Coachindrasjafri.com - Apa kabar Evan Dimas dkk setelah kekalahan dari timnas Myanmar U-19? Tanyakan pada para pemain, dan mereka
akan menjawab: “Kami baik-baik saja.” Paling tidak itu kesan yang
didapat dari coach Guntur, pelatih mental Timnas U-19 saat menjawab
pertanyaan soal pasca kekalahan Timnas U-19 dari Myanmar. Menurutnya,
kekalahan adalah bagian dari proses karena perjuangan yang sebenarnya
adalah saat di putaran final Piala Asia 2014.
Setelah uji coba terakhir
dengan Timnas Myanmar U-19 yang berakhir dengan kekalahan kedua 1-2,
Timnas U-19 terus berbenah. Segala hal yang menjadi kelemahan dicatat
dan diperbaiki terutma taktik menghadapi lawan yang berbeda karakter
dari yang biasa dihadapi. “Semua aspek langsung ditunjukkan di depan
pemain termasuk taktik,” ujar Coach Guntur.
Beberapa hal yang disorot
oleh tim pelatih adalah soal kontrol emosi. Hal ini juga menjadi
concern Ketua BTN La Nyala Mataliti. Beberapa pemain ternyata masih
belum bisa mengontrol emosinya saat mendapat provokasi dari pemain lawan
Mungkin jarangnya mereka
menghadapi situasi kompetisi yang sebenarnya yang membuat pemain masih
kurang terasah dari sisi ini. Itulah sebabnya coach Guntur saat ini
banyak menitikberatkan pada factor mental. “Sebagus apapun seorang
pemain, kalau mentalnya labil maka permainannya akan mudah terganggu.”
Kekalahan yang mereka
alami pun tidak lantas membuat pemain dan tim pelatih terluka. Mereka
tetap menganggap dalam setiap pertandingan uji coba hasil tidaklah
terlalu diutamakan tapi bagaimana pemain dan pelatih bisa mengevaluasi
setiap game yang mereka mainkan. Jangankan kalah, menang pun tetap harus
dievaluasi. Jadi kalau ada anggapan bahwa pemain dan official timnas
U-19 terpukul karena kekalahan dalam uji coba terkahir adalah keliru.
“Semua pemain sangat santai dan tidak terbebani kekalahan.” Ujar coach
Guntur lagi.
Uji coba timnas U-19 melawan Myanmar
sebetulnya menjadi berbeda maknanya mengingat lawan-lawan yang dihadapi
di putaran final PIala Asia nanti berasal dari kultur sepak bola yang
berbeda dengan Myanmar. Uni Emirat Arab misalnya. Lawan yang dua kali
dikalahkan di Dubai memiliki warna sepak bola yang dipengaruhi gaya
Amerika Latin. Sedangkan Uzbekistan dan Australia memiliki tipikal
permainan khas Eropa.
Meski Myanmar memiliki tipe permainan yang
berbeda uji coa ini tidaklah sia-sia. Bagaimanapun Timnas U-19 harus
siap menghadapi semua tipe permainan serta taktik yang berbeda dari
berbagai negara. Hal ini penting agar mereka siap dengan segala
situasinya karena pada saatnya nanti mereka mereka akan menghadapi
pembuktian atas jerih payah mereka berlatih selama ini.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar