Minggu, 16 Maret 2014

Kecewa Evan Dimas Tak Muncul

 
TENGGARONG – Timnas U-19 memang berhasil menghibur puluhan ribu fans yang memadati Stadion Utama Kaltim, Palaran pada Jumat (14/3) malam kala menghadapi Pusam U-21. Tapi Evan Dimas dkk yang kelelahan setelah laga itu, Sabtu (15/3) justru membuat kecewa penggemarnya di Tenggarong. Kelelahan adalah sebab utama kenapa tidak semua jadwal di Kota Raja bisa dipenuhi penggawa tim berjulukan Garuda Jaya itu.
 
Tapi kegagalan anak asuh Indra Sjafri memuaskan para penggemarnya di Tenggarong bukan tanpa alasan. Kemacetan akibat padatnya jalanan Samarinda usai laga dua hari lalu membuat perjalanan kembali ke penginapan terganggu. Para pemain Timnas U-19 baru sampai di hotel sekitar pukul 03.00 Wita. Akibatnya, pemain pun kurang istirahat. Alasan itulah yang membuat agenda coaching clinic dan jumpa fans di Tenggarong terganggu.
 
Dari dua agenda itu, hanya agenda coaching clinic yang tetap dilangsungkan. Itu pun tanpa kehadiran pemain, melainkan dilakukan tiga asisten pelatih Indra Sjafri. Tentu saja ini membuat kecewa para fans yang ingin jumpa langsung Evan Dimas dkk. Salah satu di antaranya adalah Nurul Hatimah. Jauh-jauh datang dari Loa Kulu, Kukar dan sudah menunggu hingga pukul 15.00 Wita di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, ternyata ia tak bisa bertemu para pemain idolanya.
 
Terutama sang kapten, Evan Dimas. “Kecewa pasti. Kapan lagi kami bisa dekat sama pemain timnas. Tapi saya cukup senang karena coaching clinic tetap diadakan dengan dipimpin oleh tiga orang tim pelatih dari Timnas U-19,” ujar Nurul, kemarin. Ketiga tim pelatih yaitu, Pelatih Fisik Nur Sailan, Asisten Pelatih Eko Purjianto, dan Pelatih Kiper Jarot Supriyadi.
 
Kepada Kaltim Post, Eko Purjianto mewakili timnya memohon maaf kepada masyarakat Tenggarong atas ketidakhadiran para pemainnya. Ia khawatir jika pemain diminta merumput, justru membuat mereka semakin lelah dan berpotensi cedera. Apalagi pada Senin (17/3), Timnas U-19 akan melakoni uji coba melawan Mitra Kukar U-21 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang.
 
Hari ini (16/3), Timnas U-19 sendiri akan menggelar uji coba lapangan. “Saya mewakili yang lain meminta maaf kepada rekan-rekan di Tenggarong. Bayangkan saja, kami baru tiba di hotel dini hari. Hal tersebut membuat pemain sangat kelelahan," ujar Purjianto. Tapi kemarin para pemain tetap ke Tenggarong.
 
Ravi Murdianto mengikuti sesi yang tidak terlalu menguras tenaga, karena mendapat jamuan makan malam dari Bupati Kukar Rita Widyasari di Pendopo Odah Etam, Tenggarong. Sementara itu, dari laga melawan Pusam U-21, Indra Sjafri mengisyaratkan adanya pencoretan pemain. Fahmi El-Ayubi dan Martinus Novianto, dua dari empat pemain seleksi Timnas U-19 yang mendapat kesempatan tampil ternyata gagal memenuhi ekspektasi sang pelatih.
 
Dalam laga tersebut Fahmi tampil kurang impresif, seperti yang ia tunjukkan saat bermain bersama tim Pra-PON Jawa Timur. “Dia (Fahmi) bermain di luar ekspektasi saya. Kalau Martinus mungkin lebih baik karena dia sempat terlihat melakukan beberapa aksi yang baik,” jelas pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri. Menurutnya, penurunan kualitas permainan Fahmi disebabkan rasa percaya diri yang terlalu tinggi.
 
“Meski saat bermain bersama tim Pra-PON lalu sudah tampil bagus, tetapi saat bersama timnas, dia tidak menunjukkan perkembangan, akhirnya jadi sama saja. Para pemain seharusnya jangan terlalu cepat puas,” jelasnya. Pelatih asal Sumatra Barat tersebut menyatakan persaingan mendapatkan tempat di skuad utama besutannya masih terbuka lebar.
 
“Masih ada empat model uji coba yang akan kami lakukan, salah satunya adalah Tur Nusantara ini, kemudian Tur Timur Tengah, Tur Eropa dan mini-turnamen buatan kami yang nantinya akan diikuti oleh beberapa klub,” jelasnya.(*/abe/ndy/obi/che/k7)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar