Bolanews.com - Indonesia telah lama berkiprah di Piala AFC U-19 atau Piala Asia Junior. Salah satu catatan Indonesia yang paling sukses adalah saat lolos ke Piala Dunia 1979 di Tokyo.
Timnas U-19 angkatan 1978 diperkuat pemain yang
sekarang telah melatih seperti Mundari Karya, Bambang Nurdiansyah,
Subangkit, dan lain-lain. Ada dua perbedaan besar. Tim Indonesia muda
yang dulu, meski berstatus U-19 atau junior, pemainnya telah matang di kompetisi, baik Perserikatan maupun Galatama.
“Dulu kompetisi benar-benar menghasilkan pemain nasional.
Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya pemain asing di kompetisi.
Jadi, pada usia 19 tahun kami sudah matang di kompetisi,” tutur Bambang
Nurdiansyah.
Timnas muda yang dulu jelas tidak semodern sekarang. Dulu, belum banyak disiplin ilmu yang mendukung sebuah pemusatan latihan tim nasional.
“Model blusukan Indra Sjafri dulu juga dilakukan oleh Pak Djamiaat
Dalhar. Hanya, tim pelatih dulu tidak terbantu teknologi dan dukungan
dari akademik,” sambung Mundari Karya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar