Jumat, 09 Mei 2014

Panpel Timnas U-19 Merugi

JAKARTA, suaramerdeka.com - Panpel pertandingan timnas Indonesia U-19 versus Myanmar rugi besar. Target penjualan tiket sebanyak 40 ribu lembar tak sesuai harapan. Menurut Ketua Panpel Tigor Shalomboboy, setelah dikalkulasi hanya 25 ribu tiket yang terjual.

Padahal, pihaknya berharap penonton menyesaki tribun bawah yang berkapasitas sekitar 40 ribuan. "Jangan bicara untung, penjualan tiket kemarin untuk menutup pengeluaran saja tidak bisa," kata Tigor, Kamis (8/5).

Untuk menggelar dua pertandingan melawan skuat Myanmar, panpel merogoh kocek sampai Rp 1,4 miliar. Pada laga perdana, panpel butuh sekitar Rp 800 juta - Rp 1 miliar. Sementara untuk laga kedua, dana yang dikeluarkan senilai Rp 400 juta.

Dijelaskan Tigor, kebutuhan dana banyak karena untuk menyewa stadion tidak murah. Untuk sekali main di SUGBK Senayan, panpel harus bayar Rp 250 juta. Itu belum petugas keamanan yang menumpuk untuk mengamankan laga perdana Indonesia U-19 vs Myanmar U-19 pada Senin (5/5).

Untuk laga kedua, beban pengeluaran hanya tersedot untuk sewa sadion. "Pemasukan tiket untuk dua pertandingan mungkin hanya sekitar Rp 700 juta. Jadi sudah pasti tekor," jelasnya.

(Arif M Iqbal/CN26)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar