TENGGARONG – Timnas U-19 memang berhasil menghibur
puluhan ribu fans yang memadati Stadion Utama Kaltim, Palaran pada Jumat
(14/3) malam kala menghadapi Pusam U-21. Tapi Evan Dimas dkk yang
kelelahan setelah laga itu, Sabtu (15/3) justru membuat kecewa
penggemarnya di Tenggarong. Kelelahan adalah sebab utama kenapa tidak
semua jadwal di Kota Raja bisa dipenuhi penggawa tim berjulukan Garuda
Jaya itu.
Tapi kegagalan anak asuh Indra Sjafri memuaskan para penggemarnya di
Tenggarong bukan tanpa alasan. Kemacetan akibat padatnya jalanan
Samarinda usai laga dua hari lalu membuat perjalanan kembali ke
penginapan terganggu. Para pemain Timnas U-19 baru sampai di hotel
sekitar pukul 03.00 Wita. Akibatnya, pemain pun kurang istirahat. Alasan
itulah yang membuat agenda coaching clinic dan jumpa fans di Tenggarong
terganggu.
Dari dua agenda itu, hanya agenda coaching clinic yang tetap
dilangsungkan. Itu pun tanpa kehadiran pemain, melainkan dilakukan tiga
asisten pelatih Indra Sjafri. Tentu saja ini membuat kecewa para fans
yang ingin jumpa langsung Evan Dimas dkk. Salah satu di antaranya adalah
Nurul Hatimah. Jauh-jauh datang dari Loa Kulu, Kukar dan sudah menunggu
hingga pukul 15.00 Wita di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, ternyata
ia tak bisa bertemu para pemain idolanya.
Terutama sang kapten, Evan Dimas. “Kecewa pasti. Kapan lagi kami bisa
dekat sama pemain timnas. Tapi saya cukup senang karena coaching clinic
tetap diadakan dengan dipimpin oleh tiga orang tim pelatih dari Timnas
U-19,” ujar Nurul, kemarin. Ketiga tim pelatih yaitu, Pelatih Fisik Nur
Sailan, Asisten Pelatih Eko Purjianto, dan Pelatih Kiper Jarot
Supriyadi.
Kepada Kaltim Post, Eko Purjianto mewakili timnya memohon maaf kepada
masyarakat Tenggarong atas ketidakhadiran para pemainnya. Ia khawatir
jika pemain diminta merumput, justru membuat mereka semakin lelah dan
berpotensi cedera. Apalagi pada Senin (17/3), Timnas U-19 akan melakoni
uji coba melawan Mitra Kukar U-21 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong
Seberang.
Hari ini (16/3), Timnas U-19 sendiri akan menggelar uji coba lapangan.
“Saya mewakili yang lain meminta maaf kepada rekan-rekan di Tenggarong.
Bayangkan saja, kami baru tiba di hotel dini hari. Hal tersebut membuat
pemain sangat kelelahan," ujar Purjianto. Tapi kemarin para pemain tetap
ke Tenggarong.
Ravi Murdianto mengikuti sesi yang tidak terlalu menguras tenaga,
karena mendapat jamuan makan malam dari Bupati Kukar Rita Widyasari di
Pendopo Odah Etam, Tenggarong. Sementara itu, dari laga melawan Pusam
U-21, Indra Sjafri mengisyaratkan adanya pencoretan pemain. Fahmi
El-Ayubi dan Martinus Novianto, dua dari empat pemain seleksi Timnas
U-19 yang mendapat kesempatan tampil ternyata gagal memenuhi ekspektasi
sang pelatih.
Dalam laga tersebut Fahmi tampil kurang impresif, seperti yang ia
tunjukkan saat bermain bersama tim Pra-PON Jawa Timur. “Dia (Fahmi)
bermain di luar ekspektasi saya. Kalau Martinus mungkin lebih baik
karena dia sempat terlihat melakukan beberapa aksi yang baik,” jelas
pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri. Menurutnya, penurunan kualitas
permainan Fahmi disebabkan rasa percaya diri yang terlalu tinggi.
“Meski saat bermain bersama tim Pra-PON lalu sudah tampil bagus, tetapi
saat bersama timnas, dia tidak menunjukkan perkembangan, akhirnya jadi
sama saja. Para pemain seharusnya jangan terlalu cepat puas,” jelasnya.
Pelatih asal Sumatra Barat tersebut menyatakan persaingan mendapatkan
tempat di skuad utama besutannya masih terbuka lebar.
“Masih ada empat model uji coba yang akan kami lakukan, salah satunya
adalah Tur Nusantara ini, kemudian Tur Timur Tengah, Tur Eropa dan
mini-turnamen buatan kami yang nantinya akan diikuti oleh beberapa
klub,” jelasnya.(*/abe/ndy/obi/che/k7)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar