TRIBUNNEWS.COM, BANDAR SERI BEGAWAN - Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri,
mengungkapkan, mental pemainnya runtuh oleh gol cepat Vietnam saat
kedua tim bertemu pada penyisihan Grup B Hassanal Bolkiah Trophy 2014 di
Hassanal Bolkiah National Stadium, Bandar Seri Begawan, Rabu
(13/8/2014).
Garuda Jaya takluk 1-3 dari Vietnam.
Tiga gol Vietnam diciotakan Luong Xuang (4), Du Huy (35), dan Phuong.
Sementara gol sematawayang Indonesia dikemas David Maulana pada menit
ke-80.
"Dengan terjadinya gol cepat, moral dan skema permainan menjadi runtuh," kata Indra dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (13/8/2014).
Ini
kekalahan kedua yang diderita Evan Dimas dan kawan-kawan. Sebelumnya,
tim yang dipersiapkan menghadapi Piala AFC U-19 tersebut juga menyerah
1-3 dari tuan rumah, Brunei Darussalam, setelah ditahan imbang 0-0 oleh Malaysia pada laga perdana.
Indonesia pun mustahil lolos ke semifinal. Garuda Jaya untuk
sementara menempati peringkat kelima dari enam tim yang tergabung di
grup tersebut karena baru mengumpulkan satu poin dari tiga laga yang
sudah dimainkan.
Selanjutnya, Indonesia akan melawan Kamboja pada 16 Agustus dan tim juru kunci, Singapura, pada 18 Agustus.
"Setelah ini, kami akan melakukan evaluasi permainan dari tiga
pertandingan terakhir dengan seluruh tim pelatih berdasarkan data dari
tim analisisi HPU (High Performance Unit) BTN," tuturnya.
"Untuk pertandingan lawan Kamboja, kami menunggu hasil evaluasi,
mengingat dua pemain terkena akumulasi (Paulo dan Sahrul) dan hasil data
medis mengenai pemain yang cedera," sambungnya.
Sementara itu, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), La Nyalla Mahmud
Mattalitti mengintruksikan HPU untuk segera melakukan evaluasi teknis.
"Saya minta HPU untuk segera menyiapkan forum
untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad Garuda Jaya dengan
memanggil tim pelatih. Silakan lakukan evaluasi meyeluruh dan obyektif.
Apapun rekomendasinya akan saya ikuti dan jalankan," tutur La Nyalla.
Menurut La Nyalla, evaluasi adalah hal yang normal dan wajib dilakukan dalam situasi seperti ini. "Justru karena kita menurun, momentum untuk dilakukan evaluasi di semua lini. Di level tim, saya sudah minta Indra Sjafri
untuk evaluasi timnya. Tetapi masih belum menunjukkan perubahan. Jadi
harus evaluasi di tingkat yang lebih tinggi. Penting buat Indra untuk
mendapat second opinion. Sehingga tidak yakin dengan pendapatnya sendiri," beber La Nyalla.(Ferril Dennys)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar