SLEMAN, suaramerdeka.com - Gerbong seleksi pemain di
Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 terus berjalan. Skuad Garuda Jaya
bahkan akan mencari striker baru menyusul tidak memuaskannya Martinus
Novianto sebagai seorang penyerang yang baru mengikuti seleksi.
Sinyal
bakal terdepaknya Martinus diutarakan langsung sang arsitek, Indra
Sjafri. Menurut dia, kondisi fisik pemain yang diambil dari Pra PON
Daerah Istimewa Yogyakarta kurang bagus semenjak pertama kali bergabung
dengan tim.
“Kondisi fisiknya kurang bagus. Kami harus bergerak
cepat, jika dia tidak segera meningkatkan kondisinya ya harus tersingkir
dan kami akan mencari striker lain,” jelas pelatih Timnas U-19, Indra
Sjafri, Minggu (18/5).
Hasil tes VO2Max yang didapat Martinus
sendiri diketahui mencapai 55 ml/kg/menit. Angka itu dinilai masih
kurang dibanding rekan-rekannya yang terlebih dahulu ada di Timnas,
yakni dalam kisaran 58,5.
Bahkan kapten tim Evan Dimas mencatat tertinggi hasil tes VO2Max-nya
sebesar 64,88. “Tes VO2Max Martinus masih di bawah rekan-rekannya. Nilai
dia sama seperti saat para pemain belum melakukan tes fisik di Batu,
Malang,” tutur Indra.
Jika memang akhirnya Martinus terdepak,
berarti pemain binaan PSIM Yogyakarta itu menyusul beberapa pemain
lainnya yang sudah terlebih dahulu tersingkir. Seperti Mariando Djonak
Uropmabin, Dikri Yusron Afafa, Sukarno Andi Wijaya, M Hamdan Zamzami dan
Reza Pahlevi Sitorus. Mereka tersingkir dengan alasan yang sama yakni
belum memenuhi standar fisik dan kesehatan Timnas U-19.
Terpisah,
arsitek PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantara meminta agar Timnas U-19
segera memutuskan nasib Martinus Novianto. “Segera diputuskan saja, dia
dipakai atau tidak. Jangan seperti digantung begitu saja. Kalau tidak
dipakai maka dia akan segera kami daftarkan ke PT LI agar bisa
memperkuat tim di putaran kedua,” tegas Seto.
(Gading Persada/CN26)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar