Tampilkan postingan dengan label Dimas Drajat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dimas Drajat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Desember 2014

Eks Skuat Garuda Jaya Berpeluang Tampil di Piala AFF U-19 2015

Bola.net - Fachri Husaini mendapatkan kepercayaan untuk membesut Timnas Indonesia U-14 dan U-17. Untuk U-17 diproyeksikan turun di Piala AFF U-19, di Sidoarjo, Agustus 2015.

Menurut Fachri, dua pemain yang sebelumnya memperkuat Timnas Indonesia U-19, Dimas Drajad dan Awan Setho, berpeluang untuk menjalani seleksi di tim asuhannya. Sebab, keduanya masih berusia di bawah 19 tahun.

"Per Januari 2015 akan ada 25 pemain. Namun, TC bisa saja diikuti 30 pemain, dan lima lagi merupakan pemain baru. Mengingat, kami masih ada kekurangan di beberapa posisi. Sehingga, perlu pemain tambahan," ujar Fachri.

"Selain keduanya, ada sekitar empat pemain Timnas Indonesia U-19 yang bisa ikut gabung," sambungnya.

Lebih jauh, Fachri menegaskan tidak akan memberikan keistimewaan pada para mantan pemain binaan Indra Sjafri tersebut. Sebab, mereka tetap harus berusaha memperlihatkan penampilan terbaiknya.

"Mereka harus tetap diseleksi. Tidak serta merta langsung masuk tim. Semua pemain harus diperlakukan sama," pungkasnya. (esa/pra)

Kamis, 16 Oktober 2014

9 Pemain Timnas U-19 Masih Tanpa Klub

                                                                                                           Peksi Cahyo-BOLANEWS
Bolanews.com - Tim nasional Indonesia U-19 dibubarkan setelah tidak berhasil lolos ke Piala Dunia U-20 tahun 2015. Mereka akan kembali ke klub masing-masing, tetapi ada beberapa pemain yang masih tanpa klub.


Dari 23 pemain Garuda Muda yang dibawa ke Piala AFC U-19 di Myanmar, terdapat sembilan pemain yang masih berstatus tanpa klub.

Salah satu dari sembilan nama itu merupakan pemain utama di timnas U-19, yakni bek sentral Hansamu Yama Pratama. Berikut sembilan pemain timnas U-19 yang masih belum terikat kontrak dengan klub:

Hansamu Yama Pratama (Bek)
Diky Indrayana (Kiper)
Febly Gushendra (Bek)
Mahdi Fahri Albaar (Bek)
Ricky Fajrin (Bek)
Hendra Sandi Gunawan (Gelandang)
Dimas Drajad (Penyerang)
Dinan Javier (Penyerang)
Septian David Maulana (Penyerang)

Sabtu, 11 Oktober 2014

Cerita Dua Penggawa Timnas Indonesia U-19 Usai Jalani Tes Doping

Goal.com - Tim nasional Indonesia U-19 sedang berjuang di Myanmar untuk Piala Asia U-19 2014 yang juga sebagai jalur menuju Piala Dunia U-20 di Selandia Baru tahun depan.

Soal hidup di Myanmar, dua penggawa Garuda Jaya yakni Dimas Drajad dan Maldini Pali mengaku belum tahu tentang makanan khas atau pun kerajinan tangan di negara yang pernah terjadi konflik tersebut.

Para pemain pun tak boleh mencicipi makanan khas Myanmar karena sudah diatur oleh tim ahli nutrisi. "Belum tahu apa sih makanan di sini. Enggak boleh juga soalnya sama dokter," aku Dimas saat ditemui Goal Indonesia, usai menjalani tes doping di Stadion Thuwunna, Jumat (10/110).

Ketika ditanya soal apakah mereka berencana membeli oleh-oleh, Maldini sambil bingung menjawab, "Apa yah oleh-oleh di sini, kayaknya sarung," katanya sambil tertawa malu bersama Dimas.

Maldini pun bercerita kalau dirinya harus seorang diri di kamar, karena jumlah pemain yang ganjil dalam skuat, yakni 23 orang. "Saya di kamar sendiri, sebenarnya mau sama dia (Dimas)," beber winger bernomor punggung 15 itu.

"Iya, Ichsan (Kurniawan) tidak mau sekamar sendiri. Dia takut katanya. Jadi saya sekamar dengan Ichsan," timpal Dimas yang masih berusia 17 tahun.

Jumat, 10 Oktober 2014

Dimas Drajat Ingin Persembahkan Gol Untuk Almarhum Ayah

 Goal / Farabi Firdausy
Goal.com - Striker tim nasional Indonesia U-19 Dimas Drajat akan berjuang dengan rekan-rekannya di Piala Asia U-19, Myanmar.

Indonesia berada satu tempat dengan Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab di Grup B.

Dimas, 17 tahun, punya motivasi tersendiri di Myanmar. Selain ingin mencetak gol untuk membawa timnya sukses, Dimas juga ingin bisa mempersembahkan gol untuk mendiang ayahnya yang berpulang dua tahun lalu.
 "Memang ada sedikit gugup, namun saya sudah terbiasa. Saya jalin komunikasi dengan ibu, dia beri saya semangat karena ayah saya yang sudah meninggal," kata Dimas.

"Jika saya bisa bermain dan mencetak gol, gol itu akan saya persembahkan untuk ayah saya yang tanggal 9 kemarin tepat dua tahunan meninggal," kisah dia penuh haru.

Rabu, 08 Oktober 2014

Impian M. Dimas Drajad 3 Tahun Lalu Terkabul

                                                                                                          Fernando Randy/Bolanews
Tabloid Bola - Sekitar tiga tahun lalu, bocah ini melesat bak panah dalam percaturan sepak bola remaja. Ya, Muhamad Dimas Drajad namanya. Kini, ia menjadi salah satu nama yang mengisi daftar calon striker masa depan Indonesia.


Dimas, anak asal Gresik itu mencuri perhatian ketika tampil di ajang Liga Pendidikan Indonesia tahun pembinaan 2010-2011. Saat itu, ia tampil membela SMPN 3 Gresik. Bukan cuma menjadi penentu yang mengantarkan sekolah tersebut juara.

Sebagai seorang penyerang, dia menyelesaikan tugasnya dengan baik yakni menjadi pencetak gol terbanyak, 15. Setelah itu, dia mengikuti camp latihan lalu mencicipi belajar di Moratalaz FC, Madrid, Spanyol. Dimas juga tercatat sebagai salah satu pemain dalam Timnas U-16 AFC Cup 2011.

Sepak bola bagi Dimas memang bukan barang baru. Sejak kecil, dia sudah akrab mengolah si kulit bundar. Terlebih, sang Ayah, Almarhum M. Sulkhan juga mendukung sepenuhnya. Sepak terjang Dimas di lapangan hijau memang tak bisa lepas dari peran Sulkhan yang pernah berkostum PSSI Primavera angkatan pertama. Saat Dimas beranjak remaja, Sulkhan juga aktif di Gresik United menjadi asisten.

“Bapak ingin saya benar-benar serius menekuni sepak bola. Kalau mau serius, tentu saya harus sampai tim nasional,” kata pemain dengan postur 174 cm/70 kg itu.

Bukan hanya Dimas yang diarahkan menjadi pesepak bola. Dua adik laki-lakinya, Ahmad Wahyudi dan Muhammad Danielkan semuanya mengikuti jejak Sulkhan. Bagi keluarga Dimas, menjadi bagian dari tim nasional adalah kehormatan yang mengangkat nama baik keluarga. Untuk itu, Dimas tak mau menyia-nyiakan kesempatan di timnas U-19 saat ini.

Jumat, 03 Oktober 2014

Dimas Drajad, Belajar dari Cristiano Ronaldo


KOMPAS.com - Lahir dari keluarga pesepak bola membuat Dimas Drajad tak bisa menjauh dari olahraga terpopuler di dunia tersebut. Anak dari pasangan almarhum M Sulkhan dan Fatmi Herawati ini sudah memperlihatkan bakat mengolah si kulit bundar sejak dirinya masih kecil.

Rupanya, talenta bermain sepak bola ini diturunkan dari ayahnya yang merupakan mantan pemain PSSI jebolan Primavera. Bermain sebagai striker, pemain dengan nama lengkap Muhammad Dimas Drajad ini memperlihatkan performa yang gemilang tatkala menjadi top scorer Liga Pendidikan Indonesia 2010 – 2011 dengan torehan total 15 gol. Dia juga pernah terpilih memperkuat Timnas U-16 di Piala AFC 2011.

Alhasil, pelatih Indra Sjafri pun melirik dan memanggilnya untuk bergabung dengan skuad Tim Nasional U-19. Meski peranannya tak terlalu sentral lantaran bukan menjadi pilihan utama untuk mengisi barisan penyerang Garuda Jaya, tetapi dia pun ikut membantu tim masa depan Indonesia itu menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013.

Nama pemain kelahiran Gresik ini melesat bak roket ketika membuat quat-trick alias mencetak empat gol ke gawang Singapura U-21, saat Garuda Jaya pesta enam gol tanpa balas pada laga tak menentukan di ajang Hassanal Bolkiah Trophy 2014 pada 18 Agustus 2014. Meskipun Indonesia akhirnya tersisih karena tak bisa meraih tiket semifinal turnamen tersebut, tetapi Dimas mengaku sangat senang bisa meraih kemenangan telak untuk membangkitkan moral rekan-rekannya sebelum tampil di Piala Asia U-19 pada 9 Oktober nanti.

Ya, Piala Asia U-19 akan menjadi momentum yang paling bagus bagi Dimas dan rekan-rekannya di Timnas U-19 dalam merajut impian menjadi pemain top dunia. Pasalnya, jika mereka sukses menembus minimal semifinal, maka tiket menuju Piala Dunia U-20 berada di tangan. Tentu saja tampil di Selandia Baru, yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2015 nanti, akan membuat aksi Dimas dkk menjadi perhatian para pemburu pemain muda, sehingga kesempatan bermain di level yang lebih tinggi lagi terbuka lebar.

Pemuda kelahiran 17 Oktober 1995 ini mengidolakan klub Real Madrid. Maka, ketika Timnas U-19 menggelar pemusatan latihan di tanah Spanyol pada pertengahan bulan lalu, Dimas mengaku sangat bahagia lantaran Madrid termasuk salah satu tim yang akan menjadi lawan tanding, selain Valencia, Atletico Madrid dan Barcelona.

"Aku senang bisa ke Spanyol dan melawan mereka. Impianku menjadi kenyataan karena selama ini hanya menyaksikan permainan mereka melalui televisi," kata Dimas kepada Kompas.com, seusai latihan di lapangan Sutasamo 77, Halim Perdanakusma, Kamis (11/9/2014) sore. "Aku mengidolakan Madrid sejak Cristiano Ronaldo bergabung," tambahnya.

Dimas mengakui, Ronaldo merupakan inspirasi dalam kariernya. "Aku banyak belajar dari permainan Ronaldo, baik dari televisi maupun Youtube," ujarnya.

Nah, dengan menjadikan Ronaldo sebagai inspirator, semoga Dimas bisa membawa Timnas U-19 meraih hasil terbaik di Myanmar. Langkah awal, tentu saja melewati rintangan di Grup B tatkala menghadapi Australia, Uzbekistan dan Uni Emirat Arab, sebelum merajut asa menuju babak empat besar.

Profil singkat:

Nama Lengkap: Muhammad Dimas Drajad
TTL: Gresik / 17 Oktober 1995
Kebangsaan: Indonesia
Posisi: Penyerang

Jumat, 12 September 2014

Striker Timnas U-19 Belajar Sepakbola dari Ronaldo

VIVAbola - Megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, telah menginspirasi banyak pemain muda, termasuk striker Timnas Indonesia U-19, Dimas Drajad. Menurut Dimas, pemain yang akrab disapa CR7 itu adalah pemain favoritnya.

"Ronaldo menginspirasi permainan saya, dan saya juga suka Real Madrid," ujar Dimas saat ditemui belum lama ini. "Saya belajar main bola dari lihat permainannya di tv dan Youtube," beber pemain asal Gresik itu.\

Dalam waktu dekat ini, Dimas berpeluang untuk menyambangi markas Real Madrid lewat perjalanan Timnas U-19 ke Spanyol. Para pemain Garuda Jaya bertolak dalam dua kloter pada pagi dan sore ini, Jumat, 12 September 2014.

Selama di Spanyol, Garuda Jaya akan menjajal kekuatan sejumlah tim, termasuk Real Madrid C, yang akan digelar pada Selasa, 16 September 2014. Selain itu, pasukan Indra Sjafri juga akan beruji coba dengan Atletico Madrid B (18 September), Valencia B (22 September), dan diakhiri dengan duel melawan Barcelona B, (24 September).

Dimas berharap mendapat kesempatan untuk mewujudkan mimpinya, yakni menyambangi markas Real Madrid, Santiago Bernabeu. "Saya akan sujud syukur kalau impian saya jadi kenyataan,” kata Dimas.

Tur ke Spanyol merupakan bagian dari persiapan Garuda Jaya menghadapi Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober nanti. Dalam turnamen ini, Indonesia akan bergabung di grup B bersama, Uzbekistan, Australia dan Uni Emirat Arab. Di laga perdana, Indonesia akan bertemu Uni Emirat Arab, 10 Oktober 2014. (one)

Kamis, 11 September 2014

Dimas Drajad Bicara soal Ronaldo dan Santiago Bernabeu


 Kompas/Heru Sri Kumoro



JAKARTA, KOMPAS.com - Bomber Tim Nasional Indonesia U-19, Dimas Drajad, mengaku senang timnya bisa menggelar pemusatan latihan di Spanyol.

Garuda Jaya akan berangkat ke Spanyol pada Jumat (12/9/2014) sore. Selama berada di  Negeri Matador tersebut, Evan Dimas dan kawan-kawan akan melakoni uji coba melawan Real Madrid C (Selasa, 16 September 2014), Atletico Madrid B (Kamis, 18 September 2014), Valencia B (Senin  22/9/2014), dan Barcelona (24/9/2014).

"Aku senang bisa ke Spanyol dan melawan mereka. Impianku menjadi kenyataan karena selama ini hanya menyaksikan permainan mereka melalui televisi," kata Dimas seusai latihan di lapangan Sutasamo 77, Halim Perdanakusma, Kamis (11/9/2014) sore.

Yang membuat Dimas semakin senang karena pemain kelahiran 17 Oktober tersebut akan melawan tim idolanya, Real Madrid.

"Aku mengidolakan Madrid sejak Cristiano Ronaldo bergabung," tutur penyerang asal Gresik tersebut.

Menurut Dimas, Ronaldo merupakan inspirasi dalam kariernya. "Aku banyak belajar dari permainan Ronaldo baik dari televisi maupun Youtube," tuturnya.

Lebih lanjut, Dimas mengaku memiliki nazar jika memiliki kesempatan berkunjung ke markas El Real, Santiago Bernabeu. "Aku akan sujud syukur di sana," tambahnya.

Pemusatan latihan di Spanyol merupakan persiapan terakhir bagi Evan Dimas dan kawan-kawan sebelum tampil di Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014. Garuda Jaya akan melawan Australia, Uzbekistan, dan Uni Emirat Arab pada babak penyisihan Grup B.


Senin, 18 Agustus 2014

Dimas Drajad: Setidaknya Kami Pulang Tidak Malu-maluin

Super Ball / Feri Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR SERI BEGAWAN - Berhasil mencetak empat dari enam gol yang bersarang di gawang Singapura, M Dimas Drajad merasa senang dengan penampilan timnas Indonesia U19.

"Saya senang, ya setidaknya kita pulang nggak malu-maluin," kata pemain bernomor punggung 7 tersebut.

Meski gagal melaju ke semifinal HBT 2014, para Garuda muda berhasil menggilas Singapura enam gol tanpa balas di Stadion Negara Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Dalam laga tersebut, empat gol dicetak oleh striker bernomor punggung 7, M Dimas Drajad. Sementara dua gol lainnya dicetak oleh masing-masing pemain sayap nomor 20, Ilham Udin Armaiyn, dan playmaker bernomor punggung 17, Paulo Oktavianus Sitanggang. Dengan hasil ini, timnas mengantongi tiga poin, namun tetap tidak kuasa lolos ke babak berikut.

Kamis, 31 Juli 2014

Profil Skuad Garuda Jaya : Muhammad Dimas Drajat


Nama Lengkap : Muhammad Dimas drajat
Nama Panggilan : Dimas
Nomor Punggung : 7
Posisi : Pemain Depan
Tempat / Tanggal Lahir : Gresik / 30 Maret 1997
Pemain Favorit : Cristiano Ronaldo
Klub : Gresik United
SSB Petrokimia
Ayah : M. Sulkan (Almarhum)
Ibu : Herawati

Jumat, 20 Juni 2014

Timnas U-19: Punya Penyerang Sayap Produktif

foto Suci Rahayu

Bolanews.com - Pemain pelapis lainnya yang relatif menonjol adalah Dimas Drajat. Beroperasi di posisi penyerang sayap kiri, pemain binaan Gresik United ini produktif mencetak gol.
Kelebihan ini menutupi problem utama timnas U-19 di sektor depan yang tak memiliki penyerang yang stabil mencetak gol.

Timnas U-19 sedikit beruntung karena memiliki penyerang-penyerang sayap yang kemampuannya relatif setara. Dimas bersama Ilham Udin, Maldini Pali, Dinan Javier, dan Yabes Rony menghidupkan pola permainan ofensif melebar yang diusung Indra Sjafri, pelatih kepala.

Di belakang, kehadiran Ryuji Utomo mempersolid ketangguhan sektor pertahanan. Bek binaan Villa 2000 itu belakangan mendapat banyak kesempatan tampil di lapangan bersama I Putu Gede, Hansamu Yama, dan Sahrul Kurniawan.

Hanya, Ryuji perlu lebih mengasah diri, terutama menyangkut ketenangan mengawal area pertahanan. Keputusan Indra sering memainkannya bagus untuk mematangkan permainannya.

Rabu, 14 Mei 2014

Tiga Pemain Timnas U-19 Cedera Saat Latihan


Liputan6.com, Yogyakarta: Latihan perdana Timnas Indonesia U-19 diwarnai sejumlah pemain yang cedera di Stadion UNY Yogyakarta, Selasa ((13/05/2014). Ada tiga pemain yang akhirnya tidak bisa mengikuti latihan fisik yaitu Yabes Roni Malaifani, Dimas Drajad dan Eriyanto.

Ketiga pemain terlihat kesakitan dan harus dibantu official keluar lapangan. Tampak paha ketiga pemain diberi es yang dibalut plastik. Kedua pemain Yabes dan Roni harus dibawa ke hotel terlebih dahulu menggunakan mobil.

Pemain belakang timnas Eriyanto menyusul tak berapa lama, meskipun 26 pemain lainnya masih berlatih di sisi lapangan. Dokter timnas Alfan Nur mengatakan ketiga pemain mengalami cedera hamstring saat latihan sore ini. "Ya ini mereka cidera hamstring. Tadi pas lari kenanya," kata Alfan usai latihan.

Alfan belum mengetahui seberapa parah cedera yang dialami ketiga pemain itu. "Belum tahu, nanti kita cek lagi," ujarnya.

Total 29 pemain sebelumnya, telah mengikuti latihan fisik di sisi pinggir lapangan UNY. Pemain di haruskan berlari melalui titik-titik yang trlah ditentukan dengan jarak total lintasan lari 30 meter.
(Ulul Azmi) 

Liputan6.com, Yogyakarta: Latihan perdana Timnas Indonesia U-19 diwarnai sejumlah pemain yang cedera di Stadion UNY Yogyakarta, Selasa ((13/05/2014). Ada tiga pemain yang akhirnya tidak bisa mengikuti latihan fisik yaitu Yabes Roni Malaifani, Dimas Drajad dan Eriyanto.
Ketiga pemain terlihat kesakitan dan harus dibantu official keluar lapangan. Tampak paha ketiga pemain diberi es yang dibalut plastik. Kedua pemain Yabes dan Roni harus dibawa ke hotel terlebih dahulu menggunakan mobil.
Pemain belakang timnas Eriyanto menyusul tak berapa lama, meskipun 26 pemain lainnya masih berlatih di sisi lapangan. Dokter timnas Alfan Nur mengatakan ketiga pemain mengalami cedera hamstring saat latihan sore ini. "Ya ini mereka cidera hamstring. Tadi pas lari kenanya," kata Alfan usai latihan.
Alfan belum mengetahui seberapa parah cedera yang dialami ketiga pemain itu. "Belum tahu, nanti kita cek lagi," ujarnya.

Total 29 pemain sebelumnya, telah mengikuti latihan fisik di sisi pinggir lapangan UNY. Pemain di haruskan berlari melalui titik-titik yang trlah ditentukan dengan jarak total lintasan lari 30 meter.
(Ulul Azmi) ; - See more at: http://bola.liputan6.com/read/2049885/tiga-pemain-timnas-u-19-cedera-saat-latihan#sthash.OPfpD6xC.dpuf
Liputan6.com, Yogyakarta: Latihan perdana Timnas Indonesia U-19 diwarnai sejumlah pemain yang cedera di Stadion UNY Yogyakarta, Selasa ((13/05/2014). Ada tiga pemain yang akhirnya tidak bisa mengikuti latihan fisik yaitu Yabes Roni Malaifani, Dimas Drajad dan Eriyanto.
Ketiga pemain terlihat kesakitan dan harus dibantu official keluar lapangan. Tampak paha ketiga pemain diberi es yang dibalut plastik. Kedua pemain Yabes dan Roni harus dibawa ke hotel terlebih dahulu menggunakan mobil.
Pemain belakang timnas Eriyanto menyusul tak berapa lama, meskipun 26 pemain lainnya masih berlatih di sisi lapangan. Dokter timnas Alfan Nur mengatakan ketiga pemain mengalami cedera hamstring saat latihan sore ini. "Ya ini mereka cidera hamstring. Tadi pas lari kenanya," kata Alfan usai latihan.
Alfan belum mengetahui seberapa parah cedera yang dialami ketiga pemain itu. "Belum tahu, nanti kita cek lagi," ujarnya.

Total 29 pemain sebelumnya, telah mengikuti latihan fisik di sisi pinggir lapangan UNY. Pemain di haruskan berlari melalui titik-titik yang trlah ditentukan dengan jarak total lintasan lari 30 meter.
(Ulul Azmi) ; - See more at: http://bola.liputan6.com/read/2049885/tiga-pemain-timnas-u-19-cedera-saat-latihan#sthash.OPfpD6xC.dpuf