyol

ist

Bola.net - Usai melakoni serangkaian laga di Spanyol, Timnas Indonesia U-19 kini bersiap kembali ke tanah air. Rombongan timnas akan dibagi menjadi dua kelompok dengan jadwal penerbangan yang berbeda.

Dalam rilis yang diterima Bola.net, rombongan pertama akan berangkat hari ini (26/9) pada pukul 15:45 waktu Barcelona dan tiba di Jakarta pada 15:15 wib besok (27/9). Sedangkan jadwal keberangkatan kelompok kedua pukul 17:10 waktu Barcelona dan tiba di Jakarta besok (27/9) pukul 17:25.

Selama di Spanyol, Garuda Jaya melakoni 4 laga dengan hasil beragam. Kalah 1-2 dari Atletico Madrid di laga pertama, imbang 1-1 melawan Valencia Mestalla di laga kedua dan ditutup dengan dua kekalahan telak. Yang pertama kalah 0-6 melawan Barcelona B dan 0-5 melawan Real Madrid C.

Pada laga terakhir melawan Real Madrid C, tampak Yuli Mumpuni Widarso selaku duta besar Indonesia untuk Spanyol turut memberikan dukungannya. Usai laga, rombongan Timnas Indonesia U-19 kembali ke Barcelona untuk kemudian terbang kembali ke Indonesia. (prl/mac)

Proses Pemulihan Dua Penggawa Timnas U-19 Berjalan Lancar



                                                                                                                                nine sport
BARCELONA, KOMPAS.com - Gelandang Tim Nasional Indonesia, Zulfiandi, diperkirakan bakal pulih 100 persen dari cedera engkel yang dialaminya. Zulfiandi mendapatkan cedera tersebut saat tampil dalam turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014.

Zulfiandi kemudian mulai bermain saat melawan Barcelona B, Rabu (24/9/2014), meskipun hanya bermain sebagai pemain pengganti.

"Dokter tim kembali membawa Zulfiandi ke tim dokter Atletico Madrid untuk kembali mendapatkan perawatan dan injection, sesuai dengan jadwal yang direncanakan sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan, Zulfiandi mengalami kemajuan besar dalam proses penyembuhannya dan dipastikan akan pulih 100 persen," demikian pernyataan Nine Sport dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (26/9/2014).

Selain Zulfiandi, kiper Awan Setho juga sudah mulai membaik setelah mengalami dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014) pagi. "Awan sudah membaik dan tidak lagi menggunakan gips."

Kamis, 25 September 2014

Tutup Tur dengan Kekalahan, Indra Sjafri: Kami Dapat Banyak Pelajaran!

Metrotvnews.com, Madrid: Timnas U-19 harus takluk oleh Real Madrid C dalam laga terakhir tur Spanyol, Kamis 25 September 2014. Melawan tim papan atas, skuat Indra Sjafri harus menelan kekalahan lima gol tanpa balas.

Bertanding di Estadio Alfredo di Stefano, Timnas U-19 tidak berkutik mengahadapi Real Madrid C. Di babak pertama, skuat merah putih sudah kebobolan dua gol.

Dominasi Madrid semakin menjadi-jadi usai turun minum. Sebanyak tiga gol tambahan berhasil dilesatkan ke gawang Timnas U-19 yang dikawal Ravi Murdianto.

Menanggapi hal ini, sang pelatih Indra Sjafri ini mengaku telah banyak belajar dari kekalahan telak ini. Namun pelatih asal Sumatera Barat itu mengaku tidak kapok untuk "menjajal" tim-tim lain yang lebih tinggi.

"Alhamdulilah kita banyak belajar, kita ke depan harus banyak belajar dan mencoba bermain dengan tim-tim yang levelnya lebih tinggi dari kita," ujar Indra usai pertandingan.

Secara total, dari empat laga yang dilakoni, Timnas hanya berhasil mencuri poin saat menahan imbang Valencia B dengan skor 1-1. Selebihnya, Evan Dimas dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Atletico Madrid B (2-1), Barcelona B (6-0) dan Real Madrid C (5-0). (Satria Putra) (ACF) 
 

Lima Gol Real Madrid C Tutup Tur Spanyol Timnas U-19

 ist
Metrotvnews.com, Madrid: Ujian berat harus dilakoni Timnas U-19 pada laga terakhir tur Spanyol kontra Real Madrid C, Kamis 25 September malam ini. Timnas U-19 tak berkutik dikoyak Real Madrid C lima gol tanpa balas.

Bertanding di Estadio Alfredo di Stefano, sepanjang jalannya laga tidak berimbang sejak awal. Timnas U-19 hanya mampu menguasai bola beberapa menit setelah beberapa pemain utama dimainkan.

Memulai babak pertama, Indra Sjafri menurunkan skuat lapis keduanya sebagai starter. pemain utama yang dimainkan ketika menghadapi Barca B, Rabu 24 September, tampak masih di bangku cadangan.

Pola permainan pun praktis berbeda, di babak pertama ini Real Madrid bisa sangat leluasa melakukan penyerangan. Sempat sesekali, winger timnas U-19 Yabes Roni melakukan serangan, namun selalu kandas di lapangan tengah.

Keran gol Madrid C Gol lahir pada menit 41 lewat tendangan penalti Juando Narves. Sebelumnya, bek timnas U-19, Rudolof Yanto Basna melakukan tekel keras kepada Egoni Gonzales di Area Penalti.

Cukup dua menit bagi Real Madrid C untuk menambah pundi golnya. Di menit 43, Javier Munez menambah pundi gol setelah melakukan umpan satu dua dengan Juanjo Narvaez.

Beberapa saat kemudian, peluit turun minum pun berbunyi. skor 2-0 untuk keperkasaan Real Madrid tetap tidak berubah.

Memasuki babak kedua, Dominasi Real Madrid masih tak berubah. Pada menit 55 gol ketiganya kembali tercipta oleh Alvaro lewat assist Juanjo Narvaez.

Setelah tertinggal 3-0, Indra Sjafri mulai mencoba mempertajam lini serang. Satu persatu pemain utama seperti, Evan Dimas, Maldini Pali, Dimas Drajad dan Hansamu Yama mulai dimasukkan. Alhasil agresifitas pun suksees tercipta, namun sayang, upaya serangan Evan Dimas dan rekan hanya menghasilkan tendangan sudut pertama bagi timnas U-19.

Sekitar 10 menit kemudian, Real Madrid mulai kembali menyerang. Skema serangan yang diciptakan kali ini bertambah cepat. Tak ayal pada menit 82, pundi gol Madrid C kembali bertambah. Alvaro sukses mencetak gol keduanya melalui kerjasama pendek yang cepat dari sisi sayap.

Satu menit sebelum wasit meniup peluit berakhirnya laga, Madrid sempat menambah satu gol melalui sepakan Carballo lewat titik putih. Kedudukan berakhir 5-0 untuk kemenangan Real Madrid C.

Dengan berakhirnya laga ini, berakhir pula tur Spanyol timnas U-19. Adapun, rapor empat laga tur spanyol adalah sebagai berikut:

Atletico Madrid B 2-1 Timnas U-19

Valencia B 1-1 Timnas U-19

Barcelona B 6-0 Timnas U-19

Real Madrid C 5-0 Timnas U-19 (ACF) 
 

Soal Kemungkinan Main di Spanyol, Evan Dimas Hanya Bisa Bermimpi

ist

Sportsatu.com - Kapten tim nasional U-19 Indonesia, Evan Dimas, tak menampik punya mimpi untuk bermain di Spanyol. Hal ini diutarakan saat timnas U-19 Indonesia melakukan tur di Spanyol guna beruji coba sebagai persiapan sebelum turun di Piala Asia U-19.

Mimpi itu disampaikannya saat diwawancarai oleh Barcelona TV. Mimpi itu ada tak lepas lantaran Evan merupakan salah satu pemain yang menyukai Barcelona.

"Itu rencana Tuhan. Saya punya mimpi, tapi itu Tuhan yang mengatur. Saya hanya bisa bermimpi dan berdoa," jelas Evan Dimas.

Peluang Evan Dimas sebetulnya ada. Pelatih Barcelona B, Eusebio Sacristan menilai bahwa Evan merupakan salah satu pemain timnas U-19 yang punya potensi berkembang.

Pernyataan itu disampaikan oleh Eusebio Sacristan saat berdiskusi dengan jajaran pelatih timnas U-19 Indonesia yang dikomandoi Indra Sjafri. Apa yang disampaikan diteruskan Indra.

Iniesta Pemain Paling Disukai, Ini Alasan Evan Dimas

ist

Sportsatu.com - Kapten tim nasional U-19 Indonesia, Evan Dimas merupakan pengagum Barcelona sejak zaman Pep Guardiola. Permainan apik disebut menjadi penyebabnya.

Sementara itu, dari sejumlah pemain yang memperkuat Blaugrana, Evan mengaku paling suka pada Andres Iniesta.

Ada alasan dibalik hal tersebut. Salah satunya karena Evan punya posisi sama dengan gelandang berusia 30 tahun itu.

Akan tetapi, tak hanya itu, Evan mengutarakan alasan lainnya, yakni berkaitan dengan sosok pemain yang dikagumi.

"Saya suka karena bermain di posisi yang sama dengan Iniesta. Saya juga suka gayanya. Ia pemain yang pendiam tapi low profile. Tapi, ketika bermain di lapangan ia bagus," jelas Evan.

Hal ini disampaikan Evan saat diwawancarai Barcelona TV. Alasan menyukai Iniesta disebutkannya saat timnas U-19 melakukan tur di Spanyol.

Penggawa Timnas U-19 tak Percaya Diri, Indra Rotasi Pemain

nine sport

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA--Sejak awal, pelatih timnas U-19 Indra Sjafri menegaskan bahwa dia tidak mengincar menang kalah. Ia hanya ingin para pemainnya mendapatkan simulasi sebelum berlaga di Piala ASia U-19 bulan depan.

Namun saat menghadapi Barcelona B di Ciutat Es Sportiva Joan Gamper Campo, Rabu (24/9) malam WIB, pelatih asal Sumatra Barat ini tak dapat menahan kekecewaannya. Bukan karena timnya digasak dengan skor 0-6, melainkan permainan anak-anak asuhnya yang di jelek.

Ia sempat beberapa kali tertangkap kamera mengekspresikan kegusarannya saat pemainnya melakukan kesalahan. Mulai dari salah mengoper hingga terjatuh.

"Kita kehilangan identitas permainan. Anak-anak sering salah passing," kata dia seperti dikutiptwitter resmi Nine Sport Inc , promotortur Spanyol timnas U-19.

Ia menilai para pemainnya tak percaya diri melawan Barcelona B. Indra menegaskan akan merotasi pemainnya saat menghadapi Real Madrid C pada Kamis (25/9) malam pukul 21.00 WIB ini.

Mengenai para pemain timnas U-19 yang kerap terjatuh, pihak promotor mengabarkan bahwa lapangan Ciutat Es Sportiva Joan Gamper Campo baru saja diguyur hujan gerimis. Lapangan menjadi licin dan menyulitkan Evan Dimas dkk. Tapi ini tak berpengaruh terhadap Barcelona B yang berlatih di sana.

Timnas U-19 Tidak Jelek, Cuma Skill Beda Jauh dengan Barcelona B


TRIBUNNEWS.COM, BARCELONA - Di balik kekalahan telak 0-6 dari Barcelona B, Timnas U-19 Indonesia diangap punya nilai positif. Pujian pun diberkan pelatih Barcelona B, Eusebio Sacristan, untuk Timnas U-19.

Pujian itu dilantunkan Sacristan, yang didampingi asistennya, Carlos Hugo Bayon saat sesi diskusi dengan staf pelatih Timnas U-19 seusai pertandingan.

Timnas U-19 mendapatkan beberapa masukan dan di antaranya ada beberapa pemain yang menjadi sorotan. Selain itu, dibahas pula perbedaan kualitas teknik pemain antara kedua tim.

"Barcelona B senang bisa menghadapi Timnas karena bisa memberi kesempatan para pemain yang belum tampil di liga untuk bermain pada laga ini," ucap Indra.

"Menurut mereka, permainan Timnas U-19 tidak jelek, tapi memang skill sangat berbeda dengan Barcelona B," lanjutnya.

Indra pun mengaku, ada tiga pemain Timnas U-19 yang mendapat pujian khusus dari Sacristan .
"Mereka bilang tertarik dengan Dinan, Ilham Udin, dan Evan Dimas. Menurutnya, ketiga pemain itu punya potensi," tuntas Indra.

Lawan Real Madrid C, Timnas U-19 Jajal Kemampuan Putra Zidane


VIVAbola - Real Madrid C menjadi lawan terakhir tim nasional (timnas) Indonesia U-19 selama menjalani tur Spanyol. Kedua tim akan bertarung, Kamis, 25 September 2014 pada pukul 21.00 WIB dan disiarkan langsung oleh SCTV.

Real Madrid C merupakan tim yang bermain di Divisi Segunda B. Level ini dua tingkat di bawah kompetisi elite Spanyol, Primera Division.

Musim ini, penampilan Madrid C tidak terlalu mengesankan. Hingga jornada ke-5, Madrid C masih terbenam di posisi ke-19 dengan torehan 3 poin dari 5 laga.

Meski demikian, Real Madrid C tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Tim ini ditangani oleh pelatih Jose Aurelio yang punya segudang pengalaman. Pria berusia 48 tahun itu merupakan jebolan Los Blancos dan pernah menangani tim-tim Primera Division, seperti Real Zaragoza dan Racing Santander.

Selain itu, Madrid C kini juga diperkuat oleh Enzo Alan Zidane Fernandez. Gelandang berusia 19 tahun itu adalah putra dari legenda hidup Madrid, Zinedine Zidane. Sebelum bergabung dengan Madrid C, Enzo sempat memperkuat tim junior Madrid.

Sementara itu, pemain lainnya yang berpeluang menyulitkan Timnas U-19 adalah Ruben Molero. Kapten Madrid C itu terbilang paling senior. Dia bergabung sejak 2010 dan sudah bermain sebanyak 64 kali. Di lini depan, duet Alberto Lozano dan Sergio Sanchez, merupakan mesin gol bagi Madrid C musim ini. (one)

8 Fakta Menarik Usai Barcelona B Tekuk Garuda Jaya

VIVAbola - Barcelona B menunjukkan kualitasnya di depan tim nasional U-19 dalam laga uji coba di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Rabu 24 September 2014. Pasukan Eusebio Sacristian membungkam Garuda Jaya dengan skor telak 6-0.

Ini menjadi kekalahan terbesar pasukan Indra Sjafri dalam tiga laga Tur Spanyol. Dalam dua laga sebelumnya, Evan Dimas dan kawan-kawan hanya kalah tipis 1-2 dari Atletico Madrid B dan bermain imbang 1-1 lawan Valencia B.

Kekalahan ini sebenarnya dapat dimaklumi. Sebab, kualitas Barcelona B memang jauh berada di atas Garuda Jaya. Apalagi tim lawan diperkuat pemain kelas dunia seperti Luis Suarez dan Thomas Vermaelen.

Garuda Jaya bukan tim Indonesia pertama yang merasakan kedahsyatan Barcelona B. Salah satu tim peserta Liga Super Indonesia juga pernah menjajal kemampuan mereka. Sebelumnya, Mitra Kukar yang bermain di Liga Super Indonesia (ISL) juga menyerah dengan skor 0-4 dari Barcelona B.

Berikut fakta menarik usai Garuda Jaya dibungkam Barcelona B:
1. Ini kekalahan terbesar timnas U-19 dalam Tur Spanyol. Sebelumnya, Garuda Jaya hanya kalah 1-2 dari Atletico Madrid B.

2. Kunjungan Evan Dimas ke Barcelona merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, kapten timnas U-19 itu pernah mengunjungi Blaugrana pada 2012 dalam ajang The Chance.

3. Timnas U-19 merupakan tim Indonesia kedua yang dihadapi Barcelona B. Tahun lalu, Mitra Kukar sempat menjajal kemampuan pasukan Eusebio Sacristan dan tumbang 0-4.

4. Gol ke gawang Ravi Murdianto merupakan yang pertama bagi Luis Suarez sejak bergabung dengan Barcelona dari Liverpool.

5. Gelandang timnas U-19, Zulfiandi, untuk pertama kalinya bermain dalam Tur Spanyol. Pemain klub PSSB Bireun Aceh itu sebelumnya harus berkutat dengan cedera.

6. Barcelona adalah klub idola dari Evan Dimas. Gelandang timnas U-19 itu juga mengagumi sosok Andres Iniesta.

7. Kekalahan 0-6 dari Barcelona merupakan kekalahan terbesar timnas U-19 sepanjang laga uji coba yang sudah mereka jalani sejak Februari 2014.

8. Luis Suarez sudah dua kali bertemu dengan tim nasional Indonesia. Sebelumnya, Suarez juga pernah memperkuat timnas Uruguay saat bertemu timnas Indonesia dalam laga uji coba pada 2010. Dalam duel ini, Suarez mencetak hattrick. (art)

Tiga Pilar Garuda Jaya Curi Perhatian Pelatih Barcelona B


 nine sport


VIVAbola - Barcelona B bukan tandingan Timnas Indonesia U-19. Dengan bantuan dua pemain senior, Luis Suarez dan Thomas Vermaelen, tim Segunda Division itu tanpa kesulitan berarti sukses menekuk Garuda Jaya dengan skor 6-0, Rabu 24 September 2014.

Sepanjang laga, Barca B tampak mendominasi permainan. Pasukan Indra Sjafri yang selama ini dikenal bermain dengan bola-bola pendek yang cepat, justru dibuat tertekan sepanjang pertandingan.

Suarez sukses mencetak dua gol dalam duel ini dan Vermaelen menyumbang satu gol. Sedangkan tiga gol lainnya masing-masing dicetak oleh David Babunski, Javier Fernandez, dan Maxi Rolondi.

Meski kalah, ternyata tiga pilar Garuda Jaya yang memikat hati tim pelatih Barcelona B di bawah pimpinan, Eusebio Sacristán. Mereka adalah Evan Dimas Darmono, Ilham Udin Armayn, dan Dinan Javier. Menurutnya, ketiga pemain itu punya kemampuan yang menjanjikan. 

"Mereka (tim pelatih Barca B) bilang tertarik dengan nomor 6 (Evan), nomor 20 (Ilham), dan nomor 9 (Dinan). Mereka bilang, ketiganya potensial," ujar Indra dalam rilis yang diterima wartawan.

Dalam duel di Ciutat Esportivo Joan Gamper, tadi malam, Evan, Ilham, dan Dinan tampil sebagai starter. Penampilan ketiganya memang tidak terlalu buruk. Sayang, tekanan yang dilakukan Barcelona B membuat ketiganya sulit mengembangkan permainannya.

Sementara itu, setelah bertemu Barcelona B, pasukan Indra Sjafri akan menjajal kekuatan Real Madrid C. Kedua tim akan bertarung hari ini, Kamis 25 September 2014, pukul 21.00 WIB. (asp)


Rabu, 24 September 2014

Suarez dan Vermaelen Ikut Serta, Psikis Evan Dimas dkk. Disebut Terganggu Sehingga Tak Tenang

ist

Sportsatu.com - Pelatih tim nasional U-19 Indonesia, Indra Sjafri, melihat anak asuhnya kehilangan identitas kala bertemu Barcelona B di Joan Gamper Sporting City, Rabu (24/9). Hal itu diakuinya juga menjadi penyebab kekalahan telak 0-6.

Kenam gol yang buat Indonesia kalah dengan skor telak diciptakan Thomas Vermaelen (4'), Luis Suarez (12' dan 67'), David Babunski (27'), Agostinho Ca (66'), dan Maximiliano Brian Rolon (78' pen).

Menurut Indra Sjafri, itu disebabkan masalah psikis. Lawan yang dihadapi dengan pemain-pemain berkualitas, termasuk Luis Suarez dan Thomas Vermaelen menjadi penyebabnya.

"Selama 2x45 menit, kami kehilangan identitas. Para pemain banyak salah dalam umpan dan mengantisipasi pergerakan lawan, yang cepat, efisien, dan efektif," kata Indra Sjafri usai pertandingan.

"Itu karena, pertama masalah psikis, mereka menghadapi pemain dengan kualitas lebih baik," jelas Indra.

Indra pun menyebut hal itu menjadi pekerjaan rumah barunya. "Pelan-pelan akan kami perbaiki. Kami akan berusaha dan meningkatkan komposisi. Kami berharap mereka bisa lebih tenang dan jangan gampang kehilangan bola."

Hadapi Real Madrid C, Indra Sjafri akan Rotasi Pemain

Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Liputan6.com.Barcelona - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, akan merotasi pemainnya saat menghadapi Real Madrid C, Kamis (25/9/2014) besok. Menurut Indra, tur Spanyol ini adalah program uji coba bagi seluruh pemainnya untuk persiapan Piala Asia di Myanmar pada Oktober mendatang.

"Tentu, rotasi akan dilakukan. Ajang ini bukan untuk mengalahkan mereka (klub spanyol), tapi untuk mencari komposisi pemain yang tepat untuk ajang yang lebih penting (Piala Asia)," ucapnya.

Evan Dimas dan kawan-kawan sudah melakoni tiga laga di Spanyol. Sebelumnya, skuat Garuda Jaya harus mengakui keunggulan Atletico Madrid B 1-2 dan ditahan imbang Valencia B 1-1. Di laga terakhir, skuat Garuda Jaya harus menyerah 0-6 dari Barcelona B.

Soal kekalahan dari Barcelona, pelatih asal Padang itu menilai anak asuhnya sering melakukan kesalahan. "Kami kehilangan identitas permainan. Anak-anak sering salah passing, tidak bisa mengantisipasi pergerakkan lawan."

Main 90 Menit, Luis Suarez Ucapkan Terima Kasih

getty images

Goal.com - Striker Barcelona Luis Suarez mengucapkan terima kasih sudah diberikan kesempatan bermain saat Barcelona B menggasak tim nasional Indonesia U-19 dengan skor 6-0 dalam laga uji coba di lapangan Ciutat Esportiva Joan Gamper, Rabu (25/9) malam WIB.

Suarez masih belum bisa merasakan kompetisi, menyusul sanksi yang diberikan usai Piala Dunia 2014. Sanksi yang masih harus dijalani mantan penyerang Liverpool itu menyisakan satu bulan.
Sebelumnya, pelatih Barcelona Luis Enrique mengungkapkan, Suarez membutuhan atmosfer pertandingan agar siap ketika tampil bersama Blaugrana. Suarez yang ingin mendapatkan ritme pertandingan tampil selama 90 menit di laga tadi malam.

Ujung tombak asal Uruguay itu pun turut menyumbang dua gol kemenangan Barcelona B, masing-masing pada menit ke-12 dan 67. Suarez merasa girang, dan mengucapkan terima kasih setelah mendapat kesempatan bermain selama 90 menit.

“Permainan yang bagus bersama Barca B. Terima kasih kepada tim, dan pelatih untuk kesempatan yang diberikan. Sekarang saatnya membantu rekan-rekan satu tim,” demikian kicauan Suarez di akun resmi Twitter-nya.

Indonesia U-19 Korban Pertama Luis Suarez Di Barcelona

getty images

Goal.com - Luis Suarez akhirnya mencetak gol pertamanya untuk Barcelona musim ini dan korban pertama dia adalah tim nasional Indonesia U-19.

Penyerang asal Uruguay, yang bergabung dari Liverpool pada bursa transfer musim panas kemarin, dilarang terlibat dalam pertandingan kompetitif selama beberapa bulan sebagai akibat dari ulahnya yang melakukan gigitan kepada Giorgio Chiellini pada ajang Piala Dunia 2014.

Namun, pemain berusia 27 tahun itu masih diizinkan untuk berpartisipasi dalam pertandingan uji coba. Akhirnya ia diturunkan sebagai starter di Barcelona B saat melakukan uji coba dengan Indonesia U-19.

Suarez hanya membutuhkan 12 menit untuk mencetak gol perdananya bersama Blaugrana. Ia menciptakan gol yang mengubah skor menjadi 2-0 setelah Thomas Vermaelen memecah kebuntuan ketika laga baru berjalan beberapa menit. Sampai tulisan ini ditulis, pertandingan uji coba masih berjalan.

Indra Sjafri: Kami Kehilangan Identitas

Goal / Abi Yazid

Goal.com - Timnas Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Barcelona B dengan skor telak 6-0 di Ciutat Esportiva, Rabu (24/9) malam WIB. Pelatih Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengakui para pemainnya pada laga itu tampil tidak sesuai harapan dan banyak melakukan kesalahan.

"Hampir 2x45 menit kami kehilangan indentitas bermain. Kami banyak salah operan dan sering salah mengantisipasi pergerakan mereka yang cepat, serta efisien dan efektif," ucap Indra, dalam wawancara dengan sebuah televisi swasta nasional usai laga.

Selain itu, pelatih berusia 51 tahun itu mengakui para pemainnya juga memiliki masalah psikis, lantaran berhadapan dengan pemain yang memiliki kualitas di atas mereka.

"Memang pelan-pelan ada perbaikan, kami pun telah berusaha mengganti komposisi pemain. Saya juga sudah meminta mereka agar main lebih tenang dan jangan cepat hilang bola, tapi masih belum bisa terlaksana dengan baik," tambahnya.

Dia pun menegaskan bakal tetap mencoba beberapa alternatif pemain pada laga selanjutnya melawan Real Madrid C, Kamis (25/9) esok. "Karena ini adalah simulasi untuk Piala Asia," jelasnya.