Tampilkan postingan dengan label Indra Sjafri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indra Sjafri. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 September 2017
Selasa, 09 Desember 2014
Persepam Incar Riedl dan Indra Sjafri
JAKARTA, KOMPAS.com -
Persepam Madura United mengincar mantan pelatih tim nasional Indonesia,
Alfred Ridl, dan mantan pelatih timnas U-19, Indra Sjafri, untuk
membesut tim berjuluk Laskar Sape Kerap tersebut pada musim depan.
"Dalam waktu dekat, manajemen akan bertemu kedua pelatih tersebut untuk berdiskusi soal program dan nilai kontrak. Kami berharap satu dari dua pelatih ini mau menangani tim ini dan mampu mengangkat prestasi Persepam Madura United di pentas sepakbola nasional di waktu mendatang," kata manajer Persepam, Said Abdullah.
Said menjelaskan Riedl dan Indra memenuhi kriteria yang dibutuhkan tim manajemen Laskar Sape kerap. "Jadi, kami selektif betul dalam memilih pelatih. Kami membutuhkan pelatih yang mengerti dan paham karakter anak-anak Madura serta memiliki program pengembangan Persepam Madura United untuk jangka panjang,” katanya
Menurut Said, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan Riedl dan Indra Sjafri. Namun, lanjut Said, belum ada jawaban dari kedua pelatih tersebut. "Kami akan memilih yang terbaik dan yang lebih sesuai dengan karakter dan filosofi sepakbola yang hendak kami bangun di Persepam MU ke depan. Kami ingin membangun sebuah tim dengan sepakbola menyerang dan menghibur pendukung," tutur politisi PDI Perjuangan tersebut.
Said menegaskan, target utama pelatih baru nanti adalah mengembalikan Persepam MU ke kompetisi paling elite di Indonesia ini yaitu Indonesia Super League (ISL). "Saya yakin, baik Riedl maupun Indra Sjafri mampu membawa Persepam kembali ke ISL karena kedua pelatih ini cukup cerdas dan sudah teruji menangani timnas senior dan U19," papar Said lagi.
Alfred Riedl baru saja mundur dari timnas senior setelah gagal di Piala AFF 2014. Adapun Indra Sjafri belum menangani satu klub pun setelah dinyatakan gagal pada Piala Asia U-19 2014 di Vietnam lalu dan gagal mencapai target lolos ke Piala Dunia U20 tahun depan.
"Dalam waktu dekat, manajemen akan bertemu kedua pelatih tersebut untuk berdiskusi soal program dan nilai kontrak. Kami berharap satu dari dua pelatih ini mau menangani tim ini dan mampu mengangkat prestasi Persepam Madura United di pentas sepakbola nasional di waktu mendatang," kata manajer Persepam, Said Abdullah.
Said menjelaskan Riedl dan Indra memenuhi kriteria yang dibutuhkan tim manajemen Laskar Sape kerap. "Jadi, kami selektif betul dalam memilih pelatih. Kami membutuhkan pelatih yang mengerti dan paham karakter anak-anak Madura serta memiliki program pengembangan Persepam Madura United untuk jangka panjang,” katanya
Menurut Said, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan Riedl dan Indra Sjafri. Namun, lanjut Said, belum ada jawaban dari kedua pelatih tersebut. "Kami akan memilih yang terbaik dan yang lebih sesuai dengan karakter dan filosofi sepakbola yang hendak kami bangun di Persepam MU ke depan. Kami ingin membangun sebuah tim dengan sepakbola menyerang dan menghibur pendukung," tutur politisi PDI Perjuangan tersebut.
Said menegaskan, target utama pelatih baru nanti adalah mengembalikan Persepam MU ke kompetisi paling elite di Indonesia ini yaitu Indonesia Super League (ISL). "Saya yakin, baik Riedl maupun Indra Sjafri mampu membawa Persepam kembali ke ISL karena kedua pelatih ini cukup cerdas dan sudah teruji menangani timnas senior dan U19," papar Said lagi.
Alfred Riedl baru saja mundur dari timnas senior setelah gagal di Piala AFF 2014. Adapun Indra Sjafri belum menangani satu klub pun setelah dinyatakan gagal pada Piala Asia U-19 2014 di Vietnam lalu dan gagal mencapai target lolos ke Piala Dunia U20 tahun depan.
Jumat, 05 Desember 2014
Indra Sjafri Siap Gantikan Alfred Riedl
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Eks pelatih tim nasional (timnas) U-19, Indra Sjafri, mengaku siap menggantikan posisi Alfred Riedl sebagai pelatih timnas senior.
"Melatih timnas bukan keinginan tapi sebuah tugas. Kalau saya
ditugaskan, saya harus mau," ujar Indra di sela-sela coaching clinic
untuk para pelatih dan siswa-siswa SSB di Lapangan Progresif, Jalan
Soekarno-Hatta, Bandung, Kamis (4/12).
Seperti diketahui, PSSI resmi memecat Riedl per 3 Desember 2014
karena menganggap pelatih asal Austria itu gagal memenuhi target di AFF
Suzuki Cup 2014. PSSI sedang berusaha mencari arsitek anyar paling
lambat hingga Februari 2015.
Indra lebih dulu berhenti menangani Evan Dinas dan kawan-kawan karena
gagal di Piala Asia U-19 2014 di Myanmar dan gagal memenuhi target
lolos Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. Namun, pelatih asal Padang
itu sukses bersama timnas U-19 di kompetisi remaja AFF 2013. (tom)
Indra Sjafri Akui Tak Begitu Cocok Melatih Klub LSI
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Selepas menangani tim nasional (timnas) Indonesia U-19, Indra Sjafri,
diminati banyak klub. Beberapa di antaranya berstatus kontestan Liga
Super Indonesia (LSI) musim depan. Hal itu diungkapkannya di sela-sela
coaching clinic di Lapangan Progresif, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung.
"Banyak, tapi belum ada yang begitu cocok,"katanya.
Sejauh ini, Indra masih berstatus pelatih bebas
kontrak setelah berhenti menangani Evan Dinas dan kawan-kawan karena
gagal di Piala Asia U-19 2014 di Myanmar dan gagal memenuhi target lolos
Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru.
Namun, pelatih asal Padang itu sukses bersama timnas U-19 di kompetisi remaja AFF 2013. (tom)
Senin, 24 November 2014
Indra Sjafri Dibidik Persela
TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN - Ingin mendapatkan pelatih berkualitas, Persela Lamongan
juga berburu pelatih lokal ternama untuk Indonesia Super League (ISL)
2015. Ini dibuktikan ketika manajemen mendekati mantan pelatih timnas
U-19, Indra Sjafri.
Pengurus Persela Lamongan,
Yunan Achmadi menguraikan, pihaknya memang beberapa waktu pernah
berkomunikasi dengan pria berkumis itu. "Kami masih mendekati Indra Sjafri," ujarnya kepada Surya, Senin (24/11/2014).
Manajemen Persela memang tertarik dengan kiprah Indra yang sukses
membawa Evan Dimas dkk menjuarai Piala AFF pada 2013 lalu, dan berlaga
di Piala AFC. Pihaknya memang menginginkan pelatih yang memahami tim
Laskar Joko Tingkir.
"Kami masih pendekatan dengan Indra Sjafri, karena dia sampai saat ini belum punya tim yang dilatih," tuturnya.(sudharma adi/surya)
Kamis, 20 November 2014
Disebut Akan Raih Penghargaan Dari Menpora, Ini Kata Indra Sjafri
Bola.net - Indra Sjafri
menanggapi rencana Menpora Imam Nahrawi, yang akan memberikan
penghargaan padanya dengan kalem. Menurut mantan Pelatih Timnas U-19
ini, masih banyak hal lebih penting yang bisa dilakukan.
"Urusan penghargaan itu urusan gampang," ujar Indra Sjafri, pada Bola.net.
"Itu urusan nanti saja. Ada urusan lebih penting termasuk pembinaan usia muda," sambungnya.
Sebelumnya, Menpora sempat menyatakan harapannya memberikan penghargaan bagi Indra. Dia dikabarkan hendak menyekolahkan Indra ke luar negeri demi mengasah kemampuan dalam bidang kepelatihan.
"Jika memungkinkan dan beliau bersedia, mungkin kita akan menyekolahkan beliau ke luar negeri untuk lebih mengasah kemampuan dalam kepelatihan," ujar Imam Nahrawi.
Indra Sjafri diberhentikan Komite Eksekutif PSSI dari posisinya sebagai nahkoda Timnas U-19. Alasannya, Indra gagal memenuhi target lolos ke Piala Dunia 2015, usai anak asuhnya gagal total pada Piala Asia U-19 di Myanmar.
Pemecatan Indra ini kontan memicu gelombang protes dari pecinta sepakbola Indonesia. Bahkan, Menpora mengakui banyak protes tersebut yang langsung ditujukan padanya.
Lebih lanjut, Imam mengaku sebagai salah seorang pengagum Indra Sjafri. Menurutnya, dari tangan dingin pelatih asal Painan Sumatera Barat ini lahir talenta-talenta muda berbakat macam Evan Dimas dan Zulfiandi.
"Hal ini harus kita apresiasi," tandas politisi PKB tersebut. (den/dzi)
"Urusan penghargaan itu urusan gampang," ujar Indra Sjafri, pada Bola.net.
"Itu urusan nanti saja. Ada urusan lebih penting termasuk pembinaan usia muda," sambungnya.
Sebelumnya, Menpora sempat menyatakan harapannya memberikan penghargaan bagi Indra. Dia dikabarkan hendak menyekolahkan Indra ke luar negeri demi mengasah kemampuan dalam bidang kepelatihan.
"Jika memungkinkan dan beliau bersedia, mungkin kita akan menyekolahkan beliau ke luar negeri untuk lebih mengasah kemampuan dalam kepelatihan," ujar Imam Nahrawi.
Indra Sjafri diberhentikan Komite Eksekutif PSSI dari posisinya sebagai nahkoda Timnas U-19. Alasannya, Indra gagal memenuhi target lolos ke Piala Dunia 2015, usai anak asuhnya gagal total pada Piala Asia U-19 di Myanmar.
Pemecatan Indra ini kontan memicu gelombang protes dari pecinta sepakbola Indonesia. Bahkan, Menpora mengakui banyak protes tersebut yang langsung ditujukan padanya.
Lebih lanjut, Imam mengaku sebagai salah seorang pengagum Indra Sjafri. Menurutnya, dari tangan dingin pelatih asal Painan Sumatera Barat ini lahir talenta-talenta muda berbakat macam Evan Dimas dan Zulfiandi.
"Hal ini harus kita apresiasi," tandas politisi PKB tersebut. (den/dzi)
Selasa, 18 November 2014
Evan Dimas dan Indra Sjafri Akan Reuni di Persebaya?
Liputan6.com, Tangerang - Gelandang muda Indonesia, Evan Dimas,
sudah memilih tempat berlabuh untuk karier profesionalnya musim 2015
mendatang. Evan sudah bergabung dengan klub Indonesia Super League
(ISL), Persebaya Surabaya.
"Iya, saya sudah bergabung dengan Persebaya untuk empat tahun ke depan," ujar Evan saat berbincang dengan Liputan6.com.
Selain Evan, ada pula beberapa penggawa Timnas U-19, yang sudah resmi direkrut tim berjuluk Bajul Ijo. Nama-nama seperti Putu Gede, Fatchu Rochman, Sahrul Kurniawan, Ilham Udin Armaiyn, Hargianto, dan Zulfiandi akan menemani Evan bermain di ISL musim mendatang.
Evan pun membenarkan. "Pemain dari Timnas U-19, totalnya ada tujuh orang yang bergabung dengan Persebaya."
Pada musim 2014 ini, Persebaya mampu lolos ke babak delapan besar ISL. Akan tetapi mereka tidak mampu menembus babak semifinal. Akibatnya, pelatih Rahmad Darmawan harus mengakhiri kerja sama dengan Persebaya.
Beragam spekulasi pun bermunculan, nama Indra Sjafri disebut-sebut dapat menggantikan peran dari RD di musim mendatang. Evan pun turut berkomentar akan hal ini.
"Saya tidak tahu tentang siapa yang akan melatih Persebaya, tapi yang pasti semua saya percayakan pada pihak manajemen," tutupnya.
"Iya, saya sudah bergabung dengan Persebaya untuk empat tahun ke depan," ujar Evan saat berbincang dengan Liputan6.com.
Selain Evan, ada pula beberapa penggawa Timnas U-19, yang sudah resmi direkrut tim berjuluk Bajul Ijo. Nama-nama seperti Putu Gede, Fatchu Rochman, Sahrul Kurniawan, Ilham Udin Armaiyn, Hargianto, dan Zulfiandi akan menemani Evan bermain di ISL musim mendatang.
Evan pun membenarkan. "Pemain dari Timnas U-19, totalnya ada tujuh orang yang bergabung dengan Persebaya."
Pada musim 2014 ini, Persebaya mampu lolos ke babak delapan besar ISL. Akan tetapi mereka tidak mampu menembus babak semifinal. Akibatnya, pelatih Rahmad Darmawan harus mengakhiri kerja sama dengan Persebaya.
Beragam spekulasi pun bermunculan, nama Indra Sjafri disebut-sebut dapat menggantikan peran dari RD di musim mendatang. Evan pun turut berkomentar akan hal ini.
"Saya tidak tahu tentang siapa yang akan melatih Persebaya, tapi yang pasti semua saya percayakan pada pihak manajemen," tutupnya.
Senin, 17 November 2014
Indra Sjafri Sambut Baik terpilihnya Evan Dimas
Metrotvnews.com, Jakarta: Kapten timnas U-19 Evan Dimas
Darmono akhirnya terpilih masuk skuat timnas Indonesia yang
diberangkatkan ke Piala AFF 2014. Nantinya Evan akan memperebutkan
posisi inti dengan pemain senior lainnya seperti Firman Utina, Muhammad
Ridwan, dan Imnanuel Wanggai.
Mantan pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri pun menyambut baik masuknya nama pemain Persebaya Surabaya itu. Menurut pelatih asal Padang itu, Evan memang sudah layak masuk ke skuat senior.
"Saya senang dan bersyukur (Evan Dimas masuk timnas senior), mudah-mudahan dia bisa segera cepat beradaptasi dengan para rekannya di timnas senior," kata Indra Sjafri yang dihubungi Metrotvnews.com.
"Ini merupakan cita-cita saya bisa membawa pemain asuhan saya bisa bergabung bersama timnas senior. Mudah-mudahan dia bisa banyak belajar dari para rekannya,"sambungnya.
Di saat yang sama, Indra juga melihat tidak adanya penurunan permainan meskipun Evan bermain di timnas senior.
"Kualitas permainan dia tidak menurun dan konsisten. Dia pemain yang baru selesai dari proses pembinaan usia muda, jadi dia perlu satu atau dua tahun sebelum masuk ke sepak bola profesional. Dia harus lebih banyak belajar,"tutupnya (Garry Subekhi)
Mantan pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri pun menyambut baik masuknya nama pemain Persebaya Surabaya itu. Menurut pelatih asal Padang itu, Evan memang sudah layak masuk ke skuat senior.
"Saya senang dan bersyukur (Evan Dimas masuk timnas senior), mudah-mudahan dia bisa segera cepat beradaptasi dengan para rekannya di timnas senior," kata Indra Sjafri yang dihubungi Metrotvnews.com.
"Ini merupakan cita-cita saya bisa membawa pemain asuhan saya bisa bergabung bersama timnas senior. Mudah-mudahan dia bisa banyak belajar dari para rekannya,"sambungnya.
Di saat yang sama, Indra juga melihat tidak adanya penurunan permainan meskipun Evan bermain di timnas senior.
"Kualitas permainan dia tidak menurun dan konsisten. Dia pemain yang baru selesai dari proses pembinaan usia muda, jadi dia perlu satu atau dua tahun sebelum masuk ke sepak bola profesional. Dia harus lebih banyak belajar,"tutupnya (Garry Subekhi)
Sabtu, 15 November 2014
Indra Sjafri Bikin Akademi Sepak Bola 'Plus-plus'
Bola.net - Mantan pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri
mengungkapkan rencananya membangun sebuah akademi sepakbola. Yang
membedakan akademi Indra dengan lainnya adalah Indra tak melulu mengurus
dan membina pemain.
Rencana membikin akademi sepakbola diungkapkan Indra saat berkunjung ke Surabaya. "Saya rencana mau bikin akademi sepakbola. Alhamdulillah saya didukung oleh beberapa teman. Ada beberapa perusahaan yang membantu saya," ungkapnya.
Akademi itu akan berkantor pusat di Jakarta. Terkait konsep, Indra memaparkan bahwa ia sudah membuatnya lain dari pada yang lain. "Konsep akademinya berbeda dari yang lain. Kita tak hanya melulu melatih pemain," jelas Indra.
"Tapi kita juga akan melatih para pelatih. Bikin kursus atau coaching clinic untuk para pelatih," imbuh pelatih yang mengantarkan Timnas U-19 menjadi juara di AFF Championship 2013 lalu ini. (faw/gia)
Rencana membikin akademi sepakbola diungkapkan Indra saat berkunjung ke Surabaya. "Saya rencana mau bikin akademi sepakbola. Alhamdulillah saya didukung oleh beberapa teman. Ada beberapa perusahaan yang membantu saya," ungkapnya.
Akademi itu akan berkantor pusat di Jakarta. Terkait konsep, Indra memaparkan bahwa ia sudah membuatnya lain dari pada yang lain. "Konsep akademinya berbeda dari yang lain. Kita tak hanya melulu melatih pemain," jelas Indra.
"Tapi kita juga akan melatih para pelatih. Bikin kursus atau coaching clinic untuk para pelatih," imbuh pelatih yang mengantarkan Timnas U-19 menjadi juara di AFF Championship 2013 lalu ini. (faw/gia)
Akademi Indra Sjafri Dibangun di Bontang
Bola.net - Atas bantuan dari salah satu kawan, Indra Sjafri
mendapat hibah tanah seluas 30 hektar di Bontang, Kalimantan Timur.
Tanah itulah yang rencananya akan dibangun sebuah akademi sepak bola.
Kepada awak media, Indra Sjafri memberikan penjelasan singkat mengenai akademi yang saat ini ia bangun. "Alhamdulillah saya mendapatkan hibah tanah dari salah seorang yang baik hati seluas 30 hektar di Bontang. Saya lagi bikin layout untuk bikin sport centre di Bontang," kata Indra.
Saat ini, akademi Indra Sjafri masih dalam tahap pembuatan lapangan. Untuk saat ini, baru dua lapangan yang dibuat. Terkait desain, Indra juga ingin akademinya dibangun dengan konsep yang berbeda.
Kebesaran rasa cintanya terhadap tanah air membuat Indra ingin akademinya bernuansa Indonesia. "Saya mau sport centre yang khas Indonesia. Saya tidak mau sport centre yang meniru luar negeri," tutup Indra. (faw/gia)
Kepada awak media, Indra Sjafri memberikan penjelasan singkat mengenai akademi yang saat ini ia bangun. "Alhamdulillah saya mendapatkan hibah tanah dari salah seorang yang baik hati seluas 30 hektar di Bontang. Saya lagi bikin layout untuk bikin sport centre di Bontang," kata Indra.
Saat ini, akademi Indra Sjafri masih dalam tahap pembuatan lapangan. Untuk saat ini, baru dua lapangan yang dibuat. Terkait desain, Indra juga ingin akademinya dibangun dengan konsep yang berbeda.
Kebesaran rasa cintanya terhadap tanah air membuat Indra ingin akademinya bernuansa Indonesia. "Saya mau sport centre yang khas Indonesia. Saya tidak mau sport centre yang meniru luar negeri," tutup Indra. (faw/gia)
Indra Berdayakan Pelatih Muda
Bola.net - Indra Sjafri
mengaku sudah mulai mengumpulkan sejumlah nama pelatih yang akan
menemaninya di akademi sepak bola. Mayoritas pelatih-pelatih tersebut,
menurut Indra, adalah mereka yang masih muda.
Indra membuka lebar bagi siapapun pelatih yang ingin bergabung di akademinya. "Kalau yang punya komitmen untuk usia muda juga, tentu kami persilakan bergabung. Tapi mereka bebas untuk memilih karier masing-masing," ucapnya.
Pelatih yang sukses mengantarkan Timnas U-19 juara AFF Championship 2013 ini mengaku sudah mengantongi sejumlah nama pelatih yang layak untuk bergabung ke akademinya. "Saya lebih banyak memberdayakan pelatih muda yang ada di sekitar kita," lanjut Indra.
Seperti yang diberitakan sebelumnya. Indra Sjafri berniat membangun sebuah akademi sepak bola di Bontang. Indra mengaku mendapat hibah tanah seluas 30 hektar dari seseorang yang ia sebut sebagai 'orang baik'. (faw/gia)
Indra membuka lebar bagi siapapun pelatih yang ingin bergabung di akademinya. "Kalau yang punya komitmen untuk usia muda juga, tentu kami persilakan bergabung. Tapi mereka bebas untuk memilih karier masing-masing," ucapnya.
Pelatih yang sukses mengantarkan Timnas U-19 juara AFF Championship 2013 ini mengaku sudah mengantongi sejumlah nama pelatih yang layak untuk bergabung ke akademinya. "Saya lebih banyak memberdayakan pelatih muda yang ada di sekitar kita," lanjut Indra.
Seperti yang diberitakan sebelumnya. Indra Sjafri berniat membangun sebuah akademi sepak bola di Bontang. Indra mengaku mendapat hibah tanah seluas 30 hektar dari seseorang yang ia sebut sebagai 'orang baik'. (faw/gia)
Indra Akan Saring Bibit Unggul Untuk Akademinya
Bola.net - Dari penjelasannya ke awak media, Indra Sjafri
tampak sangat serius dalam pembangunan akademi sepakbolanya. Bahkan, ia
bisa saja menabrak beberapa aturan-aturan baku yang lumrahnya ada di
akademi tersebut.
Salah satunya mengenai jumlah pemain. Indra tak akan berpatok pada batasan pemain, yakni 24 orang. "Konsepnya tidak harus 24 orang. Kalau misalnya dari hasil coaching itu hanya enam pemain yang bagus, ya kita enam pemain dulu," jelas Indra.
Menurut Indra, ia ingin mendapatkan pemain yang benar-benar bagus. "Tidak perlu pemaksaan harus 24 baru jalan. Dan itu memang untuk anak-anak unggul," lanjut pelatih yang sukses mengantarkan Timnas U-19 juara AFF Championship 2013 ini.
Indra Sjafri juga akan menggandeng beberapa sekolah sepakbola (SSB). "Dan kami berharap SSB lain menjadi satelit soccer school-nya dia. Dari SSB ada yang bagus, kita ambil. Nanti kita biayai semua," tutup Indra. (faw/gia)
Salah satunya mengenai jumlah pemain. Indra tak akan berpatok pada batasan pemain, yakni 24 orang. "Konsepnya tidak harus 24 orang. Kalau misalnya dari hasil coaching itu hanya enam pemain yang bagus, ya kita enam pemain dulu," jelas Indra.
Menurut Indra, ia ingin mendapatkan pemain yang benar-benar bagus. "Tidak perlu pemaksaan harus 24 baru jalan. Dan itu memang untuk anak-anak unggul," lanjut pelatih yang sukses mengantarkan Timnas U-19 juara AFF Championship 2013 ini.
Indra Sjafri juga akan menggandeng beberapa sekolah sepakbola (SSB). "Dan kami berharap SSB lain menjadi satelit soccer school-nya dia. Dari SSB ada yang bagus, kita ambil. Nanti kita biayai semua," tutup Indra. (faw/gia)
Indra Sjafri Masih Blusukan Cari Pemain Berbakat
Bola.net - Mungkin banyak pertanyaan, apa yang dilakukan Indra Sjafri
selepas tak menjabat sebagai pelatih kepala di Timnas Indonesia U-19?
Ternyata, Indra masih disibukkan dengan segudang kegiatan.
Bahkan, ketika ditemui di Surabaya, Indra mengaku masih blusukan untuk mencari pemain-pemain berbakat. "Planning ke depan hampir mirip tiga tahun lalu. Saya ingin mencari pemain-pemain," kata Indra kepada awak media.
Indra bersyukur karena banyak pihak yang mendukung sekaligus membantu kegiatan positifnya tersebut. "Saya bersyukur ada beberapa perusahaan yang bisa memfasilitasi itu," lanjut pelatih yang sukses membawa Timnas U-19 merajai Asia Tenggara ini.
"Kalau dulu agak susah karena saya harus sendiri, alhamdulillah ada salah satu perusahaan yang mau membantu saya untuk mencari pemain ke daerah-daerah lewat event-event yang kita lakukan," tutup pelatih asal Padang ini. (faw/gia)
Bahkan, ketika ditemui di Surabaya, Indra mengaku masih blusukan untuk mencari pemain-pemain berbakat. "Planning ke depan hampir mirip tiga tahun lalu. Saya ingin mencari pemain-pemain," kata Indra kepada awak media.
Indra bersyukur karena banyak pihak yang mendukung sekaligus membantu kegiatan positifnya tersebut. "Saya bersyukur ada beberapa perusahaan yang bisa memfasilitasi itu," lanjut pelatih yang sukses membawa Timnas U-19 merajai Asia Tenggara ini.
"Kalau dulu agak susah karena saya harus sendiri, alhamdulillah ada salah satu perusahaan yang mau membantu saya untuk mencari pemain ke daerah-daerah lewat event-event yang kita lakukan," tutup pelatih asal Padang ini. (faw/gia)
Jumat, 14 November 2014
Ditanya Soal Pinangan Persipura, Indra Sjafri: Tidak Etis
REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Mantan pelatih timnas U-19 Indonesia,
Indra Sjafri, mengaku mendengar kabar bahwa Persipura Jayapura tengah
membidik sejumlah pelatih berpengalaman, termasuk dirinya, untuk
membesut tim itu pada musim depan. Namun, Indra mengaku belum dihubungi
pihak klub.
"Saya dengar kabar begitu, tapi saya belum pernah dihubungi (dari
Persipura). Jadi, kalau tidak dihubungi, lalu berkomentar kan tidak
enak," kata Indra ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Jumat
malam, menanggapi pemberitaan seputar dirinya yang turut menjadi salah
satu pelatih incaran Persipura Jayapura.
Ia mengatakan tidak etis jika memberikan komentar panjang jika belum ada pembicaraan antara dia dan manajemen Mutiara Hitam
untuk melatih Boaz Solossa dan kawan-kawan pascakepergian Jacksen F
Tiago dari tim yang bermarkas di Stadion Mandala Jayapura itu.
"Nantilah, kalau saya dihubungi oleh mereka (Persipura), baru bisa berkomentar," katanya
Indra yang lahir di Lubuk Nyiur, Batang Kapas Pesisir Selatan,
Sumatera Barat pada 51 tahun lalu itu juga mengatakan bahwa dia
sementara ini sedang bersama keluarga di Yogyakarta dan belum terikat
kontrak dengan klub manapun.
"Tentunya jika saya dihubungi kan ada sejumlah klasual atau
persyaratan, misalnya saya harus bagaimana untuk klub dan sebaliknya
kewajiban klub terhadap saya," katanya.
Rabu, 12 November 2014
MorStar Indonesia Beri Apresiasi Kepada Indra Sjafri
Bola.net - MorStar Indonesia-Promotor Starbol 2014, kembali
memastikan jika bakal menggelar pertandingan di Stadion Gelora Bung
Tomo, Surabaya, pada 15 November mendatang. Nantinya, pertandingan
tersebut mempertemukan Star Legend lawan Star Indonesia Legend.
Febry F Momor, CEO MorStar Indonesia, menerangkan jika Star Legend hanya diperkuat dua bintang Eropa, yakni Michel Salgado dan Fernando Morientes. Sedangkan Star Indonesia Legend, di antaranya terdapat Kurniawan Dwi Yulianto, Ponaryo Astaman dan pemain-pemain tim nasional Indonesia U-19.
"Star Indonesia Legend, dilatih Indra Sjafri. Bisa dikatakan, ajang ini sebagai apresiasi pada pemain pemain dan pecinta sepak bola Tanah Air, khususnya coach Indra Sjafri," ungkap Febry F Momor.
Dilanjutkannya, laga tersebut semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Namun, akhirnya pindah ke Stadion Gelora Bung Tomo, di Surabaya, lantaran SUGBK digunakan untuk menggelar laga uji coba tim nasional Indonesia senior lawan Suriah, tampil di Piala AFF 2014, di Vietnam, 22 November mendatang.
Lebih jauh dikatakannya, pemilihan kota Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo, bertujuan untuk ikut memperingati Hari Pahlawan melalui gelaran pertandingan sepak bola dengan menampilkan pemain-pemain terbaik Tanah Air legend atau senior serta pemain-pemain muda sebagai bentuk apresiasi.
"Dengan berat hati dan memohon maaf sebelumnya, kami harus mengumumkan bahwa karena satu dan lain hal, para legenda sepak bola internasional yang sedianya akan bertanding, tidak bisa sepenuhnya hadir," ujarnya.
"Meski dengan berbagai perubahan termasuk pihak sponsor acara, Starbol Indonesia tetap berupaya menjaga komitmen kami untuk menyuguhkan pertandingan sepak bola yang baik bagi para pecinta sepak bola," pungkasnya. (esa/dim)
Febry F Momor, CEO MorStar Indonesia, menerangkan jika Star Legend hanya diperkuat dua bintang Eropa, yakni Michel Salgado dan Fernando Morientes. Sedangkan Star Indonesia Legend, di antaranya terdapat Kurniawan Dwi Yulianto, Ponaryo Astaman dan pemain-pemain tim nasional Indonesia U-19.
"Star Indonesia Legend, dilatih Indra Sjafri. Bisa dikatakan, ajang ini sebagai apresiasi pada pemain pemain dan pecinta sepak bola Tanah Air, khususnya coach Indra Sjafri," ungkap Febry F Momor.
Dilanjutkannya, laga tersebut semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Namun, akhirnya pindah ke Stadion Gelora Bung Tomo, di Surabaya, lantaran SUGBK digunakan untuk menggelar laga uji coba tim nasional Indonesia senior lawan Suriah, tampil di Piala AFF 2014, di Vietnam, 22 November mendatang.
Lebih jauh dikatakannya, pemilihan kota Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo, bertujuan untuk ikut memperingati Hari Pahlawan melalui gelaran pertandingan sepak bola dengan menampilkan pemain-pemain terbaik Tanah Air legend atau senior serta pemain-pemain muda sebagai bentuk apresiasi.
"Dengan berat hati dan memohon maaf sebelumnya, kami harus mengumumkan bahwa karena satu dan lain hal, para legenda sepak bola internasional yang sedianya akan bertanding, tidak bisa sepenuhnya hadir," ujarnya.
"Meski dengan berbagai perubahan termasuk pihak sponsor acara, Starbol Indonesia tetap berupaya menjaga komitmen kami untuk menyuguhkan pertandingan sepak bola yang baik bagi para pecinta sepak bola," pungkasnya. (esa/dim)
Ini Saran Indra Sjafri Agar Evan Dimas Berjaya di Skuat Garuda
Bola.net - Meski tak lagi melatih Evan Dimas, Indra Sjafri
masih memperhatikan anak asuhnya di Timnas U-19 tersebut. Indra
memiliki sejumlah saran agar Evan bisa berjaya di timnas senior.
"Ada beberapa hal yang bisa dilakukan Evan agar bisa tampil lebih baik lagi di tim senior," ujar Indra, pada Bola.net.
"Pertama, dia harus cepat beradaptasi. Kedua, dia harus mau belajar dan minta bimbingan pemain-pemain seniornya," sambung mantan pelatih Timnas U-19 ini.
Sebelumnya, Evan Dimas tampil istimewa dalam debutnya bersama Timnas Indonesia. Tampil 64 menit, mantan kapten Timnas U-19 ini mencetak satu di antara empat gol kemenangan Timnas Indonesia atas Timor Leste.
Sementara itu, Indra juga mengacungkan jempol terkait permainan Evan. Menurutnya, sebagai debutan, pemain asal Surabaya tersebut sudah tampil maksimal.
"Sebagai debutan dia sudah bagus. Namun, jangan lupa. Dia juga harus tampil lebih baik lagi ke depannya," tandas Indra. (den/dzi)
"Ada beberapa hal yang bisa dilakukan Evan agar bisa tampil lebih baik lagi di tim senior," ujar Indra, pada Bola.net.
"Pertama, dia harus cepat beradaptasi. Kedua, dia harus mau belajar dan minta bimbingan pemain-pemain seniornya," sambung mantan pelatih Timnas U-19 ini.
Sebelumnya, Evan Dimas tampil istimewa dalam debutnya bersama Timnas Indonesia. Tampil 64 menit, mantan kapten Timnas U-19 ini mencetak satu di antara empat gol kemenangan Timnas Indonesia atas Timor Leste.
Sementara itu, Indra juga mengacungkan jempol terkait permainan Evan. Menurutnya, sebagai debutan, pemain asal Surabaya tersebut sudah tampil maksimal.
"Sebagai debutan dia sudah bagus. Namun, jangan lupa. Dia juga harus tampil lebih baik lagi ke depannya," tandas Indra. (den/dzi)
Indra Sjafri Terkejut Dengan Penampilan Evan Dimas
Bola.net - Tak lagi melatih Timnas U-19 bukan berarti Indra Sjafri tak memperhatikan mantan anak asuhnya. Ia datang ke Jakarta guna menyaksikan langsung debut pertama Evan Dimas bersama Timnas Indonesia senior di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (11/11).
Indra bahkan langsung bergegas menjemput Evan di Hotel Sultan, tempat Timnas senior diinapkan selama di Jakarta. Setelah bertegur sapa dengan Alfred Riedl, Indra meminta izin bertemu dengan mantan kapten dari tim yang ia antar juara AFF U-19 2013 tersebut.
"Terus terang saya surprise sekali dengan penampilan dia (Evan) hari ini," ujar Indra Sjafri setelah berpelukan hangat dengan gelandang yang mencetak satu gol ke gawang Timor Leste itu.
Indra mengaku Evan sempat grogi di menit-menit awal. "Tapi itu biasa. Dari junior langsung ke senior pasti ada grogi dan butuh waktu adaptasi," jelasnya.
Sementara Evan juga mengaku terkejut dengan kehadiran Indra di lobby hotel. "Kalau coach Indra surprise, saya juga surprise beliau ada di sini," balas Evan dengan senyum simpul. (fjr/dzi)
Indra bahkan langsung bergegas menjemput Evan di Hotel Sultan, tempat Timnas senior diinapkan selama di Jakarta. Setelah bertegur sapa dengan Alfred Riedl, Indra meminta izin bertemu dengan mantan kapten dari tim yang ia antar juara AFF U-19 2013 tersebut.
"Terus terang saya surprise sekali dengan penampilan dia (Evan) hari ini," ujar Indra Sjafri setelah berpelukan hangat dengan gelandang yang mencetak satu gol ke gawang Timor Leste itu.
Indra mengaku Evan sempat grogi di menit-menit awal. "Tapi itu biasa. Dari junior langsung ke senior pasti ada grogi dan butuh waktu adaptasi," jelasnya.
Sementara Evan juga mengaku terkejut dengan kehadiran Indra di lobby hotel. "Kalau coach Indra surprise, saya juga surprise beliau ada di sini," balas Evan dengan senyum simpul. (fjr/dzi)
Joko Driyono Bantah Pengganti Indra Sjafri Ditentukan Direktur Teknik asal Belanda
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Sekjen PSSI Joko Driyono
mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada direktur teknis
(Technical Director) untuk pengembangan Tim Nasional Indonesia U-19.
Termasuk tugasnya mencari siapa pengganti pelatih Indra Sjafri sebagai pelatih tim Garuda Jaya, dan memilih pemain baru yang mengisi skuat itu.
"Teknikal
direktor baru yang akan membawahi seluruh pengembangan timnas U-19 ke
bawah. Pembicaraan AFF U-19 tahun 2015 sudah masuk fase krusial," ujar
Joko Driyono.
Joko menjelaskan Direktur Teknik Tim Nasional Indonesia U-19 sudah didatangkan dari Belanda. Meski belum mau membocorkan nama, Joko mengatakan awal Desember 2014 mulai bekerja.
Namun,
ia tidak sependapat jika dibilang tugas direktur teknik baru ini
mencari pengganti Indra Sjafri. Alasannya, timnas U-19 yang berlaga di
Myanmar itu sudah bubar. Dan skuat Garuda Jaya disebar ke klub
profesional.
"Kalau yang sekarang ini membentuk pelatih baru dengan pemain baru lagi. Jadi tidak relevan kalau dibilang pengganti," ujarnya.
Seperti diketahui Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19Indra Sjafri dipecat PSSI karena dinilai gagal memenuhi target lolos Piala Dunia U-20 di Selandia Baru Tahun 2015.
Indra Sjafri Komentari Penampilan Evan Dimas di Timnas Senior
VIVAbola - Penampilan gemilang Evan Dimas bersama
Timnas Indonesia senior ternyata juga disaksikan eks pelatihnya di
Timnas U-19, Indra Sjafri. Pujian pun dilontarkan Indra untuk permainan
bagus yang ditunjukkan Evan Dimas.
Menurut Indra, Evan memang dikenalnya sebagai pemain yang cepat beradaptasi. Oleh karena itu, pelatih asal Sumatera Barat ini tak terkejut dengan wonderkid Indonesia tersebut.
"Evan main bagus, kita semua lihat. Cepat dia adaptasinya. Tak banyak lho pemain yang bisa mencetak gol di laga debut, apalagi di usianya masih muda," kata Indra kepada VIVAbola, Rabu 12 November 2014.
"Saya tahu kualitas dia (Evan), jadi sudah seharusnya memang dia main bagus walaupun di level senior," lanjutnya.
Indra juga membeberkan bahwa Evan bercerita tentang para pemain senior yang banyak membimbingnya. Pelatih berusia 51 tahun itu turut senang bila Evan Dimas akhirnya masuk daftar 22 pemain yang dibawa ke Piala AFF 2014.
"Evan cerita, dia nyaman bersama Timnas senior. Pemain-pemain yang lain kasih dia bimbingan, masukan. Itu terserah keputusan Riedl untuk bawa dia ke Piala AFF. Kalau Evan dianggap bagus dan dibawa, artinya dia memang layak," ujar dia. (one)
Menurut Indra, Evan memang dikenalnya sebagai pemain yang cepat beradaptasi. Oleh karena itu, pelatih asal Sumatera Barat ini tak terkejut dengan wonderkid Indonesia tersebut.
"Evan main bagus, kita semua lihat. Cepat dia adaptasinya. Tak banyak lho pemain yang bisa mencetak gol di laga debut, apalagi di usianya masih muda," kata Indra kepada VIVAbola, Rabu 12 November 2014.
"Saya tahu kualitas dia (Evan), jadi sudah seharusnya memang dia main bagus walaupun di level senior," lanjutnya.
Indra juga membeberkan bahwa Evan bercerita tentang para pemain senior yang banyak membimbingnya. Pelatih berusia 51 tahun itu turut senang bila Evan Dimas akhirnya masuk daftar 22 pemain yang dibawa ke Piala AFF 2014.
"Evan cerita, dia nyaman bersama Timnas senior. Pemain-pemain yang lain kasih dia bimbingan, masukan. Itu terserah keputusan Riedl untuk bawa dia ke Piala AFF. Kalau Evan dianggap bagus dan dibawa, artinya dia memang layak," ujar dia. (one)
Senin, 10 November 2014
Apresiasi Buat Indra Sjafri di Hari Pahlawan
VIVAbola - Mantan pelatih tim nasional Indonesia U-19,
Indra Sjafri, mendapatkan apresiasi di Hari Pahlawan, 10 November 2014.
Indra mendapat kehormatan untuk melatih tim Star Indonesia Legend.
Indra akan memimpin Star Indonesia Legend yang di antaranya akan diperkuat mantan striker timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Julianto, dan mantan gelandang Timnas yang masih aktif bermain, Ponaryo Astaman, serta para pemain Timnas U-19. Star Indonesia Legend akan melawan Star Legend yang diperkuat dua mantan bintang Real Madrid, Michel Salgado dan Fernando Morientes.
"Star Indonesia Legend dilatih Indra Sjafri. Bisa dikatakan, ajang ini sebagai apresiasi pada pemain-pemain dan pecinta sepakbola Tanah Air, khususnya coach Indra Sjafri," ungkap Febry F Momor, CEO MorStar Indonesia, sebagai promotor event, dalam rilisnya.
Starbol 2014 akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 15 November 2014. Laga tersebut semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Laga dipindahkan ke Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya, lantaran SUGBK dipakai untuk menggelar laga uji coba tim nasional Indonesia senior melawan Suriah, 22 November 2014.
"Dengan berat hati dan memohon maaf sebelumnya, kami harus mengumumkan bahwa karena satu dan lain hal, para legenda sepakbola internasional yang sedianya akan bertanding, tidak bisa sepenuhnya hadir," lanjutnya.
Pemilihan kota Surabaya dan Stadion Gelora Bung Tomo bertujuan untuk ikut memperingati Hari Pahlawan melalui gelaran pertandingan sepakbola dengan menampilkan para legenda dan pemain-pemain terbaik Tanah Air serta pemain-pemain muda sebagai bentuk apresiasi.
"Meski dengan berbagai perubahan termasuk pihak sponsor acara, Starbol Indonesia tetap berupaya menjaga komitmen untuk menyuguhkan pertandingan sepakbola yang baik bagi para pecinta sepakbola," tutur Febry.
Starbol 2014 awalnya akan digelar pada 7-8 Agustus 2014. Bintang-bintang dunia yang dijanjikan bakal hadir yakni Fabio Cannavaro, Michel Salgado, Guti Hernandez, Fernando Morientes, Fernando Redondo serta Roberto Carlos.
Indra akan memimpin Star Indonesia Legend yang di antaranya akan diperkuat mantan striker timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Julianto, dan mantan gelandang Timnas yang masih aktif bermain, Ponaryo Astaman, serta para pemain Timnas U-19. Star Indonesia Legend akan melawan Star Legend yang diperkuat dua mantan bintang Real Madrid, Michel Salgado dan Fernando Morientes.
"Star Indonesia Legend dilatih Indra Sjafri. Bisa dikatakan, ajang ini sebagai apresiasi pada pemain-pemain dan pecinta sepakbola Tanah Air, khususnya coach Indra Sjafri," ungkap Febry F Momor, CEO MorStar Indonesia, sebagai promotor event, dalam rilisnya.
Starbol 2014 akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 15 November 2014. Laga tersebut semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Laga dipindahkan ke Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya, lantaran SUGBK dipakai untuk menggelar laga uji coba tim nasional Indonesia senior melawan Suriah, 22 November 2014.
"Dengan berat hati dan memohon maaf sebelumnya, kami harus mengumumkan bahwa karena satu dan lain hal, para legenda sepakbola internasional yang sedianya akan bertanding, tidak bisa sepenuhnya hadir," lanjutnya.
Pemilihan kota Surabaya dan Stadion Gelora Bung Tomo bertujuan untuk ikut memperingati Hari Pahlawan melalui gelaran pertandingan sepakbola dengan menampilkan para legenda dan pemain-pemain terbaik Tanah Air serta pemain-pemain muda sebagai bentuk apresiasi.
"Meski dengan berbagai perubahan termasuk pihak sponsor acara, Starbol Indonesia tetap berupaya menjaga komitmen untuk menyuguhkan pertandingan sepakbola yang baik bagi para pecinta sepakbola," tutur Febry.
Starbol 2014 awalnya akan digelar pada 7-8 Agustus 2014. Bintang-bintang dunia yang dijanjikan bakal hadir yakni Fabio Cannavaro, Michel Salgado, Guti Hernandez, Fernando Morientes, Fernando Redondo serta Roberto Carlos.
Langganan:
Postingan (Atom)
