Tampilkan postingan dengan label Ichsan Kurniawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ichsan Kurniawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Oktober 2014

Ichsan Kurniawan Siap Gabung di Final

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sriwijaya FC U-21 mendapat suntikan tambahan tenaga jelang laga final Indonesian Super League (ISL) U21, Minggu (19/10/2014) di Stadion Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung. Pilar timnas U-19, Ichsan Kurniawan yang baru saja selesai menjalankan tugas di ajang Piala Asia Myanmar dipastikan akan bergabung dan menambah amunisi di lini tengah laskar wong kito mudo. Hal ini disampaikan langsung oleh manajer SFC U21, Augie Bunyamin saat dikonfirmasi Jumat (17/10/2014) sore.

Menurutnya, Ichsan sudah dihubungi sejak awal pelaksanaan Piala Asia lalu. "SFC U21 sangat mendukung program timnas, karena itu sejak TC jangka panjang kita sudah lepas Ichsan Kurniawan, Bagas Adi Nugroho dan terakhir Rudolf Yanto Basna. Namun sekarang timnas U19 sedang libur jadi kita bisa kembali menggunakan jasa mereka," jelasnya.

Namun meskipun berstatus sebagai pemain Garuda Muda, keputusan untuk memainkan trio Timnas U19 tersebut tetap akan diserahkan kepada tim pelatih. "Urusan teknis di lapangan kita serahkan ke pelatih, namun kami berharap kehadiran Ichsan Kurniawan dapat meningkatkan kualitas lini tengah SFC U21," harapnya.

Sementara itu, pelatih kepala SFC U21 Andi Susanto mengaku akan melihat permainan Ichsan Kurniawan di 2 sesi latihan terakhir sebelum laga final digelar. "Statusnya sebagai pemain timnas menandakan Ichsan punya kualitas yang baik, tapi saya akan lihat kemampuannya dalam kerjasama tim dan memahami strategi yang kita siapkan," ujarnya.

Ichsan saat dikonfirmasi mengaku siap jika dimainkan dalam laga final ISL U-21 nanti.
"Saya baru tiba di Indonesia pada Kamis (16/10/2014) malam dan menginap di Hotel Bandara Soetta. Lalu Jumat (17/10/2014) pukul 09.00 tadi naik travel langsung bergabung dengan pemain lain di Bandung," jelasnya.

Diakuinya, kondisinya cukup bugar untuk menghadapi laga final ISL U21 keduanya dalam 2 tahun terakhir ini. "Memang masih sedikit kurang tidur, tapi masih cukup banyak waktu untuk recovery. Yang jelas saya sangat termotivasi mempertahankan gelar juara, apalagi musim lalu saya juga bermain di laga final, semoga kenangan manis tersebut bisa kami ulangi lagi," ujar alumnus SONS ini.

Kejadian unik dialaminya saat akan bertolak ke Bandung dari Jakarta pagi tadi. Di dalam travel yang ditumpanginya, Ichsan bersama Rully Desrian asal Semen Padang U-21 yang juga merupakan punggawa Timnas U19.

"Kami sempat bercanda dan saya katakan bahwa gelar juara tetap akan berada di Palembang. Gawang Rully akan kami jebol nanti," ujar pemain asal Martapura OKU Timur ini. (TS)

Minggu, 05 Oktober 2014

Ichsan Kurniawan, Makin Bisa Adaptasi

KOMPAS.com - Nama Ichsan Kurniawan jarang terdengar karena dia belum sepenuhnya mendapat kepercayaan dari pelatih Indra Sjafri untuk masuk skuad utama Tim Nasional Indonesia U-19. Apalagi, dia terbilang baru dibandingkan deretan nama barisan tengah Garuda Jaya seperti Muhammad Hargianto, Zulfandi, Paulo Sitanggang atau Evan Dimas.

Ya, Ichsan tak masuk daftar pemain Timnas U-19 yang sukses menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013. Pemain kelahiran Ogan Komering Ulu Timur pada 25 Desember 1995 ini baru bergabung pada September 2013 setelah mendapat kesempatan mengikuti seleksi Timnas U-19 proyeksi Piala Asia 2014. Tak mengherankan jika nama pemain Sriwijaya FC U-21 ini kurang "membumi".

Ichsan, yang menjadi ikon Generasi Muda Berprestasi Tanpa Narkoba dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, kemudian bisa bergabung dengan Timnas U-19 yang waktu itu sedang menggelar pemusatan latihan di Malang, setelah mendapat surat resmi dari BTN pada 9 September 2013.

Selama masa persiapan menuju putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar yang mulai bergulir 9 Oktober ini, Indra sempat mencoba memainkan Ichsan. Ternyata performanya membuat sang pelatih terkesan lantaran grafik permainannya makin baik di setiap pertandingan.

Ichsan dipercaya tampil penuh saat Timnas U-19 menang 4-2 atas Persebaya Surabaya U-21 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (24/2/2014). Penampilannya dianggap jauh lebih baik dibandingkan saat Garuja Jaya bermain 1-1 melawan tim Pra-PON Jawa Timur, Jumat (21/2/2014). Ia merupakan pemain yang diplot menggantikan Muhammad Hargianto, satu dari tiga pilar utama sewaktu Indonesia menjuarai Piala AFF U-19.

"Ichsan makin bisa adaptasi. Saya percaya ini akan dialami pemain lain jika diberi kesempatan," tutur Indra kepada Tribunnews.com waktu itu.

Indra tetap menaruh kepercayaan kepada pemain berusia 19 tahun itu. Alhasil, Ichsan masuk daftar 23 pemain yang diboyong ke Myanmar, untuk mengemban misi membawa Indonesia minimal meraih tiket semifinal, sehingga mimpi bermain di Piala Dunia U-20 tahun 2015 bisa terwujud. Semoga!

Profil singkat

Nama: Ichsan Kurniawan
TTL: Ogan Komering Ulu Timur / 25 Desember 1995
Kewarganegaraan: Indonesia
Tinggi Badan: 168 cm
Posisi: Gelandang 
 

Kamis, 07 Agustus 2014

Lawan Malaysia, Ichsan Siap Tampil Maksimal

Sportanews.com - Gelandang Sriwijaya FC sekaligus gelandang bertahan Timnas U-19, Ichsan Kurniawan, tak kecewa tak ikut ke Spanyol. Ia akan memperkuat Timnas U-19 berlaga di Turnamen Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam.

Semula Timnas U-19 yang akan berlaga di Turnamen COTIF Spanyol 10-20 Agustus. Belakangan Timnas U-19 lebih memilih Turnamen Hassanal Bolkiah.

Timnas U-21 kemudian menggantikan peran Timnas U-19 di Spanyol. Tiga pemain Timnas U-21 akan diambil dari Timnas U-19. Namun, nama Ichsan tak masuk dalam pilihan Timnas U-21.

Jebolan SONS ini kini fokus bersama Timnas U-19. “Saya tak kecewa tak ke Spanyol. PSSI pasti punya pertimbangan tersendiri yang terbaik buat Timnas U-19. Kami siap menghadapi lawan-lawan di turnamen Hassanal Bolkiah,” kata Ichsan, Kamis (7/8).

Ichsan dan kawan-kawan akan mengarungi panasnya Turnamen Hassanal Bolkiah, 8-23 Agustus. Anak asuh Indra Sjafri tergabung di Grup B bersama Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Kamboja.

“Kami akan bertemu dengan Malaysia di laga pembuka. Saya siap tampil maksimal jika dipercaya pelatih turun sejak menit awal, ” katanya.

Selasa, 08 Juli 2014

Ichsan Kurniawan Jagokan Brasil Juara Piala Dunia

antara foto

Goal.com - Sebagai tuan rumah, Brasil tentunya sangat diunggulkan untuk menjadi juara Piala Dunia 2014. Terlebih, impian itu semakin mendekati kenyataan lantaran tim Samba berhasil menapaki babak semi-final.

Di babak itu, mereka akan bertemu lawan kuat dari Eropa, Jerman, Rabu (9/7) dini hari WIB. Salah satu penggawa timnas Indonesia U-19, Ichsan Kurniawan, angkat bicara mengenai siapa yang dijagokannya pada laga itu.

Tanpa ragu, pemain yang berposisi sebagai gelandang itu memilih Brasil. Bahkan, untuk menjadi juara edisi Piala Dunia kali ini. "Saya pilih Brasil, karena sudah dari dulu di Piala Dunia saya jagoin Brasil," tegas pemain yang membela klub Sriwijaya FC U-21 itu.

Memang, untuk laga nanti tim tuan rumah tidak akan diperkuat dua bintang mereka yaitu Neymar dan Thiago Silva. Neymar sudah dipastikan tidak bisa melanjutkan kiprahnya di Piala Dunia lantaran menderita cedera retak tulang belakang, saat timnya menghadapi Kolombia di babak perempat-final.

Sementara Silva harus absen karena terkena akumulasi kartu kuning. Meski demikian, hal itu tak meredupkan semangat Ichsan untuk mendukung Brasil. "Bagaimanapun tetap Brasil, karena mereka tuan rumah," tuturnya.

Dua Gelandang Timnas Indonesia U-19 Beda Pendapat Soal Laga Belanda - Argentina


Goal.com - Piala Dunia 2014 telah memasuki babak empat besar. Salah satu laganya mempertemukan dua negara yang memiliki tradisi kuat di sepakbola, yakni Belanda kontra Argentina di Arena Corinthians, Sao Paulo, Kamis (10/7) dini hari WIB.

Dua gelandang timnas Indonesia U-19, Alqomar Tehupelasury dan Ichsan Kurniawan, memiliki pendapat berbeda mengenai laga tersebut. Ya, Alqomar menjagokan Argentina, sementara Ichsan lebih mengunggulkan Belanda.

"Saya memilih Argentina karena Belanda yang bikin tim saya (Spanyol) pulang kampung," ujar Alqomar.

"Saya pilih Belanda karena timnya lebih kompak," Ichsan menimpali. 
Seperti diketahui, Belanda dengan susah payah lolos ke babak semi-final setelah menaklukkan Kosta Rika lewat drama adu penalti (4-3). Sedangkan Argentina melaju ke partai empat besar, usai mengalahkan Belgia dengan skor tipis 1-0.

Senin, 30 Juni 2014

Libur Pendek, Ichsan Pilih Tak ke Komering Ulu

Sportanews.com - LIBUR pendek selama tiga hari Timnas U-19, membuat gelandang asal Sriwijaya FC Ichsan Kurniawan memilih tak pulang kampung di awal bulan suci Ramadhan.

Singkatnya waktu libur ini membuat beberapa pemain yang kampung halamannya cukup jauh memilih tak pulang termasuk Ichsan. Pemilik jersey 24 Laskar Wong Kito ini tetap bersama rekan-rekannya yang juga tak pulang karena kampung halamannya cukup jauh.

“Libur kami tiga hari, anak-anak yang rumahnya dekat memang pulang, tapi yang jauh tidak pulang,” kata Ichsan Kurniawan, Sabtu (28/6).

Sebenarnya jarak antara Jawa Barat dan Palembang tidak jauh. Tiga jam perjalanan darat dari Bandung ke Jakarta serta pesawat 45 menit dari Jakarta-Palembang tentu masih cukup bagi Ichsan untuk pulang.

Namun, Ichsan merasa waktu itu tak cukup. Terlebih keluarganya tidak tinggal di Palembang tapi di Ogan Kemering Ulu. Setidaknya untuk sampai rumah, Ichsan harus menempuh perjalanan minimal setengah hari lagi.

Hal ini berarti satu hari penuh dihabiskan di jalan, satu hari berikutnya bisa dimanfaatkannya bersama keluarga. Tapi esoknya, ia sudah harus bergabung Timnas U-19. Stamina tentu bakal terkuras, terlebih saat ini bulan puasa.

“Libur sekarang memilih tidak pulang kampung. Nanti kami libur cukup panjang pas Lebaran sampai 10 hari. Nanti baru saya akan pulang menemui keluarga,” ungkap Ichsan.

Rabu, 18 Juni 2014

Putra Ogan di Timnas U-19


InfoSriwijayaFC - Ada ambisi besar yang bersemayam di dada bintang muda Sriwijaya FC, Ichsan Kurniawan. Ichsan yang saat ini tergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang Tim Nasional Indonesia U-19 berharap bisa diturunkan saat menghadapi tim yang pernah membesarkan namanya, SFC U-21, dalam laga uji coba pada Jumat (20/6). 

Bagi alumni Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) ini, bisa diberikan kepercayaan untuk bermain melawan tim asal tanah kelahiran merupakan sebuah kebangaan tersendiri. Kesempatan itu tidak akan disia-siakannya untuk bertemu dengan rekan-rekan lamanya dan sekaligus memperlihatkan kemampuan terbaiknya dihadapan pelatih Indra Sjafri.

''Ya keinginan pasti ada, tapi semua keputusan saya serahkan kepada pelatih. Apakah nanti saya akan dimainkan atau tidak saat pertandingan uji coba melawan tim SFC U-21, klub yang telah membesarkan saya selama ini,''ungkapnya.

Di Timnas U-19, Ichsan memang belum berhasil menembus skuad utama dan jangan diturunkan sebagai pemain inti. Dia masih kalah bersaing dengan Muhammad Hargianto di posisi gelandang bertahan.

Tapi hal itu tidak lantas membuat pemain kelahiran Baturaja, 25 Desember 1995 ini berkecil hati dan putus asa. Bagi dia, keputusan untuk bermain merupakan keputusan penuh milik pelatih. Karena itulah, dia terus berusaha memperlihatkan kemampuan terbaiknya pada saat latihan, untuk meningkatkan kualitasnya. 

Jika Ichsan diberikan kesempatan bermain, maka dia akan berhadapan langsung dengan rekan-rekannya seperti Riszki Dwi Ramadhana, Alan Martha, Hapit Ibrahim, Teja Paku Alam dan Rivan Nahumarury yang sama-sama pernah berjuang untuk merebut juara ISL U-21 musim lalu.

''Bisa menjadi juara ISL U-21 merupakan kenangan terindah bagi saya, insyaallah jika teman-teman tetap mempertahankan motivasi dan semangat seperti tahun lalu, saya yakin mereka bisa mempertahankan gelar tahun ini,''ujarnya optimis.

Ichsan melanjutkan, meski dirinya jarang pulang ke Palembang karena harus mengikuti TC jangka panjang dengan timnas U-19, tapi dirinya masih terus mengikuti perkembangan tim SFC U-21 pada musim ini.

Walaupun tidak bisa hadir langsung, dia selalu menyempatkan diri untuk memberikan dukungan dan doa kepada rekan-rekannya saat akan bertanding, agar bisa memperoleh hasil maksimal.

''Saya masih terus mengikuti perkembangan tim SFC junior maupun senior, melalui obrolan di grup BlackBerry Massage (BBM). Saya juga tahu tim mana saja yang akan dihadapi SFC U-21 di babak 12 besar, meski lawannya cukup berat tapi mudah-mudahan bisa lolos ke babak semifinal,''harapnya. (Yopie/SINDO)

Selasa, 17 Juni 2014

Putra Sumsel Jadi Kapten Timnas U-19

antara foto

Sportanews - SKUAD Timnas U-19 telah berada di Palembang, Selasa (17/6) malam. Evan Dimas dan kawan-kawan langsung meluncur ke Hotel Aryaduta yang menjadi markas Garuda Jaya selama di Palembang.

Sebelum masuk kamar, anak asuh Indra Sjafri ini dijamu makan malam oleh pihak hotel. Pelatih Kepala Timnas U-19 Indra Sjafri mengatakan, jelang menghadapi Sriwijaya FC, Garuda Jaya dalam kondisi terbaik dan siap tempur. “Melawan SFC kami akan tunjuk Ichsan Kurniawan sebagai kapten,” katanya.

Ichsan dirasa pantas memegang ban kapten karena memang mempunyai kemampuan. Sumsel juga menjadi kampung halamannya, SFC juga merupakan klubnya. “Itulah yang menjadi pertimbangan kita pilih Ichsan jadi kapten tim,” ujarnya.

Indra mengakui Sriwijaya FC U-21 tim yang kuat, tercatat musim lalu Laskar Wong Kito Muda menjadi Juara ISL U-21. Musim ini Laskar Wong Kito telah diri lolos babak 12 besar ISL bersama Semen Padang U-21.

Dalam tur Nusantara jilid II beberapa waktu lalu, anak asuhnya berhasil menumbangkan klub berjuluk Semen Padang dengan skor 1-0. “Kami rasa tak mudah dapat menang melawan Sriwijaya FC,” katanya.

Indra tak akan banyak melakukan perubahan saat melawan SFC. Kegiatan selama berada di Palembang pun telah terjadwal. Mulai dari latihan, menjajal stadion, dan ziarah ke makam taman pahlawan.

Selain itu menghadiri jamuan dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin, coaching clinik dan juga jumpa fans di Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. “Saya ucapkan terima kasih atas sambutan Sriwijaya FC U-21 kepada kita,” tandasnya

Sabtu, 14 Juni 2014

Gelandang Timnas U-19 Berharap Dimainkan Lawan SFC U-21



 Isra Triansyah/Sindophoto

PALEMBANG - Ada ambisi besar yang bersemayam di dada bintang muda Sriwijaya FC, Ichsan Kurniawan. Ichsan yang saat ini tergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang Tim Nasional Indonesia U-19 berharap bisa diturunkan saat menghadapi tim yang pernah membesarkan namanya, SFC U-21, dalam laga uji coba pada Jumat (20/6).

Bagi alumni Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) ini, bisa diberikan kepercayaan untuk bermain melawan tim asal tanah kelahiran merupakan sebuah kebangaan tersendiri. Kesempatan itu tidak akan disia-siakannya untuk bertemu dengan rekan-rekan lamanya dan sekaligus memperlihatkan kemampuan terbaiknya dihadapan pelatih Indra Sjafri.

''Ya keinginan pasti ada, tapi semua keputusan saya serahkan kepada pelatih. Apakah nanti saya akan dimainkan atau tidak saat pertandingan uji coba melawan tim SFC U-21, klub yang telah membesarkan saya selama ini,''ungkapnya.

Di Timnas U-19, Ichsan memang belum berhasil menembus skuad utama dan jangan diturunkan sebagai pemain inti. Dia masih kalah bersaing dengan Muhammad Hargianto di posisi gelandang bertahan.

Tapi hal itu tidak lantas membuat pemain kelahiran Baturaja, 25 Desember 1995 ini berkecil hati dan putus asa. Bagi dia, keputusan untuk bermain merupakan keputusan penuh milik pelatih. Karena itulah, dia terus berusaha memperlihatkan kemampuan terbaiknya pada saat latihan, untuk meningkatkan kualitasnya.    

Jika Ichsan diberikan kesempatan bermain, maka dia akan berhadapan langsung dengan rekan-rekannya seperti Riszki Dwi Ramadhana, Alan Martha, Hapit Ibrahim, Teja Paku Alam dan Rivan Nahumarury yang sama-sama pernah berjuang untuk merebut juara ISL U-21 musim lalu.

''Bisa menjadi juara ISL U-21 merupakan kenangan terindah bagi saya, insyaallah jika teman-teman tetap mempertahankan motivasi dan semangat seperti tahun lalu, saya yakin mereka bisa mempertahankan gelar tahun ini,''ujarnya optimis.

Ichsan melanjutkan, meski dirinya jarang pulang ke Palembang karena harus mengikuti TC jangka panjang dengan timnas U-19, tapi dirinya masih terus mengikuti perkembangan tim SFC U-21 pada musim ini.

Walaupun tidak bisa hadir langsung, dia selalu menyempatkan diri untuk memberikan dukungan dan doa kepada rekan-rekannya saat akan bertanding, agar bisa memperoleh hasil maksimal.

''Saya masih terus mengikuti perkembangan tim SFC junior maupun senior, melalui obrolan di grup BlackBerry Massage (BBM). Saya juga tahu tim mana saja yang akan dihadapi SFC U-21 di babak 12 besar, meski lawannya cukup berat tapi mudah-mudahan bisa lolos ke babak semifinal,''harapnya.


(aww)(okezone.com)

Kamis, 08 Mei 2014

Ichsan Bantah Ngomong Kasar Kepada Wasit


GELANDANG Timnas U-19 Ichsan Kurniawan harus menerima kartu merah dalam partai uji coba Timnas Indonesia U-19 melawan Myanmar U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (7/5) malam. Timnas kalah 1-2.

Gelandang Sriwijaya FC ini membantah berkata tak pantas kepada wasit sehingga dikeluarkan dari lapangan. “Mungkin wasit memang benar, tapi Ichsan tidak ada bicara apa-apa ke wasit. Apa lagi bicara jelek,” ungkap Ichsan Kurniawan, Kamis (8/5).

Saat hendak diganti oleh Zulfiandi, Ichsan mengakui sedikit melakukan beberapa tindakan yang dianggap bertujuan mengulur waktu. Saat melangkahkan kaki dari lapangan hijau, tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya terutama ucapan tak sopan kepada wasit seperti yang disampaikan komentator televisi.

Menurut Ichsan, ia bukan mau menyalahkan siapa pun. Ia cuma  ingin menyampaikan fakta sebenarnya di lapangan. “Ichsan cuma ngelepas deker aja, tapi mungkin wasit mengira Ichsan mengulur waktu, jadi dikasih kartu kuning kedua,” ungkapnya.

Gara-gara melepas deker ini yang membuat wasit mengeluarkan kartu kuning kedua. “Jadi bukan karena mengeluarkan perkataan kasar seperti yang disebut-sebut saat pertandingan. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, pertandingan melawan Myanmar menjadi pelajaran berharga,” tandasnya. (Sportanews)


Senin, 21 April 2014

Pulang Kampung, Ichsan Sembuhkan Cedera


TRIBUNSUMSEL.COM -  Stabilnya prestasi timnas U19 Indonesia membuat skuad Garuda Muda ini terus mendapat sorotan. Tim yang diarsiteki oleh Indra Sjafri ini pun menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia dan diharapkan dapat memperoleh hasil maksimal saat Piala Asia U19, Oktober mendatang.

Gelandang muda Sriwijaya FC, Ichsan Kurniawan yang tergabung dalam skuad Timnas U19 juga merasakan tekanan yang sama. Ichsan yang baru saja pulang dari tur Timur Tengah dan melaksanakan ibadah umroh menceritakan beberapa kisah menarik yang dialaminya selama menjalani pelatnas sewaktu menyempatkan diri menemui Tribun Sumsel, Senin (21/4/2014) di sela-sela jadwal kepulangannya ke kampung halaman di OKU Timur.

“Pemain timnas U19 memang diberikan libur selama seminggu. Usai tiba di Jakarta pada Minggu (20/4/2014) sore kemarin, malam harinya saya langsung pulang ke Palembang dan siang ini Senin (21/4/2014) akan balik ke kampung halaman di Martapura, nanti ada bapak saya yang menjemput,” ujar pemain yang membawa SFC U21 menjadi juara ISL U21 musim lalu ini.
   
Menurutnya, setelah hampir 5 bulan tidak menemui keluarga, dirinya memang sudah merasakan rindu yang mendalam. “Apa yang sudah saya raih tidak lepas dari dukungan dan doa keluarga besar saya. Tentu saya harus memanfaatkan libur ini untuk menemui mereka dan mengucapkan banyak terima kasih,” ungkapnya.

Rabu, 09 April 2014

Ichsan Senang Bisa Perkuat Timnas U-19


Sportanews - TIMNAS  U-19 telah melakoni 12 partai uji coba dalam Tur Nusantara. Dari 12 partai ini, gelandang bertahan Sriwijaya FC Ichsan Kurniawan dimainkan di sembilan laga.

 “Alhamdulillah sudah sembilan kali saya turun membela Timnas U-19. Senang, meski memang tidak full time. Kadang mainnya 10 menit terakhir. Pernah juga main sejak menit awal,” kata Ichsan Kurniawan, Senin (31/3).

 Ichsan memperkuat Timnas U-19 saat melawan Pra-PON Jogyakarta, Pra-PON Jatim, Persebaya U-21, dan Persikoba Kotabatu Malang. Ichsan sangat mensyukuri kesempatan yang diberikan pelatih Indra Syafri.
Tak mudah untuk dapat bertahan dengan ketatnya persaingan pemain Garuda Jaya. “Saya selalu bersyukur masih diberi kesempatan dan terus semangat. Pastinya akan selalu memberikan yang terbaik untuk Timnas,” ujarnya.
Ichsan juga tidak menyangka memiliki kesemapatan bersama teman-temannya melaksanakan umrah. “Saat umrah akan berdoa khusus untuk kesehatan orangtua dan karier. Ya, saya juga rindu sama Sriwijaya FC dan selelalu mendukung mereka di layar televisi. Mudah-mudahan SFC dapat menyapu bersih tiga partai lanjutan ISL,” pungkasnya.

Kata Ichsan, Kepala Plontos Enak


Sportanews - GELANDANG bertahan Sriwijaya FC Ichsan Kurniawan ikut mencukur rambutnya usai melaksanakan umrah. Seluruh pemain, pelatih dan staf pelatih memang kompak melicinkan kepala.


“Kini semua pemain Timnas U-19 berkepala licin tanpa rambut termasuk saya,” kata Ichsan Kurniawan, Minggu (6/4).
Proses pencukuran rambut dilakukan pelatih, pemain, dan staff kepelatihan di salon lantai dasar sebuah hotel di Mekkah. Pencukuran rambut ini disertai canda-tawa sebab mereka merasa aneh melihat rekannya berkepala plontos.
“Awalnya pemain memang merasa aneh, tapi enak dengan berkepala plontos kepala terasa ringan dan dingin,” kata Ihsan.
Ichsan dan kawan-kawan kini tengah menyiapkan diri untuk melawan Timnas U-19 Oman, 9 April. Bila diturunkan, Ichsan berjanji akan tampil maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Timnas.
“Kami akan lawan Oman, saya berharap hasil terbaik. Diturunkan atau tidak saya serahkan ke pelatih,” ujarnya.

Kamis, 27 Februari 2014

Penampilan Ichsan Kurniawan Semakin Baik di Setiap Pertandingan


TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri menilai performa gelandang Ichsan Kurniawan makin baik di setiap pertandingan.

Seperti ketika Ichsan dipercaya tampil penuh saat Indonesia U-19 menang 4-2 atas Persebaya Surabaya U-21 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (24/2/2014).

Penampilannya dianggap jauh lebih baik dibandingkan saat Indonesia bermain 1-1 melawan tim Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Timur, Jumat (21/2/2014). Ia merupakan pemain yang diplot menggantikan Muhammad Hargianto, salah satu dari tiga pilar utama sewaktu Indonesia menjuarai Piala AFF U-19.

"Ichsan makin bisa adaptasi. Saya percaya ini akan dialami pemain lain jika diberi kesempatan," tutur Indra kepada Super Ball.