Rabu, 07 Mei 2014

Indonesia U-19 Harus Keluar dari Tekanan Myanmar


VIVAbola - Timnas Indonesia U-19 mendapat perlawanan ketat dari Myanmar U-19 saat uji coba jilid I, Senin, 5 Mei lalu. Duel ini berakhir dengan skor 1-1.

Pengamat sepakbola, Tommy Welly, menilai, taktik pasukan Gerd Friedrich Horst, telah membuat Garuda Jaya tidak nyaman. Untuk itu, pada laga kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, malam ini, Evan Dimas dan kawan-kawan menurut Tommy sebaiknya mencari jalan keluar dari tekanan. 

Seperti apa caranya, pria yang akrab disapa Bung Towel itu menyerahkan sepenuhnya ke tangan pelatih kepala, Indra Sjafri.  "Apa yang harus berubah? Ya timnas U-19 harus bisa keluar dari tekanan Myanmar. Seperti apa caranya, itu tugas pelatih Indra untuk mencari detail-detailnya. Hanya perlu ada perubahan dalam hal taktik," jelas Bung Towel ketika dihubungi VIVAbola, Rabu, 7 Mei 2014.

"Lebih bagaimana bisa keluar dari tekanan. Dan di situasi tertentu mereka bisa cepat punya solusi," kata Bung Towel.

Bung Towel juga menambahkan, komposisi pemain juga sudah bisa dibaca oleh lawan. Begitu juga dengan pergantian yang dilakukan. Seharusnya, timnas U-19 harus melakukan perubahan yang di luar prediksi tim lawan.

"Saya tak mau bilang komposisi pemain harus diubah. Hanya sejauh ini komposisi pemain yang diturunkan Indra sudah bisa ditebak. Dari kemarin seperti itu, jika Michlis Hadi Ning tak berkembang diganti oleh Dimas Drajad. Tapi secara strategi permainan itu tidak berubah," kata Towel.

Terkait dengan strategi Myanmar U-19, Bung Towel menyakini tak akan mengalami perubahan. Tim tamu akan tetap bermain menekan. (umi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar