"Evan pemain paling penting di timnas U-19. Ia merupakan pembagi
bola utama dan pengatur tempo permainan. Ia bakal menjadi pemain yang
pergerakannya selalu diawasi lawan," ujar Ruddy.
Saat Evan tersumbat, arus serangan timnas U-19 bakal tidak maksimal.
"Permainan sayap Indonesia juga bakal ikut terpengaruh saat Evan
dimatikan. Menghadapi kemungkinan ini, dua gelandang yang mendampinginya
harus bermain lebih agresif," ujar Ruddy.
Menurut Ruddy dengan strategi permainan 4-3-3 nyawa permainan Tim
Merah-Putih ada di tiga barisan gelandang. Selama ini posisi tersebut
belakangan sering diiisi Evan, M. Hargianto, Paulo Sitanggang.
"Selain Evan, dua gelandang lainnya
karakter bermainnya cenderung bertahan. Hal ini agak bermasalah, karena
idealnya mereka juga punya naluri serang yang tinggi," tutur mantan
pelatih PSM tersebut.
Zulfiandi disebut Ruddy bakal bisa membuat permainan lini tengah
timnas U-19 lebih kuat menyerang. "Sang pemain yang sempat cedera
belakangan mulai menemukan kembali bentuk permainan terbaik. Saat Evan
mati kutu Zulfiandi bisa menjadi pemain alternatif yang tetap bisa
membuat permainan timnas U-19 kuat dalam sisi menyerang," papar Ruddy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar