Tampilkan postingan dengan label dr. Alfan Nur Asyhar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dr. Alfan Nur Asyhar. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Oktober 2014

Zulfiandi Siap Beraksi di Myanmar

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Dokter Tim Nasional Indonesia U-19, Alfan Nur Asyhar, memastikan Zulfiandi bisa tampil di Piala Asia U-19 di Myanmar pada 9-23  Oktober 2014.

"Tidak ada masalah dengan kondisi Zulfiandi. Dia bisa bermain penuh," kata Alfan.

Zulfiandi mengalami cedera saat tampil di Hassanal Bolkiah Trophy yang digelar pada Agustus. Saat Garuda Jaya melakoni tur di Spanyol, gelandang asal Aceh tersebut sempat mendapatkan perawatan dari tim dokter Atletico Madrid B. Ia kemudian sempat dimainkan saat melawan Barcelona B.

Pulihnya Zulfiandi menjadi kabar baik bagi Timnas U-19. Ia merupakan gelandang andalan Timnas U-19, selain Evan Dimas, Paolo Sitanggang, dan Hargianto. 

Minggu, 05 Oktober 2014

Dokter Timnas U-19 Pastikan Tak Akan Ada Kendala Makanan di Myanmar

Sportsatu.com - Dokter tim nasional U-19 Indonesia, Alfan Nur Asyhar, memastikan tim nasional U-19 Indonesia tak akan terkendala dengan makanan selama di Myanmar. Hal itu disampaikannya mengingat adanya perbedaan bahan pokok sebagai olahan dalam makanan.

Menurut dokter Alfan, adanya koki yang siap menyiapkan masakan Indonesia menjadi sebabnya. "Sehingga tidak akan ada kendala. Kami sudah melakukan survei dan koordinasi dengan pihak hotel dan kokinya bisa memasakan makanan Indonesia,' jelasnya.

Alfan pun meyakini makanan tidak akan menjadi sandung untuk tampil baik di penyisihan Grup B. Terlebih ada tim nutrisi yang akan menjaga dari hari ke hari.

"Tim nutrisi sudah menentukan apa-apa saja menu dari hari ke hari. Tapi, kami tetap membawa sejumlah bahan makanan seperti tempe, abon, kecap untuk menambah selera pemain dan itu bagus untuk gizi."

"Kalau soal menu makanan, yang pasti tidak akan jauh berbeda dengan di sini. Yang pasti kadar kabohidrat atau lemaknya dapat dipenuhi kokit," tambahnya.

Selasa, 09 September 2014

Cedera Dislokasi, Kiper Timnas U-19 Dilarikan ke Rumah Sakit

ferril dennys

JAKARTA, KOMPAS.com - Kiper Tim Nasional Indonesia U-19, Awan Seto, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cedera dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014).

"Dislokasi mas," kata Dokter, Alfan Nur Asyhar kepada Kompas.com.

Awan terlihat menangis saat mendapatkan perawatan dari Alfan. Alfan kemudian memutuskan membawa Awan ke rumah sakit dengan menumpang mobil tim liputan Kompas TV.

Sementara itu, pemain lain tetap berlatih dengan didampingi pelatih kepala Indra Sjafri.   

Rabu, 03 September 2014

Rahasia di Balik Keperkasaan Timnas U-19

Foto : Ferril Dennys

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tim Nasional Indonesia U-19 selalu tampil bugar dan prima saat bertanding. Evan Dimas dan kawan-kawan terlihat tak mengalami kekalahan meskipun bermain dalam tensi tinggi selama 90 menit.

Selain karena ditunjang latihan fisik yang cukup, penampilan prima Garuda Jaya merupakan buah kerja keras dari tim Sport Nutrisionist Timnas U-19.

Tim ini beranggotakan tiga orang yakni Mirza Hapsari Titis Penggalih, Nadia Hanun Narruti, dan Diana Pratiwi. Mirza merupakan dosen fakultas kedokteran Universitas Gajah Mada bagian gizi kesehatan.

"Kami bergabung dengan Timnas U-19 berawal dari riset Diana tentang performa atlet dengan somatotype (postur tubuh). Kebetulan saya pembimbing dia. Riset ini harus berada dalam supervisi yang tepat karena Timnas U-19 bisa dibilang tim elit. Jadi, saya mendampingi dia," kata Mirza kepada Kompas.com.

Mirza menjelaskan, timnya memulai bekerja dengan Timnas U-19 sejak Mei 2014. Ia bersama timnya menilai performa fisik yakni komposisi tubuh. "Komposisi tubuh meliputi tebal lemak kulit hingga kami bisa mendefinisikan apakah perawakan tubuh mereka sudah pas atau belum untuk seorang atlet sepak bola," tutur Mirza.

Mirza kemudian berdiskusi dengan dokter Timnas U-19, Alfan Nur Asyhar. Dari hasil diskusi tersebut, Mirza menjelaskan, timnya diminta bantuan untuk mengatur makanan penggawa Garuda Jaya. Selanjutnya, tim ini mendata asupan makanan Timnas U-19 dan menilai kekurangan serta kelebihan asuapan itu.

"Hasilnya untuk profil somatotype sudah sesuai dengan standar internasional atlet sepak bola. Kami pakai rujukan atlet Inggris dan Australia. Kita enggak jauh beda dengan mereka soal perawakan tubuhnya. Bahkan yang paling bagus, kita punya pemain di posisi striker dan kiper," ujarnya.

Dijelaskan Mirza, timnya berusaha menjaga standar yang telah dicapai Timnas U-19. Cara menjaganya dengan program memorsi makanan yang dikonsumsi Timnas U-19. Memorsi makanan dilakukan dengan tiga penerapan yakni memorsi makanan saat latihan biasa, memorsi makanan jelang bertanding, dan memorsi makanan setelah bertanding (recovery).  

Porsi makananan antarpemain diberikan berbeda. Setiap pemain diberikan makanan dengan wadah kotak dan terdapat sebuah catatan mengenai kandungan gizi makanan atau etiket. Hal ini memudahkan tim nutrisi dalam menakar porsi makanan yang tepat untuk setiap individu.

Sumber makanan berasal dari karbohidrat, protein, dan lemak. Ketiga sumber ini akan menyuplai energi.

"Yang paling banyak diatur adalah sumber karbohidrat. Ini sumber paling utama. Mencegah kebosanan, kami melakukan variasi dengan tidak hanya memberikan nasi. Namun, kami juga berikan nasi merah, pasta, dan bihun," jelas Mirza.

Dengan memorsi makanan, Timnas U-19 bisa terhindar dari penyakit kolesterol dan asam urat. "Awal kami masuk, kami melihat tim makan telur hingga 8 butir per hari. Padahal, tidak ada pembentukan otot. Kolesterol mereka jadinya tinggi. Asam urat mereka juga tinggi. Alhamdullilah, kami atasi dalam sebulan," tuturnya.

Selain memorsi makanan, tim nutrisi juga melakukan tes urin bagi Timnas U-19 jelang bertanding. Tes urin dilakukan untuk menghindari kehilangan cairan berlebih saat bertanding sehingga mereka tetap prima dan bugar. "Hal ini juga mengurangi risiko cedera," kata Mirza.

Timnas U-19 juga harus menjalani timbang badan sebelum bertanding. "Kalau ada pemain yang misalnya kehilangan berat badan satu setengah kilo setelah bertanding, kami menganjurkan dia minum untuk menggantikan berat badan. Kami selalu memantau itu. Anda pun bisa lihat saat mereka tandingan tidak terlihat lelah hingga akhir pertandingan. Tujuan kami performa fisik mereka prima dan bugar," lanjutnya. 
 

Jumat, 29 Agustus 2014

Tiga Pemain Timnas U-19 Cedera



 Ferril Dennys

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebayak tiga pemain Tim Nasional Indonesia U-19 mengalami cedera. Ketiga pemain tersebut adalah Zulfiandi, David Maulana, dan kiper Awan Seto.

Dokter Timnas U-19, Alfan Nur Asyahar, menjelaskan, Zulfiandi mengalami cedera engkel pada kaki kanannya saat tampil di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014, beberapa waktu lalu.

"David Maulana mengalami cedera engkel kanan saat latihan kemarin. Awan Seto mengalami cedera ringan pada tungkai kaki kiri saat berlatih tadi pagi," jelas Alfan kepada Kompas.com, Jumat (29/8/2014).

Alfan memastikan cedera ketiga pemain ini takkan memupuskan kesempatan mereka tampil di Piala Asia U-19 yang akan digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014.

"David dan Zulfiandi membutuhkan istirahat selama tujuh hari dan Awan Seto perlu dua atau tiga hari," tutur Alfan.

Lebih lanjut, Alfan mengaku akan terus memantau kondisi pemain hingga Evan Dimas dan kawan-kawan tampil di Piala Asia U-19.

 "Kami akan memantau kondisi pemain. Untuk laga uji coba, kami akan evaluasi siapa pemain yang bisa bermain penuh dan pemain yang perlu dikasih porsi bermain sebentar. Jadi, tergantung pada kondisi akhir pemain. Selain tiga pemain yang cedera, sisanya dalam kondisi fit," bebernya.

Minggu, 03 Agustus 2014

Usai Libur, Kebugaran Pemain Timnas Indonesia U-19 Menurun

antara foto

Goal.com - Setelah libur lebaran, para penggawa timnas Indonesia U-19 mulai berlatih kembali di lapangan SPH Karawaci, Minggu (3/8). Mereka berlatih untuk mematangkan visi permainan menjelang turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014 di Brunei Darussalam, 9-23 Agustus nanti. 

Dokter timnas U-19, Alfan Nur Asyhar, mengakui kondisi para penggawa tim Garuda Jaya mengalami penurunan di hari perdana latihan ini. "Saya baru bergabung hari ini. Dari hasil pantauan latihan pagi dan sore kondisi pemain memang turun namun masih dalam tahap wajar," kata Alfan.

Sebagai tindak lanjut, Alfan mengungkapkan akan melakukan pengecekan kepada Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan. "Setelah latihan hari pertama ini, saya akan melakukan cek darah," paparnya.

Sementara itu, dari hasil pantauan Goal Indonesia, menu latihan timnas U-19 di hari perdana diisi dengan kontrol bola ketika posisi menyerang. Latihan sendiri sudah langsung dipimpin pelatih Indra Sjafri.

Rabu, 30 Juli 2014

Pemain Timnas U-19 Diijinkan Bebas Konsumsi Menu Lebaran

 TRIBUN/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Anggota Timnas U-19 bisa menikmati sajian lebaran sepuasnya. Ini karena dokter timnas U-19 telah mengijinkan seluruh pemain U-19 mengkonsumsi hidangan lebaran yang disajikan keluarga. Tetapi tentu saja, hanya pada hari lebaran saja.

Dokter Tim Nasional U-19 Alfan Nur Asyar mengatakan ijin ini merupakan bonus bagi Evan Dimas dkk yang biasanya menjalani pola makan sesuai kebutuhan nutrisi masing-masing pemain.
Alfan mengakui kalau panganan atau camilan lebaran itu banyak mengandung santan dan kurang baik dikonsumsi pemain. Karena cepat meningkatkan kadar kolesterol dan lemak.
"Kita perbolehkan mereka makan hidangan lebaran seperti opor, rendang dan camilan lainnya. Hanya pas hari lebaran saja, karena kasihan juga kalau tidak makan," ujar dr Alfan Nur Asyar kepada Harian Super Ball belum lama ini.

Alfan Nur menambahkan pihaknya memberikan 'kebebasan' selama sehari bagi pemain untuk menikmati hidangan yang disajikan di Hari Kemenangan itu.
Namun, keesokan harinya atau lebaran kedua, mereka sudah kembali menjaga pola makanan seperti saat menjalani pemusatan latihan. Itu bukan berarti para pemain tidak bisa menikmati nikmatnya daging rendang dan opor ayam.

Semuanya bisa dikonsumsi dengan catatan pengolahannya harus sesuai dengan buku panduan nutrisi yang diberikan kepada masing-masing pemain.
Alfan menjelaskan misalnya jika ingin memasak opor, ayam yang diolah sebaiknya tidak dengan kulitnya. Kemudian usahakan bumbu santan tidak terlalu pekat.
"Kalau bisa santannya itu tidak terlalu kental," ujarnya.

Sebelum meninggalkan pemusatan latihan, Skuat Garuda Jaya mendapatkan kelas khusus tentang makanan utama dan camilan apa yang boleh dikonsumsi.
"Kita sudah berikan kelas khusus untuk mempermudah mereka menjalani diet di rumah. Dan kita bantu membekalinya dengan buku panduan," ujarnya. 

Rabu, 23 Juli 2014

Sebelum Pulang Lebaran Timnas U-19 Masuk Kelas Tentang Nutrisi

 TRIBUN/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Dokter Timnas Indonesia U-19, Alfan Nur Asyar mengatakan skuat Garuda Jaya menjalani kelas khusus tentang nutrisi dua hari sebelum pulang ke kampung halamannya menjalani libur Hari Raya Idul Fitri 23-31 Juli 2014.

Pemaparan nutrisi ini dikhususkan sebagai petunjuk makanan dan camilan yang boleh dikonsumsi, dibatasi atau sama sekali dilarang selama menjalani fase libur lebaran. Karena sepanjang liburan hanya pemain yang bisa mengontrol makanan yang dikonsumsi demi kebaikan mereka sendiri.

"Kita sudah memberikan pemahaman kepada pemain tentang mana yang dibolehkan atau dilarang untuk dikonsumsi. Ini demi kebaikan pemain juga," ujar dr Alfan Nur Asyar kepada Harian Super Ball, Selasa (22/7/2014).

Alfan menjelaskan selain kelas nutrisi, skuat Garuda Jaya juga diberikan data hasil pemeriksaan riwayat asam urat, kolesterol, dan lemak masing-masing pemain. Hasil ini menjadi pedoman terhadap apa saja makanan yang boleh dimakan, dibatasi atau sama sekali dilarang.

"Masing-masing pemain berbeda-beda, tergantung hasil pemeriksaan terhadap tiga komponen tadi," ujarnya.

Untuk mempermudah menjaga kebugaran saat liburan lebaran, Alfan mengatakan pihaknya memberikan buku panduan kepada setiap pemain untuk dibawa pulang.

Buku ini menjelaskan secara rinci makanan apa yang bersahabat untuk dimakan beserta jumlahnya dan makanan yang membahayakan bagi kebugarannya.

Termasuk jenis makanan alternatif berikut cara pengolahannya yang aman untuk dikonsumsi pemain. Diharapkan dengan buku ini para orangtua bisa lebih mudah menyajikan menu makanan sehat buat pemain.

"Buku ini bisa mempermudah mereka dalam mengkonsumsi makanan. Jadi tidak ragu lagi karena semuanya sudah dijelaskan di buku itu," ujarnya. 

Sabtu, 12 Juli 2014

Mereka di Balik Sukses Indra Sjafri dan Timnas U-19, dr Alfan Nur Asyhar (Dokter Timnas)

 bola.net

Bola.net -Meski baru bergabung Indra Sjafri saatbtraining center di Yogyakarta sebelum Piala AFF U-19 lalu, berbagai terobosan yang dilakukan dr Alfan Nur Asyhar cukup efektif bagi fisik skuat Garuda Jaya.

Publik Indonesia mulai bertanya-tanya dengan resep dari dokter satu ini saat final Piala AFF U-19. Kala itu, Indonesia masih terlihat perkasa di babak perpanjangan waktu. Sementara Vietnam satu persatu harus jatuh karena kram dan kelelahan.

Stamina memang menjadi sorot perhatian dr Alfan terutama yang disebabkan dehidrasi. Oleh karena itulah, ia tak mempermasalahkan dikenal cerewet dan terkadang harus beradu trik dengan anak-anak yang usianya jauh di bawahnya demi memerangi dehidrasi.

Dokter jebolan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta angkatan 2001 ini memang mengharamkan makanan pedas bagi Timnas U-19. Evan Dimas dkk yang dikenal cerdas tak mau kalah, berbagai cara dilakukan demi nikmatnya sambal dan cabai tersebut.

"Mereka suka menyembunyikan sambal di bagian bawah telur dadar. Ketahuan, kemudian saya sita dan awasi lagi. Besoknya, saya lihat telur mereka terlihat bersih dari sambal. Eh ternyata mereka sembunyikan potongan cabai kecil-kecil di balik telur itu," kenang dr Alfan sambil tertawa.

Selain makanan pedas, eks dokter Timnas senior di era Nil Maizar ini juga mencampurkan Oralit pada minuman Timnas U-19 demi menghindari dehidrasi. Siapa sangka, penggunaan oralit tersebut ternyata pengganti dari minuman isotonik kenamaan.

Meski lebih banyak engandung elektrolit, minuman tersebut tak lagi diberikan karena penggawa Garuda Jaya banyak yang diare usai meminumnya. "Ya maaf sebelummnya, mereka kan banyak dari daerah, mungkin tak terbiasa. Sebelum pertandingan mereka sakit perut," tuturnya.

Selain menjauhkan dehidrasi, Indra Sjafri sempat mengakui kalau terapi air (krioterapi) yang diberikan dr Alfan merupakan pencegahan cedera dan recovery yang cepat dari jadwal Timnas yang padat. Namun, dokter kelahiran Yogyakarta 17 September, 31 tahun lalu ini menolak kalau terjaganya stamina itu hasil kerjanya seorang. "Itu semua karena tingkat kepatuhan dan kedisiplinan tinggi anak-anak," tegasnya.

"Ilmu medis, Krioterapi, dan lain-lain yang saya terapkan ke tim Alhamdulilah didukung oleh kinerja official dan coach Indra yang memahami benar sport science. Itu mempermudah saya dalam tindakan preventif sebelum pengobatan yang komperehensif," tutupnya. 

Kamis, 03 Juli 2014

Timnas U-19: Masing-Masing Pemain Berbeda Asupan

 Fernando Randy

Harian Bola - Dokter timnas U-19, Alfan Nur Asyar, baru-baru ini meng­gelar tes urine para pemain. Sebanyak 23 persen dari 30 pemain Garuda Jaya mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) dan 77 persen sisanya berstatus normal.

“Kalau sudah dehidrasi, kami melakukan terapi untuk pemain agar mengonsumsi 4 liter air elektrolit dalam sehari. Nanti kami akan melakukan riset lagi saat di Kediri untuk menetapkan asupan gizi dan nutrisi. Masing-masing pemain pasti akan dibedakan,” ujar Alfan.

Diakui Alfan, tes ini merupakan kali pertama dilakukan di Indonesia. Pada prinsipnya kondisi tubuh masing-masing pemain berbeda, tidak bisa disamaratakan.

Pola makan M. Hargianto dkk. selama bulan Ramadhan juga dipantau. Para pemain tak diperkenankan mengonsumsi makanan terlalu banyak saat sahur atau buka puasa. Terutama makanan berlemak yang berpotensi membuat gerak motorik tubuh melambat.

“Intinya kami meng­ingin­kan pemain disiplin. Jangan sampai hanya karena karena alasan beribadah, apa yang sudah dibangun selama berbulan-bulan berantakan,” kata Alfan.

Senin, 30 Juni 2014

Sebanyak 23 Persen Pemain Timnas U-19 Dehidrasi dan Rentan Cedera


 Super ball / feri Setiawan




TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Dokter Tim Nasional U-19 dr Alfan Nur Asyar mengatakan sebanyak 23 persen dari 30 pemain Garuda Jaya mengalami dehidrasi (kurang cairan) dan 77 persen sisanya berstatus hidrasi normal.

Jumlah ini diketahui berdasarkan hasil tes urin seluruh pemain yang diambil malam hari, sehari sebelum bertanding. Status dehidrasi ini rentan menimbulkan masalah cedera bagi pemain di lapangan.

"Dehidrasi ini bisa berdampak pemain rentan cedera. Makanya kita terapi konsumsi air elektrolit bagi pemain dehidrasi," ujar dr Alfan Nur Asyar kepada Harian Super Ball, Minggu (29/6/2014).

Alfan menambahkan tes urin yang diambil dari seluruh pemain itu salah satunya mengetahui status hidrasi pemain. Status Hidrasi pemain normal itu jumlahnya 70 sampai 75 persen dari berat masa tubuh. Jika ditemukan kurang dari 2 persen dari jumlah itu maka dinyatakan terdehidrasi alias kekurangan cairan.

"Kalau sudah dehidrasi, kita terapi pemain untuk mengkonsumsi 4 liter air elektrolit dalam sehari," ujarnya.

Alfan mengatakan kendala dari terapi air ini masih banyak pemain yang tidak mengkonsumsi air sesuai anjuran. Sehingga tim medis mengambil langkah preventif dengan memberikan break time di tengah pertandingan.

"Break time menit ke 25 kemarin itu hanya langkah preventif saja. Untuk menghindari cedera. Ini memanfaatkan laga ujicoba," ujarnya.

Alfan menambahkan angka pemain dehidrasi ini relatif menurun dibanding di laga sebelumnya. Saat Timnas masih berada di Yogyakarta, pertama diterapkan pemeriksaan urin, kedapatan 50 persen pemain dehidrasi. Kemudian setelah melakoni pertandingan di Palembang menurun menjadi 30 persen.

"Kasusnya ada yang penderita lama, dan pendatang baru. Hanya kita terus fokus membenahi status hidrasi ini," ujarnya.

Senin, 09 Juni 2014

Makanan Timnas U-19 Juga Harus Dijaga



PADANG, PADANGTODAY.COM - Ada pemandangan menarik saat para pemain timnas U-19 menyantap jamuan makan Direksi PT Semen Padang di Wisma Indarung, Senin (9/6) malam.

Sebelum pemain timnas U-19 menikmati santap malam yang disiapkan, Tim Dokter Timnas U-19, Alfan Nur tampak sibuk memeriksa menu makanan yang disajikan. Satu per satu hidangan ditelitinya, sesekali dia bertanya kepada petugas katering. Tak lama, seluruh pemain pun dipersilakan menikmati hidangan malam yang telah tersedia.

"Pemain timnas U-19 nggak boleh makan sambal, saos, makanan yang digoreng, santan. Kadang-kadang kerupuk kita kasih, tapi pengolahannya di treatment, paling tidak setelah digoreng minyaknya harus bener-benar bersih, harus dikeringkan dulu," kata Alfan.

Untuk nasi, Alfan mengatakan ada hitungan kalorinya, yakni kurang lebih 4.000-4.500 kkal. Terkait minuman es, dia tidak terlalu mempermasalahkan asalkan airnya matang. (can)

Sabtu, 07 Juni 2014

TImnas U19 Beralih ke Pola Makan Diet


tribunnews.com


acehfootball.com ─  
Tim Nasional Indonesia U-19 meninggalkan pola makan prasmanan dan beralih ke diet makanan sesuai kebutuhan nutrisi pemain. Diet makan antarpemain saat istirahat, latihan dan bertanding berbeda-beda tergantung kebutuhan nutrisi tubuh masing-masing.

Hasil diet ini membuat performa pemain semakin meningkat, baik saat latihan dan juga bertanding.
“Ini program sports nutrition yang sudah diterapkan di negara maju. Jadi menu makanan yang diberikan berbeda sesuai kebutuhan nutrisi tubuh setiap pemain. Tidak lagi cara parasmanan seperti dulu,” ujar dokter Timnas U-19 dr Alfan Nur Asyhar kepada Harian Super Ball, Jumat (6/6/2014).

Alfan menjelaskan, program diet ini mengacu hasil riset nutrisi yang dilakukan timnas bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Program Diploma (Prodi) Gizi Kesehatan terkait Peningkatan kualitas kesehatan bidang nutrisi.

Dijelaskan Alfan, kebutuhan nutrisi pemain itu diukur dari komposisi tubuh atau somatotype, status hidrasi, profil urin dan pengukuran nutrisi yang masuk dan keluar.

Hasil pengukuran itu diketahui riwayat jumlah nutrisi pemain apakah kelebihan atau kekurangan. Seperti, jumlah karbohidrat, protein, kolesterol, serat dan asupan air.

Hasil ini yang membedakan porsi makanan dan menu makanan yang diberikan kepada setiap pemain untuk menurunkan kadar berlebih dan meningkatkan kekurangan.

Bukan hanya makanan, asupan air yang dikonsumsi pemain pun berbeda-beda.
“Jadi makanan atlet itu tidak bisa disamaratakan, semuanya sesuai kebutuhan nutrisi. Hasilnya mereka mengaku lebih bugar dan performanya meningkat,” ujarnya. (tribunnews)

Rabu, 14 Mei 2014

Tiga Pemain Timnas U-19 Cedera Saat Latihan


Liputan6.com, Yogyakarta: Latihan perdana Timnas Indonesia U-19 diwarnai sejumlah pemain yang cedera di Stadion UNY Yogyakarta, Selasa ((13/05/2014). Ada tiga pemain yang akhirnya tidak bisa mengikuti latihan fisik yaitu Yabes Roni Malaifani, Dimas Drajad dan Eriyanto.

Ketiga pemain terlihat kesakitan dan harus dibantu official keluar lapangan. Tampak paha ketiga pemain diberi es yang dibalut plastik. Kedua pemain Yabes dan Roni harus dibawa ke hotel terlebih dahulu menggunakan mobil.

Pemain belakang timnas Eriyanto menyusul tak berapa lama, meskipun 26 pemain lainnya masih berlatih di sisi lapangan. Dokter timnas Alfan Nur mengatakan ketiga pemain mengalami cedera hamstring saat latihan sore ini. "Ya ini mereka cidera hamstring. Tadi pas lari kenanya," kata Alfan usai latihan.

Alfan belum mengetahui seberapa parah cedera yang dialami ketiga pemain itu. "Belum tahu, nanti kita cek lagi," ujarnya.

Total 29 pemain sebelumnya, telah mengikuti latihan fisik di sisi pinggir lapangan UNY. Pemain di haruskan berlari melalui titik-titik yang trlah ditentukan dengan jarak total lintasan lari 30 meter.
(Ulul Azmi) 

Liputan6.com, Yogyakarta: Latihan perdana Timnas Indonesia U-19 diwarnai sejumlah pemain yang cedera di Stadion UNY Yogyakarta, Selasa ((13/05/2014). Ada tiga pemain yang akhirnya tidak bisa mengikuti latihan fisik yaitu Yabes Roni Malaifani, Dimas Drajad dan Eriyanto.
Ketiga pemain terlihat kesakitan dan harus dibantu official keluar lapangan. Tampak paha ketiga pemain diberi es yang dibalut plastik. Kedua pemain Yabes dan Roni harus dibawa ke hotel terlebih dahulu menggunakan mobil.
Pemain belakang timnas Eriyanto menyusul tak berapa lama, meskipun 26 pemain lainnya masih berlatih di sisi lapangan. Dokter timnas Alfan Nur mengatakan ketiga pemain mengalami cedera hamstring saat latihan sore ini. "Ya ini mereka cidera hamstring. Tadi pas lari kenanya," kata Alfan usai latihan.
Alfan belum mengetahui seberapa parah cedera yang dialami ketiga pemain itu. "Belum tahu, nanti kita cek lagi," ujarnya.

Total 29 pemain sebelumnya, telah mengikuti latihan fisik di sisi pinggir lapangan UNY. Pemain di haruskan berlari melalui titik-titik yang trlah ditentukan dengan jarak total lintasan lari 30 meter.
(Ulul Azmi) ; - See more at: http://bola.liputan6.com/read/2049885/tiga-pemain-timnas-u-19-cedera-saat-latihan#sthash.OPfpD6xC.dpuf
Liputan6.com, Yogyakarta: Latihan perdana Timnas Indonesia U-19 diwarnai sejumlah pemain yang cedera di Stadion UNY Yogyakarta, Selasa ((13/05/2014). Ada tiga pemain yang akhirnya tidak bisa mengikuti latihan fisik yaitu Yabes Roni Malaifani, Dimas Drajad dan Eriyanto.
Ketiga pemain terlihat kesakitan dan harus dibantu official keluar lapangan. Tampak paha ketiga pemain diberi es yang dibalut plastik. Kedua pemain Yabes dan Roni harus dibawa ke hotel terlebih dahulu menggunakan mobil.
Pemain belakang timnas Eriyanto menyusul tak berapa lama, meskipun 26 pemain lainnya masih berlatih di sisi lapangan. Dokter timnas Alfan Nur mengatakan ketiga pemain mengalami cedera hamstring saat latihan sore ini. "Ya ini mereka cidera hamstring. Tadi pas lari kenanya," kata Alfan usai latihan.
Alfan belum mengetahui seberapa parah cedera yang dialami ketiga pemain itu. "Belum tahu, nanti kita cek lagi," ujarnya.

Total 29 pemain sebelumnya, telah mengikuti latihan fisik di sisi pinggir lapangan UNY. Pemain di haruskan berlari melalui titik-titik yang trlah ditentukan dengan jarak total lintasan lari 30 meter.
(Ulul Azmi) ; - See more at: http://bola.liputan6.com/read/2049885/tiga-pemain-timnas-u-19-cedera-saat-latihan#sthash.OPfpD6xC.dpuf

Kamis, 27 Maret 2014

Dokter Timnas U-19 Ungkap Rahasia Tim Agar Tetap Bugar




VIVAbola - Dokter Timnas Indonesia U-19, Alfan Nur Asyar mengungkapkan rahasia agar tim tetap bugar pada saat pemusatan latihan. Kebugaran memang menjadi hal yang sangat penting jelang serangkaian uji coba di Timur Tengah.

"Kuncinya itu pada anak-anak sendiri. Mereka harus tertib sesuai dengan aturan dan program yang ada dijalankan," kata dr Alfan Nur Asyhar kepada VIVAbola, Kamis 26 Maret 2014

Menurutnya, resep agar para pemain Timnas U-19 tetap bugar dan selalu sehat  adalah makan dengan kebutuhan gizi yang terpenuhi serta proes pemulihan yang bagus.

"Tidur tepat waktu, krio terapy dengan berendam di air es setelah juga diterapkan. Anak-anak juga tahu bahwa hal tersebut adalah kebutuhannya sendiri," jelasnya.

Di waktu yang sangat ketat, ada satu jam atau dua jam waktu longgar yang dapat dimanfaatkan oleh Evan Dimas Cs. Namun, sebagian besar memilih waktu selang tersebut untuk istrirahat di kamar atau justru tidur.

"Misalnya waktu makan malam pukul 19.00 WIB hingga saatnya tidur pukul 21.00 WIB terdapat waktu senggang sekitar 1 jam. Waktu itu biasanya digunakan untuk membeli beberapa keperluan pribadi. Itupun terkadang kita mengecek barang bawaan yang dibawa oleh pemain dari luar hotel," paparnya.

Untuk masalah gizi, tim dokter Timnas U-19 sudah memberikan resep makanan yang harus disiapkan oleh pihak hotel. Untuk makanan pemain tidak boleh makan makanan yang digoreng, sambal dan santan.

"Kalau minum air es masih boleh asal esnya berasal dari air yang sudah matang. Tidak masalah," ucap Alfan.

Minggu, 16 Maret 2014

Pemain Timnas U-19 tak Boleh Makan Sambal


TENGGARONG, tribunkaltim.co.id - Skuad Timnas U-19 dijamu makan malam di Pendopo Bupati Kukar, Sabtu (15/3) malam. Mereka akan bertanding dengan Mitra Kukar U-21 pada Senin (17/3) di Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang. 

Sebelum pemain timnas U-19 menikmati santap malam yang disiapkan, Tim Dokter Timnas U-19, Alfan Nur tampak sibuk memeriksa menu makanan yang disajikan. Satu per satu hidangan ditelitinya, sesekali dia bertanya kepada petugas katering. Tak lama, seluruh pemain pun dipersilakan menikmati hidangan malam yang telah tersedia.

"Pemain timnas U-19 nggak boleh makan sambal, saos, makanan yang digoreng, santan. Kadang-kadang kerupuk kita kasih, tapi pengolahannya di-treatment, paling tidak setelah digoreng minyaknya harus bener-benar bersih, harus  dikeringkan dulu," kata Alfan kepada Tribunkaltim.co.id. 
Untuk nasi, Alfan mengatakan ada hitungan kalorinya, yakni kurang lebih 4.000-4.500 kkal. Terkait minuman es, dia tidak terlalu mempermasalahkan asalkan airnya matang. Ditanya apakah cocok menu makan malam yang disajikan panitia, Alfan tertawa dan buru-buru kabur lantaran bis yang membawa rombongan siap berangkat.

Sabtu, 01 Maret 2014

Asupan Gizi di Balik Kunci Sukses Timnas U-19


Liputan6.com, Malang Dokter Timnas Indonesia U-19, dr Alfan Nur mengungkap resep menjaga kebugaran seluruh pemain, baik selama, sebelum, dan sesudah pertandingan. Cara yang dilakukan Alfan terbilang sederhana dan mudah dilakukan.

Selama pertandingan, dia menambahkan cairan elektrolit ke air mineral. Menurut Alfan, strategi itu sudah dilakukan selama menjadi dokter Timnas U-19 dan terbukti efektif mengembalikan energi pemain yang terkuras selama laga. Dia menuangkan serbuk cairan elektrolit ke minuman sebelum pertandingan.

"Elektrolit itu untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena pemain berkeringat. Biasanya, saya menambahkan elektrolit yang masih berbentuk serbuk ke air mineral atau alternatif lain, langsung memberikan minuman elektrolit," ungkap Alfan kepada Liputan6.com di Hotel Agrowisata, Batu, Jumat (28/2/2014).
Selain menambahkan cairan elektrolit, Alfan juga memberikan makanan tambahan kepada pemain ketika menghadapi pertandingan."Sebelum pertandingan, saya memberikan coklat untuk pemain. Ini bertujuan sebagai cadangan energi karena coklat mengandung karbohidrat. Kami juga memberikan pisang guna menambah tenaga," ulas Alfan. "Gizi yang menunjang juga ikut menentukan sukses Timnas U-19," tegasnya.
Sementara itu, mengenai makanan selama latihan, Alfan memprioritaskan menyajikan makanan berkarbohidrat dan berprotein tinggi kepada pemain sebagai sumber utama energi. Karena itu, Alfan meminta pihak Hotel memasak menu utama berupa tahu tempe, variasi makanan dari jagung, ditambah Ayam atau Ikan serta menggunakan nasi merah. Tidak ketinggalan sayur-mayur plus buahan-buahan yang banyak mengandung air seperti Semangka dan Melon.

Agar asupan gizi pemain Timnas U-19 lebih optimal, Alfan memberikan suplemen penambah darah untuk mencegah pemain terkena anemia (kekurangan sel darah) serta multivitamin untuk otot dan syaraf.
"Di dalam sel darah merah itu terdapat Hemoglobin (HB). HB ini membawa oksigen dan mengirim ke seluruh tubuh. Ketika anemia HB turun, otomatis oksigen yang dikirim ke otak berkurang. Padahal pemain harus berpikir cepat saat pertandingan."

Dia juga pihak Hotel meminta makanan dimasak dengan cara direbus daripada digoreng. "Kalau digoreng membuat gizi yang terkandung dalam makanan akan menghilang. Soal cita rasa kami serahkan ke Hotel," ujar dokter jebolan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu.

Mengenai makanan selama melakoni Tur Nusantara,Timnas U-19, Alfan mengakui mulai menemui kendala karena berpindah-pindah lokasi. "Sering kami menjumpai menu makanan tidak sesuai dengan harapan kami. Ini terjadi karena kurangnya komunikasi dengan pihak Hotel."

Jumat, 14 Februari 2014

Timnas U-19 Siap Tempur Hadapi PSIS


Liputan6.com, Semarang : Tim Nasional U-19 Indonesia dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi PSIS Semarang, Jumat(14/2/2014) malam WIB. Semua pemain dapat diturunkan oleh pelatih Indra Sjafri.

"Alhamdulillah semua pemain dalam kondisi fit dan siap dimainkan. Sekarang tergantung pilihan pelatih siapa yang akan main," kata dokter timnas U-19 Alfan Nur Azhar saat ditemui Liputan6.com.

Pagi ini timnas hanya berlatih ringan di dekat tempat mereka menginap. Para pemain melakukan latihan menggunakan bola kecil.

Meski hanya latihan ringan, suasana sangat meriah. Warga sekitar antusias menyaksikan idola baru mereka latihan. Dari remaja putri hingga bapak-bapak berebut untuk bisa foto bareng pemain timnas.

Selepas berlatih ringan, Evan Dimas dan kawan-kawan melakukan terapi dengan berendam di kolam berisi es. Selanjutnya mereka berendam di air hangat. (Jnp)

Senin, 03 Februari 2014

Dokter Timnas U-19: Semua Pemain Siap Tempur di Laga Uji Coba

 TRIBUNNEWS.COM - Dokter Timnas Indonesia U-19 Alfan Nur Asyhar memastikan seluruh pemain skuad Garuda Jaya siap diturunkan dalam laga uji coba perdana Tur Nusantara melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (3/2/2014).
Kebugaran pemain menjadi hal penting dalam uji coba. Apalagi, ke-29 pemain tengah menjalani masa seleksi. Fisik prima bakal menunjang permainan di atas lapangan. Jika tidak fit, otomatis pemain tidak bisa mengeluarkan seluruh potensinya.
"Alhamdulillah, kondisi pemain prima sehingga mereka siap tampil 100 persen. Tidak ada yang mengeluh sakit," kata Alfan kepada Super Ball.
Uji coba merupakan salah satu parameter untuk mengukur kualitas pemain sebelum tim pelatih menentukan skuad inti menjelang putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober mendatang.
Di masa persiapan, ada beberapa pemain mengeluh sakit dan sempat menjalani fisioterapi di Klinik STIKES Yogyakarta. Mereka adalah Muchlis Hadi Ning Syaifullah (nyeri tangan kiri), Dinan Yahdian Javier (nyeri di tulang punggung kaki kanan), Muhammad Hargianto (punggung kaki kanan), Muhammad Sahrul Kurniawan (belakang bokong hingga ke paha), Eriyanto (otot lutut), dan Ilham Udin Armaiyn.
Khusus cedera Ilham, merupakan efek terjatuh ketika menjalani pelatnas tahap pertama di Batu, Jawa Timur. Untuk lari jarak pendek dan tendangan tidak ada masalah. Hanya ketika proses membalikan badan, masih mengalami nyeri di engkel.
Bek tengah Ryuji Utomo Prabowo siap membuktikan diri. Dia tidak sabar tampil bersama tim. Menyoal persaingan ia menyebut, "Kalau dibilang berat ya sudah pasti. Banyak saingannya. Tapi itu justru memacu saya untuk terus mengerahkan kemampuan. Saya selalu siap bersaing demi Indonesia."
Kiper timnas Indonesia Moch Diky Indrayana juga termotivasi membuktikan diri. Diky merupakan pemain paling baru di dalam tim. Dia baru bergabung usai mengikuti seleksi di Batu, Desember lalu. 

Kamis, 30 Januari 2014

Dokter Timnas U-19: Saya Ingin Pemain dalam Kondisi 100 Persen


TRIBUNNEWS.COM - Beban target yang diberikan kepada timnas U-19 tidak ringan.
PSSI dan masyarakat sangat mengharapkan Evan Dimas dan kawan-kawan bisa lolos ke putaran final Piala Dunia. Melihat beban ini, dokter timnas Indonesia U-19 Alfan Nur Asyhar secara pribadi ingin seluruh pemainnya dalam kondisi 100 persen.
Alasan itulah yang mendasari dirinya membawa enam pemain yaitu Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, Dinan Yahdian Javier, Muhammad Hargianto, Ilham Udin Armaiyn, Muhammad Sahrul, dan Eriyanto, mendatangi klinik STIKES Aisyiyah, yang bekerja sama dalam merawat atlet timnas U-19, belum lama ini.
Mereka tidak mengalami cedera parah. Tetapi, terapi dilakukan sebagai upaya pencegahan.
"Semua masih bisa ikut latihan. Tetapi, enam pemain ini ada sedikit keluhan. Nah, saya inginnya mereka dalam kondisi 100 persen. Jadi mulai dicoba untuk ke klinik fisioterapi. Selanjutnya akan dilihat perkembangan masing-masing pemain," tutur Alfan.
Kehadiran enam pemain itu sekaligus menandai bentuk kerja sama. Fisioterapis di klinik STIKES Aisyiyah membantu mem-fisioterapi selama di Yogyakarta. Kerja sama dilakukan karena alat yang diajukan belum turun.