JAKARTA, suaramerdeka.com - Panpel pertandingan
timnas Indonesia U-19 versus Myanmar rugi besar. Target penjualan tiket
sebanyak 40 ribu lembar tak sesuai harapan. Menurut Ketua Panpel Tigor
Shalomboboy, setelah dikalkulasi hanya 25 ribu tiket yang terjual.
Padahal,
pihaknya berharap penonton menyesaki tribun bawah yang berkapasitas
sekitar 40 ribuan. "Jangan bicara untung, penjualan tiket kemarin untuk
menutup pengeluaran saja tidak bisa," kata Tigor, Kamis (8/5).
Untuk
menggelar dua pertandingan melawan skuat Myanmar, panpel merogoh kocek
sampai Rp 1,4 miliar. Pada laga perdana, panpel butuh sekitar Rp 800
juta - Rp 1 miliar. Sementara untuk laga kedua, dana yang dikeluarkan
senilai Rp 400 juta.
Dijelaskan Tigor, kebutuhan dana banyak
karena untuk menyewa stadion tidak murah. Untuk sekali main di SUGBK
Senayan, panpel harus bayar Rp 250 juta. Itu belum petugas keamanan yang
menumpuk untuk mengamankan laga perdana Indonesia U-19 vs Myanmar U-19
pada Senin (5/5).
Untuk laga kedua, beban pengeluaran hanya
tersedot untuk sewa sadion. "Pemasukan tiket untuk dua pertandingan
mungkin hanya sekitar Rp 700 juta. Jadi sudah pasti tekor," jelasnya.
(Arif M Iqbal/CN26)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar