Tampilkan postingan dengan label Muhammad Diky. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Diky. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Oktober 2014

9 Pemain Timnas U-19 Masih Tanpa Klub

                                                                                                           Peksi Cahyo-BOLANEWS
Bolanews.com - Tim nasional Indonesia U-19 dibubarkan setelah tidak berhasil lolos ke Piala Dunia U-20 tahun 2015. Mereka akan kembali ke klub masing-masing, tetapi ada beberapa pemain yang masih tanpa klub.


Dari 23 pemain Garuda Muda yang dibawa ke Piala AFC U-19 di Myanmar, terdapat sembilan pemain yang masih berstatus tanpa klub.

Salah satu dari sembilan nama itu merupakan pemain utama di timnas U-19, yakni bek sentral Hansamu Yama Pratama. Berikut sembilan pemain timnas U-19 yang masih belum terikat kontrak dengan klub:

Hansamu Yama Pratama (Bek)
Diky Indrayana (Kiper)
Febly Gushendra (Bek)
Mahdi Fahri Albaar (Bek)
Ricky Fajrin (Bek)
Hendra Sandi Gunawan (Gelandang)
Dimas Drajad (Penyerang)
Dinan Javier (Penyerang)
Septian David Maulana (Penyerang)

Kamis, 09 Oktober 2014

Diky Indriyana, Pelapis Pertama Ravi



 Warta Kota

KOMPAS.com - Nama Mochammad Diky Indrayana mungkin masih agak asing bagi para pecinta sepak bola Indonesia. Pasalnya, pemain yang berasal dari Citangtu Kabupaten Kuningan ini jarang mendapatkan kesempatan tampil sebagai penjaga gawang Tim Nasional Indonesia U-19.

Meskipun demikian, Diky selalu dalam posisi aman selama mengikuti seleksi Garuda Jaya besutan pelatih Indra Sjafri. Tak heran jika pemain kelahiran 4 Juni 1997 ini pun terpilih untuk bergabung dengan 22 pemain lainnya, yang pergi ke Myanmar untuk memulai misi meraih kejayaan di Piala Asia U-19 yang mulai bergulir 9 Oktober ini.

Memang, nama Ravi Murdianto dan Awan Setho yang kerap mengawal gawang Timnas U-19. Dua pemain tersebut sering secara bergantian menjadi pilihan pelatih ketika mereka melakoni pertandingan, baik uji coba maupun laga resmi, termasuk ketika Evan Dimas dan kawan-kawan menjuarai Piala AFF U-19 tahun lalu, serta selama kualifikasi Piala Asia U-19.

Namun menjelang keberangkatan ke Myanmar, Awan Setho Raharjo mengalami cedera dislokasi kelingking, yang membuatnya terdepak. Artinya, Diky, yang selama ini menjadi kiper nomor tiga, berpotensi menjadi pelapis pertama Ravi selama kompetisi di Myanmar, meskipun dia juga harus bersaing dengan Rully Desrian, yang dipanggil sebagai pengganti Awan Setho.

Diky pernah mendapat kepercayaan untuk mengawal gawang Timnas U-19 saat mereka melakoni uji coba melawan tim Pra-PON DIY pada 7 Februari lalu. Dia masuk menggantikan Ravi pada menit ke-68 dalam laga yang berakhir dengan skor 3-2 untuk Timnas U-19.

Semoga, Diky bisa memberikan yang terbaik bagi Timnas U-19 ketika dia mendapatkan kesempatan bermain, demi meraih tiket menuju Piala Dunia U-20 tahun depan di Selandia Baru. Untuk lolos ke sana (Piala Dunia), Timnas U-19 wajib menembus babak semifinal karena hanya tim yang lolos ke babak empat besar, yang berhak mendapatkan tiket ke Selandia Baru.

Profil singkat

Nama: Mochammad Diky Indrayana
TTL: Ciamis / 04 Juni 1997
Tinggi Badan: 178 cm
Posisi: Penjaga gawang

Rabu, 03 September 2014

Tingkatkan Reaksi, Kiper Timnas U-19 Dilatih Tangkap Bola Tenis

Ferril Dennys/kompas.com

TRIBUNNEWS.COM, JOGJA - Pelatih kiper Tim Nasional Indonesia U-19, Jarot Supriadi, meningkatkan reaksi dan reflek untuk tiga kiper yang dimilikinya. 

Dalam sesi latihan pagi yang digelar di lapangan GOR Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (3/9/2014) pagi tadi, Jarot menggunakan media bola tenis dan raket untuk meningkatkan rekasi dan reflek Ravi Murdianto, Awan Seto, dan Muhammad Diki Indrayana. 

Jarot memulai latihan ini dengan melempar bola tenis ke atas atau ke bawah yang kemudian berusaha ditangkap kiper dari jarak dekat. Lambat-laun intensitas latihan semakin tinggi. 

Jarot kemudian memukul bola tenis tersebut dengan menggunakan raket ke pojok kanan-kiri bawah secara bergantian. Ravi, Awan, dan Diki berhasil menangkap bola tenis yang melesat kencang. 

Menurut Jarot, latihan dengan menggunakan bola tenis merupakan variasi latihan. "Latihan ini ada tujuannya yakni meningkatkan reaksi dan reflek pemain. Dari latihan tadi, kita lihat bola jadi lebih cepat. Apalagi kalau dipukul raket sehingga kecepatan reaksi dan refleknya bisa meningkat. Hari ini, kami fokus meningkatkan poin itu," kata Jarot. 

Jarot menjelaskan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan reaksi dan refleksi pemain. "Bisa dilakukan dengan cara membalikkan badan kemudian diminta menangkap bola. Dengan bola tenis, untuk memberikan variasi latihan," tutur Jarot.  

Dikatakan Jarot, reaksi dan refleksi bukan hal utama yang dimiliki pemain. Kiper harus memiliki power, koordinasi, dan speed. "Semua harus ada. Ada dari sisi teknik. Bagimana dia menghalau bola atas atau bawah. Taktikal bermain dengan tim juga perlu. Bagaimana dia mengumpan rekannya dan mengontrol bola," ulas Jarot.

Sabtu, 28 Juni 2014

M.Dicky Bangga Jadi Kapten Timnas U-19


BANDUNG, Bolanasional.co-Pemain kelahiran Ciamis, Mochamad Dicky menjadi kapten Timnas U-19 saat melkoni laga uji coba melawan tim Pra PON Jabar.

Mochamd Dicky dipilih Indra Sjafri menjadi kapten Timnas U-19 pada pertandingan ini karena Dicky putra daerah Jabar. Di Timnas U-19, Jawa Barat mempunyai dua pemain Mochamad Dicky dan Eriyanto asal Sukabumi.

“Iya saya kaptennya. Tentunya ini merupakan kehormatan bagi saya dan saya berjanji bermain maksimal,” kata Dicky kepada Bolanasional.co, Jum’at (27/06).

Selain menunjuk Dicky pada pertandingan nanti, Putu Gede diparkir dan digantikan oleh Eriyanto. Eriyanto pun bertekad menujukan permainan yang terbaik.

“Saya berjanji bermain bagus. Apa lagi ini bermain di kampung sendiri,” ujarnya.
Berikut susunan pemain Timnas U-19 kontra PRA PON Jabar:

Mochamad Dicky (GK), Eriyanto, Maldini Pali, Zulfiandi, Evan dimas, Ilhamudin Armaiyn, Muchlis Hadi Ning, Paolo Sitanggang, Rizky Fajrin Saputra, Hansyamu Yama, Sahrul Kurniawan.

Kamis, 26 Juni 2014

Kapten Timnas U-19, Eriyanto atau Diky?

sidomi.com

Sportanews.com - DI dalam skuad Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, hanya ada 2 pemain asal Jawa Barat. Eriyanto dari Sukabumi dan penjaga gawang Diky Indrayana dari Ciamis.

Pelatih Indra Sjafri memastikan, salah satu dari dua pemain asal Jawa Barat itu bakal menjadi kapten tim saat menghadapi tim PON Jabar di Stadion Siliwangi Bandung, Jumat (27/6). Namun, Indra masih belum menyebutkan pilihannya.

Di Kantor Asprov PSSI Jabar, Kamis (26/6), Indra mengatakan, tradisi kapten tim dari putra daerah itu sudah dilakukan di Tur Nusantara jilid II. Tujuannya untuk memacu semangat dan motivasi putra daerah lainnya, termasuk di Jawa Barat.

“Dari dua pemain Jabar, salah satunya akan jadi kapten. Dengan begitu,kita berharap ada motivasi dari pemain Jabar lainnya,” kata mantan pemain PSP Padang ini.

Rabu, 25 Juni 2014

Pemain Asal Jabar Akan Jadi Kapten Timnas U-19

BANDUNG, TRIBUN - Satu dari dua pemain tim nasional (timnas) U-19 asal Jabar bakal menjadi kapten tim menghadapi tim PON Jabar.

Dua anggota skuat tim asuhan Indra Sjafri yang berasal dari Jabar adalah kiper M. Diky Indriyana dan pemain belakang, Eriyanto. "Nanti, kapten tim kami antara Dikri dan Eriyanto," ujar Indra di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Rabu (25/6).

Indra memang selalu mengutamakan pemain asal kota-kota yang menjadi tujuan tur untuk memimpin timnya. "Ini penghargaan saya terhadap putra daerah, pemprov (pemerintah provinsi), pengcab (pengurus cabang PSSI) dan supaya memberi semangat kepada pemain usia dini," katanya.

Indra pun masih membuka pintu bagi pemain asal Jabar untuk masuk skuat timnas U-19. "Kalau ada yang masuk standard, saya ambil. Saya mengharapkan pemain yang ingin dipilih tadi masuk regulasi," ujarnya.

Karena itu, ia mengharapkan tim PON Jabar banyak diperkuat para pemain terbaik kelahiran 1995. Sang pelatih mengatakan selalu menurunkan para pemain dan strategi yang berbeda di tiap kota tujuan Tur Nusantara.

"Dari daerah ke daerah, saya rotasi. Di Tur Nusantara, kami coba strategi alternatif serta alternatif komposisi sebelum ke Myanmar," katanya. (tom)

Sabtu, 19 April 2014

Libur Sepekan Kiper Garuda Muda Pulang Kampung ke Cikoneng

 
JAKARTA, Jaringnews.com - Kiper Timnas U-19 Mochamad Dicky berencana pulang ke kampungnya di Cikoneng, Kabupaten Ciamis selepas melaksanakan ibadah Umrah dan memperkuat Garuda Jaya di Tur Timur Tengahnya.

Rombongan Timnas U-19 dijadwalkan tiba di Tanah Air , Minggu (20/04) siang setelah menempuh sembilan jam penerbangan dari Dubai. Mereka diberi kesempatan berkumpul bersama keluargannya selama satu pekan.

"Kami libur satu pekan. Saya sendiri akan pulang ke kampung halaman di Cikoneng, Ciamis," kata M.Dicky kepada Jaringnews.com via Blackberry Messengernya, Sabtu siang.

Dicky mengaku sudah rindu dengan suasana keluarganya. Selain itu, ia pun berniat berkumpul bersama teman-temannya sema SMP di SMP 1 Cikoneng.

"Kangen banget sama rumah. Dan sama teman-teman SMP. Rencananya saya akan bertemu mereka di SMP 1 Cikoneng," ujarnya.

Bukan Hanya Dicky, Winger Garuda Muda Eriyanto pun berencana mudik ke kampung halamannya di Cibadak Sukabumi.

"Langsung pulang ke Sukabumi. Saya sudah rindu sama keluarga. Kesempatan libur satu pekan akan saya manfaatkan bersama keluarga," tuturya.
(Nps / Ben)
 

Rabu, 02 April 2014

Penjaga Gawang Timnas Indonesia U19 Harus Bisa Jadi Bek

Seluruh pemain Timnas Indonesia U19 harus memiliki naluri menyerang yang baik, tidak terkecuali penjaga gawang. Alhasil sektor penjaga gawang pun tidak luput dari evaluasi tim pelatih jelang Piala AFC U-19 pada Oktober 2014 mendatang.
Dibarisan penjaga gawang Timnas U19 saat ini ada nama-nama seperti Ravi Murdianto, Awan Setho Raharjo, dan Mochammad Dicky Indrayana. Ketiga kiper itu pun dituntut agar tidak terlalu pasif menunggu serangan di bawah mistar.
Tidak dipungkiri jika tiga penjaga gawang timnas itu, selama ini memang mendapatkan porsi latihan sendiri. Termasuk sesi latihan timnas U-19 di lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH) Karawaci Tangerang, Minggu (30/3/14).
Pelatih kiper timnas U-19, Jarot Supriadi menyatakan peran penjaga gawang bakal lebih besar. Jadi mereka tidak hanya berdiri di bawah mistar, melainkan harus bisa juga menyusun serangan balik.
“Kiper bisa bermain layaknya pemain belakang, sehingga mampu menciptakan peluang bagi rekan yang lain ketika serangan balik” ungkap Jarot Supriadi.
Kemampuan multifungsi dari peran penjaga gawang memang sangat dibutuhkan, mengingat karakter permainan timnas U-19 yang agresif dan mengandalkan penguasaan bola.
Ketika pemain bertahan maju sampai di depan garis pertahanan lawan, kondisi tersebut tentunya bisa meninggalkan celah kosong di belakang ketika ada serangan balik. Di sinilah peran kiper untuk menutup serangan balik lawan dibutuhkan.
“Dengan perannya nanti, penjaga gawang bisa membantu untuk mengisi posisi yang kosong itu” tambahnya.
Namun Jarot belum bisa menilai permainan tiga penjaga gawang didikannya itu, apakah telah sesuai dengan keinginannya atau belum. Yang jelas dirinya sudah cukup puas melihat penampilan tiga penjaga gawang tersebut.
“Saya hanya berupaya mengenalkan tipikal penjaga gawang yang lebih modern dan bisa mengikuti gaya permainan tim” pungkas Jarot Supriadi.

Sumber 

Selasa, 01 April 2014

Rivalitas Tiga Kiper Timnas U-19 Tetap Sportif

Liputan6.com, Jakarta Kiper Timnas U-19, Ravi Murdianto merasa tidak ada persaingan memperebutkan posisi kiper utama Timnas U-19. Sejak bergabung dengan Timnas U-19, poisisi kiper jangkung itu tidak tergantikan.

Skuat asuhan Indra Sjafri saat ini memiliki dua kiper lainnya, yaitu Awan Setho Raharjo dan Muhammad Diky. Menurut kiper milik Tim Perserang Serang itu, rivalitas memperebutkan posisi kiper utama Timnas U-19 berjalan sportif. Ravi menjadi aktor penting sukses Garuda Jaya meraih Piala AFF U-19 dan membawa Indonesia menembus Piala AFC U-19 setelah tampil sebagai juara grup di Kualfikasi.

“Siapa yang tampil baik, dia yang akan menempati tim utama. Persaingan berlangsung sehat. Kami bertiga saling menghargai. Terpenting saling berbagi pengalaman,” ujar kiper 19 tahun itu di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin 31 Maret 2014.

Di antara dua penjaga gawang lainnya, Ravi memang memang memiliki jam terbang tinggi di banding Awan Setho dan Muhammad Diky. Terbukti, posisi Ravi tidak tergantikan selama Piala AFF U-19 dan Kualifikasi Piala Asia U-19. Berstatus sebagai kiper utama, Ravi justru merasa tidak terbebani.

Sebaliknya, dia bisa tempil lepas tanpa beban. “Ini semua berkat dukungan semua tim. Saya tidak merasa memiliki jam terbang paling tinggi di antara kiper lainnya,” aku Ravi.

Sebelumnya, pelatih kiper Jarot Supriadi menyatakan, Ravi Murdianto memiliki jam terbang paling tinggi di antara dua kiper lainnya. Tapi sang pelatih menegaskan, Ravi bukan satu-satunya opsi utama di bawah mistar saat Turnamen Piala AFC U-19, Oktober 2014 nanti.

“Target saya membentuk mereka agar siap ketika dibutuhkan. Tidak harus memasang Ravi atau Awan Seto. Siapapun bisa menjadi starter bila diperlukan. Tingkat kematangan seorang kiper dapat dilihat dari jam terbangnya, Jadi disini saya ingin memberikan jam terbang agar mental mereka selalu siap dalam pertandingan."

(Rejdo Prahananda) 

Sumber

Senin, 17 Februari 2014

Plus Minus Perkembangan Positif Kiper Timnas Indonesia U-19


TRIBUNNEWS.COM,SENAYAN - Tiga kiper di timnas U-19 yakni Ravi Murdianto, Awan Setho Raharjo, dan Mochamad Diky Indrayana menunjukan progres positif sesuai harapan pelatih. Penunjukkan perkembangan ini dilihat dari tur nusantara.
Di bawah ini plus dan minus penilaian pelatih kiper Jarot Supriadi menyikapi perkembanggan tiga kipernya:

Plus
* Pengambilan keputusan untuk merebut bola dalam duel satu lawan satu cukup baik
* Sukses memperkirakan waktu kapan keluar dari gawang untuk menyambut umpan silang pemain lawan
* Pergerakan tanpa bola ketika tim membangun serangan sesuai instruksi

Minus
* Salah satu yang terdeteksi adalah penempatan posisi
* Menurut Jarot hal tersebut berkaitan dengan jam terbang yang dilahap pemain
* Selain itu, komunikasi kiper dengan pemain belakang kurang intens

Sabtu, 15 Februari 2014

Tiga Kiper Timnas U-19 Tunjukkan Peningkatan Positif


TRIBUNNEWS.COM,SENAYAN - Ketiga kiper timnas Indonesia U-19 yaitu Ravi Murdianto, Awan Setho Raharjo, dan Mochamad Diky Indrayana menunjukan progres positif sesuai harapan. Tolak ukurnya adalah empat pertandingan tur nusantara.

"Saya melihat ketiga pemain ini ada peningkatan. Target sesungguhnya pada saatnya nanti tiga kiper ini siap diturunkan kapan saja ketika dibutuhkan," ujar pelatih kiper Jarot Supriadi.

Mantan pelatih kiper di tim Persipura Jayapura ini menyebut tiga kipernya mampu terlibat dalam permainan tim secara keseluruhan. Dari segi kecepatan, kiper mampu mengimbangi empat pemain bertahan. Kecepatan dalam mengawal gawang dibutuhkan untuk menunjang bangunan serangan yang  dirancang dari belakang.

"Jadi tidak bisa dilihat hanya dari berapa banyak seorang kiper menggagalkan tendangan lawan karena tekanan yang dihadapi berbeda-beda. Tapi bagaimana kiper bisa ikut bermain, mengatur tempo. Karena dari belakang-lah serangan dibangun," Demikian diungkapkan 

Indonesia U-19 memang selalu mengutamakan penguasaan bola saat bertanding. Agar skema itu berjalan lancar, setiap pemain di posisinya termasuk kiper harus memahami strategi pelatih.

Senin, 27 Januari 2014

Fase Pembentukan Kiper Timnas U-19


TRIBUNNEWS.COM - Pada pelatnas tahap kedua, pelatih kiper timnas U-19 Jarot Supriadi bakal menggenjot tiga kiper yaitu Ravi Murdianto, Awan Setho Raharjo, dan Muhammad Diky.
Mereka diharapkan prima saat putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober mendatang. Selama pelatnas, Jarot sudah merancang beragai program. 

Fase umum
*Titik berat mengkondisikan fisik pemain agar siap secara taktikal. Pada fase umum tim mengembangkan tenaga, kecepatan reaksi, atau kecepatan bergerak. Di fase ini Jarot berhasil membuat berat badan Ravi ideal dari 88 (kilogram) kg ke 80 kg untuk ukuran tinggi badang 182 cm

Fase khusus
*Masuk ke taktikal. Kiper harus siap untuk ikut terlibat dalam permainan

Fase pra kompetisi
*Fase ini pelatih tinggal memoles dan mengevaluasi pemain

Jarot Supriadi Rancang Program Latihan agar Kiper Ikut Permainan Tim


TRIBUNNEWS.COM - Pelatih kiper timnas Indonesia U-19 Jarot Supriadi merancang program latihan agar seorang kiper bisa terlibat dalam permainan tim.
Materi itu diberikan pada fase kedua pelatnas Indonesia U-19 di Yogyakarta, sejak 8 Januari 2014.
Super Ball sempat melihat sesi latihan yang diberikan Jarot. Tiga kiper timnas U-19 yakni Ravi Murdianto, Awan Setho Raharjo, dan Muhammad Diky diminta berdiri di bawah mistar dengan tiang penghalang dipasang beberapa meter dari posisi kiper. Posisinya berhadap-hadapan.
Jarot kemudian menendang bola ke arah kiper yang sudah melompati tiang. Di sesi berikutnya, Jarot melempar bola dan kiper memetik bola di udara. Jarot kemudian menyusun 10 bola yang jaraknya persis di titik putih kotak penalti.
Bola kemudian ditendang menyusur tanah. Kiper harus cepat menghalau bola. Di sesi keempat bola ditendang melambung. Kiper harus melompat dan menjatuhkan badan ketika berhasil menghalau bola.
Pada seluruh sesi, pelatih hanya menekankan kecepatan belum mengarah ke teknik menangkap bola yang tepat. Seluruhnya untuk meningkatkan level kecepatan kiper.
"Kecepatan hanya merupakan salah satu aspek yang dibutuhkan penjaga gawang selain tenaga, dan kekuatan lengan. Intinya, di tahap kedua ini saya ditekankan bagaimana seorang kiper ikut terlibat dalam sebuah permainan," tutur Jarot kepada Super Ball.