Tampilkan postingan dengan label World Cup U-20. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World Cup U-20. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2014

Evan Berharap Generasi di Bawah Wujudkan Mimpi Indonesia Tampil di Piala Dunia U-20


Sportsatu.comm - Gelandang sekaligus kapten tim nasional U-19 Indonesia, Evan Dimas dkk. berharap generasi di bawahnya bisa mewujudkan mimpi membawa Indonesia tampil di Piala Dunia U-20. Harapan dilontarkannya menyusul kegagalan Indonesia lolos dari fase grup Piala Asia U-19.
Indonesia juga gagal untuk menembus semifinal dan meraih tiket tampil di Piala Dunia U-20.

"Kami, satu tim ingin lolos ke Piala Dunia U-20. Semoga ada bibit baru yang muncul. Kalau bukan kami, semoga adik-adik nanti bisa mewujudkan mimpi," kata Evan Dimas.

Evan dkk. sudah tidak bisa. Mayoritas pemain akan naik level usia yang lebih tinggi."Senang jika bermain di timnas senior," tambahnya.

Senin, 13 Oktober 2014

Gagal Ke Piala Dunia U-20, Indra Sjafri Siap Bertanggung Jawab

Goal.com - Usai sudah perjuangan Indonesia U-19 untuk bisa berlaga di pentas Piala Dunia U-20 di Selandia Baru. Itu setelah mereka menderita kekalahan kedua di Piala Asia U-19, di mana tim besutan pelatih Indra Sjafri tumbang 1-0 dari Australia, Minggu (12/10) petang, di Stadion Thuwunna.

Menyusul kegagalan Evan Dimas cs ke Selandia Baru. Pelatih Indra Sjafri pun menegaskan siap bertanggung jawab dalam bentuk apapun. Dia berujar bahwa tim yang sudah dibentuk harus tetap diapresiasi dan sudah memberikan yang terbaik.

"Pertama, yang telah kami lakukan tak bisa kami yang menetukan. Tapi masyarakat Indonesia tentu cukup arif menilai permainan Indonesia sore ini bagaimana anak-anak ini telah berjuang. Ini jalan dari Tuhan," beber Indra usai pertandingan kepada insan pers.

"Saya sendiri, secara pribadi, meminta jangan salahkan pemain. Karena mereka telah berjuang. Dan kami akan tegakkan kepala dan coba lebih baik lagi," tambah pelatih 51 tahun itu.

"Dalam kesempatan ini kami tentu pantas sekali meminta maaf. Saya yang paling bertanggung jawab. Saya siap tanggung jawab dalam bentuk apapun," tegas pria Sumatera Barat itu.
 
Soal kemungkinan terburuk, yakni dipecat dari jabatannya sebagai arsitek tim Garuda Jaya. Indra menjawab: "Dipecat atau tidak dipecat adalah resiko dari pekerjaan," tegasnya.
 
Indra sendiri memang sosok yang mengawal tim ini sejak masih kelompok usia U-17. Gaya belusukan untuk menyeleksi pemain di berbagai pelosok jadi karakter Indra. Bakat-bakat tanah air yang terkumpul akhirnya bisa menyudahi keringnya prestasi gelar selama 22 tahun.

"Tim ini kami bangun dari nol, tim ini dapat kembali juara Piala AFF setelah 22 tahun tak juara, kami bisa tampil di Piala Asia dan lalu saya dikerjar target lagi untuk lolos Piala Dunia. Tapi ini tak mudah dan tentu kita akan mengevaluasi tim ini."
 

Jumat, 10 Oktober 2014

Evan Dimas: Piala Dunia U-20 Adalah Misi Kami

 Republika/ Edwin Dwi Putranto
REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Kapten tim nasional (timnas) U-19 Indonesia, Evan Dimas Darmono, menyatakan tidak memiliki beban untuk melakoni laga perdana penyisihan grup Piala Asia U-19 melawan Uzbekistan sore nanti.

Sebaliknya, Evan merasa semakin termotivasi untuk bisa menampilkan permainan terbaik. Dengan tegas ia menyatakan misi besar timnas U-19 adalah menembus Piala Dunia U-20 di Selandia Baru tahun depan.

Untuk mewujudkannya, skuat Garuda Jaya harus bisa menjadi tim empat besar atau semifinalis di Piala Asia ini. ''Punya peluang bermain di Piala Dunia adalah kesempatan langka. Kami tidak boleh menyiakannya,'' kata Evan.

Pemain asal Surabaya tersebut cukup yakin timnas U-19 bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa.

''Saya melihat teman-teman sudah sangat siap sekali. Kami tinggal menghitung jam untuk menjalani laga perdana,'' ujar gelandang timnas U-19 ini.

Evan juga meminta dia dari seluruh rakyat Indonesia untuk menghadapi Uzbekistan di Stadion Thuwunna, Yangon, sore ini. ''Berikan kami doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar timnas U-19 diberikan kelancaran dan meraih kemenangan,'' ujarnya. 

Selasa, 07 Oktober 2014

CATATAN: Lika-Liku Indonesia Menuju Piala Dunia U-20 1979

Abi Yazid

Goal.com - Timnas Indonesia U-20 pernah mengecap manisnya berlaga di ajang sebesar Piala Dunia U-20 1979 Tokyo, Jepang. Meski hanya Piala Dunia kategori kelompok umur, namun tetap saja menyimpan gengsi tersendiri. Terlebih, ketika itu Indonesia berada satu grup dengan Argentina yang diperkuat oleh pemain yang saat ini menjadi legenda dunia, Diego Armando Maradona.

Perjuangan tim Garuda Muda yang dilatih Sutjipto Suntoro menuju Piala Dunia saat itu cukup berliku. Mereka harus memulai perjalanan melalui Piala Asia U-19 1978. Aturannya ketika itu, dua tim yang berhasil lolos ke partai final berhak menggenggam tiket ke Piala Dunia U-20 1979.

Pada fase grup A, Indonesia harus mengawali kiprah mereka dengan menelan kekalahan dari Irak empat gol tanpa balas, 5 Oktober 1978. Namun setelah itu, Indonesia berhasil mengecundangi Malaysia (2-0) dan Yordania (4-0). Sehingga membuat mereka lolos ke perempat-final dengan status runner-up grup A mewakili Irak.

Namun di babak perempat-final, Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Utara dengan skor 2-0. Singkat cerita, yang berhasil lolos ke partai final adalah Korea Selatan dan Irak. Pada laga pemungkas itu, Korsel dan Irak menjadi juara bersama setelah kedua tim bermain imbang 1-1.

Nah, karena dua tim itu berhasil lolos ke partai final, maka mereka berhak lolos ke Piala Dunia U-20 1979 untuk mewakili Asia. Tanpa disangka, Irak mengundurkan diri dari keikutsertaan mereka ke Piala Dunia U-20 saat itu. Begitu pula, ketika jatah tersebut ditawarkan ke Korea Utara sebagai peringkat ketiga dan Kuwait sebagai peringkat ketiga bersama juga menolak kesempatan itu.

Maka tersisalah tim-tim yang berlaga di perempat-final yaitu Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Bahrain. Namun, lagi-lagi tim-tim dari Timur Tengah, menolak jatah tersebut. Penolakan tim-tim itu tidak terlepas dari unsur politis. Label Coca Cola membuat banyak tim mengundurkan diri di Piala Dunia U-20 1979.

Dan beruntunglah Indonesia yang menjadi satu-satunya tim perempat-finalis tersisa. Ya, mereka pun mendapatkan jatah slot kosong tersebut. Berangkatlah Bambang Nurdiansyah dan kawan-kawan ke Tokyo.

Sayang, hasil buruk menyelimuti Indonesia di Piala Dunia U-20 1979. Langsung bertemu Argentina di laga perdana, Indonesia takluk dengan skor telak 5-0. Lima gol kemenangan tim Tango dilesakkan Ramon Diaz (tiga gol) dan Maradona (dua gol).
 
Maradona muda pernah membobol dua kali gawang Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 1979.

Kenangan berduel dengan pemain sekelas Maradona pun tak bisa dilupakan para penggawa Indonesia U-20 ketika itu. "Kelasnya sebagai pemain memang berbeda beberapa tingkat dengan kami. Sayang, foto-foto kenangan saat berjibaku dengannya di lapangan hilang," kata David Sulaksmono, gelandang Indonesia U-20 saat itu, mengenang.

Kekalahan itu tak lantas membuat Sutjipto selaku pelatih kecewa. "Biar kalah, saya tetap senang. Mereka bermain dengan semangat tinggi," ujarnya. Namun dia juga menyoroti beberapa hal di laga itu. Menurutnya, Subangkit dan kawan-kawan saat itu tidak menerapkan instruksi yang diberikannya untuk bertahan total, sehingga harus kebobolan lima gol.

Kekalahan itu pun terus berlanjut saat melawan dua tim lainnya yaitu Polandia (6-0) dan Yugoslavia (5-0). Alhasil, Indonesia pulang dengan poin nol, tanpa memasukkan dan kebobolan 16 gol sepanjang turnamen itu. Dan bisa ditebak, yang menjadi kampiun saat itu adalah Argentina, yang untuk pertama kalinya menggenggam titel tersebut.
 

Rabu, 01 Oktober 2014

Djohar Arifin Minta Timnas U-19 Perjuangkan Piala Dunia U-20

© Eggi Paksha

Bola.net - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin berharap timnas Indonesia U-19 mampu mencetak sejarah dan berprestasi saat tampil di Piala Asia U-19, di Myanmar, pada 9-23 Oktober 2014 demi tiket tampil di Piala Dunia U-20.

Garuda Jaya- julukan Timnas Indonesia U-19- diharapkan bisa menembus babak semifinal demi meraih tiket Piala Dunia U-20 2015, di Selandia Baru.

Skuad arahan Indra Sjafri tersebut, tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab. Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan, akan mengawali perjuangan dengan meladeni Uzbekistan, di Stadion Thuwunna, Yangon, 10 Oktober.

"Piala Dunia U-20 harus diperjuangkan. Sebab, Indonesia belum pernah sekalipun ikut berlaga. Jika terealisasi, tentunya menjadi sejarah hebat bagi bangsa Indonesia," terang Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin.

"Karena itu, kita harus berdoa dan berjuang sungguh-sungguh agar di Myanmar bisa mencapai empat besar dan lolos. Saya sangat optimis kita bisa mewujudkannya," tuturnya.

Jelang keberangkatan, Garuda Jaya masih menjalani training centre (TC)/pemusatan latihan di Yogyakarta, Selasa (30/9) hingga 5 Oktober mendatang. Kemudian, bertolak ke Myanmar pada 5 Oktober. (esa/dzi)

Djohar Arifin Masuk Kepanitiaan Piala Dunia U20

Jakarta  -  Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA menunjuk Ketua Umum PSSI,  Djohar Arifin Husin, untuk masuk dalam kepanitiaan Piala Dunia U20 tahun 2015 yang digelar di Selandia Baru. 

Bagi Djohar, penunjukan ini tidak akan mengganggu aktivitasnya sebagai pimpinan tertinggi PSSI dan dia akan memberikan yang terbaik atas kepercayaan yang diberikan.

“Masa kerja saya di PSSI berakhir 9 Juli 2015. Pemilihan Ketua Umum PSSI baru pun digelar pada bulan tersebut. Jadi tidak ada masalah. Apalagi Presiden FIFA, Sepp Blatter juga sudah memberikan dukungan,” jelas Djohar Arifin.

“Kualifikasi Piala Dunia U20 di Eropa sudah selesai dan Jerman juaranya. Eropa ada enam wakil, Afrika empat wakil, Asia empat wakil, Amerka empat wakil, Oceania satu wakil dan tuan rumah. Saya berharap Timnas Indonesia U19 bisa lolos ke semi final Piala Asia U19 sehingga berhak mewakili Asia di turnamen tersebut,” paparnya lagi.

“Harapan itu menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia. Menjadi sejarah baru jika Indonesia untuk pertama kalinya bisa tampil di Piala Dunia U20. Mudah-mudahan Evan Dimas dkk mampu mewujudkan harapan tersebut di Myanmar,” tutup Djohar berharap
 

Senin, 29 September 2014

Timnas U-19 Ingin Wujudkan Mimpi Besar Indonesia

Bola.net - Tim nasional Indonesia U-19 diharapkan tampil gemilang di Piala Asia, Myanmar pada 9-23 Oktober. Setidaknya, bisa merefleksikan persiapan yang hampir dilakoni selama satu tahun.

Untuk itu, Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengatakan jika para pemainnya dalam kondisi siap berlaga merealisasikan gelar juara. Paling tidak Garuda Jaya- julukan Timnas Indonesia U-19- bisa menembus semifinal demi meraih tiket Piala Dunia U-20 2015, di Selandia Baru.

"Kami sudah siap tempur di Piala Asia. Mohon doa dari masyarakat agar kami bisa mewujudkan mimpi besar Indonesia untuk tampil di Piala Dunia," kata Indra sjafri.

Nantinya, Garuda Jaya tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab. Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan, akan mengawali perjuangan dengan meladeni Uzbekistan, di Stadion Thuwunna, Yangon, 10 Oktober.

Sebelum berangkat ke Myanmar, Timnas Indonesia U-19 akan lebih dulu menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta selama sepekan, sejak Selasa (30/9). Indra menambahkan, Timnas Indonesia U-19 tidak akan melakukan uji coba lagi.

"Dalam seminggu ini, materi latihan tidak berat. Kami hanya menjaga kondisi tim. Materi latihan paling untuk memantapkan skema set piece seperti tendangan bebas, tendangan penjuru, ataupun penalti," pungkasnya. (esa/dzi)

Sabtu, 13 September 2014

Dipasangi Target ke Piala Dunia, Hargianto Rileks

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gelandang tim nasional Indonesia U-19, Muhammad Hargianto, mengaku tidak terbebani oleh target minimal babak semifinal Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, Oktober mendatang. Hargianto pun optimistis timnya bisa memenuhi target tersebut.

Tim asuhan Indra Sjafri dipasangi target untuk menembus babak semifinal Piala Asia U-19 2014. Jika mencapai target, maka Evan Dimas, dkk mendapatkan hak untuk mengikuti Piala Dunia U-20 pada tahun depan.

“Target seperti itu harusnya bisa menjadi cambuk buat kita. Berarti kita harus memberikan yang terbaik untuk bangsa,” tutur Hargianto kepada Tribunnews.com, Jumat (12/9/2014).

Hargianto pun menepis kemungkinan terburuk timnya gagal mencapai target tersebut.” Jangan sampai. Kita optimistis bisa lolos,” tegas sulung dari tiga bersaudara.

Jumat, 15 Agustus 2014

Asa Timnas U-19 untuk Tampil di Piala Dunia U-20



 antara foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekspektasi tinggi terhadap Timnas Indonesia U-19, belakangan ini, sesaat berubah karena melihat performa tim Garuda Jaya di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT).

Permainan khas U-19 yang menawan mendadak tidak terlihat di Brunei Darussalam.

Dari tiga pertandingan yang sudah dilakoni Timnas U-19, Evan Dimas cs baru mengoleksi satu poin saja. Tercatat, tim yang dipersiapkan untuk tampil bagus di Piala AFC itu meraih hasil imbang 0-0 kontra Malaysia, lalu takluk dari Brunei dan Vietnam dengan skor identik 3-1.

Tidak ayal, hasil tersebut mendapatkan banyak sorotan dari berbagai pihak. BTN (Badan Tim Nasional), PSSI, analisis sepakbola, hingga eks pemain Timnas pun turut memberikan komentarnya.

Dari pihak BTN sendiri, ketua La Nyalla Mahmud Mattalitti langsung memberikan respon tidak lama usai Timnas U-19 digebuk Vietnam.

Pria berkaca mata itu langsung menginstruksikan HPU (High Performance Unit) untuk melakukan forum evaluasi dengan tim pelatih. HPU sendiri berisikan para panelis teknik sepakbola yang mempunyai tugas untuk evaluasi terhadap para pemain dengan tim pelatih.

"Saya minta HPU untuk segera menyiapkan forum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuat Garuda Jaya dengan memanggil tim pelatih. Silakan evaluasi menyeluruh dan obyektif. Apapun rekomendasinya akan saya ikuti dan jalankan," tegas La Nyalla.

"Saya serahkan semuanya ke ahlinya. Semua terserah HPU, saya ikuti. Ini penting mumpung kita masih ada waktu untuk menuju Oktober nanti di U-19 AFC Championship. Harus dilakukan langkah-langkah yang perlu," lanjutnya.

Reaksi tersebut mengisyaratkan bahwa BTN kecewa dengan performa skuat besutan Indra Sjafri. Oleh karena itu, HPU pun segera mengevaluasi hasil dari HBT.

Sementara itu, dari PSSI tetap tidak mengubah target awal Timnas U-19. Juara AFF itu memang dipersiapkan untuk menjadi semifinalis Piala AFC. Hasil itu akan mengantarkan Timnas U-19 mengikuti kejuaraan Piala Dunia U-20 2015 di New Zealend.

“Target kita di Myanmar bukan menjadi juara, melainkan semifinalis. Hal itu sudah didiskusikan sangat panjang, dan saya anggap sudah dipikirkan secara matang-matang. Target tersebut bukan tanpa alasan, kita mampu juara AFF. Apalagi, kita mampu mengalahkan Korea Selatan yang merupakan delapan kali juara Asia,” ungkap Sekretaris Jendral PSSI Joko Driyono.

“Target kami berprestasi di AFC dan menuju Piala Dunia,” lanjut Jokdri-sapaan akrab Joko Driyono.

PSSI juga terus memantau perkembangan tim Garuda Jaya. Jokdri juga berujar, evaluasi yang akan dilakukan oleh HPU untuk menentukan program U-19 ke depan.

“Evaluasi HPU akan tuntas seminggu ke depan. Saat anak-anak pulang ke tanah air, apakah program yang telah dirancang butuh pendalaman, penguatan, atau dimodifikasi,” papar Jokdri.

Memang masih belum pupus asa Timnas U-19 untuk tampil di Piala Dunia. Asalkan, semangat para penggawa tetap membara untuk tampil kompetitif di AFC U-19 Championship oktober mendatang.

Harapan untuk Timnas U-19 juga diberikan oleh eks pemain Timnas Indonesia Kurniawan Dwi Julianto. Menurutnya, para pemain bisa bangkit dan tampil lebih baik lagi.

“Saya yakin U-19 bisa membanggakan. Harapan dari masyarakat sama dengan generasi kami saat muda. U-19 mempunyai masa depan yang cerah, itu harus dijaga. Jangan sampai mutiara berubah jadi debu,” ujar Si Kurus saat ditemui di daerah Senayan kemarin.

Tim yang disebut-sebut sebagai generasi emas sepakbola Indonesia itu harus tetap injak bumi dan kerja keras. Jangan terbuai dengan puja-puji dari siapa pun, tetap tampil konsisten demi mencapai target tampil di Piala Dunia.

Timnas U-19 sendiri akan menghadapi lawan-lawan yang cukup berat di Myanmar. Australia, Jepang, dan Tiongkok berpotensi bertemu Indonesia.

Namun, jika melihat ke belakang sejenak saat Garuda Jaya menghempaskan Korea Selatan, kapten Evan Dimas sempat mengungkapkan, “Semua bisa dikalahkan, kecuali Tuhan,”.

Hal itu memang bisa dijadikan motivasi bagi penggawa lainnya, bahwa di dunia ini memang semua bisa dikalahkan jika memiliki persiapan yang matang pastinya.

Well, kita tunggu saja bagaimana sepak terjang anak-anak muda harapan bangsa di kancah AFC. Semoga apa yang sudah ditargetkan bisa terealisasi dan prestasi sepakbola Indonesia semakin membaik.
(Bas)

Minggu, 27 Juli 2014

Garudaku Ingin ke Piala Dunia

 Dwi Ary Setyadi/BOLANEWS

Harian Bola - Menjaga impian tampil di Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. Sikap ini yang tecermin dari perbincangan saya dengan petinggi PSSI dan Badan Tim Nasional beberapa waktu lalu.


Setahun terakhir, pemberitaan tentang Evan Dimas dkk. yang membela tim nasional Indonesia U-19 berhasil mengalahkan perhatian publik dari timnas senior kita. Penampilan tim asuhan Indra Sjafri itu seolah menjadi pelepas dahaga masyarakat yang menanti tunas-tunas harapan prestasi.
Indonesia berhasil menjuarai Piala AFF U-19 2013 dan lolos ke putaran final kejuaraan dengan level lebih tinggi, Piala AFC U-19 2014. Tak hanya itu, cara mereka bermain diakui memperlihatkan perbedaan nyata dibandingkan dengan timnas senior.
Saya ikut larut dalam kegembiraan pencinta sepak bola Indonesia yang melihat "warna" berbeda dari gaya bermain timnas selama ini.
Untuk tim level junior, atraksi Garuda U-19 memang memikat. Saya melihat ada kepercayaan diri yang tinggi dari para pemain, yang membuat mereka bisa mengeluarkan hasil latihan dan bakat mengolah si kulit bundar.
Ketika euforia timnas U-19 melanda media massa dan masyarakat sepak bola Indonesia, petinggi PSSI dan BTN sontak sadar bahwa ada ancaman yang mengganggu tujuan utama tim tersebut.
Ketua BTN, La Nyalla Mahmud Matalitti, dengan tegas menyebut Piala Dunia U-20 2015 sebagai target yang ditetapkan bagi Garuda U-19. Sebuah kejuaraan yang telah melahirkan banyak pesepak bola kelas dunia.
FIFA U-20 World Cup atau disebut juga dengan FIFA World Youth Championship adalah ajang bergengsi yang diperuntukkan bagi pesepak bola muda di seluruh dunia.
Kejuaraan ini juga dianggap sebagai lahan paling tepat bagi pesepak bola muda yang ingin dilirik klub-klub kaya di dunia.
Saya beruntung pernah ditugaskan untuk meliput Piala Dunia U-20 saat Malaysia menjadi tuan rumah pada 1997.
Selain tak kuasa menahan rasa cemburu karena negara tetangga ini dipercaya menggelar hajatan bergengsi dan melihat stadion-stadion kelas dunia yang mereka siapkan, saya juga menjadi saksi kemunculan Michael Owen, Jamie Carragher, Damien Duff, Esteban Cambiasso, Walter Samuel, Juan Roman Riquelme, David Trezeguet, Thierry Henry, hingga Shunsuke Nakamura.
***
Menyikapi keseriusan petinggi BTN mempersiapkan Garuda junior ke Piala AFC U-19 2014 yang memperebutkan empat tiket ke FIFA U-20 World Cup di Selandia Baru pada 10 Juni hingga 2 Juli 2015, saya membayangkan bagaimana kehebohan pemberitaan tentang Evan Dimas dkk. di media massa nasional.
Ya, saya mulai mereka-reka seperti apa suasananya bila Tim Garuda junior yang telah membuat publik jatuh cinta berlaga di Piala Dunia U-20.
Tentu catatan sejarah kejuaraan yang sama pada 1979 tak ingin terulang. Ketika itu, Indonesia menjadi tim dengan pertahanan terlemah, kebobolan 16 gol di FIFA U-20 World Cup yang digelar di Jepang. Dari ajang ini kita kemudian mengenal Diego Armando Maradona.
Selain keputusan melindungi anggota timnas U-19 dari godaan komersial serta publikasi berlebihan, petinggi BTN dan PSSI telah sepakat mengasah kemampuan tim junior Indonesia itu dalam sebuah turnamen di Spanyol.
Pada Februari 2014, secara resmi dipublikasikan bahwa Indonesia U-19 akan diterjunkan di turnamen Cotif, sebuah ajang bergengsi yang telah berusia 30 tahun dan pernah diikuti pesepak bola sekelas Raul Gonzalez, Andriy Shevchenko, hingga Daniel Alves.
Tapi, angan-angan saya terganggu oleh sebuah berita pada Rabu (23/7) malam. Walau tim sudah dipersiapkan dan visa Spanyol telah dikantongi, tiba-tiba arena persiapan timnas U-19 dibelokkan ke Brunei, mewakili Indonesia di Hassanal Bolkiah Trophy.
Dengan berbagai alasan positif yang dimunculkan melalui media massa, tetap saja keputusan PSSI itu dikaitkan dengan pertarungan hak siar dua televisi nasional.
Seberapa serius PSSI dan BTN melindungi dan mempersiapkan Garuda junior menuju Piala AFC U-19 2014 demi sebuah tiket ke Piala Dunia U-20 tahun depan?
Salah satu alasan mengirimkan timnas U-19 ke Brunei adalah karena di pergelaran terakhir Indonesia menjadi runner-up. Dengan kata lain, beban kepada Indra Sjafri adalah menjaga reputasi Indonesia di Hassanal Bolkiah Trophy.
Aduh, bukankah target puncak penampilan Evan Dimas dkk. tahun ini adalah di Myanmar saat berjuang menjadi semifinalis Piala AFC U-19 demi tiket ke Piala Dunia U-20?
Semoga impian masyarakat Indonesia menyaksikan Tim Garuda berlaga di FIFA U-20 World Cup 2015 tak terganggu karena kebingungan yang menimpa para pemain di tengah jalan.
Setahun terakhir, pemberitaan tentang Evan Dimas dkk. yang membela tim nasional Indonesia U-19 berhasil mengalahkan perhatian publik dari timnas senior kita. Penampilan tim asuhan Indra Sjafri itu seolah menjadi pelepas dahaga masyarakat yang menanti tunas-tunas harapan prestasi.

Indonesia berhasil menjuarai Piala AFF U-19 2013 dan lolos ke putaran final kejuaraan dengan level lebih tinggi, Piala AFC U-19 2014. Tak hanya itu, cara mereka bermain diakui memperlihatkan perbedaan nyata dibandingkan dengan timnas senior.

Saya ikut larut dalam kegembiraan pencinta sepak bola Indonesia yang melihat "warna" berbeda dari gaya bermain timnas selama ini.

Untuk tim level junior, atraksi Garuda U-19 memang memikat. Saya melihat ada kepercayaan diri yang tinggi dari para pemain, yang membuat mereka bisa mengeluarkan hasil latihan dan bakat mengolah si kulit bundar.
Ketika euforia timnas U-19 melanda media massa dan masyarakat sepak bola Indonesia, petinggi PSSI dan BTN sontak sadar bahwa ada ancaman yang mengganggu tujuan utama tim tersebut.

Ketua BTN, La Nyalla Mahmud Matalitti, dengan tegas menyebut Piala Dunia U-20 2015 sebagai target yang ditetapkan bagi Garuda U-19. Sebuah kejuaraan yang telah melahirkan banyak pesepak bola kelas dunia.

FIFA U-20 World Cup atau disebut juga dengan FIFA World Youth Championship adalah ajang bergengsi yang diperuntukkan bagi pesepak bola muda di seluruh dunia.

Kejuaraan ini juga dianggap sebagai lahan paling tepat bagi pesepak bola muda yang ingin dilirik klub-klub kaya di dunia.

Saya beruntung pernah ditugaskan untuk meliput Piala Dunia U-20 saat Malaysia menjadi tuan rumah pada 1997.

Selain tak kuasa menahan rasa cemburu karena negara tetangga ini dipercaya menggelar hajatan bergengsi dan melihat stadion-stadion kelas dunia yang mereka siapkan, saya juga menjadi saksi kemunculan Michael Owen, Jamie Carragher, Damien Duff, Esteban Cambiasso, Walter Samuel, Juan Roman Riquelme, David Trezeguet, Thierry Henry, hingga Shunsuke Nakamura.

***
Menyikapi keseriusan petinggi BTN mempersiapkan Garuda junior ke Piala AFC U-19 2014 yang memperebutkan empat tiket ke FIFA U-20 World Cup di Selandia Baru pada 10 Juni hingga 2 Juli 2015, saya membayangkan bagaimana kehebohan pemberitaan tentang Evan Dimas dkk. di media massa nasional.
Ya, saya mulai mereka-reka seperti apa suasananya bila Tim Garuda junior yang telah membuat publik jatuh cinta berlaga di Piala Dunia U-20.

Tentu catatan sejarah kejuaraan yang sama pada 1979 tak ingin terulang. Ketika itu, Indonesia menjadi tim dengan pertahanan terlemah, kebobolan 16 gol di FIFA U-20 World Cup yang digelar di Jepang. Dari ajang ini kita kemudian mengenal Diego Armando Maradona.

Selain keputusan melindungi anggota timnas U-19 dari godaan komersial serta publikasi berlebihan, petinggi BTN dan PSSI telah sepakat mengasah kemampuan tim junior Indonesia itu dalam sebuah turnamen di Spanyol.

Pada Februari 2014, secara resmi dipublikasikan bahwa Indonesia U-19 akan diterjunkan di turnamen Cotif, sebuah ajang bergengsi yang telah berusia 30 tahun dan pernah diikuti pesepak bola sekelas Raul Gonzalez, Andriy Shevchenko, hingga Daniel Alves.

Tapi, angan-angan saya terganggu oleh sebuah berita pada Rabu (23/7) malam. Walau tim sudah dipersiapkan dan visa Spanyol telah dikantongi, tiba-tiba arena persiapan timnas U-19 dibelokkan ke Brunei, mewakili Indonesia di Hassanal Bolkiah Trophy.

Dengan berbagai alasan positif yang dimunculkan melalui media massa, tetap saja keputusan PSSI itu dikaitkan dengan pertarungan hak siar dua televisi nasional.

Seberapa serius PSSI dan BTN melindungi dan mempersiapkan Garuda junior menuju Piala AFC U-19 2014 demi sebuah tiket ke Piala Dunia U-20 tahun depan?

Salah satu alasan mengirimkan timnas U-19 ke Brunei adalah karena di pergelaran terakhir Indonesia menjadi runner-up. Dengan kata lain, beban kepada Indra Sjafri adalah menjaga reputasi Indonesia di Hassanal Bolkiah Trophy.

Aduh, bukankah target puncak penampilan Evan Dimas dkk. tahun ini adalah di Myanmar saat berjuang menjadi semifinalis Piala AFC U-19 demi tiket ke Piala Dunia U-20?

Semoga impian masyarakat Indonesia menyaksikan Tim Garuda berlaga di FIFA U-20 World Cup 2015 tak terganggu karena kebingungan yang menimpa para pemain di tengah jalan.

Penulis : Weshley Hutagalung
 Sumber

Minggu, 15 Juni 2014

Indra Sjafri: Jangan Hanya Berpikir Untuk Piala Asia Dan Piala Dunia

Antara Foto

Goal.com - Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengungkapkan proses pembinaan sepakbola usia dini harus terus digalakkan dan ditingkatkan. Itu supaya, Indonesia terus melahirkan para pemain muda berkualitas untuk masa depan.

Indra pun mengatakan saat ini timnya selalu dipersiapkan untuk menghadapi kondisi apapun. "Mau panas 34, 35, atau 38 derajat celcius, mau ada penonton atau tidak ada penonton kami tetap main," ujar Indra, seperti dilansir Riau Pos.

"Makanya, kita jangan hanya berpikir untuk Piala Asia atau Piala Dunia. Pikirkan bagaimana timnas ini menjadi cikal bakal pemain senior. Itu yang dipikirkan," tegasnya.

Indonesia U-19 memang saat ini sedang memikul beban berat lantaran diharapkan bisa menembus Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. Namun sebelum itu, mereka lebih dulu harus menembus minimal babak empat besar Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, Oktober nanti.

Saat ini, Evan Dimas dan kawan-kawan sedang berada di Riau, untuk melakoni lanjutan tur Nusantara Jilid II melawan Pra PON Riau, Senin (16/6).

Kamis, 05 Juni 2014

Indra Sjafri: Target Timnas Lolos Piala Dunia

 Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri mengatakan pihaknya menargetkan tim Garuda Jaya bisa lolos atau meraih tiket ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru 2015.

"Untuk target lolos Piala Asia sudah tercapai. Dan konsentrasi kita saat ini sedang mempersiapkan tim untuk bisa melaju pada babak semifinal Piala Asia di Myanmar Oktober 2014. Indonesia masuk dalam grup B bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab (UEA)," kata Indra di Banda Aceh, Kamis (5/6).

Meski begitu, Indra berharap doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar tim sepak bola asuhannya dapat memenangkan setiap pertandingan. Sehingga pasukan Garuda Jaya bisa melangkah ke Piala Dunia U-20.

"Apa yang telah kami capai selama ini, terutama berhasil merebut piala AFF pada 2013 itu juga karena doa dari seluruh masyarakat Indonesia. Kami juga akan berupaya memberi yang terbaik bagi Tanah Air," katanya menambahkan.

Indra bersama 30 pemain Timnas U-19 akan melakukan pertandingan uji coba melawan tim Pra PON Aceh U-21, Jumat (6/6) malam di Stadion Harapan Bangsa Lhoongraya, Banda Aceh.

Dijelaskan, baik para pemain maupun ofisial serta pelatih telah membangun sebuah komitmen untuk mewujudkan cita-cita bangsa yakni membawa pesepakbola Indonesia bisa meraih juara dunia. Jadi, tim ini dibangun dengan ikhlas, dan melalui semua itu maka diyakini cita-cita itu nantinya dapat terwujud.

"Kami melakukan ini betul-betul ikhlas untuk kemajuan bangsa ini. Target pertama juara AFF, kemudian bisa lolos piala Asia serta ke Piala Dunia U-20. Dan satu-satunya belum tercapai adalah lolos Piala Dunia U-20," katanya menjelaskan.

Rabu, 21 Mei 2014

Menembus Piala Dunia, Kenapa Tidak?


Coachindrasjafri.com - Menembus Piala Dunia merupakan mimpi setiap federasi sepak bola.Begitu juga dengan pelatih.Menangani sebuah tim untuk menembus piala dunia menjadi cita-cita mereka. Ini juga terjadi pada coach Indra Sjafri. Sejak menangani Timnas U-19 tahun 2012, coach Indra menargetkan piala dunia sebagai target tertingginya.
Saat ini Timnas U-19 sedang mempersiapkan diri guna menghadapi putara final Piala Asia di Myanmar Oktober 2014. Dari serangkaian tour yang dilakukan, Timnas U-19 telah mendapatkan hasil yang cukup memuaskan dengan hanya satu kali kalah dari Timnas Oman U-19 yang kemudian dibalas di pertemuan kedua dengan angka yang sama 2-1. 

Bahkan di dua pertandingan saat melawan Timnas UEA U-19, anak-anak asuhan coach Indra Sjafri berhasil mengalahkan dengan angka yang cukup telak 4-1 di pertemuan pertama, dan 2-1 di pertemuan kedua. 

Harapan masyarakat Indonesia terhadap Timnas U-19 memang sangat tinggi. Harapan tersebut disikapi wajar oleh coach Indra. Ia tidak menganggap hal itu sebagai beban.Tidaklah mengherankan kalau sikap ini muncul karena menjadi juara di Asia bahkan dunia adalah target coach Indra Sjafri. "Ya sudah jelas, saya ingin lolos ke Piala Dunia, bahkan menjuarainya. Mohon doanya, karena hanya dengan memenangi empat pertandingan di Piala Asia, otomatis kami akan bermain di PialaDunia," kata coach Indra Sjafri dalam wawancara dengan Liputan6.com.

Melihat performa Timnas U-19, apa yang menjadi target coach Indra adalah sesuatu yang masuk akal. Jadi menembus Piala Dunia bukanlah impian.Dan Indonesia bisa melakukannya.Insya Allah.

Jumat, 25 April 2014

"Timnas U-19 Semangat Lolos Piala Dunia"


Okezone.com - Jakarta, Hasil Drawing AFC Cup U-19 sudah resmi diumumkan pada Kamis malam lalu di Myanmar. Timnas Indonesia sendiri tergabung dalam Grup B bersama Australia, Uzbekistan, dan United Emirate Arab (UEA).

Dengan banyaknya uji coba dan persiapan yang matang bukan hal tidak mungkin target lolos empat besar bisa digapai. Apalagi skuad arahan Indra Sjafri itu sudah pernah berjumpa UEA dalam laga persahabatan. Dan, Indonesia mampu memenangkan dua pertandingan sekaligus dengan skor 4-1 dan 2-1.

Meski memiliki catatan bagus menghadapi UEA, Garuda Jaya juga harus memperhatikan track record yang dimiliki Timanas Australia U19 yang pernah berada di posisi empat dan Timnas U-19 Uzbekistan yang menempati posisi tiga di turnamen AFC CUP U-19 musim 2012 lalu.

Menanggapi hal ini pelatih Indra Sjafri mengaku optimis. Dalam laman twitter pribadinya @indra_sjafri, pelatih asal Lubuk Nyiur berkicau bahwa target untuk berada di Piala Dunia U-20 Selandia Baru bisa terwujud, “SEMANGAT Pagi Nusantara.... SEMANGAT LOLOS PIALA Dunia,” kicau Indra Sjafri di Twitter.

Evans Dimas dkk masih menjalani masa liburan yang digunakan untuk ujian susulan Ujian Nasional. Sebelum berlaga kembali dalam laga uji coba kontra Myanmar U-19 pada 5 Mei  dan Liverpool U-18+ pada 25 Mei sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh BTN. (acf)

Kamis, 24 April 2014

Timnas U-19 Berpeluang Besar Tembus Piala Dunia


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil undian Piala Asia U-19 yang menempatkan Evan Dimas dan kawan-kawan satu grup dengan UEA, Australia, dan Uzbekistan memberikan peluang bagi skuat Garuda Jaya.

Maklum, salah satu lawan UEA sudah dihadapi tim U-19 Indonesia dalam Tur Timur Tengah, pekan lalu. Dan hasilnya Indonesia sukses dua kali mengalahkan tim jazirah Arab tersebut.

Hasil ini sontak membuka peluang Indonesia untuk lolos dari putaran grup sekaligus memelihara asa lolos ke di Piala Dunia U-20. Bila lolos dari putaran grup, skuat besutan Indra Sjafri hanya butuh sekali kemenangan untuk menggaransi tempat di Piala Dunia U-20.

Sebelumnya, dalam hasil undian yang dilaksanakan di Yangon, Myanmar Kamis (23/4) malam, Indonesia berada di grup B bersama Uni Emirat Arab, Australia dan Uzbekistan.

Sementara itu, grup maut ada di grup C yang mempertemukan Vietnam, China, Jepang dan Korea Selatan. Empat tim ini sama-sama mempunyai kekuatan paling diunggulkan, tetapi terpaksa harus saling jegal di babak penyisihan grup.

Berikut Hasil Undian Kejuaraan AFC U-19 2014
Grup A ; Myanmar, Yaman, Thailand, Iran
Grub B ; Indonesia, UEA, Australia, Uzbekistan
Grub C ; Vietnam, China, Jepang, Korea Selatan
Grup D ; Oman, Qatar, Korea Utara, Irak

Kamis, 03 April 2014

Jalani Umroh, Evan Dimas Cs Berdoa Lolos ke PD U-20




JAKARTA - Satu doa dipanjatkan seluruh skuad tim nasional (timnas) Indonesia U-19. Bisa berlaga di Piala Dunia (PD) U-20 di Selandia Baru pada 2015, jadi usaha dalam bentuk doa yang dipanjatkan punggawa timnas Garuda Jaya, julukan timnas U-19.

Perjalanan spiritual di Tanah Suci untuk menjalani ibadah umroh tengah dijalani Ilham Udin Armaiyn dkk. Selama lima hari (1-5 April), skuad Garuda Jaya hanya diminta fokus untuk beribadah. Disana, berbagai doa siap dipanjatkan. Baik pribadi maupun demi kesuksesan timnas U-19.

"Mendoakan kedua orang tua dan keluarga jadi doa pribadi saya di sana. Untuk timnas U-19, tentu kami berdoa agar diberi kelancaran mencapai target kami tampil di Piala Dunia U-20," ungkap gelandang timnas U-19, Zulfiandi.

Harapan serta doa yang sama tidak hanya keluar dari sang pemain. Akan tetapi pelatih timnas Garuda Jaya Indra Sjafri di dalam doanya, juga akan memohon diberikan kelancaran bagi timnas U-19 menuju PD U-20. Menurut Indra, ini juga jadi doa seluruh anak-anak asuhnya.

"Saya rasa, tidak hanya saya. Akan tetapi juga menjadi doa dari anak-anak timnas U-19 dan seluruh jajaran, jika kami berdoa agar timnas U-19 bisa melaju ke Piala Dunia U-20," tutur pelatih kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tersebut.

Tapi tentu selain kekuatan doa, usaha keras wajib dilewati timnas U-19. Dan Badan Tim Nasional (BTN) pun siap memfasilitasi dengan berbagai agenda uji coba sebelum berlaga di Piala Asia (AFC Cup) U-19 di Myanmar, Oktober mendatang. Jika minimal tembus empat besar, satu tiket ke PD U-20 akan dikantongi. (acf)

Rabu, 02 April 2014

Hargianto: Semoga Timnas U-19 ke Piala Dunia dan Juara

Seputar Timnas - Gelandang timnas Indonesia U-19 Muhammad Hargianto sudah menyiapkan doa jelang melakukan ibadah umroh. Selain untuk keluarganya, Hargianto berharap timnas akan menciptakan pencapaian besar.
Rombongan timnas U-19 akan menjalani ibadah umroh pada 1 April mendatang, sebelum melakoni empat laga ujicoba di Timur Tengah yakni menghadapi Oman, dua kali melawan Uni Emirat Arab dan terakhir adalah bertemu klub, Al-Shabab.
Hargianto mengungkapkan perasaanya bahwa dia sangat bersyukur bisa dapat kesempatan menjalani umroh, meski sebelumnya dia tidak pernah terbayang seusianya dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Kenapa? Hargi mengaku justru sejak kecil dia bercita-cita membantu kedua orang tuanya untuk berangkat umroh atau pun ibadah haji.
''Alhamdulillah yang jelas saya bersyukur, senang bisa dikasih kesempatan untuk umroh. Tapi saya sedih karena ngeduluin orang tua. Karena mereka belum pernah ke sana,'' ungkap Hargianto kepada detiksport, Senin, (31/3).
''Tidak kepikiran umroh, karena dari kecil mikirnya saya harus bisa bantu orang tua agar mereka bisa ke Tanah Suci,'' lanjutnya.
Meski begitu, anak pertama dari tiga bersaudara itu tidak akan lupa memanjatkan doa khusus untuk kedua orang tuanya. Dia berharap dengan kerja kerasnya, dia bisa mewujudkan impiannya dapat memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci.
''Tapi saya akan kerja keras pasti nanti bisa memberangkatkan kedua orang tua ke Tanah Suci dari hasil keringat sendiri. Itu jadi doa khusus saya,''
''Yang jelas berdoa untuk kedua orang tua agar mereka sehat selalu. Untuk adik-adik saya supaya mereka tambah pintar. Banyak deh doanya. Satu lagi yang pasti untuk timnas U-19 mudah-mudahan bisa lolos piala dunia dan jadi juara,'' harapnya.[detik]

Senin, 31 Maret 2014

Ravi Murdianto: Saya Ingin Timnas Lolos ke Piala Dunia U-20

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penjaga gawang tim nasional Indonesia U-19, Ravi Murdianto, berkesempatan untuk pertama kali menunaikan ibadah Umrah ke tanah Suci Makkah-Madinah, Arab Saudi. 

Kesempatan itu didapatkannya sebagai bentuk penghargaan karena telah berhasil membawa skuat Garuda Jaya meraih gelar juara Piala AFF U-19 2013. Ravi Murdianto juga mengantarkan skuat asuhan Indra Sjafri lolos ke putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar pada Oktober 2014. 

“Saya senang akan menunaikan ibadah umrah. Saya ingin berdoa supaya Timnas Indonesia U-19 lolos ke Piala Dunia U-20 pada 2015. Saya juga ingin memberangkatkan kedua orang tua ibadah haji,” kata Ravi ditemui di VIP Barat, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (31/3/2014). 

Pesepakbola berusia 19 tahun mengaku telah mempersiapkan diri untuk ibadah Umrah. Diantaranya dengan mengikuti manasik haji (peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya). 

“Saya sudah mengikuti manasik di Hotel Yasmin selama dua hari. Kemudian, ikut manasik Umrah di Universitas Negeri Jakarta. Saya sudah siapkan baju ihram,” tuturnya. 

Sebanyak 25 pemain dan sembilan ofisial yang beragama Islam akan berangkat umrah pada Selasa 1 April. Ibadah umrah dilakukan dalam kurun waktu lima hari. Setelah menjalani ibadah umrah, pada Sabtu 5 April, tim akan berangkat ke Oman dari Jeddah. 

Sebanyak 4 pemain dan satu orang ofisial non-muslim, langsung bergabung ke Oman. Timnas Indonesia U-19 dijadwalkan menjalani empat laga uji coba melawan Oman U-19, dua kali menghadapi Uni Emirat Arab U-19, dan klub Al-Shabab. 

Doa Hargianto: Semoga Timnas U-19 ke Piala Dunia dan Juara

Jakarta - Gelandang timnas Indonesia U-19 Muhammad Hargianto sudah menyiapkan doa jelang melakukan ibadah umroh. Selain untuk keluarganya, Hargianto berharap timnas akan menciptakan pencapaian besar.

Rombongan timnas U-19 akan menjalani ibadah umroh pada 1 April mendatang, sebelum melakoni empat laga ujicoba di Timur Tengah yakni menghadapi Oman, dua kali melawan Uni Emirat Arab dan terakhir adalah bertemu klub, Al-Shabab.

Hargianto mengungkapkan perasaanya bahwa dia sangat bersyukur bisa dapat kesempatan menjalani umroh, meski sebelumnya dia tidak pernah terbayang seusianya dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Kenapa? Hargi mengaku justru sejak kecil dia bercita-cita membantu kedua orang tuanya untuk berangkat umroh atau pun ibadah haji.

''Alhamdulillah yang jelas saya bersyukur, senang bisa dikasih kesempatan untuk umroh. Tapi saya sedih karena ngeduluin orang tua. Karena mereka belum pernah ke sana,'' ungkap Hargianto kepada detiksport, Senin, (31/3).

''Tidak kepikiran umroh, karena dari kecil mikirnya saya harus bisa bantu orang tua agar mereka bisa ke Tanah Suci,'' lanjutnya.

Meski begitu, anak pertama dari tiga bersaudara itu tidak akan lupa memanjatkan doa khusus untuk kedua orang tuanya. Dia berharap dengan kerja kerasnya, dia bisa mewujudkan impiannya dapat memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci.

''Tapi saya akan kerja keras pasti nanti bisa memberangkatkan kedua orang tua ke Tanah Suci dari hasil keringat sendiri. Itu jadi doa khusus saya,''

''Yang jelas berdoa untuk kedua orang tua agar mereka sehat selalu. Untuk adik-adik saya supaya mereka tambah pintar. Banyak deh doanya. Satu lagi yang pasti untuk timnas U-19 mudah-mudahan bisa lolos piala dunia dan jadi juara,'' harapnya(ads/rin)

Rabu, 26 Maret 2014

Pemain Baru Timnas U-19 Berambisi ke Piala Dunia

Liputan6.com, Yogyakarta: Pemain asal Yogyakarta yang baru bergabung dengan timnas U-19, Martinus Novianto mengaku senang gabung dengan timnas. Dia pun langsung membidik target besar yaitu membawa timnas lolos ke Piala Dunia U-20 pada 2015 nanti.

Untuk itu, dia ingin bisa bertahan terus di timnas.Sejak bergabung dengan timnas 6 Maret 2014 di Sidoarjo dan sudah ikut bertanding bersama timnas, ia baru bisa memberikan 1 assit saat melawan tim Kalimantan. "Ya inginnya dapat bertahan di timnas agar bisa lolos ke piala dunia", kata Martinus kepada Liputan6.com Rabu (26/03/2014).

Martinus mengaku sempat kesulitan ketika pertama kali bergabung bersama pemain timnas lainnya. Ia perlu beradaptasi lagi dengan para pemain lainnya. Namun, dirinya bersyukur dapat masuk lagi di timnas. "Senang ya dan bersyukur bisa gabung lagi. Awal-awal belum klop tapi sekarang sudah bisa membaur", katanya.

Ia banyak mendapat pengalaman selama di timnas. Seperti mulai terbiasa dengan tensi permainan yang cepat.  Dia mengatakan, dirinya harus berpikir dan cepat mengambil keputusan saat bermain.

"Secara permainan kita harus cepat berpikir, mengambil keputusan dan bagaimana harus bertindak, dimana teman ya kerja cerdas lah. Sebenarnya sudah didapat saat berada di tim Pra PON DIY tapi levelnya lebih meningkat kalau disini", kata Martinus.

Sebelum timnas U-19 berangkat ke tur Timor Tengah 1 April 2014 mendatang, timnas U-19 kembali ke Jogja untuk berlatih di stadion UNY. Kemarin sore para pemain sudah mulai berlatih di stadion UNY.

(Defri Saefullah)