Tampilkan postingan dengan label Hassanal Bolkiah Trophy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hassanal Bolkiah Trophy. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

Indra Sjafri Tidak Mau Mengingat Momen di HBT

Liputan6.com, Yogyakarta - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, meminta semua pihak tidak lagi membahas hasil turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) di Brunei Darussalam lalu. Di turnamen itu, skuat Garuda Jaya tidak mampu berbicara banyak.

"Saya dalam kesempatan ini meminta media tidak mengungkit lagi. Apa yang sudah terjadi di HBT, biarkan jadi pelajaran kami dan kita semua untuk membangun tim ini di Piala Asia nanti," kata Indra di area latihan Universitas Negeri Yogyakarta, Senin (25/8/2014)

Kini, Evan Dimas Cs tengah menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta sekaligus mengikuti ospek di Universitas Negeri Yogyakarta. Indra pun membeberkan alasannya berlatih di Yogya.

"Yogya adalah kota yang damai. Mengenai berapa lama, tergantung Badan Tim Nasional, kami akan membahas mengenai kapan berangkat ke Jakarta."

Timnas U-19 ini memang tengah dipersiapkan untuk Piala Asia U-19 di Myanmar pada Oktober mendatang. Sejumlah pemusatan latihan dan laga uji coba sudah mereka jalani.

Hasil di HBT memang kurang memuaskan. Timnas U-19 hanya mengemas satu kemenangan atas Singapura, imbang lawan Malaysia, dan menelan tiga kekalahan masing-masing dari Brunei Darussalam, Kamboja, Vietnam.

Rabu, 20 Agustus 2014

Muchlis Sebut Kegagalan di HBT Tak Pengaruhi Hasrat Timnas U-19 di Piala Asia


Sportsatu.com - Semangat timnas U-19 Indonesia untuk mencapai target di Piala Asia U-19 di Myanmar, 9-23 Oktober 2014, masih ada. Hal ini ditegaskan oleh striker Muchlis Hadi Ning Syaifulloh.

Kegagalan di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014 disebutnya tak mengganggu. Timnas U-19 meraih tiga kekalahan, satu hasil imbang, dan satu kemenangan.

Hasil itu membuat Indonesia harus pulang lebih cepat dibanding empat negara Myanmar, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, yang lolos dan tampil di semifinal.

Muchlis mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk masuk empat besar. Posisi di empat besar Piala Asia U-19 akan membuat timnas U-19 mendapat tiket tampil di Piala Dunia U-20 pada 2015.

"Dari turnamen tersebut, kami mengetahui di mana letak kekurangan dan kelebihan. Meski gagal, kami tetap semangat karena target yaitu lolos ke Piala Dunia," kata Muchlis Hadi Ning.

Pernyataan ini disampaikannya setelah tiba Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Rabu (20/8). Para pemain timnas U-19 akan diberikan libur selama tiga sebelum kembali menggelar pemusatan latihan lagi sebagai lanjutan persiapan Piala Asia U-19.

Djohar Arifin: Hasil di Brunei Bukan Segalanya

Superball / Feri Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin menyatakan hasil yang diperoleh Timnas U-19 pada turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014 di Brunei Darussalam bukanlah segalanya. Ia menuturkan, kegagalan tim asuhan Indra Syafri ini justru membawa hikmah.

"Hasil di Brunei bukanlah segalanya. Ini bagian dari latihan. Hikmahnya, kami jadi tahu mana yang harus dibenahi," ujarnya saat menyambut kedatangan Evan Dimas dan kawan-kawan di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (20/8/2014).

Tampil menawan pada laga-laga pemanasan sebelumnya, Timnas U-19 di luar dugaan tampil mengecewakan melawan kesebelasan-kesebelasan negara tetangga. Mereka hanya mampu mengoleksi empat pon dalam lima pertandingan.

Timnas U-19 kalah tiga kali dengan skor telak 1-3, masing-masing dari Brunei, Vietnam, dan Kamboja. Poin mereka dapatkan dari hasil seri tanpa gol saat kontra Malaysia dan menang 6-0 atas Singapura.

Djohar mengatakan, hasil ini akan segera dievaluasi Badan Tim Nasional (BTN) melalui forum High Performance Unit (HPU).

"Nanti akan dievaluasi BTN dengan tim pelatih, untuk menyiapkan program. Kami masih memiliki waktu memperbaiki tim selama satu setengah bulan," ucapnya.

Terungkap, Alasan Timnas U-19 Gagal Maksimal di HBT



 MEDIA INDONESIA/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Timnas Indonesia U-19 tampil jeblok pada ajang Hassanal Bolkiah Trophy 2014. Publik pun tentunya ingin tahu apa yang jadi penyebab anak-anak Garuda Jaya tampil melempem.

Indonesia U-19 yang berstatus penguasa di Asia Tenggara usai menjuarai Piala AFF U-19 tahun lalu, tampil buruk di HBT 2014 yang digelar di Brunei Darussalam.

Indonesia langsung tersingkir di fase grup setelah menelan tiga kekalahan (dari Brunei, Vietnam dan Kamboja), dan hanya sekali menang (lawan Singapura). Sementara satu laga lain melawan Malaysia berakhir imbang 0-0.

Kekalahan dari Brunei dan Kamboja yang notabene levelnya di bawah Indonesia, tentunya membuat publik bertanya-tanya. Hal itulah yang kemudian ditanyakan awak media kepada salah satu penggawa Timnas U-19, Maldini Pali saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta bersama rombongan Timnas U-19 dari Brunei.

"Kurang tahu, faktor kelelahan mungkin," jawab Maldini singkat.

Jawaban yang dilontarkan Maldini memang cukup masuk akal. Pasalnya, sebelum tampil di HBT, Timnas U-19 harus melakoni rangkaian laga uji coba bertajuk tur Nusantara.

Selain itu, faktor persiapan juga diakui kurang, karena pada awalnya Timnas U-19 dijadwalkan untuk berlaga di COTIF Cup di Valencia, bukan turun di HBT melawan tim-tim dari kawasan Asia Tenggara yang turun dengan materi para pemain U-21.

"Yaa.. kurang sih," celetuk Maldini saat ditanya soal persiapan timnya jelang tampil di HBT.

Meski gagal di HBT, Maldini enggan larut dalam kekecewaan. Pasalnya, ada berkah yang bisa mereka bisa petik dibalik pengalaman pahit ini.

"Dengan keikutsertaan kami, kami mendapatkan banyak pelajaran dari sana," tandasnya. (Satria Putra)
(Acf)


PSSI Menilai Kekalahan Timnas U-19 di Brunai Positif

JAKARTA (Pos Kota)- Kapten Timnas U-19 Evan Dimas Darmono mengakui, ada pengaruh psikologis teman-temannya akibat gagal tampil di Valencia. “Yah, kita kan udah persiapkan, tiba-tiba berubah,” ungkapnya saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (20/8).

Meski gagal di turnamaen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014, Brunei Darussalam, Garuda Jaya disambut meriah. Dari Kemenpora, Deputy Peningkatan Prestasi Olahraga (IV) Joko Pekik Irianto bersama Ketua Umum PSSI Djohar Arifin menyambutnya. Warga yang berada di sekitar Bandara siang itu, ikut meramaikan.

“Saya siap memberikan laporan sebanyak 200 halaman, sejak awal persiapan hingga di Brunei,” kata pelatih Indra Sjafri. Menurutnya, evaluasi tim High Performance Unit (HPU) BTN PSSI bukanlah pengadilan. Dikatakan, itu memang keharusan untuk dievaluasi menyeluruh.

Dikatakannya, dia telah menyiapkan banyak laporan, mulai dari nutrisi, pskologis dan lain-lain. “Saya gembira, Kemenpora masih menyambut kita,” katanya. Menurut Indra, tak ada masalah dengan para pemainnya.

Sementara itu Djohar Arifin menilai, Kekalahan di HBT justru bagus untuk dievaluasi. “Kita menjadi korektif untuk kesalahan yang ada,” katanya. Ditambahkan Joko Pekik, dirinya tetap optimis Timnas U-19 bisa lolos ke-empat besar Piala AFC U-19 di Myanmar, untuk lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru tahun 2015.

Babak Belur di Brunei, Timnas U-19 Tetap Disambut Meriah

Republika / Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas Indonesia U-19 tiba di Bandara Soekarno Hatta Jakarta pada Rabu (20/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Meski meraih hasil kurang maksimal di Piala Hassanal Bolkiah, Brunei Darussalam, sambutan yang diberikan masyarakat cukup tinggi. Terbukti, saat keluar bandara langsung sambut dengan meraih.

Tidak ketinggalan, sambutan langsung juga dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam hal ini diwakili oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Joko Pekik Irianto. Dalam rombongan juga terlihat Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Sekretaris BTN Sefdin Syaifudin.

"Evaluasi memang harus dilaksanakan secepatnya. Kami optimistis mereka akan secepatnya bangkit. Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi Piala Asia 2014," kata Joko Pekik di sela penjemputan.

Menurut dia, target masuk semifinal dan lolos Piala Dunia U-20 hingga saat ini tidak berubah. Untuk itu semuanya harus mendapatkan dukungan penuh agar apa yang diharapkan masyarakat Indonesia bisa terpenuhi.

Selama di Brunei, Evan Dimas dan kawan-kawan meraih hasil buruk. Mereka hanya menang sekali atas Singapura dengan skor 6-0, dan sisanya menelan kekalahan tiga kali, serta sekali meraih imbang.

Selasa, 19 Agustus 2014

Indra Sjafri Minta Maaf kepada Pendukung Timnas U-19 di Brunei

Pelatih timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, meminta maaf kepada pendukung skuad Garuda Jaya di Brunei Darussalam. Permintaan maaf disampaikan berkaitan dengan hasil yang diperoleh anak asuhnya di penyisihan Grup B Hassanal Bolkiah Trophy 2014.

Dalam lima pertandingan, Evan Dimas dkk. hanya sekali meraih kemenangan. Itu pun atas penguhuni dasar klasemen Grup B, Singapura U-21. Satu laga lain melawan Malaysia berakhir imbang, sementara tiga lain masing-masing melawan Brunei, Vietnam, dan Kamboja, berkesudahan dengan kekalahan.

Hasil itu membuat Indonesia harus pulang. Vietnam U-19 dan Malaysia mewakili Grup B tampil di semifinal setelah meraih tiga kemenangan, satu hasil seri, dan sekali kalah.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada HBT dan maaf kepada masyarakat Indonesia di Brunei. Pemain tidak memberikan yang terbaik, menurut mereka. Tapi, saya bersyukur tim bergerak maju," jelas Indra Sjafri.

"Kami belum pernah kalah di Indonesia dalam 35 pertandingan. Tapi, buat saya sebagai pelatih muda, menang atau kalah dan apapun situasinya, itu bagian yang harus dilewati sebagai pemain," tambahnya.

Permintaan yang disampaikan ini tentu bukan tanpa sebab. Selama berkiprah di penyisihan Grup B, Garuda Jaya selalu mendapat dukungan dari masyarakat di Brunei. (ggintersport.com)

Indra Sjafri: Timnas U-19 Petik Banyak Pelajaran dari HBT

Bandar Seri Begawan - Tim nasional Indonesia U-19 gagal total saat berlaga di turnamen Hassanal Bolkiah Thropy (HBT) 2014. Sang pelatih, Indra Sjafri, menilai bahwa skuat 'Garuda Muda' memetik banyak pelajaran.

Bersaing di Grup B ajang HBT, timnas U-19 cuma bisa mengumpulkan empat poin dari lima kali pertandingan. Mereka mengawali kiprah di turnamen yang berlangsung di Bandar Seri Begawan dengan satu hasil imbang melawan Malaysia.

Setelah itu, Evan Dimas dkk. menelan kekalahan ketika berhadapan dengan Brunei Darussalam, Vietnam, dan juga Kamboja.

Dalam laga terakhir melawan Singapura yang tinggal formalitas, Senin (18/8/2014) sore kemarin, timnas U-19 bisa bangkit dengan memetik kemenangan enam gol tanpa balas.

Soal kegagalan timnas U-19 melaju jauh di HBT, Indra Sjafri mempunyai komentar. Dia juga berujar akan segera melakukan perbaikan.

"Pemain dalam performanya, dan bisa mencetak gol di pertandingan kelima," ucap Indra seperti dikutip di Brunei Times.

"Tapi yang jelas kami mendapatkan banyak pelajaran dari HBT. Seluruh tim termasuk Indonesia juga mendapatkan pengalaman dari segi mental."

"Begitu juga dengan moral kami. Bagaimana kami bisa keluar dari tekanan dari kekalahan sebelumnya. Tentunya sebagai pelatih, hal itu yang akan kami perbaiki dan kami akan melanjutkannya di Jakarta."

"Bagi saya sebagai pelatih muda, menang kalah atau apapun situasinya, ini adalah bagian dari kami sebagai pemain. Saya ingin sampaikan ucapan terima kasih kepada HBT, dan meminta maaf kepada warga Indonesia di Brunei. Mereka menilai pemain tidak memberikan yang terbaik. Tapi bagi saya kami bersyukur bisa melangkah untuk lebih maju," tambahnya. (detik.com)

Senin, 18 Agustus 2014

Ini Rahasia Kemenangan Telak Timnas U-19 Atas Singapura U-21

foto jpnn.com

BANDAR SERI BEGAWAN - Timnas Indonesia U-19 menutup rangkaian pertandingannya di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014 dengan kemenangan telak 6-0 atas Singapura U-21 di Hassanal Bolkiah National Stadium, Bandar Seri Begawan, Senin (18/8) sore.

Striker Dimas Drajat menjadi bintang lapangan dengan memborong empat gol. Dua gol lainnya diciptakan Ilham Udin Armaiyn dan Paulo Oktavianus Sitanggang.

Tim pelatih Indonesia U-19 menyambut baik kemenangan ini. Meski tidak membuat Evan Dimas Dkk melaju ke babak semifinal, namun kemenangan dengan setengah lusin gol itu mengangkat moral pemain.

"Alhamdulillah. Kemenangan ini penting untuk mengembalikan moral pemain,” kata Pelatih mental timnas U-19, Guntur Cahyo Utomo di official Twitter Timnas U-19, usai pertandingan.

Di empat laga sebelumnya, Indonesia U-19 hanya meraih sekali imbang dan tiga kekalahan secara beruntun. Namun di pertandingan ini, kata Guntur, anak asuhnya bermain lebih rileks dibanding pertandingan sebelumnya.

"Sebelum pertandingan, kami hanya bilang ke pemain untuk kembali menikmati main sepakbola dan gembira saat masuk lapangan," ungkap Guntur. (abu/jpnn)

Ahmad Bustomi: Kekalahan Jadi Tamparan Yang Bagus Untuk Timnas Indonesia U-19

Goal.com - Menjelang Piala Asia U-19 di Myanmar pada Oktober mendatang, tim nasional Indonesia U-19 malah terkesan mengalami penurunan performa yang membuat masyarakat jadi meragu.

Itu terlihat dari serangkaian hasil buruk tim asuhan pelatih Indra Sjafri di ajang Hassanal Bolkiah Trophy kelima yang digelar di Brunei Darussalam. Di mana dari empat penampilan, Garuda Jaya hanya meraih hasil sekali imbang dan sisanya kekalahan.

Namun gelandang timnas Indonesia Ahmad Bustomi menilai, bahwa hasil tersebut adalah 'tamparan' yang positif untuk berbenah sebeluma Piala Asia dihelat. Karena tujuan Evan Dimas dan kawan-kawan bukanlah menjadi juara di HBT.

"Menurut saya pribadi dengan banyak hasil yang mengecewakan mungkin membuat masyarakat kecewa. Tapi menurut saya positif karena tujuan mereka bukan di situ, tapi nanti waktu di Myanmar," ungkap gelandang Arema Cronus itu ketika ditemui di Jakarta.

"Jadi mungkin kekalahan kemarin menjadikan tamparan untuk mereka dan jadi introspeksi untuk tujuan mereka nanti di Myanmar," tambahnya.

Pemain yang sedang dalam pemulihan cedera itu juga mengimbau masyarakat untuk tetap mendukung penuh Indonesia U-19. Yang mana kata Bustomi, mereka masih muda dan tak seharusnya dikritik terlalu tajam.

"Jadi kekalahan mereka bukan untuk dikritik secara tajam karena mereka masih muda dan mereka masih berkembang, juga mereka butuh dukungan kita," tandasnya.

HASIL POLLING: Kegagalan Timnas Indonesia U-19 Dinilai Karena Taktik Yang Monoton

Goal / Abi Yazid

Goal.com - Timnas Indonesia U-19 dipastikan gagal total di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014 di Brunei Darussalam. Menyusul, dari empat laga yang telah dijalani, mereka hanya bisa menuai hasil satu kali imbang dan menderita tiga kekalahan. Memang, masih ada satu laga lagi melawan Singapura U-21, petang ini. Tapi itu sudah tidak menentukan lagi, lantaran kedua tim sudah dipastikan tersingkir.

Tentu saja, banyak masyarakat pecinta sepakbola tanah air yang merasa kecewa dengan pencapaian tersebut. Meski, pelatih Indonesia U-19, Indra Sjafri, sudah mengatakan sejak sebelum turnamen bahwa ajang tersebut bukanlah target utama timnya. Melainkan hanya dijadikan sebagai ajang uji coba seperti yang pernah dilakukan sebelumnya untuk Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, Oktober nanti.

Namun begitu, melihat performa buruk yang ditampilkan Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan di turnamen itu, setidaknya membuat masyarakat Indonesia was-was apakah tim Garuda Jaya bisa berbicara banyak di Piala Asia U-19 nanti. Pasalnya, lawan yang akan dihadapi kemungkinan besar akan jauh lebih berat daripada turnamen HBT. Kendati dari segi usia mayoritas tim di HBT menurunkan skuat U-21 mereka.

Lantas, apa yang membuat penampilan Indonesia U-19 begitu buruk di HBT? Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan dalam lima hari terakhir, mayoritas pembaca Goal Indonesia memilih taktik yang monoton adalah penyebab dari kegagalan Indonesia U-19 di ajang itu.

Rasanya cukup beralasan. Mengingat, Indra selalu terpaku dengan pakem 4-3-3 yang begitu diandalkannya. Tak terlihat skema alternatif yang digunakan oleh Indra dalam turnamen itu, meski beberapa kali terlihat melakukan perubahan komposisi pemain.

Tercatat, ada 1965 pemilih dari 4917 responden yang memilih taktik yang monoton adalah penyebab kegagalan dari Indonesia U-19. Selain itu, di urutan kedua pembaca Goal Indonesia mengatakan kegagalan itu disebabkan performa pemain yang menurun (984 pemilih). 

Di samping itu, ada pula yang mengatakan karena beban ekspektasi tinggi masyarakat (949 pemilih), serta tur Nusantara yang menguras energi dan konsentrasi (786 pemilih). Sedangkan yang memilih karena faktor kedalaman skuat dan materi pemain sebanyak 233 pemilih.

Mau tidak mau, di sisa waktu yang ada Indra harus segera membenahi seluruh elemen di dalam timnya. Mengingat, target yang dibebankan kepada mereka begitu tinggi, yakni minimal menembus empat besar Piala Asia agar mendapatkan tiket lolos ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru.
 

Tampil Buruk di Brunei, Ini Masukan untuk Timnas U-19

 
 
Jakarta - Harapan tinggi yang selalu disandarkan kepada Timnas U-19 untuk sementara tak tercapai. Mereka tampil buruk di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy di Brunei Darussalam.

Walaupun menyisakan satu pertandingan di grupnya, Evan Dimas dkk. sudah masuk kotak dan gagal lolos ke semifinal. Dari empat laga sebelumnya mereka hanya seri satu kali, tapi kalah sampai tiga kali, termasuk dari negara yang dianggap masih di bawah Indonesia: Brunei dan Kamboja.

Banyak kritik mengarah ke sosok pelatih Indra Sjafri yang disebut-sebut "kaku" secara taktik dan sejumlah pernyataannya dianggap "jemawa". Beredar isu pula bahwa posisinya terancam.

Begitu pula dengan PSSI dan Badan Tim nasional yang dipandang terlalu mengekploitisir timnas U-19 sebagai sebuah komoditas. Bahkan keikutsertaan timnas U-19 di turnamen HBT disayangkan banyak kalangan karena sebelumnya tim tersebut sudah dijadwalkan mengikuti turnamen di Valencia, Spanyol.

Ketua Umum Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) Taufik Jursal Effendi memberi enam poin masukan terkait situasi Timnas U-19 saat ini. Yang pertama, katanya, PSSI/BTN jangan mengubah-ubah program yang sudah dirancang secara mendadak.

Yang kedua, "Garuda Muda" perlu memiliki tim Public Relation (PR) yang handal untuk menangani terutama ekspos pemberitaan timnas U-19 oleh media massa.

Yang ketiga, kata Taufik, BTN perlu didampingi oleh sebuah tim Technical Study Group (TSG) yang terdiri dari minimal 5 orang, termasuk mantan-mantan pemain, yang saat ini memegang lisensi B level AFC (Asia).

"Yang keempat, para pemain perlu didampingi tim psikologi profesional untuk memulihkan (recovery) mental. Karena Piala Asia tinggal 40 hari lagi," ungkap Taufik.

Masukan lain adalah, tim ofisial jangan diubah karena waktunya sudah mepet. Prinsipnya adalah 'Don't change the winning team'. Terakhir, Evan Dimas dkk. perlu hijrah lokasi traning camp berikutnya ke tempat yang lebih nyaman dan baru, dan tidak mesti ke luar negeri. (a2s/krs) (detik.com)
 

Hari Kamis, Indra Sjafri Disidang

Republika / Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penampilan buruk timnas U-19 di ajang Hassanal Bolkiah Trophy 2014 memunculkan spekulasi terkait posisi Indra Sjafri. Pekan ini, pelatih asal Sumatera Barat tersebut pun bakal disidang dalam forum evaluasi yang disiapkan Badan Tim Nasional (BTN) melalui tim High Performance Unit (HPU). 

Sekretaris BTN Sefdin Syaifudin mengatakan, evaluasi itu akan digelar pada Kamis (21/8) di Jakarta. BTN menghadirkan panelis dari berbagai unsur mulai dari Komite Teknik PSSI, mantan pelatih timnas, hingga pelatih klub

"Direktur HPU BTN, saudara Demis Djamaoedin, sudah menyiapkan forum evaluasi yang memang ditugaskan oleh Ketua BTN,” kata Sefdin melalui rilis kepada wartawan. 

Sefdin menambahkan, hasil evaluasi dan rekomendasi dari tim panelis kemudian akan diserahkan kepada Ketua BTN La Nyalla Mahmud Mattalitti untuk ditindaklanjuti. 

Kendati begitu, Sefdin tidak menyebut apakah evaluasi ini nantinya bisa mempengaruhi posisi Indra Sjafri."Apapun rekomendasinya, yang pasti semua akan bermuara bagaimana evaluasi tersebut bisa memberi sisi positif bagi tim Garuda Jaya, yang ditargetkan untuk lolos ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. Tentu untuk itu, kita harus memperoleh hasil yang memuaskan di AFC U-19 Championship di Myanmar, Oktober nanti," Sefdin menegaskan. 

Rumor pemecatan Indra menguak setelah buruknya penampilan skuat Garuda Jaya di ajang HBT 2014. Evan Dimas dkk. harus tersingkir di fase grup usai meraih hasil imbang tanpa gol lawan Malaysia U-21 dan tiga kekalahan beruntun melawan Brunei Darussalam U-21 (1-3),  Vietnam U-19 (1-3), dan Kamboja U-21 (1-2).
 

Kemenangan di Laga Perpisahan Kembalikan Kepercayaan Timnas U-19

Dok. PT. Liga Indonesia

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Tim Nasional U-19 bermain mengejutkan melawan Singapura pada di laga perpisahan Turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014, Senin (18/8/2014).

Garuda Jaya menaklukan Singapura dengan skor fantastis 6-0. Ini merupakan kemenangan telak pertama dengan jumlah gol terbanyak sepanjang babak penyisihan HBT 2014. Adalah Dimas Drajat menorehkan empat gol. Ilham Udin Armayn dan Paolo Sitanggang masing-masing satu gol.

"Hasil ini bisa mengembalikan kepercayaan diri pemain. Ini sangat baik bagi timnas terutama dalam menghadapi persiapan 1,5 bulan menjelang Piala Asia nanti," ujar Mantan Pelatih Timnas Senior Nil Maizar kepada Harian Super Ball, Senin (18//2014).

Di laga terakhir ini, Pelatih Indra Sjafri menurunkan formasi berbeda dari empat laga sebelumnya, yakni memasang pemain pelapis yang menjadi langganan cadangan di empat pertandingan sebelumnya. Seperti striker Dimas Drajat, dipasang pelatih asal Padang ini dari awal yang selama ini menjadi langganan pengganti Muchlis Hadi Ning. Demikian juga di lini tengah, Ichsan Kurniawan diturunkan penuh selama 2X45 menit.

Entah lantaran kualitas lawan mainnya tidak seimbang atau skuad Garuda Jaya yang 'terbebas' dari tekanan karena sudah pasti gagal lolos semifinal, racikan ini terbukti ampuh mengembalikan gaya khas yang selama ini 'hilang' di Turnamen HBT 2014.

Permainan umpan pendek dari kaki ke kaki atau bola panjang dipertontonkan oleh Evan Dimas dkk. Pemain depan Garuda Jaya pun relatif mudah menerobos pertahanan Singapura.

Sahrul Senang Timnas U19 Bisa Bangkit

sidomi

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR SERI BEGAWAN - Pertandingan antara tim nasional Indonesia U19 dan Singapura berakhir dengan kemenangan para Garuda muda 6-0 di Stadion Negara Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Senin (18/8/2014) petang. Kemenangan ini disambut gembira oleh para pemain, salah satunya Sahrul Kurniawan.

Bek tangguh timnas U19 asal Ngawi, Jawa Timur, tersebut merasakan aura kebangkitan dari rekan-rekannya. "Saya senang anak-anak bisa bangkit. Dari pertandingan tersebut, mungkin kita bisa berbenah diri dan evaluasi. Yang pasti, kita akan berlatih keras. Semoga kita bisa menang," ujar pemain bernomor punggung 13 itu.

Meski gagal melaju ke semifinal HBT 2014, para Garuda muda berhasil menggilas Singapura enam gol tanpa balas di Stadion Negara Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Dalam laga tersebut, empat gol dicetak oleh striker bernomor punggung 7, M Dimas Drajad. Sementara dua gol lainnya dicetak oleh masing-masing pemain sayap nomor 20, Ilham Udin Armaiyn, dan playmaker bernomor punggung 17, Paulo Oktavianus Sitanggang. Dengan hasil ini, timnas mengantongi tiga poin, namun tetap tidak kuasa lolos ke babak berikut.

Paulo Sitanggang: Gol Ini untuk Opa Saya


TRIBUNNEWS.COM, BANDAR SERI BEGAWAN - Paulo Oktavianus Sitanggang turut menyumbang satu gol saat tim nasional Indonesia U19 menggilas Singapura 6-0 di Stadion Negara Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Senin (18/8/2014) petang.

Playmaker asal Medan, Sumatera Utara, itu mempersembahkan gol untuk kakeknya yang berulang tahun. "Gol ini untuk opa saya, kemarin dia berulang tahun," ujar Paulo yang ditemui saat tengah berfoto dengan para penggemarnya.

Meski menang besar, remaja asli Medan, Sumatera Utara itu mengakui masih banyak kekurangan dalam pasukan Garuda muda. "Kita masih banyak kekurangan. Semoga kita bisa mencapai target kita di Piala Asia besok," ujar Paulo.

Meski gagal melaju ke semifinal HBT 2014, para Garuda muda berhasil menggilas Singapura enam gol tanpa balas di Stadion Negara Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Dalam laga tersebut, empat gol dicetak oleh striker bernomor punggung 7, M Dimas Drajad. Sementara dua gol lainnya dicetak oleh masing-masing pemain sayap nomor 20, Ilham Udin Armayn, dan playmaker bernomor punggung 17, Paulo Oktavianus Sitanggang. Dengan hasil ini, timnas mengantongi tiga poin, namun tetap tidak kuasa lolos ke babak berikut.

Timnas U19 Menang, Penonton Berhamburan ke Lapangan

Super Ball / Feri Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR SERI BEGAWAN - Pertandingan antara tim nasional Indonesia U19 dan Singapura berakhir dengan kemenangan Garuda muda 6-0 di Stadion Negara Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Senin (18/8/2014) petang. Usai laga, ratusan penonton meluapkan kegembiraan dengan berhamburan ke dalam lapangan.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, para penonton tersebut langsung 'menyerbu' para pemain timnas U19. Ada yang berfoto bareng. Tak jarang pula, yang hanya ingin bersalaman dengan para pemain. Aksi itu membuat para petugas keamanan panik.

Salah satu pemain yang 'diseret' penonton adalah pemain sayap bernomor 20, Ilham Udin Armayn yang mencetak satu gol petang itu. Dia langsung dikerubungi penonton yang minta foto. Bahkan, Ilham sampai harus dievakuasi oleh para ofisial.

Namun, aksi penonton tersebut tak berlangsung lama. Polisi dan tentara yang menjaga arena pertandingan, langsung berhamburan. Mereka mengejar para pendukung Garuda Jaya tersebut. Tak pelak, aksi saling kejar terjadi di arena pertandingan.

Meski gagal melaju ke semifinal HBT 2014, para Garuda muda berhasil menggilas Singapura enam gol tanpa balas di Stadion Negara Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Dalam laga tersebut, empat gol dicetak oleh striker bernomor punggung 7, M Dimas Drajad. Sementara dua gol lainnya dicetak oleh masing-masing pemain sayap nomor 20, Ilham Udin Armaiyn, dan playmaker bernomor punggung 17, Paulo Oktavianus Sitanggang. Dengan hasil ini, timnas mengantongi tiga poin, namun tetap tidak kuasa lolos ke babak berikut.

Timnas U-19 Main Lebih Enjoy, Makanya Bisa Menang Telak

dok : liga indonesia

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR SERI BEGAWAN - Pengamat sepak bola nasional, Yusuf Kurniawan, menilai tim nasional Indonesia U-19 bermain lebih cair ketika menang 6-0 atas Singapura pada laga terakhir grup B di Hassanal Bolkiah Stadium, Senin (18/8/2014). Yusuf juga menilai pada laga ini Indonesia memiliki kemampuan untuk memecah kebuntuan yang lebih baik dibandingkan dengan laga-laga sebelumnya.

“Mereka bermain begitu cair, begitu enjoy,” tutur Yusuf.

Yusuf menilai pada 20 menit terakhir pelatih Indra Sjafri sengaja menginstrusikan para pemainnya untuk sering melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Situasi seperti ini kemudian membuat Indonesia mampu mencetak gol keenam pada menit ke-86 melalui Paulo Sitanggang.

“Pada laga-laga sebelumnya kita seperti tidak memiliki penendang-penendang jitu yang bisa diandalkan ketika situasi dead lock. Ketika menghadapi Brunei, Vietnam, dan Kamboja kita selalu lemah dalam hal itu,” kata Yusuf.

Timnas U-19 Akhirnya Menang Juga, Gunduli Singapura 6-0




TRIBUNNEWS.COM, BANDAR SERI BEGAWAN - Tim nasional Indonesia U-19 membayar rentetan hasil buruk pada Hassanal Bolkiah Trophy 2014 dengan kemenangan atas Singapura U-21 pada laga terakhir grup B di Hassanal Bolkiah Stadium, Senin (18/8/2014). Skuat asuhan Indra Sjafri menang telak atas Singapura, 6-0.

Dimas Drajad yang kerap menjadi pelapis Muchlis Hadi membayar penuh kepercayaan dari Indra Sjafri. Bermain sebagai starter, Dimas membuka keunggulan Indonesia ketika pertandingan baru memasuki menit keenam.

Penyerang sayap kiri Ilham Udin menjadi kreator atas keunggulan Indonesia. Melakukan penetrasi di sisi pertahanan Singapura, Ilham menyodorkan umpan tarik kepada Dimas di mulut gawang. Melalui satu sentuhan, Dimas kemudian melepaskan sepakan jarak dekat yang tidak mampu dibendung kiper.
Ilham Udin menggandakan keunggulan Indonesia tiga menit berselang. Dari sudut sempit di sisi kanan pertahanan Singapura, Ilham menuntaskan umpan terobosan Ricky Fajrin melalui sepakan kaki kiri.

Dua menit kemudian Dimas Drajad memperbesar keunggulan Indonesia menjadi 3-0 sekaligus mencetak gol keduanya. Bola hasil tendangan kaki kiri Septian David Maulana sanggup ditepis kiper di tiang dekat. Bola liar kemudian disambar Dimas melalui sepakan datar kaki kanan ke tiang jauh.

Dimas Drajad mencetak hattrick sekaligus memperbesar keunggulan Indonesia menjadi 4-0 pada menit ke-49. Gol ketiga Dimas berawal dari kontrol buruk Aqhari Abdullah ketika bermaksud menghentikan umpan silang Ilham Udin ke kotak penalti. Dimas Drajad yang berada di belakang Aqhari kemudian mampu mencuri bola. Setelah menguasai bola, Dimas mengecoh Samuel Benjamin melalui satu sentuhan. Dimas kemudian leluasa menceploskan bola ke gawang kosong melalui tendangan datar kaki kanan.

Pemakai nomor punggung 7 itu kemudian melengkapi penampilan gemilangnya melalui gol keempat pada menit ke-69. Gol ini berawal dari penetrasi Maldini Palii ke kotak penalti Singapura. Dari sisi kiri pertahanan Singapura, Maldini melepaskan umpan tarik datar ke tengah kotak penalti.

Evan Dimas yang tidak terkawal sukses menyambar bola melalui tendangan first time kaki kanan. Bola sempat diblok oleh kiper, namun Dimas Drajad yang berada di mulut gawang menuntaskan bola liar melalui satu sontekan pelan.

Unggul lima gol tidak membuat intensitas serangan Indonesia menurun. Indonesia bahkan mampu menambah gol pada menit ke-86 melalui gelandang Paulo Sitanggang.

Paulo memperbesar keunggulan Indonesia melalui tendangan spektakuler. Dibayangi sejumlah pemain lawan. Paulo melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola hasi tendangan Paulo mengarah ke pojok kanan atas gawang. Penjaga gawang Singapura pun tidak mampu menjangkau bola yang sempat membentur tiang sebelum bergulir ke dalam gawang.

Kemenangan ini tidak cukup membawa Indonesia lolos ke babak semifinal. Indonesia berada di peringkat kelima klasemen akhir grup B dengan raihan empat angka. Pada laga pertama melawan Malaysia, Indonesia bermain imbang tanpa gol. Selanjutnya Indonesia menelan tiga kekalahan beruntun ketika menghadapi Brunei Darussalam, Vietnam, dan Kamboja.

Sepanjang turnamen ini juara Piala AFF U-19 2013 itu mencetak delapan gol dan kemasukan dengan jumlah yang sama. Setelah berpartisipasi di Brunei Darussalam, tim nasional Indonesia U-19 akan mengikuti turnamen prakompetisi di Vietnam. Ini merupakan persiapan akhir untuk mengikuti Piala Asia U-19 di Myanmar pada Oktober mendatang.

Kusnaeni Minta Indra Sjafri Perlu Bangkitkan Kepercayaan Diri Timnas U-19






TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Tim Nasional U-19 Indra Sjafri perlu mengembalikan kepercayaan diri  dengan memberikan motivasi terhadap pemainnya. Kepercayaan diri ini salah satu cara agar bisa mengembalikan irama permainan Garuda Jaya di laga terakhir babak penyisihan Turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014 melawan Singapura, Senin (18/8/2014).

"Intinya, pelatih harus bisa menghidupkan lagi rasa percaya diri pemain terutama motivasi mereka," ujar pengamat sepak bola Muhammad Kusnaeni kepada Harian Super Ball, Minggu (17/8/2014).

Muhammad Kusnaeni menegaskan tidak mudah membangkitkan semangat Garuda Jaya di usianya yang masih labil. Akan tetapi, Kusnaeni yakin kalau Pelatih Indra Sjafri mampu melakukan itu semua.

"Pelatih harusnya bisa karena sudah lama kenal para pemain. Jadi tau bagaimana cara yang tepat," ujarnya.

Muhammad Kusnaeni mengatakan dirinya menyimpan tanda tanya besar dengan penampilan Timnas Garuda Jaya saat dikalahkan Kamboja  1-2 dalam lanjutan Hassanal Bolkiah Trophy HBT 2014, Sabtu (16/8/2014).

Ini merupakan kekalahan ketiga kalinya bagi Garuda Jaya di Turnamen HBT 2014. Dua kekalahan sebelumnya berturut-turut melawan Brunei Darussalam dan Vietnam dengan masing-masing skor 1-3.

Evan Dimas dkk hanya bisa menahan imbang Malaysia tanpa gol di laga perdana. Hasil ini memastikan Garuda Jaya terlempar di babak penyisihan Turnamen HBT, yang tahun sebelumnya menempati posisi runner up. Ia mengatakan faktor non teknis yang membuat para pemain menjadi kurang fokus dan mudah hilang bola.

Saat ditanya apa faktor non teknis yang membuat Garuda Jaya kehilang kekuatan, Kusnaeni mengatakan," Mungkin juga kekecewaan karena gak jadi ke Cotif. Tapi persisnya saya belum tau."

Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri mengatakan anakasuhnya bukan pemain bermental tempe yang mudah menciut saat batal ke Spanyol. "Kami bukan bermental tempe yang mudah ciut. Pengalihan ini tidak masalah, sepanjang masih dalam periodisasi. Tugas kami hanya bermain," ujarnya.