Posmetropadang.com - Indra Sjafri. Siapa yang tidak kenal dengan nama
yang satu ini pada saat sekarang. Sosoknya semula relatif tidak banyak
dikenal. Dia juga jarang disebut jika dibanding para legenda sepak bola
Indonesia.
Namun demikian, setelah tim nasional Indonesia U-19 meraih juara Piala
AFF 2013 dan lolos ke putaran final Piala Asia U-19, namanya langsung
melejit. Masyarakat lantas menyanjungnya setinggi langit. Para pencinta
sepak bola kemudian seperti menemukan pahlawan baru di tengah
keterpurukan sepak bola Indonesia.
Maklum saja, ini adalah prestasi
tertinggi sepak bola Indonesia setidaknya dalam 22 tahun terakhir di
tingkat Asia Tenggara dan Asia. Sosok penting di balik prestasi yang
membanggakan itu adalah Indra Sjafri. Pria kelahiran Lubuk Nyiur,
Batang Kapas, Sumatera Barat pada 2 Februari 1963, merupakan pelatih tim
Garuda Muda alias timnas U-19. Ia menikah dengan seorang perempuan
bernama Temi Indrayani dan telah dikaruniai dua orang anak,
masing-masing bernama Aryandra Andaru dan Diandra Aryandari.
Indra
merupakan mantan pemain sepak bola yang pernah membela PSP Padang pada
tahun 1980-an, dan juga pernah menangani klub sepak bola dari Sumbar itu
sebagai pelatih. Ia juga pernah bekerja sebagai pegawai kantor pos. Sebelum
namanya populer seperti sekarang ini, Indra Sjafri juga berhasil
membawa timnas junior merebut trofi juara pada turnamen sepak bola
tingkat Asia, yaitu pada HKFA U-17 dan HKFA U-19 di Hongkong. Sebelum
menjadi pelatih timnas junior, Indra bertugas sebagai instruktur dan
pemandu bakat di PSSI sejak Mei 2009.
Pada 22 September 2013, Indra Sjafri sukses membawa tim asuhannya, Timnas Indonesia U-19 menjuarai Turnamen Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2013 setelah di final mengalahkan tim kuat Vietnam dalam pertandingan dramatis yang berujung adu penalti. Dimana waktu itu, tim Indonesia menang dengan skor 7-6 setelah bermain imbang 0-0 hingga perpanjangan waktu.
Gelar juara ini merupakan gelar pertama Indonesia sejak 22 tahun terakhir dimana Indonesia tak pernah meraih satupun gelar juara baik di level Asia Tenggara maupun level yang lebih tinggi. Kemenangan Timnas U-19 ini membuat nama Indra Sjafri mulai dikenal secara luas di dunia sepak bola tanah air.
Pada pertandingan terakhir Grup G Kualifikasi Kejuaraan U-19 AFC 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada tanggal 12 Oktober 2013, anak asuh Indra Sjafri mengalahkan juara 12 kali Piala Asia U-19, Korea Selatan dengan skor akhir 3-2, sehingga meloloskan tim tersebut lolos ke putaran final Kejuaraan U-19 AFC 2014 yang akan digelar di Myanmar pada Oktober 2014. Kesuksesan demi kesuksesan yang diraih oleh Timnas U-19 tak lepas dari kontribusi Indra Sjafri.
Usai menundukkan tim kuat Korea
Selatan (3-2) di laga terakhir penyisihan Grup G Piala Asia U-19, Indra
Sjafri dengan agak emosional menyatakan bahwa “timnas Indonesia saat ini
layak disebut sebagai raksasa Asia. Hal itu dia sampaikan usai laga
yang mengantar anak asuhnya lolos ke putaran final Piala Asia U-19 di
Myanmar 2014. Mantan pemain sayap ini juga menyatakan bahwa perencanaan
yang matang merupakan rahasia lain di balik kemenangan anak-anak
asuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar