Tampilkan postingan dengan label Eko Purjianto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eko Purjianto. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 November 2014

Mantan Asisten Pelatih Timnas U-19 Sibuk Urusi Akademi

Daru Waskita/VIVAbola
 
VIVAbola - Mantan asisten pelatih tim nasional Indonesia U-19, Eko Purjianto tetap fokus ke pembinaan usia dini setelah dipecat oleh PSSI. Asisten Indra Sjafri itu kini sedang sibuk mengurusi Eko Primavera Football Camp, akademi yang sudah dia rintis sejak setahun belakangan.

"Sekarang sibuk mengurusi pendidikan sepakbola. Saya punya akademi di Semarang. Sudah 1 tahun berjalan," kata Eko ketika dihubungi VIVAbola, Jumat 7 November 2014.

Pria 38 tahun ini mengungkapkan, saat ini ada 40 anak yang berlatih di akademinya. Para pemain masa depan Indonesia itu dibesut oleh empat mantan pemain nasional.

"Harapannya ada pemain yang diambil untuk timnas dan klub liga di Indonesia," ungkap pria yang dulunya andalan di lini belakang timnas.

Namun, Eko juga masih punya niatan lain yang ingin dikerjakan. Seperti diketahui, Eko ingin menambah wawasan dan meningkatkan lisensi kepelatihannya.

"Saya mau ambil (lisensi) B AFC. Masih menunggu kabar dari federasi," ujar mantan jagoan PSIS Semarang itu.
 

Sabtu, 12 Juli 2014

Mereka di Balik Sukses Indra Sjafri dan Timnas U-19, Eko Purjianto (Asisten Pelatih)

 bola.net

Bola.net - Namanya mungkin sudah tak asing lagi bagi dunia sepak bola Indonesia. Yup, Eko Purjianto memang bek langganan Timnas senior di penghujung dekade 90-an.

Usai gantung sepatu dengan klub Persema Malang di tahun 2005, Eko tak mau begitu saja meninggalkan sepak bola. Sebelum bergabung dengan Indra Sjafri, pemegang lisensi C AFC dan B Nasional ini tercatat sebagai asisten pelatih PSIS Semarang.

Mantan bek jebolan Primavera 1996 ini baru bergabung dengan Indra Sjafri untuk membantu menangani Timnas U-19 adalah saat training center (TC) di Yogyakarta pertengahan tahun ini. Bukan hanya karena pengalaman Eko malang melintang bersama Timnas sejak ia berusia 15 tahun, namun kesamaan visi lah yang menyatukan keduannya.

"Saya diminta pak Indra sendiri, by phone. Mungkin kesamaan visi, sama-sama ingin serius di prestasi usia dini," terangnya pada Bola.net.

Eko mengaku pertemuannya dengan Indra adalah saat sang pelatih menjadi mentor dalam pengambilan kursus lisensi C AFC di Jakarta tahun lalu. "Coach Indra saat itu pengisi materi tentang prestasi usia dini. Jadi arahnya bukan pembinaan lagi, tapi lebih ke prestasi. Saya merasa ada kesamaan visi," kata eks pemain Pelita saat masih berhome-base di Solo ini.

Prestasi di kelompok umur sudah diraihnya bersama Indra dan Timnas U-19, namun bagi Eko, sepak bola Indonesia tak boleh puas begitu saja. Justru ini adalah pelecut agar kompetisi di usia dini terus diagendakan PSSI. "Ini baru awal dan mungkin bisa jadi bukti kalau pembinaan demi prestasi usia dini harusnya lebih digalakkan. SDM pelatih lokal juga harus ditingkatkan," pungkasnya. 

Sabtu, 17 Mei 2014

Eko Purjianto, Asisten Pelatih yang Sempat Galau






Coachindrasjafri.com - Sudah hampir setahun Eko Purjianto menjabat asisten pelatih Indra Sjafri di timnas U-19. Berawal dari awal Mei tahun lalu, BTN memanggil Eko untuk ikut berkontribusi langsung pada skuad Garuda Jaya. 


Ketika itu baik pihak PSIS maupun timnas U-19 benar-benar butuh jasa pelatih muda berbakat ini. Karena jadwal PSIS untuk menjalani putaran kedua bentrok dengan agenda persiapan menuju gelaran piala AFF dan kualifikasi Piala Asia U-19.

Maka seketika itu juga Eko yang kelahiran Semarang, 1 Februari 1976 menjadi galau. Panggilan dari BTN adalah sebuah apresiasi positif baginya, tapi di sisi lain, ikatan kontrak untuk menemani Firmandoyo sebagai asisten pelatih PSIS juga masih ada. Pihak manajemen PSIS pun sebetulnya berat melepaskan dirinya. 

Akhirnya Eko gabung bersama timnas hingga berhasil menjuarai Piala AFF yang digelar di Sidoarjo dan Gresik. Tak hanya itu, Eko juga menemani timnas U-19 menjalani kualifikasi Piala Asia U-19 hingga lolos sebagai pemuncak klasemen grup di atas Korea Selatan. 

Memasuki penghujung 2013, sempat muncul wacana penunjukan jebolan primavera 1996 ini untuk menjadi pelatih kepala di PSIS. ''Saya bangga ditawari untuk melatih PSIS, tetapi kan ini (Timnas) kan juga untuk kepentingan Bangsa,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan media nasional.

Namun, BTN memperpanjang kontrak Eko selama dua tahun ke depan. Eko akan menjadi asisten Indra Sjafri hingga jadwal Piala Asia digelar Oktober 2014.

Selama menjadi asisten pelatih, Eko yang juga Ketua Umum EPFC (Eko Primavera Football Camp) ini bertugas mengurus segi teknikal dan taktik. Selain itu karena background dirinya sebagai pemain bertahan, ia juga fokus pada sektor belakang timnas.

Sebanyak 29 caps dengan raihan 3 gol, Eko memang langganan timnas pada kurun tahun 1999-2001. Ia bermain bersama Yeyen Tumena dan Kurniawan Dwi Yulianto. Sementara karir di klub, Eko sempat memperkuat Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru, PSIS Semarang dan Persema Malang.

Eko dapat bergabung dalam tim yang dikepalai Indra Sjafri karena satu sebab: kesamaan visi dalam pengembangan prestasi usia dini. Jadi arahnya bukan pembinaan lagi, tapi lebih ke prestasi. Saya merasa ada kesamaan visi. Pertemuan pertama itu terjadi ketika Eko mengikuti pengambilan kursus lisensi C AFC di Jakarta tahun 2012. 

Kini Eko telah mengoleksi lisensi kepelatihan C AFC dan B nasional. Ada bayangan masa depan yang diimpikannya. Di umurnya yang masih muda, ia bermimpi, bahwa ada keinginan untuk dapat menangani timnas seperti yang Indra Sjafri lakukan sekarang.[]

Sabtu, 03 Mei 2014

Timnas U-19: Peran Pelatih Ibarat Bermain Layangan


Harian Bola - Indra Sjafri dan para asistennya menyadari tak mudah menciptakan tim yang solid agar bisa eksis di persaingan Piala AFC U-19. Kunci untuk bisa sukses tak hanya ditentukan dari sisi teknik, tetapi juga dari sisi psikologis. Untuk bisa menata kestabilan mental punggawa Tim Garuda Jaya perlu trik khusus.


“Pemain timnas U-19 tak bisa dibilang anak kecil lagi karena pada dasarnya usia mereka sudah memasuki fase dewasa. Sebagai mantan pemain, saya pernah merasakan gejolak kawula muda saat berusia sama dengan mereka,” kata Eko Purjianto, asisten pelatih timnas U-19.

Menurut Eko, pemain tidak harus dikekang dengan pola tangan besi.

“Menangani kondisi kejiwaan mereka harus tarik-ulur seperti layangan. Di usia mereka, menjalani latihan dalam durasi waktu yang amat lama tentu berat. Mereka pasti merasakan kejenuhan dan membutuhkan aktivitas di luar sepak bola.”

“Tugas pelatih adalah menjaga keseimbangan emosi mereka agar tetap bisa fokus berlatih,” kata Eko, yang pernah punya pengalaman berada dalam TC panjang di Italia saat bergabung di timnas Primavera pada era 90-an.

Sumber: Harian BOLA (Penulis: Ario Yosia)

Minggu, 27 April 2014

Timnas U-19 Langsung Fokus Hadapi Myanmar

Detik Sport - Jakarta, Tim nasional Indonesia U-19 langsung bersiap melakoni pertandingan ujicoba dalam persiapan jelang Piala Asia U-19. Lawan yang akan dihadapi adalah Myamar.

Laga ujicoba melawan Myanmar akan digelar pada 5 Mei mendatang. Ujicoba itu diharapkan menjadi ajang untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan skuat 'Garuda Muda' sebelum fokus menghadapi lawan-lawan di Piala Asia.

Timnas U-19 akan mulai menjalani pemusatan latihan pada Senin (28/4) di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang. Mereka dijadwalkan melawan Myanmar pada 5 Mei di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

''Saat ini kami fokus untuk menghadapi Myanmar lebih dulu. Senin besok kami sudah mulai menjalani pemusatan latihan. Jadi kami fokus yang terdekat dulu saja,'' ujar asisten pelatih Eko Purjianto kepada detikSport, Minggu (27/4).

Salah satu yang ingin dilihat dalam ujicoba melawan Myanmar tersebut, lanjut Eko, adalah untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pasca tur di Timur Tengah.

''Setelah ujicoba di tur Timur Tengah tentunya tim pelatih sudah memiliki penilaian untuk dievaluasi. Lawan Myanmar ini bisa menjadi ajang untuk memperbaiki segala kekurangan di tim ini sebelum Piala Asia,'' kata mantan pemain Pelita Jaya itu.

Di Piala Asia U-19, Indonesia tergabung di Grup B bersama Uzbeksitan, Australia dan Uni Emira Arab. Sementara Myanmar yang menjadi lawan ujicoba timnas U-19 merupakan salah satu kontestan di Grup A bersama Iran, Thailand dan Yaman.(ads/nds)

Kamis, 24 April 2014

Timnas U-19 Anggap Semua Lawan Berat

 
Detik.com - Jakarta - Tim nasional Indonesia U-19 akhirnya mengetahui calon lawan mereka di babak grup Piala Asia U-19 2014. Menanggapi hasil drawing, timnas U-19 menganggap semua lawan berat.

Drawing yang dilakukan di Yangon, Myanmar, Kamis (24/4/2014), menempatkan Indonesia di Grup B. Tiga lawan yang menunggu 'Garuda Muda' di babak grup adalah Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab.

"Semua lawan tidak ada yang mudah. Semua berat. Kami tidak pernah menganggap remeh lawan, siapa pun itu," ujar asisten pelatih timnas U-19, Eko Purjianto, kepada detikSport.

Terkait tiga calon lawan timnya di babak grup, Eko mengaku sudah punya sedikit gambaran kekuatan mereka.

"Australia, kami sudah sedikit mengetahui gambaran mereka. Walaupun kami belum pernah melawan mereka sama sekali," katanya.

"Tapi saya sendiri sudah sedikit tahu gambaran mereka seperti apa meski tidak banyak. Jadi itu bisa terus kami pelajari dari sekarang."

"Lawan UEA juga seperti itu. Waktu di Timur Tengah kami menghadapi mereka. Tapi, pasti mereka memperbaiki kekurangan-kekurangan mereka, sehingga pasti mereka bakal lebih meningkatkan kemampuan mereka."

"Uzbekistan juga sama. Mereka lawan yang tidak mudah," kata Eko.(mfi/mfi)
 
 

Timnas U-19 Ogah Sesumbar di Piala Asia


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asisten pelatih tim nasional Indonesia U-19, Eko Purjianto, tidak mau sesumbar mengenai peluang Indonesia lolos dari Grup B Piala Asia U-19 yang akan berlangsung di Myanmar, Oktober mendatang.

Evan Dimas dkk tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab. Khusus UEA, Indonesia pernah menjalani uji coba sebanyak dua kali dan meraih kemenangan masing-masing 2-1 dan 4-1.
"Semua lawan patut diwaspadai. Kami harus siap melawan siapa pun. Tetapi, kami tetap optimistis bisa lolos grup," jelas Eko saat dihubungi wartawan, Kamis (24/4/2014).

"Kami tahu kekuatan negara-negara Arab. Lalu, Australia juga sempat kalah dari Vietnam (di babak kualifikasi Piala Asia U-19). Namun, itu tidak bisa dijadikan patokan. Kami tetap harus waspada," lanjutnya.
Piala Asia U-19 akan digelar pada 9-23 Oktober 2014 di Myanmar. Indonesia diberi target lolos ke babak semifinal demi meraih tiket ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada tahun depan.