YOGYAKARTA,Bolanasional.co-Tim
Nasional (Timnas) Indonesia U-19 kembali mengasah kemampuannya pada
laga uji coba internasional. Timnas Yaman U-19 yang akan dihadapi Evan
Dimas cs di Maguwoharjo International Stadium (MIS), Sleman, Jumat
(23/05) malam jelas menjadi lawan tak ringan.
Hasil tanpa kemenangan dari dua laga
latih tanding sebelumnya melawan Myanmar U-19 menjadi pekerjaan rumah
yang akan berusaha diperbaiki pada pertandingan nanti.
“Penyelesaian akhir dan organisasi
permainan adalah target yang harus kami perbaiki. Itu terlihat dalam
laga besok,” jelas pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, Kamis
(22/5).
Sejak memulai kembali pemusatan latihan
di Yogyakarta, kedua hal tersebut yang selalu dilatih dan diasah Indra
Sjafri. Menurutnya, penyelesaian akhir yang buruk serta lemahnya
organiassi permainan saat melawna Myanmar membuat skuad berjuluk Garuda
Jaya itu tampil tak maksimal.
“Kekalahan terakhir dari sisi hasil
memang buruk, tapi memberi motivasi tambahan ke pemain. Kami bersyukur
recovery mental pasca kekalahan berlangsung cepat dan sepertinya pemain
sudah gatal ingin kembali bertanding,” papar pelatih asal Padang itu.
Menjelang laga uji coba ke-22 itu, Indra
tidak terlalu banyak mengubah skema 4-3-3 yang selama ini
diterapkannya. Bek Putu Gede Juniantara yang sempat berlatih terpisah
karena cedera sebisa mungkin diturunkan. Namun, untuk tiga pemain
lainnya seperti Yabes Roni Malaifani, Eriyanto dan Dimas Drajad
kemungkinan besar tidak akan diturunkannya karena cedera yang belum
pulih.
“Kondisi terakhir Putu Gede sudah ikut latihan, tapi masih menjalani proses pemulihan,” imbuhnya.
Soal calon lawan, Indra mengaku Yaman
memiliki kualitas baik. Dia bersama anggota tim pelatih sudah
mempelajari materi pertandingan tim tersebut saat di kualifikasi Piala
Asia. Tergabung di Grup A, Yaman menjadi runner-up di bawah juara grup
Uni Emirat Arab (UEA).
“Jelas ini memberi tantangan bagi kami sebagai ukuran dan evaluasi nantinya,” ungkap dia.
Yaman U-19 membawa 20 pemain dalam
lawatannya kali ini. Sang arsitek, Ahmed Ali mengaku bangga bisa melawan
tim tuan rumah dalam dua kali uji coba. Indonesia U-19 dianggapnya
punya kemampuan satu tingkat di atas pemain Yaman, apalagi setelah tim
ini mengalahkan UEA di uji coba sebelumnya.
“Kami penasaran dan kagum melihat Timnas
Indonesia. Ingin belajar strategi dari mereka karena mampu mengalahkan
UEA. Hasil pertandingan nanti pun bisa kami bawa pulang untuk
diceritakan ke rekan-rekan di sana (Yaman-red),” sambung Ahmed Ali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar