Djalil hi Ibrahim vs Ilham Udin
Malutpost.co.id - Ternate, Laga akbar
bakal tersaji antara Persiter Ternate melawan Timnas U-19 bakal tersaji
malam (22/7) nanti di Stadion Gelora Kie Raha Ternate. Aroma balas dendam
pun menyeruak dari balik duel kedua tim. Pasalnya, kedua tim ini
sebelumnya pernah bersua pada tahun 2011 lalu di stadion yang sama.
Saat itu, Indra Sjafri yang dipercayakan
PSSI untuk membesut Timnas U-17 melakukan tur nusantara untuk menjaring
pemain. Hasilnya, dari laga friendly match
tiga tahun silam, Tim Persiter Muda sukses mengalahkan Timnas U-17
dengan skor tipis 1-0. Kala itu, gol semata wayang Persiter Muda
dilesakkan oleh Djali Ibrahim yang kemudian sempat diboyong Indra Sjafri
dalam suadnya meski kemudian dipulangkan karena sakit yang dideritanya.
Tapi itu terjadi tiga tahun yang lalu, Meski publik Malut terutama pecinta sepak bola Kota Ternate
masih mengingatnya. Sekarang, Indra Sjafri menjajal Ternate dengan
kualitas materi pemain yang fantastis, matang, punya banyak jam terbang
bahkan sempat menjajal negeri eropa. Yang paling fantastis skuad racikan
coach Indra ini juga berhasil mengharumkan Indonesia dengan
mempersembahkan gelar juara piala AFC yang terenggut selama 20 tahun
terakhir.
Sehingga, kehadiran Pasukan Garuda Jaya ke Ternate ini akan menjadi laga yang menarik, mengingat selain aroma balas
dendam, Timnas kali adalah Timnas sarat prestasi. Apalagi, dalam skuad
Garuda Muda kali ini bercokol dua pemain asal Maluku Utara yakni Ilham
Udin Armaiyn dan Mahdi Albaar yang berkontribusi besar bagi prestasi
Timnas U-19.
Meski demikian, prestasi dan kemampuan Ilham Udin Armyin cs yang cukup bersinar tersebut, tidak membuat pelatih Persiter U-21 Arizona
Hamadi keder. Arizona pun mengakui keunggulan pemain Timnas U-19.
Menurutnya, kualitas dan performa pemain di lapangan bisa membuat
kejutan bagi lawan-lawannya. Hal itu, banyak terbukti di setiap laga,
strategi dan taktik permainan cepat dengan menggunakan umpan pendek yang
selalu diterapkan, kadang membuat lawan kewalahan. “Memang meraka
(timnas U-19, red) punya banyak keunggulan, jam terbangnya banyak,
konsep latihan yang matang dan terorganisir, serta memiliki materi pemain yang merata,” ujar Arizona.
Tapi di sisi lain, mantan pelatih
Persikota Tikep ini sepertinya berupaya ingin mengulangi sejarah tiga
tahun silam. Dengan menerapkan pola permainan 4-3-2-1, Arizona optimis
bisa meladeni Evan Dimas dkk dengan sempurna. Selain strategi
dan taktik yang diterapkan, Arizona juga tidak melihat kekuatan tim
asuhannya bersifat sentris, misalnya ada ketergantungan pemain terhadap
gelandang ternama Anggi, atau Djali Ibrahim yang punya pengalaman pernah
menjadi kapten timnas U-19 saat bersua Hongkong
pada 2013 silam. “Kami punya pemain yang merata, semua punya kesempatan
untuk menciptakan gol, apapun bisa terjadi di lapangan, dan kami
berusaha untuk memberi perlawan yang sempurna buat Timnas,” tegasnya.
Bagi mantan gelandang Krama Yhuda Tiga Brilian Palembang ini, yang terpenting dari laga yang akan di pimpin oleh wasit nasional
Toriq Alkatiri ini adalah bagaimana timnas bisa mendapat sesuatu yang
bermanfaat. Terutama partai tersebut tidak membuat Indra kecewa. Karena
itu, Arizona berjanji akan menyugui permainan yang baik agar kedua tim
saling mendapat pelajaran. “Intinya uji coba timnas ini untuk
meningkatkan kualitas dan performa pemain, karena itu kita siap memberi
yang terbaik buat mereka (timnas U-19, red), tutur pelatih ternama di
Ternate itu.
Sementara itu, Indra Sjafri menyatakan
kekalahan timnas saat melawan Persiter beberapa tahun silam merupakan
bagian dari proses untuk mencapai kematangan. Yang pasti menurut Indra,
tur nusantara yang digelar selama ini bukan bicara soal kalah-menang.
Karena itu, laga yang akan digelar nanti malam sama juga seperti laga
Timnas U-19 di sejumlah daerah
sebagaimana tujuan tur nusantara. Di antaranya adalah bagaimna
meningkatkan kualitas permainan timnas, mencari bibit-bibit pemain yang
bisa dipanggil serta bisa menghibur masyarakat dan berusaha untuk
menyatukan Timnas dengan masyarakat.
Untuk mengetahui hasil yang akan diperoleh
pada laga bergengsi tersebut, Indra tidak ingin memprediksikannya. Bagi
perlatih asal Padang
itu, dia tidak ingin memberi beban kepada pemain yang berlebihan. Tapi
dengan bermain full team, Indra hanya berharap kesalahan yang pernah
dilakukan pemain pada laga-laga sebelumnya agar tidak terulang lagi.
“Saya hanya tekankan bahwa dari hasil evaluasi ada kesalahan yang pernah
dilakukan untuk tidak mengulangi lagi di pertandingan-pertandingan
selanjutnya,” tutur Indra usai sesi latihan Timnas U-19 di Gelora Kie
Raha Ternate malam tadi.
Laga yang mempertemukan Evan
Dimas cs dengan Djali Ibrahim dkk ini Indra menyatakan akan menggunakan
20 persen waktu normal untuk memainkan Ilham Udin Armayin dan Mahdi
Fahri Albar sebagai putra Ternate. “20 persen dari tim adalah anak-anak
Ternate, termasuk kepten keseblasan juga di antara mereka berdua (Ilham
dan Mahdi, red),” ujar Indra.
Berkaitan dengan kekuatan timnas dalam
meladeni skuad racikan Arizona tersebut, Indra hanya menyebutkan bahwa
kualitas anak asuhnya semakin hari semakin meningkat. Karena itu, bersua
Persiter nanti, Indra berharap bisa mendapat pelajaran yang baik dari
laga tersebut. (tr-05/sad)