Tampilkan postingan dengan label Muhammad Hargianto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Hargianto. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2014

Latihan perdana Persebaya tanpa Evan Dimas

KANALSATU - Tim Persebaya mulai mempersiapkan skuadnya jelang kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Meski formasi belum lengkap dan resmi, Bajul Ijo sebutan Persebaya sudah melakukan latihan perdana, di lapangan Brigif I Marinir bersama asisten pelatih Tony Ho dan Ibnu Grahan, Sabtu (29/11/14).

Pada sesi latihan, berapa pemain musim lalu masih ikut bergabung, seperti Fandi Eko Utomo, Wahyu Subo Seto, Vava Mario Yagalo dan Thomas Ryan Bayu. Namun, para pemain anyar juga tampak bergabung dalam sesi latihan, seperti Suroso, Nur Mufid Fastabikhul Khoirot, Dedi Iman, Bima Ragil dan Wage Dwi Aryo.

Namun yang paling menjadi sorotan utama adalah, ada beberapa pemain eks Timnas U 19 yang sudah menjadi anak asuh Persebaya juga mengikuti test fisik, seperti M Hargianto, Fatchu Rohman, M Sahrul Kurniawan, Putu Gede Juni Antara dan Ilham Udin Armayn. 

Hanya saja, Evan Dimas dan Zulfiandi tidak tampak lantaran masih bergabung di Timnas Senior mengikuti turnamen Piala AFF 2014 Vietnam. Selain itu, CEO Persebaya, Gede Widiade juga tampak hadir memantau latihan fisik yang dimulai sejak pukul 14.00 - 16.00 didampingi duo asisten pelatih Tony Ho dan Ibnu Grahan. Persebaya pada kompetisi ISL 2015 nanti, akan menajamkan style asli Arek Suroboyo. 

"Saya ingin Persebaya di musim depan bermain lugas dan tegas. Artinya, performance kayak Persebaya lalu," tegas Gede Widiade, di sela-sela memantau latihan perdana tim Persebaya, di lapangan Brigif I Marinir, Gedangan Sidoarjo, Sabtu (29/11/14).

Ia kembali menegaskan, bahwa pada kompetisi ISL 2015, akan turun langsung dan menangani 100 persen tim Persebaya. Dengan kata lain, mencari pemain dan pelatih menjadi tanggungjawabnya. "100 persen saya akan turun. Tentukan pemain dan pelatih, bahkan sponsor," tambahnya.

Pasalnya, pada musim lalu dia mengaku hanya mendampingi dan tidak langsung turun mengetahui secara detail. "Tapi sekarang, saya akan mencari pemain dan pelatih. Saya berharap para pemain lama Persebaya yang asli Surabaya bisa bergabung. Bahkan yang bukan asli Surabaya namun pernah membela Persebaya saya persilahkan bergabung," pinta Gede Widiade.

Bahkan, Ibnu Grahan asli Surabaya dan mantan pemain Persebaya juga menambah daftar susunan asisten pelatih bersama Tony Ho. "Ibnu Grahan asli orang Surabaya dan mengerti karakter arek Suroboyo. Tony Ho tetap saya pertahankan, karena dia pernah berjasa membawa Persebaya juara divisi utama musim 2012 lalu," kata Gede Widiade.

Bagaimana dengan kepala pelatih ? Pria asal Wonokromo ini memberikan bocoran tanpa menyebut nama, bahwa rencananya skuad Persebaya akan diarsitek pelatih asing asal Brazil  dan Timur Tengah. (win16/12)

Minggu, 23 November 2014

Persebaya Panggil Pemain Timnas Garuda Jaya

SURABAYA - Persiapan Persebya Surabaya untuk kompetisi ISL 2015 mendatang belum terlihat aktivitasnya. Hanya sebatas konsolidasi dan koordinasi antara manajemen, pelatih dan juga pemain. Ini lantaran seluruh skuat Persebaya masih libur untuk musim sejak pertandingan terakhir melawan Mitra Kukar pada 30 Oktober lalu.
  
Saat ini manajemen tengah merapatkan barisan untuk menggelar latihan bagi Greg Nwokolo dkk. Manajemen pun sudah menghubungi pemain yang sedang libur, termasuk tujuh pemain jebolan timnas U-19 minus Evan Dimas Darmono untuk merapat ke Surabaya.
  
Sebagaimana diketahui, Persebaya menjadi salah satu tim ISL yang menjadi bapak asuh bagi pemain timnas Indonesia U-19. Pemain yang dimaksud adalah, M. Hargianto, Zulfiandi, Putu Gede Juni Antara, Fatchu Rohman, M Sahrul Kurniawan, dan Ilham Udin Armayn.
  
Direktur Olahraga Persebaya, Dhimam Abror Djuraid kepada Jawa Pos menyatakan bahwa pihaknya juga sudah menghubungi pemain jebolan Garuda Jaya-julukan timnas U-19 tersebut. Mengingat saat ini mereka juga sudah tidak ada aktivitas pasca dibubarkan BTN.
  
"Bahkan diantara mereka juga aktif tanya kepada kami kapan mereka bisa bergabung ke Persebaya," ujar Abror. Dengan tambahan jebolan pemain dari timnas U-19 tersebut, Persebaya bakal cukup leluasa memainkan pola permainan yang ada. Mengingat secara kualitas pemain ini sudah terbukti bagus, bukti nyata yang terlihat adalah masuknya Evan Dimas ke timnas senior.
  
"Terkecuali Evan, karena dia sedang bersama timnas senior. Untuk yang lainnya kami akan memanggil mereka semua," tegasnya. Hal yang sama disampaikan Tony Ho, pelatih yang untuk sementara diberikan manajemen mandat untuk menghandle Persebaya.
  
Tony menjelaskan bahwa pemain dari timnas U-19 nantinya bisa menambah kekuatan Persebaya plus menjadi solusi kekurangan pemain yang dirasakan mereka pada babak delapan besar ISL 2014 lalu. "Saya juga mengusulkan kepada manajemen untuk memanggil mereka," lanjutnya.
  
Sementara itu, Hargianto, salah satu pemain dari timnas U-19 ketika dikonfirmasi Jawa Pos menyatakan belum mendapatkan panggilan dari manajemen. Saat ini, gelandang enerjik yang juga jebolan diklat Ragunan itu berada di Jogjakarta. "Saya masih liburan, ini lagi ke rumah eyang di Jogjakarta mas," katanya.
  
Terkait pemanggilan itu, Hagi-sapaan akrab Hargianto-menjelaskan bahwa dirinya saat ini juga sedang kuliah. "Saat ini kami sedang kuliah juga, tetapi kalau manajemen memanggil, kami sebagai pemain ya siap saja," tegasnya. (nap) (jpnn)

Rabu, 05 November 2014

Hargianto Bermimpi Dilatih Indra Sjafri Lagi di Timnas Senior

VIVAbola – Tak dilanjutkannya kontrak Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-19 oleh PSSI membuat eks gelandang Timnas Indonesia U-19, Muhammad Hargianto, angkat bicara. Pemain yang akrab disapa Hagi ini mengucapkan terima kasih atas ilmu yang sudah diberikan pelatih asal Sumatera Barat tersebut kepadanya.

Menurut Hagi, Indra seperti sosok pengganti ayahnya selama dia mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas U-19, bahkan sejak di Timnas U-17. Dia juga berharap Indra meraih kesuksesan di bidang kepelatihan.

“Saya mau ucapkan terima kasih untuk coach Indra, sudah tiga tahun bersama-sama, memberi saya banyak ilmu, melatih saya dengan baik. Saya berharap coach Indra terus mendapat kesuksesan sebagai pelatih,” kata Hagi saat dihubungi VIVAbola, Senin 3 November 2014.

“Sifatnya kebapakan, selalu terapkan disiplin, pokoknya pelatih yang baik untuk kami. Sedihnya, kemarin juga karena kita berpisah setelah berkumpul tiga tahun,” lanjutnya. 

Mengenai harapannya ke depan, Hagi mengaku punya keinginan kembali bisa berkumpul lagi dengan Indra. Targetnya, dia bermimpi di masa depan bisa membela Timnas senior yang ditangani oleh pelatih berusia 51 tahun itu.

“Harapannya, yang pasti ingin berkumpul lagi dengan coach Indra, berada dalam satu tim lagi. Ya, mimpi saya nanti bisa membela Timnas senior yang dilatih coach Indra,” ungkap pemain berusia 18 tahun ini. (one)
 

Senin, 03 November 2014

Indra Sjafri di Mata Pemain Timnas Indonesia U-19

Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  PSSI secara resmi memutus kontrak kerja pelatih Tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri. Berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Ahad (2/11) malam.

Menanggapi hal ini, gelandang Garuda Jaya, Hargianto mengatakan tidak bisa berkomentar banyak dan memilih untuk menghormati keputusan badan tertinggi sepakbola Indonesia tersebut.

"Saya tidak bisa berkomentar mengenai hal itu, PSSI tentu memiliki pertimbangan tersendiri," kata Hargianto saat dihubungi Republika Online, Senin (3/11).

Indra, menurut Hargi, sapaan akrab Hargianto, adalah sosok yang tegas dalam hal kedisiplinan, baik dan bersikap kebapaan. Sehingga, lanjut Hargi, ia dan rekan-rekannya merasa nyaman dan terbuka terkait masalah apapun

Meskipun Indra tidak lagi menjadi pelatih tim nasional, Hargi mengaku akan terus memberikan yang terbaik bagi negara andaikan nanti ia dipanggil kembali masuk tim nasional oleh pelatih yang baru.

"Semoga bekal ilmu yang diberikan coach Indra dapat membantu saya untuk lebih berkembang di kemudian hari. Terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan atas semua pembelajaran yang telah beliau berikan," ujar Hargi.

Selasa, 21 Oktober 2014

Persija Buang Kesempatan Rekrut Dua Pilar Timnas U-19

tribunnews.com/glery

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Persija Jakarta tidak menggunakan kesempatan untuk memboyong dua pilar Indonesia U-19 yang sebelumnya menyatakan niat bergabung di tim Ibukota. Kini kedua pemain potensial itu justru resmi dipinang Persebaya Surabaya.

Mereka adalah I Putu Gede Juni Antara dan Muhammad Hargianto. Keduanya telah menyetujui tawaran dari manajemen Bajul Ijo dengan durasi kontrak empat tahun ke depan.

Putu mengaku harus menunda mimpinya untuk berkostum Macan Kemayoran. Sebab, tim idolanya sejak kecil, Persija, tidak meliriknya usai menuntaskan kewajiban membela tim Garuda Jaya di babak Asian Games Korea Selatan 2014 medio Oktober.

"Mungkin belum rezekinya di Persija. Soalnya Persebaya dari jauh-jauh hari sudah berkomunikasi dengan saya. Dijalani dulu untuk belajar di kompetisi profesional, mungkin suatu saat bisa bela tim idola saya Persija," kata Putu yang dihubungi Harian Super Ball.

Meski masih belia, namun penampilan gemilang Putu di sektor bek sayap kanan cukup menarik perhatian. Mestinya, pemain kelahiran Denpasar 19 tahun silam itu bisa menjadi pengganti alternatif bek gaek Persija, Ismed Sofyan.

Senada dengan Putu, gelandang bertahan Hargianto juga memilih untuk menimba pengalaman di kompetisi tertinggi Tanah Air bersama Persebaya lantaran tidak dilirik Persija.

"Dari kecil sih memang penginnya main untuk Persija. Tapi kemarin tidak ada tawaran dan justru dihubungi Persebaya, jadi ambil rezeki di depan mata dulu," ujar Hargianto.

Hargianto memiliki peran vital di skuat asuhan Indra Sjafri. Perannya sebagai poros ganda bersama Zulfiandi sering kali sukses meredam serangan lawan.

Pemilik nomor punggung delapan di tim Garuda Jaya ini mestinya bisa dimanfaatkan untuk mengisi sektor tengah Persija yang labil pada musim 2014. Namun, kini peluang tersebut sirna lantaran tidak ada minat dari manajemen tim kebanggan The Jakmania.

Putu dan Hargianto termasuk dalam daftar tujuh pemain Indonesia U-19 yang ditampung Persebaya. Ketidakjelian manajemen Persija bisa menjadi penyesalan di kemudian hari jika dua jebolan Diklat Ragunan, Jakarta, itu makin mengilap di kemudian hari.
 

Senin, 20 Oktober 2014

PR Presiden Jokowi Versi Gelandang Timnas U-19 Indonesia

 Liputan6.com/Andri Wiranuari
Liputan6.com, Jakarta - Joko Widodo resmi dilantik menjadi Presiden ke-7 Indonesia. Pria yang akrab disapa Jokowi itu akan mulai memimpin Indonesia hingga lima tahun ke depan.

Sejumlah harapan pun langsung ditujukan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Termasuk dari gelandang Timnas U-19 Indonesia, Hargianto.

"Tentu saya berharap segalanya lebih baik lagi," kata Hargianto pada Liputan6.com.

"Sarana olah raga, dan fasilitas penunjang lainnya hingga pembinaan usia muda sampai ke jenjang senior kalau bisa lebih baik lagi."

Hargianto adalah pemain yang tergabung dalam skuat asuhan Indra Sjafri saat memenangkan Piala AFF 2013 lalu. Di Piala Asia U-19, tim Garuda Jaya tidak berhasil tampil gemilang dan harus tersingkir dari ajang itu.

Lariko Ranga: Personel Garuda Jaya Layak Diboyong ke Jakarta

net


TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Sejumlah pemain tim nasional Indonesia U-19 kini menjadi magnet bagi klub-klub elite Liga Super Indonesia (LSI). Manajemen Persija Jakarta pun diharapkan para pendukung setianya, The Jakmania, untuk menampung sejumlah talenta tersebut.

"Tidak ada salahnya Persija rekrut pemain muda berpotensi. Mereka bisa dipoles untuk menjadi pemain bintang masa depan," kata Ketua Umum The Jakmania Lariko Rangga Mone, belum lama ini.

Menurut Lariko, ada sejumlah pemain Garuda Jaya yang memang mengidolakan Persija yaitu I Putu Gede Juniantara dan Hargianto. Sebab, keduanya merupakan jebolan Diklat Ragunan, Jakarta.

Bek sayap Putu Gede diyakini bisa menimba ilmu dari pemain senior Ismed Sofyan. Bahkan jika tampil konsisten, talenta asal Bali tersebut bisa diproyeksikan untuk menjadi pengganti Ismed di pos bek sayap kanan.

Begitu pula dengan Hargianto. Gelandang bertahan pekerja keras ini dinilai bisa menjadi penjaga kedalaman di lini tengah Macan Kemayoran.

Selain kedua nama tersebut, Lariko juga menyarankan manajemen untuk melirik Hansamu Yama. Bek tengah pekerja keras ini diyakini mampu mendampingi Fabiano Beltrame di jantung pertahanan Persija.

"Persija harus belajar dari pengalaman terlambat merekrut pemain. Jangan nanti kalau sudah direkrut tim lain baru kita minat," ujarnya

Minggu, 19 Oktober 2014

Persebaya Belum Bisa Andalkan 7 Pemain Timnas U-19 di ISL


Liputan6.com, Jakarta - Persebaya Surabaya tampil kurang gereget di putaran pertama babak delapan besar Liga Super Indonesia (ISL) Grup L. Sejauh ini Persebaya belum pernah meraih kemenangan dari tiga pertandingan.

Ya, Greg Nwokolo dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang dari tiga laga. Persebaya berada di posisi ketiga dengan tiga poin, tertinggal empat angka dari Persib Bandung yang memuncaki klasemen Grup L.

Tujuh pemain Timnas Indonesia U-19 yang memperkuat Persebaya, yakni Evan Dimas, Putu Gede, Fatchu Rochman, Sahrul Kurniawan, Ilham Udin Armaiyn, Hargianto dan Zulfiandi bisa menjadi alternatif untuk di putaran kedua nanti.

Namun sayangnya, pelatih Rahmad menjelaskan tujuh pemain Garuda Jaya --sebutan Timnas U-19-- itu tidak bisa memperkuat Persebaya di putaran kedua babak delapan besar ISL.

"Kami tidak mungkin memainkan mereka di sisa musim ini karena belum didaftarkan (ke PT Liga Indonesia). Mereka juga belum bergabung dengan kami," ucap pria yang akrab disapa RD tersebut saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (18/10/2014).

Meski demikian, RD berjanji bakal memanfaatkan Evan Dimas dan kawan-kawan pada musim depan. Kemampuan penggawa Timnas U-19 bisa diandalkan Persebaya.

"Kalau untuk musim depan, saya pastikan kalau mereka bisa bergabung dengan kami," jelas RD, mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 tersebut.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Muhammad Hargianto Bisa Turun Kontra Australia U-19

antara

Goal.com - Cedera yang dialami oleh gelandang timnas Indonesia U-19, Muhammad Hargianto, dalam partai kontra Uzbekistan U-19 ternyata tidak separah yang dibayangkan. Ia bahkan diprediksi bisa bermain dalam bentrok krusial hadapi Australia U-19, Minggu (12/10).

Hal tersebut dikonfirmasi sendiri oleh dokter tim Garuda Jaya, Alfan Nur Asyhar. Ia menjelaskan bahwa Hargi hanya menderita kram di paha kanannya.

"Hargi hanya mengalami kram. Diagnosa kami, ia hanya butuh istirahat sehari akibat masalah itu," ungkap Alfan pada wartawan.

"Pertandingan kedua kemungkinan Hargi bisa diturunkan. Ini bukan seperti hamstring," lanjutnya.

Jika memang harus absen, Indra Sjafri sudah menyebut nama Paulo Sitanggang untuk menggantikan posisi Hargi di lini tengah.

Jumat, 10 Oktober 2014

Hargianto Harap Tuah Penginapan di Myanmar

 © Eggi Paksha
Bola.net - Ada sebuah kesamaan antara penginapan Timnas Indonesia U-19 di Myanmar dengan penginapan mereka di Sidoarjo, kala bertarung pada AFF U-19 lalu. Kesamaan inilah yang membuat Muhammad Hargianto berharap timnya bisa meraih prestasi serupa.

"Iya penginapannya sama-sama jadi satu sama pusat perbelanjaan nih," ujar Hagi -sapaan akrab Hargianto- pada Bola.net.

"Semoga saja rezekinya sama. Kita bisa jadi juara lagi," sambungnya sembari terbahak.

Saat ini, Timnas U-19 menginap di Tanwin Garden Hotel. Hotel yang terletak di jalan utama Pyay Road ini menjadi bagian dari sebuah pusat perbelanjaan. Sementara, ketika berada di Sidoarjo pada ajang Piala AFF U-19 silam, Timnas U-19 menginap di Hotel Sun City, yang juga menjadi satu dengan sebuah pusat perbelanjaan.

Namun demikian, meski menginap di hotel yang menjadi satu dengan pusat perbelanjaan, tak berarti penggawa Timnas Indonesia U-19 bisa bebas shopping atau jalan-jalan. Mereka tetap diatur agar bisa fokus pada pertandingan di ajang Piala Asia U-19 ini.

"Tujuan utama kami di sini adalah membawa nama bangsa. Itu yang utama," tandas Hargianto. (den/pra)

Kamis, 09 Oktober 2014

Tujuh Punggawa Timnas U-19 ini akan ke Persebaya

                                                                                                             Peksi Cahyo/Bolanews
Bolanews.com - Persebaya yang bertarung di Liga Super Indonesia (LSI) akan menjadi tempat berkumpulnya pemain tim nasional U-19. Tidak kurang tujuh pemain bakal bergabung dengan tim berjuluk Bajul Ijo itu selepas menjalankan tugas negara memperkuat timnas U-19.


Mereka yang sudah diikat kontrak dengan Persebaya adalah Zulfiandi, Putu Gede Juni Antara, M. Hargianto, Ilham Udin Armayn, M. Fatchurahman dan kapten Evan Dimas. Mereka rata-rata mendapat kontrak empat tahun.

“Selepas timnas U-19, saya memang bergabung dengan Persebaya LSI. Tapi untuk saat ini, saya fokus di timnas,”  ujar Evan.

Zulfiandi mengungkapkan mereka menandatangani kontrak dengan Persebaya saat menjalani pemusatan latihan di Malang. Saat itu pelatnas difokuskan pada peningkatan fisik pemain.

"Kami mendapat kontrak selama empat tahun. Senang juga bisa berkumpul dengan teman-teman di timnas U-19. Apalagi, kami bisa bermain untuk klub besar seperti Persebaya. Tapi kami belum bisa bergabung dengan Persebaya karena membela timnas," kata Zulfiandi.

Hargianto: Garuda Jaya Siap Hadapi Laga Perdana

© Eggi Paksha

Bola.net - Muhammad Hargianto mengaku siap menghadapi laga perdana pada AFC U-19 Championship 2014. Menurut gelandang Timnas Indonesia U-19 tersebut, ajang ini adalah pertarungan sesungguhnya bagi Timnas Indonesia.

"Kita sudah bersiap selama ini. Mulai Tur Nusantara sampai tur ke Spanyol kemarin," ujar Hagi, sapaan karib Hargianto, pada Bola.net.

"Untuk ajang inilah kita disiapkan," sambungnya.

Indonesia bakal memulai langkah mereka pada ajang ini, Jumat (10/10) besok. Skuat Garuda Jaya, julukan Timnas Indonesia U-19, bakal menghadapi Timnas Uzbekistan U-19.

Sementara itu, Hagi menyebut tak ada persiapan khusus apapun menyongsong laga besok. Menurutnya, seluruh persiapan sudah dijadwalkan dan dilakukan selama ini.

"Yang pasti, kita hanya mempersiapkan mental saja agar lebih kuat pada laga esok," tandasnya. (den/dzi)

Minggu, 05 Oktober 2014

Hargianto Tetap Setia dengan Manchester United

Bolanews.com - Gelandang timnas U-19, Muhammad Hargianto adalah penggemar Manchester United FC sejak kecil.

Meski musim lalu tim kesayangannya itu terpuruk, sebagai fan ia tetap tak berpindah ke lain hati. Hargianto juga sangat mengagumi sosok Paul Scholes dan tentu saja, Sir Alex Ferguson.

Bagi Hargi, dua sosok yang pernah berjaya bersama Setan Merah itu memiliki karakter spesial. Scholes adalah pekerja keras. Sedangkan Ferguson adalah sosok brilian yang pas menjadi leader. Ia juga memberik banyak warna di jagat sepak bola Inggris.

"Sewaktu Sir Alex pensiun saya sudah cemas," tutur Hargianto. Kendati begitu, Hargi tetap optimistis, United perlahan akan bangkit di Premier League musim ini.

Kamis, 02 Oktober 2014

Orang Tua Minta Hargianto Berjuang Maksimal Di Piala Asia

Goal.com - Piala Asia U-19 tinggal hitungan hari lagi, timnas Indonesia U-19 pun menggelar pemusatan latihan di Yogyakarta sebagai persiapan akhir sebelum bertolak ke Myanmar.

Selain melatih kesiapan mereka beraksi di atas lapangan, tim arahan Indra Sjafri juga terus menyantap video yang berisi permainan lawan seperti Uzbekistan, Australia dan Uni Emirat Arab. "Karakter permainan Uzbekistan hampir sama dengan tim Timur Tengah pada umumnya," kata Hargianto, gelandang timnas U-19 kepada wartawan.

“Mereka kebanyakan bermain bola-bola atas dan juga bermain dengan pola operan satu dua,” ulas Hargianto soal permainan Australia. “Kami sudah dikasih liat video rekaman pertandingan Uzbekistan. Kami terus mempelajarinya bersama-sama,” tambahnya.

Pemain bernomor punggung delapan itu pun meminta restu kedua orang tua sebelum terbang ke Myanmar. Hagi, sapaan akrab pemain yang biasa mengeksekusi bola mati itu, diminta kedua orang tua total membela Garuda Jaya demi menembus Piala Dunia U-20 di Selandia Baru tahun depan.

"Sebelum ke Myanmar, seperti biasa meminta restu kedua orang tua, sama bapak dan ibu. Mereka berpesan supaya saya menampilkan yang terbaik, berjuang semaksimal mungkin agar Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia," urai pemain diklat Ragunan itu.

Muhammad Hargianto Tak Miliki Target Khusus Di Piala Asia

antara foto

Goal.com - Timnas Indonesia U-19 masih fokus menjalani sesi terakhir pemusatan latihan di Yogyakarta, jelang bertolak ke Myanmar untuk berjuang di Piala Asia U-19.

Target mencapai posisi empat besar sudah dicanangkan PSSI. Satu hal yang jadi prioritas salah satu gelandang andalan Garuda Jaya, Muhammad Hargianto.

Sang algojo bola mati di timnas U-19 itu menegaskan jika dirinya siap untuk berjuang habis-habisan demi mencapai babak semi-final. Bagi Hargi, kepentingan tim adalah yang utama di atas keinginan pribadi.

"Target khusus? Tidak, saya tak miliki target khusus. Yang saya bisa pastikan adalah bermain maksimal dan lakukan yang terbaik agar Indonesia bisa gemilang di Myanmar," tutur Hargi pasca latihan, Kamis (2/10) sore WIB.

"Harapan besar masyarakat Indonesia tidak jadi beban buat kami. Harapan itu justru kita jadikan semangat untuk melakukan segala yang terbaik buat tanah air," pungkasnya mantap.

Senin, 22 September 2014

Hargianto: Tak Terlihat tetapi Penting



                                                                                                                  Ferril Dennys


KOMPAS.com — Muhammad Hargianto memiliki sebuah penilaian terhadap sosok idolanya, Paul Scholes. Dia menyebut salah satu legenda Manchester United itu "tidak terlihat tetapi penting bagi tim".

Sebelum memutuskan pensiun pada Mei 2013, Scholes berhasil mempersembahkan 11 gelar Premier League dan dua trofi Liga Champions bagi klub yang dibelanya selama 21 tahun.

"Sejak kelas III SMP, aku mengidolakan Manchester United. Pemain idolanya Paul Scholes," ungkap Hagi, panggilan akrabnya.

Di mata gelandang timnas U-19 tersebut, Scholes merupakan gelandang yang memiliki passing akurat, shooting yang keras, dan visi permainan yang cemerlang. "Jarang ada gelandang seperti Scholes. Dia tak terlihat, tetapi perannya penting," tutur pemain kelahiran Jakarta, 24 Juli 1996, tersebut.

Hagi mengaku, Scholes secara tidak langsung menjadi panutannya untuk berkembang sebagai pemain gelandang. "Waktu dia masih bermain, aku melihat permainannya dari televisi. Sekarang (aku melihatnya) lewat YouTube karena dia sudah pensiun," akunya.

Sama seperti Scholes, Hagi memiliki peran penting di timnas U-19. Ia merupakan playmaker yang bertugas sebagai pengatur permainan tim. Hal itu terlihat saat Garuda Jaya berhasil menjuarai Piala AFF 2013 dan menjadi juara grup kualifikasi Piala Asia 2014.

Selain memiliki kemampuan yang cukup baik dalam melepaskan umpan, Hagi juga piawai mencetak gol dan mengeksekusi bola mati. Karena itu, Hagi mengaku terus menempa diri agar tetap menjadi andalan timnya pada Piala Asia U-19. "Kalau ada waktu luang, selepas latihan sore, aku berlatih tendangan bebas," tuturnya.

Hagi percaya, kerja kerasnya bersama tim bisa membawa Indonesia lolos Piala Dunia U-20. "Soal peluang, optimistis saja. Intinya, kami fokus pada setiap lawan yang akan kami hadapi. Kami harus yakin," ujar Hagi.

Hagi tidak serta-merta langsung menjadi gelandang pada awal kariernya. Yang menemukan bakatnya adalah salah satu pelatihnya, Sugihandarto. "Saat itu, aku jadi striker, tetapi kemudian digeser ke tengah. Aku tanya alasannya, tetapi pelatih cuma bilang ingin aku bermain di tengah," tuturnya.

Hagi mulai bermain bola sekitar usia delapan tahun, saat ia kali pertama masuk sekolah sepak bola (SSB).

Ia kemudian berpindah-pindah SSB. Mulai dari Garecs Tangerang hingga Rajawali Muda pada usia 16 tahun.

Saat berusia 17 tahun, ia telah mengecap gelar juara dengan mengantarkan timnas Indonesia menjuarai HKFA pada 2012. Saat itu, timnas U-17 dibesut oleh Indra Sjafri.

Setahun kemudian, ia berhasil mengantarkan Indonesia mempertahankan gelar HKFA. Momen yang tak terlupakan bagi dirinya adalah saat ia membawa Merah Putih menjuarai Piala AFF 2013 bersama timnas U-19.

Profil singkat:

Nama: Muhammad Hargianto
TTL: Jakarta, 24 Juli 1996
Posisi: Gelandang tengah
Klub Idola: Manchester United
Pemain internasional favorit: Paul Scholes


Sabtu, 13 September 2014

Hargianto: Ke Spanyol untuk Belajar

 net

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gelandang tim nasional Indonesia U-19, Muhammad Hargianto, ingin kembali memberikan yang terbaik kepada bangsa pascakegagalan di Hassanal Bolkiah Trophy 2014.

Namun demikian, Hargianto menegaskan pemusatan latihan yang dilakoni timnya di Spanyol dalam rangka belajar.

“Secara pribadi, saya kecewa belum bisa memberikan yang terbaik buat bangsa. Inginnya terus memberikan yang terbaik, tapi sepertinya memang itu yang sudah ditakdirkan oleh Allah. Mau bagaimana lagi?” ungkap Hargianto soal kegagalan di Brunei Darussalam kepada Tribunnews.com, Jumat (12/9/2014).

Selama di Spanyol, Hargianto, dkk akan melawat ke tiga kota, yaitu Madrid, Valencia, dan Barcelona. Mereka akan menjajal kemampuan Atletico Madrid B, Barcelona B, Valencia B dan Real Madrid C. Tim kemudian memiliki jeda waktu seminggu sebelum tampil di putaran final Piala Asia U-19 2014 di Myanmar.

“Kami ke sana bukan untuk membayar, tapi lebih ke arah belajar supaya di Piala Asia bisa lebih siap lagi. Ke sana itu intinya belajar dan berlatih. Apalagi, setelah Hassanal Bolkiah Trophy kita juga tidak ada latih tanding lagi. Di sana kita akan bercermin lagi untuk modal di Piala Asia,” jelas Hargianto yang membawa dua pasang sepatu sepak bola ke Spanyol.

Dipasangi Target ke Piala Dunia, Hargianto Rileks

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gelandang tim nasional Indonesia U-19, Muhammad Hargianto, mengaku tidak terbebani oleh target minimal babak semifinal Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, Oktober mendatang. Hargianto pun optimistis timnya bisa memenuhi target tersebut.

Tim asuhan Indra Sjafri dipasangi target untuk menembus babak semifinal Piala Asia U-19 2014. Jika mencapai target, maka Evan Dimas, dkk mendapatkan hak untuk mengikuti Piala Dunia U-20 pada tahun depan.

“Target seperti itu harusnya bisa menjadi cambuk buat kita. Berarti kita harus memberikan yang terbaik untuk bangsa,” tutur Hargianto kepada Tribunnews.com, Jumat (12/9/2014).

Hargianto pun menepis kemungkinan terburuk timnya gagal mencapai target tersebut.” Jangan sampai. Kita optimistis bisa lolos,” tegas sulung dari tiga bersaudara.

Jumat, 12 September 2014

Hargianto Berharap Mentalnya Kembali Bangkit di Spanyol

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gelandang Timnas Indonesia U-19, Muhammad Hargianto, menaruh harapan terhadap pemusatan latihan di Spanyol. Hargianto berharap mental dia dan timnya kembali usai kegagalan di Hassanal Bolkiah Trophy 2014.

Sebagai juara Piala AFF U-19 tahun lalu, tim asuhan Indra Sjafri meraih hasil di luar dugaan di Brunei Darussalam. Evan Dimas, dkk harus angkat koper lebih awal setelah tiga kali menelan kekalahan dan sekali bermain imbang. Indonesia tidak berada di posisi buncit grup B karena mampu menang 6-0 atas Singapura pada laga terakhir.

“Semoga bisa mengembalikan mental setelah Hassanal Bolkiah Trophy. Semoga mental kita bisa naik lagi. Itu yang terutama. Kedua, semoga kita bisa belajar agar ke depannya bisa lebih baik lagi. Kita ke sana bukan untuk jalan-jalan, tapi berlatih,” papar penggemar Manchester United tersebut kepada Tribunnews.com, Jumat (12/9/2014).

Selama di Spanyol, Hargianto, dkk akan melawat ke tiga kota, yaitu Madrid, Valencia, dan Barcelona. Mereka akan menjajal kemampuan Atletico Madrid B, Barcelona B, Valencia B dan Real Madrid C. Tim kemudian memiliki jeda waktu seminggu sebelum tampil di putaran final Piala Asia U-19 2014 di Myanmar.
 

Timnas U-19 ke Spanyol: Hargianto Angkut Sejumlah Gadget ke Negeri Matador

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gelandang Timnas Indonesia U-19, Muhammad Hargianto, tidak sekadar membawa pakaian dan perlengkapan tanding ke Spanyol. Hargianto tidak lupa membawa sejumlah gadget untuk mengusir kebosanan selama perjalanan.

“Gua paling bawa iPod dan laptop untuk main game. Kalau di pesawat paling main iPod saja,” ungkap Hargianto yang belum pernah ke Spanyol kepada Tribunnews.com, Jumat (12/9/2014).

Selama di Spanyol, Hargianto, dkk akan melawat ke tiga kota, yaitu Madrid, Valencia, dan Barcelona. Mereka akan menjajal kemampuan Atletico Madrid B, Barcelona B, Valencia B dan Real Madrid C. Tim juga akan mendapat kesempatan mengunjungi sejumlah objek wisata di Spanyol sebagai bagian dari program rekreatif.

“Mau bawa oleh-oleh main bagus saja buat orangtua. Kalau buat barang, gua belum tahu mau bawa apa. Gua masih fokus latihan saja,” ujar pengagum Paul Scholes tersebut.