JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Kiper Tim Nasional Indonesia U-19, Jarot Supriadi, mengaku terkejut dengan cedera yang dialami kiper Awan Setho.
"Saya sendiri agak sedikit shock," kata Jarot.
Awan Setho mengalami cedera dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014). Awan dengan didampingi oleh dokter Alfan Nur Asyhar langsung dibawa ke Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan perawatan.
"Dia cedera sat pemanasan. Memang, kami tidak bisa menduga cedera. Padahal latihan kami biasanya lebih parah," tuturnya.
Dengan cederanya Awan Setho, Garuda Jaya hanya memiliki dua kiper Muhammad Diki Indrayana, dan Ravi Murdianto. Jarot mengaku belum memikirkan merekrut kiper baru sebagai pengganti Awan Setho.
"Nanti dipikirkan. Kami harus berdiskusi dengan dokter dan tim ofisial. Bagaimana pun Awan kami butuhkan," tuturnya.
"Saya sendiri agak sedikit shock," kata Jarot.
Awan Setho mengalami cedera dislokasi pada jari kelingking kiri saat berlatih di lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Rabu (10/9/2014). Awan dengan didampingi oleh dokter Alfan Nur Asyhar langsung dibawa ke Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan perawatan.
"Dia cedera sat pemanasan. Memang, kami tidak bisa menduga cedera. Padahal latihan kami biasanya lebih parah," tuturnya.
Dengan cederanya Awan Setho, Garuda Jaya hanya memiliki dua kiper Muhammad Diki Indrayana, dan Ravi Murdianto. Jarot mengaku belum memikirkan merekrut kiper baru sebagai pengganti Awan Setho.
"Nanti dipikirkan. Kami harus berdiskusi dengan dokter dan tim ofisial. Bagaimana pun Awan kami butuhkan," tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar