Tampilkan postingan dengan label Tur Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tur Nusantara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 November 2014

Indra Sjafri Sesalkan Eksploitasi 'Tur Nusantara'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSSI memecat Indra Sjafri dari kursi pelatih Timnas U-19 Indonesia lantaran gagal menembus semifinal Piala Asia U-19 2014 pada Oktober lalu. Namun, Indra menilai salah satu penyebab kegagalan Evan Dimas dan kawan-kawan lantaran eksploitasi Timnas U-19 dalam 'Tur Nusantara'.

Indra mengakui Timnas U-19 Indonesia memang membutuhkan pemusatan jangka panjang untuk persiapan menghadapi Piala Asia U-19 2014. Tapi, kata Indra, prosesnya yang salah dan diubah oleh pihak manajemen.

''Memang kita yang merancangnya, tapi prosesnya diubah oleh manajemen,'' kata Indra kepada Republika Online.

''Awalnya kita hanya bermain di lima titik saja, bukan berpindah-pindah seperti sirkus. Waktunya pun tidak sepanjang itu,'' kata Indra. ''Misalnya kita bermain di Padang dan klub-klub di sekitar akan mendatangi kita, bukan kita yang menyambangi mereka seperti Tur Nusantara kemarin.''

Indra mengakui dirinya tidak punya pilihan kecuali menyetujui rencana manajemen tersebut. Semua itu tidak terlepas dari masalah anggaran dana.

''Ini yang perlu dicatat. PSSI itu terlepas dari pemerintah. Jika kita tidak menuruti keinginan manajemen, PSSI mendapatkan dana dari mana?'' katanya.

''Sedangkan, banyak timnas lain yang harus dipersiapkan oleh PSSI. Mungkin jika pemerintah ingin membantu, kami bisa menarik keinginan manajemen,'' ujar Indra.
 

Selasa, 05 Agustus 2014

Tur Nusantara Lebih Berat dari Turnamen Hasanah Boolkiah Trophy

 Super Ball/Feri Setiawan




TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Tim Nasional U-19 Indra Sjafri mengatakan Turnamen Hasanah Boolkiah Trophy (HBT) yang diikuti oleh Garuda Jaya lebih unggul dibandingkan dengan Turnamen Cotif, Valnecia, Spanyol yang merupakan rencana awal. Pelatih asal Padang ini menilai HBT lebih berkelas yang diikuti oleh tim berkualitas.

"HBT itu turnamen lebih berkualitas dibanding Cotif," ujar Indra Sjafri kepada Harian Super Ball usai latihan di Lapangan Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Senin (4/8/2014).

Indra mengatakan pengelolaan turnamen ini pun berbeda dengan turnamen umumnya. Salah satunya, kata Indra turnamen ini digelar tanpa penonton.
"Nanti di turnamen ini tanpa penonton," ujarnya.

Indra menegaskan lawan tanding nantinya timnas senior dari negara asia. Saat ditanya perbedaan usia lawan yang dihadapi, Indra mengatakan tidak menjadi soal. Alasannya, dalam uji coba Tur Nusantara I dan II yang telah dilakoni Garuda Jaya pun lawannya pemain senior.

"Nggak masalah, kita sudah biasa menghadapi tim senior. Justru Tur Nusantara di daerah itu lebih menantang dari pada HBT. Karena mereka antusias ingin mengalahkan kita," ujarnya.

Indra menambahkan dalam HBT nanti pihaknya tidak memasang target muluk karena sifatnya ujicoba. Akan tetapi, ia meminta Garuda Jaya bisa menampilkan permainan terbaik.
"Kita tak pasang target, yang penting menampilkan yang terbaik saja," ujarnya.

Selasa, 15 Juli 2014

Laga Uji Coba Timnas U-19 Ini Akan Jadi Penggalangan Dana Buat Palestina

 Republika/ Edwin Dwi Putranto 

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Manajemen Persiter Ternate menggalang dana untuk membantu warga Palestina di Gaza sebagai bentuk kepedulian atas penderitaan yang dialami warga negara itu akibat serangan militer Israel.

"Persiter Ternate kebetulan akan melakoni pertandingan uji coba dengan Timnas Indonesia U-19 di Gelora Kie Raha pada 22 Juli 2014 dan momentum ini kita akan manfaatkan menggalang dana untuk warga Palestina di Gaza," kata Sekretaris Umum Persiter Ternate Hasbi Yusup di Ternate, Selasa (15/7).

Penggalangan dana tersebut akan dilakukan dengan cara menjual karcis untuk pertandingan uji coba tersebut kepada masyarakat dengan harga mulai dari Rp50 ribu sampai dengan Rp150 ribu, yang 10 persen dari penjualan karcis itu akan disumbangkan untuk warga Palestina.

Hasbi mengharapkan kepada masyarakat di Ternate dan kabupaten/kota lainnya untuk membeli karcis pertandingan uji coba antara Persiter Ternate dengan Timnas U-19 tersebut, karena selain menyaksikan laga kedua tim, juga sekaligus menyumbang untuk warga Palestina di Gaza.

Manajemen Persiter Ternate akan memberi kesempatan pula kepada masyarakat yang ingin menyalurkan dana di luar pembelian karcis pertandingan uji coba Persiter Ternate dengan Timas U-19 tersebut untuk sumbangkan kepada warga Palestina.

Hasbi mengatakan, jika pertandingan uji coba tersebut disaksikan minimal 5.000 penonton maka akan terkumpul sedikitnya dana minimal Rp25 juta untuk disumbangkan kepada warga Palestina dengan asumsi semuanya membeli tiket harga Rp50 ribu.

Sementara itu sejumlah elemen masyarakat di Ternate dan kota lainnya di Malut dalam beberapa terakhir juga melakukan penggalangan dana untuk warga Palestina, di antaranya dengan cara menempatkan kotak sumbangan di masjid dan tempat-tempat strategis lainnya.

Ada pula organisasi masyarakat yang menggalang dana untuk warga Palestina dengan cara menjual VCD yang menggambarkan kondisi warga Palestina akibat serangan militer Israel beberapa tahun silam seharga Rp50 ribu per keping.

Ini Manfaat Tur Nusantara Timnas U-19 Menurut Indra Sjafri

 © Fajar Rahman

Bola.net - Indra Sjafri menyebut ada beberapa manfaat yang diraih anak asuhnya dari Tur Nusantara yang bakal berakhir 23 Juli mendatang. Menurut Pelatih Timnas U-19 ini, dengan Tur Nusantara anak asuhnya bisa mendapat pengalaman bertanding.

"Ada berbagai tipe lawan yang harus kami hadapi pada Tur Nusantara. Ini akan memperkaya pengalaman anak-anak," ujar Indra Sjafri.

"Selain itu, dengan tur ini, kita juga bisa melihat pemain-pemain bagus yang selama ini tak terpantau," sambungnya.

Saat ini, Timnas U-19 sedang berada dalam rangkaian Tur Nusantara Tahap 2. Rangkaian ini bakal berakhir di Ternate, 23 Juli mendatang. Di kampung halaman Ilham Udin Armaiyn ini, Evan Dimas dan kawan-kawan bakal menghadapi Persiter Ternate. Setelah libur Idul Fitri, 3 Agustus mendatang, mereka bakal terbang ke Spanyol untuk berkompetisi di Turnamen COTIF.

Lebih lanjut, Indra menambahkan manfaat lain yang didapat dari Tur Nusantara. Menurutnya, rangkaian uji coba ini kian mendekatkan anak asuhnya dengan pecinta bola Indonesia.

"Akhirnya, ini akan menghapus kesan eksklusif dari timnas dan membuat masyarakat kian dekat dengan timnas dan membuat mereka bisa mencintai timnas mereka sendiri," tandas Indra. (den/dzi)

Minggu, 04 Mei 2014

'Susunan Pemain U-19 Tak Sama seperti di Tur Nusantara'


JAKARTA - Tim Nasional Indonesia U-19 akan menjamu Timnas Myanmar U-19 pada laga uji cobanya ke-3, Senin malam besok. Laga uji coba ini sebagai persiapan sebelum melakoni pentas AFC Cup U-19 di Myanmar yang akan diselenggarakan 9-23 Oktober mendatang.

Setelah menjalani persiapan latihan sejak Senin pekan lalu, para skuad asuhan Indra Sjafri mengaku sudah tidak sabar dalam menghadapi laga ini. Sebelumnya Garuda Muda telah melakoni serangkaian tur uji coba, yakni tur Nusantara I yang berlangsung di Pulau Jawa, Tur Nusantara II di Pulau Kalimantan dan Tur Timur Tengah belum lama ini.

"Peake performancenya itu yang sedang kita benahi dan kecepatan. Dua hal ini yang sedang kita tata. Para pemain sudah tidak sabar. Mereka berharap dapat langsung berlaga ke AFC," ungkap Indra Sjafri saat jumpa media di Hotel Sultan, Minggu (4/5/2014).

Selain itu pelatih kelahiran Lubuk Nyiur ini juga sedikit menyampaikan bahwa pemain yang akan diturunkan tidak sama dengan pemain dalam tur nusantara lalu. Apa yang diungkapkan pelatih yang sukses mempersembahkan trofi AFF Cup 2013 jelas menjadi teka-teki dan menarik untuk ditunggu.

"Besok adalah pertandingan ke-19. Untuk pemain yang akan diturunkan tidak sama dengan yang diturunkan di tur nusantara," tambahnya.
(rin)
(Okezone.com)

Minggu, 06 April 2014

Tiket Timnas U-19 Dijual di Turnamen SSB


TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ada saja cara yang dilakukan orang untuk mencari keuntungan seperti yang terjadi di stadion Tridadi, Sleman.

Demi meraup rupiah, ada oknum yang nekad menjual tiket kadaluwarsa kepada penonton pertandingan turnamen sepak bola antar Sekolah Sepakbola (SSB).

Tiket ini berwarna kuning. Di situ, jelas terpampang merupakan tiket untuk laga pertandingan Timnas U-19.
Namun tiket itu sudah kadaluwarsa karena diperuntukkan untuk laga PSS Sleman melawan Timnas U-19 yang sudah berlangsung 3 Februari lalu. Tiket dijual seharga Rp 3 ribu per lembarnya.

Taqiem (28), adalah salah satu penonton yang menjadi korban lantaran membeli tiket kadaluwarsa dan bukan pada tempatnya itu.

Ketika masuk kedalam stadion, ia harus mengeluarkan tiga lembar uang seribuan yang ditukar dengan tiket kadaluwarsa. "Katanya suruh beli tiket, saya tadi beli dua bayar Rp 6 ribu," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Sleman Sukiman saat dihubungi Tribunjogja.com, mengaku belum mengetahui penjualan tiket kadaluwarsa tersebut. Namun ia dengan gamblang menyebut perilaku tersebut sebagai pelanggaran.

KONI Sleman akan segera berkonsultasi dengan Pemda terkait temuan tersebut. "Itu jelas perbuatan oknum kalau sampai tiket untuk Maguwoharjo dijual di stadion Tridadi. Kami akan segera berkoordinasi dengan pemkab," tandasnya. (*)

Minggu, 30 Maret 2014

Evan Dimas Nikmati Kesulitan di Tur Nusantara



INILAHCOM, Tangerang - Kapten Timnas Indonesia U-19, Evan Dimas Darmono mengatakan kalau Skuad Garuda Muda menemui berbagai sulitan saat melakukan Tur Nusantara. Meski demikian, Evan lebih memilih untuk menikmati kesulitan tersebut.

Timnas U-19 sudah menyelesaikan 13 laga Tur Nusantara yang berlangsung pada bulan Februari hingga Maret 2014. Dari 13 pertandingan, Garuda Muda meraih sembilan kemenangan dan empat hasil imbang. Selama Tur Nusantara, Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan mencetak 20 gol dari 207 peluang.

Dari 13 pertandingan tersebut, beberapa tim lawan yang menghadapi Timnas U-19 memakai pemain senior. Sebut saja Persiba Bantul yang menurunkan kiper senior berusia 29 tahun, M Yasir.

Pertandingan Timnas U-19 melawan Persiba terjadi pada tanggal 5 Februari, Yasir bermain pada babak pertama dan skuad Garuda Muda tidak bisa membobol gawang Persiba. Namun, ketika Persiba mengganti Yasir di babak kedua, Timnas U-19 mencetak dua gol.

"Memang ada kesulitan saat Tur Nusantara lalu, tapi kami harus menikmatinya. Kalau tidak ada kesulitan, kami tidak bisa melakukan evaluasi," kata Evan Dimas kepada wartawan di Hotel Yasmin, Karawaci, Sabtu (29/3/2014).

Setelah melakukan Tur Nusantara, Evan Dimas tengah bersiap menjalankan Tur Timur Tengah yang bakal dimulai sejak tanggal 9 April 2014. Di Timur Tengah, Timnas U-19 akan melakukan empat laga uji coba, yakni melawan Timnas Oman U-19 (9/4/2014), Timnas UEA U-19 (14 dan 16/4/2014) dan klub lokal, Al Shabab U-19 (19/4/2014).

"Kalau masalah kekuatan lawan di Tur Timur Tengah, saya belum mengetahuinya," singkat gelandang asal Surabaya, Jawa Timur tersebut.

Jumat, 28 Maret 2014

Indra Sjafri: Tingkat Kesalahan Timnas U-19 20 Persen

Pelatih tim nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri mengungkapkan, tingkat kesalahan anak asuhnya di Tur Nusantara tahap pertama mencapai 20 persen. Hal itu diungkapkan Indra ketika memaparkan hasil evaluasi di Sekretariat PSSI di Jakarta,

Secara keseluruhan, Indra mengaku cukup puas dengan performa yang diperlihatkan para pemain di 13 pertandingan, yang sebagian besar merupakan tim-tim U-21 di pulau Jawa dan Kalimantan.

Indra menyampaikan, para pemain mampu melakukan 600 sentuhan di setiap pertandingan. Menurutnya, penguasaan bola di sebuah pertandingan sangat penting, dan jumlah itu cukup memuaskan dirinya. Namun masih ada beberapa perbaikan yang perlu dilakukan.

“Kalau ingin memenangkan pertandinga, harus bisa menguasai bola [lebih sering]. Tingkat kesalahannya 20 persen. Tapi kami menginginkan sepuluh persen,” ujar Indra kepada wartawan.

“Total peluang yang kami peroleh 207, tapi yang menjadi gol hanya 20, ditambah satu di pertandingan melawan Persiba [Balikpapan U-21] yang dibatalkan. Artinya, setiap pertandingan 1,17 gol. [Itu] Sangat sedikit.”

“Walau begitu, kami selalu mengapresiasi anak-anak yang berusaha ingin tampil lebih baik.”

600 Umpan Diciptakan Timnas U-19 Selama Tur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih timnas U-19, Indra Sjafri, mengatakan timnya menunjukkan statistik impresif selama tur Nusantara. Dalam satu pertandingan, rata-rata timnas U-19 menciptakan 600 umpan.

"Bayangkan, dari 13 pertandingan, penguasaan bola kita di atas rata-rata. Rata-rata 600 sentuhan per pertandingan tapi tingkat kesalahan di atas 20 persen," ujar Indra saat ditemui Tribunnews.com di kantor PSSI, Jumat (28/3/2014).

Indra merasa belum puas terhadap statistik itu. Pria asal Sumatera Barat tersebut ingin tingkat kesalahan umpan Evan Dimas cs di bawah 10 persen pada pertandingan dengan tingkat tekanan tinggi. Pada pertandingan dengan tingat tekanan rendah, Indra ingin tingkat kesalahan umpan timnya di bawah lima persen.

"Kami menciptakan peluang 207 kali, golnya 20 plus satu. Dibagi 13 pertandingan, berarti setiap pertandingan tercipta 1,17 gol. Bandingkan dengan Jepang, lawan Vietnam menang 7-0, 10 peluang tujuh gol. Kita baru sepuluh persen," ujar Indra.

Senin, 24 Maret 2014

Inilah Manfaat Tur Nusantara Menurut Indra Sjafri


Bola.net - Timnas Indonesia U-19 baru saja merampungkan rangkaian Tur Nusantara usai berkeliling DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Kalimantan.

Dari tur yang dimulai sejak awal Februari kemarin tersebut, Skuat Garuda Jaya mendapat banyak manfaat. Menurut coach Indra Sjafri, salah satu keuntungan itu adalah membantu pihaknya menemukan pemain-pemain baru yang berkualitas.

"Anak-anak juga mendapat pengalaman berinteraksi dengan penonton. Mereka jadi tahu betapa besar harapan bangsa ini kepada mereka." ujar Indra Sjafri.

"Setiap pertandingan Timnas U-19 di mana pun, penonton datang dan memenuhi stadion. Bahkan lebih ramai daripada pertandingan Indonesia Super League (ISL)," lanjutnya.

Kini, para pemain tengah menjalani liburan dan dijadwalkan kembali bergabung pada 25 Maret besok untuk melakukan persiapan Tur Timur Tengah pada awal April. (esa/pra)

Minggu, 23 Maret 2014

Indra Sjafri Sayangkan Minim Pemain Muda

JAKARTA - Rangkaian tur nusantara Timnas U-19 sudah berakhir seiring kemenangan 0-3 dari tuan rumah Persiba Balikpapan U-21, Jumat (21/3) malam. Dari evaluasi yang dilakukan, pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri menyayangkan  banyak tim yang dilawan, tidak menyertakan pemain muda kelahiran Oktober 1995 ke atas.
 
Menurut Indra, sejatinya tur nusantara ini diharapkan bukan hanya memberi uji coba untuk skuad Garuda Jaya, julukan U-19. Tapi, juga agar dia dapat menemukan bibit pemain berpotensi, yang dapat direkrutnya untuk diseleksi dalam Timnas U-19.
"Padahal di technical meeting disampaikan tujuan dari ujicoba. Tim daerah lebih fokus pada pembinaan dengan juga menyertakan pemain mudanya untuk diproyeksikan ke timnas U-19. Tapi sayang sebagian besar daerah kurang merespon tujuan itu," katanya, kemarin (22/3).
 
Indra menyayangkan, semangat untuk meningkatkan pengembangan pemain muda di daerah itu, justru diartikan berbeda oleh klub. Bukan menyiapkan pemain muda untuk bermain, tapi tim malah berusaha mengalahkan Timnas U-19, dengan memasukkan pemain yang tidak sesuai harapan, atau sudah tidak masuk umur U-19.
 
Namun, Indra tak mau terlalu panjang membicarakan hal itu. Bagi dia, selesainya 13 laga dalam tur nusantara, paling tidak memberi gambaran bagaimana Timnya. Bagaimana level permainan dari tiap pemain yang saat ini sudah dicoba dan diseleksi selama tur nusantara di Kalimantan berjalan.

"Kami akan diskusikan di tim pelatih, siapa nanti pemain dari tur Kalimantan ini yang akan coba kami seleksi," paparnya
 
Selanjutnya, skuad Timnas U-19 akan langsung terbang ke Jogjakarta untuk melakukan pemusatan latihan disana. Namun, sebelum itu tiap pemain diizinkan untuk pulang terlebih dahulu ke rumah masing-masing dan diberi libur tiga hari.
 
Setelah itu, mereka akan berada di Jogja selama sepekan, sebelum berangkat untuk menjalani tur Timur tengah pada 1 April mendatang. Mereka rencananya akan. Melakukan umrah dan langsung menuju ke Oman untuk beruji coba.
"Untuk pemain non muslim, mereka baru berangkat pada 5 April. Kami berangkat dulu untuk umrah, langsung beruji coba," tandasnya. (aam)

Indra Belum Umumkan Hasil Evaluasi Timnas U-19

JAKARTA – Tur Nusantara Tim Nasional U-19 memang telah usai, akan tetapi pelatih timnas U-19 belum mengumumkan hasil Evaluasi yang telah dijalani oleh Evan Dimas cs.

Ya dari 13 pertandingan uji coba di dalam Negeri, Garuda Jaya memang tidak pernah terkalahkan dengan rekor 10 kali menang dan tiga kali imbang. Akan tetapi pelatih Indra Sjafri belum mau mengungkapkan evaluasi yang telah dijalani Garuda Jaya. Dirinya menyatakan bahwa hal tersebut sedang dia susun untuk dilaporkan kepada BTN (Badan Tim Nasional).

“Hasil Evaluasi nanti kami sampaikan terlebih dahulu kepada BTN pastinya, kemungkinan hari Selasa, sekarang kami masih mengumpulkan data-data. Untuk hasilnya nanti mereka (BTN) yang rilis,” ungkap pelatih Indra Sjafri saat ditemui di Jakarta, Minggu (23/3/2014).

Usai menjalani Tur Nusantara jilid I ini, Garuda Jaya masih akan menajalani dua tur lainnya, yaitu Tur Jilid II di Timur Tengah pada April mendatang, kemudian dilanjutkan Tur Jilid III di Eropa.

Tahap akhir uji coba yaitu akan diadakan turnamen mini di Jakarta dan Vietnam sebelum berlaga di Piala Asia Oktober mendatang,  dan seperti target mereka meraih posisi empat besar untuk bisa bersaing di Piala Dunia U-20 di Selandia Baru 2015.
(acf)

Evaluasi Tur Nusantara, Timnas U-19 Ada Peningkatan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengaku puas atas penampilan anak asuhnya selama berlaga di Tur Nusantara. Pelatih kelahiran Sumatera Barat menilai performa Evan Dimas dan kawan-kawan cukup bagus.

Tur Nusantara dimulai dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Sebanyak 13 laga telah dijalani sepanjang Februari-Maret.

“Tentunya, ada peningkatan dari 13 laga. Tetapi, saya belum bisa mengumumkan, karena hasilnya baru saya terima dari pelatih lain,” tutur Indra Sjafri ditemui di Gramedia Matraman, Minggu (23/3/2014).

Timnas Indonesia U-19 hanya sekali menampilkan perfoma kurang bagus, yakni ketika mengalahkan tim Pra PON DIY 3-2 pada awal bulan lalu. Sebab, berdasakan data statistik yang diterima Indra Sjafri, rata-rata pemain hanya melakukan total 500 umpan di laga itu.

“Mereka bermain sangat jelek di laga melawan Pra PON Yogyakarta. Mereka hanya melakukan sekitar 500 passing,” kata pria yang pernah bertugas sebagai tukang pos. 

Dalam melakukan umpan, Indra Sjafri mengaku para pemain sudah mengurangi kesalahan. Tercatat, sekitar 80 persen jumlah umpan berhasil yang dilakukan pemain.

"Ini untuk sementara ya, tapi detailnya nanti dikasih tahu karena hasil evalusi belum ada sama sekali," ujarnya.

Pernyataan yang diungkapkan Indra Sjafri hanya sebatas gambaran umum sebab menurutnya masih diperlukan data-data yang nantinya akan diserahkan kepada Badan Tim Nasional (BTN).

“Selasa saya targetkan evaluasi sudah sampai ke BTN, karena kita data dulu, baru data itu dikirim ke redaksional BTN. Saya cuma bisa sampaikan kecil-kecil, nanti mereka yang rilis," katanya.

Sabtu, 22 Maret 2014

Hasil Lengkap Tur Nusantara Timnas Indonesia U-19

 
Timnas Indonesia U-19 meraih hasil yang cukup menggembirakan selama rangkaian Tur Nusantara yang digelar sejak 3 Februari dan berakhir pada 21 Maret 2014. Berikut ini hasil lengkap Tur Nusantara Timnas U-19. 
 
Dari 12 laga yang digelar di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan, Evan Dimas dan kawan-kawan belum pernah kalah. Tentunya ini menjadi modal berharga Timnas Indonesia U-19 sebelum berlaga di putaran final AFC Cup U19 2014 nanti.

Skuat asuhan Indra Sjafri mengawali Tur Nusantara dengan kemenangan 3-1 atas PSS Sleman di Yogyakarta, dan ditutup dengan keunggulan 3-0 atas Persiba Balikpapan di laga pamungkas Tur Nusantara 2014. Berikut ini hasil selengkapnya:

Yogyakarta
Timnas Indonesia U-19 vs PSS Sleman 3-1 | 3 Februari 2014
Timnas Indonesia U-19 vs Persiba Bantul 2-0 | 5 Februari 2014
Timnas Indonesia U-19 vs Pra PON DIY 3-2 | 7 Februari 2014

Jawa Tengah
Timnas Indonesia U-19 vs Pra PON Jawa Tengah 1-0 | 10 Februari 2014
Timnas Indonesia U-19 vs PSIS Semarang 1-1 | 14 Februari 2014
Timnas Indonesia U-19 vs Persijap Jepara 1-1 | 17 Februari 2014

Jawa Timur 
Timnas Indonesia U-19 vs Pra PON Jawa Timur 1-1 | 21 Februari 2014
Timnas Indonesia U-19 vs Persebaya Surabaya 4-2 | 24 Februari 2014
Timnas Indonesia U-19 vs Persikoba Batu Malang 1-0 | 28 Februari 2014

Kalimantan
Timnas Indonesia U-19 vs Putra Samarinda 2-0 | 14 Maret 2014
Timnas Indonesia U-19 vs Mitra Kukar 0-0 | 17 Maret 2014
Timnas Indonesia U-19 vs Persiba Balikpapan 3-0 | 21 Maret 2014

Indra Sjafri Minta Maaf Timnas U-19 Tertunda ke Ternate


PELATIH Timnas U-19 Indra Sjafri enyatakan permohonan maafnya melalui akun twitter karena tim yang diasuhnya gagal berangkat ke Ternate untuk menghadapi Persiter Ternate.

"Buat masyarakat Ternate, mohon maaf TIMNAS U-19 belum bisa datang ke Ternate, karena harus persiapan umroh dan tour Timur Tengah".

Semestinya Persiter menjadi tim terakhir yang bertanding melawan Ilham Udin Armaiyn dkk pada Jumat kemarin. Namun, batalnya pertandingan di Balikpapan beberapa waktu lalu membuat jadwal tersebut urung telaksana.

Ketua Asprov PSSI Malut Ikbal Rurai, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menyampaikan data terkait kesiapan panpel ke BTN dan PSSI.

Kesiapan itu mulai panitia yang sudah mencetak tiket, fasilitas stadion hingga pemantapan tim Persiter yang telah siap menjamu anak buah Indra Sjafri.

"Sekaligus kita (Asprov PSSI Malut) akan memastikan kepastian tanggal kick off pada Juni tersebut," tutur Ikbal. (tr-05/alc)

Pemain Pelapis Timnas U-19 Mulai Berbuah Manis


BALIKPAPAN - Laga rematch antara Timnas U-19 kontra Persiba Balikpapan U-21 kembali berakhir untuk kemenangan timnas U-19 dengan skor 3-0. Dalam laga di Stadion Persiba, tadi malam (21/3), Pelatih Indra Sjafri kembali mencoba beberapa pemain pelapis.
Formasi berbeda dengan laga 10 Maret lalu diturunkan oleh Indra. Di lini depan, Dinan Yahdian dan Yabes Roni Malaifani diturunkan menggantikan posisi Ilham Udin Armayn dan Maldini Pali.
Di tengah, Zulfiandi untuk sementara diistirahatkan dan digantikan posisinya oleh Paulo Sitanggang. Sementara, pemain seleksi Hamdan Zamzami, dipasang menggantikan Sahrul Kurniawan, dan diplot turun berduet dengan Hansamu Yama Pranata.

Pemain-pemain ini memang belum semaksimal pemain-pemain yang jadi langganan starter. Tapi, permainan terbuka dan menyerang Timnas U-19 tetap ditunjukkan dengan banyaknya tekanan yang diberikan. Tapi, serangan yang dibangun kurang begitu berbahaya.
Sebaliknya, Persiba benar-benar menunjukkan permainan yang berbeda dibanding pertemuan 10 Maret lalu. Mereka tidak lagi tergesa-gesa dan lebih rapi dalam menggalang permainan.
Selain itu, serangan-serangan mereka juga lebih matang, terlepas dari sempat adanya miss komunikasi antara dua bek tengah U-19 yang baru dipasangkan ini.

Namun, cepatnya tempo permainan dan tingginya pressing, menjadikan stamina pemain cepat terkuras. Di sinilah, konsentrasi dan kesigapan pemain diuji.
Benar saja, pada menit ke-37, berawal dari setpiece tendangan bebas Evan Dimas Darmono, bola coba diantisipasi oleh Abdul Baiz.
Tapi, bola yang terlebih dulu memantul ke lapangan itu tak bisa dipotong dengan baik, dan malah mengarah ke gawang sendiri.
Persiba yang mencoba mengimbangi permainan timnas, di menit-menit akhir babak pertama itu, memang terlihat sedikit menurun konsentrasinya.
Terbukti, beberapa kali kesalahan passing dan terlambat menutup ruang tembak pemain timnas sering terjadi. Beruntung, penjaga gawang Persiba Dwi Yuda tampil bagus. Skor 1-0 bertahan sampai turun minum.
Pada babak kedua, perubahan dilakukan oleh Indra dengan memasukkan Maldini Pali dan menarik Yabes pada menit ke-49. Hasilnya, serangan di sayap kanan semakin hidup dan berbahaya.
Namun, belum ada tambahan gol tercipta. Indra pun kemudian menarik Dinan pada menit ke-55 dan memasukkan Septian David. Pergantian ini rupanya cukup jitu untuk memaksimalkan serangan dari sektor sayap timnas.

Berawal dari Maldini yang lolos dari jebakan offside, dia berhasil melepaskan tendangan keras yang berhasil disambar menjadi gol oleh pemain yang baru masuk, Septian di menit ke-56.
Unggul 2-0, tak membuat Timnas U-19 mengendurkan permainan. Indra mencoba memasukkan tenaga baru di lini depan dengan memasukkan striker Seleksi, Martinus Novianto menggantikan Muchlis Hadi Ning.

Meski belum bisa mencetak gol, Martinus memiliki andil setelah melakukan kerja sama satu-dua dengan Paulo Sitanggang. Lolos dari penjagaan, Paulo mampu melepaskan tendangan keras yang membuat skor berubah 3-0. Skor ini tak berubah, sampai peluit panjang dibunyikan. (aam/ko)

Indra Sjafri: Tur Nusantara Bukan Sirkus!

Goal.com - Pelatih tim nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri merasa gusar dengan nada miring yang menyebut agenda Tur Nusantara di Jawa dan Kalimantan tidak memberikan manfaat kepada anak asuhnya.

Sejumlah pihak menganggap persiapan timnas U-19 tidak lebih baik dibandingkan kontestan Piala Asia 2014 lainnya, seperti Vietnam yang menggelar pelatnas di London. Usai mengalahkan Arsenal U-19 3-0, Vietnam selanjutnya digilas Tottenham Hotspur U-19 9-0.

“Saya tahu persis manfaatnya. Orang selalu bilang Vietnam sudah [pelatnas] ke luar negeri. Kalau Vietnam main di lapangan terbuka lawan Arsenal, tapi tidak ditonton oleh banyak orang. Tapi kita dapat dua [dari tur nusantara]. Tekhnik dari lawan, saya belajar di situ. Non tekhnis dari penonton,” tutur Indra kepada Goal Indonesia.

“Gairah masayarakat, coba perhatikan. Ini lebih ramai dari liga [Indonesia Super League] loh. Apa kita tak bersyukur? Apa itu tak bermanfaat?”

Indra pun menyesalkan banyaknya kritikan terkait program Tur Nusantara yang dilakoni anak asuhnya. Indra menegaskan, bila mengkritik, seharusnya juga dibarengi solusi terbaik untuk timnas U-19.

“Ini [disebut] kayak sirkus. Apanya yang kayak sirkus? Ini dibilang terlalu melelahkan. Apanya yang melelahkan? Kita happy-happy saja, tapi orang yang di luar sesak nafas. Jika ingin mengkritik, berikan kritik yang ada jalan keluarnya,” semprot Indra.

“Kita yang kita programkan ini. Yakinilah program timnas U-19 menuju Piala Asia, tolong lah beri dukungan untuk kita.”

Sementara itu, pelatih Persiba Balikpapan U-21 Aziz mengatakan, stamina menjadi faktor utama tim besutannya menelan kekalahan telak 3-0 atas timnas U-21. Akibatnya, Evan Dimas dkk, berhasil mengontrol permainan Persiba U-21.

“Anak-anak kehabisan staminanya, apalagi di babak kedua, kelihatan sekali. Itu mungkin yang akan kita lakukan evaluasi, dan beberapa kelemahan lainnya sebelum berlaga di kompetisi Indonesia Super League U-21,” ucap Azis.

“Gol pertama itu terjadi akibat salah pengertian antarpemain. Kalau tidak,  mungkin bisa berbeda. Tapi tidak masalah, ini akan menjadi evaluasi juga, selain persiapan tim selanjutnya. Anak-anak sudah bermain bagus.” (gk-54)

Indra Sjafri: Tur Nusantara Berikan Banyak Manfaat


Balikpapan - Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri menepis anggapan bahwa Tur Nusantara yang dilakoni Evan Dimas dan kawan-kawan hanya melelahkan dan tak memberi manfaat.

"Yang pertama adalah menemukan pemain-pemain baru yang berkualitas nasional. Striker Martinus adalah pemain yang didapat dari Tur Nusantara ini," kata Indra Sjafri di Balikpapan, Jumat (20/3) malam.

Ditemui usai pertandingan melawan Persiba U-21, Indra mengatakan dibandingkan Timnas Vietnam yang langsung berujicoba ke luar negeri, manfaat yang bisa didapatkan Timnas U-19 dengan Tur Nusantara ini sangat banyak.

Tur Nusantara memberikan pengalaman ganda bagi skuat Garuda Jaya. Para pemain disuguhi berbagai gaya permainan, teknik, dan strategi yang berbeda-beda dari seluruh tim yang dihadapinya. Itu memperkaya wawasan pemain dalam bermain sepak bola.

"Anak-anak juga mendapat pengalaman berinteraksi dengan penonton. Mereka jadi tahu betapa besar harapan bangsa ini kepada mereka," kata Indra.

Setiap pertandingan Timnas U-19 di mana pun, penonton datang dan memenuhi stadion. Bahkan lebih ramai daripada kompetisi Indonesia Super League (ISL).

Bahkan di Balikpapan, dimana pertandingan terpaksa diulang setelah hanya berlangsung selama 22 menit pada Senin (10/3), panitia harus menyediakan dua layar lebar di luar stadion untuk para penonton yang tak dapat tempat di Stadion Parikesit.

Penonton yang banyak itu juga membuat dampak ekonomi yang luar biasa. Kaus atau jersey timnas laku keras dan para pedagang makanan mendapat untung yang banyak.

Di Stadion Parikesit tiket tribun tertutup laku hingga Rp200.000, lebih mahal daripada tiket pertandingan reguler Persiba di ISL.

Bagi tim lawannya, Timnas U-19 memberi pelajaran kedisiplinan. Menurut Indra Sjafri, permainan sepakbola berdasar kepada fisik yang prima. Untuk bisa punya fisik yang mumpuni, pemain harus disiplin latihan, disiplin dalam pola makan, dan disiplin dalam istirahat.

"Itu sebabnya kebugaran anak-anak kami lebih baik dari tim lawannya," katanya.
VO2max, kemampuan tubuh mengonsumsi oksigen saat beraktivitas Evan Dimas dan kawan-kawan kini rata-rata 59, sudah lebih tinggi dari rata-rata pemain yang berlaga di ISL yang mencatat angka 56.

Karena keunggulan fisik itu pula, Timnas U-19 melibas Persiba U-21 0-3. Evan Dimas dan tetap berlari mengejar bola sampai menit terakhir pertandingan.

Pertandingan di Balikpapan adalah pertandingan terakhir Tur Nusantara. Setelah ini skuat Garuda Jaya mendapat libur 3 hari sebelum memulai rangkaian ujicoba di Timur Tengah dengan pemain U-20 di Oman, Arab Saudi, dan lain-lain.
Penulis: /YUD

Jumat, 21 Maret 2014

Indra Sjafri Minta Media kritik Timnas U-19




BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Laga terakhir tur nusantara tahap pertama Timnas Indonesia U-19 menuai kemenangan menghadapi Persiba Balikpapan U-21. Evan Dimas cs menutup kemenangan tiga gol tanpa balas di stadion Persiba, Jumat (21/3).

Tiga pemain yang mencatat di papan skor adalah gol bunuh diri pemain Persiba U-21 Abdul Baiz Rizal menit 36. Dua gol lainnya disumbangkan oleh Septian David Maulana menit 57 dan Paulo Oktavianus Sitangggang menit 73.
 
Laga ulangan tur nusantara ini berlangsung sedang sejak menit pertama. Anak asuh Indra Sjafri memperagakan permainan umpan-umpan pendek. Hasilnya hanya beberapa peluang tercipta tanpa lahir gol. Menit keenam tendangan bebas Evan Dimas disambut tandukan Hansamu Yama masih melebar.

Terobosan Jumansyah kepada Andre Dio berhasil diblok oleh penjaga gawang Timnas U-19 Ravi Murdianto. Aksi Yabes Roni Malaifani dari sisi sayap merepotkan barisan pertahanan Persiba U-21. Hanya saja umpan silangnya masih belum menemui sasaran di mulut gawang dikawal Dwi Yudha.

Giol yang ditunggu akhirnya tercipta melalui tendangan bebas Evan Dimas. Tendangan ke mulut gawang salah diantisipasi oleh Bais. Bola mengenai pundak Baiz membelokkan arah bola yang gagal dijangkau Dwi Yudha. Skor babak pertama 1-0 bagi Timnas U-19.

Usai turun minum Evan Dimas dkk tidak menurunkan tempo permainan. Aksi mereka mengundang decak kagum penonton yang menyaksikan langsung di stadion. Gol kedua akhirnya tercipta melalui Maulana yang baru semenit masuk ke lapangan menggantikan Dinan Yahdian Javier. Maulana meneruskan bola umpan silang Evan Dimas dari sisi kanan.

Pergantian pemain kedua tim silih berganti mewarnai pertandingan. Tercatat Indra Sjafri melakukan rotasi tujuh pemain. Dan tim tuan rumah melakukan lima rotasi pemain. Penguasaan bola menjadi ciri khas pemrinan Garuda Jaya akhirnya menambah gol melalui aksi umpan satu dua Paulo Oktavinus dan Novianto. Dengan tenang Paulo mengirim bola ke tiang jauh yang gagal diantisipasi Dwi Yudha.

Usai pertandingan pelatih Timnas U-19 masih belum puas dan akan melakukan evaluasi terhadap pemainnya. Ada dua atau tiga pemain yang akan dicoret karena faktor kesehatan. Termasuk dirinya dan tim yang dibbinanya meminta kepada media massa untuk dikritik. Sebab selama ini Timnas U-19 selalu mendapat pujian dari media massa dan masyarakat. "Media massa harus mendukung kami termasuk kritikan bukan sanjungan, kritikan yang memiliki solusi, itu yang kami butuhkan," katanya.
Sementara itu pelatih Persiba U-21 Aziz menilai banyak kekurangan timnya sebelum mengadapai kompetisi Indoensia Super League (ISL) U-21. Mulai dari finishing, fisik pemain dan banyak lagi. "Banyak sekali kekurangannya seperti finishing dan fisik pemain, tapi kita akan terus evaluasi untuk target kita lolos ke babak berikutnya nanti," ujarnya.

Sumber 

Pemain Kalimantan Belum Puaskan Indra Sjafri




JAKARTA – Dua kali sudah Tim Nasional U-19 sudah menjalani laga uji coba yang bertajuk Tur Nusantara jilid II. Akan tetapi, tur ini belum membuat pelatih Indra Sjafri memanggil pemain dari klub-klub asal Kalimantan.

Hal ini memang terlihat berbeda dengan Tur Nusantara Jilid I yang berada di pulau Jawa. Pada tur tersebut Indra Sjafri menggaet empat pemain, yaitu Martinus Noviyanto (Pra-PON DIJ), Fahmi El Ayubi (Pra-PON Jatim), Muhammad Hamdan Zamzami (PSS Sleman) dan Muhammad Rio Saputra (Persijap U-21).

Dua dari empat pemain tersebut telah tampil pada laga kontra Putra Samarinda 14 Maret lalu. Martinus Noviyanto menggantikan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh sedangkan Fahmi El Ayubi menggantikan Ilhamudi Armayn.

Akan tetapi dari dua kota yang telah disambangi Samarinda dan Kutai Kartenegara, pelatih Indra Sjafri belum juga menggaet pemain dari Kalimantan. Padahal tur akan segera berakhir saat Timnas menghadapi Persiba Balikpapan U-21 malam nanti.

“Untuk pemain dari tur Jawa  masih kami bawa dan masih bergabung dengan 33 pemain timnas. Untuk pemain dari tur Kalimantan belum ada solusi, kami masih memantau,” ujar Indra Sjafri kepada Okezone, Jumat (21/3/2014).

Sebagai tambahan, usai Tur Nusantara jilid II ini, Evan Dimas cs akan melakoni Tur Timur Tengah pada April mendatang. Selain menggelar beberapa uji coba, skuad Garuda Jaya akan lebih dulu menjalani ibadah umroh. (acf)