TRIBUNNEWS.COM - Penyerang sayap Timnas U-19 Yabes Roni Malaifani
(19), pernah berlari sekitar 10 kilometer selepas padatnya materi
latihan yang ia ikuti sewaktu berlatih di Alor, Nusa Tenggara Timur.
Yabes tidak pernah mengeluh. Ia berusaha menanamkan sikap optimis dalam
dirinya.
Aktivitas itu digeluti sebelum namanya melambung berkat
satu gol di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, 10
Oktober tahun lalu. Ia mencetak gol kedua skuad Garuda Jaya saat
mengalahkan Filipina 2-0 pada laga kedua penyisihan grup G Pra Piala
Asia U-19 2014.
Tendangan keras yang ia lepaskan ke arah kiper
Filipina, Bayan, tidak lahir secara instan. Kaki-kaki yang kuat itu
dihasilkan lewat perjuangan keras, berpeluh keringat dan air mata.
Yang
paling diingat Yabes adalah masa-masa perjuangan sewaktu latihan
bersama Tim Sepak Bola Putra Kenari Alor di Alor, salah satu Kabupaten
di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tim itu dilatih tokoh sepak bola Alor,
Arifin Panara.
Yabes bercerita, bagai mana kondisi transportasi
memaksanya bekerja ekstra. Jarak dari rumahnya ke lokasi latihan di
lapangan Kalabahi sekira 10 kilometer (km). Untuk sampai ke sana, bisa
ditempuh menggunakan angkutan kota (angkot). Itu pun berganti dua kali.
Dulu, biaya tiap angkot masih Rp 1000.
Persoalannya adalah, ketika
Yabes selesai latihan, angkot sudah berhenti beroperasi. Disana, angkot
paling sore hanya beroperasi hingga pukul 15.00 Waktu Indonesia Timur
(WIT). Ia terpaksa berlari dari tempatnya biasa menunggu angkot sampai
ke rumahnya. Rutinitas ini ia jalani lebih kurang dua tahun.
"Biasa
saya pulang jam 16.00 atau jam 17.00. Kalau sudah tidak ada angkot, ya
joging-joging saja. Capek? Nggak kok. Tidak terasa. Saya menjalaninya
dengan keyakinan kuat," kata Yabes dalam wawancara khusus dengan Harian Super Ball di Alor, NTT, tengah pekan lalu.
"Itu
saya jalani kira-kira satu tahun setengah. Nggak ada kata menyerah.
Saya punya tekad harus bisa memperkuat timnas," tambah pria yang tidak
menyukai mata pelajaran bahasa Inggris ini.
Kuatnya tekad Yabes
menjadi modal berharga dalam perjuangannya. Bukti bahwa setiap orang
bisa melakukan apa yang ia cita-citakan. Khusus Yabes, paling tidak
fakta ia bisa mempertahankan posisi di timnas Indonesia U-19 sejauh ini
patut diapresiasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar