JOGJA. Timnas U-19 proyeksi Piala AFC terus mematangkan performa.
Kesalahan-kesalahan dan kelemahan yang ditunjukkan saat dibuat tak
berdaya oleh Timnas U-19 Myanmar, awal Mei lalu, berusaha dibenahi.
Pelatih Indra Sjafri tak ingin kesalahan tersebut terulang saat
menghadapi Yaman U-19 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, nanti malam
(23/5).
Sesuai statistik Lab bola, salah satu permasalahan skuad Garuda Jaya, adalah seringnya pemain melakukan kesalahan sendiri. Dan saat kesalahan itu dilakukan dengan presentase diatas 20 persen, Timnas dipastikan meraih hasil buruk, bisa kalah bisa imbang.
Saat tur Timur Tengah lalu, Timnas mencatatkan kesalahan 29,8 persen saat kalah dari Oman 1-2. Kemudian, saat imbang 2-2 dengan Alshabab, Timnas mencatat kesalahan 18,8 persen. Nah, saat melawan Myanmar pun, tim Lab bola menyebut kesalahan 24.32 saat imbang 1-1 dan saat kalah 1-2 kesalahan mencapai 23.51 persen
“Fungsi uji coba ini untuk memperbaiki kekurangan. Saat lawan Myanmar kami kurang di finishing dan pertahanan. Jangan sampai banyak melakukan kesalahan sendiri,” ucapnya singkat.
Sesuai poin evaluasi, jika presentase kesalahan antara 21-25 persen, maka harus ada perubahan dengan Timnas. Jika lebih dari 25 persen, itu sudah masuk dalam kondisi berbahaya dan harus menjadi perhatian serius. Biasanya, Timnas meraih hasil bagus, dengan tingkat kesalahan antara 15-20 persen.
Laga melawan Yaman ini menurut Indra cukup bagus, karena kekuatannya tidak berbeda jauh dengan tim-tim yang dihadapi pada tur Timur Tengah. Selain itu, performa Yaman juga sedang menunjukkan progress karena sempat melakukan sampai 16 kali uji coba sejauh ini.
“Melawan Yaman ini juga bagus untuk melihat sejauh mana kondisi terakhir tiga pemain yang cedera (Yabes Roni, Eriyanto, Dimas Drajad),” tambah pelatih asal Padang tersebut.
Melawan Yaman, diyakini Indra cukup bagus karena akan menjadi simulasi mengukur kekuatan melawan tim timur tengah Uni Emirat Arab (UEA) yang berada satu grup dengan mereka. Selain itu, laga malam nanti juga akan menjadi laga uji coba Indra untuk menguji beberapa strategi lain, termasuk dalam melakukan pressing kepada lawan.
“Kami akan coba beberapa materi dari latihan. Mudah-mudahan berjalan baik dan memberikan hasil maksimal. Liini depan juga harus lebih efektif,” terangnya.
Sementara itu, asisten pelatih Yaman Mohammed Saleh dalam jumpa pers menegaskan jika ingin belajar dari Indonesia untuk mengalahkan tim-tim dengan tipikal mengandalkan kecepatan dan ball posession, terutama Thailand dan Myanmar yang satu grup dengan mereka.
“Kami bawa skuad 80 persen yang hampir pasti terpilih ke Piala AFC, ini bagus untuk tim kami. Indonesia juga tim yang hebat dan bagus, kami akan banyak belajar di pertandingan besok (nanti, Red),” tuturnya. (aam/jpnn/upi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar