Republika/Agung Supriyanto
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Remaja asal Jember itu kini hanya bisa
menyaksikan Evan Dimas dan kawan-kawan dari layar kaca. Padahal dulunya,
dia merupakan pemain andalan pelatih timnas U-19 Indra Sjafri.
Remaja itu adalah Sabeq Fahmy Fahrezy. Namanya mungkin masih asing
bagi masyarakat awam. Tetapi sesungguhnya, dia salah satu pemain yang
berjasa membuka prestasi sepak bola Indonesia di level usia muda.
Sabeq menjadi pemain andalan Indra Sjafri saat masih di timnas U-17.
Ia membawa Indonesia menjadi juara pada turnamen invitasi di Hong Kong,
HKFA 2012.
Di ajang itu, Sabeq juga terpilih sebagai pemain terbaik serta
menjadi topskorer. Sabeq juga tampil cemerlang pada Piala Pelajar Asia
U-18 di Iran pada tahun yang sama.
Ia pernah mencetak 12 gol dalam satu pertandingan saat Indonesia menggulung Pakistan 25-0 di fase grup.
Sayang, nasib sial menimpa pemain kelahiran 24 Januari 1996 itu. Pada
2013, Sabeq terkena cedera lutut serius dan harus istirahat selama
hampir satu tahun setelah menjalani operasi.
Cedera itu yang membuatnya tersisih dari timnas U-19 saat berlaga di Piala AFF U-19 2013 dan kualifikasi Piala Asia U-19.
Indra Sjafri rupanya tidak lupa dengan mantan pemain andalannya
tersebut. Indra bahkan memberi sinyal kepada Sabeq untuk dapat kembali
berkumpul bersama Evan Dimas dkk.
Sabeq mengaku sering menjalin komunikasi dengan Indra. Bahkan, Indra
sempat memantau langsung saat timnas U-19 B beruji coba dengan Villa
2000 di POR Sawangan Depok, Kamis, 28/8).
Kedatangan Indra saat itu untuk memantau tiga pemain timnas U-19 B.
Yakni Rudolf Yanto, Junda Irawan, dan Sabeq. Namun, hanya Rudolf Yanto
yang akhirnya dibawa Indra.
"Bukannya coach Indra tidak mau memanggil kamu. Tapi kamu
berusaha di sini dulu (timnas U-19 B)," kata Sabeq menirukan
perbincangannya dengan Indra Sjafri.
Pesan Indra itu semakin mengobarkan semangat Sabeq untuk merebut
kembali seragam Merah Putih bersama timnas U-19. Walau pun harus
tergabung ke dalam skuat timnas U-19 B yang merupakan tim pelapis timnas
U-19, Sabeq tak merasa kecil hati.
"Tentu ada keinginan untuk kembali bergabung bersama teman-teman yang
dulu (timnas U-19 B). Tapi sekarang, saya harus berjuang di timnas U-19
B dulu dan saya tidak akan menyiakan kesempatan. Karena di sini juga
kan membela nama negara,” tegas dia.
Menurutnya, uang terpenting saat ini adalah membuktikan diri bahwa
kemampuannya belum habis. Ia bertekad memberikan yang terbaik bersama
timnas U-19 B dalam turnamen AFF U-19 Preparatory di Vietnam, 5-13
September mendatang.
PSSI mengutus timnas U-19 B setelah Indra Sjafri urung mengikuti
turnamen tersebut. Indra lebih memilih melakukan pemusatan latihan di
Eropa.
Pemain yang bisa beroperasi sebagai winger dan striker tersebut mengaku sudah pulih sepenuhnya dari cedera lutut.
"Sudah siap sepenuhnya dan saya merasa sangat on fire. Namun untuk mengembalikan performa seperti dulu itu memang sulit. Tapi semua akan kalah dengan semangat," tutur dia.