Coachindrasjafri.com - Sudah hampir setahun Eko Purjianto menjabat asisten pelatih Indra
Sjafri di timnas U-19. Berawal dari awal Mei tahun lalu, BTN memanggil
Eko untuk ikut berkontribusi langsung pada skuad Garuda Jaya.
Ketika itu baik pihak PSIS maupun timnas U-19
benar-benar butuh jasa pelatih muda berbakat ini. Karena jadwal PSIS
untuk menjalani putaran kedua bentrok dengan agenda persiapan menuju
gelaran piala AFF dan kualifikasi Piala Asia U-19.
Maka seketika itu juga Eko yang kelahiran Semarang, 1 Februari 1976
menjadi galau. Panggilan dari BTN adalah sebuah apresiasi positif
baginya, tapi di sisi lain, ikatan kontrak untuk menemani Firmandoyo
sebagai asisten pelatih PSIS juga masih ada. Pihak manajemen PSIS pun
sebetulnya berat melepaskan dirinya.
Akhirnya Eko gabung bersama timnas hingga berhasil menjuarai Piala
AFF yang digelar di Sidoarjo dan Gresik. Tak hanya itu, Eko juga
menemani timnas U-19 menjalani kualifikasi Piala Asia U-19 hingga lolos
sebagai pemuncak klasemen grup di atas Korea Selatan.
Memasuki penghujung 2013, sempat muncul wacana
penunjukan jebolan primavera 1996 ini untuk menjadi pelatih kepala di
PSIS. ''Saya bangga ditawari untuk melatih PSIS, tetapi kan ini (Timnas)
kan juga untuk kepentingan Bangsa,” ujarnya dalam sebuah wawancara
dengan media nasional.
Namun, BTN memperpanjang kontrak Eko selama dua
tahun ke depan. Eko akan menjadi asisten Indra Sjafri hingga jadwal
Piala Asia digelar Oktober 2014.
Selama menjadi asisten pelatih, Eko yang juga Ketua
Umum EPFC (Eko Primavera Football Camp) ini bertugas mengurus segi
teknikal dan taktik. Selain itu karena background dirinya sebagai pemain bertahan, ia juga fokus pada sektor belakang timnas.
Sebanyak 29 caps
dengan raihan 3 gol, Eko memang langganan timnas pada kurun tahun
1999-2001. Ia bermain bersama Yeyen Tumena dan Kurniawan Dwi Yulianto.
Sementara karir di klub, Eko sempat memperkuat Pelita Jaya, PSPS
Pekanbaru, PSIS Semarang dan Persema Malang.
Eko dapat bergabung dalam tim yang dikepalai Indra Sjafri karena satu
sebab: kesamaan visi dalam pengembangan prestasi usia dini. Jadi
arahnya bukan pembinaan lagi, tapi lebih ke prestasi. Saya merasa ada
kesamaan visi. Pertemuan pertama itu terjadi ketika Eko mengikuti
pengambilan kursus lisensi C AFC di Jakarta tahun 2012.
Kini Eko telah mengoleksi lisensi kepelatihan C AFC dan B nasional.
Ada bayangan masa depan yang diimpikannya. Di umurnya yang masih muda,
ia bermimpi, bahwa ada keinginan untuk dapat menangani timnas seperti
yang Indra Sjafri lakukan sekarang.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar