Tampilkan postingan dengan label Zulfiandi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zulfiandi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2014

Latihan perdana Persebaya tanpa Evan Dimas

KANALSATU - Tim Persebaya mulai mempersiapkan skuadnya jelang kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Meski formasi belum lengkap dan resmi, Bajul Ijo sebutan Persebaya sudah melakukan latihan perdana, di lapangan Brigif I Marinir bersama asisten pelatih Tony Ho dan Ibnu Grahan, Sabtu (29/11/14).

Pada sesi latihan, berapa pemain musim lalu masih ikut bergabung, seperti Fandi Eko Utomo, Wahyu Subo Seto, Vava Mario Yagalo dan Thomas Ryan Bayu. Namun, para pemain anyar juga tampak bergabung dalam sesi latihan, seperti Suroso, Nur Mufid Fastabikhul Khoirot, Dedi Iman, Bima Ragil dan Wage Dwi Aryo.

Namun yang paling menjadi sorotan utama adalah, ada beberapa pemain eks Timnas U 19 yang sudah menjadi anak asuh Persebaya juga mengikuti test fisik, seperti M Hargianto, Fatchu Rohman, M Sahrul Kurniawan, Putu Gede Juni Antara dan Ilham Udin Armayn. 

Hanya saja, Evan Dimas dan Zulfiandi tidak tampak lantaran masih bergabung di Timnas Senior mengikuti turnamen Piala AFF 2014 Vietnam. Selain itu, CEO Persebaya, Gede Widiade juga tampak hadir memantau latihan fisik yang dimulai sejak pukul 14.00 - 16.00 didampingi duo asisten pelatih Tony Ho dan Ibnu Grahan. Persebaya pada kompetisi ISL 2015 nanti, akan menajamkan style asli Arek Suroboyo. 

"Saya ingin Persebaya di musim depan bermain lugas dan tegas. Artinya, performance kayak Persebaya lalu," tegas Gede Widiade, di sela-sela memantau latihan perdana tim Persebaya, di lapangan Brigif I Marinir, Gedangan Sidoarjo, Sabtu (29/11/14).

Ia kembali menegaskan, bahwa pada kompetisi ISL 2015, akan turun langsung dan menangani 100 persen tim Persebaya. Dengan kata lain, mencari pemain dan pelatih menjadi tanggungjawabnya. "100 persen saya akan turun. Tentukan pemain dan pelatih, bahkan sponsor," tambahnya.

Pasalnya, pada musim lalu dia mengaku hanya mendampingi dan tidak langsung turun mengetahui secara detail. "Tapi sekarang, saya akan mencari pemain dan pelatih. Saya berharap para pemain lama Persebaya yang asli Surabaya bisa bergabung. Bahkan yang bukan asli Surabaya namun pernah membela Persebaya saya persilahkan bergabung," pinta Gede Widiade.

Bahkan, Ibnu Grahan asli Surabaya dan mantan pemain Persebaya juga menambah daftar susunan asisten pelatih bersama Tony Ho. "Ibnu Grahan asli orang Surabaya dan mengerti karakter arek Suroboyo. Tony Ho tetap saya pertahankan, karena dia pernah berjasa membawa Persebaya juara divisi utama musim 2012 lalu," kata Gede Widiade.

Bagaimana dengan kepala pelatih ? Pria asal Wonokromo ini memberikan bocoran tanpa menyebut nama, bahwa rencananya skuad Persebaya akan diarsitek pelatih asing asal Brazil  dan Timur Tengah. (win16/12)

Minggu, 23 November 2014

Persebaya Panggil Pemain Timnas Garuda Jaya

SURABAYA - Persiapan Persebya Surabaya untuk kompetisi ISL 2015 mendatang belum terlihat aktivitasnya. Hanya sebatas konsolidasi dan koordinasi antara manajemen, pelatih dan juga pemain. Ini lantaran seluruh skuat Persebaya masih libur untuk musim sejak pertandingan terakhir melawan Mitra Kukar pada 30 Oktober lalu.
  
Saat ini manajemen tengah merapatkan barisan untuk menggelar latihan bagi Greg Nwokolo dkk. Manajemen pun sudah menghubungi pemain yang sedang libur, termasuk tujuh pemain jebolan timnas U-19 minus Evan Dimas Darmono untuk merapat ke Surabaya.
  
Sebagaimana diketahui, Persebaya menjadi salah satu tim ISL yang menjadi bapak asuh bagi pemain timnas Indonesia U-19. Pemain yang dimaksud adalah, M. Hargianto, Zulfiandi, Putu Gede Juni Antara, Fatchu Rohman, M Sahrul Kurniawan, dan Ilham Udin Armayn.
  
Direktur Olahraga Persebaya, Dhimam Abror Djuraid kepada Jawa Pos menyatakan bahwa pihaknya juga sudah menghubungi pemain jebolan Garuda Jaya-julukan timnas U-19 tersebut. Mengingat saat ini mereka juga sudah tidak ada aktivitas pasca dibubarkan BTN.
  
"Bahkan diantara mereka juga aktif tanya kepada kami kapan mereka bisa bergabung ke Persebaya," ujar Abror. Dengan tambahan jebolan pemain dari timnas U-19 tersebut, Persebaya bakal cukup leluasa memainkan pola permainan yang ada. Mengingat secara kualitas pemain ini sudah terbukti bagus, bukti nyata yang terlihat adalah masuknya Evan Dimas ke timnas senior.
  
"Terkecuali Evan, karena dia sedang bersama timnas senior. Untuk yang lainnya kami akan memanggil mereka semua," tegasnya. Hal yang sama disampaikan Tony Ho, pelatih yang untuk sementara diberikan manajemen mandat untuk menghandle Persebaya.
  
Tony menjelaskan bahwa pemain dari timnas U-19 nantinya bisa menambah kekuatan Persebaya plus menjadi solusi kekurangan pemain yang dirasakan mereka pada babak delapan besar ISL 2014 lalu. "Saya juga mengusulkan kepada manajemen untuk memanggil mereka," lanjutnya.
  
Sementara itu, Hargianto, salah satu pemain dari timnas U-19 ketika dikonfirmasi Jawa Pos menyatakan belum mendapatkan panggilan dari manajemen. Saat ini, gelandang enerjik yang juga jebolan diklat Ragunan itu berada di Jogjakarta. "Saya masih liburan, ini lagi ke rumah eyang di Jogjakarta mas," katanya.
  
Terkait pemanggilan itu, Hagi-sapaan akrab Hargianto-menjelaskan bahwa dirinya saat ini juga sedang kuliah. "Saat ini kami sedang kuliah juga, tetapi kalau manajemen memanggil, kami sebagai pemain ya siap saja," tegasnya. (nap) (jpnn)

Minggu, 19 Oktober 2014

Persebaya Belum Bisa Andalkan 7 Pemain Timnas U-19 di ISL


Liputan6.com, Jakarta - Persebaya Surabaya tampil kurang gereget di putaran pertama babak delapan besar Liga Super Indonesia (ISL) Grup L. Sejauh ini Persebaya belum pernah meraih kemenangan dari tiga pertandingan.

Ya, Greg Nwokolo dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang dari tiga laga. Persebaya berada di posisi ketiga dengan tiga poin, tertinggal empat angka dari Persib Bandung yang memuncaki klasemen Grup L.

Tujuh pemain Timnas Indonesia U-19 yang memperkuat Persebaya, yakni Evan Dimas, Putu Gede, Fatchu Rochman, Sahrul Kurniawan, Ilham Udin Armaiyn, Hargianto dan Zulfiandi bisa menjadi alternatif untuk di putaran kedua nanti.

Namun sayangnya, pelatih Rahmad menjelaskan tujuh pemain Garuda Jaya --sebutan Timnas U-19-- itu tidak bisa memperkuat Persebaya di putaran kedua babak delapan besar ISL.

"Kami tidak mungkin memainkan mereka di sisa musim ini karena belum didaftarkan (ke PT Liga Indonesia). Mereka juga belum bergabung dengan kami," ucap pria yang akrab disapa RD tersebut saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (18/10/2014).

Meski demikian, RD berjanji bakal memanfaatkan Evan Dimas dan kawan-kawan pada musim depan. Kemampuan penggawa Timnas U-19 bisa diandalkan Persebaya.

"Kalau untuk musim depan, saya pastikan kalau mereka bisa bergabung dengan kami," jelas RD, mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 tersebut.

Kamis, 09 Oktober 2014

Tujuh Punggawa Timnas U-19 ini akan ke Persebaya

                                                                                                             Peksi Cahyo/Bolanews
Bolanews.com - Persebaya yang bertarung di Liga Super Indonesia (LSI) akan menjadi tempat berkumpulnya pemain tim nasional U-19. Tidak kurang tujuh pemain bakal bergabung dengan tim berjuluk Bajul Ijo itu selepas menjalankan tugas negara memperkuat timnas U-19.


Mereka yang sudah diikat kontrak dengan Persebaya adalah Zulfiandi, Putu Gede Juni Antara, M. Hargianto, Ilham Udin Armayn, M. Fatchurahman dan kapten Evan Dimas. Mereka rata-rata mendapat kontrak empat tahun.

“Selepas timnas U-19, saya memang bergabung dengan Persebaya LSI. Tapi untuk saat ini, saya fokus di timnas,”  ujar Evan.

Zulfiandi mengungkapkan mereka menandatangani kontrak dengan Persebaya saat menjalani pemusatan latihan di Malang. Saat itu pelatnas difokuskan pada peningkatan fisik pemain.

"Kami mendapat kontrak selama empat tahun. Senang juga bisa berkumpul dengan teman-teman di timnas U-19. Apalagi, kami bisa bermain untuk klub besar seperti Persebaya. Tapi kami belum bisa bergabung dengan Persebaya karena membela timnas," kata Zulfiandi.

Fit, Zulfiandi Siap Kawal Lini Tengah Garuda Jaya

© Fajar Rahman

Bola.net - Zulfiandi mengaku sudah pulih seutuhnya dari cedera kakinya. Gelandang Timnas Indonesia U-19 ini menegaskan siap mengawal lini tengah Timnas Indonesia U-19.

"Alhamdulillah, sudah fit sepenuhnya. Sudah tak terasa lagi bekas cederanya," ujar Zulfiandi, pada Bola.net.

"InsyaAllah siap untuk turun besok," sambungnya.

Indonesia bakal memulai langkah mereka pada ajang ini, Jumat (10/10) besok. Skuat Garuda Jaya, julukan Timnas Indonesia U-19, bakal menghadapi Timnas Uzbekistan U-19.

Lebih lanjut, pemain asal Bireun ini mengaku optimistis timnya bakal meraih hasil positif. Menurutnya, saat ini kondisi Skuat Garuda Jaya, julukan Timnas Indonesia U-19 berada di puncak.

"Kami hanya berharap dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia," tandasnya. (den/dzi)

Senin, 06 Oktober 2014

Zulfiandi Siap Beraksi di Myanmar

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Dokter Tim Nasional Indonesia U-19, Alfan Nur Asyhar, memastikan Zulfiandi bisa tampil di Piala Asia U-19 di Myanmar pada 9-23  Oktober 2014.

"Tidak ada masalah dengan kondisi Zulfiandi. Dia bisa bermain penuh," kata Alfan.

Zulfiandi mengalami cedera saat tampil di Hassanal Bolkiah Trophy yang digelar pada Agustus. Saat Garuda Jaya melakoni tur di Spanyol, gelandang asal Aceh tersebut sempat mendapatkan perawatan dari tim dokter Atletico Madrid B. Ia kemudian sempat dimainkan saat melawan Barcelona B.

Pulihnya Zulfiandi menjadi kabar baik bagi Timnas U-19. Ia merupakan gelandang andalan Timnas U-19, selain Evan Dimas, Paolo Sitanggang, dan Hargianto. 

Sabtu, 04 Oktober 2014

Zulfiandi, dari Penyerang Beralih ke Posisi Gelandang



 KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
KOMPAS.com - Nama Zulfiandi menjadi buah bibir tatkala Tim Nasional Indonesia U-19 sukses memboyong Piala AFC U-19 tahun lalu yang digelar di Sidoarjo, Jawa Timur. Bersama Evan Dimas dan Muhammad Hargianto, mereka membentuk trio tangguh di lini tengah Garuda Jaya, sehingga aliran bola menjadi lebih lancar dan hidup.

Memang, berbicara tentang produktivitas gol, Zulfiandi masih kalah dibandingkan dengan Evan Dimas atau pun Hargianto. Tetapi sebenarnya, tiga gelandang ini memiliki peranan yang berbeda di dalam tim. Evan Dimas mendapat tugas membantu serangan, sedangkan Zulfiandi menjadi orang pertama yang bertugas menghalau serangan lawan sebelum menembus jantung pertahanan Indonesia.

Ternyata peran itu bisa dijalankan dengan baik oleh Zulfiandi, sehingga Indonesia sukses memboyong gelar Piala AFC U-19. Kemudian, pemain yang akrab disapa Cole ini juga ikut membantu Garuda Jaya melewati tantangan saat kualifkasi Piala Asia U-19. Mereka bahkan sukses menaklukkan juara bertahan Piala AFF U-19, Korea Selatan, dengan skor 3-2 pada laga terakhir sehingga lolos ke putaran final Piala Asia dengan status juara grup.

Pemain kelahiran 17 Juli 1995 ini harus melewati perjalanan yang sulit untuk mewujudkan impiannya sebagai pesepak bola. Dia sempat mengalami situasi di mana dirinya tak bisa membeli sepatu bola karena masalah ekonomi. Tetapi karena tekadnya yang kuat, dia mampu membeli sepatu baru dari uang hasil tabungannya ditambah sedikit pemberian ayahnya. Sepatu itu hingga sekarang masih disimpan.

Sejatinya, Zulfiandi adalah seorang pemain dengan naluri menyerang. Tetapi pelatihnya di SSB Brata Reuleut Bireun, Rukma Amin, menggeser posisinya sebagai seorang gelandang setelah melihat visi permainannya yang bagus untuk menjadi pemain tengah. Ternyata, Zulfiandi justru kian berkembang dan sukses menjalankan peran itu, sehingga jalannya menuju karier sebagai pemain besar mulai terajut dengan bagus.

Zulfiandi mengidolakan gelandang Barcelona, Sergio Busquets. Dia telah mengawali langkah kecil untuk mengikuti jejak idolanya tersebut dengan bagus, lewat gelar Piala AFC, yang membuatnya sebagai pahlawan baru bagi rakyat Aceh. Ya, ketika kembali ke kampung halamannya di Desa Meunasah Dayah, Kota Juang, pada 14 Oktober tahun lalu, Zulfiandi disambut meriah oleh Pemkab Bireuen dan masyarakat Kota Juang di pendopo bupati setempat.

Kini, Zulfiandi mengemban misi baru untuk membawa Indonesia meraih prestasi di level yang lebih tinggi. Setelah juara Piala AFC U-19 yang masih berskala Asia Tenggara, dia dan rekan-rekannya akan bertarung di pentas Piala AFF U-19 di Myanmar pada 9 Oktober nanti. Target minimal lolos ke semifinal sudah dicanangkan, karena jika terwujud maka pentas lebih tinggi akan diraih yakni bermain di Piala Dunia U-20 tahun di Selandia Baru. Semoga sukses!

Profil singkat

Nama Lengkap: Zulfiandi
TTL: Bireuen, Aceh / 17 Juli 1995
Tinggi: 178 cm
Posisi: Gelandang 

Kamis, 02 Oktober 2014

Tur Spanyol: Zulfiandi Borong Atribut Barcelona

                                                                                                                Gonang Susatyo/Bolanews
Bolanews.com - Untuk mematangkan persiapan menuju Piala AFC U-19 2014 di Myanmar, tim nasional Indonesia U-19 menjalani empat laga uji coba di Spanyol pekan lalu. Para pemain merasakan sensasi luar biasa saat bermain di negeri sepak bola sekelas Spanyol.


Ternyata, Evan Dimas dkk. tidak hanya bertanding di Spanyol. Mereka memanfaatkan momen langka ini untuk bertamasya sekaligus berbelanja pernak-pernik unik khas klub-klub besar yang mereka datangi.

Zulfiandi misalnya. Gelandang PSSB Bireun itu menyempatkan diri untuk membeli sejumlah atribut yang berkaitan dengan tim idolanya, Barcelona. Ia juga menjalani terapi untuk memulihkan cedera dengan fasilitas milik Atletico madrid.

PSSB Bireun

Read more at http://uniqpost.com/profil/zulfiandi/
"Benar saya membeli atribut Barcelona. Tapi, tidak banyak. Saya membeli bantal dan beberapa aksesoris lainnya," tutur pemain asal Aceh itu kepada kontributor Bolanews, Gonang Susatyo.

"Saya juga diberi perawatan di klub Atletico Madrid. Bahkan saya sampai tiga kali menjalani terapi pemulihan di Atletico. Peralatannya memang canggih dan modern. Itu juga yang mempercepat proses pemulihan saya," ujar Zulfiandi.

Jumat, 26 September 2014

Proses Pemulihan Dua Penggawa Timnas U-19 Berjalan Lancar



                                                                                                                                nine sport
BARCELONA, KOMPAS.com - Gelandang Tim Nasional Indonesia, Zulfiandi, diperkirakan bakal pulih 100 persen dari cedera engkel yang dialaminya. Zulfiandi mendapatkan cedera tersebut saat tampil dalam turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014.

Zulfiandi kemudian mulai bermain saat melawan Barcelona B, Rabu (24/9/2014), meskipun hanya bermain sebagai pemain pengganti.

"Dokter tim kembali membawa Zulfiandi ke tim dokter Atletico Madrid untuk kembali mendapatkan perawatan dan injection, sesuai dengan jadwal yang direncanakan sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan, Zulfiandi mengalami kemajuan besar dalam proses penyembuhannya dan dipastikan akan pulih 100 persen," demikian pernyataan Nine Sport dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (26/9/2014).

Selain Zulfiandi, kiper Awan Setho juga sudah mulai membaik setelah mengalami dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014) pagi. "Awan sudah membaik dan tidak lagi menggunakan gips."

Minggu, 21 September 2014

Zulfiandi Bisa Main 15 Menit Lawan Barcelona B

nine sport

Goal.com - Cedera engkel kaki kanan yang diderita gelandang timnas Indonesia U-19, Zulfiandi, secara perlahan sudah mulai pulih. Itu setelah, dia mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter Atletico Madrid.

"Alhamdulillah sudah lumayan kakinya, semoga saja nanti di Indonesia dapat dokter yang kayak di Atletico Madrid," ujar Zulfiandi, seperti rilis yang diterima Goal Indonesia.

Lebih lanjut, pemain asal Aceh ini mengungkapkan dirinya sudah bisa dimainkan saat Indonesia U-19 menghadapi Barcelona B di Ciutat Es Sportiva Joan Gamper, Barcelona, Rabu (24/9) nanti.

"Kata dokter Alfan (Nur Asyhar, dokter Indonesia U-19) main 15 menit. Tapi, belum tahu juga nanti," papar pemain asal Aceh tersebut.

Sebelumnya, pada dua laga awal uji coba di Spanyol, Zulfiandi tak bisa diturunkan karena cederanya tersebut. Indonesia U-19 sendiri pada dua laga uji coba itu menderita kekalahan 2-1 dari Atletico Madrid B, dan meraih hasil imbang saat bersua Valencia B.


Senin, 15 September 2014

Dua Penggawa Timnas Indonesia U-19 Dapatkan Pengobatan Lebih Bagus Dari Sebelumnya

ninesport

Goal.com - Dua penggawa timnas Indonesia U-19 yang sedang mengalami cedera, Zulfiandi dan Awan Setho Raharjo, mendapatkan pengobatan dari dokter tim Atletico Madrid, Luis Fernandez De La Rosa, usai sesi latihan hari kedua, Senin (15/9). Pelatih Indonesia U-19, Indra Sjafri pun merasa senang dengan hal ini.

Sebelum keberangkatan ke Spanyol, memang dua pemain itu mengalami cedera. Namun, Indra tetap memutuskan untuk membawa keduanya pada pelatnas kali ini. Awan Setho pun sebelumnya mengatakan sangat senang bakal mendapatkan perawatan dari dokter tim Atletico.

"Kami memang menginginkan supaya mereka ditangani secara profesional oleh ahlinya. Alhamdulillah tim dokter Atletico Madrid tadi membantu mereka, malahan saya lihat mereka mendapatkan perawatan atau pengobatan yang lebih bagus daripada sebelumnya," ujar Indra, seperti rilis yang diterima Goal Indonesia dari Nine Sport.

Selain itu, pelatih berusia 51 tahun itu tidak mempermasalahkan dua pemainnya itu tidak bisa diturunkan pada laga uji coba perdana melawan Atletico Madrid B, Selasa (16/9) malam. "Besok mereka bisa main atau tidak, yang penting adalah di pertandingan Piala Asia nanti," pungkasnya.

Indra Sjafri Berharap Awan dan Zulfiandi Pulih Sebelum Piala Asia U-19


Sportsatu.com - Pelatih tim nasional U-19 Indonesia, Indra Sjafri, berharap kedua anak asuhnya, Awan Setho dan Zulfiandi, pulih sebelum Piala Asia U-19 di Myanmar bergulir. Kedua pemain itu sendiri mengalami cedera.

Awan Setho cedera dislokasi jari tangan kelingking kiri. Cedera itu didapat saat menggelar latihan di Jakarta.

Akibat cedera itu, Awan melewatkan sesi latihan di Jakarta karena kondisi tangannya tidak memungkinkan dan tidak akan tampil dalam tur Spanyol.

Sementara Zulfiandi bermasalah pada kakinya. Sama halnya dengan Awan Setho, cedera didapat dalam sesi latihan di Jakarta. Pada sesi latihan terakhir, Zulfiandi terlihat kesakitan. Gelandang asal Aceh itu pun tidak akan turun bersama pemain lain di Spanyol.

"Bisa bermain atau tidak di Spanyol, yang penting di Piala Asia U-19 nanti," katanya.
Kedua pemain itu kini dalam masa perawatan. Cedera yang dialami juga telah mendapat pemeriksaan dari dokter tim Atletico Madrid.

"Kami memang ingin mereka ditangani profesional dan alih. Alhamdulillah, dokter Atletico Madrid membantu. Malahan Awan dan Zulfiandi mendapat perawatan dan pengobatan yang lebih baik dari sebelumnya," terang Indra.

Jumat, 29 Agustus 2014

Tiga Pemain Timnas U-19 Cedera



 Ferril Dennys

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebayak tiga pemain Tim Nasional Indonesia U-19 mengalami cedera. Ketiga pemain tersebut adalah Zulfiandi, David Maulana, dan kiper Awan Seto.

Dokter Timnas U-19, Alfan Nur Asyahar, menjelaskan, Zulfiandi mengalami cedera engkel pada kaki kanannya saat tampil di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014, beberapa waktu lalu.

"David Maulana mengalami cedera engkel kanan saat latihan kemarin. Awan Seto mengalami cedera ringan pada tungkai kaki kiri saat berlatih tadi pagi," jelas Alfan kepada Kompas.com, Jumat (29/8/2014).

Alfan memastikan cedera ketiga pemain ini takkan memupuskan kesempatan mereka tampil di Piala Asia U-19 yang akan digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014.

"David dan Zulfiandi membutuhkan istirahat selama tujuh hari dan Awan Seto perlu dua atau tiga hari," tutur Alfan.

Lebih lanjut, Alfan mengaku akan terus memantau kondisi pemain hingga Evan Dimas dan kawan-kawan tampil di Piala Asia U-19.

 "Kami akan memantau kondisi pemain. Untuk laga uji coba, kami akan evaluasi siapa pemain yang bisa bermain penuh dan pemain yang perlu dikasih porsi bermain sebentar. Jadi, tergantung pada kondisi akhir pemain. Selain tiga pemain yang cedera, sisanya dalam kondisi fit," bebernya.

Jumat, 15 Agustus 2014

Timnas U-19 Kehilangan Tiga Pemain untuk Hadapi Kamboja

SURYA/ERFAN HAZRANSYAH

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Tim Nasional U-19 Indra Sjafri mengatakan pihaknya menyiapkan formula baru dengan memanfaatkan keterbatasan pemain di babak penyisihan Turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) di Brunei Darussalam melawan Kamboja, Sabtu (15/8/2014).

Di laga ini, Garuda Jaya kehilangan tiga pemain andalannya yakni Gelandang Paolo Sitanggang dan pemain belakang M Sahrul, yang sama-sama terjegal akumulasi kartu.

Dan gelandang Zulfiandi yang masih menjalani perawatan cedera. Gelandang bernomor punggung 19 ini mengalami cedera saat Garuda Jaya melakoni laga perdana melawan Malaysia. Kondisi ini membuat Garuda Jaya alami kritis gelandang saat menghadapi Kamboja.

"Kami akan menurunkan formula baru dengan sisa pemain yang ada," ujar Indra Sjafri kepada Harian Super Ball, Jumat (15/8/2014).

Garuda Jaya alami situasi terpuruk di Turnamen HBT dengan dua kali kalah telak masing-masing skor 1-3 melawan Brunei Darussalam dan Vietnam serta satu kali imbang tanpa gol menghadapi Malaysia.

Indra Sjafri mengatakan mental Garuda Jaya jatuh saat mendapatkan gawangnya kemasukan dua gol dalam waktu cepat saat melawan Vietnam.

Saat ditanya apakah keterpurukan mental ini sebagai dampak dari keputusan mendadak PSSI membatalkan Garuda Jaya mengikuti turnamen ke Spanyol, Indra enggan menjawab. "Saya No Comment soal itu," ujarnya.

Kamis, 31 Juli 2014

Profil Skuad Garuda Jaya : Zulfiandi


Nama Lengkap : Zulfiandi
Nama Panggilan : Andi, Cole
Nomor Punggung : 19
Posisi : Gelandang
Tempat/ Tanggal Lahir : Bireun / 17 juli 1995
Pemain Favorit : Sergio Busquet
Klub : PSSB Bireun, Aceh
Ayah : Alfian Muhammad Saleh
Ibu : Supini Abdul Wahab

Sabtu, 07 Juni 2014

Indra Sjafri Sanjung Trio Aceh

 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, melontarkan pujian kepada Miftahul Hamdi, Hendra Sandi, dan Zulfiandi. Trio Aceh tersebut tampil gemilang pada laga perdana Tur Nusantara jilid dua kontra Pra-PON Aceh di Stadion Harapan Bangsa, Aceh, Jumat (6/6) malam.

Sejak awal, Indra memang berkomitmen untuk memberikan kesempatan lebih kepada ketiga pemain yang merupakan putra Aceh tersebut untuk bertanding di laga ini.

Hasilnya pun memuaskan. Ketiga pemain itu berperan besar atas kemenangan empat gol tanpa balas yang diraih timnas U-19.
"Mereka bermain bagus untuk membayar sambutan luar biasa yang diberikan publik Aceh kepada timnas U-19," kata Indra kepada Republika Online.

Winger Miftahul Hamdi membuka keunggulan pada menit ke-16 melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan tendangan penjuru Hendra Sandi.

Gol kedua yang dicetak Dinan Javier tiga menit jelang akhir babak pertama pun tidak terlepas dari pergerakan gelandang Hendra Sandi.
Hendra melepaskan tendangan keras yang melenceng ke arah Dinan. Dinan yang berdiri di mulut gawang pun dengan mudah membelokkan arah bola ke dalam gawang.

Baru pada babak kedua, tepatnya menit ke-62, Hendra Sandi memamerkan kemampuan individunya. Hendra berhasil mencetak gol lewat tendangan keras di dalam kotak penalti setelah melewati empat pemain lawan. Sementara, gol penutup timnas U-19 dicetak Evan Dimas sepuluh menit berselang.

Sumber

Kamis, 05 Juni 2014

Zulfiandi; Cerita Sepatu Baru dan Kesuksesan Menjadi Gelandang Muda


bolapop.com

atjehpost.com - PEMAIN kelahiran Bireun, Aceh ini memiliki energi prima. Namanya Zulfiandi. Permainannya yang apik sebagai gelandang bertahan ditambah dengan kemampuan tendangan kerasnya, sukses melengkapi keseimbangan lini tengah tim dan sukses membawa Timnas Indonesia U-19 merengkuh juara AFF Youth Cup pada 2013.

Zulfiandi bermain cukup kreatif dan atraktif bersama Evan Dimas, Hargianto, dan Oktavianus. Mereka menjadi kunci keberhasilan Indonesia muda mengalahkan Vietnam di partai puncak kejuaraan antar Asia Tenggara.

Pemain PSSB Bireun ini memang dinilai memiliki visi permainan yang baik. Keahliannya menjaga bola dan kemampuannya menekan lawan yang tengah membawa bola menjadi nilai plus.

Meski Zulfiandi suka menyerang, namun tetap tidak melupakan tugasnya di lini tengah sebagai gelandang jangkar bersama dengan Muhammad Hargianto. Kedua pemain tersebut adalah pemain-pemain yang sukses membawa tim nasional Indonesia U-19 menjadi juara AFF dengan catatan hanya kebobolan 5 kali sepanjang pertandingan.

Pemain kelahiran 17 Junli ini merupakan tipikal pemain pekerja keras. Dengan stamina tinggi dan daya juang prima, ia kerap membantu penyerangan dan pertahanan lawan. Masa kecilnya yang berasal dari keluarga kurang beruntung membuatnya menjadi pribadi yang tak kenal kata menyerah.
Salah satu kejadian yang ia ingat sampai sekarang adalah tidak mampu membeli sepatu sepak bola di awal karirnya bersama dengan sekolah sepak bola di Bireuen. Ia memutuskan untuk menabung sedikit demi sedikit demi membeli sepatu.

Setelah terkumpul sejumlah uang, barulah ayahnya mengetahui bahwa anaknya itu sangat membutuhkan sepatu baru. Zul, sejak awal tidak pernah ingin merepotkan sang ayah untuk membeli sepatu sepak bola baru. Hingga kini, Zul mengaku masih menyimpan sepatu tersebut sebagai kenang-kenangan.

Kesuksesan mengembangkan permainan bersama Evan Dimas dan Hargianto bisa terlihat dengan ketepatan umpan-umpan yang dilakukan oleh punggawa lini tengah tim nasional muda tersebut. Sepanjang turnamen AFF Youth Cup, mereka mecapai akurasi umpan hingga 85 persen.
Keakuratan tersebut menjadi poin utama dalam skema permainan yang diterapkan oleh pelatih Indra Sjafri. Menurut coach ini, para gelandanglah yang menjadi penentu pola serangan tim.

Namun, posisi Zulfiandi sebenarnya bukanlah seorang gelandang bertahan. Pada masa awal karirnya bermain sepak bola, ia adalah pemain yang berposisi sebagai seorang striker. Hal itu ia akui dalam sebuah wawancara bersama dengan media lokal Indonesia.

Adalah pelatihnya di PSSB Bireun yang merubah posisinya yang semula adalah seorang striker menjadi seorang gelandang. Keputusaan tersebut terbukti tepat. Zulfiandi menjadi salah satu gelandang terbaik di Indonesia muda.

Indra Sjafri Berikan 'Panggung' untuk Tiga Pemain Aceh


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tur Nusantara jilid dua dimulai. Timnas U-19 Indonesia mengawalinya dengan melawan Pra-PON Aceh di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Jumat (6/6) malam.

Pada laga perdana Tur Nusantara jilid dua ini, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri mengaku akan memberikan 'panggung' kepada tiga pemain Aceh yang ada di skuat untuk bermain. Ketiga pemain itu adalah Zulfiandi (gelandang), Hendra Sandi (gelandang), Miftahul Hamdi (winger). 

"Ketiga pemain Aceh kami akan bermain pada laga nanti. Mereka bakal unjuk kebolehan di kampung halamannya," kata Indra menjanjikan.  

Jika Zulfiandi dan Hendra Sandi dimainkan berbarengan, tentu akan ada dua gelandang yang dikorbankan. Kemungkinan Hargianto dan Paulo Sitanggang yang harus duduk di bangku cadangan. Sementara Evan Dimas sebagai motor serangan dipassang menemani Zulfiandi dan Hendra. 

Belakangan ini, persaingan di lini tengah memang ketat. Meningkatnya performa Paulo Sitanggang secara perlahan menggusur keberadaan Zulfiandi dan Hargianto yang selama ini menjadi trio andalan di sektor tengah bersama Evan Dimas. 

Miftahul Hamdi sangat antusias timnas U-19 bisa singgah ke Aceh dalam Tur Nusantara jilid dua ini. "Tentu bangga karena bisa disaksikan langsung orang tua dan sahabat. Semoga saya diberikan kesempatan bermain dan bisa tampil bagus," ujar Hamdi.

Rabu, 04 Juni 2014

Timnas U-19 Akan Tampil di Aceh, Zulfiandi dan Miftahul Hamdi Tunggu Kehadiran Keluarga

Sportsatu.com - Tim nasional U-19 Indonesia akan membuka kiprah di Tur Nusantara Jilid Kedua dengan tampil di Banda Aceh. Tim Pra PON Aceh akan menjadi lawan di mana pertandingan akan digelar 6 Juni.

Pertandingan di Aceh disambut betul pemain yang berasal dari Tanah Rencong, seperti Zulfiandi dan Miftahul Hamdi. Kedua pemain itu mengaku senang bakal tampil di tanah kelahiran.

"Kalau dibilang semangat, ya semangat karena akan ditonton ribuan masyarakat Aceh. Apalagi, keluarga bisa menonton langsung. Di pertandingan sebelumnya tidak bisa nonton langsung," kata Zulfiandi saat ditemui di Lapangan SPH, Tangerang, Selasa (3/6).

Sementara itu, Hamdi berharap kedatangan timnas U-19 bisa menggairahkan sepak bola di Aceh. Ia juga mendoakan kelak pemain muda Aceh mengikuti jejak dirinya, memperkuat timnas.

"Ke depan biar pemain Aceh bersinar. Kemudian bisa bermain di Indonesia Super League (ISL) atau ajang internasional," terang Hamdi, yang berasal dari Sigli.

Sabtu, 18 Januari 2014

Zulfiandi, Jangkar Timnas U-19 yang Sempat Tak Mampu Beli Sepatu

VIVAbola - Zulfiandi jadi salah satu pemain bintang Timnas Indonesia U-19. Namun, siapa sangka Zulfiandi dulunya sempat tidak mampu membeli sepatu sepakbola.

Kuat dalam bertahan, bagus dalam menyerang. Permainan itu ditunjukkan gelandang Timnas U-19, Zulfiandi, ketika mengalahkan Korea Selatan, Sabtu 12 Oktober 2013.
Zulfiandi merupakan salah satu pemain kunci di lini tengah Timnas U-19. Kemampuannya membaca arah bola, duel-duel udara, hingga mengatur irama permainan, memberikan kenyamanan kepada para pemain di lini tengah Indonesia.

Seringkali pemain yang akrab disapa Zul itu mampu mematahkan serangan-serangan lawan. Pemain klub PSSB Bireun Aceh itu pun menjadi tembok kokoh di lini tengah Timnas U-19.

"Tugas saya memang sangat berat. Sebagai gelandang jangkar, sangat sulit tugasnya. Saya harus menjadi pemain pertama yang menghalau serangan lawan dari lini tengah. Tapi, itu semua saya lakukan demi negara," kata Zul kepada VIVAbola.

Zul merupakan salah satu pemain yang selalu diturunkan pelatih Indra Sjafri sebagai starter di semua laga Timnas U-19 di Piala AFF 2013 dan Pra Piala Asia U-19. Tingkat akurasi umpan gelandang 18 tahun itu pun sangat bagus, mencapai 85 persen. Zul selalu mampu memanjakan rekan setimnya, seperti Muhamad Hargianto dan Evan Dimas dalam mengembangkan permainan.

Tidak Mampu Beli Sepatu

Zul kemudian menceritakan awal kariernya. Ia mengaku sempat tidak mampu membeli sepatu sepakbola karena kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan. Ayahnya, Alfian, hanyalah seorang supir bus lintas Sumatera. Sedangkan ibunya, Supini, merupakan seorang ibu rumah tangga.

"Ekonomi keluarga pas-pasan. Saya sempat kesulitan untuk bisa menjadi pesepakbola. Harus bantu-bantu keluarga. Saya bahkan sempat tidak mampu beli sepatu sepakbola. Ayah saya saat itu kehabisan uang. Sepatu yang saya pakai sudah rusak parah," ujarnya.

"Saya kumpulkan uang jajan. Rela tidak jajan di sekolah demi membeli sepatu. Saat itu uang saya hanya terkumpul Rp100 ribu. Saya diam saja, tapi ternyata ayah saya tahu kalau saya lagi kekurangan uang. Dia menambahkan Rp100 ribu lagi," sambungnya.

Zul mengaku masih menyimpan sepatu sepakbola pertama yang dibelinya dengan susah payah. "Saya simpan, itu adalah sepatu pertama yang saya beli dengan hasil kerja keras," ucap Zul.

Sempat Jadi Striker


Di awal kariernya, Zul pernah menjadi seorang striker. Adalah pelatih pertama Zul di SSB Brata Reuleut Bireun, Rukma Amin, yang mengganti posisi pemain kelahiran 17 Juli 1995 itu menjadi gelandang.

"Dulu saya striker. Tapi, saya takut berbenturan dengan pemain belakang lawan. Bisa cedera nanti, itu yang saya khawatirkan. Saya minta kepada pelatih untuk main di posisi gelandang. Saya lihat gelandang sangat mudah tugasnya. Dan saya menemukan kenyamanan di situ," ungkap Zul.

Keputusan sang pelatih memang sangat jitu. Terbukti, saat ini Zul menjadi bintang di Timnas U-19. Zul pun mengucapkan terima kasih kepada pelatih Rukma Amin.

"Saya tidak akan menjadi seperti ini jika coach Rukma Amin tidak melatih saya. Dia adalah sosok terpenting dalam karier sepakbola saya. Selain coach Rukma, ayah dan ibu saya juga sangat berjasa. Ibu sempat melarang saya menjadi pemain sepakbola, tapi akhirnya dia mengerti," ucap Zul.

Biodata Zulfiandi :

Nama Lengkap : Zulfiandi
Nama Panggilan :Andi, Cole
Nomor Punggung : 19
Posisi : Gelandang
Tempat/ Tanggal Lahir : Bireun / 17 juli 1995
Pemain Favorit : Sergio Busquet
Klub : PSSB Bireun, Aceh
Ayah : Alfian Muhammad Saleh
Ibu : Supini Abdul Wahab