Tampilkan postingan dengan label Friendly Match. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Friendly Match. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2014

Asupan Nutrisi Timnas U-19 Dipantau Ketat

                                                                                                             Peksi Cahyo/Bolanews
Bolanews.com - Asupan nutrisi timnas U-19 disepanjang pelaksanaan turnamen Piala AFC U-19 dikontrol secara ketat. Badan Tim Nasional (BTN) mendatangkan dua ahli nutrisi dari Fakultas Kedokteran UGM guna memantau menu makanan untuk Evan Dimas dkk. selama di Myanmar.
Menu makanan yang dihidangkan menu khas Indonesia. Hanya, para pemain disuguhi hidangan dengan jenis atau kuantitas berbeda sesuai kebutuhan gizi masing-masing.
"Bisa dibilang rasanya tak kalah sedap dengan suguhan makanan di Indonesia," papar Hargianto, gelandang Garuda Jaya.

Timnas U-19 akan memulai perjuangannya di Piala AFC U-19 2014 dengan menghadapi Uzbekistan, Jumat (10/10).

Rabu, 13 Agustus 2014

Timnas U-19 Dipamer-pamerkan, PSSI Juga Kena Kritik

Jakarta - Menurunnya performa Timnas Indonesia U-19 disinyalir terjadi lantaran keseluruhan tim mengalami kejenuhan. PSSI disebut ikut andil dalam kejenuhan itu lantaran mengeksploitasi secara berlebihan.

Sorotan muncul setelah Timnas U-19 dinilai tampil monoton di tiga laga perdana Hassanal Bolkiah Trophy. Training camp jangka panjang dan Tur Nusantara sampai dua jilid dinilai telah membuat Evan Dimas dkk. jenuh dan akhirnya kehabisan bensin.

Eks bek Persebaya dan Timnas Indonesia, Ferril Hattu, menilai bahwa membuat Tur Nusantara sementara Timnas U-19 dibebankan
target tinggi di Piala Asia U-19 adalah langkah yang salah.

Ferril berpendapat, dia lebih memilih Timnas U-19 untuk diberikan pemusatan jangka pendek secara tertutup tanpa ada tur panjang keliling Indonesia. Disiarkannya laga-laga Timnas U-19 pun disebutnya hanya ajang cari duit dari PSSI.

"Kalau kita punya target, tidak boleh dipentas-pentaskan begitu," ujar Ferril.

"Ada tahapan yang harus dilalui. Mereka ini jadi jenuh karena tur-tur terus. Main di mana, dielu-elukan, bangga. Main di mana, dielu-elukan, bangga. Seolah-olah sudah jadi juara dunia."

"Mungkin PSSI mengira ini wajar. Padahal itu mengeksploitasi."
 
"Lebih baik mereka training camp dua bulan, misal, ke Australia. Mereka berlatih di sana, daripada dipamer-pamerkan untuk mencari uang. Mereka harus dijaga betul. Kalau perlu latihan tersendiri, tanpa diliput, dan begitu keluar tahu-tahu bagus," tegas Ferril.

Timnas U-19 masih punya dua laga di Hassanal Bolkiah Trophy. Selanjutnya, Timnas U-19 akan menghadapi Kamboja pada laga keempat (16/8) dan Singapura pada laga kelima (18/8) Grup B.

Imbas kekalahan dari Vietnam, Timnas U-19
pun bakal dievaluasi oleh tim HPU (High Performance Unit) BTN (Badan Tim Nasional). "Ini penting mumpung kita masih ada waktu menuju Oktober nanti di U-19 AFC Championship. Harus dilakukan langkah-langkah yang perlu. Justru karena kita menurun, momentum untuk dilakukan evaluasi di semua lini," ucap Ketua BTN La Nyalla Mattalitti.
 
 

Selasa, 05 Agustus 2014

Hadapi Malaysia, Garuda Jaya Tanpa Persiapan Khusus

Bola.net - Menjelang laga perdana pada ajang Hassanal Bolkiah Trophy 2014 melawan Malaysia, Timnas Indonesia U-19 tak secara khusus mempersiapkan diri. Hal ini diungkapkan Pelatih Skuat Garuda Jaya, Indra Sjafri.

"Tak ada persiapan khusus untuk pertandingan ini," ujar Indra, pada Bola.net.

"Persiapan kita biasa saja, seperti yang telah diprogramkan tim pelatih," sambungnya.

Sesuai dengan undian yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, Skuat Garuda Jaya harus menghadapi Malaysia pada laga perdana mereka di ajang Hassanal Bolkiah Trophy. Pertandingan ini bakal dihelat Jumat, 8 Agustus mendatang.

Selain Malaysia, Indonesia -yang tergabung di Grup A- harus berturutan menghadapi Brunei, Vietnam, Kamboja dan Singapura.

Pada ajang Hassanal Bolkiah Trophy ini, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang menurunkan Timnas U-19. Vietnam dan Thailand menurunkan Timnas U-20 mereka. Sementara, negara-negara lain terjun dengan Timnas U-21 mereka. (den/pra)

Minggu, 03 Agustus 2014

Kondisi Latihan Hari Pertama Timnas U-19

foto : arjuna

RANAHBERITA-Tepat Pukul 06.30 WIB pagi (3/8/2014) tadi, Timnas U-19 menjalani latihan perdana di Lapangan SPH (Sekolah Pelita Harapan) Karawaci, Tanggerang Banten. Latihan ini akan memulai training center (TC) Garuda Jaya untuk mengikuti HBT (Hasanah Bolkiah Trophy) yang akan berlangsung 8-23 Agustus 2013 di Brunei Darussalam.

“Seluruh pemain hadir,” ujar pelatih kepala Indra Sjafri melalui pesan pendek pada ranahberita.com.
Tentu saja kehadiran pemain ini minus Eriyanto, Martinus Novianto, dan Al-Qomar Tehupelasury yangdipinjamkan pada Indonesia U-21 asuhan Rudy Keltjes.

Mengenai materi latihan perdana, diisi dengan pemulihan kondisi para pemain. Ini dilakukan untuk melihat kesiapan pemain yang sudah diliburkan sejak 23 Juli lalu. (On/Ed2)

Kamis, 31 Juli 2014

Profil Skuad garuda Jaya : Hendra Sandi Gunawan


Nama Lengkap : Hendra Sandi Gunawan
Nama Panggilan : Sandi
Nomor Punggung : 11
Posisi : Pemain Tengah
Tempat / Tanggal Lahir : Kota Fajar / 10 Februari 1995
Pemain Favorit : Andres Iniesta
Klub : Persiraja Banda Aceh
Ayah : M. Ali
Ibu : Hayani

Sabtu, 12 Juli 2014

Mereka di Balik Sukses Indra Sjafri dan Timnas U-19, Muhni (Kitman)

 bola.net

Bola.net - Sebelum berlanjut ke jabatan-jabatan unik macam Guntur di halaman sebelumnya, ada baiknya kita perkenalkan kitman Timnas U-19. Memang terlihat jabatan tukang angkut perlengkapan ini sepele. Namun, miss sedikit, rusaklah skema Timnas.

"Pernah kejadian di Hongkong. Saya lupa bawa ban kapten dan kebetulan panitia juga tidak menyediakan. Waktu itu kita akhirnya seri dan gagal menang. Saya disindir coach Indra karena anak-anak bermain seperti tanpa seorang pemimpin," cerita Muhni.

Sejak saat itu lah Muhni lebih berhati-hati dalam menyiapkan segala peralatan Timnas U-19 saat latihan atau sebelum pertandingan. "itu tadi baru ban kapten. Kaus kaki kurang, pemain bisa-bisa batal bermain, Mas," ujar pria yang mengaku tak memiliki nama panjang tersebut.

Kitman kelahiran Tegal 13 Februari ini bukanlah orang baru di tubuh Timnas. Sebelumnya ia merupakan kitman dari Timnas Senior dan diperbantukan ke Timnas U-19 sejak di HKFA Hongkong 2013 lalu. "Saya sih siap ditempatkan di tim mana saja oleh PSSI, tapi suasana kekeluargaan di tim ini yang saya suka," katanya.

"Pemain tak mau membeda-bedakan mana kitman mana dokter. Apalagi coach Indra, kita selalu diajak makan semeja. Padahal ibarat rumah tangga, saya hanyalah pembantu," tutup Muhni sambil tertawa.

Sabtu, 28 Juni 2014

Dua Mojang Bandung Ini, Rela Kepanasan Menunggu Skuat Garuda Jaya

 Dua gadis fans Timnas U-19, Fitri dan Vinta/Foto: Bolanasional.co

BANDUNG,Bolanasional.co-Dua gadis ini rela menunggu skuat Timnas U-19 Dkk selama berjam-jam di depan hotel tempat menginap Garuda Jaya demi untuk mendapatkan tandatangan dan foto bersama dengan Evan Dimas Dkk.

Evan Dimas Dkk saat ini sedang berada di Bandung untuk melakoni laga uji coba melawan tim PRA PON Jabar. Pertandingan uji coba tersebut akan dihelat di Stadion Siliwangi Bandung, Jum’at (27/06).

“Saya sudah menunggu dari pagi tapi belum ketemu juga. Saya sangat nge-fans dengan pemain-pemain Timnas U-19,” kata Fitri kepada Bolanasional.co.

Bersama temannya, Vinta, fitri sudah menunggu dari pukul 07.00 wib. Mereka tidak memperdulikan teriknya matahari, setia menunggu para pemain Timnas keluar.

“Pokonya saya akan menunggu mereka keluar. saya ingin foto bersama dengan para pemain Timnas U-19,” tutur Vinta.

Indra Sjafri: Jumlah 'Passing' Indonesia U-19 Menurun

antara foto

Goal.com - Pelatih tim nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri mengungkapkan, jumlah passing anak asuhnya mengalami penurunan dari rangkaian Tur Nusantara, dan akan segera dievaluasi.

Timnas U-19 bermain imbang 1-1 melawan tim PraPON Jawa Barat di Stadion Siliwangi, Bandung, Jumat (27/6) malam WIB. Menurut Indra, para pemain banyak melakukan kesalahan, dan penurunan passing.

“Untuk tim nasional U-19, apa pun situasi dan kualitas lawan, ya itu yang harus kita hadapi. Tim analisis pun memberikan laporan ada penurunan jumlah passing, dan itu harus menjadi evaluasi kita,” buka Indra.

Tim PON Jabar yang diarsiteki Mustika Hadi dinilai mempunyai motivasi yang tinggi untuk bisa mematahkan rekor tak terkalahkan Garuda Jaya di beberapa pertandingan terakhirnya.

“Mereka [timnas U-19] dihadapkan dengan pemain yang mempunyai motivasi tinggi bagaimana cara mengalahkan timnas U-19. Kita suka ada motivasi [dari tim lain] untuk mengalahkan tim nasional, tapi harus dengan cara-cara yang baik, dibarengi dengan sportivitas,” tambah pelatih yang pernah mengarsiteki PSP Padang itu.

Usai laga menghadapi tim PON Jabar, Indra Sjafri berencana akan memberikan libur kepada para pemainnya menjelang bulan Ramadhan, dan kemudian langsung dihadapkan dengan uji coba lainnya.
“Setelah ini pemain libur tiga hari. Tanggal 1 Juli kita kumpul di Kediri, dan tanggal 2 akan memulai latihan. Ke depannya akan ada tiga lawan lagi. Kita coba berkomunikasi dengan pelatih mereka," tandasnya. (gk-52)
 

Senin, 09 Juni 2014

Timnas U-19 Batal Lawan PS Kampar


PEKANBARU, GORIAU.COM - Tim Nasional (Timnas) Sepakbola U-19 sudah memastikan diri akan melakukan lawatan ke Pekanbaru, Riau pada 16 Juni 2014 mendatang. Namun rencana awal akan menjalani dua laga di Bumi Lancang Kuning harus batal.

Pasalnya, berdasarkan rilis jadwal dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pusat, Timnas U-19 hanya akan menjalani satu laga di Pekanbaru, Riau. Lantas, tim apa yang akan beruntung mencicipi pola permainan yang didesain arsitek Indra Sjafri tersebut?

Sekretaris Umum Asosiasi PSSI Riau, Zulfahmi Adrian menyebutkan, hanya Tim pra-PON Riau yang disiapkan untuk menantang Timnas nantinya. "Lawan PS Kampar batal, jadi hanya Tim pra-PON Riau yang akan persiapkan," terang Zulfahmi.

Ada pun mengenai persiapan, Zulfahmi menerangkan saat ini tim penantang Timnas U-19 sudah tersebut. Setidaknya ada 25 pemain yang telah masuk dalam daftar tim hasil seleksi jajaran pelatih beberapa waktu lalu.

Ke-25 pemain tersebut sudah mulai menjalani TC sejak Minggu (8/6/2014) kemarin. "Tim sudah terbentuk, mereka sudah mulai menjalani TC," papar Zulfahmi.

Rencananya, Timnas U-19 akan menjalani laga di Nangroe Aceh Darussalam, kemudian bertolak ke Sumatera Barat untuk selanjutnya melawat ke Pekanbaru, Riau.***

Jumat, 30 Mei 2014

Review Timnas U-19: 20 Laga Internasional, 40 Gol


FDSInews - Ujicoba internasional kontra Lebanon U19 telah selesai dua hari lalu, hasil imbang 0-0 mewarnai laga internasional ke-20 Evan Dimas dan kawan-kawan melawan peringkat ketiga grup PPA U19 tersebut. Banyak catatan yang bisa diambil dari perjalanan 20 laga internasional yang telah dilakoni anak asuh coach Indra Sjsfrie tersebut.

Faktor finishing kembali muncul ke permukaan plus hasil imbang kontra Lebanon U19, belum ditambah dengan kesenjangan antara tim utama dengan tim pelapis yang disebabkan menit bermain para pemain pelapis yang kurang. Utamanya dalam laga-laga ujicoba internasional, tercatat hanya laga kontra Al-Shahab U19 dan laga kedua kontra Myanmar U19 dan Yaman U19. Berikut hasil 20 laga internasional yang telah dijalani Timnas Indonesia U19 dimulai dari Piala AFF U19 di Jawa Timur (9-22 September ’13), Grup G PPA U19 di Jakarta (8-12 Oktober ’13) dan terakhir berujicoba dengan Lebanon U19 di Stadion Manahan, Solo (28 Mei ’14) :
  1. AFF U19 : Indonesia 5 – 0 Brunei Darussalam (Ilham Udin 12′ , 30′ ; Alqomar 27′ ; Muchlis Hadi  62′ , 85′)
  2. AFF U19 : Myanmar 1 – 2 Indonesia (Evan Dimas 6′ ; Putu Gede 16′)
  3. AFF U19 : Indonesia 1 – 2 Vietnam (Evan Dimas 1′)
  4. AFF U19 : Indonesia 3 – 1 Thailand (Evan Dimas 15′ , 76′ , 90+4′ / pen)
  5. AFF U19 : Indonesia 1 – 1 Malaysia (Ilham Udin 53′)
  6. AFF U19 : Timor-Leste 0 – 2 Indonesia ( Ilham Udin 9′ ; M.Hargianto 60′)
  7. AFF U19 : Indonesia 0 – 0 ( a.e.t. ) Vietnam (7-6).
  8. PPA U19 : Indonesia 4–0 Laos (Muchlis Hadi 11′ , 52′ ; Paulo Sitanggang 85′ ; Evan Dimas 89′)
  9. PPA U19 : Philipina 0–2 Indonesia (M. Hargianto 27′ ; Yabes 81′ )
  10.  PPA U19 : Korea Selatan 2–3 Indonesia ( Evan Dimas 30′ , 49′ , 86′)
  11. Ujicoba : Oman 2 – 1 Indonesia ( Ilham Udin 26′ )
  12. Ujicoba : Oman 1 – 2 Indonesia ( M. Fatchurohman 66′ (pen); Dimas Drajad 88′ )
  13. Ujicoba : UEA 1 – 4 Indonesia (Ilham Udin 42′ ; Evan Dimas  67′ ; Septian 77′ ; Dimas Drajad 90+1′)
  14. Ujicoba : UEA 1 – 2 Indonesia ( Muchlis Hadi 41′ ; Dimas Drajad 76′)
  15. Ujicoba : Al Shabab Al Arabi (U19) 2 – 2 Indonesia ( Dimas Drajad 20′ ; Zulfiandi 32′)
  16. Ujicoba : Indonesia 1 – 1 Myanmar ( Muchlis Hadi 4′ )
  17. Ujicoba : Indonesia 1 – 2 Myanmar ( Ilham Udin 45+1′ )
  18. Ujicoba : Indonesia 3 – 0 Yaman ( Muchlis Hadi 21′ ; Hansamu Yama 24′ ; Septian 71′ )
  19. Ujicoba : Indonesia 1 – 1 Yaman ( Hendra 55′ / pen)
  20. Ujicoba : Indonesia 0– 0 Lebanon.

Dari catatan 20 laga diatas, Timnas Indonesia U-19 mampu mencetak 40 gol atau rata-rata 2,00 gol per pertandingan dengan dua kali membukukan hattrick yang kesemuanya diborong oleh sang kapten, Evan Dimas Darmono dalam laga kontra Thailand (AFF U19) dan Korea Selatan (PPA U19). Evan Dimas juga menjadi top skor selama 20 laga internasional dengan 10 gol, disusul Ilham Udin dan Muchlis Hadi Ning yang sama-sama mencetak 7 gol.

Yang menggembirakan Evan Dimas dan kawan-kawan mencetak 32 gol lewat pola permainan Timnas (80 persen) sedang sisanya lewat bola mati (tendangan bebas dan pinalti).
Sedangkan untuk distribusi gol Timnas U19 adalah :
  1. menit 0-15 (6 gol),
  2. menit 15-30 (9 gol),
  3. menit 30-45 (5 gol), menit 45-60 (4 gol),
  4. menit 60-75 (5 gol)
  5. menit 75-90 (11 gol).
Untuk urusan kemasukan gol Timnas U19 mencatatkan :
  1. menit 0-15 (1 gol),
  2. menit 15-30 (4 gol),
  3. menit 30-45 (4 gol),
  4. menit 45-60 (3 gol) ,
  5. menit 60-75 (1 gol)
  6. menit 75-90 (5 gol).
Dari data terlihat Evan Dimas dan kawan-kawan mampu memaksimalkan 15 menit terakhir untuk mencetak gol (total 11 gol).  Disisi lain, Garuda Jaya juga lebih sering kebobolan di 15 menit terakhir babak pertama dan babak kedua.

Sehingga fokus lini pertahanan serta finishing touch memang harus terus ditingkatkan. Kekuatan fisik dengan VO2 max diatas rata-rata memang menjadi kekuatan Timnas U19 untuk bermain spartan dan mencetak gol di lima belas menit terakhir sebagaimana catatan diatas. Dan tentunya yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan finishing dari para striker yang sementara hanya memunculkan satu nama Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. Sedangkan cadangan seperti Yabes Roni, Martinus masih belum menunjukkan kapasitas sebagaimana yang diharapkan. Dan tentunya setiap ujicoba internasional yang dilakoni bisa memberikan nilai lebih untuk Timnas Indonesia U19 jelang keberangkatan mereka ke Myanmar. “Makin banyak hal yang bisa kami pelajari. Termasuk unggul dalam penguasaan bola saja tidak cukup untuk memenangi pertandingan,” ungkap coach Indra Sjafrie paska ujicoba dengan Lebanon U19.
(wefi)

Kamis, 29 Mei 2014

Catatan Indra Sjafri Usai Laga Timnas U-19 Vs Lebanon


 Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Timnas Indonesia U-19 masih kesulitan menghadapi lawan yang menerapkan strategi compact defense. Itu terlihat jelas saat Evan Dimas dkk beruji coba kontra Lebanon di Stadion Manahan, Solo, Rabu (28/5) malam.

Meskipun mendominasi penguasaan bola, tapi Indonesia gagal mencetak gol sehingga harus puas dengan skor imbang tanpa gol. Lebanon menumpuk hampir delapan pemain di barisan pertahanan dan lebih mengandalkan serangan balik. Kondisi ini membuat serangan timnas U-19 kerap mentok di kaki para pemain belakang Lebanon. 

Pelatih timnas U-19 Indra Sjafri memiliki catatan tersendiri usai melihat permainan anak-anak asuhnya. Pelatih asal Sumatra Barat ini mengaku harus melakukan beberapa kali perubahan strategi bermain untuk memecah ketatnya barisan pertahanan Lebanon. Pada awal babak pertama, ujar Indra, anak-anak asuhnya mencoba bermain langsung dengan mengirimkan umpan terobosan melambung dari lini tengah.  

"Cara itu tidak efektif. Selain Lebanon yang main bertahan, pemain lawan posturnya tinggi-tinggi," kata Indra mengomentari hasil pertandingan. 

Indra kemudian menginstruksikan pasukannya untuk mengeluarkan karakter permainan aslinya. Yakni dengan memeragakan kombinasi bola-bola pendek dan penetrasi dari lini sayap yang diakhiri dengan umpan tarik. 

Indra menilai cara kedua ini lebih efektif. "Untuk melawan tim yang bermain dengan compact defense, kita harus main lebar, kombinasi dari kaki ke kaki, dan berani melepaskan tendangan dari luar kotak penalti," Indra menambahkan. 

Indra Sjafri: Timnas U-19 Kurang Variatif

TEMPO.CO, Surakarta - Tim nasional sepak bola usia di bawah 19 tahun (timnas U-19) Indonesia memetik hasil kurang memuaskan saat berhadapan dengan timnas Lebanon U-19 di Stadion Manahan, Solo, Rabu malam, 28 Mei 2014. Evan Dimas dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang dengan skor 0-0.

Pelatih timnas U-19, Indra Sjafri, mengatakan anak asuhnya mengendalikan permainan dengan penguasaan bola mencapai 71 persen. "Namun keunggulan tersebut tidak mampu dimanfaatkan dengan baik," katanya, seusai pertandingan. "Permainan anak-anak kurang variatif."

Meski mendapat sokongan dari publik Stadion Manahan sepanjang pertandingan, serangan Garuda Jaya tumpul. Maldini Pali di sayap kanan gagal mengeluarkan kemampuan dribling-nya. Sementara Ilham Udin Armayn di sayap kiri kerap melewati barisan pertahanan lawan, tapi umpannya hanya makan angin.

Mereka juga sering memaksakan umpan lambung. Padahal, serangan udara selalu dikandaskan dengan mudah oleh Lebanon yang memiliki postur di atas 1,75 meter, di atas rata-rata pemain Indonesia.

Timnas U-19 mendapat sedikitnya empat peluang emas, lewat Muchlis Hadi Ning, Hansamu Yama, Evan Dimas, dan Paolo Sitanggang. Bahkan tembakan Muchlis dan Paolo sudah tidak terjangkau kiper, namun membentur tiang gawang. (Baca: Tidak Ada Pemain yang Diistimewakan di Timnas U19)

Pelatih timnas U-19 Lebanon, Baseem Mohammad, puas dengan skor kacamata tersebut. Terlebih, mereka bermain dengan sepuluh pemain di sepuluh menit akhir, setelah bek mereka mendapat kartu kuning kedua. "Tuan rumah bermain cukup bagus dan menguasai jalannya pertandingan," ucapnya. Sebelumnya, Garuda Jaya menaklukkan sesama tim negara Teluk, Yaman, 3-0, di Yogyakarta.

Masih Gampang 'Naik Darah', Timnas Indonesia U-19 Butuh Pencerahan

 soccer
TRIBUNNEWS.COM - Timnas Indonesia U-19 kembali meraih hasil imbang pada laga uji coba melawan Lebanon U-19 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (28/5/2014). Setelah sebelumnya bermain imbang 1-1, kali ini Evan Dimas cs. ditahan imbang tanpa gol.

Indra Sjafri tetap memberikan apresiasi terhadap performa anak asuhnya. Meski bermain imbang, mereka tetap mampu menampilkan permainan yang impresif, salah satunya terlihat dari keunggulan penguasaan bola timnas Indonesia U-19 yang mencapai 71 persen berbanding 29 persen.

Kendati demikian, Indra tetap menilai penampilan anak asuhnya kurang maksimal. Indra melihat anak asuhnya masih memiliki sejumlah kekurangan seperti penyelesaian akhir yang lemah dan para pemain cepat terpancing emosi.

“Hampir dua bulan, penyelesaian akhir tim belum ada perubahan. Penyelesaian akhir masih kurang. Saya harus membuat sesi latihan untuk mematangkan penyelesaian akhir,” kata Indra Sjafri.

Indra juga menyoroti aspek emosional anak-anak asuhnya. Meski sudah ada perkembangan positif pada aspek kontrol emosi, Indra menyiratkan beberapa anggota skuad masih gampang 'naik darah'.

“Masih ada satu kartu kuning dan ada yang berkonfrontasi dengan lawan. Ada yang adu mulut. Mereka masih butuh pencerahan,” tutur Indra. Setelah ini, timnas Indonesia U-19 akan kembali melanjutkan pemusatan di Yogyakarta

Rabu, 28 Mei 2014

Indra Bangga Anak Asuhnya Minimalisir Kesalahan Passing



 Feri Usmawan/Okezone

SOLO - Gagalnya Timnas U19 meraih poin kemenangan atas Lebanon U-19, meskipun tim tamu hanya bermain 10 pemain, dianggap pelatih Timnas U19 Indra Sjafri bukan suatu kegagalan.

Sebaliknya Indra melihat laga persahabatan ini, anak asuhnya mengalami kemajuan dibandingkan laga sebelumnya. Terutama umpan-umpan salah yang bisa dilakukan Evan Dimas dalam laga sebelumnya,saat pertandingan ini tidak pernah terjadi.

"Biasanya kita sering sekali salah dalam memberikan umpan-umpan. Tapi kali ini saya tidak melihat anak-anak salah. Bahkan tingkat kesalahan kita tadi hasil dari perhitungan stastistik hanya 19 persen saja,"papar Indra kepada wartawan usai laga timnas,di Stadion Manahan, Solo.

Apalagi, ungkap Indra,lawan yang dihadapi dalam uji coba internasional kali ini memeliki peringkat jauh diatas Timnas. Kendati begitu, Indra berjanji akan terus melakukan evaluasi untuk melakukan pembenahan. Sehingga timnas solid akan terbentuk.

Menyangkut laga persahabatan berujung di keluarkannya pemain Lebanon dalam laga ini, Indra pun akan melakukan evaluasi.

"Sebenarnya kita ingin semua laga yang dilakukan Timnas bersih tanpa konflik. Pertandingan ini saya melihatnya benar-benar keras. Apalagi di akhir laga, Indra melihat adanya konfrontasi antar pemain yang seharusnya tidak terjadi," jelasnya.
(raw)(Okezone.com)

Kurang Persiapan, Lebanon Akui Kewalahan

 Foto: Ligaindonesia.co.id

SOLO – Tim Lebanon U-19 punya alasan berbeda mengapa harus mengakhiri laga persahabatan dengan hasil kacamata alias 0-0. Jika Indonesia U-19 punya masalah dalam penyelesaian akhir, Lebanon mengaku kurang siap ihwal problem fisik.

Pelatih Bassem Ali Mohammad melihat anak-anak asuhnya kalah dalam hal kebugaran. Ali Mohammad berdalih, timnya hanya punya persiapan tiga pekan sebelum berangkat ke Indonesia.

Meski begitu, permainan timnya dirasa sudah cukup memuaskan dengan mampu menahan setiap gempuran Garuda Jaya di Stadion Manahan, Solo, Rabu malam tadi.

“Indonesia adalah tim yg bagus. Begitu juga dengan tim kami yg juga telah bermain baik. Saya lihat tidak ada kelemahan dari tim Indonesia. Tapi kondisi fisik pemain kami kurang bagus karena hanya memiliki waktu persiapan 3 minggu,” papar Ali Mohammad.

“Sedangkan indonesia sendiri sudah mempersiapkan tim begitu lama. Saya puas dengan permainan tim kami, karena memang tim Indonesia sangat kuat. Tim kami begitu kewalahan melawan Indonesia,” tutupnya.(Okezone.com)
(raw)

Timnas Lebanon: Indonesia U-19 Sulit Dikalahkan

 Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Manajer Timnas Lebanon U-19, Hassan Choughari menilai Timnas Indonesia U-19 sebagai lawan yang sulit ditaklukkan. Hassan mengungkapkan hal itu setelah timnya sukses menahan imbang Garuda Muda 0-0 dalam pertandingan uji coba Internasional di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (29/5) malam.

"Kami tidak menemukan kelemahan Timnas Indonesia. Mereka tim yang kuat dan sulit dikalahkan," kata Hassan yang mengaku pertandingan di Manahan Solo sebagai pengalaman pertama kali bagi mereka bertanding di luar negeri. Sebelumnya para pemain muda mereka hanya melakukan latihan dengan Timnas senior Lebanon.

Senada dengan Hassan, pelatih Timnas U-19 Lebanon, Bassem Ali Mohamad juga ikut memuji permainan Evan Dimas dan kawan-kawan. Menurutnya dalam pertandingan malam tadi, Indonesia terbukti sebagai tim tangguh dan lawan sulit. Ia tak luput memuji pihak penyelenggara yang mau mengundang mereka ke Indonesia.

"Kami banyak terima kasih dalam pertandingan persahabatan ini, berjalan bagus, wasit, penyelenggara, Timnas Indonesia," kata Bassem.

Pelatih Lebanon: Indonesia Tim Bagus



 Timnas Indonesia U-19 © Eggi Paksha

Bola.net - Sukses mengimbangi permainan Timnas Indonesia U-19, pelatih Lebanon, Bassem Ali Mohamad memberikan pujian kepada Indonesia dan juga mengapresiasi performa yang ditunjukkan anak asuhnya.

Menurut Bassem, Indonesia adalah tim yang bagus. Sebab, pihaknya tidak melihat adanya kelemahan dari tim Indonesia. Dijelaskan olehnya, skuadnya dilanda kondisi fisik yang kurang bagus lantaran hanya memiliki waktu persiapan selama tiga minggu.

"Meski Indonesia bagus, tim kami juga telah bermain baik. Yang membedakan, Indonesia sudah mempersiapkan tim begitu lama. Saya puas dengan permainan tim kami, karena memang tim Indonesia sangat kuat. Tim kami begitu kewalahan melawan Indonesia," Pelatih Lebanon, Bassem Ali Mohamad.

Pada laga tersebut, Garuda Jaya mampu menguasai permainan sepanjang laga. Namun buruknya penyelesaian akhir dan solidnya pertahanan Lebanon membuat Evan Dimas dkk gagal mencetak gol.

Lebih lanjut, Bassem mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PSSI dan juga media yang telah memberikan sambutan hangat kepada timnya selama di Indonesia.

"Terlepas apapun dari hasil ini, kami berterima kasih kepada PSSI yang telah mengundang. Hal yang sama, juga harus saya ucapkan kepada teman media yang telah meliput," ujarnya. (esa/dzi)

Indra Sjafri Sebut Timnas Indonesia U-19 Tampil Konsisten

 Indra Sjafri © Fajar Rahman

Bola.net - Pelatih Timnas Indonesia U-19 menilai anak asuhnya telah bermain konsisten di laga-laga uji coba. Pernyataan ini dia sampaikan usai Garuda Jaya bermain imbang tanpa gol melawan Lebanon U-19 di Stadion Manahan Solo.

"Ini adalah pertandingan ke 24 kami. Kami sudah banyak melawan tim dengan macam-macam taktik dan juga karakter tim lawan. Saya apresiasi pemain kami yang sudah main konsisten, sesuai dengan taktik dan strategi kami," kata pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri.

"Hasil uji coba ini, sudah sesuai dengan target kami. Walaupun, kami masih sedikit bermasalah dengan penyelesaian akhir. Namun hal ini, akan menjadi bahan evaluasi kami," sambungnya.

Diakui Indra, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumahnya. Sebab, penyelesaian akhir memang sangat mencolok dalam pertandingan tersebut.

Bahkan, Garuda Jaya- julukan Timnas Indonesia U-19- pun lebih banyak memainkan bola di area pertahanan sendiri. Tak ayal, hanya terdapat beberapa peluang yang tercipta. Masing-masing yakni, melalui Muhclis Hadi Ning, Hansamu Yama dan Paulo Oktavianus Sitanggang. (esa/dzi)

BTN: Momentum Berharga Untuk Evaluasi Timnas U-19



 © Eggi Paksha

Bola.net - Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Harbiansyah Hanafiah menilai permainan Timnas U-19 melawan Lebanon secara umum baik. Timnas mampu mengimbangi para pemain Libanon yang rata-rata berpostur lebih besar dan bermain disiplin. Namun, beberapa peluang yang dimiliki Indonesia tidak berbuah gol hingga menit akhir.

"Anak-anak bisa mengimbangi para pemain Libanon yang rata-rata berpostur besar dan disiplin. Anak-anak juga bermain lebih bersih, meskipun Libanon bermain agak keras. Tetapi memang banyak peluang Indonesia yang gagal dikonversi jadi gol. Juga beberapa salah passing. Tapi secara umum menurut saya baik," urai tokoh sepakbola senior ini, Rabu (28/5).

Harbiansyah juga meminta tim pelatih untuk menggunakan ujicoba internasional di bulan Mei ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap skuad Garuda Jaya. "Modal ujicoba di bulan Mei setelah menjalani lima kali pertandingan, mulai Myanmar, Yaman hingga Libanon. Gunakan sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap semua lini tim ini," paparnya.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-19 vs Lebanon U-19 yang digelar di Stadion Manahan Solo, Rabu (28/) malam WIB berakhir dengan skor kacamata 0-0. Ujicoba ini digelar sebagai salah satu persiapan sebelum tampil di Piala Asia U-19 2014 di Myanmar.

Pada pertandingan ini, pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, menurunkan skuat utamanya setelah sebagian besar pemain pilar Garuda Jaya diistirahatkan saat menghadapi Yaman U-19 di ujicoba sebelumnya. (prl/dzi)

Indra Sjafri Puas Penampilan Timnas Indonesia U-19

 Indra Sjafri © Fajar Rahman

Bola.net - Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mengungkapkan bahwa hasil imbang tanpa gol melawan Lebanon di Stadion Manahan Solo, Rabu (28/5) malam, telah memenuhi target.

"Ini hasil sudah sesuai target. Taktik yang kita rencanakan berjalan baik. Saat permainan dengan taktik pertama tidak berkembang, kami instruksikan anak-anak merubah taktik. Dan mereka berhasil mengubahnya dalam waktu cepat," katanya.

Lebih lanjut Indra Sjafri mengatakan, setelah melakukan pertandingan ujicoba ke 24 ini, dirinya banyak menemukan taktik dan tipikal pemain. Dia juga memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang bisa bermain konsisten sesuai rencana.

"Walaupun  gol belum maksimal, kami puas dengan permainan tadi. 2 bulan ini kita akan melatih finishing touch yang masih kurang," imbuhnya.

Menurut Indra Sjafrie, setelah uji coba ini,  Evan Dimas cs akan melakukan Tur Nusantara Jilid II antara lain ke Aceh, Riau dan Padang. Kemudian akan mengikuti turnamen Cotif di Valencia, Spanyol. (ars/dzi)