Tampilkan postingan dengan label Aditya Prameswara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aditya Prameswara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juli 2014

Mereka di Balik Sukses Indra Sjafri dan Timnas U-19, Aditya Prameswara (Fisioterapis)

 bola.net

Bola.net - Adit termasuk 'orang lama' di tim pimpinan Indra Sjafri. Ia sudah bergabung sejak persiapan Pra Piala Asia U-16 2012 lalu di Thailand. Dua kali Evan Dimas dkk juara di HKFA Hongkong, cedera mereka juga ditangani pria kelahiran Jakarta 5 Juni 1983 ini.

Namun, bukan hanya kebersamaan yang sudah terbangun sejak lama itu yang membuat Adit bersedia bertahan di Timnas U-19 sampai saat ini. Mimpi mengantarkan Timnas Indonesia ke Piala Dunia menjadi alasan kenapa ia bersedia bertahan bekerja dengan Indra.

"Secara kekeluargaan memang pasti, karena suka duka sudah kita lewati bersama. Tapi sebenarnya ada satu tekad dan tujuan dari kami para official sejak bergabung bersama dulu, kami ingin ke Piala Dunia U-20," jelas Adit.

Di Piala AFF U-19 dan kualifikasi Piala AFC U-19 lalu, hampir tak pernah ada pemain Indonesia yang absen karena cedera selama dua laga. Dalam hitungan hari, cedera yang sempat dialami Mukhlis Hadi Ning Syaifulloh dan M Sahrul Kurniawan pulih dengan cepat. Bahkan tak pernah terlihat mereka menggunakan kinesio taping sebagai penahan otot yang cedera.

Namun bagi Adit, semua itu bukanlah hasil kinerjanya seorang. Itu adalah buah dari kepatuhan para pemain terhadap instruksi pelatih fisik, dokter dan seluruh tim official. "Yang utama memang karena mereka patuh-patuh. Tapi sejak awal tim ini dibentuk, pemain memang sudah diseleksi kualitas fisiknya. Saya hanya membantu maintenance dari program Pak Nur Saelan (pelatih fisik) dan dokter," jelas mantan fisioterapis Timnas Futsal Indonesia di 2007 ini.

Terkait kinesio taping yang tak pernah digunakan di Timnas U-19, pria jebolan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta 2003 ini mengaku tetap menyediakannya untuk Timnas U-19. "Pemain sering bertanya dan ingin menggunakan itu. Saya hanya menjelaskan kepada mereka tentang fungsinya, dan mereka memahami kalau tak perlu menggunakannya karena tidak cedera," jelas fisioterapis yang tercatat sebagai staf pengajar di SMPN 171 Jakarta Timur ini.

Meski begitu, yang namanya pemain muda ada saja yang tetap ngeyel ingin bergaya dengan kinesio taping bak pemain profesional. "Seingat saya dua kali pasang taping di AFF dan AFC. Satu untuk leher Ravi (Murdianto) yang memang sakit kalau menoleh, satu lagi untuk pemain yang ingin kelihatan keren. Saya perbolehkan, karena dia pakai di tangan," tutup Adit  dengan tertawa dan tanpa mau menyebut nama pemain tersebut. 

Jumat, 02 Mei 2014

Timnas U-19 Jalani Terapi ala Ribery, Apa Manfaatnya?


VIVAbola - Sepulang dari latihan, Timnas U-19 tidak langsung beristirahat. Ada "ritual" yang wajib mereka jalani sebelum masuk ke kamar masing-masing. Setibanya di hotel, para pemain akan berendam di kolam berisi es dan air hangat.

Fisioterapis Timnas U-19,  Aditya Prameswara, menyebutnya sebagai hydromassage. Terapi yang berguna mengembalikan kembali kebugaran pemain usai menjalani latihan berat maupun setelah tampil dalam sebah pertandingan.

"Tata caranya itu, sehabis latihan atau bertanding, pertama pemain masuk ke dalam air normal, biasa. Lalu mereka masuk ke dalam air es, suhunya turun, dan terakhir masuk ke air panas," jelas Aditya, kepada VIVAbola, belum lama ini.
Aditya menjelaskan, inti hydromassage adalah melakukan pijatan kepada tubuh manusia lewat mediasi air. Hydromassage membantu untuk mengendurkan otot, meningkatkan sirkulsi darah dan meredakan nyeri dan ketegangan otot. Selain itu, menurut Adit, terapi satu ini juga sangat baik mengatasi stres pada pemain.

Aditya menambahkan, Hydromassage bisa dilakukan dengan beberapa metode. Selain berendam, bisa lewat pijatan menggunakan es--menempelkan kantung berisi es (ice pack application). Waktu yang dibutuhkan 2 menit setiap tahapan.
"Efeknya ke tubuh, pemain akan merasakan kesegaran. Tapi itu baru terasa sekitar setengah jam setelah terapi," kata Aditya.

Belum lama ini, VIVAbola, sempat menyaksikan proses terapi hydromassage yang dijalani Evan Dimas Cs di Hotel Yasmin, Tangerang. Sepulang dari latihan di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, satu per satu pemain tampak memasuki dua buah penampungan air berwarna biru. Di salah satu bak, tampak bongkahan-bongkahan es mengapung di atas air. Mereka berendam bergantian.

Kiper Timnas U-19, Ravi Murdianto, mengaku merasa lebih segar setelah menjalaninya. Menurutnya, badan akan terasa segar setelah menjalani terapi ini. "Seperti baru bangun tidur," kata Ravi saat berendam di dalam kolam air es.

Timnas U-19 bukan yang pertama menggunakan teknik ini. Menurut Aditya Frank Ribery juga pernah melakukannya ketika membela timnas Prancis di Euro 2008. Bahkan, beberapa tim Liga Dunhil juga pernah melakukan hydromassage. Timnas U-23 era Rahmad Darmawan juga disebut menggunakan terapi jenis ini.

Selasa, 29 April 2014

Badai Cedera Hantui Persiapan Timnas U-19 Lawan Myanmar


VIVAbola - Hari kedua latihan timnas Indonesia U-19 di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, diwarnai dengan cedera pemain. Akibatnya, dua punggawa Garuda Jaya, Martinus Novianto dan Hamdan Zamzami menepi lebih awal.

Martinus dan Zamzami sebenarnya sempat menjalani tes fisik, namun tidak sampai tuntas. Keduanya kemudian hanya menonton rekan-rekannya berlatih dari tribun.

"Yang cedera hanya Hamdan," kata Fisioterapis Timnas U-19, Aditya Prameswara. Menurut dia, Martinus tidak cedera melainkan mengalami radang tenggorokan.

Hamdan mengalami cedera di bagian kaki kanannya setelah mengikuti tes fisik. Saat berada di bangku penonton, Hamdan tampak mengompres lutut sebelah kanan dengan es. Namun, Aditya memastikan bahwa cedera Hamdan tidak parah.

Pada latihan sebelumnya, Awan Setho dan Irfandi Bagas juga tidak menjalani latihan tim secara penuh. Namun, menurut Aditya, kondisinya juga tidak terlalu parah.

"Ini akibat para pemain tidak mengikuti instruksi pelatih agar tetap menjaga kondisi selagi masa libur. Bisa juga kaget karena sudah lama tak latihan," ujar Aditya.

Cedera juga sempat menimpa dua pemain timnas Indonesia U-19, saat menjalani laga terakhir di Tur Nusantara. Meski demikian, Aditya mengatakan tim tidak menyiapkan program khusus untuk mengantisipasi kejadian tersebut berulang. Mereka tidak tidak terlalu khawatir dengan padatnya jadwal laga Garuda Jaya.

"Tidak ada penanganan khusus, cuma terapi hydromassage sama latihan saja," tuturnya. (art)