Coachindrasjafri.com - Siang
itu, matahari bersinar terik diatas lapangan tempat para anggota timnas
U19 berlatih. Akan tetapi, cuaca yang buruk sama sekali tidak
memengaruhi semangat berlatih para pemain. Tak ada satupun pemain yang
terlihat kelelahan. Stamina mereka seakan tak ada habisnya saat berlatih
maupun bertanding. Apa rahasianya?
Alfan Nur Asyar, dokter timnas U19, mengungkapkan rahasia
di balik kebugaran para pemain. Menurutnya, rahasia tersebut terletak
pada kedisiplinan para pemain terhadap aturan serta program yang harus
dijalankan. Alfan juga menambahkan makanan bergizi dan program pemulihan
yang bagus sebagai rahasia timnas untuk menjaga stamina mereka.
Selain
itu, di antara waktu latihan yang ketat, para pemain diberikan waktu
bebas selama satu atau dua jam untuk dimanfaatkan. Sebagian besar pemain
menggunakan waktu selang tersebut untuk tidur atau beristirahat.
Untuk
masalah makanan, tim dokter melarang keras makanan pedas dan berminyak.
Walaupun begitu, tetap saja ada beberapa pemain yang mengakali menunya
agar tidak ketahuan saat melanggar aturan yang sudah ditetapkan tim
dokter. Seperti misalnya, ketika diberitahu untuk tidak memakan makanan
pedas, Evan Dimas dan kawan-kawan memutar otaknya agar dapat tetap
memakan sambal dan cabai-cabaian. Salah satunya dengan menyembunyikan
sambal dibawah telur dadar. Ulah mereka mendapatkan peringatan dari tim
dokter, yang memang ‘mengharamkan’ makan pedas dalam menu makanan
mereka.
Satu
lagi cerita unik dari tim dokter timnas U-19. Sebagai pengganti minuman
isotonik untuk mencegah dehidrasi, mereka mencampurkan oralit ke dalam
minuman timnas U19. Meski lebih banyak mengandung elektrolit, namun
minuman tersebut ternyata mampu menyebabkan diare sehingga diberhentikan
penggunaannya.
Selain minuman oralit, Indra Syafri mengakui bahwa terapi air (kriotherapy) yang diberikan oleh dokter Alfan merupakan pencegahan cedera dan pemulihan cepat dari jadwal timnas yang padat.
Berbeda
dengan metode penjagaan stamina konvensional yang menitikberatkan pada
program diet ketat dan beragam pantangan, tim dokter U-19 lebih
memercayakan keberhasilan programnya pada pemainnya. Menurut mereka,
keberhasilan program-program yang telah mereka berikan terletak pada
kepatuhan pemain terhadap aturan yang telah diberikan.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar