TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Mantan Asisten Pelatih Tim
Nasional Indonesia U-23, Bambang Nurdiansyah mengatakan keputusan
pemusatan latihan (Training Center:TC) Tim Nasional Indonesia U-19 ke
Eropa kurang tepat.
Alasannya, calon lawan Garuda Jaya di Piala
Asia 2014, Myanmar itu bukan dari negara Eropa, yang memiliki gaya
bermain bola sangat berbeda.
"Lebih bagus TC di sekitar Asia saja.
Misalnya di Korea, banyak klub amatir di sana yang bermain
bagus-bagus," ujar Bambang Nurdiansyah kepada Harian Super Ball, Sabtu (6/9/2014).
Bambang
Nurdiansyah mengatakan agenda pemusatan latihan di Eropa ini merupakan
terobosan serius dari PSSI untuk membentuk timnas berkualitas.
Akan
tetapi, langkah itu dinilai kurang efektif melihat calon lawan di
turnamen sesungguhnya itu sebagian besar dari tim Asia dan karakteristik
pemain.
"Memang ini langkah bagus dari PSSI yang ingin
mempersiapkan tim benar-benar matang di pertandingan sesungguhnya. Dan
ini harus diakui," ujarnya.
Ia menceritakan pengalaman saat
membawa Tim Nasional Indonesia U-23 pemusatan latihan di Drachten,
Belanda selama enam bulan. Saat itu pemusatan latihan digelar untuk
persiapan menghadapi Asian Games 2006 di Doha, Qatar. Saat itu, Tony
Sutjipto dkk dibesut pelatih asing Foppe de Haan.
"Karakteristik pemain kita itu tidak kerasan berlama-lama di negeri orang. Kebanyakan Home Sick. Ujungnya mereka cepat jenuh," ujarnya.
Setelah
enam bulan menjalani TC, timnas langsung terbang ke Doha, Qatar untuk
bertanding.n"Mereka sudah banyak yang belanja oleh-oleh untuk di rumah.
Padahal gak kembali ke tanah air," ujarnya.
Rencananya, Timnas
Indonesia U-19 akan menggelar TC di Eropa selama 17 hari. Setelah itu
mereka kembali ke tanah air sebelum berangkat mengikuti Piala Asia,
Myanmar Oktober mendatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar