JAKARTA, suaramerdeka.com - Program pemusatan
latihan Timnas U-19 akan dikembalikan ke Yogyakarta. Sebab, selama
berada di Jakarta, skuat besutan Indra Sjafri tersebut mendapat banyak
godaan.
Pernyataan demikian diungkapkan Ketua Badan Tim Nasional
(BTN) La Nyalla Mattalitti usai membuka Liga Invitasi Antarforum
Wartawan di Lapangan Timnas Senayan, Jakarta, Jumat (9/5).
Menurut
La Nyalla, godaan tak hanya menimpa pemain. Bahkan, pelatih Indra
Sjafri pun juga dianggap telah digoda. Godaan bagi pemain berupa tawaran
menjadi bintang iklan. Sementara Indra Sjafri ditawari untuk melatih
anak-anak SSB di Jakarta melalui program coaching clinic.
Hal
seperti itu sangat disayangkan BTN karena tugas mereka adalah berlatih
menyongsong Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober mendatang. "Gangguan
timnas U-19 di Jakarta sangat besar. Karena itu, mereka kami kembalikan
TC ke Yogyakarta," kata La Nyalla.
Seperti diketahui, skuat Garuda
Jaya telah melakoni Training Camp (TC) di Yogyakarta sebelum Tur
Nusantara, Februari lalu. Setelah itu, Evan Dimas dkk pindah ke Jakarta
dan Tangerang. Namun pemindahan pemusatan latihan ke Jakarta tak membuat
kondisi skuat lebih baik, justru bermasalah. Buktinya, sejumlah
perusahaan menggoda pemain dan pelatih.
Imbasnya, timnas usia muda
tersebut dinilai tak bisa konsentrasi, sehingga dipermalukan Myanmar
pada uji coba, 7 Mei lalu. "Gangguan untuk timnas cukup banyak. Ada yang
ngajak bikin film, bikin buku, belum lagi pemain diajak wawancara untuk
ini itu (iklan-red)," ujar pria yang juga wakil ketua umum PSSI
tersebut.
Rencananya, rombongan U-19 akan bertolak ke Kota Gudeg
pada 13 Mei mendatang. Selama di Yogyakarta, Ravi Murdianto cs bakal
dijadwalkan melakoni dua uji coba internasional. Hanya saja, tim yang
diajak latih tanding belum ada setelah Liverpool U-18 batal.
"Kami
lawan Liverpool U-18 batal. Sejauh ini belum ada penggantinya karena
masih proses komunikasi dengan federasi negara lain. Jadwalnya, nanti
ada dua kali uji coba di atas tanggal 20 Mei dan tempatnya di Yogyakarta
dan Solo," ungkapnya.
(Arif M Iqbal/CN26)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar