Tampilkan postingan dengan label Jarot Supriadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jarot Supriadi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 November 2014

Mantan Pelatih Kiper Timnas Indonesia U-19 Jadi Rebutan Klub Papan Atas

Berita Kota Super Ball - Eko Priyono

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Lebih dari dua klub papan atas yang bertarung di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014 berebutan untuk menarik mantan pelatih kiper Tim Nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi sebagai pelatih klubnya. 

Beragam jurus dilakukan manajemen klub papan atas untuk menaklukan mantan pelatih kiper tim Garuda Jaya agar mau bergabung. Bukan hanya sekedar ajakan bergabung melalui via telepon. Akan tetapi janji fasilitas berlebih pernah ditawari mantan pelatih kiper Persipura Jayapura itu. 

"Sudah banyak yang meminta saya untuk bergabung ke klubnya. Bukan hanya itu, kemarin ada juga pengurus klub yang mau menjemput saya di bandara waktu pulang dari Myanmar dan meminta tandatangani kontrak kerja," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball.

Jarot melanjutkan banjir tawaran dari klub itu seluruhnya belum bisa direspon lantaran status dirinya masih terikat kontrak dengan PSSI sebagai pelatih kiper timnas U-19.  "Kalau sekarang saya sudah bebas memilih klub karena secara lisan kontrak dengan timnas sudah berakhir," ujarnya. 

Meski sudah bebas menentukan sikap klub mana yang dipilih sebagai perahu di kompetisi musim 2015, Jarot mengatakan pihaknya tidak ingin mengecewakan pengurus klub yang telah membuka komunikasi sejak awal. 

Namun, Jarot mengunci rapat klub mana saja yang menjadi 'prioritas' dipilih. Keputusan tidak ingin membocorkan klub mana saja yang telah menjalin komunikasi itu karena ingin menjaga suasana kondusif klug yang sedang konsentrasi memasuki partai semifinal ISL musim 2014. 

"Bagaimana pun saya menghargai mereka yang sudah membuka komunikasi dari awal. Saya tunggu saja siapa yang cepat dari mereka mengajak dan itu yang akan saya tanggapi positif," ujarnya. 

Seperti diketahui empat tim sedang mengadu nasib untuk memerebutkan tiket final ISL musim 2014. Empat tim itu adalah Arema Cronus Indonesia, Persipura Jayapura, Pelita Bandung Raya (PBR) dan terakhir Persib Bandung. 

Jumat, 24 Oktober 2014

Jarot Supriadi: Cokelat Luar Negeri Untuk Keluarga



 Berita Kota Super Ball - Eko Priyono
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi mengatakan dirinya beruntung memiliki keluarga yang memahami profesinya di dunia sepakbola.

Jarot menyatakan ketiga anaknya itu tidak banyak menuntut saat dirinya menjalani kegiatan mengawal tim Garuda Jaya, julukan tim nasional Indonesia U-19 mulai persiapan sampai pelaksanaan Piala Asia U-19 2014 di Myanmar.

"Saya beruntung punya keluarga yang memahami tugas saya. Mereka tidak banyak menuntut," ujar Jarot Supriadi saat ditanya Super Ball apa permintaan anak saat dirinya berkeliling Nusantara dan luar negeri bersama tim Garuda Jaya, Kamis (23/10/2014).

Jarot menyatakan ketiga anaknya itu jarang menuntut saat dirinya menjalani rangkaian pemusatan latihan bersama skuat Garuda Jaya berkeliling Nusantara hingga ke luar negeri. Hanya satu permintaan yang kerap dilontarkan keluarga saat ditanya. "Mereka selalu nanya kapan saya pulang," ujarnya.

Saat ditanya buah tangan apa yang dibawa untuk keluarga dari luar negeri, Jarot mengaku dirinya sama sekali tidak pernah ngotot untuk mencari sesuatu di negara asing itu. "Saya nggak pernah sengaja mencari barang tertentu. Paling kalau ada waktu beli cokelat di bandara. Itu pun inisiatif saya bukan permintaan," ujarnya.

Jarot menyebutkan saat dirinya berada di Hong Kong, Arab Saudi dan terakhir Brunei Darussalam saat menjalani Turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) ia membawa cokelat sebagai buah tangan untuk keluarga. "Saya beli cokelat saja untuk keluarga. Simpel," ujarnya.

Jarot mengatakan setelah melakoni turnamen Piala Asia U-19 2014, dirinya mengisi liburan di rumah perumahan Kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Ia banyak menghabiskan waktu di rumah bersama tiga anaknya. Kegiatan yang dilakoninya adalah mengantar-jemput anak sekolah. "Ya, hitung-hitung membayar waktu yang hilang saat saya bersama tim," ujarnya.

Jumat, 17 Oktober 2014

Timnas U-19 Menanti Evaluasi PSSI

Kompas/Heru Sri Kumoro

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi mengatakan pihaknya menikmati waktu liburan bersama keluarga usai melakoni Piala Asia U-19 2014. Skuat Garuda Jaya gagal meraih target lolos sebagai peserta Piala Dunia U-20 Tahun 2015 di Selandia Baru.

Evan Dimas dkk tiba di tanah air, Kamis (16/10/2014) malam dan kembali ke rumah masing-masing menjalani liburan. Hanya dua dari 23 pemain Garuda Jaya yang tidak mendapat libur, yakni Evan Dimas Darmono dan Maldini Pali yang bergabung dengan Tim Nasional Indonesia Senior.

"Saya menikmati waktu liburan ini dengan menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah. Ini untuk membayar waktu selama saya di timnas," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball, Jumat (17/10/2014).

Mantan pelatih kiper Persipura ini menyatakan dirinya belum mengetahui agenda ke depannya. "Kita sifatnya menunggu waktu untuk evaluasi Piala Asia U-19 2014 dengan PSSI. Belum tahu kapan (evaluasi) itu," ujarnya.

Bapak tiga anak ini mengatakan pihaknya belum bisa membayangkan apakah dari hasil evaluasi itu tetap berada di tim nasional, atau keputusannya mencari pelatih baru. "Hasil evaluasi nanti kita belum tahu. Hanya mengacu kontrak saya sampai tahun 2015. Jadi sifatnya sekarang menunggu," ujarnya.

Kamis, 02 Oktober 2014

Jarot Supriadi: Pencoretan Awan Setho Rahardjo Bagian dari Rencana Tuhan



tribunnews.com - Feri Setiawan
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi mengatakan pencoretan penjaga gawang Awan Setho Rahardjo yang digantikan Rully Desrian ini ketentuan dan takdir Tuhan. Awan Setho dicoret dari skuat Garuda Jaya karena mengalami cedera jari kelingking kiri saat menjalani latihan.

Meski cedera, Awan Setho tetap terbang ke Spanyol bersama skuat asuah Pelatih Indra Sjafri lainnya menjalani empat laga ujicoba melawan tim papan atas Eropa itu. "Itu ketentuan dan takdir Tuhan. Siapa yang menduga menjelang akhir Awan cedera dan diganti pemain lain. Itu bagian rencana Tuhan," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball.

Jarot mengatakan penunjukkan Rully Desrian menggantikan Awan Setho pun berdasarkan pertimbangan matang. Mantan Pelatih Kiper Papua selama 6 musim itu menjelaskan empat keunggulan Rully, yang membuat dirinya layak dipilih. Berdasarkan data PSSI, Rully merupakan salah satu kiper terbaik. Pertimbangan teknis, kemampuan tidak diragukan untuk timnas U-19.

Kedua, Rully menjadi penjaga gawang yang membawa tim AFF U-16 2012, yang ditukangi Indra Sjafri. Tim ini yang menjadi cikal bakal tim Garuda Jaya. Ketiga, Rully menjadi salah satu pemain U-21 Semen Padang, dan tampil baik. "Bersama Semen Padang, dia (Rully) selalu jadi starter," ujarnya.

Dengan pertimbangan itu, kata Jarot dirinya yakin proses adaptasi akan berjalan cepat. Karena masing-masing pelatih sudah mengetahui karakteristik pemain ini, begitu juga sebaliknya. "Rully ini kiper pertama yang saya dan Indra Sjafri rekrut dulu. Makanya kami sudah saling memahami," ujarnya.

Jarot meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar Garuda Jaya bisa berjuang untuk mengibarkan nama Indonesia dikancah dunia. "Dukungan dan doa masyarakat ini bisa memberikan dampak positif buat anak-anak dalam berjuang.
Kalau ada kesalaahn satu- dua kali, itu hal wajar dan lumrah terjadi jangan langsung dihakimi," ujarnya. 

Senin, 22 September 2014

Penampilan Kiper Muda Mudah Turun Naik



 super ball / eko priyono
TRIBUNNEWS.CON,JAKARTA - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi mengatakan usia memengaruhi kematangan penjaga gawang di lapangan. Hal ini yang membuat karakteristik tiga penjaga gawang Garuda Jaya memiliki perbedaan. Masing-masing memiliki kelebihan walaupun porsi latihan yang diberikan relatif tidak jauh beda.

"Ketiga penjaga gawang kami memiliki kelebihan masing-masing. Tentu saja, itu tercatat secara rapi dari setiap latihan," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball beberapa waktu lalu.

Jarot tidak membandingkan satu persatu penjaga gawangnya. Akan tetapi secara umum ia menjelaskan usia sangat memengaruhi penampilan penjaga gawang di setiap pertandingan.

"Usia yang masih muda, mentalnya terkadang mudah turun naik. Itu sebabnya kalau pas lagi bagus, bagus banget. Tapi mudah untuk turunnya," ujarnya.

Jarot menjelaskan penampilan penjaga gawang di setiap pertandingan selalu berbeda. Begitu juga dengan tingkat kesulitan yang tidak bisa diprediksi. "Semuanya situasional. Tapi kiper harus bisa membaca situasi pertandingan," ujarnya.

Untuk bisa membaca situasi, Jarot menegaskan penjaga gawang harus rajin berlatih dan mengikuti semua tahapan yang telah ditentukan. Dengan demikian, penjaga gawang itu akan tampil percaya diri di lapangan jika program latihan bisa dijalani dengan baik.

"Semakin baik di latihan, kiper akan tampil percaya diri," ujarnya.

Rabu, 10 September 2014

Awan Setho Cedera, Pelatih Kiper Timnas U-19 "Shock"

 Ferril Dennys

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19, Jarot Supriadi, mengaku terkejut dengan cedera yang dialami kiper Awan Setho.

"Saya sendiri agak sedikit shock,"  kata Jarot.

Awan Setho mengalami cedera dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014). Awan dengan didampingi oleh dokter Alfan Nur Asyhar langsung dibawa ke Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan perawatan.

"Dia cedera sat pemanasan. Memang, kami tidak bisa menduga cedera. Padahal latihan kami biasanya lebih parah," tuturnya.

Dengan cederanya Awan Setho, Garuda Jaya hanya memiliki dua kiper Muhammad Diki Indrayana, dan Ravi Murdianto. Jarot mengaku belum memikirkan merekrut kiper baru sebagai pengganti Awan Setho.

"Nanti dipikirkan. Kami harus berdiskusi dengan dokter dan tim ofisial. Bagaimana pun Awan kami butuhkan," tuturnya.

wan Setho Cedera, Pelatih Kiper Timnas U-19 "Shock"


JAKARTA, KOMPAS.com — Dokter Tim Nasional Indonesia U-19, Alfan Nur Asyhar, menjelaskan, Awan Setho memerlukan waktu empat pekan untuk memulihkan cedera dislokasi yang dialaminya.

Awan Setho mengalami cedera dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014) pagi. Awan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Tadi ada dislokasi di kelingking. Untungnya, tidak patah atau retak. Sudah direposisi kembali dan kemudian membutuhkan istirahat," kata Alfan kepada Kompas.com.

Alfan menjelaskan, Awan membutuhkan waktu 3-4 pekan untuk memulihkan cederanya. "Paling lama delapan pekan. Soalnya vital karena cederanya di tangan," tutur Alfan.

Meski begitu, Alfan menjelaskan, Awan masih bisa tetap berlatih selama menjalani pemulihan cedera. "Dia harus istirahat selama tiga hari. Kemudian, dia bisa kembali berlatih, tetapi tidak menggunakan tangan kiri. Kalau lari, berenang, sepeda, dan menggunkan tangan kanan pasti bisa. Kalau rest total sekian minggu, kondisinya pasti drop," ujar Alfan.

Dengan cederanya Awan Setho, Garuda Jaya hanya memiliki dua kiper, yaitu Muhammad Diki Indrayana dan Ravi Murdianto. Alfan mengaku belum bertemu dengan pelatih kepala Indra Sjafri apakah Awan memungkinkan tampil di Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014.

"Saya baru pulang dari rumah sakit. Jadi, belum sempat bertemu pelatih," beber Awan.

Minggu, 07 September 2014

Jarot Supriadi: Kiper Bukan Malaikat

 Berita Kota Super Ball - Eko Priyono

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih kiper tim nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi melihat masih banyak orang yang keliru dalam menilai penjaga gawang dalam pertandingan, terutama saat kebobolan.

Ia menjelaskan terjadinya gol itu jangan hanya melihat hasil, akan tetapi bagaimana proses terjadinya gol tersebut. Terutama situasi saat terjadi gol tersebut.

"Kiper itu bukannya malaikat yang tidak boleh melakukan kesalahan.  Sementara sepakbola situsiasional. Situasi pertandingan selalu berbeda, ini yang perlu dilihat," ujarnya.

Jarot mencontohkan di setiap latihan penjaga gawang mengetahui arah datang bola. Meski terkadang kondisinya dibuat seperti arah bola yang muncul di setiap pertandingan.

Namun saat pertandingan, situasi itu berbeda.
"Situasi pertandingan itu susah diprediksi, tapi ini perlu dikuasai penjaga gawang. Caranya, dengan menguasai teknik, taktik dan banyak latihan game (permainan)," ujarnya. 



Tiga Kiper Garuda Jaya Jalani Polesan Akhir

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi mengatakan tiga penjaga gawang Garuda Jaya memasuki sentuhan akhir sesi pemusatan latihan.

Polesan akhir yang diberikan kepada Ravi Murdianto, Awan Setho Rahardjo dan M Diki itu meliputi teknik, taktik, fisik dan mental, sesuai dengan program periodisasi latihan yang disusun.

Sehingga diharapkan saat Piala Asia 2014, Oktober mendatang performa tiga penjaga gawang ini sudah pada puncaknya.

"Semuanya masih dalam proses pelatihan. Kita memperbaiki sesuai hasil evaluasi di Turnamen Hassanal Bolkiah Tropi (HBT). Tinggal sentuhan akhir," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball, Kamis (4/9/2014).

Jarot Supriadi menambahkan materi latihan di sesi terakhir itu diantaranya memperbaiki kesalahan yang dilakukan saat pertandingan. Semua materi yang diberikan, kata Jarot memiliki nilai dan terukur dengan grafik yang sudah pasti mengalami peningkatan.

Namun demikian, penilaian itu kata Jarot bersifat subjektif. Karena berdasarkan penilaian pribadi sebagai pelatih kiper. Misalnya bagaimana cara menangkap saat latihan.

"Cara menangkap yang bagus atau tidak kan saya tahu. Dan perkembangan di setiap latihan itu terus meningkat. Kalau tidak salah pelatihnya," ujarnya.

Rabu, 03 September 2014

Tingkatkan Reaksi, Kiper Timnas U-19 Dilatih Tangkap Bola Tenis

Ferril Dennys/kompas.com

TRIBUNNEWS.COM, JOGJA - Pelatih kiper Tim Nasional Indonesia U-19, Jarot Supriadi, meningkatkan reaksi dan reflek untuk tiga kiper yang dimilikinya. 

Dalam sesi latihan pagi yang digelar di lapangan GOR Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (3/9/2014) pagi tadi, Jarot menggunakan media bola tenis dan raket untuk meningkatkan rekasi dan reflek Ravi Murdianto, Awan Seto, dan Muhammad Diki Indrayana. 

Jarot memulai latihan ini dengan melempar bola tenis ke atas atau ke bawah yang kemudian berusaha ditangkap kiper dari jarak dekat. Lambat-laun intensitas latihan semakin tinggi. 

Jarot kemudian memukul bola tenis tersebut dengan menggunakan raket ke pojok kanan-kiri bawah secara bergantian. Ravi, Awan, dan Diki berhasil menangkap bola tenis yang melesat kencang. 

Menurut Jarot, latihan dengan menggunakan bola tenis merupakan variasi latihan. "Latihan ini ada tujuannya yakni meningkatkan reaksi dan reflek pemain. Dari latihan tadi, kita lihat bola jadi lebih cepat. Apalagi kalau dipukul raket sehingga kecepatan reaksi dan refleknya bisa meningkat. Hari ini, kami fokus meningkatkan poin itu," kata Jarot. 

Jarot menjelaskan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan reaksi dan refleksi pemain. "Bisa dilakukan dengan cara membalikkan badan kemudian diminta menangkap bola. Dengan bola tenis, untuk memberikan variasi latihan," tutur Jarot.  

Dikatakan Jarot, reaksi dan refleksi bukan hal utama yang dimiliki pemain. Kiper harus memiliki power, koordinasi, dan speed. "Semua harus ada. Ada dari sisi teknik. Bagimana dia menghalau bola atas atau bawah. Taktikal bermain dengan tim juga perlu. Bagaimana dia mengumpan rekannya dan mengontrol bola," ulas Jarot.

Kamis, 17 Juli 2014

Penampilan Kiper Timnas U19 Masih Dinilai

 Coachindrasjafri.com

Coachindrasjafri.com - PENAMPILAN mengesankan Achmad Fahmi saat timnya menjamu para punggawa Timnas U19 pada Jumat (4/7), membuat banyak kalangan berspekulasi penjaga gawang Persik Kediri U21 itu akan dilirik pelatih kepala Timnas U19 Indra Sjafri. Namun spekulasi tersebut terbantahkan, saat Indra menyebut alih-alih menambah, pihaknya justru akan mengurangi salah satu dari tiga penjaga gawang yang ada saat ini.
" Tak ada penambahan jumlah penjaga gawang, justru pengurangan iya…"ujarnya.

Karena itu, menurut Indra, hingga kini para penjaga gawang tersebut masih dinilai oleh para pelatih sepanjang periodesasi latihan. Namun, mengenai kapan waktunya dilakukan pengurangan kipper, itu masih harus menunggu penilaian akhir.

"Semuanya masih dalam penilaian. Dan rencana mau dikurangi satu tapi tidak tahu kapannya," ujar Indra Sjafri di hadapan media usai pertandingan uji coba Timnas U19 vs Persik U21.

Disebutkan oleh Indra, dalam menjalani serangkaian ujicoba Tur Nusantara II, Timnas U19 masih mempergunakan tiga penjaga gawang yang ada. Mereka masing-masing Yakni Ravi Murdianto, Awan Setho Rahardjo dan M Dicky. Untuk melihat kemampuan mereka, dalam setiap pertandingan uji coba Tur Nusantara II, Indra masih sengaja memasang mereka secara bergantian.

Sementara itu pelatih kiper Tim Nasional U-19 Jarot Supriadi mengatakan penampilan penjaga gawang Awan Setho Rahardjo saat melawan Persik Kediri U-21 masih ada dalam jalur yang diinginkannya. Terhadap penampilan Setho malam itu, Jarot mengaku puas, kendati ia mencatat ada beberapa hal yang harus diperbaiki Awan Setho dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya.

"Secara keseluruhan Awan bagus mainnya sesuai dengan yang diinginkan," ujar Jarot Jarot
Jarot juga mengungkapkan secara skill, tak ada perbedaan berarti antara ketiga penjaga gawang yang dimiliki oleh Timnas U19 itu. Mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.[]

Sabtu, 12 Juli 2014

Mereka di Balik Sukses Indra Sjafri dan Timnas U-19, Jarot Supriadi (Pelatih Kiper)

 bola.net

Bola.net - Kurang bersinar selama menjadi pemain, Jarot Supriadi seperti memiliki tekad untuk membalasnya dengan menjadikan seorang penjaga gawang lebih bagus darinya. Karirnya menjadi pelatih kiper yang cukup sukses tak membuatnya jual mahal atau menolak melatih Timnas kelompok umur.

"Sebenarnya tidak ada perbedaan dalam melatih klub profesional atau Timnas senior dengan kelompok umur. Secara taktikal, fungsi agar kiper lebih cepat beradaptasi dan menjaga reaksi, semua sama. Tapi di level junior kita bisa membentuk seorang kiper yang bagus," urai Jarot.

Karir Jarot semasa menjadi pemain memang terhitung standar dan tak bisa dibilang istimewa. Memang, ia pernah mengantarkan DKI Jakarta menjadi juara nasional, tapi itu hanya sekelas Liga Mahasiswa. Masuk Timnas, Jarot hanya sampai level Timnas U-23. Itu pun untuk turnamen Piala Walikota Padang di era 80-an.

Karirnya baru moncer sebagai pelatih. Pada tahun 2005 ia mengawali karirnya sebagai pelatih kiper klub profesional, Persikota Tangerang. Bertahan semusim di sana, pelatih kelahiran Jakarta 22 Agustus 1964 ini mengadu nasibnya bersama Persipura Jayapura yang baru ditinggalkan Rahmad Darmawan. Selama enam musim di Papua, dua gelar juara yang diraih Mutiara Hitam di musim 2008–09 dan 2010–11, tak lepas dari tangan dinginnya memoles Jendri Pitoy kala itu.

Jarot pun kemudian dipanggil PSSI untuk menangani kiper Timnas di era Wim Rijsbergen untuk kualifikasi Piala Dunia 2014. "Wim awalnya bilang kalau pelatih kiper temannya dari Belanda akan datang. Saya hanya sementara. Dua-tiga hari saya bergabung, eh dia minta terus," katanya.

Tak mau terlalu menganggur dan memakan gaji buta dari PSSI karena sedikitnya jadwal di Timnas Senior, Jarot yang dikontrak selama dua tahun akhirnya memilih mengabdikan ilmunya ke Timnas kelompok umur. Yakni Timnas U-16 untuk Pra Piala Asia di Thailand 2012 lalu, yang saat itu juga ditangani Indra Sjafri.

Pelatih satu ini mengaku tak suka titipan atau intervensi. Masuknya Awan Setho dari SAD untuk skuat kualifikasi AFC U-19 lalu dan menyingkirkan Reza Pratama menurutnya karena seleksi. Jika Ravi Murdianto tetap bertahan sebagai kiper utama, dan Awan akhirnya hanya menjadi kiper ketiga juga bukan karena ia menganak-emaskan Ravi.

"Saya mencari pemain dengan logika dan melihat skillnya. Sebelum AFC, tiap usai latihan mereka saya rangking. Sebelum didfatarkan saya ambil rata-rata dan mana yang akhirnya menjadi rangking 1, 2 dan 3," tutup alumni Kepelatihan SPOK Universitas Negeri Jakarta yang skripsinya mengambil spesialisasi penjaga gawang ini.

Senin, 07 Juli 2014

Timnas U-19 Masih Butuh Beberapa Kiper Siap Pakai

tribunnews/dany permana

 TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Tim Nasional U-19 masih membutuhkan beberapa penjaga gawang untuk memperkuat skuat Garuda Jaya. Kiper yang dibutuhkan saat ini kata Pelatih Kiper Jarot Supriadi yakni penjaga gawang kelahiran Tahun 1995 yang memiliki multi talenta.

"Kita lagi mencari kiper siap pakai, multi tasking. Bukan sekedar penjaga gawang," ujarnya.
Berdasarkan penelusuran dirinya, dalam menjalani Tur Nusantara I sampai memasuki jilid II, Jarot mengatakan baru menemukan satu kiper yang menurutnya layak diseleksi.

"Kemarin waktu main di Palembang ada kiper bagus kelahiran 1995. Kita minta dimainkan tapi tak direspon," ujarnya.

Kondisi ini membuat Jarot bertanya-tanya. Apakah tujuan klub ini mendukung timnas atau ingin mengalahkan tim Garuda Jaya.

"Harusnya kalau memang mereka dukung timnas, kenapa tidak dipasang kiper itu. Kita ingin lihat penampilannya," ujarnya. 

Jarot Suriyadi: Laga Uji Coba Ujian Ketenangan Penjaga Gawang

TRIBUNNEWS.COM - Tim Nasional U-19 akan melakoni laga ujicoba melawan Arema U-21 di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (7/7/2014) malam.

Laga ujicoba yang dikemas dalam Tur Nusantara Jilid II ini merupakan ajang bagi skuat Garuda Jaya memantapkan performa yang dirangkai dalam periodisasi latihan. Begitu juga bagi ketiga kiper Tim Nasional U-19 yang secara kemampuan sudah merata.

"Diujicoba ini kita tinggal mempertajam kemampuan mereka terutama dalam ketenangan saat bertanding," ujar Pelatih Kiper Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball, Minggu (6/7/2014).

Jarot mengatakan pada dasarnya tiga penjaga gawang Garuda Jaya memiliki kelebihan masing-masing. Ravi Murdianto, Awan Setho Rahardjo dan M Dicky memiliki gaya masing-masing dengan segenap kelebihannya.

"Mereka saling melengkapi. Tergantung nanti pelatih mau nerapkan taktik yang mana," ujarnya.

Minggu, 06 Juli 2014

Awan Setho Dikerjain Sorotan Lampu Stadion

Berita Kota Super Ball - Eko Priyono

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Kiper Tim Nasional U-19 Jarot Supriadi mengatakan penampilan penjaga gawang Awan Setho Rahardjo saat melawan Persik Kediri U-21 sesuai instruksi.
Dirinya puas dengan penampilan Setho yang mampu bermain sesuai dengan yang diinginkan. Walaupun ada beberapa catatan yang harus diperbaiki dalam laga berikutnya.

"Secara keseluruhan Awan bagus mainnya sesuai dengan yang diinginkan," ujar Jarot kepada Harian Super Ball, Sabtu (5/7).
Jarot mengatakan ada beberapa kelemahan yang terjadi dalam laga itu. Yakni dua kali serangan bola atas yang sama sekali tidak direspon penjaga gawang Garuda Jaya.
Itu, kata Jarot bukan karena reflek kiper jelek atau tidak sama sekali membaca pergerakan bola. Akan tetapi itu disebabkan faktor non teknis.

"Lampu penerang di stadion malam itu memang kurang bagus. Ini yang membuat daya lihat kiper kurang sempurna. Bukan tidak terlihat sama sekali, tapi nggak jelas," ujarnya.
Jarot mengatakan hal itu juga yang dialami Garuda Jaya saat berlatih malam hari di stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur.

Saat ditanya persaingan kiper, Jarot mengatakan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun secara skill, baik Ravi Murdianto, Awan Setho dan M Dicky sama rata.

"Memang ada taktik tertentu yang satu lebih unggul dibanding lainnya. Misalnya counter attack kiper yang memiliki tendangan keras dan terarah lebih pas," ujar Jarot yang tidak menyebutkan nama.
Dijelaskan Jarot dirinya tinggal menyerahkan tiga nama kepada pelatih kepala di setiap laga yang dilakoni Garuda Jaya.
"Itu artinya secara skill tidak ada masalah. Tinggal memperbanyak jam terbang saja di ujicoba ini," ujarnya.

Rabu, 02 Juli 2014

Persaingan Kiper di Timnas U-19 Dinilai Kurang Ketat

 © Fajar Rahman

Bola.net - Persaingan kurang ketat terjadi pada posisi penjaga gawang Timnas Indonesia U-19. Pandangan tersebut disampaikan pelatih kiper Timnas U-19, Jarot Supriyadi.

Pasalnya, Garuda Jaya kini hanya diperkuat tiga pemain di bawah mistar gawang. Mereka yakni Ravi Murdianto, Awan Seto, dan Diky Indrayana.

"Harus ada persaingan positif untuk memperebutkan posisi penjaga gawang yang akan kami daftarkan ke Piala Asia U-19. Sejak Rully Desrian dikembalikan ke klub, kami belum menemukan atau memanggil pemain lainnya," terang Jarot.

"Sejak awal, saya ingin ada empat penjaga gawang yang tergabung dalam pemusatan latihan," sambungnya.

Peluang mendatangkan pemain baru, khususnya pada posisi penjaga gawang untuk diseleksi di tim asuhan Indra Sjafri, memiliki sisi negatif dan positif.

Dipaparkan Jarot, dampak negatifnya yakni hanya akan mendaftarkan dua atau tiga penjaga gawang di Piala Asia U-19. Karena itu, persaingan yang hanya diikuti tiga pemain menjadi kurang kompetitif. Sedangkan tinjauan dari sisi positifnya, ketiga penjaga gawang tersebut mempunyai jam terbang yang ideal.

"Mungkin, kami akan memanggil beberapa penjaga gawang untuk diseleksi. Mereka akan diberi kesempatan untuk bergabung dengan pemain lain sekitar seminggu hingga 10 hari. Meski begitu, rencananya belum dipastikan. Sebab, kita harus lihat keputusan Pelatih Indra Sjafri nanti," imbuhnya.

Jarot pun menginginkan Timnas U-19 dapat membawa empat penjaga gawang ketika berlaga di International Football Tournament U-20 of Alcudia (Cotif) di Valencia, Spanyol, 10-20 Agustus mendatang. (esa/pra)

Selasa, 01 Juli 2014

Timnas U-19: Akan Menyeleksi Kiper Saat Puasa

@ Fernando Randy

Harian Bola - Menjelang berakhirnya Tur Nusantara II, timnas U-19 lebih intens dalam mencari satu kiper lagi untuk menggenapkan stok menjadi empat nama. Saat ini memang hanya ada tiga pemain yang tergabung dengan pelatnas jangka panjang, yakni Ravi Murdianto, Awan Seto, dan Diky Indrayana.
“Saya sejak awal ingin ada empat kiper yang tergabung dalam pelatnas. Namun, sejak Rully Desrian dikembalikan ke klub, kami belum menemukan pemain lain,” ungkap Jarot Supriyadi, pelatih kiper timnas U-19.

Menurut mantan pelatih kiper Persipura itu, kondisi tersebut mempunyai dampak negatif dan positif. “Di Piala AFC, kami hanya akan mendaftarkan dua atau tiga kiper. Bila mengacu pada stok kiper di pelatnas saat ini, tentu bisa dikatakan mereka semua aman. Saya tak mau itu terjadi. Harus ada persaingan positif untuk memperebutkan posisi kiper yang akan kami daftarkan. Namun, sisi positifnya adalah tiga kiper yang ada sekarang mempunyai jam terbang yang ideal,” ucapnya.

“Mungkin saat memasuki bulan puasa, kami akan memanggil beberapa kiper untuk diseleksi. Mereka akan diberi kesempatan untuk bergabung dengan pemain lain sekitar seminggu hingga 10 hari. Meski begitu, rencana itu masih belum pasti. Kita lihat keputusan pelatih Indra Sjafri nanti,” tutur Jarot.

Tim pelatih berharap dapat membawa empat kiper saat berlaga di International Football Tournament U-20 of Alcudia (Cotif) di Valencia, Spanyol, 10-20 Agustus. Tidak seperti saat menjalani tur Timur Tengah yang hanya membawa tiga kiper.

Sayang sekali memang. Kami jadi tidak bisa memberi pengalaman kepada banyak kiper,” kata Jarot.

Salah satu kiper timnas, Awan Seto, mendukung bila tim pelatih kembali memanggil satu kiper lagi. “Saya rasa tidak masalah. Kami bisa saling belajar. Selain itu, bisa menumbuhkan persaingan agar semakin terpacu lebih baik lagi,” ungkapnya.

Selasa, 24 Juni 2014

Timnas U-19: Karena Disimpan, Sulit Cari Pemain



 Foto : Gonang Susatio



Bolanews.com - Beberapa tim yang menjadi lawan Garuda Jaya tak memberikan kesempatan kepada pemain yang berusia di bawah 19 tahun untuk unjuk gigi. Mereka justru lebih memilih menurunkan pemain senior yang dinilai lebih baik agar bisa mengalahkan Paulo Sitanggang cs.

“Kalau seperti ini terus, niat kami tidak tercapai, yakni menjaring pemain kelahiran 1995 atau 1996 untuk dicoba di timnas,” ucap Jarot Supriyadi, pelatih kiper timnas U-19.

Jarot mulai gerah terhadap kondisi tersebut. Pasalnya, hingga saat ini ia tak bisa memantau kiper yang sesuai kriteria usia untuk diseleksi di timnas. Padahal, mantan pelatih kiper Persipura itu menginginkan ada empat kiper yang menghuni pelatnas. Sedangkan saat ini hanya ada tiga, yakni Ravi Murdianto, Awan Seto, dan Muhammad Dicky Indriyana.

Sebenarnya di laga kontra Sriwijaya U-21 (20/6), Jarot sempat berharap dapat melihat penampilan dua kiper muda Laskar Wong Kito, yakni Jufriyanto dan Muhammad Rizal. Namun, kedua kiper itu sama sekali tidak diturunkan.

“Alhasil, saya pribadi mengalihkan target. Jika semula mau ada empat kiper agar persaingan memperebutkan slot untuk Piala AFC U-19 berjalan ketat, kini saya menargetkan agar tiga kiper ini mencapai standar teknik yang kami patok. Keuntungannya, mereka mendapatkan jam terbang yang banyak di pertandingan uji coba,” ucapnya.


Senin, 17 Februari 2014

Plus Minus Perkembangan Positif Kiper Timnas Indonesia U-19


TRIBUNNEWS.COM,SENAYAN - Tiga kiper di timnas U-19 yakni Ravi Murdianto, Awan Setho Raharjo, dan Mochamad Diky Indrayana menunjukan progres positif sesuai harapan pelatih. Penunjukkan perkembangan ini dilihat dari tur nusantara.
Di bawah ini plus dan minus penilaian pelatih kiper Jarot Supriadi menyikapi perkembanggan tiga kipernya:

Plus
* Pengambilan keputusan untuk merebut bola dalam duel satu lawan satu cukup baik
* Sukses memperkirakan waktu kapan keluar dari gawang untuk menyambut umpan silang pemain lawan
* Pergerakan tanpa bola ketika tim membangun serangan sesuai instruksi

Minus
* Salah satu yang terdeteksi adalah penempatan posisi
* Menurut Jarot hal tersebut berkaitan dengan jam terbang yang dilahap pemain
* Selain itu, komunikasi kiper dengan pemain belakang kurang intens

Sabtu, 15 Februari 2014

Jarot Supriadi: Ravi Murdianto Tidak Pernah Berleha-leha


TRIBUNNEWS.COM,SENAYAN - Pelatih kiper timnas Indonesia U-19, Jarot Supriadi menyoroti penampilan Ravi Murdianto. 

Menurut Jarot, meski masing-masing kiper sanggup menonjolkan kelebihannya, Ravi Murdianto yang terbilang kiper senior di timnas U-19 tidak berleha-leha.

Ravi disebut Jarot selalu berusaha menunjukan performa terbaik saat diturunkan. Pemuda asal Grobogan, Jawa Tengah ini seakan tidak ingin posisinya digeser. Pada dua turnamen yang diikuti skuat Garuda Jaya tahun lalu, Ravi memang diplot sebagai kiper utama. Namanya hanya diganti jika mengalami cedera atau sakit.

"Dia (Ravi) menunjukan kemampuan yang diharapkan. Seperti tidak ingin digeser dari bawah gawang. Sedangkan dua pemain lain berusaha mengejar dan masing-masing bisa menyesuaikan diri," kata Jarot kepada Super Ball.

Di empat laga tur nusantara, Ravi lebih sering tampil. Ia bermain selama 225 menit, disusul Awan Setho (112 menit), dan Mochamad Diky Indrayana (23 menit). Nama terakhir memang pemain yang paling telat bergabung dengan Indonesia U-19.

Diky baru masuk ketika mendapat kesempatan mengikuti seleksi, 16 Desember 2013. Sebelumnya ada nama Rully Desrian di sektor kiper. Namun, pemain asal Padang Sumatera Barat ini dicoret karena indisipliner.