Tampilkan postingan dengan label Tur Nusantara II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tur Nusantara II. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 November 2014

Indra Sjafri Sesalkan Eksploitasi 'Tur Nusantara'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSSI memecat Indra Sjafri dari kursi pelatih Timnas U-19 Indonesia lantaran gagal menembus semifinal Piala Asia U-19 2014 pada Oktober lalu. Namun, Indra menilai salah satu penyebab kegagalan Evan Dimas dan kawan-kawan lantaran eksploitasi Timnas U-19 dalam 'Tur Nusantara'.

Indra mengakui Timnas U-19 Indonesia memang membutuhkan pemusatan jangka panjang untuk persiapan menghadapi Piala Asia U-19 2014. Tapi, kata Indra, prosesnya yang salah dan diubah oleh pihak manajemen.

''Memang kita yang merancangnya, tapi prosesnya diubah oleh manajemen,'' kata Indra kepada Republika Online.

''Awalnya kita hanya bermain di lima titik saja, bukan berpindah-pindah seperti sirkus. Waktunya pun tidak sepanjang itu,'' kata Indra. ''Misalnya kita bermain di Padang dan klub-klub di sekitar akan mendatangi kita, bukan kita yang menyambangi mereka seperti Tur Nusantara kemarin.''

Indra mengakui dirinya tidak punya pilihan kecuali menyetujui rencana manajemen tersebut. Semua itu tidak terlepas dari masalah anggaran dana.

''Ini yang perlu dicatat. PSSI itu terlepas dari pemerintah. Jika kita tidak menuruti keinginan manajemen, PSSI mendapatkan dana dari mana?'' katanya.

''Sedangkan, banyak timnas lain yang harus dipersiapkan oleh PSSI. Mungkin jika pemerintah ingin membantu, kami bisa menarik keinginan manajemen,'' ujar Indra.
 

Senin, 25 Agustus 2014

Pelatih Garansi Mental Pemain Timnas U-19 Tetap Terjaga

 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Liputan6.com, Yogyakarta - Tim nasional Indonesia U-19 menelan hasil buruk saat tampil di ajang Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014. Dalam lima pertandingan, Indonesia dipaksa menerima tiga kekalahan, satu kemenangan, dan satu hasil imbang.
Masyarakat tentunya sangat menyayangkan penampilan buruk yang diperlihatkan Evan Dimas dan kawan-kawan. Anggapan yang bermunculan mengatakan mental para pemain sudah hancur saat tersingkir di babak penyisihan grup HBT 2014.
Tapi anggapan tersebut dibantah pelatih mental Timnas U-19, Guntur Cahyo Utomo. Dia menilai hasil di HBT 2014 jadi pelajaran berarti untuk skuat Garuda Jaya.

"Harus digaris bawahi sebetulnya kami tidak gagal. Mereka hanya tidak mendapatkan hasil yang bagus. Dari evaluasi yang kami lakukan secara permainan mereka tidak ada persoalan," ucapnya saat ditemui di Gedung Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta, Senin (25/8/2014).

"Ini efek bagusnya, kami mendapatkan kondisi yang diinginkan untuk persiapan piala Asia. Jadi punya materi tentang diri mereka sendiri. Saat ini (para pemain) sedang dalam proses peningkatan dan pemulihan (mental). Jadi kami ingin membuat acara yang menyegarkan, refresh ulang pikiran di kepala mereka," tambahnya.

Menurut Guntur, hasil buruk di HBT 2014 disebabkan karena kejenuhan yang dialami para pemain. Namun ia beserta tim pelatih tidak sedikitpun meragukan kualitas skuat Garuda Jaya.

"Yakin dengan mereka (di Piala Asia). Kemarin di Brunei mungkin ada faktor itu (jenuh). Itu adalah evaluasi, itu pelajaran berharga agar efek negatif dari situasi itu tak lagi muncul. Namanya anak muda, dari rumah sudah pamitan ke Spanyol tapi jadinya di Brunei. Ada juga karena tur nusantara yang selalu pindah-pindah. Ada pengaruhnya dan itu diakui para pemain. Seperti kita sajalah, andaikan mau dapat hadiah tapi tidak jadi. Tentu ada kekecewaan dan kondisi itu tidak nyaman," jelasnya.

Saat ini Timnas U-19 sedang menjalani pemusatan di Yogyakarta. Mereka terus mempersiapkan diri jelang hadapi turnamen AFC Cup U-19, Oktober 2014 mendatang.

Selasa, 05 Agustus 2014

Tur Nusantara Lebih Berat dari Turnamen Hasanah Boolkiah Trophy

 Super Ball/Feri Setiawan




TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Tim Nasional U-19 Indra Sjafri mengatakan Turnamen Hasanah Boolkiah Trophy (HBT) yang diikuti oleh Garuda Jaya lebih unggul dibandingkan dengan Turnamen Cotif, Valnecia, Spanyol yang merupakan rencana awal. Pelatih asal Padang ini menilai HBT lebih berkelas yang diikuti oleh tim berkualitas.

"HBT itu turnamen lebih berkualitas dibanding Cotif," ujar Indra Sjafri kepada Harian Super Ball usai latihan di Lapangan Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Senin (4/8/2014).

Indra mengatakan pengelolaan turnamen ini pun berbeda dengan turnamen umumnya. Salah satunya, kata Indra turnamen ini digelar tanpa penonton.
"Nanti di turnamen ini tanpa penonton," ujarnya.

Indra menegaskan lawan tanding nantinya timnas senior dari negara asia. Saat ditanya perbedaan usia lawan yang dihadapi, Indra mengatakan tidak menjadi soal. Alasannya, dalam uji coba Tur Nusantara I dan II yang telah dilakoni Garuda Jaya pun lawannya pemain senior.

"Nggak masalah, kita sudah biasa menghadapi tim senior. Justru Tur Nusantara di daerah itu lebih menantang dari pada HBT. Karena mereka antusias ingin mengalahkan kita," ujarnya.

Indra menambahkan dalam HBT nanti pihaknya tidak memasang target muluk karena sifatnya ujicoba. Akan tetapi, ia meminta Garuda Jaya bisa menampilkan permainan terbaik.
"Kita tak pasang target, yang penting menampilkan yang terbaik saja," ujarnya.

Rabu, 23 Juli 2014

Nyaris Permalukan Timnas U-19


Malutpost.co.id - Ternate, Asa Persiter Ternate untuk mengulang sukses tiga tahun silam saat menekuk Timnas U-17 gagal diwujudkan. Dalam laga friendly match yang digelar malam tadi (22/7) di Stadion Gelora Kie Raha, Djali Hi Ibrahim dkk takluk dari Timnas U-19 1-2 (1-0).

Persiter ‘Muda’ sendiri sempat membuat kejutan terhadap skuad Garuda Jaya. Saat laga baru berjalan 5 menit, Didiwanto Ismail, gelandang Persiter asal Tidore Kepulauan berhasil menggetarkan jala gawang Timnas U-19 yang dikawal Ravi Murdianto.

Gol Didiwanto terbilang cantik karena melalui sundulan kepala. Berawal dari servis tendangan sudut di kiri gawang Ravi Murdianto, Didiwanto yang terbilang berdiri bebas berhasil menyundul bola ke tiang jauh di sisi kiri gawang Ravi. Bola pun tak terjangkau Ravi dan menggetarkan jala gawang Timnas U-19.

Seketika Stadion Gelora bergemuruh penuh histeria kurang lebih 15 ribu penonton yang memadati Gelora Kie Raha, bahkan hingga ke area sentelban.      

Timnas U-19 yang malam itu dikapteni Ilham Udin Armaiyn baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-28 atau dua menit menjelang turun minum lewat kapten tim, Evan Dimas. Dalam sebuah skema serangan balik, para pemain belakang terlambat menutup pergerakan Evan Dimas yang dikenal cukup eksplosiv. Dengan menggunakan kaki luarnya, Evan yang menguasai bola di kotak 16 pertahanan Persiter sukses mengarahkan bola di tiang jauh gawang Persiter yang dikawal Reza Kalisarang. Gawang Persiter pun bergetar.       

Evan Dimas benar-benar menjadi man off the match dalam laga yang bergulir 2 x 30 menit itu. Gelandang masa depan Indonesia itu sukses membukukan gol keduanya di menit 62 atau di lima menit menjelang pertandingan babak kedua usai. Gol Evan Dimas ini menjadi gol penutup laga malam tadi dan membuat Timnas U-19 sukses menaklukkan tuan rumah Persiter Ternate sekaligus sukses membalas dendam atas kekalahan tiga tahun silam saat Timnas U-17 besutan Indra Sjafri yang kala itu tengah melakukan scouting di daerah-daerah termasuk Ternate.  

Laga yang dipimpin wasit nasional Toriq Alkatiri tadi malam berjalan cukup alot. Kedua tim menampilkan permainan saling serang. Meski kalah kelas, tim besutan Arizona Hamadi ini tetap menunjukkan perlawanan sengit. Sejumlah serangan yang digalang Djali Hi Ibrahim dkk sempat merepotkan lini belakang yang dikoordinir Muhammad Fachurohma. Sejumlah peluang bahkan sempat tercipta di menit-menit awal pasca gol yang dicetak Didianto. Sayang penyelesaian akhir yang belum maksimal dan ketatnya barisan lini belakang Timnas U-19, membuat upaya tersebut gagal.    

Beberapa kali terlihat pelatih Indra Sjafri harus merapat ke tepi lapangan untuk menginstruksikan Evan Dimas dkk untuk lebih disiplin dan memainkan si kulit bundar sesuai pola dan strategi. Walhasil, Timnas U-19 pun beberapa kali membuat kewalahan barisan gelandang dan lini belakang Persiter. Terlebih aksi dan permainan apik dari sayap kanan Timnas U-19 yakni Maldini Pali yang ditopang permainan lugas Mahdi Fachri Albaar di posisi bek kanan, membuat Persiter sempat kewalahan.

Yabes yang masuk menggantikan Ilham di menit terakhir babak kedua itu sepertinya membawa keberuntungan bagi Timnas U-19 untuk bisa membalas kekalahan yang pernah dirasakan anak asuh Indra Sjafri beberapa tahun silam. Wingger asal NTT yang mengambil alih posisi Ilham tersebut langsung memanfaatkan injury time 5 menit yang diberikan wasit. Melakukan terobosan dari sisi kanan, Yabes langsung mempercayai Evan Dimas sebagai penentu kemenangan timnas skaligus menguci kemenangan atas Timnas U-19 di Stadion Gelora Kie Raha Ternate.

Indra Sjafri dalam sesi konfrensi pers usai laga mengatakan, laga yang tersaji malam tadi merupakan laga menarik sepanjang Timnas U-19 menggelar Tur Nusantara di Indonesia. Bagi Indra laga friendly match tersebut tidak ada yang kalah dan menang, karena kedua tim saling memberi pelajaran yang positif dalam pertandingan tersebut. Pasalnya menurut Indra, antusiasme penonton juga sempat membuatnya kaget. “Permainannya cukup baik, kedua tim saling memberi pelajaran, tidak ada yang kalah atau menang dalam pertandingan tadi (malam tadi, red), tapi saya harus bilang bahwa pertandingan tadi (malam tadi, red) dimenangkan oleh penonton,” ujar Indra bangga.

Sementara itu, Arizona Hamadi pelatih Tim Persiter U-21 mengakui ketangguhan tim asuhan coach Indra. Arizona pun sama, melihat pertandingan tersebut bukan soal kalah atau menang, tapi suguhan permainan yang positif yang ditekankan. “Kemenangan cukup layak didapat oleh Timnas, saya cukup bangga kalau kedua tim tidak ada yang cedera,” tutur Arizona. (tr-05/sad).
Sumber
 

Djali Masuk Radar Indra


Malutpost.co.id - Ternate, Melihat permaian yang tersaji antara Timnas U-19 versus Tim Persiter U-21 malam tadi di Stadion Gelora Kie Raha. Indra mengaku tertarik dengan winger liar Persiter Djali Hi Ibrahim.

Hal itu disampaikan pelatih Timnas U-19 itu saat sesi jumpa pers usai pertandingan tadi malam. “Saya tertarik dengan penampilan Djali,” kata Indra kepada sejumlah wartawan.

Menurut Indra, Djali sebenarnya memiliki kemampuan yang cukup baik di lapangan. Bahkan sangat baik untuk beroprasi di sisi kanan lapangan saat di masih bergabung dengan Timnas U-19 saat itu. Namaun, kata Indra Djali dipulangkan berdasarkan rekomendasi dokter yang menyebutkan kondisi kesehatannya terganggu akibat terkena penyakit usus buntut. Memang patut diberi acungan jempol terhadap Djali, meski sudah lama tidak bergabung lagi dengan Evan Dimas dan kawan-kawan, tapi ciri khas permainan striker berusia 20 tahun ini cukup memberi perhatian tersendiri bagi mantan pelatihnya. Tak hanya itu, kemampuan Djali ini juga pernah membuat Indra Sjafri mempercayainya untuk menjadi kapten keseblasan saat Timnas U-19 bersua Hongkong pada 2013 lalu.

“Kedepan saya akan kembali melihat perkembangan Djali di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Saya akan kontak dengan mas Arizona (pelatih Persiter, red) untuk bisa mengetahui perkembangannya seperti apa, kalau memang baik, kita akan pertimbangkan. Tapi itu juga nanti dipertimbangkan dengan hasil pemeriksaan dokter lagi,” papar Indra.

Sementara itu, laga friendly match yang tersaji malam tadi, berakhir dengan kemenangan Timnas U-19 dengan skor tipis 2-1. Gol sematawang dari anak asuh Arizona tersebut dilesakkan oleh Didiwanto Ismail di menit ke 5 babak pertama.

Gol balasan tercipta melalui gelandang andalan Garuda Jaya Evan Dimas di menit terakhir babak pertama. Setelah turun minum, lagi-lagi Evan Dimas menambah keunggulan sekaligus mengunci kemengan timnas U-19 di injury time babak kedua. Setelah 30 menit bersusah paya berjibaku untuk mengejar kemenangan.

Laga timnas U-19 melawan Persiter U-21 tersebut merupakan laga penutp tur nusantara bagi anak asuh Indra Sjafri. Menurt Indra, kemenangan yang ditorehkan anak asuhnya di Stadion Gelora Kie Raha malam tadi tercatat sebagai kemenangan yang ke 20 bagi skuad Garuda Jaya sepanjang tur nusantara di Indonesia ini. Di sisi lain, pelatih asal Padang itu juga mengkui kemampuan perister. “Kami mendapat perlawan yang cukup baik, dan itu sempat membuat kami kesulitan,” katanya.

Pelatih Persiter U-21 Arizona Hamadi melihat kekalahan anak asuhnya sebagai sesuatu yang positif dalam pertandingan sepak bola. Tentu ada yang kalah dan ada yang menang. Namun bagi mantan pelatih Persikota Tikep ini, yang terpenting laga tersebut bermanfaat bagi kedua tim, terlebihnya menurut Arizona adalah bagaimna Timnas menikmati permainan tersebut. “Kita tidak melihat hasilnya, tapi kualitas permainan tadi bisa memberi sesuatu yang bermanfaat bagi Timnas kita,” pungkasnya. (tr-05)

Senin, 21 Juli 2014

Aroma Balas Dendam

 Djalil hi Ibrahim vs Ilham Udin

Malutpost.co.id - Ternate, Laga akbar bakal tersaji antara Persiter Ternate melawan Timnas U-19 bakal tersaji malam (22/7) nanti di Stadion Gelora Kie Raha Ternate. Aroma balas dendam pun menyeruak dari balik duel kedua tim.  Pasalnya, kedua tim ini sebelumnya pernah bersua pada tahun 2011 lalu di stadion yang sama.

Saat itu, Indra Sjafri yang dipercayakan PSSI untuk membesut Timnas U-17 melakukan tur nusantara untuk menjaring pemain. Hasilnya, dari laga friendly match tiga tahun silam, Tim Persiter Muda sukses mengalahkan Timnas U-17 dengan skor tipis 1-0. Kala itu, gol semata wayang Persiter Muda dilesakkan oleh Djali Ibrahim yang kemudian sempat diboyong Indra Sjafri dalam suadnya meski kemudian dipulangkan karena sakit yang dideritanya.  

Tapi itu terjadi tiga tahun yang lalu, Meski publik Malut terutama pecinta sepak bola Kota Ternate masih mengingatnya. Sekarang, Indra Sjafri menjajal Ternate dengan kualitas materi pemain yang fantastis, matang, punya banyak jam terbang bahkan sempat menjajal negeri eropa. Yang paling fantastis skuad racikan coach Indra ini juga berhasil mengharumkan Indonesia dengan mempersembahkan gelar juara piala AFC yang terenggut selama 20 tahun terakhir.

Sehingga, kehadiran Pasukan Garuda Jaya ke Ternate ini akan menjadi laga yang menarik, mengingat selain aroma balas dendam, Timnas kali adalah Timnas sarat prestasi. Apalagi, dalam skuad Garuda Muda kali ini bercokol dua pemain asal Maluku Utara yakni Ilham Udin Armaiyn dan Mahdi Albaar yang berkontribusi besar bagi prestasi Timnas U-19.       

Meski demikian, prestasi dan kemampuan Ilham Udin Armyin cs yang cukup bersinar tersebut, tidak membuat pelatih Persiter U-21 Arizona Hamadi keder. Arizona pun mengakui keunggulan pemain Timnas U-19. Menurutnya, kualitas dan performa pemain di lapangan bisa membuat kejutan bagi lawan-lawannya. Hal itu, banyak terbukti di setiap laga, strategi dan taktik permainan cepat dengan menggunakan umpan pendek yang selalu diterapkan, kadang membuat lawan kewalahan. “Memang meraka (timnas U-19, red) punya banyak keunggulan, jam terbangnya banyak, konsep latihan yang matang dan terorganisir, serta memiliki materi pemain yang merata,” ujar Arizona.

Tapi di sisi lain, mantan pelatih Persikota Tikep ini sepertinya berupaya ingin mengulangi sejarah tiga tahun silam. Dengan menerapkan pola permainan 4-3-2-1, Arizona optimis bisa meladeni Evan Dimas dkk dengan sempurna. Selain strategi dan taktik yang diterapkan, Arizona juga tidak melihat kekuatan tim asuhannya bersifat sentris, misalnya ada ketergantungan pemain terhadap gelandang ternama Anggi, atau Djali Ibrahim yang punya pengalaman pernah menjadi kapten timnas U-19 saat bersua Hongkong pada 2013 silam. “Kami punya pemain yang merata, semua punya kesempatan untuk menciptakan gol, apapun bisa terjadi di lapangan, dan kami berusaha untuk memberi perlawan yang sempurna buat Timnas,” tegasnya.

Bagi mantan gelandang Krama Yhuda Tiga Brilian Palembang ini, yang terpenting dari laga yang akan di pimpin oleh wasit nasional Toriq Alkatiri ini adalah bagaimana timnas bisa mendapat sesuatu yang bermanfaat. Terutama partai tersebut tidak membuat Indra kecewa. Karena itu, Arizona berjanji akan menyugui permainan yang baik agar kedua tim saling mendapat pelajaran. “Intinya uji coba timnas ini untuk meningkatkan kualitas dan performa pemain, karena itu kita siap memberi yang terbaik buat mereka (timnas U-19, red), tutur pelatih ternama di Ternate itu.

Sementara itu, Indra Sjafri menyatakan kekalahan timnas saat melawan Persiter beberapa tahun silam merupakan bagian dari proses untuk mencapai kematangan. Yang pasti menurut Indra, tur nusantara yang digelar selama ini bukan bicara soal kalah-menang. Karena itu, laga yang akan digelar nanti malam sama juga seperti laga Timnas U-19 di sejumlah daerah sebagaimana tujuan tur nusantara. Di antaranya adalah bagaimna meningkatkan kualitas permainan timnas, mencari bibit-bibit pemain yang bisa dipanggil serta bisa menghibur masyarakat dan berusaha untuk menyatukan Timnas dengan masyarakat.

Untuk mengetahui hasil yang akan diperoleh pada laga bergengsi tersebut, Indra tidak ingin memprediksikannya. Bagi perlatih asal Padang itu, dia tidak ingin memberi beban kepada pemain yang berlebihan. Tapi dengan bermain full team, Indra hanya berharap kesalahan yang pernah dilakukan pemain pada laga-laga sebelumnya agar tidak terulang lagi. “Saya hanya tekankan bahwa dari hasil evaluasi ada kesalahan yang pernah dilakukan untuk tidak mengulangi lagi di pertandingan-pertandingan selanjutnya,” tutur Indra usai sesi latihan Timnas U-19 di Gelora Kie Raha Ternate malam tadi.

Laga yang mempertemukan Evan Dimas cs dengan Djali Ibrahim dkk ini Indra menyatakan akan menggunakan 20 persen waktu normal untuk memainkan Ilham Udin Armayin dan Mahdi Fahri Albar sebagai putra Ternate. “20 persen dari tim adalah anak-anak Ternate, termasuk kepten keseblasan juga di antara mereka berdua (Ilham dan Mahdi, red),” ujar Indra.

Berkaitan dengan kekuatan timnas dalam meladeni skuad racikan Arizona tersebut, Indra hanya menyebutkan bahwa kualitas anak asuhnya semakin hari semakin meningkat. Karena itu, bersua Persiter nanti, Indra berharap bisa mendapat pelajaran yang baik dari laga tersebut. (tr-05/sad)

Indra Ingin Jaring Pemain Lagi


Malutpost.co.id - Ternate, Bersua tim Persiter pada laga uji coba dengan Timnas U-19 nanti malam di Stadion Gelora Kie Raha Ternate, Pelatih timnas U-19 Indra Sjafri berharap bisa mendapatkan pemain untuk bergabung bersama Evan Dimas dkk. Hal itu disampaikan Indra saat usai latihat Timnas U-19 di Gelora Kie Raha malam tadi.

Menurut pelatih asal Padang itu, laga friendly match tersebut selain sebagai ajang uji coba untuk meningkatkan kualitas permainan anak asuhnya, laga tersebut juga menurut Indra merupakan ajang untuk menemukan pemain-pemain yang berkualitas dan memiliki kemampuan sesuai syarat-syarat yang sudah ditetapkannya. “Pertandingan uji coba ini kan juga untuk mencari pemain, kita akan lihat kalau memenuhi syarat maka diambil,” kata Indra usai latihan tadi malam.

Menurutnya, pemain yang bisa memenuhi syarat sesuai regulasi di antaranya harus kelahiran tahun 1995, kemudian memiliki standar kualitas yang baik maka dipastikan Indra akan merekrut. “Ya kalau memenuhi standar sesuai regulasi, kemudian bagus kemungkinan akan diambil,” katanya.

Sementara itu, laga yang ditunggu-tunggu warga Kota Ternate nanti malam, dipastikan Indra akan menurunkan skuad inti Timnas. Meski demikian Indra tidak menyebutkan siapa saja yang akan diturunkan sebagai line up. Indra masih harus memantau perkembangan terakhir latihan pada sore hari ini. Tapi menurutnya, pemain yang diturunkan nanti dipastikan tidak ada perombakan yang signifikan. “Tapi yang jelas tidak akan membongkar pemain yang suda sering tampil,” tandas pelatih bertangan dingin itu.

Selain itu, kepten keseblasan untuk laga tersebut Indra juga belum memutuskan antara Ilham Udin Armayin atau Mahdi Fahri Albar. Keputusan tersebut menurut Indra akan melihat perkembangan terakhir apakah Ilham yang tepat memakai ban kepten atau kah full back Mahdi. “Besok (hari ini, red) saya pastikan, saya selalu melihat kondisi terakhir. Yang jelas salah satu di antara mereka berdua (Ilham dan Mahdi, red), tutupnya. (tr-05). 

Takjubkan Penonton

Malutpost.co.id - Ternate, Laga persahabatan antara Tim Persiter U-21 versus Timnas U-19 yang akan tersaji, Selasa (22/7) hari ini di Stadion Gelora Kie Raha Ternate dipastikan akan berlangsung cukup alot. Dua tim yang bisa dibilang sama-sama memiliki materi pemain yang cukup diandalkan bagi timnya masing-masing. Misalnya, Timnas U-19 memiliki sejumlah penggawa mudah yang berkualitas, punya banyak jam terbang, bahkan menjuarai laga bergengsi Piala AFC 2013 lau.

Sementara, tim Persiter yang diasuh Arizona Hamadi memiliki materi pemain yang bisa dibilang tidak ketinggalan kualitasnya. Sebut saja Anggi A. Yusup, mantan timnas yang juga pernah bersinar. Selain itu, ada Djali Ibrahim winger muda berusia 20 tahun ini juga memiliki skil dan kecepatan yang bisa mengancam pertahanan lawan. Pengalaman tanding yang dimiliki striker asal Malifut ini cukup memberi harapan bagi tim Persiter untuk bisa memenangi laga yang akan berlangsung di stadion angker Gelora Kie Raha malam nanti.

“Kami pastikan bahwa penonton tidak akan kecewa dengan permainan kami,” tandas winger Persiter Djali Ibrahim.

Djali mengatakan, laga yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Malut ini merupakan partai balas dendam. Pasalnya, dua tim ini sebelumnya pernah bertemu pada tahun 2011 lalau. Ketika itu, pelatih Indra Sjafri masih menggelar uji coba untuk menjaring pemain yang akan memperkuat timnas U-19 saat ini. Hasil dari uji coba tersebut, Djali cs berhasil menekuk tim racikan Indra Sjafri dengan skor tipis 1-0. Meski sudah lama, Jali menganggap laga nanti malam merupakan laga kedua antara tim asuhan Arizona Hamadi versus skuad asuhan Indra Sjafri.

Bagi Djali yang sedikit mengerti tentang pola permainan yang sering dimainkan mantan pelatihnya itu, maka winger liar ini berkesimpulan bahwa, Indra Sjafri juga tidak ingin mengulangi kekalahan yang sama. Karena itu, menurut Djali pemain yang akan diturunkan Indra adalah full team. “Coach Indra pasti punya target menang, dan kita juga tidak ingin kalah. Soal hasilnya, kita lihat saja besok (nanti malam, red), ujar Djali.

selain itu, kepten tim Persiter M. Zhifar Marsaoly juga optimis bersua timnas U-19 nanti malam. Gelandang asal Tidore Kepulauan ini mengatakan, dirinya siap membawa tim ini menjadi pemenang dalam laga persahabatan tersebut. Meski tidak takabur, Zhifar merasa materi pemain yang dimiliki Timnas U-19 dengan Persiter relatif sama. Namun di sisi lain Zhifar mengaku anak asuh Coach Indra lebih banyak memiliki jam terbang dan pengalaman tanding, bahkan siap berlaga. “Kita lihat saja besok (nanti malam, red), kami siap menghibur penonton dengan permainan khas kami,” tegas Zhifar.
Sementara itu, Pelaih Timnas U-19 Indra Sjafri mengatakan tidak ingin memprediksikan hasil yang akan dicapai anak asuhnya. Bagi perlatih asal Padang itu, dia tidak ingin memberi beban kepada pemain yang berlebihan. Tapi dengan bermain full tem, Indra hanya berharap kesalahan yang pernah dilakukan pemain pada laga-laga sebelumnya agar tidak terulang lagi. “Saya hanya tekankan bahwa dari hasil evaluasi ada kesalahan yang pernah dilakukan untuk tidak mengulangi lagi di pertandingan-pertandingan selanjutnya,” tutur Indra usai sesi latihan Timnas U-19 di Gelora Kie Raha Ternate malam tadi. (tr-05).

Toriq Alkatiri Pimpin Laga Uji Coba

Malutpost.co.id - Ternate, Perangkat pertandingan pada laga persahabatan antara Tim Persiter U-21 berhadapan dengan Timnas U-19 telah diputuskan oleh PSSI Pusat. Keputusan untuk memilih wasit yang akan memimpin laga bergengsi tersebut berdasarkan sejumlah pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.

Sesuai dengan SK yang diterbitkan PSSI maka ada 6 nama  yang masuk sebagai perangkat pertandingan laga friendly match tersebut. Yaitu, wasit utama adalah Toriq Alkatiri, wasit yang pernah memimpin kompetisi-kompetis ISL, karena itu PSSI memutuskannya untuk menjadi pengadil lapangan tengah. Kemudian Said Sania, wasit yang terlahir dari Asprov Malut diberi mandate oleh PSSI sebagai asisten wasit satu, sementara asisten wasit dua diberikan kepada Bakar Muhamat yang juga dari Ternate. Selain itu, Gilang Miswar diberi mandat sebagai Official 4. “Untuk wasit utama itu dari ISL, kalau asistennya semua dari Devisi utama,” kata Bahrun pengawas pertandingan laga persahabatan.

Salain wasit, PSSI juga member mandate kepada Bahrun sebagai pengawas pertandingan dan Aries Papuling sebagai instruktur wasit. Wasit yang mendapat tugas dari PSSI tersebut menurut Bahrun semunya memiliki lisensi C 1 Nasional. Karena itu, PSSI tentu sudah mengantongi nama-nama wasit lokal yang mempunyai sertifikat tersebut. “Semua perangkat pertandingan ini di atur langsung dari PSSI,” tandas Bahrun. (tr-05).

Indra Sjafri akan Gelar Acara Saling Memaafkan Usai Laga Uji Coba

 Super Ball/Feri Setiawan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Tim Nasional U-19 melakoni laga uji coba menghadapi tuan rumah Persiter Ternate U-21 di stadion Geora Kie Raha, Maluku Utara, Selasa (22/7/2014) malam. Indra Sjafri, mengatakan usai uji coba dengan Persiter Ternate U-21, ia dan tim akan menggelar acara bersalaman saling memaafkan sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Acara itu digelar biasa seusai pertandingan uji ciba dan bukan acara formal yang menggunakan tenda tersendiri. 

"Kita akan bersalaman saling memaafkan karena nanti lebaran tidak bertemu. Ini saya lakukan sebagai orangtua mereka sebelum pulang ke rumah masing-masing," ujarnya.

Acara halal bihalal ini juga sudah dilakukan kepada delapan pemain yang lebih awal meninggalkan pemusatan latihan. Kedelapan pemain itu (bukan tujuh seperti yang diberitkan sebelumnya) berasal dari Aceh, Bali, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Sebelum terbang ke Ternate, kita saling berjabat tangan terutama dengan 8 pemain yang pulang lebih dulu. Ini bisa menumbuhkan rasa persaudaraan semakin erat anatarsesama pemain dan juga pelatih," ujarnya. 

Lawan Persiter, Timnas U-19 Tak Punya Persiapan Khusus

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pelatih timnas U-19 Indra Sjafri tak mempersiapkan timnya secara khusus jelang menghadapi Persiter Ternate U-21 dalam rangkaian uji coba Tur Nusantara di Gelora Kie Raha, Ternate, malam ini.

Pelatih asal Padang itu menganggap latih tanding dengan Ternate sama seperti uji coba sebelumnya. Dia tak terlalu mempelajari kekuatan tim lawan, apalagi skuat yang bakal dihadapi baru terbentuk. “Tidak ada persiapan khusus, apalagi ini latih tanding di luar jadwal Tur Nusantara,” ujar Indra.

Sekadar diketahui, uji coba kontra Persiter memang tak masuk agenda Tur Nusantara jilid II. Badan Tim Nasional (BTN) menyepakati adanya uji coba di Ternate untuk memberi peluang kepada putra daerah, yaitu Ilham Udin Armaiyn dan Mahdi Fahri Albar agar bisa bermain di hadapan pendukung.

Sebelumnya, hampir semua pemain pernah tampil di daerahnya masing-masing sejak saat menjalani Tur Nusantara jilid pertama. “Saya akan bermain maksimal. Ini kan pertandingan di tempat sendiri. Saya cukup termotivasi,” kata Ilham Udin.

Sementara itu, pelatih Persiter Arizona Hamadi berharap skuatnya bisa meladeni pasukan Garuda Jaya. Pihaknya memiliki 20 pemain yang dipersiapkan untuk uji coba nanti. “Kami ingin pemain Ternate bisa mengimbangi timnas U-19. Kami sudah selektif dalam memanggil pemain dan yang ada saat ini adalah pemain terbaik Ternate,” jelasnya.

Usai beruji coba lawan Persiter, Evan Dimas dkk akan menikmati libur Lebaran, terhitung mulai 23 Juli hingga 2 Agustus mendatang. Kendati libur, para pemain diminta tim pelatih tetap menjaga kebugaran agar staminanya prima saat masuk pemusatan latihan nanti. Untuk menjaga fisik, mereka diperbolehkan berlatih bersama klub lamanya. Di sisi lain, para pemain dilarang main tarkam.

Jadwal Timnas U-19 Di Turnamen Cotif L'Alcudia Spanyol

Sumber : @SCTVSports

Persiter Ternate U-21 Optimistis Bisa Taklukkan Timnas Indonesia U-19

Antara Foto

Goal.com - Persiter Ternate U-21 tak gentar menghadapi timnas Indonesia U-19 pada laga pemungkas tur Nusantara Jilid II di Stadion Gelora Kieraha, Ternate, Selasa (22/7) malam. Mereka pun optimistis bisa menaklukkan skuat yang dijuluki Garuda Jaya itu.

Persiter U-21 sendiri pernah mengalahkan skuat asuhan Indra Sjafri ketika masih berstatus timnas U-17, dengan skor 1-0. Sebagian besar pemain di timnas U-19 saat ini pun tak berbeda jauh dengan timnas U-17 ketika itu.

Pelatih Persiter U-21, Arizona Hamadi mengungkapkan telah menyiapkan 20 pemain pilihan untuk laga tersebut. Dia pun telah mempelajari karakteristik permainan Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan. 

"Pemain timnas U-19 memang semuanya pilihan dan telah menjalani proses latihan serta laga uji coba hingga ke luar negeri, tetapi saya sangat optimistis pemain Persiter bisa meladeni mereka," kata Arizona.

Lebih lanjut, mantan pemain timnas Indonesia itu menuturkan timnya bakal memberikan pengawalan khusus kepada Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn. Kedua pemain ini dinilainya memiliki naluri mencetak gol yang tinggi.

Seperti diberitakan sebelumnya, ini akan menjadi laga terakhir bagi Indonesia U-19. Setelah ini, para pemain akan diliburkan dan akan kembali berkumpul pada awal Agustus nanti untuk persiapan turnamen Cotif di Valencia, Spanyol.

Welcome Timnas U-19!

Malutpost.co.id - Ternate, Tim Nasional Indonesia Usia 19 tahun (Timnas U-19) dipastikan menginjakkan kakinya di Ternate, Senin (21/7) hari ini. Skuad racikan Indra Sjafri itu bertolak dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta pada pukul 02.00 WIB (malam tadi, red) dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan akan tiba di Bandara Babullah pada pukul 07.40. “Timnas U-19 akan tiba di Ternate pada Senin pagi tanggal 21,” kata Sekretaris Badan Tim Nasional (BTN), Sefdin Alamsyah saat dihubungi wartawan Malut Post via telpon, Minggu (20/7) kemarin.

Rencananya kedatangan Timnas U-19 di Bandara Babullah akan langsung disambut dengan seremoni Tarian Soya-Soya (tarian khas Ternate) sekaligus pengalungan bunga kepada semua pemain dan official tim. Selanjutnya rombongan timnas U-19 bergerak menuju Hotel Bela Internasional melalui jalan Pahlawan Revolusi dengan diarak-araki oleh para fans dan pendukung timnas maupun pendukung Persiter .

Sefdin mengatakan, selama pemain timnas U-19 berada di Ternate kurang lebih tiga hari dia berharap pemain bisa mendapat kenyamanan dan pelayanan yang maksimal. Hal itu, menurut Sefdin karena pemain timnas U-19 tersebut merupakan aset penting bagi negara. Karena itu kata Sefdin, laga yang akan digelar pada Selasa (22/7) besok tidak sekedar menunjukkan kekuatan siapa yang kuat, tapi lebih dari itu Sefdin berharap ajang tersebut bisa membuahkan hasil yang maksimal bagi kedua tim terutama bagi Ilham Udin Armayin dan kawan-kawan. “Timnas U-19 ini kan aset kita semua, karena itu saya berharap Asprov setempat dan pengurus Persiter bisa memberi yang terbaik buat mereka (Timnas U-19, red),” kata Sefdin.

Sefdin menambahkan, kedatangan para punggawa Garuda Jaya ke Ternate untuk berlaga melawan tim Persiter U-21 tersebut sekaligus menjadi laga penutup bagi Tur Nusantara Jilid II yang sudah dijadwalkan BTN. Karena itu, kata Sefdin BTN terus memfasilitasi kebutuhan uji coba sekaligus menyesuaikan dengan program tur nusantara. Hal itu juga dimaksudkan agar memberi kesempatan kepada daerah-daerah untuk didatangi timnas U-19. “Laga antara Persiter melawan Timnas U-19 ini menjadi laga penutup tur nusantara,” tandasnya.

Indra Sjafri saat dihubungi Malut Post via telpon menjelaskan bahwa keberangkatan timnas U-19 dari Jakarta pada pukul 02.00, dan kemungkinan akan tiba di Ternate pada pukul 07.40 di Bandara Babullah, setelah sampai di Hotel Bela Internasional, semua pemain langsung diistirahatkan. Selanjutnya pada sore hari sekitar pukul 16.30 langsung menggelar latihan conditioning sekaligus uji coba lapangan Gelora Kieraha Ternate. Sementara untuk agenda-ageda lain di luar pertandingan Indra serahkan kepada pengurus Persiter. “Ya yang saya dengar itu katanya ada buka puasa bersama dengan gubernur,” kata Indra via telpon.

Indra berharap, kedatangan Evan Dimas cs ke Ternate sebagai laga penutup tur nusatara ini menghasilkan sesuatu yang lebih. Yang terpenting menurut pelatih asal Padang itu, pertandingannya berjalan maksimal dan ke dua tim yang berlaga tidak saling dirugikan. Indra bahkan menjelaskan program uji coba tersebuat bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan performa pemain melalui uji tanding, kemudian memberi coaching clinic kepada guru-guru olahraga, dan menghibur masyarakat yang menyaksikan pertandingan ujicoba. “Kita ingin timnas ini menyatu dengan semua masyarakat Indonesia, semua orang Indonesia bisa memiliki pemain Timnas U-19 ini,” ujar Indra.   

Sementara itu, sekretaris umum Persiter Hasby Yusuf mengatakan, pengurus Persiter telah memastikan semua kesiapan terkait kedatangan rombongan Garuda Jaya tersebut telah fix. Tak terkecuali, mulai dari penjemputan di Bandara Babullah sampai kembalinya timnas U-19 ke Jakarta. Menurut Hasby, laga friendly match yang akan berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha nanti juga selain ajang menguji skill dan kemampuan pemain di lapangan, laga tersebut juga menjadi laga amal bagai kedua tim. Karena menurutnya 10 persen dari total harga tiket akan didonasikan untuk warga Gaza, Palestina.

 “Pengurus telah memastikan bahwa akan memberi yang terbaik bagi Timnas U-19, kita tidak mau sia-siakan kedatangan timnas ke Ternate, karena ini aset bangsa kita maka, Persiter juga akan berupaya menyuguhkan permainan yang menarik buat timnas U-19,” ujar Ketua Panitia pelaksana Friendly Match tersebut.

Rombongan timnas U-19 yang dipastikan datang ke bumi Kie Raha ini kurang lebih 40 orang, yang terdiri dari 30 pemain, 5 orang official, tim nutrisi 3 orang ditambah dua pengurus BTN yaitu Sefdin dan Chandra Solehan. (tr-05/sad). 

Persiter Siap Beri yang Terbaik

Malutpost.co.id - Ternate, Pelatih Tim Persiter U-21 Arizona Hamadi mengatakan siap menampilkan permainan menarik saat melawan timnas U-19 pada, Selasa (22/7) besok di Stadion Gelora Kie Raha Ternate.

“Insya Allah anak siap menunjukkan permainan terbaik yang diinginkan masyarakat,” tandas Arizona, Minggu (20/7) kemarin.

Pemain Persiter yang dipanggil untuk meladeni timnas U-19 pada laga bergengsi tersebut sebanyak 20 orang. Jumlah tersebut menurut Arizona sesuai dengan permintaan pengurus Persiter dan pihak manejmen. 20 nama yang dipanggil tersebut kata Arizona cukup selektif dan memiliki kemampuan yang bisa diandalkan untuk membela klub kebanggan Ternate ini. “20 nama ini cukup selektif untuk dipanggil, dan menurut saya mereka punya kemampuan yang baik,” katanya.

Dari 20 nama tersebut, sebagai kepala pelatih Arizona memutuskan M. Zhifar Marsaoly sebagai kapten tim. Menurut Arizona, posisi yang ditempat Zhifar di lapangan adalah sebagai gelandang. Mengambil posisi yang berdampingan dengan mantan timnas Anggi A. Yusup tentu Zhifar punya peluang dan kesempatan baik untuk menjadi pengatur lapangan. “Zhifar memang punya kemampuan sebagai pengatur, dan saya yakin dia dia (Zhifar) bisa didengar oleh teman-temannya,” ujar mantan pelatih Persikota Tikep ini. (tr-05)

Nama-Nama Pemain Tim Persiter U-21

1. M. Reza Kalisarang
2. Dio Alif
3. Marsel Albert
4. Sutrisno
5. Didiwanto Ismail
6. Anggi Yusup
7. M. Zhifar Marsaoly
8. Fendi Hasim
9. Jali Ibrahim
10. Arifin J. Maya
11. Arsil Kader
12. Randy M. Buba
13. Ariyanto Jiko
14. Surahman Salim
15. Fahmi Rusdi
16. Fandi Ahmad Malamo
17. Rudi Jabir
18. Ajis Yamin
19. Layang Sambang
20. Fait Onge

Sumber 

ILHAM Udin Armayin dan Mahdi Albar

Malutpost.co.id - Ternate, Ilham Udin Armayin dan Mahdi Fahri Albar dipastikan akan menjadi kapten tim pada laga friendly match antara Timnas U-19 versus Tim Persiter Ternate U-21 di Stadion Gelora Kie Raha Ternate, Selasa (22/7) besok. Kepastian tersebut disampaikan kepala Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri saat dihubungi Malut Post via telpon, Minggu (20)7) kemarin.

Indra mengatakan bahwa, untuk laga uji coba yang dilaksanakan di sejumlah daerah pelatih sudah memutuskan dari awal bahwa selalu memberi kesempatan kepada putra daerah setempat yang juga ikut memperkuat timnas U-19 untuk menjadi komandan lapangan. Dengan demikian, kata Indra pada friendly match berskala internasional yang akan berlangsung di kampung Ilham dan Mahdi maka, pelatih sudah mewanti-wanti agar dua putra Ternate tersebut yang menjadi kandidat kepaten. “Ya ini kan main di Ternate, tentu Ilham dan Mahdi yang akan menjadi kapten tim,” kata Indra.

Meski demikian, Indra sendiri belum memutuskan satu di antara mereka berdua (Ilham dan Mahdi) yang akan menerima ban kapten tersebut. Hal itu akan diputuskan kata Indra setelah timnya sudah berada di Ternate hari ini, dan menggelar uji lapangan. “Nanti saya putuskan setelah suda di Ternate dan kita gelar latihan uji lapangan dulu,” pungkas pelatih asal Padang itu.

Indra menambahkan, ditetapkannya dua putra Ternate tersebut sebagai pemimpin lapangan, karena menurutnya, bermain di kampung sendiri tentu Ilham dan Mahdi lebih memahami karakter permainan teman sekampungnya yang menjadi lawan uji coba nanti. Dengan demikian, menurut Indra salah satu dari keduanya yang akan memikul beban sebagai pemimpin lapangan tentu bisa membawa teman setimnya untuk menunjukkan performa terbaik saat bersua Persiter U-21 nanti.

Profil Singkat Ilham dan Mahdi

Ilham Udin Armayin dan Mahdi Fahri Albar merupakan putra asli kelahiran Maluku Utara. Mahdi dilahirkan dan dibesarkan di Ternate, sedangkan Ilham berasal dari Desa Lelei pulau Makian Hamahera Selatan. Keduanya memang punya prestasi gemilang di dunia sepak bola Ternate. 

Kedua peunggawa muda ini mengelan sepak bola di Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Gamalama kelurahan Salero Ternate Utara. SSB yang diasuh Hany Kodja ini pernah bersinar dikalah Ilham dan Mahdi masih bersekolah di SSB tersebut. Kedua pemain muda yang saat ini memperkuat Timnas U-19 ini pernah membawa Tunas Gamalama menjuarai sejumlah even lokal, misalnya kompetisi antar SSB se Kota ternate. Selain itu, Ilham juga pernah membawa Malut menjuarai ajang Liga Pendidikan Indonesia tingkat Nasional di Bandang. Prestasi gemilang kedua putra Ternate ini tentu menjadi kebanggaan kita sebagai orang Maluku Utara, terlebihnya lagi pada laga persahabatan antara Persiter U-21 melawan Timnas U-19 salah satu dari mereka di Percayakan oleh Indra Sjafri untuk menjadi Keptim tim. 

“Saya cukup bangga dan senang dengan keputusan pelatih untuk menetapkan Ilham dan Mahdi sebagai kapten,” kata Hany Kodja kepala pelatih SSB Tunas Gamalama. (tr-05).

Komunitas Motor Siap Jemput Timnas U-19

Malutpost.co.id - Ternate,  Untuk menyambut kedatangan penggawa-penggawa Timnas U-19 meka sejumlah komunitas Motor mengatakan kesiapannya untuk mengambil bagian dalam memeriahkan penjemputan Ilham Udin Armayin dan kawan-kawan di Ternate tersebut.

Sejumlah klub hobi yang menyatakan kesiapan tersebut melalui rapat pemantapan penjemputan Timnas U-19 sekaligus konvoi aksi dukungan moril untuk Palestina Gaza Haqqunnah antar komunitas motor yang dihadiri oleh perwakilan coordinator klub, di antaranya koordinator Kawasaki (Dadang Purbatama), koordinator Satria (Arif), Koordinator Byonic (Sigit), koordinator CB 150 (Ansar), koordinator Vespa (Ical), koordinator Trick (Andi), koordinator Vision (Virman) dan coordinator BMC (Adi), serta Varmac (Gandi).

Dalam rapat tersebut juga dibicarakan, selain melakukan penjemputan timnas U-19, sejumlah komunitas motor tersebut juga menggelar konvoi dan aksi moril dan memberi dukungan untuk Palestina terkait dengan pembantaian di jalur Gaza.

Selain itu, sejumlah komunitas hobi tersebut  juga akan memberi sumbangan partisipasi yang dikumpulkan dari semua komunitas bermotor di Kota Ternate kepada Pengurus Persiter sebagai dan selanjutnya akan didonasikan ke Jalur Gaja. “Kami juga akan memberi sumbangan kepada pengurus Persiter,” kata Koordinator Kawasaki Dadang Purbatama. (tr-05).

Minggu, 20 Juli 2014

Atribut Timnas Mulai Dijual di Ternate

Kabartimur.co.id - Ternate, Jelang kedatangan timnas U-19 ke Ternate, pernak-pernik timnas U-19 di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), mulai dijual di sekitar stadion Gelora Kieraha.

Selain kostum, per­nak-pernik berupa syal, kupluk atau pe­nutup kepala hingga bendera merah putih turut dijual di depan stadion kebanggan masyarakat Malut,” kata salah seorang pedagang yang menjual pernak-pernik di stadion Gelora Kieraha, Edi Santoso di Ternate, Jumat.

Ia mengatakan, mereka telah mengikuti jadwal timnas sejak tur nusantara I. Mereka datang ke Ternate sejak tiga hari lalu dan langsung menjajakan pernak-pernik timnas di sekitar Gelora Kieraha.
Ditambahkannya, atribut yang dijual antara lain, kostum pe­main, syal, topi hingga bendera merah putih dengan harga yang juga bervariasi antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

“Kalau kostum, dijual dengan harga 100 ribu, kalau topi dan syal harganya sama 50 ribu dan dalam dua hari terakhir, yang paling laku topi sama syal,” katanya.

Menurutnya, animo masya­rakat kota Ternate terhadap tim­nas cukup tinggi. Hal ini kata Ipang terbukti dengan larisnya kostum bernomor punggung 20 atas nama Ilham Udin.

“Kalau kaos paling laris milik Ilham Udin, ya mungkin karena kampung halamannya, jadi sampai saat ini, kaos Ilham Udin Armaiyn sangat laku di Ternate,” katanya.

Sementara itu, menghadapi garuda jaya tanggal 22 Juli mendatang di stadion Gelora Kieraha Ternate, pengurus Per­siter terus melakukan persiapan-persiapan baik secara tekhnik maupun non tekhnik.

Sekum Persiter Hasby Yu­sup, ketika dikonfirmasi me­nyata­kan, persiapan pengurus Per­siter dalam menghadapi laga bergengsi timnas U-19 melawan Persiter U-21, terus melakukan persiapan-persiapan baik secara tekhnis maupun non tekhnis yang meliputi kesiapan tim Persiter maupun sarana prasarana untuk laga tersebut.

Menurut Hasby, persiapan sa­rana seperti stadion dan perang­katnya juga sudah disiapkan jauh sebelum rencana kedatangan Evan Dimas dan kawan-kawan ke Ternate.

“Persiapannya sudah kita lakukan sejak rencana kedata­ngan timnas pada tour nusantara pertama dan persiapannya sema­kin matang karena kita punya banyak waktu untuk melakukan persiapan,” katanya.
Dirinya berharap, selama berada di Ternate, timnas merasa nyaman sehingga berbagai persiapan terus dimatangkan oleh pengurus Persiter dan Pengda PSSI Malut.

Persiter Siap Hadapi Timnas U-19

Beritaternate.com - TERNATE - Persiter Ternate sangat siap menghadapi Timnas U19 dalam laga Timnas U-19 Tur Nusantara 22 Juli 2014 akan dihelat di Stadion Gelora Kieraha, Maluku Utara. Ada kesan berbeda dalam pertandingan kali ini. Badan Tim Nasional (BTN) mengatakan bahwa sebagian dari penjualan tiket di pertandingan ini akan disumbangkan untuk rakyat Palestina yang sedang menghadapi ujian oleh serangan Israel.

Pernyataan bahwa sebagian hasil penjualan tiket antara Timnas U-19 vs Persiter Ternate akan disumbangkan untuk misi kemanusiaan di Palestina, disampaikan oleh Sekretaris Umum Persiter, Hasby Yusuf.

Ia berkata kepada Republika, dengan membeli satu tiket, berarti penonton sudah memberikan sumbangan Rp 5000,00 untuk penduduk Gaza. Pengumuman detail sumbangan sedianya, “Akan diumumkan sebelum kick off pertandingan.”

Persiter optimistis mampu ladeni Timnas U-19



 ANTARA FOTO/Rudi Mulya

Ternate (ANTARA News) - Pelatih tim Persiter Ternate U-21, Arizona Hamadi menyatakan optimismenya bahwa anak asuhnya bisa meladeni pemain timnas PSSI U-19 pada laga persahabatan yang akan berlangsung di Gelora Kieraha Ternate, Selasa (22/7) malam.

"Pemain timnas U-19 memang semuanya pilihan dan telah menjalani proses latihan serta laga uji coba hingga ke luar negeri, tetapi saya sangat optimistis pemain Persiter bisa meladeni mereka," katanya di Ternate, Minggu.

Bahkan, mantan pemain Timnas PSSI itu mengaku tidak tertutup kemungkinan anak asuhnya bisa mengalahkan Timnas PSSI U-19 tersebut, seperti ketika pada pertandingan dua tahun silam ketika timnas masih masuk dalam Timnas U-17 yang saat itu dikalahkan dengan skor 1-0.

Ia mengatakan, Persiter telah menyiapkan 20 pemain pilihan untuk menghadapi Timnas U-19 tersebut, sehingga diyakini bisa mengimbangi kemampuan pemain Timnas, apalagi dia sudah mengetahui secara umum karakteristik para pemain yang diasuh Indra Sjafrie tersebut.

Menurut Arizona, pemain Timnas U-19 yang akan diwaspadai pada laga persahabatan tersebut adalah Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn, kedua pemain akan memiliki naluri untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Oleh karena itu, dirinya telah menginstruksikan kepada pemain yang akan mematikan pergerakan kedua pemain andalan Timnas U-19 ini, apalagi rekam jejak kedua pemain itu sudah diketahui oleh anak-anak Persiter.

Dia menambahkan, untuk persiapan tim Persiter sendiri, berdasarkan laporan yang diterima tim pelatih, Persiter U-21 sudah siap meladeni permainan Ilham Udin dan rekan-rekannya, tim Persiter juga sudah siap dan targetnya Gelora Kieraha akan menjadi angker bagi tim tamu.

Sebelumnya, Sekum Persiter, Hasby Yusuf mengatakan, sebanyak 10 persen dari hasil penjualan tiket pada pertandingan persahabatan antara Persiter melawan Timnas U-19 tersebut akan disumbangkan bagi warga Palestina di jalur Gaza yang menjadi korban agresi militer Israel.
Editor: Fitri Supratiwi