Kamis, 09 Oktober 2014

Jangan Sampai Evan Dimas Dimatikan Uzbekistan!

Bolanews.com - Penasehat teknik timnas Indonesia U-19, Ruddy Keltjes, agak ketar-ketir dengan kemungkinan dimatikannya pergerakan Evan Dimas oleh Uzbekistan pada laga perdana penyisihan Grup B Piala AFC U-19 di Stadion Thuwunna, Yangon, Jumat (10/10). Sang kapten tim dinilai Ruddy merupakan otak permainan Tim Garuda Jaya.


"Evan pemain paling penting di timnas U-19. Ia merupakan pembagi bola utama dan pengatur tempo permainan. Ia bakal menjadi pemain yang pergerakannya selalu diawasi lawan," ujar Ruddy.

Saat Evan tersumbat, arus serangan timnas U-19 bakal tidak maksimal. "Permainan sayap Indonesia juga bakal ikut terpengaruh saat Evan dimatikan. Menghadapi kemungkinan ini, dua gelandang yang mendampinginya harus bermain lebih agresif," ujar Ruddy.

Menurut Ruddy dengan strategi permainan 4-3-3 nyawa permainan Tim Merah-Putih ada di tiga barisan gelandang. Selama ini posisi tersebut belakangan sering diiisi Evan, M. Hargianto, Paulo Sitanggang.

"Selain Evan, dua gelandang lainnya karakter bermainnya cenderung bertahan. Hal ini agak bermasalah, karena idealnya mereka juga punya naluri serang yang tinggi," tutur mantan pelatih PSM tersebut.

Zulfiandi disebut Ruddy bakal bisa membuat permainan lini tengah timnas U-19 lebih kuat menyerang. "Sang pemain yang sempat cedera belakangan mulai menemukan kembali bentuk permainan terbaik. Saat Evan mati kutu Zulfiandi bisa menjadi pemain alternatif yang tetap bisa membuat permainan timnas U-19 kuat dalam sisi menyerang," papar Ruddy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar