Tampilkan postingan dengan label Timnas U-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timnas U-19. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Desember 2014

Fakhri Husaini Tak Mau Timnya Seperti Timnas Indonesia U-19

Goal.com - Pelatih timnas Indonesia U-14 dan U-17, Fakhri Husaini, menegaskan tak ingin ada pemainnya yang diistimewakan. Dia sudah mewanti-wanti hal tersebut sejak dini, karena tak ingin timnya mengalami seperti yang pernah dirasakan Indonesia U-19 di bawah asuhan Indra Sjafri.

"Saya minta tolong kepada teman-teman media tidak ada satu pemain kami yang dianggap bintang. Saya tidak mau buat tim ini sama seperti di U-19 ada Evan Dimas. Asal mereka tahu misal ada 11 pemain di tim ini, semua 11 pemain itu mesti jadi pemain hebat. Ini anak-anak U-14 dan U-17 saya tidak mau ada yang dibuat istimewa oleh wartawan," ujar Fakhri, usai laga Indonesia U-16 kontra Singapura U-16 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/12) petang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia U-14 sedang diproyeksikan untuk menjadi tim Indonesia U-16 yang akan mengikuti Piala AFF U-16 2015 di Solo, Juli 2015 nanti. Sementara Indonesia U-17 menjadi cikal bakal untuk tim Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 di Sidoarjo, Agustus 2015.

Dan, pada laga uji coba internasional keduanya Indonesia U-16 berhasil menaklukkan Singapura U-16 dengan skor 3-1. Pada laga itu, Fakhri masih melihat adanya kelemahan di timnya. "Tadi saat unggul 3-0 pemain lengah, mereka menganggap bisa mencetak gol keempat, kelima, atau keenam dengan mudah. Padahal, di sepakbola tidak bisa seperti itu. Itu yang akan kami benahi," katanya.

Rabu, 26 November 2014

Timnas U-19 Mulai Kuliah Perdana di UNY

JAKARTA - Anggota Tim Sepak Bola Nasional U-19 memulai kuliah perdana mereka di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mereka berada dalam satu kelas yang sama yakni kelas D jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO).

Kuliah perdana tersebut dibuka oleh Wakil Dekan I FIK UNY Panggung Sutopo dilanjutkan oleh Ketua Jurusan PKO Endang Rini Sukamti. Sementara itu, Sekretaris Jurusan PKO Siswantoyo memberikan penjelasan umum dan teknis kegiatan perkuliahan kepada tim sepakbola kebanggaan Indonesia tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Siswantoyo mengungkap rahasia sukses bagi para atlet muda itu dalam menempuh perkuliahan hingga lulus. “Seluruh mata kuliah dalam 3,5 tahun ini bisa kalian tempuh dengan baik asalkan kalian mengikutinya dengan senang hati,” ujar Siswantoyo, seperti dikutip dari laman UNY, Rabu (26/11/2014).

Dia menjelaskan, para anggota Timnas U-19 akan mengikuti perkuliahan dengan sistem blok-waktu. Sehingga kegiatan perkuliahan disesuaikan dengan jadwal latihan.

“Mereka akan kembali ke klub masing-masing selama musim kompetisi dan kembali ke Yogyakarta untuk kuliah saat off-season,” ungkapnya.

Kerjasama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan UNY tersebut dilakukan selama sekira tahun yang dialokasikan cukup bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi mereka. Sama seperti mahasiswa pada umumnya, dalam penyelesaian tugas akhir, anggota Timnas U-19 akan diarahkan untuk mengambil penelitian atau kajian ilmiah yang berhubungan dengan bidang sepak bola.

“Di semester keempat, pihak universitas akan memberikan evaluasi kemajuan mahasiswa selama perkuliahan kepada PSSI. Berdasarkan evaluasi tersebut, akan diperoleh rekomendasi maupun warning bagi mahasiswa apabila tidak mencukupi minimal jumlah SKS sesuai peraturan yang berlaku,” papar Siswantoyo.

Kuliah pertama timnas U-19 ini adalah Sarana dan Prasarana Olahraga Prestasi. Sama seperti mahasiswa lain, mereka sangat antusias dan tidak canggung menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dosen pengampu. Dalam sesi sharing experience, mereka berbagi pengalaman terkait fasilitas olahraga di berbagai stadion baik di dalam maupun di luar negeri. (Okezone)

Indonesia Butuh Banyak Timnas U-19

Bola.net - Bakal mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl menyebutkan bahwa Indonesia telah berhasil menciptakan generasi baru pada diri Timnas U-19. Namun, lanjut Riedl, hanya satu Timnas U-19 saja tak cukup.

Timnas U-19 memang menuai banyak decak kagum dari berbagai kalangan. Tak terkecuali Alfred Riedl. Pelatih yang hampir pasti meninggalkan Indonesia ini, turut melontarkan pujian untuk Evan Dimas dan kawan-kawan.

Namun, menurut Riedl, Indonesia butuh lebih banyak pemain seperti para penggawa Timnas U-19. "Kamu punya skuat Timnas U-19 sangat bagus. Tapi mungkin mereka hanya 10 atau 20 pemain," ucap riedl.

"Tapi kamu membutuhkan lebih dari itu. Sebab Mereka-mereka inilah yang akan bermain untuk Indonesia di masa depan," sambung pelatih asal Austria ini. (faw/mac)

Selasa, 18 November 2014

Eks Timnas U-19 Banyak Diminati Klub Divisi Utama

Bolanews.com - Para alumnus tim nasional U-19 tetap menjadi daya tarik bagi klub Liga Indonesia. Tidak hanya klub dari Liga Super Indonesia (LSI) tapi klub dari kasta kedua, Divisi Utama, pun tertarik memboyong eks Garuda Jaya.


Sejumlah klub yang ber-home base di sekitar Yogyakarta berancang-ancang untuk memboyong para pemain timnas U-19. Mereka memanfaatkan kedekatan klub dengan kampus tempat pemain kuliah, di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

PPSM Magelang bahkan sudah mempersiapkan fasilitas bagi pemain yang kuliah di UNY. Menurut manajer Widarto klub akan menggunakan mes pemain yang tidak jauh dari kampus sehingga mereka tidak kesulitan mengikuti latihan dan kuliah.

“Kami sudah merancang fasilitas yang memudahkan pemain U-19 untuk kuliah dan berlatih. Misalnya mes pemain di daerah Mungkid yang hanya butuh 20 menit ke kampus. Jarak dengan tempat latihan pun tidak jauh. Musim depan, kami memang berharap ada pemain U-19 di skuat PPSM,” ungkap Widarto.

PPSM membidik pemain U-19 demi mengangkat prestasi tim di DU. Widarto berharap musim depan, PPSM bisa melewati penyisihan grup dan bahkan menembus semifinal DU.

“Target kami tentu promosi ke LSI. Tapi paling tidak kami ingin mencapai semifinal. Selain membidik prestasi, kami ingin pemain timnas U-19 mendapat jam terbang lebih banyak. Bila tim hanya sampai di penyisihan grup, tentu sangat disayangkan karena mereka kehilangan kesempatan menambah jam terbang pertandingan,” jelasnya.

Indonesia Diminta Tiru Selebrasi Timnas U-19

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), La Nyalla Mattalitti, meminta pemain timnas Indonesia meniru selebrasi timnas U-19 dengan melakukan sujud usai mencetak gol.

Kebiasaan sujud usai mencetak gol memang biasa dilakukan pemain timnas U-19 di setiap pertandingan yang mereka ikuti. Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn, Muchlis Hadi Ning, dan pemain Garuda Muda lainnya selalu melakukan sujud usai mencetak gol.

Bahkan, kebiasaan itu tetap terbawa saat Evan Dimas dipanggil masuk ke timnas Indonesia. Ketika berhadapan dengan Timor Leste, pemain asal Surabaya itu mencetak satu dari empat gol yang dicetak tim Garuda.

Setelah mencetak gol, Evan Dimas langsung bersujud seperti yang biasa ia lakukan saat masih membela timnas U-19. La Nyalla meminta agar semua pemain Indonesia khususnya yang beragama Muslim merayakan gol dengan melakukan sujud.

“Saya harapkan khusus bagi pemain Muslim, hendaknya merayakan gol atau kemenangan dengan melakukan sujud syukur," kata La Nyalla, di situs Liga Indonesia.

"Saya rasa cara selebrasi dengan bersyukur adalah sesuatu baik untuk dilakukan dan diwajibkan bagi seluruh pemain timnas yang muslim,” ujar pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua umum PSSI.

Timnas Indonesia akan betanding di ajang Piala AFF 2014 22 November-20 Desember. Tim asuhan Alfred Riedl itu tergabung di Grup A bersama tuan rumah Vietnam, Laos, Filipina.[yob]

Senin, 17 November 2014

BTN Diharapkan Pertahankan Timnas U-19

Bola.net - Legenda hidup Persebaya dan mantan pemain Timnas Indonesia, Bejo Sugiantoro berharap Timnas Indonesia U-19 tetap dipertahankan oleh PSSI. Bejo menilai Evan Dimas dan kawan-kawan adalah cikal bakal Timnas U-23 dan Timnas senior.

Bejo baru saja menjajal kekuatan beberapa pemain Timnas U-19 akhir pekan lalu di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Pemain jebolan program PSSI Primavera ini ini berhadapan langsung dengan beberapa pemain Timnas U-19 seperti Paulo Sitanggang dan Hansamu Yama.

Mantan pemain Persebaya dan PS Mojokerto putra ini nampak kagum dengan penampilan adik-adiknya di skuat Garuda Jaya tersebut. "Mudah-mudahan Tim U-19 ini dipertahankan oleh BTN. Sebab tim ini adalah cikal bakal Timnas U-23," harap Bejo.

Pemain yang sudah membela Timnas Indonesia selama tujuh tahun ini tak lupa memuji kemampuan anak-anak U-19. "Build up serangan, serta penguasaan bolanya sangat istimewa," ujar pemain yang identik dengan nomor 5 dan 23 ini. (faw/pra)

Sabtu, 15 November 2014

M Raihan Tampil Bareng Timnas U-19 di ajang Starbol 2014

Bola.net - Pernah menjadi bagian skuat Yamaha Asean Cup U-13 di Vietnam dan Tim nasional Indonesia U-14 di ajang Asian Youth Games (AYG), Nanjing, Tiongkok, pada 16-24 Agustus 2013, belum membuat Muhammad Raihan puas.

Karena itu, dia terus berupaya meningkatkan kemampuan dan berharap bisa masuk dalam skuat Tim Nasional Indonesia.

Nantinya, M Raihan direncanakan tampil dalam laga eksebisi Starbol 2014 antara Star Indonesia lawan Star Legends di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (15/11). Gelaran yang dipromotori MorStar Indonesia tersebut mendatangkan pemain-pemain legenda seperti Michel Salgado dan Fernando Morientes.

"Saya berharap bisa mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk tampil dalam pertandingan tersebut. Dengan begitu, saya bisa mengambil banyak pelajaran," kata M Raihan.

"Saya ingin seperti para senior yang bisa mengharumkan nama bangsa. Baik di kancah nasional, maupun internasional," tuturnya.

Star Indonesia diperkuat mantan pemain Timnas Indonesia U-19. Di antaranya adalah Miftahul Hamdi, Yabes Roni, Ichsan Kurniawan, Ravi Murdianto dan Hansamu Yama. Ada pula nama Ricky Fajrin, Paulo Sitanggang, Rudolf Yanto, Martinus, Febly Gushendra dan kiper asal Solo, Awan Setho.

Jarot Supriadi dipercaya sebagai Pelatih Star Indonesia dibantu Nursaelan Santoso. Jarot dan Nursaelan masing-masing merupakan pelatih penjaga gawang dan pelatih fisik U-19.

Mereka akan berhadapan dan berkolaborasi dengan pemain senior seperti Ismed Sofyan, Leo Saputra, Budi Sudarsono, Francis Wewengkang, Gendut Doni, Indriyanto Nugroho, Andik Vermansyah, Taufiq, Alex Pulalo, Bejo Sugiyantoro dan Uston Nawawi. (esa/gia)

Eks Timnas U-19 Tumbangkan Star Legends

Bola.net - Star Indonesia yang berisikan eks pemain Timnas U-19 berhasil mengalahkan Star Legends dalam pertandingan Starbol, Sabtu (15/11) sore di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Star Indonesia menang tipis 2-1.

Pada babak pertama, Star Legends digawangi, Hendro Kartiko, Bejo Sugiyantoro, Charis Yulianto, Ismed Sofyan, Michel Salgado, Ponaryo Astaman, Tony Sucipto, Feri Pahabol, Andik Vermansah, Budi Sudarsono dan Fernando Morientes. Sedangkan Star Indonesia diperkuat sejumlah eks pemain Timnas U-19, seperti Ravi Murdianto, Febly Gushendra, Hansamu Yama, Dimas Derajat dan Paulo Sitanggang.

Baru lima menit pertandingan berjalan, tim Star Legends sudah memperoleh peluang melalui Feri Pahabol. Sayang bola digagalkan kiper Ravi Murdianto dan tiang gawang. Bola pantul disambar Michel Salgado. Sayang sepakannya melambung. Andik Vermansah yang dipasang sejak menit pertama, menunjukkan kelasnya dengan sebuah assist kepada Fernando Morientes. Sayang tendangan Moro masih melambung.

Tendangan ke gawang pertama Morientes baru tercipta di menit ke-17 usai memanfaatkan umpan Tony Sucipto. Akan tetapi bola dapat diblok Ravi Murdianto. Hingga 20 menit awal babak pertama, tim Star Legends yang banyak dihuni pemain tua, masih mampu mengimbangi permainan anak-anak Star Indonesia. Penonton sempat bertepuk tangan kala Morientes mencetak gol di menit ke-21. Sayang gol dianulir karena Moro terjebak offside.

Menit ke-31, usai menerima umpan Andik, Ismed menyodorkan crossing ke arah Morientes. Akan tetapi bola masih melebar di kiri gawang. Menit ke-34, Morientes melakukan tembakan percobaan dari luar kotak penalti. Lagi-lagi bola melambung. Menit ke-41, Budi Sudarsono dari Star Legends digantikan Uston Nawawi. Baru dua menit merumput, Uston coba mempertunjukkan kesaktiannya dalam mengeksekusi tendangan jarak jauh. Sayang arah bola melebar.

Menit ke-45, Andik kembali memberikan umpan matang untuk Morientes. Meski tinggal berhadapan dengan kiper, sepakan Moro dapat diblok Ravi Murdianto. Hingga babak pertama usai, Salgado dan Morientes nampak belum kehilangan sentuhan magisnya. Hanya saja tidak bisa dipungkiri bila stamina mereka tak seprima di masa jaya. Pada paruh kedua, Morientes dan Salgado gabung dengan Star Indonesia.

Sedangkan Star Legends memasukkan sejumlah darah segar, seperti Gendut Doni, Indrianto Nugroho, Anang Ma'ruf, Alex Pulalo dan Taufiq. Babak kedua baru masuk menit ke-52, Andik Vermanyah mencatatkan namanya di papan skor. Meneruskan crossing Anang Ma'ruf, Andik berhasil mencuri bola dari Rudolf Yanto sebelum menjebol gawang Awan Setho. Morientes membuka peluang untuk Star Indonesia di menit ke-60. Tapi bola berhasil digagalkan kiper Hendro Kartiko.

Star Indonesia akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat Hendra Sandi Gunawan di menit ke-67. Mendapat assist dari Morientes, Sandi berhasil memperdaya Hendro Kartiko. Menit ke-77, Martinus membuat Star Indonesia unggul 2-1. Meski sudah memasuki 15 menit akhir pertandingan, stamina para pemain Star Legends belum habis. Mereka bahkan tetap bersemangat untuk mengejar ketertinggalan.

Gendut Doni melepaskan sepakan dari dalam kotak penalti menit ke-86, tapi bola melambung. Semenit berikutnya, tendangan mendatar Morientes dapat ditepis Hendro Kartiko. Hendro kembali menepis peluang Morientes di menit ke-89. Skor 2-1 untuk kemenangan Star Indonesia bertahan hingga bubar laga. (faw/mac)

Jumat, 14 November 2014

PSIS Buka Pintu Pemain Timnas U-19

SEMARANG - Manajemen PSIS Semarang membuka pintu bagi putra daerah yang berseragam Timnas U-19 seperti Rafi Murdianto dan Septian David Maulana. Namun, harapan untuk menarik putra daerah tersebut tidak mudah. Pasalnya, Ravi dan Septian banyak dilirik tim lain.

''Kalau misal Septian David Maulana (gelandang Timnas U-19) dan Rafi Murdianto mau bergabung, ya lebih bagus karena mereka putra daerah, tentu loyalitasnya juga bagus. Tapi apa mau mereka bergabung dengan PSIS, tentu juga sudah dilirik oleh banyak tim lain,''kata Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho.
  Dirinya sudah tidak meragukan kemampuan penggawa timnas U-19. Tergabung dalam timnas, tentu sudah memiliki kualitas yang mumpuni. “Kalau mau bergabung, sangat senang kita.  Otomatis (diterima), karena putra daerah,” terangnya.

CEO PT Mahesa Jenar Semarang Yoyok Sukawi mengatakan, pemain selama libur sebulan diberi kesempatan untuk mempertimbangkan kembali. Jika sudah mantap ingin kembali ke PSIS, dia mempersilakan segera menghubungi manajemen.

''Kalau pertengahan hari libur nanti sudah berpikir satu dua tiga kali dan mantap, manajemen siap untuk membuat kontrak baru,” jelasnya.

Mantan Manajer PSIS Wahyu Winarto mengklaim seluruh pemain siap kembali bergabung dengan Mahesa Jenar musim depan. Hal itu sudah disampaikan kepada manajemen saat mengambil gaji terakhir.

''Seperti  M Yunus, dia merasa masih punya utang karena tidak bisa membawa PSIS lolos Indonesia Super League (ISL),” ujarnya.


(aww)

Persib Kalah Cepat Rekrut Pemain Timnas U-19

INILAHCOM, Bandung - Penampilan memukau pemain timnas U-19 membuat banyak klub Liga Super Indonesia (ISL) kepincut. Sayang, pergerakan Persib kurang cepat sehingga gagal mendatangkan penggawa Garuda Muda.

Meski gagal total di kejuaraan AFF U-19, klub-klub ISL bergeming. Mereka langsung berupaya mengamankan tandatangan pemain asuhan Indra Sjafri tersebut. Terbukti, beberapa klub berhasil merekrut mereka.

Persib, yang baru saja menjuarai ISL, juga berminat meminang penggawa timnas U-19. Sayang, pergerakan Maung Bandung kurang cepat, karena pemain bidikannya sudah pindah ke klub lain. Hal itu diakui sang pelatih, Djadjang Nurdjaman.

"Ada (pemain) yang saya incar, tapi sudah disabet tim lain," ujar Djadjang.

Ketika disinggung siapa pemain timnas U-19 yang menjadi incarannya, pria yang akrab disapa Djanur itu enggan menjelaskan lebih detail.

"Pemainnya sudah dikontrak tim lain, ya sudahlah," pelatih berusia 50 tahun itu menandaskan.

Beberapa pemain timnas U-19 yang sudah dipinang klub ISL adalah Evan Dimas, Ilham Udin, Hargianto, Putu Gede, Fatchu Rochman, Sahrul Kurniawan, dan Zulfianto yang merapat ke Persebaya. Sementara Barito Putera mendapatkan Hansamu Yama Pranata dan Paulo Sitanggang.[rza]

Baru Sebentar Berpisah, Maldini Sudah Rindu Timnas U-19

Liputan6.com, Jakarta - Maldini Pali adalah salah satu sosok yang mampu menyedot perhatian bersama tim nasional U-19 Indonesia. Namun setelah Timnas U-19 dibubarkan, bagaimana nasib Maldini?

Pria asal Sulawesi itu sudah memilih tempat berlabuh untuk karier sepak bolanya di masa depan. Ia bergabung dengan salah satu klub Indonesia Super League (ISL) PSM Makassar.

"Saya sudah bergabung dengan PSM Makassar untuk durasi kontrak tiga tahun," ucapnya saat berbincang dengan Liputan6.com (13/11).

"Untuk kapan saya bergabung ke PSM, saya hanya tinggal menunggu pemanggilan manajemen."

Mantan anak asuh Indra Sjafri ini sukses menembus skuat utama berkat performa apiknya di sisi kanan penyerangan tim Garuda Jaya. Padahal pada Piala AFF 2013 lalu, ia sempat dikenal sebagai super sub, akibat selalu dicadangkan dan membuat gol penentu di sela kebuntuan timnya.

Maldini pun mengutarakan rasa rindunya dilatih Indra Sjafri. "Ya tentu saya ingin dilatih lagi sama coach Indra, kalau bisa saya juga ingin bermain sama teman-teman di Timnas U-19 lagi di masa depan."

Starbol Indonesia Hadirkan Eks Timnas U-19

Bola.net - Sebanyak 11 mantan pemain Timnas Indonesia U-19 berpartisipasi dalam Starbol Indonesia mempertemukan Star Indonesia vs Star Legends. Tapi tak ada nama kapten Evan Dimas dalam ke-11 nama tersebut.

Dari daftar pemain yang ditunjukkan oleh Arief Budiman, Project manager Joma Indonesia, Jumat (14/11) sore, ke-11 pemain itu antara lain, Miftahul Hamdi, Yabes Roni, Ichsan Kurniawan, Ravi Murdianto dan Hansamu Yama.

Juga Ricky Fajrin, Paulo Sitanggang, Rudolf Yanto, Martinus, Febly Gushendra dan kiper asal Solo, Awan Setho. Pihak penyelenggara juga menunjuk Jarot Supriadi sebagai pelatih star Indonesia dibantu Nursaelan Santoso. Jarot dan Nursaelan adalah pelatih kiper dan pelatih fitnes U-19.

Mereka akan berhadapan dan berkolaborasi dengan pemain senior, seperti Ismed Sofyan, Leo Saputra, Budi Sudarsono, Francis Wewengkang, Gendut Doni, Indriyanto Nugroho, Andik Vermansyah, Taufiq, Alex Pulalo, Bejo Sugiyantoro dan Uston Nawawi

"Saya berharap anak-anak bisa membaur dengan senior-seniornya yang telah mengabdikan ke bangsa dan negara," harap eks pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri. (faw/dzi)

Rabu, 12 November 2014

MorStar Indonesia Beri Apresiasi Kepada Indra Sjafri

Bola.net - MorStar Indonesia-Promotor Starbol 2014, kembali memastikan jika bakal menggelar pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 15 November mendatang. Nantinya, pertandingan tersebut mempertemukan Star Legend lawan Star Indonesia Legend.

Febry F Momor, CEO MorStar Indonesia, menerangkan jika Star Legend hanya diperkuat dua bintang Eropa, yakni Michel Salgado dan Fernando Morientes. Sedangkan Star Indonesia Legend, di antaranya terdapat Kurniawan Dwi Yulianto, Ponaryo Astaman dan pemain-pemain tim nasional Indonesia U-19.

"Star Indonesia Legend, dilatih Indra Sjafri. Bisa dikatakan, ajang ini sebagai apresiasi pada pemain pemain dan pecinta sepak bola Tanah Air, khususnya coach Indra Sjafri," ungkap Febry F Momor.

Dilanjutkannya, laga tersebut semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Namun, akhirnya pindah ke Stadion Gelora Bung Tomo, di Surabaya, lantaran SUGBK digunakan untuk menggelar laga uji coba tim nasional Indonesia senior lawan Suriah, tampil di Piala AFF 2014, di Vietnam, 22 November mendatang.

Lebih jauh dikatakannya, pemilihan kota Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo, bertujuan untuk ikut memperingati Hari Pahlawan melalui gelaran pertandingan sepak bola dengan menampilkan pemain-pemain terbaik Tanah Air legend atau senior serta pemain-pemain muda sebagai bentuk apresiasi.

"Dengan berat hati dan memohon maaf sebelumnya, kami harus mengumumkan bahwa karena satu dan lain hal, para legenda sepak bola internasional yang sedianya akan bertanding, tidak bisa sepenuhnya hadir," ujarnya.

"Meski dengan berbagai perubahan termasuk pihak sponsor acara, Starbol Indonesia tetap berupaya menjaga komitmen kami untuk menyuguhkan pertandingan sepak bola yang baik bagi para pecinta sepak bola," pungkasnya. (esa/dim)

PSSI Seleksi Calon Direktur Teknik Timnas U-19 dari Empat Negara

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Direktur Teknik Tim Nasional Indonesia U-19 sudah didatangkan dari Belanda. Sekjen PSSI Joko Driyono mengatakan, keputusan direktur teknik asal Belanda yang dipilih ini bukan asal tunjuk. Akan tetapi semuanya melalui mekanisme panjang termasuk fit and proper test.

Dalam fit and proper test, kata Joko terdapat empat calon dari berbagai negara. Yakni Belanda, Jerman, Prancis dan Belgia. "Kita lakukan interaksi termasuk fit and proper yang lama. Tapi memang tidak dipublikasi dengan pertimbangan si calon," ujarnya.

Joko Driyono menjelaskan direktur teknik timnas U-19 nanti akan mulai bergabung tanggal 20 Desember 2014.
 

Senin, 10 November 2014

Timnas U-19 "Impor" Direktur Teknik dari Belanda

VIVAbola - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menunjuk seorang direktur teknik (dirtek) asal Belanda. Menurut Sekjen PSSI, Joko Driyono, dipilihnya direktur teknik tersebut telah melalui proses seleksi.

Pria yang akrab disapa Jokdri ini menjelaskan, dirtek tersebut nantinya akan diminta pertimbangan untuk calon-calon pelatih tim nasional Indonesia U-19, sebelum diputuskan oleh PSSI dan Badan Tim Nasional.
Namun, Jokdri masih enggan menyebut pria asal Belanda yang akan mengisi pos direktur teknik tersebut. Jokdri juga mengaku tidak tahu apakah dirtek itu pernah melatih di Indonesia atau belum.

"Timnas U-19 nanti, pelatih baru, tim baru, PSSI akan mendiskusikan ini. Direktur teknik yang baru dari Belanda, saya tidak tahu apa dia sudah pernah ke Indonesia," beber Jokdri dalam konferensi pers AFF Suzuki Cup 2014 di Wisma Indomobil, Senin 10 November 2014.

"Awal Desember, kita akan membicarakannya dengan dirtek yang baru soal pelatih baru Timnas U-19. Pada 20 November nanti direktur teknik sudah terpilih," imbuh Jokdri.

Sementara itu, terkait proses pemilihan direktur teknik, menurut Jokdri, sebelumnya PSSI punya beberapa kandidat. Namun, proses seleksi saat itu sengaja tidak dipublikasikan oleh PSSI.

"Sebenarnya ada dari 4 negara yang kemarin didiskusikan oleh PSSI untuk menjadi dirtek: Belanda, Jerman, Prancis, dan Belgia. Kita sudah lakukan interaksi, lakukan fit and proper test," imbuhnya.

"Kita memang tidak publikasikan, karena ini menyangkut privasi masing-masing calon. Background-nya itu, akhirnya kita pilih yang orang Belanda itu. Aktifnya 20 November 2014," ujarnya tanpa mau menyebut nama dirtek tersebut. (ita)

Minggu, 09 November 2014

Liburan di Mamuju, Pemain Timnas U-19 Ikuti Laga Eksebisi

MAMUJU - Aktivitas pemain Timnas Indonesia U-19, usai tampil di Piala Asia 2014 tidak berhenti. Untuk menjaga kebugaran, sejumlah pemain timnas U-19 berlibur ke Mamuju, sambil mengikuti pertandingan eksebisi.

Tujuh pemain Timnas U-19 yang akan ambil bagian adalah Maldini Pali, Rudolof Yanto Basna, Putu Gede Juni Antara, Mahdi Fahcri Albar, Muchlis Hadi Ning, dan Ilham Udin Armaiyn.

Maldini Pali sudah beberapa hari ini sudah berada di Mamuju. Sementara lima pemain Timnas U-19 akan mendarat di Bandara Tampa Padang Mamuju pada Minggu (9/11) sore.

"Kami sementara ini sedang menyiapkan penjemputan di Bandara Tampa Padang Mamuju," kata Ketua Panitia Perang Bintang Sepakbola Nasional, M Irfan kepada JPNN.Com beberapa saat yang lalu.

Laga eksebisi pemain Timnas U-19 di Mamuju adalah bagian dari perhelatan Perang bintang sepakbola nasional yang berlangsung di Mamuju 9-11 November 2015.

Selain pemain Timnas U-19, eksebisi ini juga juga dihadiri Diego Michiels dan bintang Indonesia Super League (ISL) lainnya, perang bintang ini juga dihadiri enam pemain Timnas U-19. (abu/jpnn)

Sumber 

Jumat, 07 November 2014

Rudy Keltjes: Indra Sjafrie Tidak Gagal Latih Timnas U-19

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Timnas U-19 gagal di babak penyisihan Piala Asia 2014. Akibatnya pelatih Timnas U-19, Indra Sjafrie 'diberhentikan' dari jabatannya. Publik sepak bola dalam negeri pun kecewa, karena espektasi yang begitu tinggi terhadap Garuda Muda.

Namun mantan pelatih PSM Makassar yang saat ini menjabat sebagai Penasehat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Rudy Keltjes justru menganggap Indra Sjafrie tidak gagal.

Rudy menilai, Indra Sjafrie sukses mengembalikan harapan masyarakat di Indonesia dengan membentuk tim yang diisi anak-anak muda bertalenta. 
"Memang Timnas U-19 gagal di Piala Asia kemarin, tetapi Indra Sjafrie sudah memberikan gelar terbaik untuk U-19 yaitu menjuarai Piala AFF U-19 tahun 2013," kata Rudy kepada Harian Super Ball, Jumat (7/11/2014).

Itu membuat Rudy salut dengan kerja keras Indra Sjafrie. "Saya tetap menaruh hormat dan menghargai kerja kerasnya sebagai pelatih yang prestasinya luar biasa bagi negara," ucap Rudy.

Ini Cita-cita Indra Sjafri yang Belum Kesampaian di Timnas U-19

VIVAbola - Indra Sjafri tak lagi melatih Timnas Indonesia U-19 setelah dipecat oleh PSSI. Namun ternyata, Indra sesungguhnya masih memiliki cita-cita yang belum kesampaian bersama skuad Garuda Jaya.

Pelatih berdarah Minang ini mengungkapkan, betapa dia ingin 23 pemain Timnas U-19 mengambil lisensi kepelatihan. Bagi Indra, hal itu selain akan menambah jumlah pelatih di Indonesia, dia juga ingin masa depan Ravi Murdianto dan kawan-kawan lebih cerah. 

"Satu cita-cita saya yang tidak kesampaian, saya ingin mereka itu satu kelas, ikut lisensi kepelatihan C AFC," ungkap Indra saat menyambangi kantor VIVA.co.id.

"Kan persyaratannya usia 18 tahun, minimal. Ini kan mereka sudah masuk usia itu, 23 pemain itu. Saya ingin 23 pemain itu punya lisensi C di usia 19 tahun," lanjutnya. 

Kemudian, Indra juga merencanakan agar ketika para pemain Timnas U-19 itu masuk ke usia senior, melanjutkan dengan mengambil lisensi B AFC. Dia berharap, bekas anak-anak asuhannya itu jika ingin jadi pelatih, ketika pensiun tinggal melanjutkan untuk ambil lisensi A AFC. 

Jumlah pelatih di Indonesia, menurut Indra saat ini hanya sekitar tiga ribu orang. Dia membandingkan dengan Jepang dengan memiliki 61 ribu pelatih, padahal Indonesia negara yang lebih besar.

"Nanti begitu mereka berkiprah di senior, mereka sudah harus kantongi lisensi B, begitu keluar, mereka tinggal cari lisensi A," jelasnya.

"Tujuannya, pertama untuk memperbanyak pelatih. Yang kedua, kan kasihan juga kalau kita melihat sekarang ada pemain nasional yang tidak bisa melatih, karena tidak punya lisensi di usia yang tidak muda," paparnya.

Indra berharap, PSSI sebagai federasi mau untuk memikirkan masa depan pemain sampai sejauh itu. Pelatih berusia 51 tahun ini mengungkapkan, betapa bea siswa kuliah yang didapat para pemain Timnas U-19 juga penting untuk masa depan. 

"Kepikiran enggak itu sama federasi, sama pelatih lain. Saya pikirin sama sejauh itu. Kuliah juga, mereka masuk Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gajah Mada (UGM)," bebernya.

"Kalau mereka tidak main bola, tidak terpakai, minimal di lingkungannya, mereka terpakai. Dihormati orang," ujar dia.

Indra Sjafri Menangis Saat Punggawa Timnas U-19 Tidur

VIVAbola – Indra Sjafri menyebut beban berat harus dipikul oleh para pemain Timnas Indonesia U-19 saat tampil di Piala Asia 2014, Oktober lalu. Mantan pelatih Garuda Jaya ini merasa kegagalan-kegagalan Indonesia di bidang lain seolah mesti ditebus oleh Evan Dimas dan kawan-kawan.

Pelatih berdarah Minang ini merasa para pemain Timnas U-19 memiliki tanggung jawab lebih besar. Padahal, usia anak-anak asuhannya kala itu masih cukup muda dan dianggap belum pantas memikul beban seberat itu.

“Kita karena tidak punya gelar juara, usia muda itu jadi seperti penebus dosa. Kegagalan-kegagalan di bidang lain dicurahkan ke anak-anak,” ujar Indra saat menyambangi kantor VIVA.co.id.

“Kalau Cak Nun (Budayawan, Emha Ainun Najib) bilang, masa kegagalan politik, kegagalan ekonomi, dan di segala bidang, ditumpahruahkan ke anak-anak U-19,” sambungnya.

Namun, Indra mengungkapkan, para pemain Timnas U-19 memiliki bekal mental yang bagus. Sehingga, meski harus memikul beban berat, para pemainnya menunjukkan semangat juang tinggi demi bangsa dan negaranya. 

“Saya sampai nangis kalau lihat anak-anak itu tidur. Tanggung jawab semuanya mereka harus bawa, lolos ke Piala Dunia,” tutur pelatih berusia 51 tahun ini.

“Tetapi, kita menyiapkan individu-individu pemain, baik teknis dan non-teknis. Mereka anak-anak yang tidak cepat menyerah. Begitu terpuruk, bangkitnya cepat,” ucap dia. (one)

Demi Timnas U-19, Dejan Tolak Persija

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih yang membawa Pelita Bandung Raya (PBR) ke babak semifinal Indonesia Super League (ISL) 2014, Dejan Antonic, lebih memilih melatih Tim Nasional Indonesia U-19 dibanding klub. Hal tersebut dinyatakannya karena dia lebih suka membina pemain muda.

"Saya dengar PSSI ada ketertarikan dengan saya. Jika itu benar, saya siap meneruskan kerja Indra Sjafri. Saya lebih memilih Timnas U-19 daripada klub-klub ISL, karena saya suka bekerja dengan pemain muda," ujar Dejan saat ditemui Republika Online di Hotel Century, Senayan, Jakarta.

Di mata Dejan, Timnas U-19 sangat berpotensi di kancah internasional. Hal tersebut merupakan hasil dari upaya Indra Sjafri dan dia siap melanjutkan program mantan pelatih kepala Garuda Muda itu. Dengan demikian, pelatih asing ini selalu siap jika PSSI meminangnya.

Sebelumnya Dejan mengaku ada beberapa klub yang menawarkannya untuk bekerjasama. Salah satunya klub asal Ibukota, Persija Jakarta. Hanya saja, pihak Macan Kemayoran belum mengajukan tawaran secara resmi.
Dia mengaku siap bekerjasama dengan klub manapun. Yang penting adalah keseriusan klubnya sendiri.

"Seperti memilih kekasih, siapa yang cepat dan dia yang saya terima. Tapi, kalau untuk timnas, saya tidak perlu pikir panjang karena saya suka dengan mereka juga proyek coach Indra," ungkap Dejan.