Tampilkan postingan dengan label AFC Cup U-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AFC Cup U-19. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Oktober 2014

Ini Kelemahan Utama Timnas U-19 di Piala Asia


 ANTARA FOTO/Andika Wahyu


VIVAbola - Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, membeberkan kelemahan utama timnya saat berlaga di Piala Asia 2014, Myanmar. Menurutnya, inilah yang membuat Timnas U-19 gagal lolos fase grup.

Pada Kamis 30 Oktober 2014 siang tadi, Indra beserta para asistennya mendatangi kantor PT Liga Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta, untuk menghadiri rapat evaluasi performa Timnas U-19 di Piala Asia. Rapat tersebut berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 14.30 WIB.

"Yang dibicarakan tadi mengenai kekurangan Timnas U-19 selama di Myanmar," jelas Indra.

Publik menilai kegagalan Timnas U-19 di Piala Asia lebih diakibatkan pemusatan latihan (TC) yang terlalu panjang. Melalui media sosial, masyarakat sering menghujat kebijakan PSSI dan BTN yang menyediakan banyak uji coba lewat rangkaian Tur Nusantara.

"Saya mohon, masyarakat jangan menghakimi para pemain akibat kegagalan di Piala Asia. Inti dari pembinaan usia dini adalah menyiapkan bibit-bibit unggul untuk tim senior," ujar Indra menanggapi situasi tersebut.

Pria asal Minang ini justru mengakui kelemahan Timnas U-19 berasal dari pribadi para pemain. Kualitas skil individu Evan Dimas dan kawan-kawan dianggap masih jauh di bawah standar.

"Untuk bersaing di level Asia belum bisa. Saya sudah sadari hal itu sejak awal," ucap Indra. (one)


Senin, 20 Oktober 2014

Indonesia Tuan Rumah AFF Futsal, AFF U-16 dan AFF U-19 Pada 2015

ist

TRIBUNNEWS.COM, SOREANG – Indonesia akan menjadi tuan rumah tiga event sepak bola pada 2015 di bawah ASEAN Football Federation (AFF). Tiga event tersebut, yaitu AFF Futsal, Piala AFF U-16, Piala AFF U-19. Hanya Piala AFF Women yang tidak digelar di tanah air, turnamen itu dilangsungkan di Vietnam.

Penunjukan Indonesia dan Vietnam sebagai tuan rumah event AFF pada 2015 dibahas dalam Pertemuan Dewan AFF di Singapura pada 14-15 Oktober lalu.

“Pertemuan Dewan AFF di Singapura pada 14-15 Oktober membahas empat agenda AFF pada 2015. Tiga diantaranya bakal diselenggarakan di Indonesia (Futsal, U-16, dan U-19), sementara satu agenda lainnya yaitu AFF Women akan digelar di Vietnam,” tutur Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.

Ini kesempatan pertama bagi Indonesia untuk menggelar AFF Futsal, sedangkan untuk AFF U-16, Indonesia telah tiga kali menjadi tuan rumah, yakni pada 2002, 2008, dan 2010. Sementara, di event AFF U-19, Indonesia telah dua kali menyelenggarakan turnamen itu, pada 2005 dan 2013.

Berbicara prestasi, Indonesia pernah menjuarai AFF Futsal pada 2010, belum pernah menjuarai AFF U-16, dan satu kali juara AFF U-19 pada 2013.

“Pemilihan Indonesia, karena kami dianggap sukses menyelenggarakan (AFF U-19 pada 2013) dan penonton memeriahkan turnamen. Kesempatan menjadi tuan rumah akan dimanfaatkan untuk menggairahkan sepak bola,” ujar Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.

Minggu, 19 Oktober 2014

Rudy Keltjes: Timnas U-19 Tidak Fokus


 Kompas/Heru Sri Kumoro
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Mantan pelatih PSM Makassar yang saat ini menjabat sebagai Penasehat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Rudy Keltjes mengatakan, kegagalan Timnas U-19 di Piala Asia 2014 karena kurang fokus saat bertanding.

Menurut Rudy, tim pelatih dan official sudah berusaha dengan sangat baik namun tidak ditunjang oleh penampilan seluruh pemain. "Menurut saya, kegagalan kemarin, karena anak-anak tidak tampil dengan fokus dan disiplin. Itu mungkin disebabkan kejenuhan dari persiapan panjang sebelum Piala Asia 2014 digelar," kata Rudy kepada Super Ball, Sabtu (18/10/2014).

Dua hal itu membuat seluruh instruksi dari pelatih berupa strategi yang diberikan saat latihan tidak dijalankan dengan baik saat menjalani laga di Piala Asia 2014 kemarin. Bahkan pemain kerap bermain dengan cara sendiri.

"Kalau soal skill, pemain kita tidak kalah dengan tim lain di Piala Asia 2014. Tim pelatih sudah memberikan instruksi yang benar, tetapi pemain saja yang tidak menjalankannya dengan baik," ucap Rudy.

Yang membuat Rudy prihatin adalah meski menuai kekalahan, Evan Dimas dan kawan-kawan masih bisa tertawa dengan lepas. Seolah-olah tidak ada masalah apa-apa.

"Seharusnya sebagai pemain yang membawa nama bangsa, kekalahan dijadikan bahan evaluasi. Pemain juga seharusnya menunjukan sikap prihatin dan menjadikan kekalahan itu sebagai bahan perbaikan diri di laga selanjutnya," tutur Rudy.

Rudy menambahkan, pemain Timnas U-19, semestinya sadar diri bahwa sedang membawa nama bangsa di perhelatan internasional itu. Dengan demikian tumbuh tanggung jawab terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga akan berusaha dengan keras untuk memenangkan setiap pertandingan.

"Saya kan pernah main di timnas juga. Seharusnya seluruh pemain tampil habis-habisan dan total. Kalau perlu berdarah-darah demi nama bangsa. Jangan justru mengedepankan kepentingan pribadi," jelas Rudy.

Jumat, 17 Oktober 2014

Timnas U-19 Menanti Evaluasi PSSI

Kompas/Heru Sri Kumoro

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19 Jarot Supriadi mengatakan pihaknya menikmati waktu liburan bersama keluarga usai melakoni Piala Asia U-19 2014. Skuat Garuda Jaya gagal meraih target lolos sebagai peserta Piala Dunia U-20 Tahun 2015 di Selandia Baru.

Evan Dimas dkk tiba di tanah air, Kamis (16/10/2014) malam dan kembali ke rumah masing-masing menjalani liburan. Hanya dua dari 23 pemain Garuda Jaya yang tidak mendapat libur, yakni Evan Dimas Darmono dan Maldini Pali yang bergabung dengan Tim Nasional Indonesia Senior.

"Saya menikmati waktu liburan ini dengan menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah. Ini untuk membayar waktu selama saya di timnas," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball, Jumat (17/10/2014).

Mantan pelatih kiper Persipura ini menyatakan dirinya belum mengetahui agenda ke depannya. "Kita sifatnya menunggu waktu untuk evaluasi Piala Asia U-19 2014 dengan PSSI. Belum tahu kapan (evaluasi) itu," ujarnya.

Bapak tiga anak ini mengatakan pihaknya belum bisa membayangkan apakah dari hasil evaluasi itu tetap berada di tim nasional, atau keputusannya mencari pelatih baru. "Hasil evaluasi nanti kita belum tahu. Hanya mengacu kontrak saya sampai tahun 2015. Jadi sifatnya sekarang menunggu," ujarnya.

Puluhan The Jak Sambut Timnas U-19

 
Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Halim
 Metrotvnews.com, Tangerang: Meskipun masih gagal memberikan yang terbaik bagi Indonesia, Timnas U-19 tetap mendapat sambutan yang meriah dari pecinta sepak bola tanah air.

The Jak Mania--suporter Persija, sudah memadati gerbang kepulangan Internasional Bandara Soekarno Hatta sejak pukul 21.00 WIB demi menanti kepulangan rombongan Evan Dimas dkk yang dijadwalkan mendarat pukul 23.00 WIB.

Menurut keterangan ketum Jakmania, Larico Ranggamone yang setia menemani rombongan fan, The Jak akan melakukan rangkaian penyambutan kecil berupa pengalungan bunga, menyanyikan yel-yel, serta tetap memberikan semangat kepada timnas U-19.

Para The Jak yang berjumlah 50 orang ini terlihat antusias menggunakan jersey timnas, membawa poster, rangkaian bunga, bahkan alat musik bass drum. Baik laki-laki maupun perempuan semuanya tampak bersemangat berlatih melantunkan yel-yel.

"Terima kasih Garuda Muda, persembahan kami dari kami" begitu bunyi salah satu yel fan timnas U-19.

"Kita harus tetap kasih semangat buat timnas meskipun gagal. Kami tahu mereka sudah melakukan yang terbaik. Mereka (timnas u-19) mengalami kemerosotan karena terlalu sering dimanja," ujar Larico menyampaikan pendapatnya terhadap prestasi timnas U-19 belakangan ini

Tiba di Jakarta, Timnas U-19 Disambut Hangat


 Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Halim


Metrotvnews.com, Tangerang: Keterlambatan Timnas U-19 mendarat di tanah air, tidak menyurutkan semangat para fan. Puluhan fan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tetap meluapkan kegembiraan ketika rombongan Evan Dimas dkk berhamburan keluar gerbang kedatangan luar negeri Bandara Soekarno Hatta, Jumat 17 Oktober pukul OO.07 WIB dini hari.

Seperti yang telah dijadwalkan, rombongan "Garuda Muda" sebetulnya di jadwalkan mendarat pada hari Kamis, 16 Oktober pukul 22.45 WIB. Namun, berhubung ada sedikit masalah ketika pengambilan koper. Kepulangan "Garuda Muda" terpaksa telat.

"Sebetulnya kita sudah sampai dari tadi. Tapi, di dalam agak lama ngambil kopernya," ujar salah satu ofisial timnas U-19 sambil langsung berjalan menuju bus PSSI.

Meski membawa pulang oleh-oleh kegagalan, rombongan Timnas U-19 tetap menampilkan keceriaan. Semua penggawa termasuk staf ofisial, tak terkecuali pelatih Indra Sjafri, tetap mengumbar senyum dan memberi salam hangat kepada para fan sambil berlalu.

Tidak jarang para penggawa Garuda Muda menghentikan langkahnya sejenak dan menyempatkan diri menerima ajakan foto bersama. Evan Dimas dan Indra Sjafri tampak paling diincar sebagai target foto bersama para fan maupun pengunjung.

Tidak mau berlama-lama di bandara, seluruh rombongan timnas U-19 yang kompak mengenakan jaket sweater biru langsung meletakkan koper merah besar milik mereka masing-masing. Kepergian timnas U-19 tetap diiringi lagu dan yel-yel penyemangat dari para fan.


Rabu, 15 Oktober 2014

Komentar Indra Sjafri soal Kegagalan Timnas U-19



 KOMPAS / HERU SRI KUMORO
JAKARTA, Kompas.com - Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri menilai hasil kejuaraan Piala Asia 2014 di Myanmar sangat bermanfaat untuk perkembangan tim. Pasalnya, semua pemain bisa belajar banyak pada kejuaraan yang diikuti tim-tim terbaik Asia itu.

Pada kejuaraan yang juga babak kualifikasi Piala Dunia U-20 itu, Garuda Jaya bisa dikatakan gagal total karena tidak pernah meraih kemenangan dari tiga pertandingan yang harus dijalani, termasuk di laga pamungkas, Selasa (14/10/2014), ketika takluk 1-4 dari Uni Emirat Arab. Evan Dimas dan kawan-kawan menjadi juru kunci Grup B dengan nol poin.

"Meskipun kami mendapatkan hasil yang kurang memuaskan, kami belajar banyak dari kejuaraan ini. Hasil ini sangat bagus untuk perkembangan tim," kata Indra Sjafri seperti yang dilansir laman resmi AFC, Selasa.

Menurut dia, kejuaran Piala Asia U-19 di Myanmar merupakan ajang bagi pemain muda Indonesia untuk belajar. Apalagi Indonesia telah lama absen pada kejuaraan usia muda paling bergengsi di Asia yang juga ajang kualifikasi Piala Dunia U-20 itu.

Dengan turun di Piala Asia, kata dia, diharapkan semua pemain ke depannya bisa tumbuh menjadi pemain terbaik dan bisa kembali memperkuat timnas di level yang lebih tinggi. Selain itu diharapkan pula bisa berkembang di level klub.

"Mudah-mudahan mereka dapat tumbuh dengan baik. Makanya kami berharap klub bisa memberikan kesempatan pada pemain muda ini terus berkembang," kata pelatih asal Sumatra Barat itu.

Timnas Indonesia U-19 pada Piala Asia 2014 mengalami tiga kekalahan beruntun. Kekalahan pertama saat menghadapi Uzbekistan dengan skor telak 1-3. Kekalahan ini membuat perjalanan timnas untuk memenuhi target tersendat.

Pertandingan kedua melawan Australia seharusnya dapat dimenangkan jika ingin menjaga asa lolos ke putaran kedua. Tetapi, Evan Dimas dkk justru mengalami kekalahan tipis 0-1. Kekalahan ini memupus impian Garuda Jaya lolos ke putaran berikutnya termasuk ke Piala Dunia U-20.

Kesempatan tertutup membuat Timnas Indonesia U-19 kehilangan taji. Terbukti pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B melawan UEA di Wunna Theikdi Stadium, Nay Pyi Taw, Myanmar, Timnas U-19 mengalami kekalahan telak 1-4. Bagi lawan, kemenangan ini membawanya ke putaran berikutnya bersama Uzbekistan.

Kekalahan Timnas Indonesia U-19 ini bukan karena sepenuhnya pemain tampil buruk. Tetapi, pola permainan Evan Dimas dkk sudah terbaca oleh lawan. Padahal salah satu lawan yaitu UEA sebelumnya mengalami dua kekalahan beruntun dari Indonesia.

Ujicoba panjang dan siaran langsung pertandingan timnas juga ditengarai menjadi salah satu sebab. Calon lawan akan dengan mudah mempelajari cara bermain timnas melalui rekaman pertandingan. Ke depan, diharapkan pembinaan usia muda dilakukan secara berjenjang dan terprogram dengan baik. 

UEA Lengkapi Penderitaan Timnas U-19

NAYPYIDAW, KOMPAS.com — Tim nasional Indonesia U-19 takluk 1-4 dari Uni Emirat Arab (UEA) pada matchday terakhir Grup B Piala Asia U-19 di Stadion Wunna Theikdi, Selasa (14/10/2014).

Kekalahan ini sekaligus melengkapi penderitaan Indonesia karena mereka berstatus sebagai juru kunci Grup B dengan poin nol dari tiga laga. Sementara itu, UEA menempati peringkat kedua dan berhak lolos ke perempat final karena unggul selisih gol dari Australia yang bermain imbang 1-1 dengan Uzbekistan.

Melawan Indonesia, UEA langsung mencoba mengambil alih permainan sejak menit-menit awal. Beberapa kali skuad asuhan Abdulla Mesfer itu mendapatkan kesempatan untuk membobol gawang skuad Garuda Jaya.

Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil setelah Mohamed Alakberi sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-11. Gol tersebut diciptakannya seusai memaksimalkan umpan Khalfan Mubarak.

Tertinggal, Indonesia mencoba meningkatkan serangan. Namun, rapatnya barisan pertahanan UEA membuat Evan Dimas dan kawan-kawan kesulitan mengembangkan permainan sehingga serangan mereka mudah terbaca.

Ingin mencoba menyamakan kedudukan, justru skuad asuhan Indra Sjafri itu kembali kebobolan. UEA berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0 setelah bola tendangan bebas Ahmed Alhashmi bersarang ke pojok atas kiri gawang Indonesia yang dikawal kiper Ravi Murdianto pada menit ke-23.
Pada menit ke-41, Indonesia mendapatkan peluang. Sayang, bola tendangan Muhamad Dimas Drajad dari dalam kotak penalti masih melayang di atas mistar gawang UEA. Skor 2-0 untuk UEA pun akhirnya bertahan hingga babak pertama usai.

Selepas turun minum, UEA kembali memperbesar keunggulan melalui torehan Saeed Jassim pada menit ke-49. Jassem mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kesalahan Fatchur Rohman di kotak penalti Indonesia.

Akan tetapi, kedudukan itu tidak bertahan lama. Dua menit berselang, Indonesia akhirnya mampu mengejar ketertinggalan setelah Dimas Drajad sukses mencetak gol pada menit ke-52. Gol itu diciptakannya seusai menerima umpan Evan Dimas.

Indonesia terus berusaha kembali mencetak gol. Namun, lagi-lagi keasyikan menyerang membuat barisan pertahanan skuad Garuda Jaya lengah. Hal itu pun mampu dimanfaatkan oleh UEA untuk memperbesar keunggulan melalui torehan Ahmed Rabia pada menit ke-81. Skor 4-1 untuk UEA akhirnya bertahan hingga laga usai. 

Susunan pemain:
UEA: 1-Mohamed Busanda Al Falahi; 2-Mansur Abdullah Ali Hasam, 3-Ahmed Rashid, 4-Abdalla Ghanim, 5-Ali Salmin Alblooshi, 7-Ahmed Alhashmi (19-Saeed Jasem 42), 8-Mohammad Abdulbasit, 10-Khalfan Mubarak, 13-Mohamed Alakberi (11-Ahmed Rabia Gheilani 76), 16-Zayed Abdulla (6-Abdul Rahman Al Hosani 69), 23-Marwan Ali Mohammad Ibrahim
Pelatih: Abdulla Mesfer

Indonesia: 1-Ravi Murdianto; 4-Mahdi Fahri Albaar, 13-Sahrul Kurniawan, 16-Hansamu Yama Pranata, 5-M. Fatchur Rohman, 21-Ichsan Kurniawan (8-Muhammad Hargianto 80), 17-Paulo Sitanggang, 6-Evan Dimas, 15-Maldini Pali (11-Hendra Adi Gunawan 65), 20-Ilham Udin Armaiyn (9-Dinan Javier 87), 7-Muhamad Dimas Drajad
Pelatih: Indra Sjafri

Selasa, 14 Oktober 2014

Timnas U-19 Tetap Incar Poin Penuh Lawan UEA

YANGON, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengatakan bahwa timnya bakal tetap berupaya meraih kemenangan di laga terakhir Grup B Piala Asia U-19 melawan Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (14/10/2014). 

Bagi Indonesia, laga ini sudah tak menentukan lagi karena tim berjuluk Garuda Jaya menelan dua kekalahan. Karena itu, Evan Dimas dan kawan-kawan diharapkan bisa bermain lepas karena tidak lagi terbebani oleh target.

"Para pemain kami sejauh ini sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya dan kami akan berusaha untuk memenangi pertandingan terakhir ini," ujar Indra Sjafri seperti dilansir dari situs resmi AFC.

"Setiap laga di kompetisi ini penting, tujuan dari turnamen ini tidak hanya untuk menang dan kalah, ini mengenai bagaimana bisa mendapatkan banyak pengalaman untuk para pemain. Mereka masih bisa meraihnya di laga terakhir ini," tambahnya.

Sementara itu, UEA membutuhkan kemenangan untuk meraih tiket ke babak perempat final. Saat ini, UEA berada di peringkat ketiga dengan mengoleksi dua poin setelah bermain imbang 1-1 dengan Australia, dan Uzbekistan (2-2). 
 
Uzbekistan untuk sementara menjadi juara grup dengan mengoleksi 4 poin, atau hanya unggul produktivitas gol dari Australia di peringkat kedua.

"Sekarang Uzbekistan akan melawan Australia dan itu akan menjadi laga yang sulit bagi kedua tim tersebut. Sama seperti kami, semangat kami tinggi dan kami mempunyai peluang untuk lolos. Kami harus bermain dengan tujuan mencapai perempat final," kata pelatih UEA, Abdulla Ahmed Mesfer.
"Ini akan masih menjadi laga yang sulit melawan kami. Indonesia bermain tanpa beban, mereka dapat bermain santai dan bertanding dengan permainan terbaik mereka. Mereka masih bisa memenangi pertandingan," lanjutnya
 

Indra Sjafri: Pemain Timnas U-19 Sudah Lupakan Kekalahan

KOMPAS / HERU SRI KUMORO

TRIBUNNEWS.COM, YANGON - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, menyatakan timnya telah melupakan dua kekalahan beruntun yang dialami Garuda Jaya pada Piala Asia U-19. 

Setelah takluk 1-3 dari Uzbekistan pada pertandingan pertama penyisihan Grup B, Evan Dimas dan kawan-kawan kalah 0-1 dari Australia, Minggu (12/10/2014). Kekalahan tersebut membuat Garuda Jaya harus tersingkir dari Piala Asia U-19. 

"Seperti yang terlihat pada latihan ini, mereka berangsur-angsur sudah mulai melupakan trauma kekalahan kemarin," kata Indra.

Dengan hasil tersebut, laga melawan Uni Emirat Arab di Stadion, Wunna Theikdi, Nay Pyi Taw, Selasa (14/10/2014), tak lagi menentukan bagi Indonesia. Sebaliknya, UEA membutuhkan kemenangan untuk meraih tiket ke babak perempat final

Saat ini, UEA berada di peringkat ketiga dengan mengoleksi dua poin setelah bermain imbang 1-1 dengan Australia, dan Uzbekistan (2-2).

Uzbekistan untuk sementara menjadi juara grup dengan mengoleksi 4 poin, atau hanya unggul produktivitas gol dari Australia di peringkat kedua.

Senin, 13 Oktober 2014

Pemain Senior Bicara Soal Kegagalan Timnas U-19

                                                                                                                Peksi Cahyo/Bolanews
Bolanews.com - Kegagalan tim nasional U-19 di ajang Piala AFC U-19 2014 mengundang banyak komentar. Tak terkecuali dari salah satu punggawa tim senior Merah-Putih, Bayu Gatra.


Bayu mengapresiasi kerja keras Garuda Jaya selama mengikuti turnamen di Myanmar. Hanya, gelandang yang telah mencatatkan satu penampilan bersama timnas senior itu menilai Evan Dimas dkk. terlalu banyak melakoni laga uji coba.

"Sebenarnya timnas U-19 sudah bagus, tapi terlalu banyak uji coba sehingga permainan mereka sudah terbaca," ujar Bayu.

"Siapa tahu mereka bisa banyak bicara di SEA Games. Beberapa pemain pasti sudah dipantau untuk masuk tim U-23," imbuhnya.

Timnas U-19 dipastikan tersingkir dari Piala AFC U-19 setelah takluk 0-1 di tangan Australia dalam pertandingan kedua Grup B, Minggu (12/10). Datang dengan ekspetasi tinggi, pasukan Indra Sjafri kini terdampar di dasar klasemen tanpa meraup satu poin pun.
 

Gagal Ke Piala Dunia U-20, Indra Sjafri Siap Bertanggung Jawab

Goal.com - Usai sudah perjuangan Indonesia U-19 untuk bisa berlaga di pentas Piala Dunia U-20 di Selandia Baru. Itu setelah mereka menderita kekalahan kedua di Piala Asia U-19, di mana tim besutan pelatih Indra Sjafri tumbang 1-0 dari Australia, Minggu (12/10) petang, di Stadion Thuwunna.

Menyusul kegagalan Evan Dimas cs ke Selandia Baru. Pelatih Indra Sjafri pun menegaskan siap bertanggung jawab dalam bentuk apapun. Dia berujar bahwa tim yang sudah dibentuk harus tetap diapresiasi dan sudah memberikan yang terbaik.

"Pertama, yang telah kami lakukan tak bisa kami yang menetukan. Tapi masyarakat Indonesia tentu cukup arif menilai permainan Indonesia sore ini bagaimana anak-anak ini telah berjuang. Ini jalan dari Tuhan," beber Indra usai pertandingan kepada insan pers.

"Saya sendiri, secara pribadi, meminta jangan salahkan pemain. Karena mereka telah berjuang. Dan kami akan tegakkan kepala dan coba lebih baik lagi," tambah pelatih 51 tahun itu.

"Dalam kesempatan ini kami tentu pantas sekali meminta maaf. Saya yang paling bertanggung jawab. Saya siap tanggung jawab dalam bentuk apapun," tegas pria Sumatera Barat itu.
 
Soal kemungkinan terburuk, yakni dipecat dari jabatannya sebagai arsitek tim Garuda Jaya. Indra menjawab: "Dipecat atau tidak dipecat adalah resiko dari pekerjaan," tegasnya.
 
Indra sendiri memang sosok yang mengawal tim ini sejak masih kelompok usia U-17. Gaya belusukan untuk menyeleksi pemain di berbagai pelosok jadi karakter Indra. Bakat-bakat tanah air yang terkumpul akhirnya bisa menyudahi keringnya prestasi gelar selama 22 tahun.

"Tim ini kami bangun dari nol, tim ini dapat kembali juara Piala AFF setelah 22 tahun tak juara, kami bisa tampil di Piala Asia dan lalu saya dikerjar target lagi untuk lolos Piala Dunia. Tapi ini tak mudah dan tentu kita akan mengevaluasi tim ini."
 

Gagal, Penggawa Timnas Indonesia U-19 Minta Maaf

Goal.com - Tim nasional Indonesia U-19 akhirnya harus menelan kenyataan pahit dengan tersingkir lebih dini dari Piala Asia U-19, yang digelar di Myanmar. Kepastian itu didapat setelah tim asuhan Indra Sjafri kembali kalah, kali ini dari Australia U-19, lewat skor tipis 1-0, Minggu (12/10) petang WIB.

Kesedihan sontak melanda seluruh penggawa timnas dan hal itu tampak jelas pasca wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga. Sang striker andalan, Muchlis Hadi, lantas meminta maaf pada seluruh masyarakat tanah air atas kegagalan ini.

"Kami minta maaf atas kegagalan ini. Kami sudah berjuang keras, semoga kami bisa lebih baik ke depannya," ujar Muchlis sedih.

Hal serupa juga disampaikan bek Garuda Jaya, Sahrul Kurniawan, yang sejatinya tampil gemilang menjaga pertahanan.

"Saya minta maaf pada seluruh masyarakat Indonesia. Saya juga minta maaf pada kedua orang tua saya. Kami akan berlatih lebih keras lagi. Semoga hasil di turnamen-turnamen lainnya bisa lebih baik," tutur Sahrul, sembari menahan tangis.

Bijak Gunakan Energi, Kunci Australia U-19 Kalahkan Indonesia U-19


Goal.com - Australia U-19 jadi penjegal jalan Indonesia merajut mimpi mereka ke Piala Dunia U-20. Tim Negeri Kangguru memberikan Indonesia kekalahan kedua pada ajang Piala Asia U-19, setelah sebelumnya Indonesia tumbang dari Uzbekistan.

Dalam laga yang berakhir dengan skor 1-0, Australia diakui pelatih Paul Okon sempat kewalahan meladeni permainan Indonesia asahan Indra Sjafri. Namun bermain sabar dan bijak dalam menggunkan tenaga jadi kunci keberhasilan Young Socceroos.

"Kami akui pertandingan sangat sulit sebelum kami bisa mencetak gol. Indonesia bermain sangat baik dan tadi adalah laga yang ketat," kata mantan kiper Australia itu kepada media, Minggu (12/10).
 
"Tapi kami bisa menyelesaikan masalah kami. Kami bermain dengan tenang dan menggunakan tenaga kami dengan bijak sehingga bisa memenangkan laga," tukasnya.

Australia mampu menjadi pemenang lewat gol semata wayang dari Jaushua Sotirio di menit 67'. Cuaca yang cukup panas di Yangon cukup membuat mereka berkembang. Namun mereka berhasil mengatur tenaga mereka dan mendapat asupan air yang cukup. Karena sepanjang laga, setiap jeda pertandingan, ofisial tim rutin memberikan air kepada para pemain.
 

Timnas Indonesia U-19 Gagal, Ketua BTN: Ini Tanggung Jawab PSSI

Goal.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), La Nyalla Mahmud Mattalitti, menuturkan kegagalan timnas Indonesia U-19 di Piala Asia U-19 2014, bukan menjadi tanggung jawab pemain dan pelatih tim tersebut. Seperti diketahui, Indonesia U-19 dipastikan tersingkir dari Piala Asia U-19, setelah ditaklukkan Australia U-19 dengan skor tipis 1-0, Minggu (12/10).

Sebelumnya, di laga perdana tim Garuda Jaya juga kalah dari Uzbekistan U-19, skor 3-1, 10 Oktober lalu. Dengan demikian, impian untuk lolos ke Piala Dunia U-20 2015 pun harus dikubur dalam-dalam. 

"Hasil ini (dua kali kalah) memastikan kita gagal mencapai target. Ini tanggung jawab kami, PSSI. Kami belum membuat rencana apapun terkait timnas U-19 ini, baik pemain dan ofisial," ujar La Nyalla.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI itu menambahkan, baru akan melakukan evaluasi terhadap Indonesia U-19 setelah tim kembali dari Myanmar. "Itu agar bisa menghasilkan rekomendasi yang terbaik. Biarkan tim tetap menjalani tahapan turnamen yang masih harus diselesaikan. Jangan bebani mereka dengan apapun," pungkasnya.
 

Paul Okon Apresiasi Perlawanan Timnas Indonesia U-19

Goal.com - Tim nasional Indonesia U-19 akhirnya harus menelan kenyataan pahit dengan tersingkir lebih dini dari Piala Asia U-19, yang digelar di Myanmar. Kepastian itu didapat setelah tim asuhan Indra Sjafri kembali kalah, kali ini dari Australia U-19, lewat skor tipis 1-0, Minggu (12/10) petang WIB.

Meski menang, pelatih Young Socceroos, Paul Okon, tetap memberikan apresiasinya terhadap perlawanan heroik Garuda Jaya. Menurutnya rakyat Indonesia patut berbangga atas performa yang ditunjukkan timnas U-19 di atas lapangan.

"Pertama-tama saya ingin mengucapkan salam untuk Indonesia, untuk laga yang luar biasa. Mereka merupakan tim yang fantastis dan saya pikir seluruh rakyat mereka harus bangga pada mereka," ujar Okon pasca laga.

"Indonesia sangat bagus dan potensial. Mereka akan punya tim senior yang bagus di masa mendatang."

Mantan pemain Fiorentina itu juga memuji sikap yang diperlihatkan Evan Dimas cs selama di hotel. Perlu diketahui sebelumnya, jika seluruh peserta yang tergabung di Grup B Piala Asia U-19 menempati hotel yang sama, yakni di Taw Win Garden Hotel, Yangon.

"Tindak-tanduk dan sikap mereka saat di hotel sungguh baik. Menyenangkan bisa berbagi fasilitas hotel bersama," sanjung Okon.

Abdulla Mesfer: Uni Emirat Arab U-19 Wajib Kalahkan Indonesia U-19!

Goal.com - Setelah tim nasional Indonesia dipastikan tersingkir dari ajang Piala Asia U-19 di Myanmar, Uni Emirat Arab U-19 sukses menjaga asanya lolos ke perempat-final setelah menahan Uzbekistan U-19 lewat skor 2-2, pada matchday kedua Piala Asia U-19, Minggu (12/10) petang WIB.

Pelatih UEA U-19, Abdulla Mesfer, mengaku bersyukur dengan raihan satu angka ini. Ia lantas menyasar tiga angka dari Indonesia U-19 di partai pamungkas.

Ya, The Falcons bisa lolos ke babak perempat-final jika menang atas tim asuhan Indra Sjafri, sementara Australia U-19 atau Uzbekistan U-19 saling mengalahkan.

"Kami harus bahagia atas hasil ini, karena setidaknya kami sukses meraih poin kembali. Laga Australia U-19 dan Uzbekistan U-19 akan sangat krusial esok," tutur Mesfer.

"Karenanya kemenangan wajib kita raih atas Indonesia U-19. Kami harus fokus dan waspada terhadap mereka, karena Indonesia tak memiliki lagi tekanan.

"Kami cukup bahagia mendapat kans untuk lolos dan berusaha mewujudkannya," tandasnya sumringah.

CATATAN: Jangan Pernah Berhenti Lahirkan 'Garuda Jaya' Baru

antara

Goal.com - "Sudah saatnya pemain berkembang bersama klub," kata Indra Sjafri, pelatih Indonesia U-19 setelah dipastikan tersingkir dari Piala Asia U-19. Selandia Baru 2015 sudah dipastikan pupus dan para penggawa tim yang disebut Garuda Jaya itu kini akan berpisah untuk menjalani karier mereka masing-masing.

Sejatinya, klub memang rumah untuk para pemain berkembang dan pemusatan latihan jangka panjang belum tentu cara terbaik untuk sebuah tim nasional membangun pondasi mereka. Jelas, itu bila para klub dan federasi mulai menerapkan scouting dengan benar dan memfasilitasi para generasi penerus dengan kompetisi berjenjang.

"Saya hanya melakukan apa yang harus dilakukan. Yaitu melakukan scouting untuk mencari putra-putra daerah terbaik dengan belusukan," begitu kira-kira kata Indra ketika menerima penghargaan dari Komite Olahraga Nasional beberapa bulan lalu.

Indra memang membentuk tim ini sudah lama, ia menjaring anak-anak terbaik negeri ini untuk membentuk tim kelompok usia. Hingga akhirnya ada Evan Dimas, Paulo Sitanggang, Fatchu Rochman hingga Yabes Roni Malaifani. Yang dibebani mimpi Piala Dunia U-20 di pundak mereka. Meski akhirnya mimpi itu pun sirna.

Kini, setelah apa yang ditargetkan tak terkejar. Sudah saatnya para pemain mengejar mimpi mereka masing-masing. Mereka tak salah, masih muda, dan punya kesempatan untuk membangun kebanggaan untuk Indonesia dari kaki mereka masing-masing.

35 bakat yang ditemukan Indra sebelum menyusut jadi 23 untuk skuat Piala Asia, disebut Indra telah menarik perhatian klub-klub dari dalam dan luar negeri. Untuk yang regular menjadi starting XI. Beberapa sudah diamankan oleh klub Indonesia Super League, seperti Paulo Sitanggang dan Ravi Murdianto yang katanya telah menjalin kesepakatan dengan Mitra Kukar, Muchlis Hadi dan Maldini Pali yang tiga tahun dikontrak PSM Makassar, dan beberapa pemain direkrut Persebaya Surabaya.

"Sudah saatnya mereka berkembang di klub, karena memang seharusnya pemain berkembang di klub. Tahun depan mereka sudah 20 tahun dan sudah siap untuk bermain di klub-klub dalam negeri dan juga luar negeri," ringkas Indra.
 
Meski Indra mempersiapkan tim ini setahun lebih untuk Piala Asia, ia pun mengakui bahwa pelatnas jangka panjang bukan lah hal yang diinginkan. Namun jika melihat realita bagaimana kompetisi domestik di tanah air berjalan, tanpa ada jenjang kompetisi yang memadai. Sudah pasti cara paling aman adalah mengumpulkan pemain itu bersama-sama.
 
Pelatih Australia U-19, Paul Okon, yang memastikan Indonesia harus tersingkir sampai kaget ketika tahu timnas U-19 sudah berkumpul selama setahun. "Mereka bersama selama setahun!? Mereka tidak bertemu keluarga mereka? Para pelatih juga begitu? Mereka butuh keluarga," cetusnya kaget ketika berbincang dengan wartawan.
 
Sayangnya, pelatih mana pun akan khawatir untuk melepas pemain yang mereka temukan dan mereka bina jika ke tangan yang salah. Apalagi ada ikatan tertenu antara Indra dan para pemain. Tapi di lain hal, pemain itu sendiri butuh kehidupan di luar tim, butuh adaptasi terhadap berbagai situasi sebagaimana mereka masih berkembang dan tentu butuh iklim kompetisi yang kompetitif. Yang bisa didapat dari sebuah kompetisi berjenjang

Tak usah jauh menengok hingga ke Jerman atau negara Eropa maju yang sudah memfasilitasi bocah-bocah enam tahun untuk megolah si kulit bundar. Di Myanmar, di mana Piala Asia U-19 2014 digelar, lapangan bola untuk sepakbola akar rumput tersebar di tiga kota dan akan mungkin terus akan bertambah.
 
Di negeri Aung San itu, klub peserta liga wajib memiliki tim junior dari mulai usia 10 tahun. Dan berjenjang setiap dua tahun, U-10 dan U-12, serta U-18 dan U-20. Hal yang serius mereka lakukan sejak tahun 2012 dan akan terus dibenahi untuk menggapai kembali kejayaan ketika masih bernama Burma.
 
Bahkan Stadion Thuwunna, yang dijadikan venue digelarnya Piala Asia. Dimaksudkan khusus untuk sarana pembinaan sepakbola muda, maka itu dinamakan YTC Stadium (Youth Training Centre). Tapi Thuwunna cukup megah, punya rumput mumpuni dan didukung dengan lapangan-lapangan sintetis kecil di sekitarnya.
 
Sayap-sayap Garuda Muda mungkin sudah terhenti untuk terbang ke Piala Dunia 2015, tapi mereka telah mengajarkan dan menyadarkan bahwa tim usia muda tetap bisa menjadi kebanggaan dengan raihan manis Piala AFF yang mereka raih, kelolosan ke Piala Asia yang sensasional dengan mengalahkan langganan juara Korea Selatan, sampai gaya main yang 'tak Indonesia'.
 
Sudah saatnya bercermin dan jangan pernah nyaman, untuk melakukan scouting serius dan pembinaan berjenjang dengan didukung kompetisi kompetitif untuk sepakbola kelompok usia. Yang pastinya serius ditekankan federasi kepada para klub, seperti apa yang dilakukan Myanmar dan negara-negara melek lainnya.
 
Jangan hanya menunggu dan membebani Evan Dimas cs untuk tumbuh, tapi pikirkan bagaimana mencetak Evan Dimas lainnya yang terus menghangatkan timnas kelompok usia.
 


UEA Anggap Sulit Laga Lawan Indonesia

YANGON, KOMPAS.com - Pelatih Tim Nasional Uni Emirat Arab (UEA) U-19, Abdullah Misfer, menyatakan, laga melawan Indonesia bakal menjadi pertandingan berat bagi timnya saat kedua tim pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B Piala Asia U-19, di Stadion, Wunna Theikdi, Nay Pyi Taw, Selasa (13/10/2014).

UEA membutuhkan kemenangan untuk meraih tiket ke babak perempat final. Saat ini, UEA berada di peringkat ketiga dengan mengoleksi dua poin setelah bermain imbang 1-1 dengan Australia, dan Uzbekistan (2-2).

Uzbekistan untuk sementara menjadi juara grup dengan mengoleksi 4 poin, atau hanya unggul produktivitas gol dari Australia di peringkat kedua.

Sementara bagi Indonesia, laga ini sudah tak menentukan lagi karena tim berjuluk Garuda Jaya menelan dua kekalahan. Karena itu, Indonesia diperkirakan akan bermain lepas karena tidak lagi terbebani oleh target.

"Kami akan melawan Indonesia yang sama sekali sudah tidak memikul beban apa-apa. Indonesia bakal bermain lepas dan ini akan sangat menyulitkan kami,” kata Misfer.

Meski begitu, Misfer meminta anak asuhnya untuk bekerja keras pada pertandingan nanti demi meraih tiket perempat final.

“Kami masih memiliki peluang lolos. Itu sudah cukup membuat kami bahagia untuk saat ini,” tuturnya. 

"Maafkan Kami, Indonesia..."



 KOMPAS / HERU SRI KUMORO
YANGON, KOMPAS.com - Tim Nasional Indonesia U-19 tersingkir dari Piala Asia U-19 setelah takluk 0-1 dari Australia pada pertandingan kedua penyisihan Grup B, di Stadion Thuwunna, Yangon, Minggu (12/10/2014).

Garuda Jaya bermain ngotot untuk meraih kemenangan mengingat Evan Dimas dan kawan-kawan takluk 1-3 dari Uzbekistan pada pertandingan pertama.

Indonesia memiliki kesempatan untuk unggul lebih dulu melalui sepakan keras Muchlis Hadi Ning, Evan Dimas, dan Paolo Sitanggang. Namun, peluang tersebut berhasil digagalkan kiper Jordan Thurtell.

Mental Garuda Jaya runtuh setelah kiper Ravi Murdianto harus memungut bola di gawangnya sendiri setelah gagal menepis tembakan  Jaushua Sotiriso. Gol itu sekaligus menghancurkan harapan Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya.

Setelah wasit meniup peluit tanda laga berakhir, Timnas U-19 larut dalam kesedihan. Hampir semua pemain tak kuasa menahan tangisan dan tertunduk lesu seakan takkan percaya dengan hasil yang diraih.

Permintaan maaf pun meluncur dari para penggawa Garuda Jaya. "Kami meminta maaf atas kegagalan ini. Namun, kami sudah berjuang keras. Semoga kami bisa lebih baik pada masa yang akan datang," kata Muchlis Hadi Ning.

Sahrul Kurniawan menjadi salah satu pemain yang sangat terpukul. Selain meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, Sahrul juga memintaa maaf kepada orang tuanya.

"Aku meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Aku juga meminta maaf kepada orang tuaku. Kami akan berlatih lebih keras lagi. Semoga kami bisa lebih baik pada turnamen-turnamen berikutnya," tutur Sahrul.

Hal senada juga disampaikan Evan Dimas. "Aku mewakili teman-teman ingin meminta maaf karena tidak bisa membawa Indonesia ke Piala Dunia U-20 (di Selandia Baru)," ujar Evan.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tetapi, ini rencana Allah. Inilah sepak bola, ada senang ada menangis. Kami mengucapkan beribu maaf kepada masyarakat atas kegagalan ini," lanjutnya.

Sementara itu, Indra Sjafri meminta masyarakat bersikap arif menyikapi kegagalan ini.

"Masyarakat tentu sangat arif menilai pertandingan sore ini. Memang ini sudah jalan dari Tuhan untuk kita. Seperti pada awal turnamen ini, saya sudah bilang kami memang butuh lolos Piala Dunia. Tapi kita sudah berupaya dan akhirnya kita gagal. Saya berharap,  para pemain jangan disalahkan. Kasihan mereka," beber Indra.

"Kami bangun tim ini dari nol. Tim ini memberikan prestasi juara Piala AFF setelah 22 tahun tidak juara. Tim ini kemudian lolos ke Piala Asia. Ketiga, saya dikejar lagi untuk lolos ke Piala Dunia. Target itu penting tapi jangan salahkan pemain. Mereka sudah maksimal," lanjutnya.