Tampilkan postingan dengan label Awan Setho Raharjo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Awan Setho Raharjo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Desember 2014

Eks Skuat Garuda Jaya Berpeluang Tampil di Piala AFF U-19 2015

Bola.net - Fachri Husaini mendapatkan kepercayaan untuk membesut Timnas Indonesia U-14 dan U-17. Untuk U-17 diproyeksikan turun di Piala AFF U-19, di Sidoarjo, Agustus 2015.

Menurut Fachri, dua pemain yang sebelumnya memperkuat Timnas Indonesia U-19, Dimas Drajad dan Awan Setho, berpeluang untuk menjalani seleksi di tim asuhannya. Sebab, keduanya masih berusia di bawah 19 tahun.

"Per Januari 2015 akan ada 25 pemain. Namun, TC bisa saja diikuti 30 pemain, dan lima lagi merupakan pemain baru. Mengingat, kami masih ada kekurangan di beberapa posisi. Sehingga, perlu pemain tambahan," ujar Fachri.

"Selain keduanya, ada sekitar empat pemain Timnas Indonesia U-19 yang bisa ikut gabung," sambungnya.

Lebih jauh, Fachri menegaskan tidak akan memberikan keistimewaan pada para mantan pemain binaan Indra Sjafri tersebut. Sebab, mereka tetap harus berusaha memperlihatkan penampilan terbaiknya.

"Mereka harus tetap diseleksi. Tidak serta merta langsung masuk tim. Semua pemain harus diperlakukan sama," pungkasnya. (esa/pra)

Sabtu, 18 Oktober 2014

PSIS Semarang Ingin Rekrut Tiga Penggawa Timnas Indonesia U-19

Goal / Abi Yazid

Goal.com - PSIS Semarang menjadi salah satu klub yang menginginkan jasa para penggawa timnas Indonesia U-19. Tim berjulukan Mahesa Jenar itu berhasrat ingin merekrut tiga penggawa Indonesia U-19 yang berasal dari Semarang.

Mereka adalah dua kiper Ravi Murdianto dan Awan Setho Raharjo, serta pemain sayap Septian David Maulana. PSIS sendiri saat ini masih berkiprah di kompetisi Divisi Utama. Namun, mereka juga berpeluang untuk lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan.

Namun begitu, dari tiga nama tersebut dua di antaranya dikabarkan juga diminati klub ISL. Ravi diminati Mitra Kukar, sementara Septian dikabarkan dilirik Persib Bandung.

"Akan kami coba tawari dulu, tergantung anaknya nanti mau atau tidak," ujar Yoyok Sukawi, direktur utama PT Mahesa Jenar Semarang, perusahaan pengelola PSIS.

Namun begitu, Yoyok menegaskan ketiga pemain itu tetap tidak akan mudah untuk bergabung bersama PSIS. "Secara teknis, kualitasnya tentu bagus karena sudah di level nasional. Tapi, tetap akan kami lihat lagi, kalau kemampuannya di atas rata-rata pemain lainnya pasti akan kami rekrut," tegasnya.

Kamis, 02 Oktober 2014

Jarot Supriadi: Pencoretan Awan Setho Rahardjo Bagian dari Rencana Tuhan



tribunnews.com - Feri Setiawan
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi mengatakan pencoretan penjaga gawang Awan Setho Rahardjo yang digantikan Rully Desrian ini ketentuan dan takdir Tuhan. Awan Setho dicoret dari skuat Garuda Jaya karena mengalami cedera jari kelingking kiri saat menjalani latihan.

Meski cedera, Awan Setho tetap terbang ke Spanyol bersama skuat asuah Pelatih Indra Sjafri lainnya menjalani empat laga ujicoba melawan tim papan atas Eropa itu. "Itu ketentuan dan takdir Tuhan. Siapa yang menduga menjelang akhir Awan cedera dan diganti pemain lain. Itu bagian rencana Tuhan," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball.

Jarot mengatakan penunjukkan Rully Desrian menggantikan Awan Setho pun berdasarkan pertimbangan matang. Mantan Pelatih Kiper Papua selama 6 musim itu menjelaskan empat keunggulan Rully, yang membuat dirinya layak dipilih. Berdasarkan data PSSI, Rully merupakan salah satu kiper terbaik. Pertimbangan teknis, kemampuan tidak diragukan untuk timnas U-19.

Kedua, Rully menjadi penjaga gawang yang membawa tim AFF U-16 2012, yang ditukangi Indra Sjafri. Tim ini yang menjadi cikal bakal tim Garuda Jaya. Ketiga, Rully menjadi salah satu pemain U-21 Semen Padang, dan tampil baik. "Bersama Semen Padang, dia (Rully) selalu jadi starter," ujarnya.

Dengan pertimbangan itu, kata Jarot dirinya yakin proses adaptasi akan berjalan cepat. Karena masing-masing pelatih sudah mengetahui karakteristik pemain ini, begitu juga sebaliknya. "Rully ini kiper pertama yang saya dan Indra Sjafri rekrut dulu. Makanya kami sudah saling memahami," ujarnya.

Jarot meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar Garuda Jaya bisa berjuang untuk mengibarkan nama Indonesia dikancah dunia. "Dukungan dan doa masyarakat ini bisa memberikan dampak positif buat anak-anak dalam berjuang.
Kalau ada kesalaahn satu- dua kali, itu hal wajar dan lumrah terjadi jangan langsung dihakimi," ujarnya. 

Senin, 29 September 2014

Tak Ikut Ke Myanmar, Awan Setho Legawa

goal indonesia

Goal.com - Skuat untuk tim nasional Indonesia U-19 berjuang di Myanmar sudah diumumkan. 23 pemain yang sesuai standar pelatih Indra Sjafri akan berjuang membela Indonesia bulan depan dalam Piala Asia U-19 2014.

Dari 23 nama tersebut, Awan Setho Raharjo yang biasa bergantian menjadi kiper bersama Ravi Murdianto di laga uji coba dipastikan tak masuk dalam rombongan. Itu karena cedera kelingking yang dialami kiper kelahiran Semarang tersebut.

Mendapati kepastian bahwa dirinya urung ke Myanmar, Awan mencoba legawa menerima keputusan tersebut, Tak lain karena dia tahu betul bahwa kondisinya tidak memungkinkan. "Iya saya belum kepilih, sudah diberitahu sejak di Spanyol saat mau pulang. Alasannya karena jari saya lebih baik disembuhkan dulu," kata Awan ketika dihubungi wartawan.

"Saya tidak apa-apa, namanya juga ya musibah (cedera). Kalau yang sudah dicoret bisa dipanggil lagi, saya harap bisa masuk lagi saat Piala Dunia (U-20) nanti," harapnya.

Sebagai pengganti Awan, Indra pun memutuskan untuk memanggil kiper Semen Padang U-21 Rully Desrian. Awan berharap perjuangan rekan-rekannya akan berbuah kesuksesan di Myanmar nanti dan mampu menjangkau target semi-final agar lolos ke Piala Dunia U-20 tahun depan di Selandia Baru.

"Saya tidak ke Myanmar, mendukung dari televisi saja dan mendoakan teman-teman sukses. Semoga bisa memberikan yang terbaik, karena ini mau perang jadi harus berusaha keras memberikan yang terbaik. Agar sukses dan bisa lolos.

"Pemanggilan Rully sudah tepat, dia pernah jadi kiper kedua dan saya harap dia bisa memberikan yang terbaik," tandas Awan.

Selain Ravi dan Rully yang mengisi slot penjaga gawang Garuda Jaya di Piala Asia, nama lain yang dipercaya Indra adalah Diky Indriyana. Diky sempat dimainkan ketika Indonesia bertemu Real Madrid C di tur Spanyol dan kemasukkan lima gol.

Jumat, 26 September 2014

Proses Pemulihan Dua Penggawa Timnas U-19 Berjalan Lancar



                                                                                                                                nine sport
BARCELONA, KOMPAS.com - Gelandang Tim Nasional Indonesia, Zulfiandi, diperkirakan bakal pulih 100 persen dari cedera engkel yang dialaminya. Zulfiandi mendapatkan cedera tersebut saat tampil dalam turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014.

Zulfiandi kemudian mulai bermain saat melawan Barcelona B, Rabu (24/9/2014), meskipun hanya bermain sebagai pemain pengganti.

"Dokter tim kembali membawa Zulfiandi ke tim dokter Atletico Madrid untuk kembali mendapatkan perawatan dan injection, sesuai dengan jadwal yang direncanakan sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan, Zulfiandi mengalami kemajuan besar dalam proses penyembuhannya dan dipastikan akan pulih 100 persen," demikian pernyataan Nine Sport dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (26/9/2014).

Selain Zulfiandi, kiper Awan Setho juga sudah mulai membaik setelah mengalami dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014) pagi. "Awan sudah membaik dan tidak lagi menggunakan gips."

Senin, 15 September 2014

Dua Penggawa Timnas Indonesia U-19 Dapatkan Pengobatan Lebih Bagus Dari Sebelumnya

ninesport

Goal.com - Dua penggawa timnas Indonesia U-19 yang sedang mengalami cedera, Zulfiandi dan Awan Setho Raharjo, mendapatkan pengobatan dari dokter tim Atletico Madrid, Luis Fernandez De La Rosa, usai sesi latihan hari kedua, Senin (15/9). Pelatih Indonesia U-19, Indra Sjafri pun merasa senang dengan hal ini.

Sebelum keberangkatan ke Spanyol, memang dua pemain itu mengalami cedera. Namun, Indra tetap memutuskan untuk membawa keduanya pada pelatnas kali ini. Awan Setho pun sebelumnya mengatakan sangat senang bakal mendapatkan perawatan dari dokter tim Atletico.

"Kami memang menginginkan supaya mereka ditangani secara profesional oleh ahlinya. Alhamdulillah tim dokter Atletico Madrid tadi membantu mereka, malahan saya lihat mereka mendapatkan perawatan atau pengobatan yang lebih bagus daripada sebelumnya," ujar Indra, seperti rilis yang diterima Goal Indonesia dari Nine Sport.

Selain itu, pelatih berusia 51 tahun itu tidak mempermasalahkan dua pemainnya itu tidak bisa diturunkan pada laga uji coba perdana melawan Atletico Madrid B, Selasa (16/9) malam. "Besok mereka bisa main atau tidak, yang penting adalah di pertandingan Piala Asia nanti," pungkasnya.

Awan Setho Sedih, Namun Bersyukur Tetap Jadi Bagian Timnas U-19


Sportsatu.com - Kiper tim nasional U-19 Indonesia, Awan Setho, mengaku sedih lantaran tak bisa memperkuat Garuda Jaya selama melakoni uji coba di Spanyol. Menurut jadwal, timnas U-19 akan bertemu dengan Atletico Madrid B (16/9), Valencia B (18/9), Barcelona B (24/9), dan Real Madrid C (25/9).

Awan tak bisa ikut tampil karena mengalami cedera dislokasi jari tangan kelingking kiri. Cedera itu didapatnya saat Garuda Jaya melakukan persiapan di Jakarta jelang keberangkatan ke Spanyol.

"Saya sangat sedih dengan apa yang menimpa menjelang keberangkatan tim ke Spanyol," kata Awan dalam rilis Nine Sport Inc.

Walau begitu, Awan mengaku bisa tetap bernafas lega. Pasalnya, cedera yang dialami tak membuatnya menepi dari skuad yang dupersiapkan untuk Piala Asia U-19 di Myanmar, 9-23 Oktober 2014.

Apalagi, ia akan mendapat perhatian lebih menyusul adanya rencana pemeriksaan oleh dokter tim Atletico Madrid. Awan bersama Zulfiandi memang masih dalam proses pemulihan cedera.

"Saya bersyukur masih menjadi bagian dari tim. Saya juga senang mendengar bahwa akan ada dokter tim Atletico Madrid yang akan memeriksa kondisi jari kelingking. Minta doanya agar saya cepat pulih," tambah Awan.

Indra Sjafri Berharap Awan dan Zulfiandi Pulih Sebelum Piala Asia U-19


Sportsatu.com - Pelatih tim nasional U-19 Indonesia, Indra Sjafri, berharap kedua anak asuhnya, Awan Setho dan Zulfiandi, pulih sebelum Piala Asia U-19 di Myanmar bergulir. Kedua pemain itu sendiri mengalami cedera.

Awan Setho cedera dislokasi jari tangan kelingking kiri. Cedera itu didapat saat menggelar latihan di Jakarta.

Akibat cedera itu, Awan melewatkan sesi latihan di Jakarta karena kondisi tangannya tidak memungkinkan dan tidak akan tampil dalam tur Spanyol.

Sementara Zulfiandi bermasalah pada kakinya. Sama halnya dengan Awan Setho, cedera didapat dalam sesi latihan di Jakarta. Pada sesi latihan terakhir, Zulfiandi terlihat kesakitan. Gelandang asal Aceh itu pun tidak akan turun bersama pemain lain di Spanyol.

"Bisa bermain atau tidak di Spanyol, yang penting di Piala Asia U-19 nanti," katanya.
Kedua pemain itu kini dalam masa perawatan. Cedera yang dialami juga telah mendapat pemeriksaan dari dokter tim Atletico Madrid.

"Kami memang ingin mereka ditangani profesional dan alih. Alhamdulillah, dokter Atletico Madrid membantu. Malahan Awan dan Zulfiandi mendapat perawatan dan pengobatan yang lebih baik dari sebelumnya," terang Indra.

Rabu, 10 September 2014

Awan Setho Cedera, Pelatih Kiper Timnas U-19 "Shock"

 Ferril Dennys

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19, Jarot Supriadi, mengaku terkejut dengan cedera yang dialami kiper Awan Setho.

"Saya sendiri agak sedikit shock,"  kata Jarot.

Awan Setho mengalami cedera dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014). Awan dengan didampingi oleh dokter Alfan Nur Asyhar langsung dibawa ke Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan perawatan.

"Dia cedera sat pemanasan. Memang, kami tidak bisa menduga cedera. Padahal latihan kami biasanya lebih parah," tuturnya.

Dengan cederanya Awan Setho, Garuda Jaya hanya memiliki dua kiper Muhammad Diki Indrayana, dan Ravi Murdianto. Jarot mengaku belum memikirkan merekrut kiper baru sebagai pengganti Awan Setho.

"Nanti dipikirkan. Kami harus berdiskusi dengan dokter dan tim ofisial. Bagaimana pun Awan kami butuhkan," tuturnya.

wan Setho Cedera, Pelatih Kiper Timnas U-19 "Shock"


JAKARTA, KOMPAS.com — Dokter Tim Nasional Indonesia U-19, Alfan Nur Asyhar, menjelaskan, Awan Setho memerlukan waktu empat pekan untuk memulihkan cedera dislokasi yang dialaminya.

Awan Setho mengalami cedera dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014) pagi. Awan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Tadi ada dislokasi di kelingking. Untungnya, tidak patah atau retak. Sudah direposisi kembali dan kemudian membutuhkan istirahat," kata Alfan kepada Kompas.com.

Alfan menjelaskan, Awan membutuhkan waktu 3-4 pekan untuk memulihkan cederanya. "Paling lama delapan pekan. Soalnya vital karena cederanya di tangan," tutur Alfan.

Meski begitu, Alfan menjelaskan, Awan masih bisa tetap berlatih selama menjalani pemulihan cedera. "Dia harus istirahat selama tiga hari. Kemudian, dia bisa kembali berlatih, tetapi tidak menggunakan tangan kiri. Kalau lari, berenang, sepeda, dan menggunkan tangan kanan pasti bisa. Kalau rest total sekian minggu, kondisinya pasti drop," ujar Alfan.

Dengan cederanya Awan Setho, Garuda Jaya hanya memiliki dua kiper, yaitu Muhammad Diki Indrayana dan Ravi Murdianto. Alfan mengaku belum bertemu dengan pelatih kepala Indra Sjafri apakah Awan memungkinkan tampil di Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014.

"Saya baru pulang dari rumah sakit. Jadi, belum sempat bertemu pelatih," beber Awan.

Indra Sjafri: Saya Tak Mau Berandai-andai

 Ferril Dennys

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengaku masih menunggu laporan dari dokter Alfan Nur Asyhar terkait cedera yang dialami Awan Setho.

Awan Setho mengalami cedera dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014) pagi. Awan dengan didampingi oleh dokter Alfan Nur Asyhar langsung dibawa ke Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan perawatan.

Cedera yang dialami Awan Setho membuat Garuda Jaya hanya memiliki dua kiper Muhammad Diki Indrayana, dan Ravi Murdianto.

Indra mengaku akan memantau cedera Awan Setho untuk memastikan apakah kiper asal Semarang tersebut bisa diboyong ke Piala Asia U-19 yang akan digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014.

"Saya enggak mau berandai-andai. Saya menunggu laporan dokter. Kami akan mengevaluasi apakah cederanya parah atau tidak dan dia bisa ikut atau tidak," tutur Indra.

Selasa, 09 September 2014

Awan Seto Hanya Cedera Ringan

JAKARTA, KOMPAS.com - Dokter Tim Nasional U-19, Alfan Nur Asyhar, menjelaskan, kiper Awan Seto hanya mengalami cedera ringan. Oleh karena itu, Alfan mengaku yakin, Awan bisa kembali berlatih bersama tim pada Selasa (9/9/2014).

"Hanya nyeri ringan saja. Nanti sore sudah bisa gabung latihan," kata Alfan kepada Kompas.com, Selasa pagi.

Awan diketahui mengalami cedera dalam sesi latihan di Lapangan Sutasoma, Halim Perdanakusuma, Senin (8/9/2014) petang. Awan tampak berlatih terpisah dengan didampingi fisioterapi, Aditya Prameswara.

Awan mengaku sudah merasakan nyeri di bagian lututnya sejak pekan lalu. Kiper asal Semarang tersebut pun berharap bisa segera pulih.

"Iya sudah terasa sejak pekan lalu. Mudah-mudahan cepat pulih," tutur Awan.

Cedera Dislokasi, Kiper Timnas U-19 Dilarikan ke Rumah Sakit

ferril dennys

JAKARTA, KOMPAS.com - Kiper Tim Nasional Indonesia U-19, Awan Seto, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cedera dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014).

"Dislokasi mas," kata Dokter, Alfan Nur Asyhar kepada Kompas.com.

Awan terlihat menangis saat mendapatkan perawatan dari Alfan. Alfan kemudian memutuskan membawa Awan ke rumah sakit dengan menumpang mobil tim liputan Kompas TV.

Sementara itu, pemain lain tetap berlatih dengan didampingi pelatih kepala Indra Sjafri.   

Rabu, 03 September 2014

Tingkatkan Reaksi, Kiper Timnas U-19 Dilatih Tangkap Bola Tenis

Ferril Dennys/kompas.com

TRIBUNNEWS.COM, JOGJA - Pelatih kiper Tim Nasional Indonesia U-19, Jarot Supriadi, meningkatkan reaksi dan reflek untuk tiga kiper yang dimilikinya. 

Dalam sesi latihan pagi yang digelar di lapangan GOR Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (3/9/2014) pagi tadi, Jarot menggunakan media bola tenis dan raket untuk meningkatkan rekasi dan reflek Ravi Murdianto, Awan Seto, dan Muhammad Diki Indrayana. 

Jarot memulai latihan ini dengan melempar bola tenis ke atas atau ke bawah yang kemudian berusaha ditangkap kiper dari jarak dekat. Lambat-laun intensitas latihan semakin tinggi. 

Jarot kemudian memukul bola tenis tersebut dengan menggunakan raket ke pojok kanan-kiri bawah secara bergantian. Ravi, Awan, dan Diki berhasil menangkap bola tenis yang melesat kencang. 

Menurut Jarot, latihan dengan menggunakan bola tenis merupakan variasi latihan. "Latihan ini ada tujuannya yakni meningkatkan reaksi dan reflek pemain. Dari latihan tadi, kita lihat bola jadi lebih cepat. Apalagi kalau dipukul raket sehingga kecepatan reaksi dan refleknya bisa meningkat. Hari ini, kami fokus meningkatkan poin itu," kata Jarot. 

Jarot menjelaskan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan reaksi dan refleksi pemain. "Bisa dilakukan dengan cara membalikkan badan kemudian diminta menangkap bola. Dengan bola tenis, untuk memberikan variasi latihan," tutur Jarot.  

Dikatakan Jarot, reaksi dan refleksi bukan hal utama yang dimiliki pemain. Kiper harus memiliki power, koordinasi, dan speed. "Semua harus ada. Ada dari sisi teknik. Bagimana dia menghalau bola atas atau bawah. Taktikal bermain dengan tim juga perlu. Bagaimana dia mengumpan rekannya dan mengontrol bola," ulas Jarot.

Jumat, 29 Agustus 2014

Tiga Pemain Timnas U-19 Cedera



 Ferril Dennys

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebayak tiga pemain Tim Nasional Indonesia U-19 mengalami cedera. Ketiga pemain tersebut adalah Zulfiandi, David Maulana, dan kiper Awan Seto.

Dokter Timnas U-19, Alfan Nur Asyahar, menjelaskan, Zulfiandi mengalami cedera engkel pada kaki kanannya saat tampil di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014, beberapa waktu lalu.

"David Maulana mengalami cedera engkel kanan saat latihan kemarin. Awan Seto mengalami cedera ringan pada tungkai kaki kiri saat berlatih tadi pagi," jelas Alfan kepada Kompas.com, Jumat (29/8/2014).

Alfan memastikan cedera ketiga pemain ini takkan memupuskan kesempatan mereka tampil di Piala Asia U-19 yang akan digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014.

"David dan Zulfiandi membutuhkan istirahat selama tujuh hari dan Awan Seto perlu dua atau tiga hari," tutur Alfan.

Lebih lanjut, Alfan mengaku akan terus memantau kondisi pemain hingga Evan Dimas dan kawan-kawan tampil di Piala Asia U-19.

 "Kami akan memantau kondisi pemain. Untuk laga uji coba, kami akan evaluasi siapa pemain yang bisa bermain penuh dan pemain yang perlu dikasih porsi bermain sebentar. Jadi, tergantung pada kondisi akhir pemain. Selain tiga pemain yang cedera, sisanya dalam kondisi fit," bebernya.

Kamis, 14 Agustus 2014

Menpora Ingin BTN Jalankan Revolusi Mental di Timnas U-19

© Eggi Paksha

Bola.net - Hasil buruk yang diderita Timnas Indonesia U-19 di ajang Hassanal Bolkiah Trophy 2014 rupanya ikut membuat Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo heran.

Roy Suryo pun mendesak Badan Tim Nasional (BTN) melakukan penyelidikan terhadap hasil jeblok yang didapat skuat Garuda Jaya di Brunei Darussalam.

“Bagaimana tidak? Setelah ditekuk tim yang di atas kertas sebenarnya di bawah performanya (Brunei), kini giliran Vietnam mempecundangi timnas Garuda Jaya tersebut dengan skor yang sama persis. Bahkan kalau dilihat pola angkanya-pun hampir sama, Indonesia ketinggalan dulu 0-3 di babak pertama,” ujar Roy Suryo seperti dikutip laman Antara.

“Jadi rasanya tidak cukup dengan kata-kata bahwa anak-anak terkejut, atau runtuh mental gara-gara gol cepat, namun harus ada revolusi mental lebih dari yang akan dilakukan oleh Badan Tim Nasional.” imbuhnya.

Usai di laga perdana bermain imbang tanpa gol kontra Malaysia, Evan Dimas cs secara beruntun menelan kekalahan dengan skor identik 1-3, masing-masing melawan Brunei dan Vietnam. (ant/pra)

Jumat, 01 Agustus 2014

Profil Skuad Garuda Jaya : Awan Setho Raharjo

 
Nama Lengkap : Awan Setho Raharjo
Nama Panggilan : Awan Setho
Nomor Punggung : 12
Posisi : Penjaga Gawang
Tempat / Tanggal Lahir : Semarang / 20 Maret 1997 
Klub : Deportivo Indonesia
Ayah :
Setyadi Widho Atmoko  
Ibu : Hartini

Minggu, 06 Juli 2014

Awan Setho Dikerjain Sorotan Lampu Stadion

Berita Kota Super Ball - Eko Priyono

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Kiper Tim Nasional U-19 Jarot Supriadi mengatakan penampilan penjaga gawang Awan Setho Rahardjo saat melawan Persik Kediri U-21 sesuai instruksi.
Dirinya puas dengan penampilan Setho yang mampu bermain sesuai dengan yang diinginkan. Walaupun ada beberapa catatan yang harus diperbaiki dalam laga berikutnya.

"Secara keseluruhan Awan bagus mainnya sesuai dengan yang diinginkan," ujar Jarot kepada Harian Super Ball, Sabtu (5/7).
Jarot mengatakan ada beberapa kelemahan yang terjadi dalam laga itu. Yakni dua kali serangan bola atas yang sama sekali tidak direspon penjaga gawang Garuda Jaya.
Itu, kata Jarot bukan karena reflek kiper jelek atau tidak sama sekali membaca pergerakan bola. Akan tetapi itu disebabkan faktor non teknis.

"Lampu penerang di stadion malam itu memang kurang bagus. Ini yang membuat daya lihat kiper kurang sempurna. Bukan tidak terlihat sama sekali, tapi nggak jelas," ujarnya.
Jarot mengatakan hal itu juga yang dialami Garuda Jaya saat berlatih malam hari di stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur.

Saat ditanya persaingan kiper, Jarot mengatakan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun secara skill, baik Ravi Murdianto, Awan Setho dan M Dicky sama rata.

"Memang ada taktik tertentu yang satu lebih unggul dibanding lainnya. Misalnya counter attack kiper yang memiliki tendangan keras dan terarah lebih pas," ujar Jarot yang tidak menyebutkan nama.
Dijelaskan Jarot dirinya tinggal menyerahkan tiga nama kepada pelatih kepala di setiap laga yang dilakoni Garuda Jaya.
"Itu artinya secara skill tidak ada masalah. Tinggal memperbanyak jam terbang saja di ujicoba ini," ujarnya.

Minggu, 22 Juni 2014

Dua Penggawa Timnas Indonesia U-19 Ini Alami Perkembangan Signifikan

Goal Indonesia

Goal.com - Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengungkapkan evaluasi selalu dilakukannya dalam rangkaian tur Nusantara Jilid II. Itu supaya, Indra dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan yang dimiliki timnya saat ini.

Menurutnya, ada beberapa catatan yang telah diperolehnya sepanjang persiapan menuju Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, Oktober nanti. Bahkan, Indra secara terang-terangan menyebut ada dua pemain yang mengalami perkembangan cukup pesat.

"Ada peningkatan kualitas baik fisik maupun skill. Di antaranya Paulo (Oktavianus Sitanggang) dan Awan (Setho Raharjo). Keduanya cukup signifikan," papar Indra, seperti dilansir Batam Pos.

Dalam beberapa laga tur Nusantara Jilid II, Paulo memang lebih sering mendapatkan tempat di tim inti skuat Garuda Jaya. Pergerakannya dari lini kedua mampu menghidupkan permainan Indonesia U-19.

Pun demikian Awan yang semakin memanaskan persaingan untuk memperebutkan posisi kiper utama dengan Ravi Murdianto, yang biasanya kerap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Indonesia U-19. 

Rabu, 04 Juni 2014

Kualitas Ravi-Awan Setho Merata

 Super Ball/Feri Setiawan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Tim Nasional U-19 Indra Sjafri mengatakan kualitas penjaga gawang menujukkan perkembangan positif. Rangkaian ujicoba nasional dan internasional yang disusun dalam periodisasi pemusatan latihan membuat kualitas kedua penjaga gawang timnas merata.

"Kualitas dua penjaga gawang kita tidak jauh berbeda. Ravi Murdianto dan Awan Setho sama bagusnya," ujar Pelatih Indra Sjafri kepada Harian Super Ball.

Di laga persahabatan internasional terakhir melawan Timnas Oman U-19, Indra menurunkan Awan Setho ke dalam skuat inti dari awal sampai laga yang berakhir imbang tanpa gol itu usai. Biasanya, Awan Setho dipasangkan bersama pemain pelapis.